Anda di halaman 1dari 104

PERATURAN BUPATI KENDAL

NOMOR : 12 TAHUN 2011




TENTANG

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH
( R K P D )
KABUPATEN KENDAL TAHUN 2012







PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL
TAHUN 2011
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ i ~

DAFTAR ISI



BAB I PENDAHULUAN I - 1
1.1. Latar Belakang I - 1
1.2. Dasar Hukum Penyusunan I - 2
1.3. Hubungan Antar Dokumen I - 6
1.4. Sistematika Dokumen RKPD I - 6
1.5. Maksud dan Tujuan I - 7
BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN
CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH
DAERAH
II - 1
2.1. Gambaran Umum Kondisi Daerah II - 1
2.2. Permasalahan Pembangunan II - 39
BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN
KEUANGAN DAERAH
III - 1
3.1. Arah dan Kebijakan Ekonomi Daerah III - 1
3.2. Arah dan Kebijakan Keuangan Daerah III - 5
3.3. ARAH KEBIJAKAN PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH III - 19
3.4. Rekapitulasi Realisasi dan Proyeksi (Pagu Indikatif) Kerangka
Pendanaan Pembangunan Daerah
III - 19
BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH IV - 1
4.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan IV - 1
4.2. Prioritas Pembangunan Daerah IV - 6
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH V - 1
BAB VI PENUTUP VI - 1


RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ I - 1 ~
BAB I
PENDAHULUAN


1.1. LATAR BELAKANG
Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan
dokumen perencanaan Pemerintah Daerah untuk periode satu tahun. Dalam
pelaksanaan pembangunan, RKPD menjadi pedoman dalam penyusunan
Rencana Anggaran Belanja Pemerintah Daerah (RAPBD). Penyusunan RKPD
merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2004 tentang
Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Penyusunan RKPD merupakan pelaksanaan dari tahapan sistem
perencanaan pembangunan daerah yang dimulai dari Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD). Dimana RKPD merupakan penjabaran dari RPJM Daerah
serta mengacu pada RKPD Provinsi dan RKP Nasional. Penyusunan RKPD
ditujukan sebagai upaya mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang
sinergis dan terpadu antara perencanaan pembangunan Nasional, Provinsi dan
Kabupaten serta mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
Sesuai dengan tujuan perencanaan pembangunan, bahwa proses
penyusunan perencanaan pembangunan daerah diharapkan dapat
mengoptimalkan partisipasi masyarakat, penyusunan RKPD ini didasarkan pada
penjaringan aspirasi yang diformulasikan melalui forum Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahunan dan memperhatikan hasil
evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah pada tahun sebelumnya. Lebih
lanjut penyusunan RKPD juga diintegrasikan dengan prioritas pembangunan
Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
Kedudukan RKPD dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten
Kendal adalah menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah
dengan perencanaan dan penganggaran tahunan yang memuat arah kebijakan
pembangunan, prioritas pembangunan, rancangan kerangka ekonomi daerah
dan program kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang selanjutnya
sebagai pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas
Plafon Anggaran Sementara dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah.

RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ I - 2 ~
Tersusunnya RKPD Kabupaten Kendal ini diharapkan dapat mewujudkan
keterpaduan antara perencanaan dan penganggaran. Dimana pengambilan
keputusan penetapan program dan kegiatan yang direncanakan merupakan satu
kesatuan proses perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, konsisten
dan mengkat untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran program dan
kegiatan pembangunan daerah.

1.2. DASAR HUKUM PENYUSUNAN
Peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dalam penyusunan
RKPD Kabupaten Kendal tahun 2012 adalah sebagai berikut :
1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara
Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan
dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4400);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4844);
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ I - 3 ~
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4438);
8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4700);
9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
10. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 136, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4574);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Kabupaten dan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4737);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat
Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ I - 4 ~
17. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4815);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan
Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);
19. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor
48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);
21. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 - 2014;
22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah;
23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara
Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah;
24. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah
Tahun 20052025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2008
Nomor 3 Seri E No. 3, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah
tahun 2008 Nomor 3 Seri E No. 3);
25. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2009 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2008-2013;
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ I - 5 ~
26. Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pokok-
pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Kendal (Lembaran Daerah
Kabupaten Kendal Tahun 2007 Nomor 11 Seri E Nomor 7, Tambahan
Lembaran Daerah Kabupaten Kendal Nomor 9) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Pokok- pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Kendal (Lembaran
Daerah Kabupaten Kendal Tahun 2008 Nomor 3 Seri E Nomor 2, Tambahan
Lembaran Daerah Kabupaten Kendal Nomor 31) ;
27. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2009 tentang
Rencana Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-
2013;
28. Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 6 Tahun 2006 tentang Tata
Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kendal
(Lembaran Daerah Kabupaten Kendal Tahun 2006 Nomor 6 Seri E No.4 );
29. Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 2 Tahun 2008 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kendal Tahun
2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Kendal Tahun 2008 Nomor 2 Seri
E No.1, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Kendal Nomor 30);
30. Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kendal
Tahun 2010-2015 (Lembaran Daerah Kabupaten Kendal Tahun 2011 Nomor
5 Seri E No.5, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Kendal Nomor 69).

1.3. HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN
RKPD merupakan dokumen perencanaan daerah untuk satu tahun yang
merupakan penjabaran dari RPJMD dan mengacu pada RPJP. RKPD memuat
rancangan kerangka ekonomi daerah, program prioritas pembangunan daerah,
rencana kerja dan pendanaannya serta perkiraan maju dengan
mempertimbangkan kerangka pendanaan dan pagu indikatif.
Keterkaitan antara RPJPD dengan RPJMD dan dijabarkan dalam RKPD
bertujuan untuk mewujudkan perencanaan dan penganggaran terpadu. Dimana
pengambilan keputusan penetapan program dan kegiatan yang direncanakan,
merupakan satu kesatuan proses perencanaan dan penganggaran yang
terintegrasi, konsisten dan mengikat untuk menjamin tercapainya tujuan dan
sasaran program dan kegiatan pembangunan daerah.

RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ I - 6 ~
1.4. SISTEMATIKA DOKUMEN RKPD
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kendal Tahun
2012, disusun dalam sistematika sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN
Memuat tentang Latar Belakang, Dasar Hukum Penyusunan, Hubungan
Antar Dokumen, Sistematika Penyusunan RKPD serta Maksud dan Tujuan.
BAB II. EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN
CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH
Menjelaskan tentang evaluasi kinerja pembangunan daerah dan evaluasi
Pelaksanaan Program Tahun Lalu dan Capaian Kinerja Penyelenggaraan
Pemerintah
BAB III. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN
KEUANGAN DAERAH
Menjelaskan tentang kondisi ekonomi tahun lalu dan perkiraan tahun
berjalan, tantangan dan prospek perekonomian daerah tahun lalu dan
tahun berjalan, arah kebijakan ekonomi daerah dan analisis dan Perkiraan
Sumber-sumber Pendanaan Daerah serta arah Kebijakan Keuangan
Daerah.
BAB IV. PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH
Menjelaskan arah kebijakan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, prioritas
pembangunan tahun 2012.
BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH
Memuat rencana program prioritas tahun 2012.
BAB VI. PENUTUP
Menguraikan tentang hal-hal pokok yang termuat dalam keseluruhan
dokumen RKPD, sebagai bagian penegasan Pemerintah Daerah kepada
semua pihak terkait dalam memfungsikan RKPD sesuai dengan
ketentuan perundangan yang berlaku.

1.5. MAKSUD DAN TUJUAN
1.5.1. Maksud
RKPD Kabupaten Kendal Tahun 2012, disusun dengan
memperhatikan Visi dan Misi Pemerintah Daerah yang termuat dalam
RPJM Daerah Tahun 2010-2015 sebagai pedoman bagi Pemerintah
Kabupaten Kendal dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran,
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara dan Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah ( RAPBD ) Kabupaten Kendal Tahun
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ I - 7 ~
Anggaran 2012, serta untuk memberikan arah dan pedoman kepada
seluruh pemangku kepentingan pembangunan dalam rangka mewujudkan
visi dan misi Pembangunan Kabupaten Kendal.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 5
Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Kendal Tahun 2010-2015 Visi Pembangunan
Kabupaten Kendal yaitu : Masyarakat Kendal yang Maju, Agamis dan
Sejahtera Didukung oleh Pemerintahan yang Bersih, dan Sumberdaya
Manusia yang Produktif
Dalam mewujudkan visi tersebut ditetapkan sepuluh misi sebagai berikut :
1) Meningkatkan akses, mutu dan kesesuaian pendidikan;
2) Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan;
3) Meningkatkan perkembangan usaha ekonomi produktif masyarakat;
4) Meningkatkan keberdayaan masyarakat;
5) Meningkatkan daya saing investasi daerah;
6) Mengembangkan dan meningkatkan kualitas infrastruktur;
7) Menciptakan kondisi lingkungan kehidupan masyarakat yang aman,
tenteram, dan agamis;
8) Meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender serta penghargaan
yang tinggi terhadap HAM
9) Menyelenggarakan pemerintahan yang amanah (good governance)
10) Merwujudkan lingkungan hidup yang lestari.

1.5.2. Tujuan
Tujuan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
Kabupaten Kendal Tahun 2012 adalah :
1) Terwujudnya koordinasi antar pelaku pembangunan;
2) Terwujudnya integrasi, sinkronisasi dan sinergitas pembangunan
baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi
pemerintahan maupun antar tingkat pemerintahan;
3) Terwujudnya keselarasan dan konsistensi antara perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan;
4) Tercapainya pemanfaatan sumberdaya secara efisien, efektif,
berkeadilan dan berkelanjutan.
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 1 ~
BAB II
EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN
KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH


2.1. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1.1. Aspek Geografi dan Demografi
2.1.1.1. Karakteristik Lokasi dan Wilayah
Secara geografis Kabupaten Kendal terletak pada posisi 10940-110 18
Bujur Timur dan 632-7 24 Lintang Selatan dengan luas wilayah keseluruhan
sekitar 1.002,23 km
2
atau 100.223 hektar, dengan ketinggian diatas permukaan
laut berkisar antara 0 2.579 meter. Batas wilayah Kabupaten Kendal secara
administratif dapat diuraikan sebagai berikut: sebelah utara berbatasan dengan
laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang, sebelah selatan
berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Temanggung dan
sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Batang.
Secara umum, wilayah Kabupaten Kendal terbagi menjadi 2 (dua) daerah
dataran, yaitu daerah dataran rendah (pantai) dan daerah dataran tinggi
(pegunungan). Wilayah Kabupaten Kendal bagian utara merupakan daerah
dataran rendah dengan ketinggian antara 0 - 10 meter dpl, dengan suhu berkisar
27 C, yang meliputi Kecamatan Weleri, Rowosari, Kangkung, Cepiring, Gemuh,
Ringinarum, Pegandon, Ngampel, Patebon, Kendal, Brangsong dan Kaliwungu.
Wilayah Kabupaten Kendal bagian selatan merupakan daerah dataran tinggi yang
terdiri atas tanah pegunungan dengan ketinggian antara 10 - 2.579 meter dpl,
suhu berkisar 25 C, meliputi Kecamatan Plantungan, Pageruyung, Sukorejo,
Patean, Boja, Limbangan, Singorojo dan Kaliwungu Selatan.
2.1.1.2. Demografi
Berdasarkan data BPS, pada tahun 2010 penduduk Kabupaten Kendal
sebesar 969.416 jiwa. Jumlah tersebut terlihat menurun dibandingkan dengan
tahun-tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun
2009, maka pada tahun 2010 ini pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kendal
sebesar 0,5% . Adapun rincian jumlah penduduk Kabupaten Kendal Tahun 2005-
2010, dapat dilihat pada tabel berikut:
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 2 ~
Tabel 2.1
Jumlah Penduduk Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No Kecamatan 2005 2006 2007 2008
2009 2010
1 Plantungan 31.827 32.626 33.349 33.629 33.803 33.613
2 Sukorejo 55.679 56.522 56.827 57.194 57.613 57.941
3 Pageruyung 34.107 34.136 34.356 34.853 35.218 35.609
4 Patean 48.593 48.733 49.014 49.324 49.673 51.414
5 Singorojo 46.920 47.104 47.808 48.500 49.768 50.306
6 Limbangan 29.605 30.440 31.940 33.529 34.339 34.546
7 Boja 63.347 63.538 64.252 67.410 68.347 71.338
8 Kaliwungu 50.184 52.489 53.379 53.646 53.829 54.092
9 Kaliwungu Selatan 41.331 41.331 47.652 47.883 48.111 46.042
10 Brangsong 45.224 45.386 46.044 46.497 46.962 47.594
11 Pegandon 35.712 36.179 36.575 36.938 37.365 37.715
12 Ngampel 33.626 34.114 34.627 34.895 35.226 35.331
13 Gemuh 47.931 48.489 49.142 49.212 49.570 50.096
14 Ringinarum 35.060 35.384 36.024 36.850 37.335 37.938
15 Weleri 56.754 56.836 57.397 57.878 61.170 61.837
16 Rowosari 49.043 49.142 49.698 50.111 50.184 50.802
17 Kangkung 47.133 47.461 47.701 48.075 48.396 48.648
18 Cepiring 49.049 49.374 49.574 51.035 51.070 51.152
19 Patebon 53.603 56.035 58.030 59.630 60.938 57.602
20 Kota Kendal 50.723 53.176 54.031 54.299 55.651 55.800
Jumlah 905.451 918.495 937.420 951.388 964.568 969.416
Sumber : BPS Kabupaten Kendal

2.1.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2.1.2.1. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan ekonomi
A. Pendapatan Domestik Bruto (PDRB)
Kondisi perekonomian di Kabupaten Kendal berdasarkan indikator
PDRB semakin membaik. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai PDRB dari
tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 dengan pertumbuhan rata-rata
sebesar 12,70 % untuk PDRB berdasarkan harga berlaku dan 4,60 % untuk
PDRB atas dasar harga konstan. PDRB berdasarkan harga berlaku pada
tahun 2006 sebesar Rp. 6.914.938,90 juta dan meningkat menjadi Rp.
10.679.295,87 juta pada tahun 2010. Data secara lengkap dapat dilihat pada
Tabel 2.2 berikut ini.
Tabel 2.2
Produk Domestik Regional Bruto dan Pertumbuhan Ekonomi
Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
Tahun
Harga Berlaku Harga Konstan
(Jutaan
Rupiah)
Pertumbuhan
(%)
(Jutaan
Rupiah)
Pertumbuhan
(%)
2005 6.062.457,28 9,62 4.277.605,54 2,64
2006 6.914.943,18 14,21 4.434.408,17 3,67
2007 7.697.675,53 10,48 4.625.455,58 4,31
2008 8.675.477,98 13,48 4.822.465,28 4,26
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 3 ~
Tahun
Harga Berlaku Harga Konstan
(Jutaan
Rupiah)
Pertumbuhan
(%)
(Jutaan
Rupiah)
Pertumbuhan
(%)
2009*) 9.562.596,18 7,92 5.091.572,94 5,58
2010**) 10.679.295,87 12,70 5.325.943,11 4,60
Sumber data : BPS Kabupaten Kendal, ket.: *) angka sementara, **) angka sangat sementara
Laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal pada tahun 2010
sebesar 4,60%, dimana pertumbuhan ekonomi yang tertinggi terletak pada
sektor keuangan, persewaan, dan Jasa Perusahaan yang pada tahun 2010
tumbuh sebesar 11,27%. Tingginya pertumbuhan ekonomi di sektor tersebut
antara lain dikarenakan tumbuhnya sektor informal di Kabupaten Kendal
yaitu semakin berkembangnya lembaga keuangan, persewaan dan
perusahaan-perusahaan di bidang jasa.
Sektor pertanian pada tahun pada tahun 2009 mencatat pertumbuhan
sebesar 13,08% namun pada tahun 2010 tumbuh negatif sebesar 5,55%.
Pertumbuhan di sektor pertanian ini perlu mendapatkan perhatian yang
serius sehingga pada tahun 2012, keadaan ini dapat diperbaiki.
Tabel 2.3
Pertumbuhan Tiap Sektor Atas Dasar Harga Konstan
Kab Kendal 2008-2010
No Lapangan Usaha
Pertumbuhan per sektor (%)
2008 2009* 2010**
1 Pertanian
3,87 13,08 -5,55
2 Pertambangan dan Penggalian
3,89 6,61 0,24
3 Industri Pengolahan
3,65 1,67 9,45
4 Listrik, GAS, dan Air Minum
3,20 0,96 5,64
5 Bangunan
6,03 8,59 5,14
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran
3,70 4,35 5,87
7 Angkutan dan Komunikasi
8,15 5,27 6,99
8
Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan
7,94 8,11 11,27
9 Jasa-jasa
6,95 4,80 7,32
PDRB
4,26 5,58 4,60
Sumber data : BPS Kabupaten Kendal, ket.: *) angka sementara, **) angka sangat sementara

Tabel 2.4
Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Kontribusi Per Sektor Atas Dasar harga
Konstan Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010
No Lapangan
Usaha
Pertumbuhan Ekonomi (%) Peranan PDRB (%)
2006 2007
2008
*)
2009
**)
2010
**)
2006 2007
2008
*)
2009
**)
2010
**)
1 Pertanian 5,08 0,29 3,87 2,91 -5,55 24,35 23,42 23,33 24,99 22,56
2 Pertambangan
dan Penggalian
9,63 13,47 3,89 6,61 0,24 0,95 1,04 1,04 1,05 1,00
3 Industri
Pengolahan
2,32 5,86 3,65 4,03 9,45 39,61 40,20 39,96 38,48 40,26
4 Listrik, Gas, dan
Air Minum
6,33 16,77 3,20 0,96 5,64 1,09 1,21 1,20 1,15 1,16
5 Bangunan 9,42 2,71 6,03 8,59 5,14 2,90 2,85 2,90 2,99 3,00
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 4 ~
No Lapangan
Usaha
Pertumbuhan Ekonomi (%) Peranan PDRB (%)
2006 2007
2008
*)
2009
**)
2010
**)
2006 2007
2008
*)
2009
**)
2010
**)
6 Perdagangan,
Hotel dan
Restoran
2,87 4,52 3,70 3,56 5,87 18,26 18,30 18,20 17,99 18,20
7 Angkutan dan
Komunikasi
4,74 11,04 8,15 5,27 6,99 2,40 2,55 2,65 2,64 2,70
8 Keuangan,
Persewaan dan
Jasa
Perusahaan
4,86 5,06 7,94 11,57 11,27 2,53 2,55 2,64 2,70 2,87
9 Jasa-jasa 4,28 3,91 6,95 4,80 7,32 7,91 7,88 8,08 8,02 8,23
PDRB 3,67 4,31 4,26 4,1 4,60 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber data : BPS, Maret 2011
Keterangan: *) Angka diperbaiki, **) Angka sementara

Namun jika dilihat dari peranan per sektor terhadap PDRB, pada
tahun 2010 sektor yang terbesar memberikan kontribusi adalah sektor
industri pengolahan sebesar 40,26% dan pertanian sebesar 22,56%. Hal
yang perlu dicermati bahwa peranan industri makanan, minuman dan
tembakau mendominasi sektor industri pengolahan, yaitu sebesar 14,41%
dari total PDRB. Sektor industri tembakau perlu mendapatkan perhatian yang
serius. Dimana industri tembakau sedang diterpa berbagai isu ketidakpastian
dengan bergulirnya aturan mengenai tembakau sehingga ke depannya
Pemerintah Daerah dapat mengantisipasi dan sektor ini tetap dapat
memberikan kontribusi yang nyata dalam peningkatan pendapatan
masyarakat di Kabupaten Kendal.
Sektor pertanian pada tahun 2010 memberikan kontribusi terhadap
PDRB sebesar Rp. 1.201.650.660.000. Hal tersebut menunjukkan bahwa
struktur perekonomian di Kabupaten Kendal pada saat ini masih berbasis
pada sektor industri pengolahan dan pertanian. Nilai PDRB atas dasar harga
konstan dapat dilihat secara rinci pada Tabel 2.5. berikut.

Tabel 2.5
Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Kendal (Jutaan Rupiah)
Tahun 2005-2010
N
o
Lapangan
Usaha
2005 2006 2007 2008 2009 2010
1 Pertanian 1.027.715,11 1.079.943,19 1.083.120,25 1.125.038,14 1.272.196,49 1.201.650,66
2 Pertambangan
dan Penggalian
38.626,20 42.347,62 48.050,97 49.920,30 53.220,39 53.345,59
3 Industri
Pengolahan
1.716.524,18 1.756.426,89 1.859.317,25 1.927.188,77 1.959.314,05 2.144.400,46
4 Listrik, Gas, &
Air Minum
45.258,31 48.121,20 56.192,13 57.989,49 58.547,48 61.850,52
5 Bangunan 117.456,49 128.521,63 132.000,26 139.957,57 151.985,06 159.796,42
6 Perdagangan,
Hotel &
Restoran

787.108,37

809.708,78

846.327,58

877.619,64

915.801,77

969.565,32
7 Pengangkutan
dan Komunikasi

101.510,10

106.325,91

118.060,40

127.686,52

134.411,98

143.810,51
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 5 ~
N
o
Lapangan
Usaha
2005 2006 2007 2008 2009 2010
8 Keuangan,
Persewaan &
Jasa
Perusahaan

106.959,14

112.158,19

117.828,73

127.187,48

137.501,24

152.999,65
9 Jasa-jasa 336.447,63 350.854,76 364.558,01 389.877,37 408.594,48 438.523,98
PDRB
4.277.605,53 4.434.408,17 4.625.455,58 4.822.465,28 5.091.572,94 5.325.943,11
Sumber data : BPS Kabupaten Kendal

Pendapatan perkapita yang ditunjukkan dengan nilai PDRB perkapita
adalah salah satu angka yang dipakai untuk melihat keberhasilan
pembangunan dari aspek perekonomian suatu wilayah. Perkembangan
PDRB perkapita Kabupaten Kendal atas dasar harga berlaku maupun harga
konstan menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun. Dalam
periode tahun 2005-2010, PDRB per kapita berdasarkan harga konstan
mengalami pertumbuhan 17,72%, dengan rata-rata pertumbuhan per tahun
2,95%, dimana tahun 2010 nilainya menjadi sebesar Rp. 5.325.943,11 juta.
Sedangkan PDRB perkapita Kabupaten Kendal berdasarkan harga berlaku
mengalami peningkatan sebesar 62,88% dari Rp 6.714.762,93 juta menjadi
Rp 10.679.295,87 juta pada tahun 2010. Data selengkapnya sebagaimana
dalam Tabel 2.6. berikut :
Tabel 2.6
PDRB Per Kapita Kabupaten Kendal dan Pertumbuhannya
Tahun 2005-2010
Tahun
PDRB Per Kapita (Rp) Pertumbuhan (%)
Atas Dasar Harga
Berlaku
Atas Dasar Harga
Konstan
Atas Dasar
Harga
Berlaku
Atas Dasar
Harga
Konstan

2005

6.714.762,93 4.737.865,48 9,62 2,64
2006
7.548.540,79 4.840.724,02 12,42 2,17
2007
8.296.348,32 4.985.192,01 9,91 2,98
2008
9.190.640,98 5.108.830,56 10,78 2,48
2009 9.562.596,18 5.091.572,94 7,92 5,58
2010* 10.679.295,87 5.325.943,11 12,70 4,60
Sumber data : Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kendal 2010
*) Keterangan: Angka Sementara

B. Laju Inflasi
Laju infasi di Kabupaten Kendal pada tahun 2010 sebesar 6,26%, nilai
ini lebih rendah dibandingkan inflasi tahun 2008, dimana pada tahun tersebut
inflasi mencapai sebesar 12,74%. Hal ini menggambarkan kondisi ekonomi
yang lebih baik di Kabupaten Kendal.


