Anda di halaman 1dari 16

BAB 4

TINJAUAN ISLAM TENTANG PENERAPAN APLIKASI SLIMS 5 MERANTI


TERHADAP KINERJA PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN INSTITUT
BISNIS DAN INFORMATIKA KWIK KIAN GIE

4.1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Perpustakaan
Menurut Islam
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah turut
mewarnai kemajuan peradaban di dunia teknologi informasi, baik komputer
maupun telekomunikasi telah berkembang sangat pesat. Arus informasi menyebar
begitu cepat tanpa batas waktu. Tanpa disadari, peranan manusia yang tampak
begitu mutakhir, sebenarnya hanya sebagian kecil dari wujud Sang Pencipta. Hal
ini mengidentifikasi bahwa seluruh bagian alam dan seluruh aspeknya memiliki
hubungan dalam kesatuan alam semesta.
Allah swt. mengutus manusia untuk senantiasa memperhatikan dan
memikirkan segala sesuatu yang diciptakan-nya untuk dijadikan contoh dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berasal dari kejadian alam
lingkungan, kemudian mengembangkannya sesuai dengan bidang pekerjaan yang
akan dilakukan. Seperti firman Allah yang mengatakan :


Artinya: Yang Menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu
lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha
Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?
Kamudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya
pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia
(pandanganmu) dalam keadaan letih. (QS. Al-Mulk (67): 3-4)


Dalam surat lain juga disebutkan :



Artinya: Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan
tujuh langit berlapis-lapis? Dan di sana Dia menciptakan bulan yang
bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)?
(QS. Nuh (71) : 15-16).

Ilmu pengetahuan adalah karunia paling tinggi bagi manusia. Karena itu
pengembangan ilmu pengetahuan harus dilakukan terintegritas antara
pengetahuan yang diberikan Allah melalui wahyu dengan pengetahuan yang
diberikan Allah sediakan di alam dalam bentuk snnah Allah (Rochmah, 2004,
hal.11).
Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah lapangan kegiatan yang terus
menerus berkembang dan perlu dikembangkan karena mempunyai manfaat
sebagai penunjang kehidupan manusia. Sebagai umat muslim dengan adanya
teknologi begitu banyak segi kehidupan manusia yang dipermudah, namun tetap
berpijak kepada dasar dan motif dalam pencarian dan pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang tak lain kecuali untuk memperoleh kemakmuran
dan kesejahteraan di dunia sebagai jembatan untuk mencari keridhaan Allah baik
di dunia dan di akhirat kelak.
Salah satu dampak positif perkembangan teknologi adalah dengan
memanfaatkan teknologi dalam sistem informasi perpustakaan. Dengan teknologi
yang diterapkan pada sistem informasi perpustakaan diharapkan tuntutan
pemustaka terhadap informasi menjadi serba cepat dan mudah, sehingga sangat
berpengaruh pada peningkatan mutu layanan perpustakaan.
Dilihat dari sudut pandang Islam, kemudahan yang diperoleh dengan
memanfaatkan teknologi merupakan salah satu pemberian dari Allah swt.
Sebagaimana firman Allah :



Artinya : ...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu... (QS. Al-Baqarah (2): 185).

Berdasarkan uraikan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa ajaran Islam
memotivasi manusia agar menuntut ilmu pengetahuan, menuntut ilmu
pengetahuan merupakan kewajiban bagi setiap manusia laki-laki dan perempuan.
Oleh karena itu, setiap umat diperintahkan untuk selalu menuntut ilmu. Menuntut
ilmu tidak hanya ditempuh melalui pendidikan formal tetapi juga nonformal.
Islam juga mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu tidak hanya dilakukan
ketika usia muda saja, namun ilmu pengetahuan harus terus-menerus dicari tanpa
batas waktu.
Tanpa ilmu pengetahuan dan informasi atau seandainya orang ketinggalan
informasi, dapat menyebabkan orang tersebut menjadi tersisih dan terbelakang.
Begitu juga dengan perpustakaan yang harus terus mengikuti kemajuan teknologi
sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan adanya SLiMS 5 Meranti sebagai
sarana sistem informasi perpustakaan yang dapat menyimpan, mengolah dan
menemukan kembali informasi, seluruh kegiatan perpustakaan menjadi semakin
mudah dan cepat.

