Anda di halaman 1dari 134

Tugas Perencanaan Elemen Mesin

Gear Box
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%
BB I
PEN!"ULUN
%&%& La'ar Bela(ang&
Tugas Perencanaan Mesin ini merupaan Tugas yang diberikan guna
melengkapi nilai tugas mahasiswa pada Jurusan Teknik Mesin, Fakultas
Induatri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, pada Jenjang Sarjana Selain
itu bahwa dalam tugas ini berguna untuk meningkatkan kemampuan
mahasiswa Teknik Mesin terutama dibidang Teknik
!alam Perencanaan Mesin kali ini, mencoba mengangkat permasalahan
tentang "earbo# "earbo# merupakan suatu komponen dari suatu mesin yang
berupa rumah untuk roda gigi $omponen ini harus memiliki konstruksi yang
tepat agar dapat menempatkan poros%poros roda gigi pada sumbu yang benar
sehingga roda gigi dapat berputar dengan baik dengan sedikit mungkin
gesekan yang terjadi
Selain harus memiliki konstruksi yang tepat, terdapat beberapa kriteria
yang harus dipenuhi oleh komponen ini yaitu dapat meredam getaran yang
timbul akibat perputaran dan gesekan antar roda gigi
!ari kesulitan konstruksi yang disyaratkan dan pemenuhan kriteria yang
dibutuhkan, maka kami bermaksud membuat produk tersebut sebagai objek
pembuatan Tugas Perencanaan &lemen Mesin Pembuatan produk tersebut
dengan memperhatikan spesi'ikasi yang diinginkan
%&)&Ma(su* *an Tu+uan
!isamping untuk memenuhi kurikulum S( Jurusan Teknik Mesin
ITATS,tugas ini juga dimaksudkan )
a Agar mahasiswa dapat menerapkan teori yang diperoleh dari
perkuliahan sehingga dapat menerapkan secara langsung
dilapangan
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
)
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
b Agar mahasiswa dapat mengetahui hal%hal yang berkaitan dengan
permasalahan pada perencanaan "earbo#, seperti gaya%gaya pada
roda gigi reaksi pada poros dan yang lainnya
c Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang
memiliki kemampuan akademik yang dapat menerapkan,
mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan dan
teknologi
d Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
mengupayakan penggunaan "earbo# untuk meningkatkan tara'
hidup masyarakat kearah yang lebih baik
((Ba'asan Masala,
$arena dalam masalah perencanaan roda gigi adalah sangat luas,
menyangkut berbagai macam disiplin ilmu, maka dilakukan pembatasan
permasalahan Permasalahan yang akan dibahas pada perencanaan elemen
mesin tentang roda gigi transmisi ini antara lain)
a Perencanaan *oda "igi
b Perencanaan Poros
c Perencanaan Pasak
d Perencanaan +antalan
e Perencanaan Pelumasan
%&-& Sis'ema'i(a Penulisan
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
.
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
!alam penulisan perencanaan "ear +o# disajikan dalam bentuk +ab per
+ab yang kemudian diuraikan dalam sub +ab Adapun +ab%bab yang ada secara
garis besar adalah sebagai berikut )
+A+ I ) P&,!A-./.A,
+erisi tentag latar belakang, maksud dan tujuan, batasan masalah, metode
pengambilan data dan sistematika penulisan
+A+ II ) !ASA* T&0*I
+erisi tentang jenis%jenis roda gigi, rumus dasar roda gigi, poros, bahan dasar
poros, pasak, bantalan dan systempelumasan
+A+ III ) M&$A,ISM& SIST&M T*A,SMISI
+erisi tentang gambar sket perencanaan sistem transmisi
+A+ I1 ) P&M+A-ASA, SIST&M T*A,SMISI
+erisi tentang perhitungan perencanaan sistem transmisi perhitungan
pertencanaan poros, perhitungan pertencanaan pasak, perhitungan pertencanaan
bantalan dan perhitungan pertencanaan pelumasan
+A+ 1 ) P&,.T.P
+erisi tentang kesimpulan hasil perencanaan sistem transmisi dan saran
!AFTA* P.STA$A
/AMPI*A,%/AMPI*A,
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
-
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
BB II
!S# TEO#I
)&%& #o*a Gigi
Pada dasarnya sistem transmisi roda gigi merupakan pemindahan
gerakan putaran dari satu poros ke poros yang lain hampir terjadi disemua
mesin *oda gigi merupakan salah satu yang terbaik antara sarana yang ada
untuk memindahkan suatu gerakan *oda gigi dikelompokkan menurut letak
poros putaran atau berbentuk dari jalur gigi yang ada $euntungan dari
penggunaan sistem transmisi diantaranya )
( !apat dipakai untuk putaran tinggi maupun rendah