Tabel 2.7
Nilai Inflasi Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 6 ~
Tahun Inflasi
2005
2006 6,08
2007 6,96
2008 12,74
2009 2,38
2010 6,26
Sumber : BPS Kab Kendal 2009 dan tahun 2010) data sementara

2.1.2.2. Fokus Kesejahteraan Sosial
A. Pendidikan
1) Gambaran Pelayanan PAUD
Rasio guru terhadap jumlah murid TK cenderung meningkat yaitu pada
tahun 2005 sebesar 1 : 15 orang dan pada tahun 2010 sebesar 1 : 14. Kondisi
ini menunjukkan bahwa ketersediaan guru TK semakin baik.
Indikator keterjangkauan pelayanan pendidikan adalah Angka
Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). APK TK dari
Tahun 2006-2010 mengalami peningkatan tahun 2006 APK TK sebesar
29,52%, meningkat pada tahun 2010 menjadi 45,19 %.
Tabel 2.8
Perkembangan Rasio Guru : Murid dan APK PAUD
Kabupaten Kendal Tahun 2005 2010
Tahun Rasio Guru : Murid APK
2005 15
2006 16 29,52 %
2007 16 45,00 %
2008 16 40,00 %
2009 18 35,00 %
2010 14 45,19 %
Sumber: Disdikpora Kab. Kendal, 2011

2) Gambaran Pelayanan Pendidikan Dasar
Jumlah murid dan guru selama kurun waktu 20052010 menunjukkan
kecenderungan meningkat. Rasio guru terhadap murid untuk jenjang SD/MI
cenderung menurun, yaitu satu guru membina 18 siswa. Sedangkan untuk
jenjang SMP/MTs cenderung tetap dimana satu guru dapat membina 16
murid.
Nilai APK untuk SD/MI pada tahun 2010 mencapai 103,09 sedangkan
APK SMP/MTs 93,53. Nilai APK pendidikan dasar di Kabupaten Kendal
mengalami peningkatan pada tahun 2007 mencapai nilai di atas 100 namun
kemudian mengalami penurunan. Begitu pula dengan nilai APM SD/MI dan
SMP/MTs yang fluktuatif. Hal ini perlu mendapatkan perhatian pada program
SKPD Dikpora pada tahun 2012.
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 7 ~
Tabel 2.9
Rasio Guru dan Murid SD/MI dan SMP/MTs, APK, dan APM
Kabupaten Kendal Tahun 2005 2010
Tahun
Rasio Guru : Murid APK APM
SD/MI SMP/MTs SD/MI SMP/MTs SD/MI SMP/MTs
2005 23 18
2006 20 18 96,71 80,96 79,51 59,97
2007 20 18 100,06 94,51 78,78 71,30
2008 20 18 102,37 100,15 85,22 79,92
2009 19 18 102,20 98,37 84,52 72,54
2010 18 16 103,09 93,53 85,41 67,89
Sumber: Disdikpora Kab. Kendal 2011

Selain APK dan APM, Angka putus sekolah dan angka melanjutkan
menjadi salah satu indikator keterjangkauan. Angka putus sekolah untuk
jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs selama kurun waktu 2006-2010
cenderung mengalami penurunan. Untuk jenjang pendidikan SD/MI angka
Putus sekolah termasuk kategori rendah. Sedangkan Angka Putus sekolah
untuk jenjang pendidikan SMP/MTs termasuk kategori tinggi, karena diatas
target angka putus sekolah provinsi Jawa Tengah yaitu 0,22%. Gambaran
pertumbuhan angka putus sekolah untuk jenjang pendidikan dasar adalah
sebagai berikut.
Tabel 2.10
Angka Putus Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan
Di Kabupaten Kendal Tahun 2006 2010
Tahun
Angka Putus Sekolah (%)
SD/MI SMP/MTs
2006 0,10 1,01
2007 0,37 0,78
2008 0,08 0,52
2009 0,08 0,67
2010 0,10 0,65
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal Tahun 2011

Pertumbuhan Angka melanjutkan ke SMP/MTs cenderung meningkat
dimana pada tahun 2010 mencapai 99,35%. Sedangkan angka melanjutkan
ke SMA/SMK/MA relatif lebih rendah dibandingkan dengan angka melanjutkan
ke SMP/MTs. Angka melanjutkan ke SMA/SMK/MA pada tahun 2010 sebesar
79,00%. Perkembangan angka melanjutkan terlihat pada tabel sebagai
berikut:


Tabel 2.11
Angka Melanjutkan Ke SMP/MTs dan SMA/SMK/MA
Kabupaten Kendal Tahun 2006 2010
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 8 ~
No Tahun
Melanjutkan ke
SMP/MTs
Melanjutkan ke
SMA/SMK/MA
1 2006 97,36% 71,00%
2 2007 95,70% 72,90%
3 2008 98,90% 77,00%
4 2009 98,95% 79,00%
5 2010 99,35 % 78,14 %
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2011
Kualitas sekolah terutama kualitas kelas mendukung proses
pembelajaran. Kondisi ruang kelas SD/MI dan SMP/MTs relatif cukup baik.
Persentase ruang kelas SD dalam kondisi baik lebih dari 60%. Kondisi ini
meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Tabel 2.12
Kondisi Ruang Kelas SD/MI dan SMP/MTs
Kabupaten Kendal Tahun 2005 2010 (%)
No
Kondisi Ruang
Kelas
2005 2006 2007 2008 2009 2010
1 SD
Baik 40 45 42 51 62 66
Rusak Ringan 37 31 29 25 22 21
Rusak Berat 23 24 29 24 16 12
2 MI
Baik 44 49 47 46 47 74
Rusak Ringan 33 35 32 35 37 18
Rusak Berat 23 16 21 19 16 6
3 SMP
Baik 87 88 89 83 86 84
Rusak Ringan 10 7 8 13 10 8
Rusak Berat 3 5 3 4 4 6
4 MTs
Baik 80 75 77 79 76 79
Rusak Ringan 16 15 16 14 17 16
Rusak Berat 4 10 4 9 4 4
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2011

3) Gambaran Pelayanan Pendidikan Menengah
Rasio guru terhadap murid selama kurun waktu 2005-2010 cenderung
konstan, namun menunjukkan bahwa ketersediaan guru SMA/SMK/MA di
Kabupaten Kendal mencukupi, dimana satu orang guru membina 13 murid.
Nilai APK dan APM SMA/MA/SMK di Kabupaten Kendal mengalami
peningkatan dimana pada tahun 2010 nilai APK sebesar 61,66% dan APM
42,71%. Walaupun mengalami peningkatan, nilai APM SMA/SMK/MA di
Kabupaten Kendal termasuk kategori rendah, karena masih di bawah 50%.
Sedangkan angka putus sekolah untuk jenjang pendidikan menengah
tergolong rendah yang hanya berkisar 1%.
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 9 ~
Tabel 2.13
Perkembangan Rasio Guru Terhadap Murid SMA/MA/SMK, APK, APM dan
Angka Putus Sekolah Kabupaten Kendal Tahun 2005 2010
Tahun
Rasio
Guru : Murid
APK (%) APM (%)
Angka Putus
Sekolah (%)
2005 13
2006 14 50,12 38,00 1,28
2007 14 55,24 39,68 1,00
2008 14 53,58 39,30 0,89
2009 14 59,75 41,24 0,72
2010 13 61,66 42,71 0,85
Sumber: Disdikpora Kabupaten Kendal 2011

B. Kesehatan
Sampai dengan tahun 2009 status kesehatan masyarakat Kabupaten
Kendal menunjukkan penurunan, hal ini dapat dilihat meningkatnya indikator
Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian
Balita (AKABA). Namun pada tahun 2010 AKABA dan AKI menunjukkan
adanya kenaikan. Gambaran status kesehatan masyarakat dapat
dikemukakan sebagai berikut.
Tabel 2.14
Perkembangan Status Kesehatan Kabupaten Kendal 2005 - 2010
Indikator 2005 2006 2007 2008 2009
2010
AKB per 1.000 KLH
8,5 5,64 2,18 5,5 6,7 7,30
AKABA per 1.000 KLH
1,08 1,27 2,14 0,4 8,1 8,8
AKI per 100.000 KLH
53,57 54,26 34,93 149,34 121 144
UHH (Tahun)
66,7 67,1 69,49 67,4 tda tda
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal 2010
Peningkatan Angka Kematian Ibu disebabkan oleh meningkatnya
kasus-kasus hipertensi dalam kehamilan sebagai penyebab utama.
Sementara kasus pendarahan juga masih tinggi, kasus penyakit jantung dan
infeksi turut meningkat seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat.
Kasus kematian tahun 2010 diwarnai dengan dua kasus kematian
remaja dan dua kasus kehamilan tidak diinginkan, sehingga perlu ditingkatkan
kesadaran masyarakat secara luas melalui gerakan sayang ibu dan bayi serta
kegiatan P4K. Persalinan dengan tenaga kesehatan sudah tinggi, tinggal
meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan agar mencapai 100%, karena
sebagian masyarakat masih ada yang suka bersalin di rumah. Masih tingginya
ibu hamil yang anemia juga turut meningkatkan kematian ibu, karena
sebagian besar besar memiliki Hb<10g/dl.
Perkembangan status gizi balita di Kabupaten Kendal menunjukkan
perbaikan, dimana persentase balita gizi buruk di Kabupaten Kendal pada
tahun 2010 sebesar 0,03%. Sedangkan persentase balita yang berat
badannya naik sebanyak 75,93%.
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 10 ~
Tabel 2.15
Perkembangan Status Gizi Balita Kabupaten Kendal Tahun 2005 - 2010
Uraian 2005 2006 2007 2008 2009 2010
Jumlah balita Bawah
Garis Merah (BGM)
1.172 1.267 1.395 1.313 1.368 1.358
Persentase Balita
yang ditimbang
berat badannya naik
73,73 73,76 74,05 72,97 73,53 77,90
Persentase balita gizi
buruk
0,61 0,11 0,02 0,01 0,03 0,084
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal 2011
Ketersediaan prasarana dan sarana kesehatan sudah cukup memadai.
Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) telah tersedia di setiap desa, data tahun
2009 berjumlah 149 unit. Di kecamatan tersedia Puskesmas, baik
Puskemas induk sampai Puskesmas Keliling. Jumlah Puskesmas Induk
tahun 2009 sebanyak 30 unit, Puskesmas Pembantu sebanyak 52 unit, dan
Puskesmas Keliling sebanyak 30 unit. Jumlah rumah sakit sebanyak 3 unit
terdiri dari 1 unit RSUD tipe B, 1 unit rumah sakit swasta dan 1 unit rumah
sakit khusus.

C. Sosial
Masalah kemiskinan di Kabupaten Kendal menjadi salah satu masalah
yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan daerah. Jumlah
penduduk miskin baik di perkotaan maupun pedesaan pada tahun 2010
menurun bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin dari tahun 2006-
2009. Perkembangan jumlah penduduk miskin dan keluarga miskin dari tahun
2005-2009 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.16
Jumlah Penduduk Miskin dan Keluarga Miskin
di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No.
Jumlah Penduduk
Miskin dan
Keluarga Miskin
Satuan 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Jumlah Penduduk
Miskin

a. Pedesaan Orang 169.500 230.248 230.965 204.677 207.767 192.152
b. Perkotaan Orang 4.449 13.417 6.660 10.301 6.215 6.058
2. Jumlah Keluarga
Miskin

a. Pedesaan KK 54.737 61.769 58.654 56.039 58.934 59.101
b. Perkotaan KK 2.657 3.596 3.732 3.417 3.189 3.143
Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal Tahun 2011

Permasalahan sosial di Kabupaten Kendal pada tahun 2010
menunjukkan angka yang tinggi, khususnya pada masalah sosial penyandang
cacat, anak terlantar, wanita rawan sosial ekonomi, lanjut usia terlantar dan
keluarga fakir miskin. Dari 15 jenis masalah kesejahteraan sosial, yang dapat
ditangani oleh Pemda Kabupaten Kendal sebanyak 11 jenis. Sedangkan
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 11 ~
masalah sosial yang belum dapat ditangani adalah wanita rawan sosial
ekonomi, anak jalanan, gelandangan, Korban penyalahgunaan Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza), dan keluarga rentan.
Tabel 2.17
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
di Kabupaten Kendal Tahun 2010

No
Jenis masalah
Kesejahteraan
Sosial
Jml Penyandang
Masalah
Kesejahteraan
Sosial
Jml
Tertangani
Tertangani
(%)
1 Penyandang cacat 5.368 316 5,89
2 Jumlah anak
terlantar
4.535 538 11,86
3 Jumlah anak nakal 387 553 142,89
4 Anak Balita Terlantar 745 27 3,62
5 anak korban tindak
kekerasan
2 17 850,00
6 wanita rawan sosial
ekonomi
5.210 0 0,00
7 Anak Jalanan 38 0 0,00
8 Wanita Korban
Tindak Kekerasan
6 15 250,00
9 Lanjut Usia Terlantar 6.080 108 1,78
10 Tuna Susila 349 25 7,16
11 Pengemis 45 44 97,78
11 Gelandangan 2 0 0,00
12 Korban
penyalahgunaan
Narkotika,
Psikotropika dan Zat
Adiktif (Napza)
17 0 0,00
13 Keluarga Fakir
Miskin
62.244 6.547 10,52
14 Keluarga Berumah
Tak Layak Huni
100
15 Keluarga Rentan 422 0 0,00
Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal Tahun 2010

Kondisi ketenagakerjaan pada tahun 2005-2010 menunjukkan
peningkatan jumlah angkatan kerja dan pengangguran. Jumlah angkatan
kerja pada tahun 2010 menjadi 666.643 orang. Tingkat pengangguran terbuka
pada tahun 2010 turun menjadi sebesar 26.395 orang. Gambaran
ketenagakerjaan di Kabupaten Kendal tahun 2005-2010 dikemukakan pada
tabel berikut :
Tabel 2.18
Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan
di Kabupaten Kendal Tahun 2007-2010
No. Indikator Satuan 2007 2008 2009 2010
1. Angkatan kerja Orang 637.435 640.239 643.056 666.643
2. Jumlah
Pengangguran
Orang 482.970 486.303 489.594
3. Kesempatan Kerja Orang 433.063 434.487 435.934 437.407
4. Penganggur Terbuka Orang 49.907 51.816 53.660 26.395
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 12 ~
No. Indikator Satuan 2007 2008 2009 2010
5. Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja
(TPAK)
Orang 61.382 61.382 61.382 61.382
6. Penempatan Tenaga
kerja (AKAN)
Orang 4.307 5.687 7.595 6.966
7. TKI Diluar Negri Orang 4.307 5.687 7.384 6.966
8. Jumlah Kasus PHK Kasus 3 3 3 1
9. Jumlah Tenaga Kerja
yg PHK
Orang 750 772 315 76
10. Rata - rata
Kebutuhan Hidup
Layak
Rupiah 702.900 702.900 768.421 878.630
11. Rata - rata Upah
Minimum Kabupaten
Rupiah 650.000 662.500 730.000 780.000
Sumber : Dinas Sosial, Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal Tahun 2011

Masalah dalam bidang ketenagakerjaan adalah rendahnya
pendidikan para pencari kerja (rata-rata lulus SD/sederajat), keterampilan
relatif terbatas sehingga tidak dapat bersaing dalam pasar kerja industri.
Jumlah pengiriman tenaga kerja ke luar negeri cukup tinggi, pada
tahun 2005 sebanyak 4.176 orang, meningkat menjadi 6.966 orang di
tahun 2010. dengan tujuan ke Kawasan Timur Tengah dan Negara-
Negara Asean. Masalah lain tentang ketenagakerjaan adalah peningkatan
pendidikan, keterampilan, perlindungan dan jaminan sosial tenaga kerja.
Pada tahun 2010 juga terdapat permasalahan PHK sebanyak satu kasus
dengan jumlah tenaga kerja di PHK sebanyak 76 orang.
Sebagian besar angkatan kerja, pada tahun 2009 bekerja di sektor
jasa yaitu sebanyak 649.592 orang (53%), pada usaha perdagangan
sebanyak 416.719 orang (34%), usaha industri 122.564 orang (10%), dan
lapangan kerja lainya sebanyak 37.772 orang (3%). Hal lain tidak kalah
penting adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor informal,
jumlahnya lebih banyak dari pada tenaga kerja yang bekerja di sektor
formal.

2.1.2.3. Fokus Seni Budaya dan Olahraga
Urusan kebudayaan terkait dengan penanaman nilai-nilai budaya, perlindu-
ngan dan pemeliharan cagar budaya baik di daratan maupun di bawah air,
pembinaan kesenian tradisional dan modern, menjalin kerjasama dengan
berbagai daerah dan luar negeri.
Benda cagar budaya di Kabupaten Kendal cukup banyak, yang terbagi
dalam benda purbakala bergerak dan tidak bergerak. Benda purbakala antara lain
arca, yoni, lingga, dan alat upacara. Sedangkan benda purbakala yang tidak
bergerak, yaitu Petilasan, Candi, Monumen, Situs, Masjid kuno, Bangunan Kuno,
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 13 ~
dan Gua. Jumlah benda cagar budaya di Kabupaten Kendal sejak tahun 2005
2010 mengalami peningkatan dari 29 unit tahun 2005 meningkat menjadi 59 unit
pada tahun 2009.
Pada bidang organisasi dan kepemudaan, pada tahun 2008 tercatat 1.704
organisasi. Jenis dan jumlah organisasi kepemudaan dan olahraga di Kabupaten
Kendal berdasarkan data tahun 2006 2010 dapat disajikan dalam tabel berikut
ini.
Tabel 2.19
Jumlah Organisasi Kepemudaan dan Olahraga
Di Kabupaten Kendal Tahun 2006 2008
No Jumlah Organisasi 2006 2007 2008
2009 2010
1 Organisasi Kepemudaan 60 62 62 62 62
2 Organisasi Karang Taruna 285 285 285 285 285
3 Organisasi Olahraga 1.663 1.704 1.704 1.704 1.704
Sumber Data : Kabupaten Kendal Dalam Angka 2011
Kondisi keolahragaan di Kabupaten Kendal belum menunjukkan prestasi
yang menggembirakan. Prestasi yang pernah diraih Kabupaten Kendal antara
lain adalah Juara umum satu (1) Lomba Tri Lomba Juang tingkat Jawa Tengah
tahun 2007 dan Peningkatan peringkat pada POPDA Tingka Provinsi Jawa
Tengah Tahun 2008. Belum terwujudnya prestasi olahraga dikarenakan
pembinaan dan pembibitan atlet berprestasi di beberapa cabang olah raga, antara
lain terkendala oleh keterbatasan dukungan dana serta sarana dan prasarana
pendukung.

2.1.3. Aspek Daya Saing Daerah
A. Pekerjaan Umum
1) Sumber Daya Air
Kabupaten Kendal memiliki tidak kurang dari 55 mata air dengan debit
yang beraneka ragam. Mata air yang ada tersebut pada umumnya terletak di
Kecamatan Sukorejo, Plantungan, Singorojo, Limbangan, dan Patean.
Sebanyak 40% mata air dalam kondisi rusak. Adapun kondisi bangunan
irigasi di Kabupaten Kendal pada tahun 2010 sebanyak 40% saluran sekunder
dan bendung dalam kondisi rusak. Mengingat mata air dan bangunan irigasi
merupakan sarana vital dalam kegiatan pertanian, hal ini perlu mendapatkan
perhatian dan prioritas.




Tabel 2.20
Kondisi Bangunan Irigasi Tahun 2010
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 14 ~
No Jenis Irigasi Kondisi Total
Baik Rusak
1 Saluran Sekunder (Km) 373,13 248,76 621,896
2 Bendung (buah) 378 253 631
3 Mata Air (buah) 33 22 55
Sumber : Dinas Binamarga dan Pengairan Kab Kendal, 2011

Kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Kendal dapat
dipenuhi melalui jaringan perpipaan dari PDAM, sumber air tanah, Program
Pamsimas serta dari PNPM Mandiri perdesaan. Volume air minum yang
sudah disalurkan oleh PDAM pada tahun 2010 mencapai 7.038.513 M3,
dengan Jumlah Pelanggan mencapai 44.900. Adapun capaian pada tahun
2010 terebut mencapai 94% dari target yang diharapkan pada tahun 2012.
Sedangkan target Berikut ini merupakan gambaran air minum yang disalurkan
PDAM sampai Tahun 2010.
Tabel 2.21
Distribusi Air Bersih PDAM Menurut Jenis Pelanggan Tahun 2010
No. Pelanggan 2010
Jumlah Volume
1 Rumah tangga 43.159 7.038.513
2 Instansi Pemerintah 261 42.565
3 Sosial 817 133.239
4 Niaga 616 100.459
5 Hidrant Umum 47 7.665
6 Industri - -
Jumlah 44.900 7.322.441
Sumber: Bagian Perekonomian, 2011

2) Bina Marga
Ruas jalan di Wilayah Kabupaten Kendal terdapat 82 Ruas Jalan,
dengan kondisi Jalan sebagai berikut :
Tabel 2.22
Kondisi Jumlah Ruas Jalan
Di Kabupaten Kendal (Km) Tahun 2005-2010
No. Keadaan 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Jenis
Permukaan

a. Aspal 80,90 80,90 80,90 80,90 80,90 80,90
b. Kerikil 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60
c. Tanah 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50
d. Lainnya 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Jumlah 82,00 82,00 82,00 82,00 82,00 82,00
2. Kondisi
Jalan

a. Baik 40,00 40,00 40,00 40,00 40,00 40,00
b. Sedang 20,00 20,00 20,00 20,00 20,00 20,00
c. Rusak 22,00 22,00 22,00 22,00 22,00 22,00
d. Rusak
Berat
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Jumlah 82,00 82,00 82,00 82,00 82,00 82,00
3. Kelas Jalan
a. Kelas I 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 15 ~
No. Keadaan 2005 2006 2007 2008 2009 2010
b. Kelas II 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00
c. Kelas III 9,50 9,50 9,50 9,50 9,50 9,50
d. Kelas IIIA 2,40 2,40 2,40 2,40 2,40 2,40
e. Kelas IV 9,80 9,80 9,80 9,80 9,80 9,80
f. Kelas V 56,30 56,30 56,30 56,30 56,30 56,30
g. Lainnya 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Jumlah 82,00 82,00 82,00 82,00 82,00 82,00
Sumber: Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kendal 2010
Pada tahun 2010, jalan dengan kondisi yang baik sebesar 41,2 %
sedangkan jalan dengan kondisi rusak dan rusak berat sejumlah 45,2%.
Kondisi ini perlu mendapatkan prioritas penanganan sehingga dapat
memperlancar kegiatan ekonomi dan upaya peningkatan investasi.
Tabel 2.23
Panjang Jalan Di Kabupaten Kendal (Km) Tahun 2005-2010

No Keadaan
Panjang Jalan (Km)
2005 2006 2007 2008 2009 2010
1 Jenis
Permukaan

a. Aspal 684,900 677,800 684,900 678,570 678,570 678,570
b. Hotmix 67,300 76,800 76,760 76,760 76,760 76,760
c. Berbatu 24,000 24,000 24,000 24,000 24,000 24,000
d. Kerkil 22,000 22,000 22,000 66,000 66,000 66,000
e. Tanah 98,500 96,200 98,500 26,420 26,420 26,420
Jumlah 896,700 896,800 906,160 871,750 871,750 871,750
2 Kondisi
Jalan

a. Baik 207,258 207,258 317,723 317,723
b. Sedang 200,635 200,635 105,470 105,470
c. Rusak 164,070 164,070 235,260 235,260
d. Rusak
Berat
199,030 199,030 112,540 112,540
e. Tidak
Terinci
0,000 0,000 0,000 0,000
Jumlah 770,993 770,993 770,993 770,993
3 Kelas Jalan
a. Kelas I 47,570 47,570 47,570 47,570 47,570 47,570
b. Kelas II 70,810 70,810 70,810 70,810 70,810 70,810
c. Kelas III 192,700 192,700 192,700 192,700 192,700 192,700
d. Kelas III A 358,000 358,000 358,000 358,000 358,000 358,000
e. Kelas III
B/IV
125,000 125,000 125,000 125,000 125,000 125,000
f. Kelas III C 70,000 70,000 70,000 70,000 70,000 70,000
g. Tidak
Terinci
25,293 25,293 25,293 25,293 25,293 25,293
Jumlah 889,373 889,373 889,373 889,373 889,373 889,373
4



Status jalan
a. Nasional 47,080 47,080 47,080 47,080 47,080 47,080
b. Propinsi 98,000 98,000 98,000 98,000 98,000 98,000
c. Kabupaten 598,350 598,350 598,350 770,990 770,990 770,990
d. Desa/Lokal 87,370 87,370 87,370 87,370 87,370 87,370
Jumlah 830,800 830,800 830,800 1.003,440 1.003,440 1.003,440
Sumber: Dinas Bina Marga dan Pengaaran Kabupaten Kendal
Jembatan yang ada di Wilayah Kabupaten Kendal adalah sejumlah 283
buah, dengan panjang jembatan mencapai 2.051 Km, dengan kondisi
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 16 ~
jembatan sebagai berikut: Jembatan Baik sebanyak 54 buah, Jembatan
Sedang sebanyak 179 buah, Jembatan Rusak sebanyak 30 buah, Jembatan
Rusak Berat sebanyak 20 buah. Kondisi Jalan dan Jembatan di Wilayah
Kabupaten Kendal, dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.24
Kondisi Jembatan Di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No Keadaan 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1
Jumlah
Jembatan

a. Panjang (Km) 2.040 2.040 2.040 2.050 2.051 2.051
b. Jumlah (Buah) 280 280 280 282 283 283
2
Kondisi
Jembatan
a. Baik (Km) 60 58 56 57 54 54
b. Sedang (Km) 180 177 181 182 179 179
c. Rusak (Km) 25 29 26 25 30 30

d. Rusak Berat
(Km) 15 16 17 18 20 20
Jumlah 280 280 280 282 283 283
Sumber: Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kendal, 2011

3) Air Limbah
Sampai saat ini Kabupaten Kendal belum memiliki sistem jaringan
penyaluran air limbah perpipaan maupun instalasi pengolahan air limbah
(IPAL). Prasarana yang digunakan dalam pengelolaan air limbah antara lain
berupa jamban keluarga, MCK dan saluran terbuka.
Pelayanan fasilitas MCK di tempat umum (pasar dan terminal) sudah
ada. Pada tahun 2010 telah terbangun Sanitasi Masyarakat (Sanimas),
fasilitas Sanimas yang terdiri dari 6 WC, 2 kamar mandi, 3 tempat cuci, 1 buah
IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) serta 1 buah Bio Digester. Sedangkan
untuk sanitasi rumah tangga dibagi menjadi sanitasi milik sendiri, sanitasi milik
bersama, sanitasi komunal/ umum dan sanitasi lainnya.
Tabel 2.25
Ketersediaan Sanitasi Kabupaten Kendal
No Ketersediaan Sanitasi
Jumlah
(unit)
1.
Rumah dengan sanitasi milik sendiri 130.716
2. Rumah dengan sanitasi milik
bersama
40.403
3. Rumah dengan sanitasi komunal/
umum
28.519
4. Rumah dengan sanitasi lainnya 38.028
Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2011


4) Persampahan
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 17 ~
Kondisi persampahan di Kabupaten Kendal pada periode 2006-2010
mengalami peningkatan baik dalam volume sampah maupun dalam volume
sampah yang terangkut. Data selengkapnya terlihat pada Tabel 2.6 berikut.
Tabel 2.26
Jumlah Volume Sampah, Volume Sampah Terangkut dan Persentase Sampah
Terangkut dan Dibuang ke TPA di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010

No Indikator
Tahun
2006 2007 2008 2009 2010
1 Volume Sampah
(m
3
)
352,80 353,30 646,50 247,20 284,28
2 Volume Terangkut
(m
3
)
241,00 242,00 517,20 210,00 235,1
3 Persentase
Terangkut (%)
68,31 68,50 80,00 85,00 82,7
Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2011
Komposisi sampah yang dihasilkan Kabupaten Kendal sangat
beragam, dengan jumlah terbanyak adalah jenis sampah organik. Komposisi
sampah di Kabupaten Kendal secara rinci terlihat pada Tabel berikut.
Tabel 2.27
Komposisi Sampah di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010

No.
Komposisi
Sampah
Presentase
2006 2007 2008 2009 2010
1 Kertas 8,04 7 7 10 8,1
2 Kayu 23,15 22,13 22 24 21,09
3 Kain 1,00 1 1,05 8 0,9
4 Karet/kulit 1,00 1 1,05 7 0,6
5 Plastik 7,15 8,19 9 15 6,81
6 Metal/Logam 0,95 0,96 1,01 6 1
7 Gelas/Kaca 0,90 0,92 1,05 21 1,25
8 Organik 55,06 56,11 57,2 63 58
9 Lain-lain 2,75 3,12 1,04 9 2,25
Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2011
Sarana pengumpul sampah di Kabupaten Kendal berupa truk sampah,
truk kontainer, kontainer, gerobak sampah, TPS, TPA, Truk Tinja, Transfer
Depo, kijang pick up, tossa (kendaraan roda 3) dan pengolahan kompos.
Adapun jumlah sarana tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 2.28
Jumlah Fasilitas dan Sarana Pengumpul Sampah
di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010
No.
Fasilitas Sarana dan
Pengumpul Sampah
Jumlah (Unit)
2006 2007 2008 2009 2010
1 Truk sampah 5 5 6 6 6
2 Truk container 5 5 5 5 5
3 Container 20 21 22 17 21
4 Gerobak sampah 20 40 40 10 45
5 Tempat pembuangan
sementara
133 139 200 60 210
6 Tempat pembuangan akhir 4 4 3 3 3
7 Truk tinja 0 0 0 0 0
8 Transfer depo 3 3 3 3 3
9 Instalasi pengolahan limbah
tinja
0 0 0 0 0
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 18 ~
No.
Fasilitas Sarana dan
Pengumpul Sampah
Jumlah (Unit)
2006 2007 2008 2009 2010
10 Kijang pick up 0 0 0 0 1
11 Tossa (kendaraan roda 3) 0 0 0 0 3
12 Pengolahan kompos 0 0 0 0 2
Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2011
Di wilayah Kabupaten Kendal sampai saat ini terdapat 3 (tiga) TPA yang
masih aktif, yaitu TPA Darupono, TPA Jatirejo dan TPA Pagergunung. Sampai
saat ini sistem pengelolaannya masih menggunakan Sistem Open Dumping,
dengan luasan lahan, kapasitas volume, jumlah timbunan sampah dan jumlah
timbunan terangkut dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 2.29
Kondisi TPA di Kabupaten Kendal Tahun 2010
No Uraian Keterangan
Nama TPA
Darupono Jatirejo Pagergunung
1 Lokasi Desa
Darupono
Kec. Kaliwungu
Selatan
Desa Jatirejo
Kec. Ngampel
Desa
Pagergunung
Kec.
Pagergunung
2 Sistem Pengelolaan Open Dumping Open Dumping Open Dumping
3 Luas Lahan (ha) 0,9 Ha 1,8 Ha 1,3 Ha
4 Kapasitas volume (m
3
) 60-70 m
3
30 40 m
3
60 70 m
3

5 Tahun Mulai
Operasional
2001 1998 1990
6 Jumlah Timbunan
Sampah (m
3
/hari)
36 m
3
20 m
3
50 m
3

7 Jumlah Terangkut
(m
3
/hari)
36 m
3
20 m
3
50 m
3

8 Permasalahan Overload
karena tidak
ada sarana alat
berat
Overload
karena tidak
ada sarana
alat berat
Overload
karena sarana
alat berat
sering rusak
Sistem operasi:
Tidak
memenuhi
secara teknik
(open
dumping)
Sistem
operasi:
Tidak
memenuhi
secara teknik
(open
dumping)
Sistem operasi:
Tidak
memenuhi
secara teknik
(open dumping)
Sumber: Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2011

5) Drainase
Kondisi wilayah Kabupaten Kendal mempunyai topografi yang
bervariasi mulai dari dataran tinggi, perbukitan, dataran rendah dengan pola
aliran air sejajar menuju ke pantai utara laut jawa. Kondisi tersebut sangat
rawan terhadap bahaya banjir, terutama pada wilayah daerah cekungan
disamping dengan daerah tangkapan air (catchment area). Jaringan Drainase
yang terdapat di Kabupaten Kendal saat ini meliputi:
a) Jaringan Drainase Primer, yaitu sungai-sungai yang dikendalikan oleh
bendung-bendung dan DAM serta dilengkapi Pintu Pengendali Air.
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 19 ~
Panjang Jaringan Drainase Primer melalui Sungai-Sungai besar di
Kabupaten Kendal secara keseluruhan adalah 411 Km, Jaringan Drainase
Primer terpanjang adalah Jaringan Drainase yang melewati Sungai Bodri
(87 Km) dan Jaringan Drainase Primer terpendek adalah Jaringan
Drainase yang melewati Sungai Glodog (9 Km.
b) Jaringan Drainase Sekunder, yaitu jaringan yang terdapat di kanan kiri
jalan sebagai penampung luapan air hujan dan penyaluran air dari
permukiman ke saluran primer sungai.
c) Jaringan Drainase Tersier, merupakan jaringan yang terdapat dalam
kawasan permukiman penduduk, dan disebut juga dengan Jaringan
Drainase Lingkungan.
Tabel 2.30
Jaringan Drainase Tersier di Kabupaten Kendal Tahun 2010
NO LOKASI SALURAN PANJANG (KM)
1. Kec. Patebon 3,25
2. Kec. Cepiring 6,91
3. Kec. Weleri 10,22
4. Kec. Brangsong 0,75
5. Kec. Kaliwungu 6,66
6. Kec. Kendal 14,765
Sumber: Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2011

B. Perumahan
Sampai dengan akhir tahun 2010, jumlah rumah yang ada di
Kabupaten Kendal mencapai 168.973 unit. Dari sejumlah rumah tersebut
dapat dikategorikan sebagai berikut :
a. Jumlah rumah berdasarkan kondisi rumah, terdiri dari rumah permanen
sebanyak 70.790 unit, rumah semi permanen sebanyak 41.298 unit, rumah
berdinding papan dan sirap sebanyak 126.278 unit.
b. Jumlah rumah berdasarkan status kepemilikan, terdiri dari rumah milik
sendiri dengan jumlah sebanyak 168.653 unit dan rumah sewa sebanyak
320 unit.
c. Jumlah rumah berdasarkan kelengkapan sanitasi, terdiri dari rumah yang
mendapatkan pelayanan air bersih secara maksimal sebesar 119.596 unit,
serta rumah yang telah memiliki jamban keluarga dilengkapi dengan
septictank permanen sebanyak 66.547. Kenaikan ini menunjukkan adanya
peningkatan kualitas perumahan dari tahun ke tahun.