4.2. Penerapan Aplikasi SLiMS 5 Meranti Dalam Pandangan Islam
Manfaat teknologi bagi kehidupan manusia sangat banyak sebab Allah
SWT tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Misalnya dalam
perpustakaan, perkembangan teknologi ini dapat direalisasikan dalam penerapan
sistem informasi perpustakaan. Diantaranya adalah pemanfaatan teknologi pada
bagian sirkulasi, pengolahan, dan temu kembali informasi dengan aplikasi SLiMS
5 Meranti.
Proses perubahan sistem otomasi dari aplikasi SIPISIS ke SLiMS 5
Meranti bukanlah suatu proses yang mudah, karena memerlukan waktu dan
pengamatan yang cukup lama. Dengan jumlah koleksi dan anggota yang begitu
besar membutuhkan ketelitian dan kesabaran agar proses migrasi/perpindahan
data-data tersebut dapat diterapkan dan berjalan dengan baik pada aplikasi yang
baru.
Allah berfirman dalam QS. Al-Insyirah (94): 5-8:


Artinya : Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau
telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan
yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.

Dalam pandangan Islam, segala sesuatu harus dilakukan secara teliti, rapi,
teratur, benar, dan tertib. Segala sesuatu tidak boleh dilakukan tidak terarah tanpa
tujuan ini sesuai dengan prinsip Islam (Hafidhudin, 2003, hlm.1).
Mengerjakan sesuatu dengan rapi, teratur, benar dan tertib merupakan
suatu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Oleh sebab itu setiap mengelola
manajemen hendaklah melakukan dengan teliti. Sikap teliti adalah suatu sikap
yang disenangi oleh Allah, seperti sabda Rasulullah saw. dalam hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Thabrani :

) (


Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melakukan
sesuatu pekerjaan dilakukan dengan teliti (HR.Thabrani)

Arah pekerjaan yang jelas dengan landasan yang mantap dan cara
mendapatkannya yang transparan, manajemen yang teratur dan dilakukan dengan
baik, merupakan amal perbuatan yang dicintai Allah SWT. Allah sangat
mencintai perbuatan dengan manajemen yang baik, sebagaimana firman Allah
dalam QS. As-Saff (61) : 4 :


Artinya : Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang
dijalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti
suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Ayat tersebut diatas menjelaskan bahwa Allah mencintai orang yang
berjuang di jalan Allah dengan cara yang benar dan teratur. Antara satu dan
lainnya saling membantu, sehingga terbentuk kekuatan yang kokoh dan
menghasilkan sesuatu yang maksimal. Kokoh pada ayat tersebut di atas bermakna
adanya keteraturan dan keterkaitan antara bagian yang satu dengan bagian yang
lain saling membantu sehingga terbentuk kekuatan yang kuat dan kokoh. Jika hal
ini terjadi, maka akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Sebagaimana firman
Allah Saw dalam QS At-Taubah (9) : 71 yang berbunyi :



Artinya : Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan,
sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka
menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar,
melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan
Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah
Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Sebagai pustakawan dalam menerapkan aplikasi, hendaklah mengkuti
langkah-langkah yang telah ditetapkan di lingkungan perpustakaan. Muslim
diharuskan mengikuti dan ketetapan yang telah dianjurkan oleh Allah SWT. dan
Rasul-nya begitu juga peraturan yang dibuat oleh Ulil Amri, sebagaimana Allah
berfirman dalam QS. An Nisaa (4) : 59) :


Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul
(Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.
Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu
beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama
(bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Ayat tersebut di atas menyatakan untuk mematuhi Allah dan Rasul begitu
juga pimpinan termasuk mengikuti peraturan yang dibuat oleh pimpinan
perpustakaan. Ketaatan itu dilakukan selama tidak bertentangan dengan Al Quran
dan Hadis. Di antara kegiatan tersebut adalah:
a. Pelayanan Sirkulasi kepada pemustaka.
Dengan bantuan elektronik maka proses transaksi peminjaman dan
pengembalian akan semakin cepat, tepat, dan akurat. Pustakawan akan mudah
mengontrol koleksi yang sedang dipinjam demikian juga pemustaka akan
mudah mendapatkan informasi buku yang sedang dipinjam. Islam telah
mengisyaratkan akan pentingnya data dan informasi yang akurat serta akibat
yang akan ditimbulkan akibat informasi yang kurang akurat. Sebagi penyedia
informasi kita harus bertanggung jawab atas informasi yang diberikan. Allah
SWT telah memberikan peringatan agar berhati-hati dan selalu melakukan
pengecekan terhadap setiap informasi demi keakuratannya. Hal ini tersirat
dalam firman Allah:



Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang
fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah
kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena
kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali
perbuatanmu itu. (QS al-Hujurat (49): 6)


b. Memudahkan pengguna menemukan informasi
Manfaat yang lain dari teknologi informasi selain keakuratan data
adalah mempermudah pengguna perpustakaan untuk menemukan informasi
sehingga dapat menghemat waktu pembaca karena akses yang cepat. Hal ini
sesuai dengan hukum perpustakaan menurut Ranganathan : Save the time for
the readers. Merupakan tugas pustakawan untuk membantu pengguna
menemukan informasi dengan mudah dan memberikan layanan dengan cepat.
Islam meletakan posisi orang yang membantu para pencari ilmu
pengetahuan pada posisi yang tinggi memudahkan mencapai jalan ke surga.
Sebagaimana tersurat dari hadits Nabi dibawah ini :



Artinya : Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut
ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surge. (HR Muslim)

Dengan menyediakan sistem atau perangkat lunak untuk penelusuran
informasi bagi pengguna perpustakaan, sehingga mereka dengan mudah
mendapatkan data atau informasi penting, maka pustakawan telah ikut berjasa
dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

c. Mengolah dan menyeleksi informasi sesuai dengan kebutuhan
Dengan penggunaan elektronik, dan pangkalan data, atau adanya
sistem tertentu memungkinkan seseorang untuk mengolah data/informasi
sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Data/informasi tersebut diolah
untuk klasifikasikan sesuai disiplin ilmu agar informasi dapat dengan mudah
diakses atau ditemukan secara cepat oleh pemustaka yang membutuhkan.
Pada era globalisasi ini juga informasi tersebar tanpa batas, sehingga
sebagai seorang muslim dalam akses informasi tetap harus memperhatikan
kriteria-kriteria informasi mana yang akan diambil dan sebaliknya. Pedoman
untuk memilih informasi harus berjiwa tauhid baik pemanfaatannya, sumber,
dan esensinya. Sebagaimana dalam firman Allah :



Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang
Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
(QS Al-'Alaq (96): 1-2)

Iqra terambil dari kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun
lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti,
mengetahui ciri sesuatu dan membaca baik teks tertulis maupun tidak. Dengan
sistem perangkat lunak yang baik dapat memilih dan menyaring data sesuai
dengan keinginan dengan cara-cara formulasi penelusuran sehingga hasil
penelusuran benar-benar sesuai dengan kebutuhan pemustaka.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sebagai seorang muslim
untuk menerapkan aplikasi perpustakaan, hendaklah mengikuti aturan yang
berlaku di lingkungan perpustakaan. Islam telah mengisyaratkan akan
pentingnya data dan informasi yang akurat sehingga dapat menghemat waktu
pembaca karena akses yang cepat serta sebagai seorang muslim tetap harus
memperhatikan kriteria-kriteria atau memilih informasi harus berjiwa tauhid
baik pemanfaatannya, sumber, dan esensinya.
4.3. Kinerja Perpustakaan Dalam Pandangan Islam
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang di dalamnya terdapat
perkembangan teknologi komunikasi, telah memberikan kemudahan-kemudahan
dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia sekaligus merupakan sarana bagi
kesempurnaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. Allah telah
mengkaruniakan anugerah kenikmatan kepada manusia yang bersifat saling
melengkapi yaitu anugerah agama dan kenikmatan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Luqman (31) : 20 :


Artinya : Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah
menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang dilangit dan apa yang di
bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di
antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu
pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang member penerangan.
Untuk mencapai keberhasilan sebuah perpustakaan tergantung dengan
bagaimana teknik pengelolaannya. Pustakawan sebaiknya mempunyai sifat-sifat
yang harus dimiliki untuk meningkatkan kinerja perpustakaan diantaranya adalah:
1. Beriman dan Beramal
Perbuatan baik seseorang tidak akan bernilai amal salih apabila
perbuatan tersebut tidak dibangun di atas nilai-nilai iman dan ilmu yang benar.
Pustakawan bekerja berdasarkan iman yang akan menghasilkan amal salih dan
saling bekerjasama, saling menasehati dalam kesabaran dengan lainnya untuk
menuju kebenaran. Allah berjanji dalam QS. Al-Mujdilah (58) : 11 :



Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! apabila dikatakan
kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka
lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan
apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah
akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti
apa yang kamu kerjakan.

Firman Allah di atas menunjukkan bahwa seluruh pustakawan dalam
menjalankan tugasnya harus berdasarkan nilai-nilai iman yang menopang
tegaknya ajaran Islam dan ilmu yang menghasilkan amal shalih agar kinerja
perpustakaan menjadi lebih baik.