2 $emungkinan terjadinya slip kecil
3 Tidak menimbulkan kebisingan
Adapun klasi'ikasi dari roda gigi antara lain )
2(( #o*a Gigi Lurus /Spur gear0
*oda gigi lurus dipakai untuk memindahkan gerakan
putaran antara poros%poros yang sejajar 4ang biasanya berbentuk
silindris dan gigi%giginya adalah lurus dan sejajar dengan sumber
putaran Pengunaan roda gigi lurus karena putarannya tidak lebih
dari 3566 rpm dan kecepatan keliling tidak lebih dari 7666
't8menit Ini tidak mutlak, spur gear dapat juga dipakai pada
kecepatan diatas batas%batas tersebut
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
1
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
"ambar 2( *oga "igi /urus
2(2 #o*a Gigi Miring /Helical gear0
*oda gigi miring dipakai untuk memindahkan putaran
antara poros%poros yang sejajar Sudut kemiringan adalah sama
pada setiap roda gigi, tetapi satu roda gigi harus mempunyai
kimiringan ke sebelah kanan dan yang lain ke kiri *oda gigi ini
mampu memindahkan putaran lebih dari 3566 rpm dan kecepatan
keliling lebih dari 7666 't8menit
"ambar 22 *oda "igi Miring
2(3 #o*a Gigi 2acing /Worm gear0
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
3
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
*oda gigi cacing dipakai untuk memindahkan putaran antara poros
yang tegak lurus bersilang Susunan roda gigi cacing biasanya mempunyai
penutup tunggal atau ganda, suatu susuna roda gigi berpenutup tunggal
adalah sesuatu dimana roda gigi dibungkus penuh atau sebagian oleh gigi
cacing, sebuah roda gigi dimana setiap elemen ditutup sebagian oleh yang
lain adalah susunan roda gigi cacing berpenutup ganda
"ambar 23 *oda "igi 9acing
2(: #o*a Gigi Kerucu' /Bevel gear0
*oda gigi kerucut dipakai untuk memindahkan gerakan atau
putaran antara poros yang berpotongan ;alaupun roda%roda gigi kerucut
biasanya dibuat untuk sudut poros <6 , roda%roda gigi ini biasanya untuk
semua ukuran sudut
"ambar 2: +e=el "ear
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
4
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
2(7 Scre5 Gear
Jenis roda gigi ini trediri dari dua buah helical gear wheel yang
merupakan kombinasi sederhana untuk memindahkan gaya maupun torsi
poros yang membentuk sudut%sudut tertentu
"ambar 27 Screw "ear
2(5 "67oi* Gear
-ypoid gear bentuknya hampir menyerupai spiral be=el gear,
namun perbedaannya terletak pada pitch yang lebih hiperbolid
dibandingkan dengan cousenya dan menoperasikannya lebih lembut dan
tenang
"ambar 25 -ipoid "ear
)&)& #umus !asar #o*a Gigi
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
8
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
!alam perencanaan ini saya menggunakan jenis roda gigi lurus
karena ada beberapa pertimbangan yaitu )
> !ilihat dari poros, karena sejajar maka yang paling cocok dipergunakan
adalah roda gigi lurus
> $arena daya dan putaran relati=e rendah, maka lebih cocok bila
menggunakan roda gigi lurus
Adapun rumus dasar yang berhubungan dengan perencanaan roda
gigi antara lain sebagai berikut )
a !iame'er Pi'c, 2ircle /P0
*umus dari buku deutschman ?hal 72(@
P A ,t8d ?in@ ? ( @
!imana )
P A !iametral pitch
d A !iameter roda gigi ? inch @
,t A Jumlah gigi ? buah @
9& Per9an*ingan Kece7a'an /r:0
*umus dari buku deutschman hal 727
r
=
A ;
2
8;
(
A ,t
P
8,t
g
A d
(8
d
2
A n
2
8n
(
? 2 @
!imana )
,
(
,n
2
A putaran roda gigi ? rpm @
,t
(
,,t
2
A jumlah gigi ? buah @
d
(
,d
2
A diameter roda gigi ? inch @
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
;
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
c& <ara( Poros /20
*umus dari buku deutschman hal 72B
9 A d
(
C d
2
?in@ ? 3 @
2
!imana )
9 A jarak poros antara dua roda gigi
d A diameter roda gigi
*& Kece7a'an Pi'c, Line / Garis Kon'a( /=70
*umus dari buku deutschman hal 753
1p A dn ?'t8mnt@ ? : @
(2
!imana )
1p A kecepatan putaran
e Torsi 6ang Be(er+a
T A 53666 , daya ? 7 @
n
!imana )
T A torsi yang bekerja
, A daya motor
n A putaran input
>& Ga6a?ga6a 7a*a #o*a Gigi
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%@
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
"ambar 2D "aya%"aya pada *oda "igi
"aya radial ?Fr@
Fr A FnSin A Fn9os ? 5 @
"aya normal ?Fn@
Fn A Ft
9os
"aya tangensial ?Ft@
Ft A 2T ? D @
!