Tabel 2.31
Sebaran Sarana Perumahan Di Wilayah Kecamatan
Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No Perumahan
Jumlah (Unit)
2005 2006 2007 2008 2009 2010
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 20 ~
No Perumahan
Jumlah (Unit)
2005 2006 2007 2008 2009 2010
1 Status Kepemilikan 181.011 182.076 183.257 184.342 186.459 168.973
a. Rumah Milik Sendiri 180.896 181.959 183.042 184.114 186.209 168.653
b. Rumah Sewa 115 117 209 228 250 320
2 Penyediaan Rumah 1.628 928 1.557 1.735 1.702 174.207
a. Perumnas 407 538 1.100 1.210 1.338 5.295
b. KPR/BTN 154 390 400 490 364
c. Real Estate 561
d. Perorangan 506 57 35 168.912
3 Kebutuhan Rumah 1.628 1.638 1.647 1.667 1.667 17.115
4 Kondisi Rumah 212.254 215.664 219.521 237.666 239.305 237.666
a. Permanen 57.215 61.014 63.557 70.090 70.790 70.090
b. Semi Permanen 36.000 35.687 36.718 41.298 41.607 41.298
c. Papan 103.543 104.284 104.824 101.189 101.694 126.278
d. Bambu/Sirap 15.496 14.679 14.422 25.089 25.214
5 Type Rumah 215.664 219.521 237.666 239.305
a. Type A 47.970 49.102 52.351 52.726
b. Type B 65.328 65.910 71.161 72.861
c. Type C 102.366 104.509 113.154 113.718
6 Kelengkapan Sanitasi
a. Kebutuhan Air Bersih 51.058 55.609 59.082 66.258 68.251 119.596
b. Jamban dan
Septictank
42.231 45.112 47.929 52.856 54.364 66.547
Sumber: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2011
C. Perhubungan
Wilayah Kabupaten Kendal sebagian besar merupakan daratan
sehingga sistem transportasi dan perhubungan darat menjadi sarana/ alat
interaksi yang sangat penting. Berikut merupakan gambaran transportasi yang
ada di Kabupaten Kendal.
a. Terminal Angkutan Umum
Kabupaten Kendal memiliki tiga unit terminal, masing-masing satu buah
Kelas B berlokasi di Kecamatan Weleri dan dua buah kelas C berada di
Kecamatan Sukorejo dan Boja. Pada saat ini di Kabupaten kendal masih
memerlukan penambahan beberapa sub terminal baru seperti di
Kecamatan Cepiring dan Kaliwungu. Selain itu diperlukan juga peningkatan
kelas terminal yaitu terminal Boja dari kelas C menjadi kelas B.
Tabel 2.32
Jumlah Penumpang Yang Memanfaatkan Terminal
Di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010

Aktivitas Terminal
Jumlah Penumpang (Orang)
2006 2007 2008 2009 2010
Terminal Boja
a. Penumpang Naik 807 844 94 232 217.064
b. Penumpang Turun 848 12 148 176 154.896
Terminal Weleri
a. Penumpang Naik 2.365.953 2.429.834 1.858.644 1.854.360 251.064
b. Penumpang Turun 2.157.416 2.258.815 1.854.360 1.858.644 334.752
Terminal Sukorejo
a. Penumpang Naik 1.914.836 1.958.877 930 1.077.720 750.645
b. Penumpang Turun 1.775.075 1.895.780 855 934 650.559
Sumber: Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Kabupaten Kendal, Tahun 2011
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 21 ~
b. Sarana Transportasi
Kebutuhan akan sarana transportasi dan perhubungan untuk angkutan
penumpang di Kabupaten Kendal dilayani oleh armada bus Antar Kota
Dalam Propinsi, angkutan pedesaan, angkutan perbatasan dan angkutan
perkotaan. Sedangkan untuk sarana transportasi angkutan barang dipenuhi
oleh truk 2 as, truk 3 as dan mobil pick up/box.
Tabel 2.33
Data Angkutan Umum di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010
NO JENIS 2006 2007 2008 2009 2010
1. AKDP 142 135 128 126 124
2. Angkutan Perbatasan 265 267 255 263 315
3. Angkutan Perdesaan 714 702 701 700 747
4. Angkutan Perkotaan 201 194 196 185 52
Jumlah 1322 1298 1280 1274 1238
Sumber: Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Kabupaten Kendal, Tahun 2011

c. Prasarana Lalu Lintas
Guna memberi kemudahan bagi pengguna jalan dan meningkatkan
keselamatan lalu lintas rambu-rambu dan marka jalan serta fasilitas lalu
lintas ditempatkan pada tempat yang strategis. Dari titik-titik rawan kecela-
kaan di Kabupaten Kendal sudah diberikan tanda peringatan supaya para
pengguna jalan berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan.
Tabel 2.34
Data Prasarana Lalu Lintas
Di Kabupaten Kendal Tahun 2010

No Data prasarana Jumlah Kebutuhan Kurang
1. Guard rill 460 m 1500 m 1110 m
2. Shelter 4 buah 25 buah 21 buah
3. Traffic Light 10 set 15 set 5 set
4. RPPJ 130 buah 200 buah 70 buah
5. Rambu-rambu 293 buah 543 buah 250 buah
6. Guard zone 42 buah 100 buah 58 buah
7. Traffic Corn 30 buah 100 buah 70 buah
8. Rambu Alternatif 14 buah 80 buah 66 buah
Sumber: Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Kabupaten Kendal, Tahun 2011

d. Rel Kereta Api
Panjang rel kereta api yang melalui Kabupaten Kendal adalah 33 kilometer
yang diawasi oleh tiga stasiun pengawasan dan dua stasiun distrik. Stasiun
pengawasan terdapat di Kaliwungu, Pegandon dan weleri yang memiliki
fungsi untuk mengawasi perjalanan kereta api sedangkan stasiun distrik
terdapat di Pegandon dan weleri dengan fungsi untuk mengawasi
peralatan-peralatan perkeretaapian.

RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 22 ~
e. Pelabuhan
Di Kabupaten Kendal sekarang sedang merencanakan keberadaan
pelabuhan niaga. Rencana pembangunan pelabuhan digunakan untuk
menampung kegiatan bongkar muat barang lewat laut, tahap pertama
pembangunan yaitu pembuatan dermaga dengan lebar 110 m dan panjang
148 m dengan kapasitas kapal yang berlabuh adalah jenis kapal Ferry dan
Ro-Ro berbobot sekitar 1000 dwt. Letak pembangunan pelabuhan berada
di Kecamatan Kaliwungu di desa Wonorejo yang berdekatan dengan
daerah zone industri, baik di Kabupaten Kendal sendiri maupun dengan
Kota Semarang Bagian Barat (Mangkang). Sampai saat ini pelabuhan
tersebut memang belum difungsikan. Masih dilakukan berbagai kajian dan
persiapan, seperti pengukuran ecosounding perairan pelabuhan,
pembangunan breakwater.

D. Komunikasi dan Informatika
Pelayanan dibidang jasa pos di Kabupaten Kendal dilayani oleh 19
Kantor Pos, yang terdiri dari 1 (satu) kantor Pos Induk yang berlokasi di
tingkat Kabupaten dan 18 Kantor Pos Pembantu di setiap Kecamatan, kecuali
Kecamatan Kota Kendal. Pelayanan kantor pos meliputi jasa pengiriman
surat, paket dan tempat pembayaran berbagai tagihan.
Pelayanan di bidang telekomunikasi, berdasarkan data dari Telkom,
sampai dengan September tahun 2010 kapasitas terpasang yang ada
sebanyak 15.326 SST. Tercatat sebanyak 13.180 pelanggan dengan jumlah
rumah tangganya 12.723 RT. Saat ini jumlah pelanggan telepon seluler
semakin bertambah, hal ini berdampak pada penurunan sarana
telekomunikasi umum. Jumlah wartel semakin berkurang sejak tahun 2006
hingga pertengahan tahun 2010 yaitu dari 489 unit menjadi 457 unit.
Pelayanan telpon dengan sistem koin maupun kartu semakin menurun,
bahkan pada tahun 2007 sudah tidak ada telepon koin, sementara pada tahun
2009 telepon kartu tinggal 15 unit.
Penyediaan jaringan internet (ISP) yang dilaksanakan oleh PT Telkom
Kabupaten Kendal sampai dengan pertengahan tahun 2010 sebanyak 12
buah. Hal yang demikian tersebut menunjukkan adanya peningkatan akses
penggunaan fasilitas internet, yang dapat berarti kemajuan pemanfaatan
teknologi informasi di Kabupaten Kendal. Data keseluruhan jumlah warnet di
wilayah Kabupaten Kendal adalah sejumlah 132 warnet. Dari jumlah tersebut,
yang masuk kategori dan telah dilabeli warnet sehat sejumlah 60 warnet dan
kategori warnet dalam pengawasan ada 72 warnet.
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 23 ~
E. Pariwisata
Sampai dengan tahun 2010 obyek wisata yang telah dikelola oleh
pemerintah daerah Kabupaten Kendal sebanyak 3 buah, yaitu Curugsewu,
Sendang Sikucing dan Kolam Renang Boja. Perkembangan jumlah
pengunjung dan retribusi daerah dari tahun 2006-2010 sebagai berikut:
Tabel 2.35
Jumlah Pengunjung dan Pemasukan Obyek Wisata
Di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010

No Uraian 2006 2007 2008 2009 2010
a Sendang Sikucing
Pengunjung (orang) 48.603 52.706 51.963 59.660 47.587
Mobil (unit) - - - - -
Sepeda Motor (unit) 9.742 3.361 3.887 4.127 3.331
Pendapatan dari
pengunjung (rupiah)
72.904.500 79.148.590 86.900.000 90.723.000 99.137.900
Pendapatan Kendaraan
(rupiah)
77.775.500 81.185.590 88.843.500 2.063.500 1.665.500
b Curugsewu
Pengunjung (orang) 106.543 135.118 131.476 149.660 57.800
Mobil (unit) 1.499 1.649 1.289 1.879 1.683
Sepeda Motor (unit) 9.061 10.376 9.907 11.036 13.319
Pendapatan dari
pengunjung (rupiah)
159.814.500 202.679.500 260.150.000 259.285.000 207.228.500
Pendapatan Kendaraan
(rupiah)
6.779.000 7.661.500 6.887.000 8.336.500 9.184.000
c Kolam Renang Boja
Pengunjung (orang) 40.726 41.891 42.240 43.529 11.524
Pendapatan dari
pengunjung (rupiah)
101.815.000 104.725.500 105.601.300 107.020.700 47.766.800
Total Jumlah
pengunjung
195.872 229.715 225.679 252.849 116.911
Total Pendapatan dari
pengunjung dan
kendaraan
346.184.000 395.895.590 451.030.800 467.428.700 364.982.700
Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kendal, 2011
F. Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Jumlah koperasi primer di Kabupaten Kendal dalam kurun waktu lima tahun
(2005-2010) menunjukkan peningkatan, dari sebanyak 447 buah pada tahun 2005
menjadi sebanyak 515 buah pada tahun 2010. Perkembangan jumlah koperasi di
Kabupaten Kendal dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.36
Jumlah koperasi Primer dan Induk Koperasi
Di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No. Koperasi 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Koperasi Primer
Koperasi Aktif 316 327 338 338 363 385
Koperasi Tidak Aktif 131 126 121 121 129 129
Jumlah koperasi primer 447 453 459 459 492 514
Jumlah modal koperasi
(milyar rupiah)
Tad 107.726 134.442 167.227 267.208 270.210
Jumlah Anggota (orang) Tad 143.498 143.687 165.879 155.048 155.102
2. Jumlah Induk Koperasi
Jumlah induk koperasi 1 1 1 1 1 1
Sumber: Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Kendal, 2010
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 24 ~
Jumlah pengusaha di Kabupaten Kendal menunjukkan adanya peningkatan
dimana pada tahun 2010 tercatat sebanyak 5.746 pengusaha kecil dan 713
pengusaha menengah. Peningkatan jumlah pengusaha tersebut menunjukkan
semakin tingginya penyerapan tenaga kerja dari sektor industri kecil dan
menengah, secara lengkap jumlah pengusaha dan tenaga kerja pada industri kecil
dan menengah digambarkan pada Tabel berikut.
Tabel 2.37
Jumlah Pengusaha dan Tenaga Kerja pada Usaha Kecil dan Menengah
di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No Uraian 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Jumlah Pengusaha
Pengusaha Kecil 9.699 9.730 9.746 9.747 9.793 9.753
Pengusaha Menengah 1.115 1.118 1.125 1.136 1.155 1.150
2. Jumlah Tenaga Kerja
Usaha Kecil 28.723 28.733 28.965 29.005 29.107 29.117
Usaha Menengah 4.180 4.282 4.375 4.456 4.485 4.505
Sumber: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Kendal, 2011

G. Industri
Jumlah perusahaan industri besar di Kabupaten Kendal cenderung stagnan
dari tahun 2006 sampai dengan 2010. Pada tahun 2010 jumlah industri besar
hanya meningkat satu perusahaan di bidang industri logam, mesin dan
elektronika. Perkembangan jumlah unit usaha dan tenaga kerja yang terserap
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.38
Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Kelompok Industri
Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010 (unit)
N
o
Kelompok Industri
Jumlah Perusahaan Jumlah Tenaga Kerja
2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010
1. Industri logam,
mesin dan
elektronik




a. Besar 6 6 6 6 7 2.255 2.255 2.255 2.255 2.305
b. Kecil 1.472 1.475 1.475 1.475 1.475 4.130 4.159 4.159 4.159 4.159
2. Industri kimia
a. Besar 7 7 7 7 7 697 697 697 697 697
b. Kecil 2.851 2.851 2.851 2.851 2.851 8.231 8.213 8.241 8.241 8.241
3. Industri aneka
a. Besar 2 2 2 2 2 3.086 3.086 3.086 3.086 3.086
b. Kecil 3.446 3.474 3.481 3.508 3.535 8.366 8.563 8.655 10.270 11.885
4. Industri hasil
pertanian




a. Besar 21 21 21 21 21 14.542 14.542 14.543 14.543 14.543
b. Kecil 9.690 9.708 9.715 9.729 9.743 22.535 22.806 23.006 23.033 23.060

Jumlah industri
besar
36 36 36 36
37
20.580 20.580 20.581 20.581
20.631
Jumlah industri kecil 17.459 17.508 17.522 17.563 17.604 43.262 43.741 44.061 45.703 47.345
Jumlah total 17.495 17.544 17.558 17.599 17.641 63.824 64.321 64.642 66.284 67.976
Sumber: Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan Energi Kabupaten Kendal
2010

RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 25 ~
Dari tabel di atas dapat dihitung tingkat penyerapan tenaga kerja pada
masing-masing kelompok industri. Jika diperbandingkan antara jumlah tenaga
kerja dengan jumlah industri, maka pada tahun 2010 rata-rata tenaga kerja yang
terserap pada industri besar sebanyak 558 orang dan tenaga di sektor industri
kecil sebanyak 3 orang setiap unit usaha. Berdasarkan kelompok industri logam,
mesin dan elektronik, rata-rata penyerapan tenaga kerja industri besar sebanyak
329 orang dan industri kecil hanya 3 orang/ unit usaha. Pada kelompok industri
kimia, rata-rata penyerapan tenaga kerja industri besar sebanyak 100 orang, dan
industri kecil hanya 3 orang/ unit usaha. Pada kelompok industri aneka rata-rata
penyerapan tenaga kerja industri besar sebanyak 1.543 orang dan industri kecil
sebanyak 3 orang per unit usaha. Pada kelompok industri hasil pertanian rata-rata
penyerapan tenaga kerja industri besar sejumlah 693 orang dan industri kecil
hanya sebanyak 2 orang setiap unit usaha.

H. Perdagangan
Realisasi ekspor non migas dari Kabupaten Kendal dalam kurun waktu lima
tahun (2005-2009) mengalami fluktuatif, tahun 2005 realisasi nilai ekspor
sebanyak 75.297 juta US dollar, meningkat menjadi 91,120 juta US dollar pada
tahun 2005, dan mencapai 198,957 juta US dollar pada tahun 2006. Namun pada
tahun 2008 dan 2009 nilai ekspor mengalami penurunan menjadi 162,398 juta US
dollar (2008), dan 158.246.059,32 US dollar (2009). Jenis komoditas utama
ekspor Kabupaten Kendal adalah furniture dan produk yang terbuat dari kayu
olahan, logam, karet dan makanan olahan, terutama tujuan ekspor Amerika
Serikat, Jepang, Belanda, Inggris, Perancis, Australia dan Korea.
Perkembangan usaha perdagangan dari tahun 2005-2010 menunjukkan
peningkatan. Pada tahun 2010 jumlah unit usaha perdagangan sebanyak 1.202
unit yang menyerap tenaga kerja sebanyak 2.354. Data perkembangan usaha
perdagangan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.39
Jumlah Unit Usaha dan Tenaga Kerja pada Usaha Perdagangan
Di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No Uriaan 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Unit Usaha
Perdagangan
985 1.020 1.077 1.148 1.167 1.202
2. Tenaga kerja 1.970 2.060 2.154 2.248 2.286 2.354
Sumber : Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi Kabupaten Kendal, 2011
Sarana dan prasarana perdagangan meliputi pasar tradisional, pasar desa,
pasar swalayan, dan pertokoan/warung/kios. Jumlah pasar tradisional sebanyak
11 unit. Sementara itu pasar lokal (desa) sebanyak 24 unit pada tahun 2010.
Sedangkan jumlah pertokoan/warung/kios mengalami perkembangan yang cukup
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 26 ~
dinamis. Perkembangan sarana dan prasarana perdagangan di Kabupaten Kendal
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.40
Sarana Perdagangan di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No Jenis Sarana Perdagangan 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Pasar Tradisional 11 11 11 11 11 11
2. Pasar Lokal (Pasar Desa) 23 23 23 24 24 24
3. Pasar Swalayan 1 1 20 22 22 22
4. Pertokoan/warung/kios 1.823 1.856 1.921 1.634 1.834 1.887
5. Pasar Hewan 4 4 4 4 4 4
6. Pasar Sepeda 3 3 3 3 3 3
Sumber : Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi Kabupaten Kendal
(2005-2009)

I. Penanaman Modal
Realisasi penanaman modal di Kabupaten Kendal dari tahun 20062010
menunjukkan perkembangan yang berfluktuasi. Penanaman modal terutama
pada usaha komponen otomotif, perumahan dan pemukiman, minimarket dan
kegiatan usaha mebel. Upaya meningkatkan penanaman modal di Kabupaten
Kendal dilakukan melalui fasilitasi perijinan usaha, peningkatan pembangunan
fasilitas umum usaha perdagangan seperti pasar, tempat usaha dan lain-lain.
Realisasi penanaman modal di Kabupaten Kendal dari tahun 2006 2010
dikemukakan sebagai berikut :
Tabel 2.41
Realisasi Investasi di Kabupaten Kendal Tahun 2006 2010
No Tahun
Jumlah
Perusahaan (unit)
Realisasi Investasi
(juta Rp)
1 2006 829 672.571,00
2 2007 511 523.118,00
3 2008 724 693.921,00
4 2009 710 439.571,00
5 2010 478 321.210,00
Sumber data : Kantor Penanaman Modal Kabupaten Kendal, 2010 (sampai dengan Juli 2010)

J. Pertanian dan Ketahanan Pangan
Produksi padi gogo di Kabupaten Kendal pada tahun 2010 sebesar 4.034
ton, sedangkan produksi padi sawah pada tahun 2010 sebesar 243.588 ton.
Produksi padi sawah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sedangkan
untuk padi gogo produksinya masih fluktuatif, secara lengkap dapat dilihat pada
tabel berikut :

RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 27 ~
Tabel 2.42
Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Produktivitas Tanaman Padi
Di Kabupaten Kendal tahun 2005-2009
No Indikator 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1 Luas Panen (ha) 40.506 40.146 40.064 41.205 42.590 44.122
2 Produksi (ton) 211.199 209.935 218.754 229.255 235.927 247.622
3 Rata-rata prod. (kw/ha) 52,1 52,3 54,6 55,6 53,1 56.12
a.Padi Kering (gogo)
Luas Panen (ha) 1.345 1.194 1.474 947 1.173 1.267
Produksi (ton) 5.261 4.181 4.088 2.957 3.635 4.034
Rata-rata prod. (KW/ha) 39,1 31,1 27,7 31,2 31,0 31.84
b.Padi Sawah
Luas Panen (ha) 39,166 38,952 38,590 40,258 41,417 42.855
Produksi (ton) 205.939 205.755 214.667 226.298 232.291 243.588
Rata-rata prod. (KW/ha) 52,6 53,0 55,6 56,2 56,1 56.84
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Kendal, Tahun 2009

Produksi jagung mengalami peningkatan pada tahun 2010, yaitu produksi
jagung menjadi 185.622 ton. Sedangkan produksi kacang tanah dan kedelai pada
tahun 2010 mengalami penurunan. Hal ini perlu mendapatkan prioritas dalam
perencanaan kegiatan pada tahun 2012.
Tabel 2.43
Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Palawija
di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2009
No Indikator 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1 Jagung
Luas Panen (ha) 16.821 18.736 19.796 22.185 34.678 33.550
Produksi (ton) 93.670 90.532 101.937 124.306 182.328 185.622
Rata-rata prod.
(KW/ha)
56 48 51 56 52,58 55,33
2 Kacang Tanah
Luas Panen (ha) 3.568 4.076 3.745 2.833 2.972 2.688
Produksi (ton) 3.767 4.151 4.577 3.534 4.091 3.847
Rata-rata prod.
(KW/ha)
11 10 12 12 13,77 14,31
3 Kedelai
Luas Panen (ha) 418 619 570 2.070 4.313 4.453
Produksi (ton) 527 782 738 2.642 6.710 6.457
Rata-rata prod.
(KW/ha)
13 13 13 13 15,56 14,50
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Kendal, 2010

Tanaman perkebunan yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah tebu
rakyat, teh dan kemukus, dan aren, sedangkan yang lainnya mengalami
pertumbuhan positif dan terbanyak yang diusahakan adalah tembakau dan kopi.
Tananam tebu termasuk banyak diusahakan, namun pertumbuhannya negatif,
data selengkapnya sebagai berikut :



RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 28 ~
Tabel 2.44
Luas dan Produksi Tanaman Perkebunan di Kabupaten Kendal Tahun 2005-
2010
No Indikator 2005 2006 2007 2008 2009 2010
Luas (Ha) 11,019.70 14,723.43 14,955.49 14,804.79 15,102.68
Produksi (ton)
1 Tembakau
rakyat
5.605,31 6.607,97 7.018,32 6.900,81 7.618,36 5.053,36
2 Kapok 271,16 246,41 384,45 354,45 281,80 383,42
3 Kelapa 931,88 910,30 1.092,98 1.009,.81 968,70 1.292,79
4 Kopi 1.121,09 997,95 1.003,82 911,91 1.127,48 1.107,43
5 Cengkeh 123,55 120,78 375,75 391,79 186,91 409,66
6 Panili 2,12 1,57 3,41 3,42 1,10 3,54
7 Tebu Rakyat 1.866,47 1.458,63 2.798,68 1.890,47 359,68 48.176,40
8 Karet 3,45 33,56 42,41 43,75 43,88 59,41
9 Teh 109,98 78,31 68,99 64,58 58,15 93,40
10 Jambe Mede 0,38 0,38 0,00 0,00 0,29 0,30
11 Kayu Manis 5,42 5,50 0,00 0,00 - -
12 Lada 6,99 20,41 7,04 6,45 4,74 5,38
13 Kapulogo 145,35 169,46 190,34 171,50 175,27 166,56
14 Kemiri 4,80 8,36 0,00 0,00 7,20 7,84
15 Aren 302,30 267,68 318,77 300,05 183,28 739,20
16 Kemukus 12.21 11.50 0.00 6.38 10.25 10,25
17 Jahe 54.50 60.94 95.35 749.03 95.35
18 Kakao 10.97 10.61 28.03 24.62 12.40 52,38
19 Kapas 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 -
20 Nilam 9.38 9.38 35.67 0.00 54.50 40,90
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Kendal, Tahun 2011
Berbagai macam jenis ternak yang dikembangkan oleh masyarakat
mengalami pertumbuhan positif antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, ayam,
itik, dan puyuh. Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Kendal
sebanyak 4 buah. Perkembangan peternakan di kabupaten Kendal, adalah
sebagai berikut :
Tabel 2.45
Jumlah Ternak di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No Indikator 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1 Sapi
a. Potong 16.185 16.547 16.717 16.942 21.641 28.144
b. Perah 41 36 36 202 216
2 Kerbau 4.838 4.841 4.845 4.903 5.016 7.876
3 Kuda 886 890 895 955 821 968
4 Kambing 57.151 57.630 58.113 58.008 58.414 62.091
5 Domba 47.408 47.412 48.378 49.053 49.690 59.131
6 Babi 200 200 200 200 61 0
7 Kelinci 7.068 7.071 7.091 7.449 3.568 3.922
8 Ayam
a. Kampung 846.416 848.498 848.850 851.210 854.019 960.045
b. Ras
Petelor
1.725.820 1.896.400 1.942.700 2.317.100 2.409.996 2.804.053
c. Ras
Pedaging
5.232.300 4.826.250 5.385.750 5.646.750 5.782.509 6.758.497
9 Itik 126.026 126.147 128.206 150.511 182.234 197.671
10 Puyuh 70.136 77.016 77.516 84.224 208.000 208.640
11 Entog 43.457 43.467 43.522 51.866 70.004 82.421
12 Angsa 3.305 3.309 3.319 3.084 3.294 3.491
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Kendal, Tahun 2011

RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 29 ~
K. Lingkungan Hidup
Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan,
penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan
pengembangan lingkungan hidup. Lahan kritis Kabupaten Kendal pada tahun
2010 seluas 28.486 Ha, dimana luasan tersebut sudah mengalami penurunan
dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan areal lahan kritis tersebut
sejalan dengan semakin luasnya lahan penghijauan pada tahun 2009.
Tabel 2.46
Luas (Ha) Lahan Kritis dan Lahan Penghijauan
Kabupaten Kendal Tahun 2005 2010
Uraian
Tahun
2005 2006 2007 2008 2009 2010
Luas Lahan
Kritis
38.076,60 36.801,60 36.601,60 46.974,60 36.434,00 28.486,17
Luas Lahan
Penghijauan
1.275,00 200,00 4.418,00 3.250,00 10.534,00 4.135,00
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Kendal dan Kantor LH kab. Kendal Tahun 2011

Sesuai amanat Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang mengisyaratkan bahwa RTH minimal yang dipersyaratkan adalah 30 %
dari luasan kota yang terdiri dari 20% RTH Publik dan 10 RTH Privat. Kepemilikian
Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 10% untuk lokasi pemukiman telah
mencapai 100%, kawasan industri 50%, tempat perdagangan 100%, namun untuk
tahun 2010 tempat usaha yang telah memenuhi syarat administrasi dan teknis
pengendalian pencemaran air sebesar 42% sedangkan yang memenuhi syarat
administrasi dan teknis pengendalian pencemaran udara sebesar 40%.

L. Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Kendal dengan panjang pantai 42,4 km memiliki potensi
perikanan tangkap, budidaya air payau (tambak), perikanan budidaya darat
(kolam), dan perikanan tangkap di perairan umum. Produksi perikanan tangkap di
Kabupaten Kendal berfluktuasi dimana pada tahun 2010 produksinya mencapai
1.386.113 kg. Jumlah dan nilai produksi perikanan tangkap dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 2.47
Produksi Perikanan Tangkap (Laut) Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010

Uraian 2006 2007 2008 2009
2010
Jumlah produksi
perikanan tangkap
di laut (kg)
1.054.130 1.132.413 1.127.163 1.321.149 1.386.113
Nilai Perikanan
Tangkap (rupiah)
5.205.947.000 4.688.241.000 6.367.848.000 7.253.967.000 7.333.082.000
Sumber: Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal, 2011
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 30 ~
Produksi perikanan budidaya air payau di Kabupaten Kendal dalam kurun
waktu lima tahun menunjukkan peningkatan. Namun pada tahun 2010 terjadi
penurunan produksi. Jumlah dan nilai produksi perikanan budidaya air payau,
serta luas tambak di Kabupaten Kendal dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.48
Produksi Perikanan Budidaya Air Payau (Tambak)
di Kabupaten Kendal Tahun 2006-2010
Uraian 2006 2007 2008 2009
2010
Jumlah
produksi
perikanan
tambak (ton)
6.451.893 6.580.023 6.651.620 7.419.005 6.452.103
Nilai produksi
perikanan
tambak
(Rupiah)
77.209.282.500 87.304.453.000 83.989.629.000 107.099.993.360 99.584.856.200
Luas tambak
(Ha)
3.394,23 3.531,54 3.531,54 3.292,20 3.393,18
Sumber: Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal, 2011

Produksi perikanan budidaya darat di Kabupaten Kendal dalam kurun waktu
lima tahun menunjukkan peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar
6,17% per tahun. Perkembangan produksi perikanan budidaya darat
selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.49
Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar (Kolam)
di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
Indikator Kinerja
Kunci
2005 2006 2007 2008 2009 2010
Jumlah produksi
perikanan kolam
(kg)
479.982 495.341 507.995 519.079 605.964 627.756
Nilai produksi
perikanan kolam
(Rupiah)
4.830.445.000 4.696.811.000 4.852.867.500 5.549.713.000 5.998.518.000 7.009.473.000
Luas Kolam (Ha) 211.106 214.905 182.460 182.460 144.256 144.256
Sumber: Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal, 2011

Produksi perikanan belum didukung keberadaan usaha pengolahan ikan
skala besar. Jumlah perusahaan pengolahan perikanan di Kabupaten Kendal
menunjukkan penurunan dari sebanyak 79 unit usaha pada tahun 2005 menjadi
hanya 65 unit usaha pada tahun 2010. Usaha pengolahan ikan tersebut masih
bersifat tradisional, belum mengadopsi teknologi modern.
Jumlah nelayan di Kabupaten Kendal pada tahun 2010 sebanyak 10.981
orang, terdiri dari 1.377 orang nelayan juragan dan 9.604 nelayan pandega. Dilihat
dari komposisi tersebut, terlihat bahwa nelayan di Kabupaten Kendal didominasi
nelayan kecil.
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 31 ~
Sarana prasarana perikanan di Kabupaten Kendal meliputi tempat
pelelangan ikan sebanyak 4 unit, yaitu TPI Tawang di Kecamatan Rowosari, TPI
Sendang Sikucing Kecamatan Rowosari, TPI Bandengan Kecamatan Kendal, dan
TPI Tanggul Malang Pidodo. Jumlah kapal penangkapan ikan di Kabupaten
Kendal dalam kurun waktu lima tahun menunjukkan kecenderungan menurun.
Perkembangan jumlah kapal di Kabupaten Kendal dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.50
Jumlah Kapal Penangkapan Ikan
di Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010
No Jenis Kapal 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Kapal Motor (unit) 22 22 26 26 26 26
2. Perahu Motor Tempel
(unit)
1.754 1.754 1.404 1.404 1.404 1.404
Jumlah (unit) 1.776 1.776 1.430 1.430 1.430 1.430
Sumber: Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal, 2011

M. Energi Sumber Daya Mineral
Banyaknya penyalur bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kendal
sebanyak 22 unit, minyak tanah sebanyak 7 unit dan stasiun pengisian gas LPG
sebanyak 2 unit. Perincian besarnya BBM yang disalurkan di Kabupaten Kendal,
adalah sebagai berikut
Tabel 2.51
Banyaknya BBM Terjual di Kabupaten Kendal 2005 2010 (kilo liter)
No
Jenis
BBM
2005 2006 2007 2008 2009
2010
1 Premium 39.872 42.504 42.504 46.912 53.696 155.415
2 Minyak
Tanah
38.590 37.020 37.020 33.000 25.020 -
3 Solar 74.738 72.518 72.518 40.888 47.192 641.955
4 Pertamak 264 128 128 360 208 134.796
Jumlah 153.464 152.170 152.170 121.160 126.116 932.166
Sumber : Jawa Tengah Dalam Angka, 2011

Jumlah premium yang disalurkan menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Sedangkan penggunaan minyak tanah untuk bahan bakar di rumah tangga dan
industri kecil/ menengah semakin menurun. Kabupaten Kendal memiliki potensi
bahan tambang, terutama tambang galian C, pasir, batu, tanah urug dan air
bawah tanah (ABT). Berikut dikemukakan hasil identifikasi bahan tambang,
antara lain :
Tabel 2.52
Potensi Bahan Tambang di Kabupaten Kendal
No
Jenis
Bahan
Tambang
Lokasi
Perkiraan Besarnya Potensi Tambang
(m3)
1 Pasir besi Desa Mororejo
(Kaliwungu)
Sepanjang pantai diperkirakan sepanjang
25 Ha.
2 Trass Desa Sumberrejo Potensi cadangan diperkirakan 8 juta
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 32 ~
No
Jenis
Bahan
Tambang
Lokasi
Perkiraan Besarnya Potensi Tambang
(m3)
(Kaliwungu)
Desa Cening dan
Kaliputih (Singorojo)
m
3
.
Potensi cadangan diperkirakan sebesar
12,5 juta m
3

Cadangan lain sebanyak 36,5 juta m
3

untuk bahan batu cetak, plesteran dan
semen.
3 Batu
Kapur/
Gamping
Desa Sidodadi dan Goa
Lawa (Patean)
Gunung Lutung dan
Muteran (Singorojo)
Jumlah cadangan di desa Sidodadi
diperkirakan sebesar 84 juta m3 dan Goa
Lawa 84,38 m
3
.
Jumlah potensi cadangan di Gunung Lutung
dan Muteran sebesar 64,5 juta m
3
.
4 Batu
Endapan
Tersebar di sungai
Logung, Cintung, Blukar
(Patean), sepanjang
sungai Terong, Kali Kutho,
(Pageruyung), Bodri Atas
(Singorojo), sungai Ringin,
Gongso dan Jurang
(Limbangan)
Tersebar di sungai Logung, Cintung,
Blukar (Patean) dengan cadangan
sebesar 345.500 m
3
.
Sepanjang sungai Terong, Kali Kutho,
(Pageruyung), Bodri Atas (Singorojo),
sungai Ringin, Gongso dan Jurang
(Limbangan) diperkirakan sebesar
913.000 m
3
.
3 Pasir Sungai Damar (Welwri),
Bodri (Gemuh) dan sungai
Waridin (Kaliwung)
Jumlah potensi cadangan tambang
diperkirakan sebesar 920 ribu m
3
.
4 Batu
Andesit
Dikawasan perbukitan
Pageruyung, kawasan
gunung Tugel, gunung
Cening (Limbangan),
sungai Genaji
Dikawasan perbukitan Pageruyung,
kawasan gunung Tugel, gunung Cening
(Limbangan), diperkirakan sebesar 400 juta
m3. Potensi tambang sungai Genaji desa
Banjarrejo sebesar 501.488 m
3
.
5 Tanah liat Tersebar di Kecamatan
Patean, Gemuh, Cepiring,
Weleri dam Boja
Potensi bahan tambang diperkirakan
sebesar 3 juta m
3
.
Sumber data : website Kabupaten Kendal, 2009.

N. Kehutanan
Hutan rakyat di Kabupaten Kendal lebih luas dibandingkan dengan luas
hutan negara dengan perbandingan 69:31. Hutan rakyat terdiri dari tanaman
sengon, jati, dan campuran dengan komposisi luas hutan fluktuatif,
sedangkan hutan negara terdiri dari hutan produksi, hutan produksi terbatas
dan hutan lindung dengan luas hutan relatif konstan. Jumlah kelompok tani
hutan rakyat sebanyak 146 kelompok dan jumlah Lembaga Masyarakat Desa
Hutan (LMDH) 35. Data luas lahan hutan Kabupaten Kendal seperti tertera
pada tabel.
Tabel 2.53
Luas lahan hutan (Ha) Kabupaten Kendal tahun 2005-2010
No Indikator
Tahun
2005 2006 2007 2008 2009 2010
A Luas Hutan
1 Hutan Negara
Hutan Produksi 10.481,60 10.481,60 10.481,60 10.481,60 10.481,60 10.481,10
Hutan Produksi Terbatas 4.347,20 4.347,20 4.347,20 4.347,20 4.347,20 4.347,20
Hutan lindung 2.970,86 2.970,86 2.970,86 2.970,86 2.970,86 2.970,86
2 Hutan Rakyat
Sengon - 65,24
23,00

16,82

16,84
16,89
Jati - 30,25
39,60

43,32

44,96
30,31
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 33 ~
No Indikator
Tahun
2005 2006 2007 2008 2009 2010
Campuran - 40.562,00 40.562,00 42.146,00 38.336,00 39.446
Jumlah - 40.657,49 40.624,60 42.206,14 38.397,80 39.493,2
B Perkembangan Kelompok
Tani dan Lembaga
Masyarakat Desa Hutan

1 Jumlah kelompok tani
hutan rakyat
146 146 146 146 146 146
2 Jumlah lembaga
masyarakat desa hutan
(LMDH)
35 35 35 35 35 35
Sumber: Profil Daerah Kabupaten Kendal (2005-2009)

Hasil hutan non HPH Kabupaten Kendal terdiri atas kayu bulat, kayu
gergajian, kayu olahan dan hasil hutan ikutan, adapun data hasil hutan non HPH
di Kab Kendal diuraikan pada tabel berikut.
Tabel 2.54
Hasil Hasil hutan non HPH Kabupataen Kendal tahun 2005-2010
Jenis Satuan 2005 2006 2007 2008 2009 2010
1) Kayu bulat m3 19.071,48 18.535,65 12.505,07 24.772,99 4.765,42 6.765,01
2) Kayu gergajian m3 31.845 2.252 258 1.084,32
3) Kayu Olahan m3 31.844.914 44.765.146 2.876,27 2.096,41 586,40 1.038,92
4) Hasil Hutan Ikutan
- Terpentin m3 ton 30.140,92 46.978,00 58.307
- Daun Kayu putih m3 ton 220,80 1.275 -
b. Luas Lahan Kritis Ha 38.076,0 36,801,60 36,601,60 46,974,60 36,434,00 28.486,17
c. Luas Lahan
reboisasi
Ha 67,00 67,00 259,2
d. Luas lahan
penghijauan
Ha 1.275 200 4.418 3.250 10.543 600
e. Luas kebakaran
hutan
Ha 320 -
f. Industri
pengolahan Hasil
Hutan
Unit 112,00 71,00 53,00 53,00 0 58
Sumber: Profil Daerah Kabupaten Kendal, 2011
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 34 ~
2.2. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN
2.2.1. Bidang Pendidikan
Belum optimalnya akses, mutu dan kesesuaian pendidikan pada semua
jenjang pendidikan termasuk PAUD dan pendidikan luar biasa di
Kabupaten Kendal.

2.2.2. Bidang Kesehatan
Belum optimalnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan, baik kesehatan
dasar maupun rujukan.

2.2.3. Bidang Ekonomi
Belum optimalnya perkembangan usaha ekonomi produktif masyarakat
khususnya untuk usaha mikro, kecil dan menengah.
Rendahnya investasi daerah khususnya untuk PMA dan PMDN serta non
fasilitas.
Belum optimalnya kualitas dan kuantitias infrastruktur pendukung investasi
dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Belum optimalnya iklim usaha dan lingkungan kehidupan masyarakat di
Kabupaten Kendal.

2.2.4. Bidang Pekerjaan Umum
Kurangnya dana/ anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan
Kurangnya dana/ anggaran untuk operasional dan perawatan jalan dan
saluran irigasi

2.2.5. Bidang Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika
Peningkatan kendaraan pribadi yang terlalu pesat sehingga mematikan
angkutan umum
Kurang adanya koordinasi perpindahan angkutan antar moda sehingga
aksesibilitas penumpang tidak terjalin dengan baik
Kurangnya kesadaran pengguna jalan dalam berlalu lintas sehingga terjadi
kecelakaan lalu lintas
Minimnya sumber daya manusia yang memiliki daya saing walaupun dalam
masa produktif
Masih lemahnya sistem informasi dan manajemen dalam bidang
perhubungan
Lemahnya pengawasan terhadap angkutan umum
Belum optimalnya sarana dan prasarana perhubungan
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 35 ~
2.2.6. Bidang Perumahan dan Penataan Ruang
Sulitnya menyediakan lahan sebagai lokasi sanitasi
TPA yang ada di mengalami overload karena tidak ada sarana alat berat,
TPA masih bersifat open dumping
Fungsi saluran yang kurang memadai yang disebabkan oleh kondisi
jaringan yang rusak, tumbuhnya permukiman di wilayah perkotaan
Menurunnya kapasitas dari sebagian saluran drainase akibat sedimentasi,
sampah yang menumpuk serta bangunan liar di atas saluran.
Jumlah kebutuhan rumah belum sesuai dengan perkembangan jumlah
penduduk
Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya
Masih banyak ditemukan penggunaan lahan pertanian sebagai lahan
terbangun.

2.2.7. Bidang Lingkungan Hidup
Belum optimalnya kualitas lingkungan hidup dan pelestarian lingkungan
hidup.
Meningkatnya luasan lahan kritis baik di dalam kawasan hutan maupun di
luar kawasan hutan, juga kerusakan fisik pada ekosistem pesisir dan laut
yang berupa deforestsasi hutan mangrove dan degradasi terumbu karang
Adanya pelanggaran K3 (Kebersihan, Keindahan, Ketertiban umum) dan
kerusakan lingkungan perlu diupayakan perbaikan lingkungan melalui
pencegahan secara dini ataupun penanggulangan pencemaran lingkungan
Belum memadainya data potensi dan konservasi air tanah
Ditinjau dari aspek kelembagaan, upaya pengelolaan lingkungan menuju
pembangunan berkelanjutan ditentukan adanya kelemahan koordinasi
antar instansi, belum konsistennya peraturan perundangan pengelolaan
lingkungan mulai dari pusat sampai daerah, rendahnya tingkat kesadaran
masyarakat segala strata kehidupan serta lemahnya pengawasan dan
pengendalian kerusakan/ pencemaran lingkungan
Lemahnya penegakan hukum lingkungan menjadi faktor penghambat
dalam menyelesaikan kasus-kasus lingkungan hidup yang terjadi
Belum tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan lingkungan hidup
yang memadai seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi



2.2.8. Bidang Pemerintahan, Politik dan HAM
RKPD Kabupaten Kendal 2012 ~ II - 36 ~
Belum optimalnya penyelenggaraan pemerintahan yang amanah (good
governance).
Masih rendahnya tingkat keberdayaan masyarakat khususnya belum
optimalnya perlindungan terhadap jaminan hak-hak sipil dan hak politik
masyarakat.
Belum optimalnya kesetaraan dan keadilan gender dan penghargaan tinggi
terhadap HAM.










RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 1 ~


BAB III
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN
DAERAH


3.1. ARAH DAN KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
Secara umum kondisi ekonomi makro Kabupaten Kendal cukup baik dengan
ditandai dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Kondisi
ekonomi makro di Kabupaten Kendal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi
global dan nasional dimana pada tahun 2010 perekonomian dirasakan semakin
kondusif walaupun pada akhir tahun mengalami lonjakan harga produk pertanian
khususnya komoditas cabai yang berdampak pada peningkatan inflasi.
Kondisi perekonomian Kabupaten Kendal pada tahun 2012 diharapkan tetap
dapat tumbuh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal-hal yang perlu
diantisipasi dalam perencanaan pembangunan tahun 2012 adalah peningkatan
peningkatan inflasi sebagai dampak dari rencana Pemerintah Pusat untuk melakukan
pembatasan Bahan Bakar Minyak, serta peningkatan harga pangan akibat krisis di
Timur Tengah dan perubahan iklim.
PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2012 diperkirakan dapat mencapai
Rp. 5.814.206.510.000,- dan PDRB per kapita atas dasar harga konstan diharapkan
sebesar Rp. 5.849.833,02. Laju pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh sebesar 6,16 %
dengan tingkat inflasi 5,20 %. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut,
kondisi ekonomi makro di Kabupaten Kendal diharapkan stabil dan perlu didukung
kebijakan struktural seperti perbaikan iklim investasi, upaya peningkatan daya saing
dan produktivitas serta perbaikan kualitas sumberdaya manusia. Sehingga diharapkan
pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal tidak hanya terjadi pada peningkatan
konsumsi melainkan juga terjadi peningkatan investasi dan peningkatan ekspor.
Dimana hal tersebut dapat menjawab kendala permbangunan ekonomi yaitu tingkat
pengangguran yang masih tinggi serta membuka peluang kesempatan kerja dan
berusaha bagi kelompok masyarakat usia produktif.
Kondisi Ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2009-2010 dan prediksi 2011-
2012 dapat dilihat dari beberapa indikator makro sebagai berikut:



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 2 ~


Tabel 3.1
Prediksi Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kendal
Tahun 2011 2012
No Indikator Makro Satuan Realisasi Bertambah/
Berkurang
Proyeksi
2009 2010 2011 2012
1 PDRB (Harga Berlaku)* juta rupiah 9.562.596,18 10.679.295,87 1.116.699,69 11.960.535,71 13.395.491,26
2 PDRB (Harga Konstan)* juta rupiah 5.091.572,94 5.325.943,11 234.370,17 5.564.722,19 5.814.206,51
3 Pertumbuhan Ekonomi 5,58 4,60 -0,98 5,72 6,16
4 Tingkat Inflasi* % 2,38 6,26 3,88 5,62 5,20
5 Jumlah Penduduk orang 964.568 969.416 4.848 988.324 1.001.810
6 Jumlah Penduduk Miskin**
% 16,56 15,50 14,50 13,87 %
7 Tingkat Pengangguran **
% 6 5,57 5,40 5,30 %
8 PDRB per kapita atas dasar HK* Rp 5.329.413,20 5.507.658,09 178.244,89 5.676.167,74 5.849.833,02
9 PDRB per kapita atas dasar HB* Rp 10.009.289,25 11.043.661,01 1.034.371,76 12.199.813,49 13.477.002,70
10 Produk Domestik Regional Netto atas dasar Biaya
Faktor/Pendapatan Regional (HK)*
juta rupiah 4.402.180,00 4.597.412,97 195.232,97 4.814.923,04 5.042.723,83
11 Produk Domestik Regional Netto atas dasar Biaya
Faktor/Pendapatan Regional (HB)*
juta rupiah 8.175.550,69 9.642.278,02 1.466.727,33 10.962.778,55 12.464.120,33
12 Pendapatan Regional per kapita atas dasar HK* Rp 4.607.816,97 4.754.271,35 146.454,38 4.911.341,97 5.073.601,85
13 Pendapatan Regional per kapita atas dasar HB* Rp 8.557.451,35 9.971.261,32 1.413.809,97 11.182.251,79 12.540.314,72
Sumber data : *BPS Kabupaten Kendal
** Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Kendal


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 3 ~


Arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Kendal tahun 2010-2015 adalah
sebagai berikut :
1. meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang kompetitif, berkarakter unggul,
dan berakhlak mulia;
2. mewujudkan masyarakat yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat yang
lebih makmur dan sejahtera;
3. meningkatkan terwujudnya KabupatenKendal yang demokratis, tertib hukum, dan
memberikan penghargaan terhadap hak asasi manusia;
4. mewujudkan kondisi wilayah Kabupaten Kendal yang aman dan damai;
5. mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan; serta
6. mewujudkan Kabupaten Kendal yang asri dan lestari.
Prioritas kebijakan pembangunan Kabupaten Kendal sebagai berikut :
1. meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan
karakter unggul;
2. meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat;
3. pembangunan ekonomi bagi peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan
kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja baru; serta
4. mewujudkan pemberdayaan masyarakat desa dan potensi perekonomian desa
dengan didukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance).
Berdasarkan prioritas di atas, kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten
Kendal adalah peningkatan pendapatan, pengurangan kemiskinan, penciptaan
lapangan kerja baru, serta pemberdayaan masyarakat desa dan potensi
perekonomian desa. Oleh karena itu target pencapaian pembangunan ekonomi pada
tahun 2012 ini adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2
Target Kinerja di Bidang Ekonomi Tahun 2012
Kabupaten Kendal
No Indikator Kinerja Kondisi Awal 2009 Target 2012
A Pemberdayaan Masyarakat
1. Tingkat perkembangan jumlah,
volume usaha dan kapasitas
kelembagaan usaha ekonomi
produktif masyarakat (%)
33,3% 50%

B Ketenagakerjaan
1. Pemberian kerja darurat 15 lokasi 15 lokasi
2. Tersusunnya informasi bursa kerja 0 12 bulan
3. Penyebaran informasi tenaga kerja 0 12 bulan
4. Adanya kerjasama LPKS 42 42
5. Pembinaan LPKS 42 42
6. Bantuan kepada LPKS dan BBK 42 42


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 4 ~


No Indikator Kinerja Kondisi Awal 2009 Target 2012
C UMKM
1. Jumlah usaha mikro, kecil dan
menengah yang dapat mengakses
kredit/pembiayaan bank atau
lembaga keuangan lainnya (unit)
125

145
2. Rata-rata jumlah wirausaha baru (%) 25% 25%
3. Meningkatnya jumlah usaha mikro,
kecil dan menengah yang menerima
bantuan teknologi tepat guna (unit)
25

130

4. Jumlah produk unggulan UMKM
(unit)
5 8

D Investasi
1. Jumlah pengusaha/perorangan yang
mendapatkan layanan/fasilitasi untuk
merencanakan berinvestasi baru,
perluasan dan atau pengembangan
124 320
2. Jumlah pengusaha/perorangan yang
mendapatkan persetujuan
berinvestasi baru, perluasaan dan
atau pengembangan
97 250
3. Jumlah pengusaha/perorangan yang
merealisasikan investasi baru,
perluasan dan atau pengembangan
86 230
4. Nilai realisasi investasi (swasta)
baru, perluasan dan atau
pengembangan yang masuk di
Kabupaten Kendal
- 2 T

E Otda, Pemerintahan Umum, Adm
Keuangan Daerah, Perangkat
Daerah, Kepegawaian dan
Persandian

1. Jumlah keluarga miskin yang
mendapatkan bantuan raskin

75.751 73.909

F Sosial
1. Fakir miskin mempunyai
keterampilan
- 160 orang
2. Keluarga miskin mempunyai usaha 56 orang 300 orang
3. Meningkatnya pelayanan sarana dan
prasarana rehabilitasi kesejahteraan
sosial
- 200 ang

3.2. ARAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
Perkembangan APBD Kabupaten Kendal tahun 2009 sampai dengan tahun
2010 cenderung mengalami peningkatan, baik pada pendapatan maupun pada
belanja. Pendapatan daerah pada tahun 2010 meningkat sebesar 14,02%
dibandingkan pendapatan daerah pada tahun 2009.Sementara itu, belanja daerah
pada tahun 2010 meningkat sebesar 15,43% dibandingkan belanja daerah pada