2. Ahli/Profesional
Perpustakaan akan lebih baik dan optimal hasilnya apabila dilakukan
oleh orang ahli di bidangnya yaitu orang yang telah mempelajari ilmu
perpustakaan. Apabila pengelolaan perpustakaan tidak dipegang oleh ahlinya,
maka perpustakaan tersebut sulit untuk berkembang, dan besar kemungkinan
akan mengalami kegagalan dan kehancuran, sebagaimana hadist Rasulullah
SAW :



Artinya : Apabila suatu urusan (amanah) diserahkan kepada orang yang
bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya. (HR. Bukhari)

Hadist tersebut di atas menunjukkan bahwa setiap pekerjaan tentu ada
ahli di bidangnya. Bila ada permasalahan jangan bertanya sesuatu pekerjaan
kepada orang yang bukan ahli di bidangnya, tetapi tanyakan pada ahlinya,
sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nahl (16) : 43 :


Artinya : Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad),
melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka
bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu
tidak mengetahui.

3. Ikhlas
Dalam mengelola sebuah perpustakaan diperlukan rasa keikhlasan
dalam melaksanakan secara profesional, karena merupakan amanah, ibadah
dan kepatuhan kepada Allah semata. Keikhlasan akan memberikan
kemudahan dalam berbagai masalah. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan
niat ibadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Sebagaimana firman
Allah dalam QS. Al-Bayyinah (98) : 5 :


Artinya : Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan
ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan
juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus (benar).

4. Sungguh-sunggguh

Bersungguh-sungguh dalam melakukan pengelolaan sebuah
perpustakaan yaitu bekerja dengan baik dan penuh kesungguhan merupakan
modal yang sangat besar di dalam menghadapi segala tantangan atau tekanan.
Bagi orang yang bersungguh-sungguh tantangan adalah sesuatu hal yang bisa
dan merupakan tangga untuk menuju cita-cita dan keberhasilan. Oleh karena
itu tantangan merupakan bagian dari kehidupan yang harus dilalui dengan
sungguh-sungguh dan penuh ketekunan, pantang menyerah dan putus asa.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Insyirah (94) : 7 :



Artinya : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).

5. Sabar

Menghadapi kesulitan dalam pengelolaan perpustakaan harus dengan
kesabaran, tidak berarti sabar langsung menyerah tanpa upaya melepaskan diri
dari kesulitan yang sedang dihadapi. Sikap yang diawali dengan ikhtiar lalu
diakhiri dengan ridha dan ikhlas, karena dengan kesabaran akan menghasilkan
sesuatu yang maksimal dan merupakan ibadah kepada Allah. Dilihat dalam
firman Allah :



Artinya : Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan, Sesungguhnya
(perbuatan ) yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diutamakan.
(QS. Asy-Syura (42) : 43)

6. Teliti

Setiap melakukan pekerjaan atau dalam mengelola perpustakaan
membutuhkan ketelitian dan kecermatan, ketelitian lebih menjamin
keberhasilan dalam pekerjaan. Allah menyukai pekerjaan yang dilakukan
dengan teliti. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :


Artinya : Sesungguhnya Allah menyukai bila seseorang di antara
kalian mengerjakannya dengan teliti.(KH. Al-Baihaqi)

7. Bertanggungjawab
Bertanggungjawab adalah sebagai sikap dan tindakan seseorang di
dalam menerima sesuatu sebagai amanah dengan penuh kesabaran dan ingin
menunaikannya dalam bentuk pilihan yang melahirkan amal soleh.
Pustakawan dapat diberi arti amanah karena di dalamnya ada tanggung jawab
untuk memelihara, mengembangkan dan meningkatkan kepada yang lebih
baik. Karena setiap pekerjaan akan dipertanggung jawabkan nantinya, baik di
dunia maupun di akhirat nantinya, terdapat dalam firman Allah :

Artinya : Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah
dilakukannya, (QS. Al-Muddassir (74) : 38)

8. Tolong Menolong
Manusia tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sendiri,
manusia membutuhkan bantuan orang lain agar pekerjaan yang dilakukan
dengan bersama-sama atau tolong menolong dapat terselesaikan dengan cepat,
ikhlas dan hati yang lapang.
Memberikan pelayanan atau pertolongan merupakan investasi yang
kelak akan dipetik keuntungannya, tidak hanya di akhirat tetapi di duniapun
akan dapat dirasakan. Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah (5) : 2 :

Artinya : Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa
dan permusuhan. Bertaqwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat
berat siksa-Nya.

Berdasarkan uraian di atas, pustakawan menurut Islam dapat
disimpulkan bahwa suatu perpustakaan akan maju dan berkembang dengan
baik apabila dikelola secara profesional atau orang yang ahli dalam bidang
perpustakaan. Di samping itu, melakukan pekerjaan dengan penuh rasa tulus,
iklas dan bertanggung jawab dalam pengembangan dan kemajuan
perpustakaan.. Allah berfirman dalam QS. At-Taubah (9) : 105 :


Artinya : Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat
pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan
kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib
dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu
kerjakan.