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 5 ~


tahun 2009. Dengan demikian, pada tahun 2010 peningkatan belanja daerah
sedikit lebih besar dibandingkan peningkatan pendapatan daerah.
Pada tahun 2009 APBD Kabupaten Kendal mengalami surplus sebesar Rp
3.909.274.203, tetapi pada tahun 2010 APBD Kabupaten Kendal mengalami defisit
sebesar Rp 6.615.877.777. Defisit anggaran tersebut ditutup dengan pembiayaan
daerah. Adapun realisasi APBD Kabupaten Kendal tahun 2009 2010 serta
target APBD Kabupaten Kendal tahun 2011 2012 secara rinci disajikan pada
Tabel 3.3 berikut:
Tabel 3.3
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kendal
RealisasiTahun 2009 2010 dan Target Tahun 2011 2012
Uraian 2009 2010 2011 2012
1 2 3 4 5
PENDAPATAN DAERAH 790.488.556.783 901.333.718.120 1.041.078.353.122 1.013.495.670.972
PENDAPATAN ASLI
DAERAH 76.805.714.198 86.235.293.510 85.677.120.700 82.844.438.550
Pendapatan Pajak Daerah 19.575.799.135 23.671.770.836 20.955.150.000 20.955.150.000
Pendapatan Retribusi
Daerah 38.433.218.926 16.015.367.857 14.065.958.000 13.296.642.700
Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah Yang Dipisahkan

3.596.623.249
4.482.257.225 4.444.869.500 3.165.028.650
Lain-lain Pendapatan Asli
Daerah yang Sah
15.200.072.888 42.065.897.592 46.211.143.200 45.427.617.200

DANA PERIMBANGAN 641.676.763.566 643.064.281.301 698.409.094.622 698.409.094.622
Dana Bagi Hasil Pajak/
Bagi Hasil Bukan Pajak
53.972.703.566 63.842.695.301 61.515.905.622 61.515.905.622
Dana Alokasi Umum 512.809.060.000 520.676.886.000 569.535.389.000 569.535.389.000
Dana Alokasi Khusus 74.895.000.000 58.544.700.000 67.357.800.000 67.357.800.000

LAIN-LAIN PENDAPATAN
DAERAH YANG SAH
72.006.079.019 172.034.143.309 256.992.137.800 232.242.137.800
Dana Bagi Hasil Pajak dari
Provinsi dan Pemerintah
Daerah Lainnya
34.764.534.019 33.506.332.509 36.467.927.000 36.467.927.000
Dana Penyesuaian dan
Otonomi Khusus
12.918.075.000 59.741.242.800 136.733.845.800 112.003.845.800
Bantuan Keuangan dari
Provinsi atau Pemerintah
Daerah lainnya
24.323.470.000 78.786.568.000 83.770.365.000 83.770.365.000
BELANJA DAERAH 786.579.282.580 908.133.645.026 1.097.885.706.604 1.013.495.670.972
BELANJA TIDAK
LANGSUNG 485.662.644.608 598.389.135.697 616.555.762.390 601.271.694.390
Belanja Pegawai 403.454.919.130 506.658.399.760 559.610.754.390 559.610.754.390
Belanja Bunga 151.217.179 130.365.547 175.000.000 175.000.000
Belanja Hibah

4.892.905.887 15.021.918.701 10.880.358.000 0
Belanja Bantuan Sosial 37.356.024.663 39.295.790.025 14.973.840.000 7.146.940.000
Belanja Bagi Hasil kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa
32.355.340 16.095.908 0 0
Belanja Bantuan Keuangan
kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa
39.775.222.409 36.852.130.756 28.729.000.000 30.839.000.000


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 6 ~


Uraian 2009 2010 2011 2012
Belanja Tidak Terduga 0 414.435.000 2.186.810.000 3.500.000.000


BELANJA LANGSUNG 300.916.637.972 309.744.509.329 481.329.944.214 377.447.505.622
Belanja Pegawai 28.136.607.467 26.653.806.235 38.093.527.600
Belanja Barang dan Jasa 161.888.546.745 148.819.738.208 233.613.554.417
Belanja Modal 110.891.483.760 134.270.964.886 209.622.862.197


SURPLUS/DEFISIT 3.909.274.203 (6.799.926.906) (56.807.353.482) 0


PEMBIAYAAN DAERAH

Penerimaan Pembiayaan 72.203.837.812,74 74.459.100.485,74 65.481.401.330
Penggunaan Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran
(SiLPA)
46.702.219.712,74 68.115.082.285,74 59.333.368.330
Penerimaan Pinjaman
Daerah 22.751.618.100

3.000.000.000 0
Penerimaan Kembali
Pemberian Pinjaman Daerah

2.750.000.000
3.343.018.200 0
Penerimaan Piutang Daerah 0 0 148.033.000


Pengeluaran Pembiayaan 7.998.029.730 8.963.029.730
2.674.047.850
Penyertaan Modal (Investasi)
Pemerintah Daerah

2.323.000.000
2.788.000.000 2.000.000.000
Pembayaran Pokok Utang 175.029.730 175.029.730
273.547.850
Pemberian Pinjaman Daerah

2.750.000.000

3.000.000.000
0
Pemberian Kembali
Pinjaman Daerah

2.750.000.000

3.000.000.000
0
Pengembalian Transfer
Daerah
400.500.000
Pembiayaan Netto 64.205.808.082,74 65.495.070.755,74 56.807.353.482


Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran (SiLPA)
68.115.082.285,74 58.695.143.849,74 0
Sumber: DPPKD Kabupaten Kendal, 2011

Secara rinci perbandingan antara pendapatan daerah dengan belanja
daerah pada tahun 2008 2010 disajikan pada Tabel 3.4. Dari tabel tersebut
terlihat bahwa pada tahun 2008 terjadi defisit anggaran sebesar Rp
38.870.382.849 atau sekitar 5,42% dari total pendapatan daerah. Pada tahun
2009 kondisi anggaran mengalami perbaikan dengan terjadinya surplus sebesar
Rp 3.909.274.203 atau sekitar 0,49% dari total pendapatan daerah. Namun, pada
tahun 2010 defisit anggaran kembali terjadi, yaitu sebesar Rp 6.799.926.906 atau
sekitar 0,75% dari total pendapatan daerah. Diharapkan pada tahun 2012, defisit
anggaran dapat ditekan sehingga tidak melebihi 3%, agar sesuai dengan
ketentuan dalam Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 yang menyebutkan bahwa
defisit anggaran tidak boleh melebihi 3% dari APBD. Dalam APBD Kabupaten


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 7 ~


Kendal Tahun 2011, target pendapatan daerah sebesar Rp 1.016.328.353.122 dan
target belanja daerah sebesar Rp 1.073.536.206.604 sehingga terjadi defisit sebesar
Rp 57.207.853.482 atau sekitar 5,63% dari total pendapatan daerah.
APBD Kabupaten Kendal Tahun 2008 dengan defisit sebesar 5,42%
sebenarnya melanggar ketentuan yang berlaku, namun Pemerintah Kabupaten
Kendal berupaya menutup defisit tersebut dengan melakukan pinjaman daerah.
Pinjaman daerah ini memang mengandung resiko karena apabila pendapatan
tidak dapat menutup defisit tersebut, maka pinjaman tersebut menjadi beban
pada tahun anggaran berikutnya. Kondisi keuangan daerah yang kurang baik
pada tahun 2008 dapat berulang pada tahun 2011 jika melihat target pendapatan
daerah yang lebih kecil dibandingkan target belanja daerah dengan persentase
defisit di atas 3%. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan realisasi pendapatan
daerah dan efisiensi penggunaan belanja daerah.
Tabel 3.4
Perbandingan antara Pendapatan dengan Belanja pada APBD Kabupaten
Kendal Realisasi Tahun 2008 2010 dan Target Tahun 2011 2012
No Tahun Total Pendapatan Total Belanja Surplus/Defisit
Persentase
Surplus/Defisit
(%)
1 2 3 4 5 6
1 2008 717.457.925.312 756.328.308.161 (38.870.382.849) (5,42)
2 2009 790.488.556.783 786.579.282.580 3.909.274.203 0,49
3 2010 901.333.718.120 908.133.645.028 (6.799.926.906) (0,75)
4 2011 1.041.078.353.122 1.073.536.206.604 (56.807.353.482) (5,63)
5 2012 1.013.495.670.972 1.021.268.069.972 0 0
Sumber: DPPKD Kabupaten Kendal, 2011

3.2.1. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
Pendapatan daerah sebagaimana ketentuan yang berlaku dikelompokkan
menjadi 3 (tiga) bagian. Pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut:
1) Pendapatan Asli Daerah (PAD), meliputi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil
Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah;
2) Dana Perimbangan, meliputi Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak, Dana
Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus;
3) Lain-lain Pendapatan yang Sah.
Struktur pendapatan daerah selama kurun waktu 20092010 terlihat pada Tabel
3.5 berikut:


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 8 ~


Tabel 3.5
Pendapatan Daerah Kabupaten Kendal
Realisasi Tahun 2009 2010
No Uraian 2009 P (%) 2010 P (%)
1 2 3 4 5 6
PENDAPATAN DAERAH 790.488.556.783 100 901.333.718.120 100
I Pendapatan Asli Daerah 76.805.714.198 9,72 86.235.293.510 9,57
1.1 Pendapatan Pajak Daerah 19.575.799.135 2,48 23.671.170.836 2,63
1.2 Pendapatan Retribusi Daerah 38.433.218.926 4,86 16.015.367.857 1,78
1.3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Yang Dipisahkan
3.596.623.249 0,45 4.482.257.225 0,50
1.4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang
Sah
15.200.072.888 1,92 42.065.897.592 4,67


II Dana Perimbangan 641.676.763.566 81,17 643.064.281.301 71,35
2.1 Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil
Bukan Pajak
53.972.703.566 6,83 63.842.695.301 7,08
2.2 Dana Alokasi Umum 512.809.060.000 64,87 520.676.886.000 57,77
2.3 Dana Alokasi Khusus

74.895.000.000 9,47

58.544.700.000 6,50


III
Lain-lain Pendapatan Daerah yang
Sah 72.006.079.019 9,11 172.034.143.309 19,90
3.1 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi
dan Pemerintah Daerah Lainnya
34.764.534.019 4,40 33.506.332.509 3,72
3.2 Dana Penyesuaian dan Otonomi
Khusus
12.918.075.000 1,63 59.741.242.800 6,63
3.3 Bantuan Keuangan dari Provinsi atau
Pemerintah Daerah lainnya

24.323.470.000
3,08 78.786.568.000 8,74
Keterangan: P = Proporsi
Sumber : DPPKD Kabupaten Kendal, 2011
Tabel 3.5 tersebut menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2009 2010
pendapatan daerah Kabupaten Kendal menunjukkan adanya peningkatan.
Pendapatan daerah Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun didominasi dari pos
Dana Perimbangan yang pada tahun 2009 mencapai proporsi sebesar 81,17%
atau sebesar Rp 641.676.763.566. Pada tahun 2010, proporsi Dana Perimbangan
dalam pendapatan daerah mengalami penurunan, tetapi masih sangat dominan
yaitu sebesar 71,35% atau sebesar Rp 643.064.281.301. Dilihat dari proporsinya,
Dana Perimbangan pada tahun 2010 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun
2009. Namun, dilihat dari nilai nominalnya, Dana Perimbangan pada tahun 2010
mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2009.
Peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap pendapatan daerah hanya
berkisar 9%, bahkan pada tahun 2010 persentase PAD Kabupaten Kendal
menurun menjadi hanya 9,57% dari pendapatan daerah. Pada tahun 2009,
pendapatan retribusi daerah memberikan kontribusi terbesar terhadap PAD
Kabupaten Kendal. Namun, pada tahun 2010 kontribusi terbesar terhadap PAD


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 9 ~


Kabupaten Kendal diberikan oleh Lain-lain PAD yang Sah,sementara itu
kontribusi pendapatan retribusi daerah terhadap PAD Kabupaten Kendal
mengalami penurunan dari semula 4,86% menjadi 1,78% dari pendapatan
daerah. Penurunan tersebut disebabkan adanya peralihan rekening retribusi
pelayanan kesehatan RSUD Dr. Soewondo. Pada tahun 2009 retribusi pelayanan
kesehatan RSUD Dr. Soewondo masuk dalam rekening retribusi pelayanan
kesehatan, namun pada tahun 2010 penerimaan dari RSUD Dr. Soewondo
dimasukkan ke dalam rekening pendapatan dari fasilitas sosial dan fasilitas umum
(Lain-lain PAD yang Sah).
Peningkatan pendapatan yang cukup tinggi pada tahun 2010 terletak pada
pos Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dimana proporsinya pada tahun 2010
ini mencapai 19,90% yaitu menjadisebesar Rp 172.034.143.309, sedangkan pada
tahun sebelumnya hanya 9,11%.Kontribusi terbesar pada pos ini adalah pada
penerimaan Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya,
dengan nilai Rp 78.786.568.000atau 8,74% dari total pendapatan daerah tahun
2010.
PAD Kabupaten Kendal pada tahun 2009 sebesar Rp 76.805.714.198 atau
meningkat sebesar 15,95% dibandingkan PAD Kabupaten Kendal pada tahun
2008 sebesar Rp 66.241.915.686. PAD Kabupaten Kendal pada tahun 2010
meningkat lagi menjadi Rp 86.235.293.510 atau meningkat sebesar 12,28% dari
PAD Kabupaten Kendal pada tahun 2009.
Secara lengkap pertumbuhan realisasi PAD Kabupaten Kendal selama
tahun 2008 - 2010serta pertumbuhan target PAD Kabupaten Kendal tahun 2011
2012 ditampilkan pada Tabel 3.6 berikut.


Tabel 3.6
Pertumbuhan PAD Kabupaten Kendal
Realisasi Tahun 2008 2010 dan Target Tahun 2011 2012
No Tahun
PAD
(Rupiah)
Pertumbuhan
(%)
1 2 3 4
1 2008 66.241.915.686 -
2 2009 76.805.714.198 15,95
3 2010 86.235.293.510 12,28
4 2011 85.677.120.700 (0,65)
5 2012 84.612.980.664 (1,24)
Sumber : DPPKD Kabupaten Kendal, 2011



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 10 ~


Adapun kebijakan pendapatan daerah Kabupaten Kendal meliputi :
1. dalam merencanakan target pendapatan daerah dari kelompok PAD
ditetapkan secara rasional dengan mempertimbangkan realisasi penerimaan
tahun lalu, potensi, dan asumsi pertumbuhan ekonomi yang dapat
mempengaruhi serta rincian obyek penerimaan;
2. dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah, pemerintah daerah ti dak
menetapkan kebijakan yang memberatkan dunia usaha dan masyarakat;
3. upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah serta
lain-lain pendapatan yang sah terus ditingkatkan sesuai potensi pungutan;
4. penyusunan regulasi peraturan daerah tentang pendapatan daerah yang tidak
bertentangan dengan kebijakan investasi (pro investasi);
5. mengoptimalkan kinerja BUMD yakni PDAM, Perusda Farmasi, Perusda
Aneka Usaha, Perusda BPR Kendali Artha, dan Perusda BPR/BKK untuk
meningkatkan kontribusi pada pemerintah daerah; dan
6. menyelenggarakan pelayanan prima melalui pengadaan sarana dan
prasarana yang dapat memberikan kenyamanan dan keamanan serta
pelayanan yang cepat dan sederhana dengan didukung tenologi informasi
yang memadai.


3.2.2 Arah Kebijakan Penerimaan Pembiayaan Daerah
Penerimaan pembiayaan daerah dari tahun 2008 sampai dengan tahun
2010 didominasi dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun
sebelumnya. Penerimaan pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA), Pencairan Dana Cadangan, Hasil Penjualan
Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, Penerimaan Pinjaman Daerah, Penerimaan
Kembali Pemberian Pinjaman Daerah,serta Penerimaan Piutang Daerah.
Perkembangan penerimaan pembiayaan daerah Kabupaten Kendal dapat dilihat
pada Tabel 3.7 berikut.
Tabel 3.7
Kinerja Penerimaan Pembiayaan Daerah Kabupaten Kendal
Realisasi Tahun 2008 2010
No
Uraian
2008 2009 2010
1 2 3 4 5

PENERIMAAN
PEMBIAYAAN DAERAH
88.960.324.792,74 72.203.837.812,74 74.459.100.485,74
1. Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran (SiLPA)
87.360.324.792,74 46.702.219.712,74 68.115.082.285,74


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 11 ~


No
Uraian
2008 2009 2010
2. Penerimaan Pinjaman
Daerah
1.600.000.000 22.751.618.100 3.000.000.000
1 2 3 4 5
3. Penerimaan Kembali
Pemberian Pinjaman
Daerah
0 2.750.000.000 3.343.018.200
4. Pencairan Dana Cadangan 0 0 0
5. Hasil Penjualan Kekayaan
Daerah yang Dipisahkan
0 0 0
6. Penerimaan Piutang Daerah 0 0 0
Sumber: DPPKD Kabupaten Kendal, 2011
Optimalisasi sumber penerimaan pembiayaan yang paling mungkin dapat
dilakukan secara cepat, yaitu SiLPA dan pengembangan alternatif lain penerimaan
pembiayaan, seperti pinjaman daerah, penerbitan surat obligasi, dan penjualan aset
yang dipisahkan, baik yang akan digunakan untuk penyertaan modal maupun
pembayaran angsuran utang pokok yang akan jatuh tempo, ataupun program
pengeluaran pembiayaan lain yang timbul sebagai akibat pengembangan alternatif
penerimaan pembiayaan.
3.2.3 Arah Kebijakan Belanja Daerah
Belanja Daerah sebagaimana ketentuan dalam Permendagri Nomor 13 tahun
2006 jo Permendagri Nomor 59 tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,
terdiri dari:
1). Belanja Tidak Langsung, meliputi Belanja Pegawai, Belanja Bunga, Belanja
Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa, Belanja Bantuan Keuangan
kepadaProvinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa, serta Belanja Tidak Terduga.
2) Belanja Langsung, meliputi Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, serta
Belanja Modal.
Dalam struktur APBD Kabupaten Kendal tahun 20092010, belanja daerah
mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 belanja daerah Kabupaten Kendal sebesar
Rp 786.579.282.580, kemudian pada tahun 2010 belanja daerah Kabupaten Kendal
meningkat menjadi Rp 907.949.595.897. Secara lengkap struktur belanja daerah
Kabupaten Kendal pada tahun 2009 - 2010disajikan pada Tabel 3.8 berikut.






RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 12 ~


Tabel 3.8
Belanja Daerah Kabupaten Kendal
Realisasi Tahun 2009 2010
No Uraian 2009 P (%) 2010 P (%)
1 2 3 4 5 6
BELANJA DAERAH 786.579.282.580 100,00 908.133.645.028 100,00
I Belanja Tidak Langsung 485.662.644.608 61,74 598.389.135.697 65,91
No Uraian 2009 P (%) 2010 P (%)
1 2 3 4 5 6
1.1 Belanja Pegawai 403.454.919.130 51,29 506.658.399.760 55,80
1.2 Belanja Bunga 151.217.179 0,02 130.365.547 0,01
1.3 Belanja Subsidi 0 0,00 0 0,00
1.4 Belanja Hibah 4.892.905.887 0,62 15.021.918.701 1,65
1.5 Belanja Bantuan Sosial
37.356.024.663
4,75 39.295.790.025 4,33
1.6 Belanja Bagi Hasil kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa
32.355.340 0,004 16.095.908 0,002
1.7 Belanja Bantuan Keuangan
kepada Provinsi/Kabupaten/Kota
dan Pemerintah Desa
39.775.222.409 5,06 36.852.130.756 4,06
1.8 Belanja Tidak Terduga 0 0,00 414.435.000 0,05


II Belanja Langsung 300.916.637.972 38,26 309.744.509.329 34,11
2.1 Belanja Pegawai 28.136.607.467 3,58 26.653.806.235 2,94
2.2 Belanja Barang dan Jasa 161.888.546.745 20,58 148.819.738.208 16,39
2.3 Belanja Modal 110.891.483.760 14,10 134.270.964.886 14,79
Keterangan: P = Proporsi
Sumber : DPPKD Kabupaten Kendal, 2011
Tabel 3.8 di atas menunjukkan bahwa perbandingan antara belanja tidak
langsung dengan belanja langsung menunjukkan proporsi yang tidak seimbang.
Belanja tidak langsung memiliki proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan belanja
langsung. Hal ini berarti alokasi dana yang digunakan untuk pembangunan relatif lebih
kecil dibandingkan alokasi dana untuk pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan.
Kecenderungan ini berlangsung sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2009. Proporsi
belanja tidak langsung terhadap belanja daerah (total belanja) pada tahun 2009
sebesar 61,74%, kemudian meningkat menjadi 65,91% pada tahun 2010, sehingga ada
kenaikan proporsi belanja tidak langsung sebesar 4,17%.
Alokasi belanja tidak langsung dan belanja langsung sebagian besar digunakan
untuk belanja pegawai. Proporsi belanja pegawai terhadap total belanja disajikan pada
Tabel 3.9 berikut.





RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 13 ~


Tabel 3.9
Proporsi Belanja Pegawai terhadap Total Belanja di Kabupaten Kendal
Realisasi Tahun 2008 2010 dan Target Tahun 2011 2012
No Tahun Belanja Pegawai Belanja Total
Proporsi
(%)
1 2 3 4 5
1 2008 401.379.807.907 756.328.308.161 53,07
2 2009 431.591.526.597 786.579.282.580 54,87
3 2010 533.312.205.995 908.133.645.026 58,73
4 2011 594.058.247.840 1.097.885.706.604 55,34
5 2012 592.441.987.950 1.051.932.397.694 56,32

Berdasarkan data pada Tabel 3.9, terlihat bahwa pada tahun 2008 sampai
dengan tahun 2010 alokasi belanja pegawai mencapai lebih dari 53% dari total belanja
daerah. Besarnya alokasi belanja pegawai ini mengurangi kemampuan Pemerintah
Kabupaten Kendal untuk membiayai pembangunan di wilayahnya.
Pada tahun 2012 belanja langsung diarahkan untuk mendanai program dan
kegiatan sesuai bidang kewenangan/urusan pemerintah daerah dengan tujuan dan
target sasaran yang jelas. Sedangkan untuk belanja tidak langsung, pengalokasian
anggaran dalam bentuk bantuan diarahkan secara selektif dan tidak terus-menerus,
utamanya pada kondisi kritis yang benar-benar memerlukan.Selain itu juga diperlukan
keterpaduan alokasi anggaran dengan penganggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah maupun Pemerintah Pusat.
Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran, belanja daerah
disusun dengan pendekatan anggaran berbasis kinerja yang berorientasi pada
pencapaian hasil dari input yang direncanakan. Kebijakan perencanaan belanja
daerah adalah sebagai berikut.
1. Belanja dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib digunakan untuk melindungi
dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban
daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan,
kesehatan, fasilitas sosial, dan fasilitas umum yang layak untuk mengembangkan
sistem jaminan sosial dan penanggulangan kemiskinan.
2. Belanja daerah disusun berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi
pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan secara terukur. Hal tersebut
bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta
memperjelas efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 14 ~


3. Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pemerintah daerah
memberikan perhatian maksimal terhadap upaya peningkatan investasi di daerah,
termasuk investasi bidang pendidikan.
4. Penyusunan belanja daerah diprioritaskan untuk menunjang efektivitas
pelaksanaan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam
rangka melaksanakan urusan pemerintah daerah yang menjadi tanggung
jawabnya. Peningkatan alokasi anggaran belanja yang direncanakan oleh setiap
Satuan Kerja Perangkat Daerah harus SMART (Specific, Measurable, Acceptable,
Reliable, Time) yang diikuti dengan peningkatan kinerja pelayanan dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat.

5. Penggunaan dan perimbangan diprioritaskan untuk kebutuhan sebagai berikut :
a. penerimaan dana bagi hasil pajak diprioritaskan untuk mendanai perbaikan
lingkungan permukiman di perkotaan dan di pedesaan, pembangunan irigasi,
jaringan jalan dan jembatan;
b. penerimaan dana bagi hasil sumberdaya alam diutamakan pengalokasiannya
untuk mendanai pelestarian lingkungan areal pertambangan, perbaikan dan
penyediaan fasilitas umum, sosial, pelayanan kesehatan dan pendidikan untuk
tercapainya standar pelayanan minimal yang ditetapkan peraturan perundang-
undangan;
c. Dana Alokasi Umum ditujukan untuk mendanai kebutuhan belanja pegawai
negeri sipil daerah dan urusan wajib dalam rangka peningkatan pelayanan dasar
dan pelayanan umum;
d. Dana Alokasi Khusus dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai
kebutuhan fisik, sarana dan prasarana dasar yang menjadi urusan daerah antara
lain program dan kegiatan pendidikan, kesehatan dan lain-lain sesuai dengan
petunjuk teknis yang ditetapkan oleh menteri teknis terkait sesuai dengan
peraturan perundang-undangan; dan
e. Pemerintah Daerah menyediakan dana pendamping/cost sharing pada
program/kegiatan yang berasal dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah
Provinsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Secara khusus kebijakan anggaran diarahkan pada hal-hal sebagai berikut:
1. Belanja Tidak Langsung :
a. Belanja Pegawai
1) Diarahkan untuk pembayaran gaji dan tunjungan PNS Daerah, baik tunjangan
jabatan strukural/fungsional dan tunjangan umum, sesuai petunjuk teknis


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 15 ~


perubahan struktur gaji PNS dan hasil rekonsiliasi jumlah pegawai, serta untuk
peningkatan kesejahteraan pegawai.
2) Perhitungan besaran belanja pegawai ditambah accres sebesar 2,5 % untuk
mengantisipasi kenaikan gaji reguler, kenaikan gaji berkala, mutasi dan
pengangkatan PNSD dan pengangkatan CPNSD sesuai formasi 2009, dengan
berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3) Tambahan penghasilan PNS berpedoman pada Peraturan Bupati Kendal yang
mengatur standarisasi satuan harga, dan perhitungan besarannya ditambah 2,5
% untuk mengantisipasi kenaikan pangkat dan tambahan jumlah pegawai.
4) Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang
Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, Pemerintah
Kabupaten Kendal pada tahun 2010 tidak mengangkat pegawai honorer/pegawai
harian lepas/pegawai tidak tetap. Pemberian penghasilan untuk jenis pegawai
tersebut dianggarkan dalam kegiatan yang melibatkan pegawai dimaksud yang
besarnya ditetapkan dengan Keputusan Bupati berdasarkan atas kepatutan dan
kewajaran.
5) Pemanfaatan biaya pemungutan pajak daerah, didasarkan pada kebutuhan riil
aparat, sesuai ketentuan peraturan yang ditetapkan, dan alokasinya paling tinggi
sebesar 5 % dari target penerimaan.
6) Anggaran untuk penyelenggaraan kesehatan disesuaikan dengan kemampuan
keuangan daerah, berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun
2003 tentang Subsidi dan Iuran Pemerintah dalam Penyelenggaraan Asuransi
Kesehatan bagi PNS dan penerima pensiun, serta Keputusan Bersama Menteri
Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 616.A/MENKES/SKB/VI/2004
Nomor 155A Tahun 2004 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan bagi Peserta PT.
Askes (Persero) dan Anggota Keluarganya di Puskesmas dan RSD. Asuransi
jiwa bagi PNSD atau sejenisnya tidak diperkenankan dianggarkan dalam APBD.
7) Penganggaran penghasilan dan penerimaan lain Pimpinan dan Anggota DPRD
serta belanja penunjang kegiatan didasarkan pada : (1) PP Nomor 24 Tahun
2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota
DPRD, sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 21 Tahun 2007; (2)
Permendagri Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pengelompokan Kemampuan
Keuangan Daerah, Penganggaran dan Pertanggungjawaban Penggunaan
Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD serta Tata Cara Pengembalian
Tunjangan Komunikasi Intensif dan Dana Operasional.


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 16 ~


8) Penganggaran Belanja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, serta biaya
penunjang operasional Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, merupakan
satu kesatuan jenis belanja, pengalokasiannya pada pos Belanja Kepala Daerah
dan Wakil Kepala Daerah maupun dalam pos Sekretariat Daerah berpedoman
pada PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah
dan Wakil Kepala Daerah.
b. Belanja Bunga
Penganggaran belanja bunga digunakan untuk memenuhi kewajiban Pemerintah
Kabupaten dalam pembayaran bunga hutang daerah, baik hutang jangka
menengah maupun jangka panjang, yang dihitung atas kewajiban pokok hutang
(principal outstanding) yang memasuki masa jatuh tempo pembayaran.
c. Belanja Subsidi
Penganggaran belanja subsidi bertujuan untuk mengurangi kesenjangan harga
barang/jasa dengan daya beli masyarakat tertentu pada saat-saat tertentu sesuai
ketentuan peraturan.
d. Belanja Hibah
1) Dianggarkan untuk meningkatkan partisipasi penyelenggaraan pembangunan
daerah atau mendukung penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, baik
yang dilakukan oleh pemerintah (seperti TMMD dan KPUD), semi pemerintah
seperti (PMI, KONI, Pramuka, KORPRI, dan PKK), perusahaan daerah,
masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik telah
ditetapkan peruntukannya/perencanaannya.
2) Pemberian hibah dilakukan secara selektif dan rasional dengan
mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan ditetapkan dengan
Keputusan Kepala Daerah.
3) Bersifat bantuan yang tidak mengikat/tidak secara terus menerus (ada batas
akhirnya tergantung pada kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan atas
kegiatan tersebut dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah)
dan tidak wajib serta harus digunakan sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan dalam naskah perjanjian hibah daerah.
4) Petanggungjawaban penggunaan dana hibah atas dasar Naskah Perjanjian
Hibah Daerah (NPHD), sesuai dengan Surat Edaran Mendagri Nomor
900/2677/SJ tanggal 8 Nopember 2007 tentang Hibah dan Bantuan Daerah.




RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 17 ~


e. Bantuan Sosial
1) Bantuan sosial diberikan secara selektif, tidak terus menerus/tidak mengikat
serta memiliki kejelasan peruntukan penggunaannya dengan
mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan ditetapkan dengan
Keputusan Kepala Daerah.
2) Penganggaran belanja bantuan sosial diperuntukan bagi organisasi
kemasyarakatan dan partai politik.
3) Pemberian pada organisasi kemasyarakatan dilaksanakan secara selektif, tidak
berulang pada organisasi kemasyarakatan yang sama dan jelas peruntukannya
dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
4) Penganggaran bantuan keuangan pada partai politik berpedoman pada
Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 7 Tahun 2006 tentang Bantuan
Keuangan kepada Partai Politik.
5) Organisasi kemasyarakatan dan partai politik penerima bantuan berkewajiban
menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana bantuan
tersebut kepada Pemerintah Kabupaten.
f. Belanja Bagi Hasil
Peruntukan dan alokasi belanja ini berpedoman pada peraturan perundangan yang
berlaku.
g. Belanja Bantuan Keuangan
Penganggaran belanja bantuan keuangan diarahkan untuk menganggarkan
bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus dari pemerintah atasan kepada
pemerintah bawahannya atau kepada pemerintah daerah lainnya dalam rangka
pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan.
h. Belanja Tidak Terduga
Penganggaran belanja tidak terduga untuk kegiatan yang sifatnya tidak
biasa/tanggap darurat dan diharapkan tidak berulang yang tidak diperkirakan
sebelumnya, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun-
tahun sebelumnya yang telah ditutup.

Sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah, sebagaimana diubah dengan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007,
maka belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja
bagi hasil, belanja bantuan keuangan, dan belanja tidak terduga hanya dianggarkan
pada PPKD (SKPKD). PPKD selanjutnya akan melakukan penyaluran alokasi


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 18 ~


anggaran yang ditetapkan, sesuai perencanaan teknis yang diusulkan oleh SKPD
yang sekaligus akan menangani hal tersebut sesuai rencana kegiatan dan tupoksi
SKPD.
2. Belanja Langsung :
a. Belanja Pegawai
1) Pemberian honorarium bagi PNS dalam rangka pelaksanaan kegiatan dibatasi
dengan mempertimbangkan asas efisiensi, kepatutan, dan kewajaran serta
pemerataan penerimaan penghasilan, yang besarannya mengacu pada
standarisasi satuan harga yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati.
2) Sesuai dengan PP Nomor 48 Tahun 2005, maka sejak tahun anggaran 2009
tidak diperkenankan melakukan penambahan pegawai honorer/THL di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal.
b. Belanja Barang/Jasa
1) Belanja barang/jasa dianggarkan untuk pengadaan barang dan jasa yang nilai
manfaatnya kurang dari 12 (dua belas) bulan dalam rangka melaksanakan
kegiatan pemerintahan/SKPD disesuaikan dengan kebutuhan dan
mempertimbangkan jumlah pegawai maupun volume pekerjaan. Pengadaannya
berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku dan mengutamakan
komponen-komponen dalam negeri.
2) Penyediaan belanja dalam rangka perjalanan dinas dan studi banding,
pemenuhan undangan workshop, seminar dan lokakarya digunakan secara
selektif dengan melihat urgensitasnya pada kegiatan pemerintah daerah dan
pelayanan masyarakat. Harus dilakukan pengendalian kegiatan perjalanan
dinas, dan perjalanan dinas dalam rangka studi banding/ kunjungan kerja,
dibatasi baik jumlah orang, waktu dan frekuensinya.
3) Biaya pemeliharaan wajib dianggarkan untuk menjaga/mempertahankan kinerja
dan standar pelayanan maupun usia pakai sarana prasarana yang dioperasikan
atau dibangun.
4) Penganggaran untuk pemberian hadiah dalam bentuk uang dan atau barang
baik melalui lomba atau prestasi dalam pelatihan kepada perorangan atau
kelompok masyarakat dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah,
diberikan secara rasional dan mempertimbangan kemampuan keuangan daerah.
c. Belanja Modal
1) Belanja modal yang dianggarkan untuk pembelian/pengadaan aset tetap berujud
yang mempunyai nilai manfaat tertentu untuk digunakan dalam kegiatan


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 19 ~


pemerintahan/SKPD, dengan kriteria antara lain sebagi berikut: (1) nilai/ masa
manfaatnya lebih dari 12 (duabelas) bulan; (2) merupakan obyek pemeliharaan;
(3) jumlah nilai materialnya/dananya sesuai dengan kebijakan akuntansi.
2) Penganggaran belanja modal sebesar harga beli/bangun aset ditambah seluruh
belanja yang terkait dengan pengadaan/pembangunan aset sampai aset tersebut
siap digunakan.

3.3. ARAH KEBIJAKAN PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH
Pengeluaran Pembiayaan, mencakup Penyertaan Modal (Investasi)
Daerah, Pembayaran Pokok Utang, Pemberian Pinjaman Daerah, dan
Pemberian Kembali Pinjaman Daerah. Pembiayaan daerah dari sisi
pengeluaran didominasi oleh pemberian pinjaman daerah dan pemberian
kembali pinjaman daerah.
Tabel 3.10
Pengeluaran Pembiayaan Daerah Kabupaten Kendal
Realisasi Tahun 2009 2010
No Uraian 2009 2010
1 2 3 4
I Pengeluaran Pembiayaan 7.998.029.730 8.963.029.730
1.1
Penyertaan Modal (Investasi)
Daerah 2.073.000.000 2.788.000.000
1.2 Pembayaran Pokok Utang 175.029.730 175.029.730
1.3 Pemberian Pinjaman Daerah 2.750.000.000 3.000.000.000
1.4
Pemberian Kembali Pinjaman
Daerah 2.750.000.000 3.000.000.000
Sumber: DPPKD Kabupaten Kendal, 2011

Peningkatan prioritas pada pengeluaran yang bersifat wajib, antara lain untuk
pembayaran utang pokok yang telah jatuh tempo, setelah pengeluaran wajib
terpenuhi, maka pengeluaran pembiayaan diarahkan pada penyertaan modal
kepada BUMD yang berorientasi keuntungan dan bertujuan untuk meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat. Dengan penyertaan modal yang akan dilakukan
diharapkan dapat menghasilkan pendapatan daerah sekaligus meningkatkan
kinerja lembaga yang mendapat tambahan modal dalam melayani masyarakat.



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 20 ~


3.4. REKAPITULASI REALISASI DAN PROYEKSI (PAGU INDIKATIF)
KERANGKA PENDANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
Asumsi yang digunakan untuk memprediksi APBD Kabupaten Kendal 2011
2012 antara lain:
1. Pendapatan Asli Daerah
Adanya perluasan Basis Pajak Daerah (Undang-undang No 28 Tahun 2009
tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah);
Ekstensifikasi Pendapatan Daerah (Retribusi TPI dan Menara Telekomunikasi);
Intensifikasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
2. BUMD
Adanya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
3. Dana Perimbangan
Dana bagi hasil tidak berkurang.
4. Belanja Daerah
Tidak adanya pengeluaran untuk pendanaan keadaan darurat dan luar biasa.
Berdasarkan asumsi di atas, Pendapatan dan Belanja pada APBD 2012 diprediksikan
sebagai berikut:
Tabel 3.11
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kendal
Tahun 2011 dan Target Tahun 2012
Nomor Uraian
Anggaran Tahun
2011
Proyeksi Tahun
2012
Bertambah/
Berkurang
1 2 3 4 5
1 PENDAPATAN DAERAH 1.041.078.353.122 1.052.057.912.544 10.979.559.422
1 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 85.677.120.700 84.612.980.664 (1.064.140.036)
1 1 1 Pendapatan Pajak Daerah 20.955.150.000 22.531.000.000 1.575.850.000
1 1 2 Pendapatan Retribusi Daerah 14.065.958.000 13.510.642.700 (555.315.300)
1 1 3
Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah Yang Dipisahkan
4.444.869.500 4.162.640.964 (282.228.536)
1 1 4
Lain-lain Pendapatan Asli
Daerah yang Sah
46.211.143.200 44.408.697.000 (1.802.446.200)

1 2 DANA PERIMBANGAN 698.409.094.622 702.371.560.520 3.962.465.898
1 2 1
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil
Bukan Pajak
61.515.905.622 65.790.094.520 4.274.188.898
1 2 2 Dana Alokasi Umum 569.535.389.000 569.223.666.000 (311.723.000)
1 2 3 Dana Alokasi Khusus 67.357.800.000 67.357.800.000 -

1 3
LAIN-LAIN PENDAPATAN
DAERAH YANG SAH
256.992.137.800 265.073.371.360 8.081.233.560
1 3 1 Pendapatan Hibah 36.467.927.000 36.467.927.000 -
1 3 2 Pendapatan Dana Darurat 136.753.845.800 144.835.079.360 8.081.233.560
1 3 3
Dana Bagi Hasil Pajak dari
Provinsi dan Pemerintah
Daerah Lainnya
83.770.365.000 83.770.365.000 -
1 3 4 Dana Penyesuaian dan 256.992.137.800 265.073.371.360 8.081.233.560


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 21 ~


Nomor Uraian
Anggaran Tahun
2011
Proyeksi Tahun
2012
Bertambah/
Berkurang
Otonomi Khusus
1 3 5
Bantuan Keuangan dari
Provinsi atau Pemerintah
Daerah lainnya
36.467.927.000 36.467.927.000 -

2 BELANJA DAERAH 1.097.984.299.604 1.051.932.397.694
(46.051.901.91
0)
2 1 BELANJA TIDAK LANGSUNG 616.655.405.390 641.779.887.950 25.124.482.560
2 1 1 Belanja Pegawai 559.610.754.390 592.441.987.950 32.831.233.560
2 1 2 Belanja Bunga 175.000.000 175.000.000 -
2 1 5 Belanja Hibah 10.980.001.000 540.000.000
(10.440.001.00
0)
2 1 7 Belanja Bantuan Sosial 14.973.840.000 13.183.900.000 (1.789.940.000)
2 1
Belanja Bantuan Keuangan
Kepada Provinsi/ Kabupaten/
Kota dan Pemerintah Desa
28.729.000.000 31.939.000.000 3.210.000.000
2 1 8 Belanja Tidak Terduga 2.186.810.000 3.500.000.000 1.313.190.000

2 2 BELANJA LANGSUNG 481.328.894.214 410.152.509.744
(71.176.384.47
0)
2 2 1 Belanja Pegawai 38.092.527.600
(38.092.527.60
0)
2 2 2 Belanja Barang dan Jasa 233.613.554.417
(233.613.554.4
17)
2 2 3 Belanja Modal 209.622.812.197
(209.622.812.1
97)

SURPLUS/DEFISIT (56.905.946.482) 125.514.850 57.031.461.332

Total pendapatan pada tahun 2012 diprediksikan sebesar Rp.
1.052.057.912.544,- sedangkan belanja diprediksikan sebesar Rp 1.051.932.397.694,-.
Pada tahun 2012 pendapatan daerah Kabupaten Kendal diprediksikan naik sebesar
1,05% dibandingkan dengan pendapatan tahun 2011. Sementara itu, pada tahun 2012
mendatang PAD diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,24% dibandingkan PAD
tahun 2011. Dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 PAD Kabupaten Kendal
cenderung meningkat. Namun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 diperkirakan
PAD menurun. Pertumbuhan PAD Kabupaten Kendal pada tahun 2007 2012
ditunjukkan pada tabel 3.12 berikut.






RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 22 ~


Tabel 3.12
Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Kabupaten Kendal Tahun 2007 - 2010 dan Prediksi Tahun 2011 2012
No Tahun PAD (Rp) Pertumbuhan (%)
1 2 3 4
1 2007 75.741.768.759,50 -
2 2008 66.241.915.686,00 (12,54)
3 2009 76.805.714.198,00 15,95
4 2010 86.235.293.510,00 12,28
5 2011 85.677.120.700,00 (0,65)
6 2012 84.612.980.664,00 (1,24)
Sumber : DPPKD Kabupaten Kendal, 2011
Perolehan PAD Kabupaten Kendal cenderung berfluktuatif. Hal ini disebabkan
selama ini intensifikasi dan ekstensifikasi PAD terkendala oleh belum optimalnya
pendataan potensi pendapatan. Ke depan akan dilakukan pendataan potensi
pendapatan sekaligus sebagai dasar penentuan target pendapatan sehingga diharapkan
kinerja pendapatan asli daerah mengalami peningkatan yang cukup berarti agar dapat
diandalkan untuk menutup target pendapatan.
Proporsi belanja tidak langsung terhadap total belanja pada tahun 2008 2012
disajikan pada Tabel 3.13 berikut.
Tabel 3.13
Proporsi Belanja Tidak Langsung terhadap Total Belanja
Kabupaten Kendal Tahun 2009 2012
No Tahun
Belanja Tidak
Langsung
Total Belanja
Proporsi
(%)
1 2 3 4 5
1 2009 485.662.644.608 786.579.282.580 61,74
2 2010 598.389.135.697 907.949.595.897 65,91
3 2011 617.768.595.390 1.073.536.206.604 57,55
4 2012 641.779.887.950 1.051.932.397.694 61,01
Sumber : DPPKD Kabupaten Kendal, 2011
Berdasarkan Tabel 3.13 alokasi dana untuk belanja tidak langsung masih cukup
dominan dibandingkan alokasi dana untuk belanja langsung. Pada tahun 2009 dan
2010, proporsi belanja tidak langsung masih di atas 60% dari total belanja. Namun,
pada tahun 2011 proporsi belanja tidak langsung dapat ditekan dibawah 60% dari
total belanja sedangkan pada tahun 2012 diperkirakan akan naik lagi sekitar 61,01%.


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 23 ~


Tabel 3.14 menunjukkan proporsi belanja langsung terhadap total belanja.
Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa pada tahun 2009 dan 2010, proporsi
belanja langsung terhadap total belanja masih lebih kecil dari 40%. Pada tahun 2011
proporsi belanja langsung terhadap total belanja meningkat hingga lebih dari 40%.
Namun pada tahun 2012 diperkirakan akan menurun. Peningkatan proporsi belanja
langsung terhadap total belanja diharapkan dapat dicapai agar alokasi dana untuk
pembiayaan pembangunan menjadi lebih besar.
Tabel 3.14
Proporsi Belanja Langsung terhadap Total Belanja
Kabupaten Kendal 2009 2012
No Tahun
Belanja
Langsung Total Belanja Proporsi (%)
1 2 3 4 5
1 2009 300.916.637.972 786.579.282.580 38,26
2 2010 309.744.509.329 908.133.645.026 34,09
3 2011 455.767.611.214 1.073.536.206.604 42,45
4 2012 410.152.509.744 1.051.932.397.694 38,99

Arah kebijakan anggaran yang diambil pada tahun 2012 tidak berbeda dengan
tahun 2010, yang secara umum adalah sebagai berikut.
1. Defisit diupayakan sekecil mungkin dengan melakukan efisiensi pada belanja atau
pengeluaran, kebijakan ini perlu diambil supaya APBD 2012 tidak menggunakan
prinsip anggaran defisit, mengingat APDB 2010 merupakan APBD transisi baik dalam
aspek perencanaan pembangunan dan aspek kepemimpinan kepala daerah.
2. Meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk
menutup anggaran.
3. Menghindari pengajuan pinjaman daerah baru pada tahun 2012, untuk mengurangi
beban APBD pada tahun 2013.
4. Belanja daerah dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib digunakan untuk
melindungi dan meningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang diwujudkan dalam
bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas umum yang
layak, serta mengembangkan sistem jaminan sosial.
5. Belanja daerah disusun berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada
pencapaian hasil dari input yang direncanakan, yang bertujuan untuk meningkatkan
akuntabilitas perencanaan, efektivitas, dan efisiensi anggaran.
6. Penyusunan belanja daerah diprioritaskan untuk menunjang efektivitas pelaksanaan
tugas pokok fungsi SKPD dalam rangka melaksanakan urusan pemerintah daerah
yang menjadi tanggung jawabnya.


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ III 24 ~


7. Pembelanjaan Dana Alokasi Umum (DAU), prioritas penggunaannya diarahkan untuk
mendanai gaji dan tunjangan pegawai, kesejahteraan pegawai, kegiatan operasi dan
pemeliharaan serta pembangunan fisik sarana prasarana dalam rangka peningkatan
pelayanan dasar dan pelayanan umum yang dibutuhkan masyarakat.
8. Pembelanjaan Dana Bagi Hasil Pajak diprioritaskan penggunaannya untuk sarana dan
prasarana.
9. Pembelanjaan Dana Alokasi Khusus (DAK) digunakan berdasarkan pedoman yang
ditetapkan pemerintah.




RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ IV 1 ~


BAB IV
PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH


4.1. TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN
Tujuan dan Sasaran Pembangunan Daerah Kabupaten Kendal ini
memperhatikan misi Bupati/Wakil Bupati Kendal terutama meningkatkan kualitas
sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan karakter unggul;
meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat; pembangunan
ekonomi bagi peningkatan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan
menciptakan lapangan kerja yang baru; mewujudkan pemberdayaan masyarakat
desa dan potensi perekonomian desa dengan di dukung penyelenggaraan
pemerintahan yang baik (good governance).
Adapun tujuan dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Kendal sesuai
dengan visi misi RPJMD 2010-2015 adalah sebagai berikut :
Misi 1: Meningkatkan akses, mutu dan kesesuaian pendidikan
Tujuan: Meningkatkan prasarana dan sarana pendidikan dasar dan menengah,
pemerataan pendidikan, kelayakan dan sertifikasi tenaga pendidik dan
kependidikan dan meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia
kerja.
Sasaran :
1. Tersedianya prasarana dan sarana pendidikan yang memadai
2. Meningkatnya APM yang tinggi pada semua jenjang pendidikan
3. Meningkatnya kelayakan dan sertifikasi tenaga pendidik dan kependidikan
4. Meningkatkan akses, pemeratan dan mutu serta relevansi pendidikan
5. Meningkatnya rasio guru dan murid
6. Meningkatnya kesesuaian kurikulum dan kebutuhan dunia kerja
7. Meningkatnya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal
8. Menciptakan kesempatan kerja seluas luasnya bagi pengangguran / pencari
kerja.
9. Meningkatnya tingkat kesejahteraan tenaga kerja
10. Meningkatnya kompetisi berbagai jenis olah raga

Misi 2: Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan
Tujuan: Meningkatkan jumlah prasarana dan sarana pelayanan; tenaga
kesehatan; kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu,


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ IV 2 ~


melalui Jamkesmas dan Jamkesda; komunikasi, Informasi Dan Edukasi (KIE)
bidang kesehatan kepada masyarakat.
Sasaran :
1. Meningkatnya kapasitas prasarana dan sarana kesehatan secara lebih merata
2. Meningkatnya jumlah penduduk yang terlayani tenaga kesehatan dan lembaga
pelayanan kesehatan
3. Meningkatnya pelayanan Jamkesmas dan Jamkesda bagi masyarakat kurang
mampu
4. Meningkatnya sarana dan jangkauan KIE bidang kesehatan kepada
masyarakat
5. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dan pengelolaan keluarga
berencana

Misi 3 : Meningkatkan perkembangan usaha ekonomi produktif masyarakat
Tujuan: Meningkatkan pelayanan dan fasilitas legalitas/perijinan bagi usaha mikro,
kecil dan menengah (UMKM), Usaha Dagang Kecil dan Menengah (UDKM) dan
industri kecil dan menengah (IKM); fasilitasi pembentukan sentra-sentra UMKM,
Usaha Dagang Kecil dan Menengah (UDKM) dan industri kecil dan menengah
(IKM); fasilitasi dan skim kredit permodalan usaha bagi UMKM, Usaha Dagang
Kecil dan Menengah (UDKM) dan industri kecil dan menengah (IKM) dan
meningkatkan kapasitas usaha UMKM, Usaha Dagang Kecil dan
Menengah(UDKM) dan industri kecil dan menengah (IKM) serta meningkatkan
koperasi yang berkualitas.
Sasaran :
1. Meningkatnya legalitas dan perijinan bagi usaha mikro, kecil dan menengah
(UMKM, Usaha Dagang Kecil dan Menengah(UDKM) dan industri kecil dan
menengah (IKM)
2. Meningkatnya jumlah sentra-sentra UMKM, Usaha Dagang Kecil dan
Menengah(UDKM) dan industri kecil dan menengah (IKM) yang telah dibina
3. Meningkatnya akses permodalan usaha bagi koperasi, UMKM, Usaha Dagang
Kecil dan Menengah (UDKM) dan industri kecil dan menengah (IKM)
4. Meningkatnya produktivitas UMKM, Usaha Dagang Kecil dan Menengah
(UDKM) dan industri kecil dan menengah (IKM)
5. Meningkatnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah Tanguh dan Mandiri
6. Meningkanya Koperasi yang berkualitas dan sehat
7. Meningkatknya pendapatan retribusi pasar daerah


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ IV 3 ~


8. Meningkatnya produktivitas dan hasil pertanian dalam arti luas sehingga
meningkatkan kesejahteraan.

Misi 4 : Meningkatkan keberdayaan masyarakat
Tujuan: Meningkatkan program-program penanggulangan kemiskinan;
pemberdayaan dan penguatan kelompok masyarakat dan keterampilan usaha
bagi kelompok masyarakat miskin di perdesaan.
Sasaran :
1. Berkurangnya jumlah penduduk miskin
2. Meningkatnya keberdayaan kelompok masyarakat kurang mampu
3. Meningkatnya jumlah unit-unit usaha masyarakat kurang mampu
4. Terjaminnya hak sipil dan hak politik.
5. Tertangani dan terbinanya penyandang masalah kesejahteraan sosial
6. Menguatnya kapasitas kelembagaan masyarakat
7. Terwujudnya bantuan peningkatan Kualitas Permukiman

Misi 5: Meningkatkan daya saing investasi daerah
Tujuan:
1. Meningkatkan pelayanan dan perijinan investasi; promosi peluang investasi;
jaminan keamanan berusaha dan fasilitasi tenaga kerja dengan keterampilan
yang memadai.
2. Memanfaatkan dan penanganan destinasi wisata budaya khususnya wisata
religi sebagai destinasi unggulan.
Sasaran:
1. Meningkatnya pelayanan dan perijinan investasi
2. Meningkatnya promosi peluang investasi
3. Terjaminnya keamanan berusaha
4. Tersedianya dukungan SDM yang memadai
5. Meningkatnya minat masyarakat dalam bertransmigrasi.
6. Meningkatnya jumlah wisatawan di seluruh destinasi wisata
7. Meningkatnya kelompok sadar wisata

Misi 6: Mengembangkan dan meningkatkan kualitas infrastruktur
Tujuan: Meningkatkan kualitas prasarana jalan dan jembatan; kualitas saluran
irigasi dan kualitas saluran drainase serta jaringan jalan poros desa dan
kecamatan.


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ IV 4 ~


Sasaran:
1. Meningkatnya kualitas prasarana jalan dan jembatan
2. Meningkatnya kualitas sumber daya air
3. Meningkatnya kualitas saluran drainase
4. Terbangunnya jalan poros desa dan kecamatan
5. Meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan darat dan laut
6. Meningkatnya layanan infrastruktur telekomunikasi
7. Meningkatkan kualitas, kapasitas dan kuantitas sarana prasarana
8. Meningkatnya prasarana perekonomian daerah

Misi 7: Menciptakan kondisi kehidupan masyarakat yang aman, tenteram,
dan agamis
Tujuan: Meningkatkan pembinaan keamanan dan ketertiban swadaya;
menurunkan angka kriminalitas di wilayah perbatasan dan terpencil; rasa
ketenteraman dalam masyarakat dan solidaritas dan toleransi, baik inter dan antar
umat beragama serta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Sasaran:
1. Meningkatnya rasa aman dan tertib dalam kehidupan masyarakat
2. Menurunnya angka kriminalitas dan kasus kejahatan dengan pemberatan di
wilayah perbatasan dan terpencil
3. Meningkatnya rasa ketenteraman dalam masyarakat
4. Meningkatnya solidaritas dan toleransi, baik inter dan antar umat beragama
serta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5. Meningkatnya partisipasi dan keterwakilan masyarakat dalam politik.
6. Meningkatnya upaya penanggulangan korban bencana alam

Misi 8: Meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender serta penghargaan
yang tinggi terhadap hak asasi manusia (HAM)
Tujuan: Mengurangi ketimpangan gender; penguatan kelembagaan dan
pemberdayaan perempuan dan menjunjung tinggi HAM.
Sasaran :
1. Meningkatnya indeks pembangunan gender (IPG)
2. Meningkatnya indeks pemberdayaan gender (IDG)
3. Meningkatnya kesadaran hukum oleh masyarakat
4. Meningkatnya pemahaman terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) oleh aparat


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ IV 5 ~


5. Terwujudnya peningkatan sumber daya manusia dan kualitas hidup perempuan
dan perlindungan anak yang kompetitif dan memiliki kompetensi.
6. Terwujudnya masyarakat yang mempunyai kemampuan dan pengetahuan
yang berlandaskan keadilan dan kesetaraan gender dalam penerapan segala
aspek kehidupan.