4.4. Tinjauan Islam Tentang Penerapan Aplikasi Slims 5 Meranti Terhadap
Kinerja Perpustakaan Di Perpustakaan Institut Bisnis dan Informatika
Kwik Kian Gie
Perpustakaan modern tidak lagi dapat dikelola secara konvensional mengingat
perkembangan jumlah dan jenis informasi, tuntutan masyarakat dan teknologi
informasi yang demikian pesat melaju. Masyarakat semakin sadar informasi,
mempunyai tuntutan yang semakin tinggi atas mutu layanan. Fungsi perpustakaan
pun tidak lagi hanya sebagai gudang buku, melainkan pusat informasi yang dapat
menyediakan akses ke sumber-sumber informasi dari seluruh dunia tanpa batas
waktu dan tempat. Untuk itu, diperlukan pengelolaan perpustakaan secara kreatif,
inovatif dengan penerapan teknologi informasi yang terus berkembang.
Manusia segera menyelesaikan urusan lain dengan bersungguh-sungguh
setiap pekerja dan kemudian mengerjakan pekerjaan lainnya bila setelah
menyelesaikan suatu urusan Hal ini dinyatakan Allah dalam firmannya:


Artinya : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
(QS. Al-Insyirah (94) : 7)

Dari ayat di atas menyatakan bahwa Allah memotivasi manusia untuk
bekerja dengan giat mengelola alam semesta. Penciptaan alam semesta bukan
tanpa manfaat. Allah mengutus manusia untuk memperhatikan alam semesta dan
mengkajinya agar dapat diperoleh ilmu pengetahuan kemudian dihubungkan
dengan kesulitan dan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukannya sehari-hari
agar dapat melahirkan beragam teknologi untuk membantu menyelesaikan urusan
yang dihadapinya.
Ada dua dampak yang ditimbulkan dari kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi :
1. Dampak positif
a. Kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan semakin mudah dibantu
perangkat yang semakin berkembang dan praktis.
b. Kita mampu berkomunikasi dengan orang lain melalui fasilitas e-mail,
chat, bahkan saling bertatapan hanya dengan melalui internet.
c. Munculnya berbagai jenis jejearing sosial dari adanya teknologi informasi.
d. Kita dapat dengan mudah untuk mencari informasi tentang suatu hal
melalui internet.
e. Kita juga dimungkinkan untuk berbelanja melaui internet.
f. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi bahkan internet dapat
kita akses di genggaman tangan kita sendiri, yaitu melalui handphone.
g. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling
banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi
dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
h. Media pertukaran data, para pengguna internet di seluruh dunia dapat
saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
i. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia
tahu apa saja yang terjadi.
j. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan,
kebudayaan, dan lain-lain.
Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan
sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
2. Dampak negatif
a. Munculnya para penipu yang memanfaatkan internet.
b. Munculnya budaya plagiarisme.
c. Dengan mudahnya informasi di cetak ulang tanpa izin dari pemberi
informasi atau tanpa menulis sumbernya. hal ini udah biasa kita sebut
'copast' copy paste.
d. Munculnya pornografi/konten konten dewasa.
e. Munculnya pencurian dengan mengambil/meng-hack.
f. Mungkin ini merupakan kesenangan atau kelebihan ilmu si pencuri namun
tetap saja pencurian itu tidak dibenarkan.
g. Dengan semakin mudahnya berbelanja lewat internet kita dapat
meningkatkan budaya konsumsi yang menimbulkan sifat boros dan tentu
berefek tidak baik untuk kantong.
h. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka
berhubungan lewat internet daripada bertemu langsung.
i. Dari perubahan sifat sosial tersebut mengakibatkan pola perubahan pada
interaksi.
j. Meluasnya perjudian.
k. Dengan jaringan yang tersedia penjudi tidak perlu ke tempat khusus untuk
memenuhi keinginannya.
Kebersamaan dalam melakukan sesuatu pekerjaan hendaklah antara satu dengan yang
lain saling mendorong dalam melakukan kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang
terlarang.

Allah berfirman dalam QS. Al-Anfal (8) : 53 :
Artinya : Demikian itu karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah
sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum
itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.


Untuk Kajian Pustaka Islam
1. Perubahan penerapan.
2. Kinerja Perpustakaan
Perpustakaan yang mencita-citakan perubahan itu harus mengerahkan segenap
tenaga dan mencurahkan seluruh potensi, ide, jiwa dan raga, dan hal-hal berharga
lainnya untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka canangkan.