Misi 9: Menyelenggarakan pemerintahan yang amanah (good governance)
Tujuan: Meningkatkan kinerja penyelenggaraan kinerja pemerintahan daerah yang
demokratis, akuntabel, transparan dan responsif dengan aparatur pemerintahan
yang profesional.
Sasaran:
1. Terwujudnya aparatur yang kompeten dan profesional
2. Terwujudnya akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintah daerah
3. Terwujudnya transparansi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah
4. Terwujudnya penyelenggaraan pelayanan publik yang responsif, efektif dan
efisien
5. Terwujudnya perencanaan pembangunan daerah
6. Meningkatnya kualitas dokumen perencanaan pembangunan daerah
7. Meningkatnya ketersediaan data statistik
8. Meningkatnya ketersediaan data kependudukan
9. Meningkatnya peran dan fungsi kearsipan
10. Meningkatnya pengguna perpustakaan
11. Meningkatnya kualitas bahan pustaka

Misi 10: Mewujudkan lingkungan hidup yang lestari
Tujuan:
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan
kemampuan aparat dalam pengawasan penegakan hukum lingkungan.
2. Mewujudkan perbaikan fungsi lingkungan hidup melalui pengendalian
pencemaran/ kerusakan lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati
Sasaran :
1. Tumbuhnya kelompok-kelompok masyarakat peduli pada kelestarian
lingkungan.
2. Meningkatnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam mengolah
limbah domestik maupun industri.
3. Meningkatnya kemampuan aparat dalam melakukan pengawasan lingkungan.


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ IV 6 ~


4. Meningkatnya upaya penegakan hukum lingkungan.
5. Menurunnya pencemaran lingkungan
6. Berkurangnya kerusakan lingkungan baik berupa kerusakan hutan, lahan,
sumberdaya air maupun ekosistem pesisir
7. Meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat/pelaku usaha terhadap
lingkungan kelestarian lingkungan hidup
8. Tumbuhnya kelompok-kelompok masyarakat peduli kelestarian lingkungan,
termasuk kawasan pesisir.
9. Meningkatnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam upaya
penghematan energi, mengurangi pencemaran dan pengelolaan limbah.

4.2. PRIORITAS PEMBANGUNAN
Adapun prioritas Program pembangunan daerah tahun 2012 adalah sebagai
berikut :
1. Penciptaan Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berwawasan
lingkungan
Peningkatan pelayanan dan fasilitas bagi UMKM, Peningkatan pelayanan
perizinan dan kemudahan investasi serta jaminan keamanan berusaha.
Pengembangan ekonomi yang sejalan dengan RTRW serta berwawasan
lingkungan
2. Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Infrastruktur
Perbaikan infrastruktur vital bagi kegiatan ekonomi masyarakat, seperti
peningkatan kualitas prasarana jalan dan jembatan, kualitas saluran irigasi dan
saluran drainase serta jaringan jalan poros desa dan kecamatan
3. Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan dan Kesehatan Bagi Masyarakat
Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan; peningkatan akses
masyarakat terhadap pendidikan dasar dan layanan kesehatan melalui
jamkesmas dan jamkesda
4. Penanggulangan Kemiskinan
Terkoordinasinya kegiatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kendal,
sehingga kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan SKPD se-Kab
Kendal dapat mencapai hasil yang diharapkan.
5. Penyelenggaraan Pemerintah yang Amanah
Meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang demokratis,
akuntabel, transparan dan responsif dengan aparatur pemerintahan yang
profesional


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 1 ~


BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

No Prioritas Pembangunan Program Indikator Anggaran
1








Penciptaan Pertumbuhan
ekonomi yang
berkelanjutan dan
berwawasan lingkungan






a Bidang Koperasi dan Usaha
kecil Menengah

16.196.000.000
1 Program Penciptaan Iklim
Usaha Mikro Kecil dan
Menengah Yang Kondusif
Fasilitasi KUKM dalam
bidang formalisasi badan
usaha, jaringan
infrastruktur, proses
produksi dan
pengamanan kawasan

255.000.000
2 Program Pengembangan
Kewirausahaan dan
Keunggulan Kompetitif
Usaha Kecil dan
Menengah
fasilitasi KUKM di bidang
kerjasama HAKI,
pelatihan dan penguatan
kelembagaan

391.000.000
3 Program Pengembangan
Sistem Pendukung Usaha
Bagi UMKM
sosialisasi informasi
penyediaan permodalan,
kerjasama antar
lembaga, promosi produk
UKM, kerjasama antar
lembaga dan
pengembangan
kebijakan ekonomi lokal

1.115.000.000
4 Program Peningkatan
Kualitas Kelembagaan
Koperasi
peningkatan kapasitas
koperasi

395.000.000
5 Program Peningkatan dan
Pengembangan Sarana
Pemasaran Produk UMKM
pembangunan sarana
pemasaran produk
UMKM

12.300.000.000
6 Program Dukungan
Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Tehnis
Lainnya
pendataan potensi
UMKM

140.000.000


7

Program Dana Bagi Hasil
Cukai Hasil Tembakau

fasilitasi dan
pengembangan UMKM di
wilayah penghasil
tembakau


1.600.000.000

b Bidang Penanaman Modal
1.640.000.000
1 Program Peningkatan
promosi dan kerjasama
investasi
Jumlah kegiatan promosi
yang dikuti, prosentase
ketersediaan layanan
investasi online sesuai
perklembangan teknologi
dan jumlah jangkauan
pemantauan,
pengendalian serta
pengawasan investasi.

790.000.000


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 2 ~








2 program peningkatan iklim
investasi dan realisasi
investasi
Jumlah perizinan yang
diterbitkan, jumlah
pengusaha yang
difasilitasi, jumlah
pengusaha yang
mendapatkan
persetujuan berinvestasi
baru/perluasan/pengemb
angan, jumlah
pengusaha yang
merealisasikan investasi
dan nilai realisasi
investasi.

675.000.000


3

program penyiapan potensi
sumberdaya, sarana dan
prasarana daerah

Jumlah kegiatan kajian
potensi, peluang dan
layanan investasi dan
jumlah dokumen
perkembangan investasi
yang disusun.


175.000.000















c Ketahanan Pangan
9.366.000.000






1





Program Peningkatan
Ketahanan Pangan





Terkendalinya harga
pangan di Kab. Kendal &
peningkatan distribusi
pangan

9.366.000.000
Pengembangan
konsumsi pangan
beragam dan
pengembangan warung
sekolah

Penanganan desa rawan
pangan, pengembangan
desa mandiri pangan,
penyediaan data
ketahanan pangan

Analisa dan penyusunan
pola konsumsi dan suplai
pangan, pemanfaatan
pekarangan untuk
pengembangan pangan

Terbangunnya Lumbung
pangan desa di
Kabupaten Kendal dan
pengisian lumbung
pangan



d Bidang Pertanian 47.085.270.000










1 Program Peningkatan
Kesejahteraan Petani
Terlaksananya
Peningkatan pengelolaan
kelembagaan petani

6.787.000.000









Penguatan Kelembagaan
Ekonomi Pedesaan
Melalui LM3

Tersalurkannya bantuan
sosial untuk LM3

Pengembangan Usaha
Agribisnis Pedesaan
(PUAP)

2. Program Peningkatan
Ketahanan Pangan
(Pertanian/Perkebunan)
Terlaksananya pelatihan
pasca panen dan
tersalurkannya bantuan
alat pasca panen
perkebunan.

3.675.020.000

















Terlaksananya inisiasi
pengembangan tanaman
bawang merah dan
lengkeng.



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 3 ~






















Terlaksananya program
penggerak membangun
desa kelompok tani
jambu biji getas merah.

Tersalurkannya bantuan
alat pengolahan hasil
pertanian komoditas
padi, jagung dan kedelai.

3. Program Peningkatan
Pemasaran Hasil Produksi
Pertanian/Perkebunan
Jumlah promosi media
massa melalui partisipasi
expo produk Pertanian/
perkebunan.

80.000.000
4. Program Peningkatan
Penerapan Teknologi
Pertanian/ Perkebunan.
Terlaksananya SLPHT
tanaman , dan terjaganya
keamanan produksi
pertanian dengan
penyediaan stok
pestisida.

1.440.150.000





5.




Program Peningkatan
Produksi Pertanian /
Perkebunan.




Terlaksananya
pembinaan dan
pengembangan pupuk
bersubsidi, pemanfaatan
teknologi tepat guna
APPO, penyediaan hand
traktor dan pompa air.

32.903.100.000
Terlaksananya
penyaluran bantuan bibit
tanaman hortikultura.

Tersalurkannya bantuan
alat mesin pertanian ke
kelompok tani.

Terrehabnya /
terbangunnya JITUT,
JIDES, Sumur Resapan,
JUT, DAM, Irigasi Air
Permukaan dan
JAPROD.

Terlaksananya
pengembangan Kelapa
Genjah dan kakao

6. Program Pencegahan dan
penanggulangan penyakit
ternak
- Tersedianya hasil
peternakan yang ASUH,
peningkatan pengawasan
ternak

275.000.000
7 Program Peningkatan
Penerapan Teknologi
Peternakan
Pembangunan biogas

100.000.000


8

Program Peningkatan
pemasaran hasil produksi
peternakan

Pasar ternak layak,
promosi ternak unggulan
daerah

1.825.000.000

e Bidang Perikanan dan Kelautan 18.945.000.000






1

Program Pemberdayaan
Ekonomi Masyarakat
Pesisir

Meningkatnya
keberdayaan dan
kemandirian usaha skala
mikro di kawasan
minapolitan pesisir dan
beroperasinya sarana
usaha mikro di 7 wilayah
pesisir

1.150.000.000
Meningkatnya
keberdayaan perempuan
pesisir



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 4 ~




































2 Program Pemberdayaan
Masy. Dalam Pengawasan
dan Pengendalian Sumber
Daya Kelautan
Terfasilitasinya kelompok
masyarakat pengamanan
sumberdaya kelautan

120.000.000
Meningkatnya luasan
ekosistem mangrove

3 Program Peningkatan
Kesadaran dan Penegakan
Hukum dalam
Pendayagunaan Sumber
Daya Laut
Meningkatnya
pengetahuan masyarakat
tentang UU perikanan

50.000.000
4 Program Peningkatan
Mitigasi Bencana Alam
Laut dan Prakiraan Iklim
Laut
Meningkatnya
pengetahuan ttg mitigasi
dan keselamatan dalam
berlayar

50.000.000
5 Program Pengembangan
Budidaya Perikanan
Tercapainya
pengembangan bibit ikan
unggul. Meningkatnya
pengembangan usaha
perikanan

435.000.000








6







Program pengembangan
perikanan tangkap
meningkatnya
kemampuan kelompok
dalam kelembagaan

16.860.000.000
Terlaksananya
pembuatan terumbu
karang buatan

Terlaksananya
pembuatan rumpon
dasar

Terlaksananya
pengadaan alat tangkap
ramah lingkungan

Terlaksananya
pengadaan sarana TPI

Terwujudnya
pembangunan
breakwater, dermaga dan
pengerukan kolam
pelabuhan serta
reklamasi

Terwujudnya normalisasi
saluran tambak

Tersedianya data base
perikanan



7

Program optimalisasi
pengelolaan dan
pemasaran produksi

Terwujudnya masterplan
pengembangan kawasan
pemasaran perikanan

205.000.000
Terlaksananya sertifikat
tanah nelayan



8

Program pengembangan
kawasan budidaya air laut
dan air tawar

Terwujudnya sarana dan
prasarana kawasan
minapolitan

75.000.000

f Bidang Kehutanan 1.135.551.000
1. Program Pemanfaatan
potensi sumberdaya hutan
Pengembangan Porang,
penyediaan bibit
tanaman kehutanan

165.000.000


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 5 ~








2.

Program Rehabilitasi
Hutan dan Lahan

Terlaksananya kegiatan
rehabilitasi hutan dan
lahan kritis

970.551.000

g Bidang Energi dan Sumberdaya
Mineral
5.105.000.000












1 Pembinaan dan
Pengembangan Bidang
Pertambangan
Meningkatnya jumlah
penambang yang
memiliki Surat Ijin
1000000000
2 Pengawasan dan
Penertiban Kegiatan
Rakyat Yang Berpotensi
Merusak Lingkungan
Meningkatnya jumlah
penambang yang
melaksanakan

500.000.000
3 Pembinaan dan
Pengembangan Bidang
Ketenagalistrikan
Berkurangnya jumlah
dusun yang tidak teraliri
listraik

900.000.000
4 Bantuan Energi Baru
Terbarukan

2.650.000.000


5

Pengawasan dan
Pengendalian pada SPBU
/SPBGE dan Pangkalan
Gas 3 Kg dan dan
Pangkalan Minyak Tanah

Berkurangnya jumlah
distributor dan agen
tanpa ijin


55.000.000

h Bidang Perdagangan 1.265.000.000










1 Perlindungan Konsumen
dan Pengamanan
Perdagangan
Menurunnya jumlah
kasus pengaduan
konsumen

100.000.000
2 Peningkatan dan
Pengembangan Eksport
Meningkatnya nilai
eksport daerah

535.000.000
3 Peningkatan Efisiensi
Perdagangan Dalam
Negeri
Meningkatnya
persentase perusahaan
yang memiliki SIUP

265.000.000


4

Pembinaan Pedagang Kaki
Lima dan Asongan

Meningkatnya
persentase pedagang
kaki lima yang terbina


365.000.000

i Bidang Perindustrian 2.300.000.000










1 Penataan Struktur Industri Meningkatnya
persentase penataan
struktur industri

500.000.000
2 Pengembangan Sentra-
sentra Industri Potensial
Meningkatnya
persentase sentra
industri yang telah
dikembangkan

500.000.000
3 Pengendalian dan
Pencegahan Pencemaran
Industri
Meningkatnya industri
yang ramah lingkungan

570.000.000


5

Dana Bagi Hasil Cukai
Hasil Tembakau

Meningkatnya kualitas
dan pemasaran hasil
industri kecil di
lingkungan industri hasil
tembakau


730.000.000

j Lingkungan Hidup 15.065.000.000




1 Program Dana Alokasi
Khusus Bidang Lingkungan
Hidup
Peningkatan kualitas
lingkungan (pencegahan
pencemaran air dan
udara) Fasilitasi
pengelolaan sampah 3R
1.707.500.000
2 Program Pengendalian
Pencemaran dan
Perusakan LH
Pencegahan
pencemaran air dan
udara
825.000.000


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 6 ~












3 Program Peningkatan
Kualitas dan akses
Informasi SDA dan LH
Tersedianya
data/informasi lingkungan
Sosialisasi lingkungan
175.000.000
4 Program Perlindungan dan
Koservasi SDA
Berkurangnya luas lahan
kritis
300.000.000
5 Program Rehabilitasi dan
Pemulihan Cadangan SDA
Berkurangnya luas lahan
kritis
2.120.000.000


6

Program Pengelolaan dan
Rehabilitasi ekosistem
pesisir dan laut

Meningkatnya kualitas
ekosistem pesisir dan
berkurangnya kerusakan
pesisir

9.937.500.000

2














Pengembangan dan
Peningkatan Kualitas
Infrastruktur












a Pekerjaan Umum 332.061.293.025
1 Program Rehabilitasi/
Pemeliharaan jalan &
jembatan
Terciptanya kelancaran,
keamanan dan
keselamatan berlalu
lintas

88.469.000.000
2 Program Inspeksi Kondisi
Jalan dan Jembatan
Terciptanya kelancaran,
keamanan dan
keselamatan berlalu
lintas

180.000.000
3 Program Pembangunan
Sistem Informasi/ data
base Jalan dan jembatan
Data base jalan dan
jembatan yang akurat

180.000.000
4 Program Peningkatan
saranan dan prasarana
kebinamargaan
Kelancaran aktifitas kerja
600.000.000
5 Program Pengembangan
dan Pengelolaan Jaringan
Irigasi, Rawa dan Jaringan
Pengairan Lainnya
Peningkatan jumlah
panen

4.180.000.000
6 Program Penyediaan dan
Pengelolaan Air Baku
Ketersediaan air baku
4.200.000.000
7 Program Pengendalian
Banjir
Berkurangnya daerah
genangan

2.800.000.000
8 Program Pengembangan
Insfrastruktur Perdesaan
Terlaksananya kegiatan
pembangunan
infrastruktur perdesaan

212.402.293.025
9 Program Pembangunan
Saluran Drainase/ Gorong-
gorong
Meningkatkan kelancaran
aliran air

1.000.000.000
10 Program Pembangunan
Turap/ Talud/ Bronjong
Mengamankan konstruksi
Jalan

1.850.000.000
11 Program Rehabilitasi/
Pemeliharaan Talud/
Bronjong
Meningkatkan kelancaran
aliran air

600.000.000
12 Program Pengembangan,
Pengelolaan dan
Konservasi Sungai, Danau
dan Sumber Daya Air
Lainnya
Ketersediaan air dan
pengendalian kerusakan
sumberdaya air

10.000.000.000


14

Program DAK bidang
Infrastruktur Irigasi

Tercapainya/
terpenuhinya kebutuhan
air irigasi


5.600.000.000








RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 7 ~


b Perumahan 114.389.529.750




























1 Program Lingkungan Sehat
Perumahan
Meningkatkan perbaikan
rumah tidak layak huni
bagi masyarakat
berpenghasilan rendah
5.007.800.000
2 Program Pemberdayaan
Komunitas Perumahan
terwujudnya kawasan
lingkungan yang tertata
dan terpadu
1.650.000.000
3 Program Pembangunan
Saluran Drainase/Gorong-
gorong
Meningkatkan kelancaran
aliran air
310.000.000
4 Program Pengembangan
Kinerja Pengelolaan Air
Minum dan Air Limbah
Tercukupinya kebutuhan
air minum dan
peningkatan kesehatan
masyarakat
508.000.000
5 Program Pembangunan
Infrastruktur Pedesaan
Terlaksananya kegiatan
pembangunan
infrastruktur perdesaan
16.300.500.000
6 Program Peningkatan
Sarana Umum
Terpenuhinya kebutuhan
sarana umum
29.130.645.000
7 Program Peningkatan
Kesiagaan dan
Pencegahan Bahaya
Kebakaran
Kesiapan menghadapi
bahaya kebakaran
8.595.494.750
8 Program Pengelolaan
Areal Pemakaman
Meningkatnya
kenyamanan ziarah,
kebersihan, keindahan
serta kenyamanan
masyarakat
1.680.000.000
9 Program Pengembangan
Kinerja Pengelolaan
Persampahan
Terangkutnya sampah
dan limbah di Kab.
Kendal
7.718.500.000
10 Program Pengelolaan
Ruang Terbuka Hijau
Terpenuhinya kebutuhan
Ruang Terbuka Hijau
33.720.250.000
11 Program Pengembangan
Kinerja
PengelolaanKebersihan/
Pertamanan/ Pemadam
Kebakaran
Terciptanya kebersihan
lingkungan
6.130.340.000
12 Program DAK Bidang
Infrastruktur Air Minum
Terpenuhinya kebutuhan
air minum masyarakat
1.755.000.000


13

Program DAK Bidang
Infrastruktur Sanitasi

Terciptanya lingkungan
yang sehat

1.883.000.000

c Penataan Ruang 5.090.000.000








1 Program Perencanaan
Tata Ruang
Tersusunnya rencana
tata ruang
4.160.000.000
2 Program Pemanfaatan
Ruang
Sosialisasi peraturan
perundang-undangan
tentang penataan ruang
600.000.000


3

Program Pengendalian dan
Pemanfaatan Ruang

Peningkataan koordinasi
aparatur pemerintah dan
masyarakat berkaitan
dengan pengawasan dan
Pengendalian tata ruang

330.000.000












RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 8 ~


d Perhubungan 17.470.500.000














1 Program pembangunan
prasarana dan fasilitas
perhubungan
Terpenuhinya kebutuhan
prasarana dan fasilitas
perhubungan
810.000.000
2 Program rehabilitasi dan
pemeliharaan prasarana
dan fasilitas LLAJ
Meningkatnya
kenyamanan, keamanan
dan aktivitas masyarakat
pengguna fasilitas
angkutan umum
255.000.000
3 Program peningkatan
pelayanan angkutan
Terciptanya pelayanan
angkutan yang baik
439.000.000
4 Program pembangunan
sarana dan prasarana
perhubungan
Terpenuhinya kebutuhan
sarana dan prasarana
perhubungan
13.581.500.000
5 Program pengendalian dan
pengamanan lalu lintas
Tercapainya lalu lintas
yang aman, tertib dan
lancar
2040000000


6

Program DAK Bidang
Keselamatan Transportasi
Darat

Berkurangnya angka
kecelakaan

345.000.000

e Komunikasi dan Informatika 260.000.000










1 Program pengembangan
komunikasi, informasi dan
media massa
Meningkatkan kelancaran
komunikasi
175.000.000
2 Program pengkajian dan
penelitian bidang
komunikasi dan informasi
Terciptanya sarana
komunikasi yang sehat
20.000.000
3 Program fasilitasi
peningkatan SDM bidang
komunikasi dan informasi
Peningkatan SDM bidang
TI di jajaran
Dishubkominfo
25.000.000


4

Program kerja sama
informasi dengan media
massa

Terpenuhinya
keterbukaan sistem
informasi dan mudahnya
akses masyarakat
terhadap komunikasi dan
informasi

40.000.000

3









Peningkatan Akses dan
Mutu Pendidikan dan
Kesehatan Bagi
Masyarakat







a Pendidikan 45.553.194.585




1



Program PAUD



% APK PAUD TK
13.516.558.000
% anak Usia 0 - 6 Tahun
mengikuti Program
PAUD Non Formal
(KB/TPA/POS PAUD )

% guru yang layak
mendidik PAUD dengan
kualifikasi sesuai standar
kompetensi nasional







2



Program Pendidikan Dasar



% APK SD/MI dan %
APK SMP/MTs

14.955.806.585
Terkreditasinya SD tiap 5
th sekali

Terbinanya anak berbudi
dan beraklak mulia/anak
cinta damai






3 Program Pendidikan
Menengah
% APK SMA/MA/SMK
4.877.680.000


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 9 ~















































SMA/SMK dapat
terlayani pelaksanaan
Ujian Nasional/Ujian
Sekolah/UASBN PAI

Pemenuhan standart
sarana/prasarana RSBI







4



Program Peningkatan Mutu
Pendidik dan Tenaga
Kependidikan



% pendidik yang memiliki
kompetensi sebagai
Kepala Sekolah dan
Pengawas

6.956.750.000
Meningkatkan
kompetensi pendidik
untuk memenuhi standar
kompetensi

Penghargaan dan
perlindungan terhadap
profesi pendidik







5



Program Pendidikan Non
Formal dan Informal



% Penduduk Usia
Sekolah yang belum
Sekolah Di SD/MI,
SMP/MTs, SMA/MA
Menjadi peserta didik
program Paket A,B dan C

525.250.000
% penduduk putus
sekolah, pengangguran
dan dari keluarga
prasejahtera menjadi
peserta didik dalam
kursus2
pelatihan/KBU/Magang

% tenaga
pendidik,instruktur atau
penguji praktek
kursus/pelatihan/KBU/de
ngan standar kompetensi
yang diperyaratkan







6



Program Peningkatan
Peran Serta Kepemudaan



% Jumlah pemuda yang
difasilitasi dalam
peningkatan kapasitas
kegiatan pendidikan dan
pelatihan dasar
kepemimpinan

1.625.150.000
Jumlah pemuda yang
difasilitasi dalam
pelatihan kewirausahaan

Jumlah pemuda yang
difasilitasi dalam
penyuluhan pencegahan
penggunaan narkoba
dikalangan generasi
muda






7


Program Pembinaan dan
Pemasyarakatan Olahraga


80% Pelatih cabang
Olahraga memiliki
Sertifikat Keplatihan

1.850.000.000
Jumlah prestasi cabang
olahraga yang diraih baik
regional, nasional dan
internasional




RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 10 ~
































Jumlah olahraga yang
berkembang di
masyarakat







8



Program Manajemen
Pelayanan Pendidikan



Kebutuhan data
pendidikan yg valid
akuntabel untuk
pengambilan kebijakan

1.180.000.000
Penerapan ISO pada
Dinas

Peningkatan kinerja
sekolah dan Evaluasi
prestasi hasil belajar dgn
Rata-rata nilai UN 7,00






9


Program Pengembangan
Budaya Baca dan
Pembinaan Perpustakaan


% Penduduk bebas baca
tulis

66.000.000
APK Dikdas






10


Program Manajemen
Pelayanan Pendidikan


Terciptanya lulusan yang
bermutu dan terampil

1.520.520.000
Ternilainya prestasi
akademik mahasiswa



b Kesehatan 17.416.909.496

































1


Program Obat dan
Perbekalan Kesehatan


Cakupan Ketersediaan
obat yankesdas

341.254.000
rasionalisasi obat















2











Program Upaya Kesehatan
Masyarakat











- Cakupan pelayanan
kesehatan dasar pasien

6.439.034.496
Peningkatan fisik sarana
dan prasarana
pelayanan kesehatan











Jasa Medis Puskesmas
Cakupan Komplikasi
kebidanan yang ditangani
Cakupan pertolongan
persalinan oleh nakes
yang memiliki
kompetensi kebidanan
Cakupan Pelayanan
Nifas
Cakupan kunjugan bayi
Cakupan Pelayanan
anak balita
Cakupan Pemberian
makanan pendamping
ASI anak 6-24 bl gakin
Cakupan Balita gizi buruk
mendapat perawatan
Cakupan peserta KB aktif



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 11 ~


3 Program Pengawasan
Obat dan Makanan
pelayanan kualitas obat
yg optimal dan
masyarakat terlindung
dari bahan pangan
berbahaya

136.500.000
pelayanan kualitas obat
yg optimal dan
masyarakat terlindung
dari bahan pangan
berbahaya


4 Program Promosi
Kesehatan &
Pemberdayaan
Masyarakat
- Tercapainya angka
penurunan kematian
balita melalui surveilans
berbasis masy. khusus
lewat peran aktif FKD.

2.400.000.000
- Teridentifikasinya
berbagai potensi,
masalah dan upaya

Meningkatnya
Kemandirian dan
keterlibatan masyarakat
langsung dalam gerakan
PSN untuk menciptakan
Kawasan Bebas Jentik
(KBJ)


5 Program Perbaikan Gizi
Masyarakat
Revitalisasi Posyandu
dan deteksi garam
beriodium

80.000.000
terdeteksi status gizi baik
& buruk


6 Program Pengembangan
Lingkungan Sehat
Tersedianya sarana
sanitasi

737.000.000
Monitoring, Evaluasi dan
Pelaporan


7 Program Pencegahan dan
Penanggulangan Penyakit
Menular
Cakupan desa/kelurahan
mengalami KLB yang
dilakukan penyelidikan
epidemiologi < 24 jam

2.165.000.000
1. Angka kesakitan (IR)
2. Angka kematian (CFR)
3. Penyemprotan lalat

8 Program Standarisasi
Pelayanan Kesehatan
Rakerkesda
109.150.000
SP3 dan SPM kesehatan
petugas pengolah data &
prasarananya




RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 12 ~


9 Program Pelayanan
Kesehatan Penduduk
Miskin
* Tercapainya penurunan
angka kesakitan akibat
cacingan pada anak usia
SD

3.630.645.000
* Terbiayainya klaim
penderita maskin dalam
memperoleh pelayanan
kesehatan bagi
masyarakat diluar kuota
Jamkesmas

* Diperolehnya data
maskin Kabupaten
Kendal yang berhak
mendapatkan pelayanan
kesehatan


10 Program Peningkatan
Pelayanan Kesehatan
Lansia
pelayanan kesehatan
lansia
11.000.000

11 Program Pengawasan dan
Pengendalian Kesehatan
Makanan
Pengawasan laik higiene
sanitasi TPM
56.000.000

12 Program Peningkatan
Keselamatan Ibu
Melahirkan dan Anak
Cakupan kunjungan ibu
hamil K-4
55.000.000

13 Program DAK Kesehatan Cakupan sarana
prasarana puskesmas

1.256.326.000
Cakupan ketersediaan
obat di puskesmas



4 Penanggulangan
Kemiskinan
a Tenaga Kerja dan Transmigrasi
6.342.320.000
1 Program Pemberdayaan
FM dan PMKS lainnya
FM dan PMKS lainnya
dapat melaksanakan
fungsi Sosial

852.100.000
meningkatkan
pendapatan KM

Adanya data PMKS,
PSKS, ke TK an, ke
transmigrasian dan
kepelatihan

Meningkatkan
keterampilan usaha
ekonomi prod. FM


2 Program pelayanan dan
rehab kesejahteraan sosial
meningkatnya taraf
kesejahteraan PMKS

291.000.000
Korban bencana dapat
melaksanakan fungsi
sosial

Meningkatnya
kesejahteraan PMKS dan
Kel. Perintis
kemerdekaan/pejuang/ke
l



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 13 ~



3 Program pembinaan anak
terlantar
meningkatnya
ketrampilan dan
berkembangnya bakat
Anak Terlantar

195.000.000
meningkatnya taraf
kesejahteraan anak
terlantar


4 Program pembinaan para
penyandang cacat dan
trauma
tersedianya data
penyandang cacat dan
penyakit kejiwaan

85.000.000
meningkatnya
kesejahteraan
penyandang cacat

meningkatnya
ketrampilan tenaga
pelatih/pendidik


5 Program pembinaan panti
asuhan/panti jompo
meningkatnya
ketrampilan tenaga
pelatih/pendidik
30.000.000

6 Program pemninaan eks
penyandang penyakit
sosial
Meningkatnya
Kesejahteraan eks
penyandang penyakit
sosial

100.000.000
( Ex Napi, PSK,anrkoba
dan penyakit osial lainnya )


7 Program pemberdayaan
kelembagaan
kesejahteraan sosial
Terbinanya organisasi
sosial

187.000.000
Meningkatnya peran
masyarakat dan dunia
usaha di bidang sosial

Meningkatnya jejaring
kerjasama pelaksana
usaha kesejahteraan
sosial


8 Program peningkatan
kualitas dan produktifitas
tenaga kerja
Adanya BLK yang dapat
di masyarakatkan

1.172.020.000
Tersedianya peralatan
keterampilan

Adanya tenaga
kepelatihan dan
instruktur BLK yang
profesional


9 Program Peningkatan
Kesempatan Kerja
Adanya pendapatan
masyarakat di saat sepi
kerja

2.166.000.000
Tersusunnya informasi
bursa tenaga kerja

Tersebarnya informasi
bursa tenaga kerja

Adanya kerjasama
pendidikan dan pelatihan
pencari kerja



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 14 ~


Tersedianya tenaga kerja
siap pakai

Tersedianya lembaga
bagi pencari kerja

Adanya fasilitas pelatihan
bagi pencari kerja


10 Program perlindungan dan
pengembangan lembaga
ke TK an
terbinanya PJTKI dan LP
PJTKI

509.200.000
Perselisihan hubungan
industrial terselesaikan

Berbagai peraturan ke
TK an tersosialisasikan

Keselamatan dan
kesehatan kerja terawasi

Tersusunnya UMKM
2012

Berlakunya UMK
terawasi

Sistem pengupahan
tersosialisasi

CTKI dan TKI
mempunyai bekal kerja

Masalah kebijakan
ketenagakerjaan
terpecahkan


11 Program pengembangan
wilayah transmigrasi
Adanya kerjasama
dengan daerah lokasi
transmigrasi

555.000.000
Tersedianya prasarana
dan sarana

Transmigran ditempatkan
di Luar Jawa

Terpantau dan
termotivatornya lokasi
transmigrasi


12 Program Transmigrasi
lokal
Terpenuhinya informasi
transmigran

200.000.000
Calon transmigran
memiliki ketrampilan


b Kependuduan dan Catatan Sipil 3.671.300.000
1 Program Penataan
Administrasi
Kependudukan dan
Pencatatan Sipil
Terlaksanaya pelatihan
tenaga operator Siak

3.671.300.000
Terciptanya sistem dan
data base kependudukan

Terciptanya penataan
administrasi
kependudukan dan
catatan sipil



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 15 ~


Terciptanya informasi
pelaporan kependudukan

Tersedianya informasi
data kependudukan

Terciptanya peningkatan
pelayananmasyarakat

Tersedianya data base
kependudukan

Meningkatnya SDM
Aparatur kependudukan

Terciptanya sosialisasi
kependudukan

Tercukupinya sarana dan
prasarana perkantoran

Terlaksananya
monitoring, evaluasi &
pelaporan

Terciptanya data
penduduk rentan

Terciptanya data
kelahiran bayi lahir yang
belum berakta

Tertib administrasi
dokumen kependudukan

Meningkatnya kesadaran
masyarakat terhadap
adminduk

Tertib
administrasidokumen
kependudukan

Terlaksananya
pewnerapan E KTP


c Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa
42.099.000.000
1 Program Peningkatan
Keberdayaan Masyarakat
Terbentuknya
LPMD/LPMK

35.312.500.000
Pelatihan Tenaga teknis
dan masy

Jumlah rakor TKPKD
Terlaksananya kegiatan
pembangunan PNPM di
Kabupaten Kendal

Terselenggaranya
Pemberdayaan Sosial
Budaya Masyrakat

Meningkatkan kegiatan
Pembangunan Desa/Kel


2 Program Pengembangan
Lembaga Ekonomi
Pedesaan
Jumlah Peserta Pelatihan
Ketrampilan, Pengelola
Badan Usaha Milik Desa

496.000.000
Jumlah kelompok usaha
masyarakat Perdesaan



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 16 ~


- Jumlah Penerima
bantuan bagi UMKM di
Perdesaan, Posyantek
Prcnthan, Jumlah
Posyantek yang
menerima biaya
penunjang

Jumlah Pasar desa yang
terbina secara
administratif dan
manajerial

Jumlah Desa yang
Menerima dana bantuan


3 Program peningkatan
partisipasi masyarakat
dalam membangun Desa
- Jumlah Kelompok
Badan Pengelola Sarana
(BPS).

5.625.000.000
Tersusunnya RPJMDes
yang benar dan akurat

- Pemberian bantuan
Rehab Rumah Tidak
Layak Huni.

- Pemberian Bantuan
Perbaikan Fasilitas
Lingkungan Permukiman.

- Monitoring & eva luasi
Bantuan Sosial Prov.
Jateng & APBN

kegiatan Pembangunan
Desa/Kel

Jumlah Kelurahan yang
Menerima

- Temuan alat/mesin
yang baru


4 Program peningkatan
kapasitas aparatur
pemerintah desa
Meningkatkan kegPemb
Desa/Kel

150.000.000
Tersusunnya Data Profil
Desa / Kel


5 Program peningkatan
peran perempuan di
perdesaan
Jumlah Desa Peserta
Pelatihan Ketrampilan
Wanita Pedesaan

75.500.000

6 Program Dana Bagi Hasil
Cukai Hasil Tembakau
Jumlah desa penerima
Bantuan Gabah dalam
upaya pengentasan
Kemiskinan

440.000.000
Meningkatkan
pendapatan buruh tani
tembakau di wilayah /
Desa penghasil
tembakau


5 Penyelenggaraan
Pemerintah yang
Amanah
a Perencanaan Pembangunan
Daerah
5.120.000.000
1 Program Pengembangan
Data/Informasi
Terpenuhinya data
evaluasi kinerja
pembangunan daerah

445.000.000


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 17 ~


Terpenuhinya data
perencanaan yang
komprehensif

Terpenuhinya data
pembangunan ekonomi
yang komprehensif

Terbaharuinya data dan
informasi profil daerah

Terlaksananya
Pelayanan penelitian dan
Buku Kumpulan Hasil
Penelitian

Terlaksananya fasilitasi
strategi inovasi daerah

Memperlancar kegiatan
Penyusunan Profil
Daerah

Terpenuhinya data inflasi
dan IHK di Kabupaten
Kendal

Terpenuhinya data
pembangunan manusia
di kabupaten Kendal

2 Program Perencanaan
Pengembangan Wilayah
Strategis dan Cepat
Tumbuh
Terkoordinasinya
penataan ruang
Kabupaten Kendal

75.000.000




3 Program Perencanaan
Pengembangan Kota-Kota
Menengah dan Besar
Perubahan perilaku sehat
di masyarakat miskin

410.000.000


Perubahan perilaku sehat
di masyarakat





4 Program Perencanaan
Pembangunan Daerah
Terlaksananya
musrenbang

260.000.000


Tersusunnya RKPD



Terlaksananya tahapan
perencanaan,
pelaksanaan, dan hasil
kerja kegiatan
pembangunan di
Kabupaten Kendal

5 Program Perencanaan
Pembangunan Ekonomi
Berkurangnya angka
kemiskinan di wilayah
perkotaan

1.080.000.000
Terwujudnya sinergitas
program-program SKPD
koordinasi bidang
ekonomi

Meningkatnya usaha
ekonomi masyarakat

6 Program Perencanaan
Sosial dan Budaya
Pendidikan usia dini, life
skill, kesetaraan gender,
keaksaraan dan
ketenagakerjaan

760.000.000
Terlaksananya koordinasi
perencanaan bidang
Pemerintahan menuju
tata kelola pemerintahan
yang baik



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 18 ~


Terlaksananya koordinasi
dalam pemecahan
masalah-masalah daerah
sehingga tercipta kondisi
yang dinamis antar
daerah

Teridentifikasinya dan
teranalisisnya target-
target capaian
pembangunan Bidang
Pemerintahan Dalam
Negeri di Kabupaten
Kendal

Teridentifikasinya dan
teranalisisnya
penyerahan urusan
pemerintahan kabupaten
kepada desa untuk
peningkatan kualitas
pelayanan publik dan
pemberdayaan
masyarakt desa

Terwujudnya
pelaksanaan tugas
Bidang Pemerintahan
sosial dan budaya sesuai
dengan perencanaan

7 Program Perencanaan
Prasarana Wilayah dan
Sumber Daya Alam
Terbinanya petani
pemakai air (P3A)
Dharma Tirta di
Kabupaten Kendal

2.090.000.000
Terkoordinasinya
kegiatan di bidang
sumber daya alam dan
lingkungan hidup di
Kabupaten Kendal

Terlaksananya kegiatan
DAK ke PU an dan
Lingkungan Hidup di
Kabupaten Kendal yang
memenuhi persyaratan

Tersedianya informasi
Kecamatan percontohan
di Kec. Singorojo

Tersedianya informasi
Kecamatan percontohan
di Kec. Boja

Tersedianya informasi
Kecamatan percontohan
di Kec. Limbangan

b Otonomi Daerah, Pemerintahan
Umum, Administrasi Keuangan
22.232.938.560
1 Program Peningkatan
Keamanan dan
Kenyamanan Lingkungan
Peningkatan kemampuan
dan ketrampilan
Hansip/Linmas

820.000.000
Meningkatnya keamanan
dan kenyamanan di
lingkungan masyarakat

Meningkatnya koordinasi
dan pelaksanaan tugas
Satlinmas


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 19 ~


2 Program Pencegahan Dini
Penanganan Korban
Bencana Alam
Kewaspadaan aparat dan
masyarakat terhadap
bahaya bencana
meningkat

360.000.000
Tersedianya peralatan
SAR, dan perawatan
perahu karet yang
memadai


Meningkatnya
ketrampilan aparat dan
masyarakat dalam PB

3 Program Peningkatan
Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja
dan Keuangan
Jumlah laporan
keuangan Setda

3.190.000

4 Program Peningkatan
Pelayanan dan Kinerja
Aparatur Pemerintahan
Jumlah tunjangan
petugas Sandi, ajudan
dan PKK
1.787.757.400

Jumlah pembayaran
rumah tangga dinas,
pembayaran listrik,
telepon, air, jamuan tamu
rumah dinas dll
keperluan rumah tangga
Bupati/Wakil Bupati


Jumlah upah/ gaji PTT
Setda

Jumlah pengelolaan
administrasi kearsipan
dilingkungan Setda
Kendal


Jumlah penunjang
penarikan retribusi


Jumlah penunjang
kegiatan kesekretariatan
dan peringatan hari-hari
besar


5 Program Peningkatan dan
Pengembangan
Pengelolaan Keuangan
Daerah
Jumlah laporan
keuangan daerah

108.702.000




6 Program Peningkatan dan
Pengembangan
Pengelolaan Keuangan
Daerah
Buku Standarisasi
Satuan Harga
351.800.000

Buku Administrasi
Barang Daerah

Pelaksanaan Lelang
Tanah eks.bengkok dan
eks.bondo desa

Buku Neraca Aset


Papan / Plakat Nama
Tanda kepemilikan Aset
Daerah

7 Program : Pengamanan
Aset Daerah
Jumlah dari jenis barang
milik Daerah yang
terpelihara
200.000.000

8 Program : Pembinaan dan
Fasilitasi Keuangan desa
Terpenuhinya Penunjang
kegiatan Lelang dengan
baik 388.900.000

Terlunasinya
Pembayaran PBB Tepat
Waktu


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 20 ~



Melaksanakan
Inventarisasi Barang Milik
Daerah

9 Program : Peningkatan dan
Pengembangan
Pengelolaan Keuangan
Daerah
Standarisasi Harga
235.000.000

Daftar Rencana
Kebutuhan Barang


Unit Layanan Pengadaan


Kegiatan Pengedaan
Barang

Kataloq Elektronik


10 Program : Peningkatan
Pelayanan Kedinasan
Kepala Daerah Wakil
Kepala Daerah
Sarana Prasarana Kantor 1.000.000.000




11 Program Penataan
Kelembagaan dan
Ketatalaksanaan
Jml Buku Profil
Perangkat Daerah
1.830.000.000

Jml Buku Standart
Kompetensi jabatan


Jml Buku Syarat Jabatan


Jml Peserta Diklat Anjab


Jml Buku Indek
Kepuasan

Jml Bendera Daerah,
Bendera Jabatan Kepala
Daerah, & Bedge
Pakaian Dinas


Jml SKPD Yang
Mengikuti

Jml Pegawai yang
terlayani administrasi
kepegawaiannya

Prosentase pelanggaran
kedisiplinan pegawai


Jumlah tersusunnya
pertanggungjawaban
kinerja yang legitimate


Tersusunnya penetapan
kinerja kabupaten kendal


Jumlah pegawai yang
mengikuti Diklat


Prosentase
berkurangnya tindak
penyalahgunaan dan
penyelewengan
wewenang

Terciptanya himne
Kendal

Tersusunnya SPM di
setiap SKPD


Prosentase jumlah SKPD
yang melaksanakan SOP


Jumlah SKPD yang
mengetahui

Jml Buku petunjuk



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 21 ~



Jml SKPD Yang
Mengikuti

Jml Buku Pedoman


Jml Buku Pedoman


Jumlah SKPD yang
memahami reformasi
birokrasi

Jumlah SKPD yang
dievaluasi kelembagaan





12 Informasi dan Komunikasi Tersampaikannya
Informasi pembangunan
dari Pemkab ke
Masyakat
110.000.000

Terwujudnya Komunikasi
Pemkab - Masyarakat
Melalui SMS

Terdokumentasikannya
Naskah Sambutan Bupati


Tersedianya Sambutan
untuk acara Bupati dan
Wakil Bupati

Terpadunya Kegiatan-
kegiatan Humas se-Kab.
Kendal




13 Pemberitaan Terfasilitasinya kegiatan
pemberitaan di
Kabupaten Kendal

340.000.000

Terfasilitasinya kegiatan
Pemkab.

Tereksposnya kegiatan
Pemkab

Terbitnya Majalah Pemda


Tersedianya media
penyampai informasi
Pemda dan Masyarakat

Terfasilitasinya kegiatan
siaran radio pada masy.


Terfasilitasinya Para
insan pers dalam ekspos
potensi daerah




14 Protokol Terfasilitasinya Kegiatan
Protokoler Pimpinan
Daerah

140.000.000

Tersedianya Sarana dan
Prasarana


Terlaksananya Upacara
Pengibaran Bendera
Sebagai wujud cinta
tanah air


Terciptanya Sumber
daya Keprotokolan yang
Profesional dan
berkualitas





15 Program Penataan
Peraturan Perundang-
undangan
Tersusunnya raperda
dan LDL/berita daerah
serta naskah akademik
Kabupaten Kendal

731.600.000


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 22 ~



Tersusunnya hasil
pengkajian, penelitian
terhadap Per. Bupati,
Kep. Bupati dan
Perjanjian MOU

Terlaksananya sosialisasi
produk hukum daerah di
Kabupaten Kendal


Terlaksananya konsultasi
hukum, penyuluhan
hukum dan pemberian
bantuan hukum


Terselenggaranya
kegiatan RANHAM di
Kabupaten Kendal

Terlaksananya SJDI
hukum yang baik


Tersusunnya buku
himpunan Perda / Perbup


Terbentuknya
KADARKUM dan
terselenggaranya lomba
tingkat kabupaten


16 Program Dana Bagi Hasil
Cukai Hasil Tembakau
Terlaksananya sosialisasi
peraturan perundang-
undangan bidang cukai

72.000.000

17 Program penataan dan
penyempurnaan kebijakan
sistem dan prosedur
pengawasan
Jumlah dokumen LPPK
440.000.000

Jumlah dokumen
LKpj,LPPD,ILPPD


Jumlah kelurahan


Jumlah kecamatan


Jumlah Kecamatan


18 Program Peningkatan
Kerjasama Antar Daerah
% presentase kegiatan
50.000.000

19 Program Penataan daerah
otonomi baru
Jumlah pilar batas
daerah

205.000.000

Jumlah kelurahan dan
dokumen

20 Program Peningkatan
Kapasitas sumberdaya
Aparatur
Jumlah peserta
pembinaan

215.000.000

Jumlah Peserta Bintek


21 Program Peningkatan,
penataan penguasaan,
kepemilikan, penggunaan
dan pemanfaatan tanah
Jumlah bidang tanah
250.000.000

Jumlah desa yang
mendapatkan
penyuluhan

22 Program Pembinaan dan
Fasilitasi Pengelolaan
Keuangan Desa
Jumlah desa yang telah
dibina

2.204.764.160


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 23 ~



Jumlah draft raperda
yang disusun dalam
rangka penataan
organisasi pemdes
secara yuridis

Jumlah kegiatan rakor


Jumlah buku bahan
penunjang tertib
administrasi

Jumlah desa yang telah
tertata batas desanya


Jumlah balai desa yang
mendapat bantuan


Jumlah desa baru hasil
pemekaran


Jumlah desa yang telah
memperoleh pembinaan
dan fasilitasi APBDes


Jumlah kegiatan
penggendalian ADD


Jumlah kegiatan
sosialisasi

Jumlah bendaharawan
yang memperoleh bintek


Jumlah jabatan Kades
yang terisi

Jumlah jabatan
perangkat desa yang
terisi

Jumlah mantan kades
dan perangkat desa yang
mendapat tali asih


Jumlah kegiatan
pengendalian tambahan
penghasilan

Jumlah kades yang telah
mendapat diklat


Jumlah perangkat desa
yang telah mendapat
diklat

Jumlah kegiatan
sosialisasi dan evaluasi
penyusunan LPPDesa

23 Program peningkatan
pengembangan sistem
capaian pelaporan capaian
kinerja dan keuangan
Tersajinya laporan
keuangan tepat waktu
dan sesuai SAP

425.000.000

Tersajinya laporan
keuangan tepat waktu
dan sesuai SAP

24 Program peningkatan dan
pengembangan
pengelolaan keuangan
daerah.
Terwujudnya Sistem
Informasi Pengelolaan
Keuangan Daerah
Kabupaten Kendal

3.199.000.000

Terselenggaranya
bimbingan teknis
penatausahaan
keuangan

Terwujudnya tertib
administrasi keuangan
daerah


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 24 ~



Peningkatan penerimaan
PBB Tahun 2012


Terlaksanany proses
penganggaran APBD
Kabupaten Kendal


Tersusunnya RKA-SKPD
yg sesuai dengan
peraturan per UU yang
berlaku


Terwujudnya
Penyusunan DPA dan
DPPA SKPD yang baik
dan benar


Terlaksananya
Penyusunan Buku APBD
dan Perubahan APBD

Terwujudnya
Penyusunan SPD dan
Anggaran Kas yang baik
dan benar


Tersusunnya produk
hukum yang berkaitan
dengan penatausahaan
keuangan


Tersusunnya buku
perencanaan pendapatan
daerah

Terwujudnya tertib
administrasi keuangan
SKPD

Terwujudnya tertib
administrasi keuangan
SKPD

Terwujudnya
pengelolaan gaji dan
tunjangan sesuai aturan
yang berlaku


Terwujudnya SPT PPh
21 sesuai aturan yang
berlaku

Tertatanya arsip
keuangan

Jumlah Subjek dan
Obyek Pajak daerah
yang di data

Jumlah Obyek dan
Subyek Pajak Daerah


pemahaman WP thp
SPPT PBB yang telah
diterbitkan

Terselenggaranya bintek
bagi petugas
pengelolaan Retribusi
Daerah


Terselenggaranya bintek
bagi bendahara
penerimaan

Terwujudnya laporan
yang benar

Tersajinya nilai belanja
modal pada neraca
sesuai harga perolehan


Tersedianya pedoman
penyusunan RKA



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 25 ~



Terselenggaranya bintek
penyusunan laporan
keuangan akhir tahun


Terselenggaranya
pembinaan bagi
bendahara penerimaan

Jumlah Data Subjek dan
Obyek Pajak Bumi dan
Bangunan yang didata


25 Program peningkatan
sistem pengawasan
internal dan pengendalian
pelaksanaan kebijakan
Kepala daerah
Tercapainya program
kerja pengawasan
tahunan

1.369.000.000

Terlaksananya
penyelesaian hasil
pengawasan masyarakat
dan aparatur di
lingkungan pemda




Terlaksananya
penyelesaian hasil
pengawasan masyarakat
dan aparatur
dilingkangan pemda




Tercapainya koordinasi
pengawasan di lingk.
pemerintah daerah


Terlaksananya hasil
evaluasi kinerja aparatur
pemerintah kabupaten
Kendal


Tercapainya hasil
penilaian angka kredit
PFA

Tercapainya evaluasi
kinerja aparatur


Tercapainya hasil
pelaporan pajak-pajak
pribadi

Tercapainya reviuw
laporan keuangan daerah
oleh Inspektorat

26 Program peningkatan
profesionalisme tenaga
pemeriksa dan aparatur
pengawasan
Terselenggaranya
peningkatan kinerja
aparat pengawas

135.000.000

Terlaksanaya pelatihan
teknis pengawasan dan
penilaian

27 Program Peningkatan
Kapasitas Sumber Daya
Aparatur
Jumlah CPNS yang
mengikuti Diklat
Prajabatan

3.543.445.000

Jumlah pejabat struktural
yang mengikuti Diklat
Pim.

Jumlah PNS yg terkirim
mengikuti Diklat TF


Jumlah PNS yg ikut ujian
dinas KP&ujian dinas
KPPI


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 26 ~



Jumlah CPNS yg
mengikuti Diklat
kesemaptaan

Jumlah kegiatan tes
kompetensi Pejabat
Eselon II


28 Program Pembinaan dan
Pengembangan Aparatur
Jumlah pelaksanaan
rapat Baperjakat

1.717.780.000

Jumlah penambahan
PNSD

Jumlah SIDAK dan
penyelesaian kasus
kepegawaian

Jumlah peserta yg ikut
seleksi IPDN


Jumlah pelaporan
kegiatan kepegawaian
(bulan)

Jumlah pelaksanaan
kegiatan pelantikan


Jumlah PNS yang
disumpah janji

Jumlah SK KP dan PMK
yang terselesaikan


Jumlah SK PNS yang
terbit

Jumlah SK Pensiun yang
diterbitkan


Jumlah Pegawai yang
mutasi

Jumlah PNS yg
mengajukan Ijin Belajar &
penggun. gelar

Jumlah Kegiatan
Penyusunan Formasi
PNSD

Jumlah Kegiatan
Penetapan NIP

Jumlah kegiatan tes
kompetensi Pejabat
Eselon II

Jumlah kegiatan
penyusunan formasi JF
Khusus

Jumlah kegiatan
penyusunan Standar
Kompetensi jbtn

Jumlah pegawai yg
kinerjanya terpantau
(CPNS)

29 Program Peningkatan
Kesejahteraan Pegawai
Jumlah pegawai yang
mendapatkan
perlindungan jiwa

35.900.000

Jumlah PTT
yangmendapatkan dana
santunan kematian




30 Program Peningkatan
Kualitas Pengelolaan
Administrasi Kepegawaian
Jumlah Peserta Rakorbid
Kepegawaian

297.449.000

Jumlah Penerbitan Dok.
Kelengkapan Adm. PNS



RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ V 27 ~



Prosentase
Pengembangan
Webbase PNS/CPNS

Jumlah Verifikasi Data
dan Penerbitan SK PTT


Prosentase Penerapan
SAPK Online


Jumlah Arsip
Kepegawaian yang
tertata





RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ VI - 1 ~


BAB VI
PENUTUP

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kendal Tahun 2012
merupakan rencana tahunan yang menjadi pedoman dalam penyusunan Kebijakan
Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun
2012 untuk disepakati bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kendal sebagai
pedoman menyusun RAPBD Tahun Anggaran 2012. Untuk itu perlu ditetapkan
kaidah-kaidah pelaksanaan :
1. Sebagai pedoman penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (RAPBD), RKPD ini disusun dengan pendekatan dalam penganggaran
keuangan daerah, yaitu Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah yang telah disempurnakan dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007.
2. RKPD Tahun 2012 tidak hanya memuat kegiatan-kegiatan dalam kerangka
investasi pemerintah dan pelayanan publik, tetapi juga memuat rancangan
kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan
pendanaannya.
3. Satuan Kerja Perangkat Daerah dan seluruh stakeholders pembangunan
termasuk masyarakat luas dan dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan
program-program RKPD Tahun 2012 dengan sebaik-baiknya.
4. Agar dapat dicapai sinkronisasi dan sinergitas pelaksanaan setiap program dan
kegiatan baik yang bersumber dari APBD maupun dari APBN, maka setiap
Satuan Kerja Perangkat Daerah agar menyusun rencana kegiatan Tahun 2012
dengan mendasarkan RKPD 2012.
5. Guna tercipta efisiensi dan efektivitas pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah
Daerah Tahun 2012, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah berkewajiban
untuk melakukan pemantauan terhadap penjabaran dan sinergitas RKPD tahun
2012 ke dalam rencana kegiatan SKPD dan Kebijakan Umum Anggaran APBD
tahun 2012 serta prioritas dan plafon anggaran Tahun 2012.

Keberhasilan pembangunan daerah selain ditentukan oleh kualitas produk
perencanaan, juga sangat ditentukan oleh sikap, mental, tekad, semangat, kejujuran
dan disiplin para pelaku pembangunan (stakeholders) dalam mengimplementasikan
rencana. Dengan demikian pelaksanaan pembangunan diharapkan mampu menjawab


RKPD Kabupaten Kendal 2012

~ VI - 2 ~


dan mengurangi permasalahan yang ada, dan memanfaatkan serta mengelola potensi
sumberdaya yang dimiliki, yang semuanya akan bermuara pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat.




BUPATI KENDAL


WIDYA KANDI SUSANTI