"aya dinamis ?Fd@
Fd A 566 C1 p Ft ? B @
566
.ntuk 6 E 1p F 2666 't8menit
Fd A (266 C1 p Fp
(266
.ntuk 2666 E 1p F :666 't8menit
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%%
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
Fd A DBC 1pFt
DB
.ntuk 1p G :666 't8min dimana F
w
H F
d
dan F
b
H F
d
!imana )
T A Torsi ?lbm@
n A Putaran ?rpm@
Ft A "aya tangensial ?lb@
Fn A "aya normal ?lb@
Fd A "aya dinamis ?lb@
Fr A "aya radial ?lb@
a& Le9ar Gigi /90
*umus dari buku deutschman hal 7B:
b A Fd ? < @
d(I $
IA 2d2
d(Cd2
!imana )
b A /ebar gigi ?in@
Fd A "aya dinamis ?in@
d
(
A diameter pinion
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%)
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
d
2
Adiameter gear
I A Perbandingan roda gigi
$ A Faktor pembebanan
9& S6ara' Keamanan #o*a Gigi
< F b F (3
p p
c E:aluasi Ke(ua'an Gigi /Persamaan AGMA0
Sad A Sa t$ l ? (6 @
$t$r
t A F t$ o P $s $ m J Sad G
t
?syarat aman @ ? (( @
$=bj
!imana )
Sat A Tegangan ijin Material
$l A Faktor umur
$t A Faktor temperature
$r A Faktor keamanan
t A Tegangan bending pada kaki gigi
$o A Faktor koreksi beban lebih
$m A $oreksi distribusi beban
$= A Faktor dinamis
a
2 2
r
2
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%.
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
J A Faktor bentuk geometris
*& Menen'u(an Ga6a 9en*ing Pa*a Pinion *an Gear /F90
*umus dari buku deutschman hal 77(
Fb Sob
Y
P
? (2 @
!imana )
Fb A "aya bending
So A $ekuatan permukaan gigi
Y A Faktor bentuk /ewis
b A diameter pitch
P A lebar gigi
e& Menen'u(an Pan+ang Garis Kon'a( Gigi
r
d
2
? (3 @
AB r
: :
r
:
c o
s
2
r
:
sin r
2
a
2
2
co s
2
r
2
sin
l& Menen'u(an Per9an*ingan Kon'a( /(on'a( ra'io0
Sad
A B
cos
? (: @
!imana )
A+ A Panjang garis kontak
9* A $ontak ratio
M& S'an*ar' U(uran #o*a Gigi
Tabel 2( Standart .kuran *oda "igi
,ama
(:
(
2
26K 26K dipotong 27K
Addendum ?A@
(
P
(
P
6,B
P
(
P
!edendum ?b@
(,(7D
P
(,27
P
(
P
(,27
P
Tinggi gigi L
2,(7D
P
2,27
P
(,B
P
2
P
Tinggi kontak ?d@
2
P
2
P
(,5
P
2
P
9elah
6,( 7 D
8
b a
P c d
6,27
P
6,2
P
6,27
P
"ambar 2B +agian%bagian pada *oda "igi
)&)& Poros
Poros adalah suatu bagian stationer yang berputar, biasanya
berpenampang bulat, dimana terpasang elemen % elemen seperti roda gigi,
roda gila dan elemen pamindah daya lainnya Poros dapat menerima beban M
beban lentur, tarik, tekan atau putaran yang bekerja sendiri M sendiri atau
berupa gabungan satu dengan yang lainnya !e'inisi yang pasti dari poros
adalah sesuai dengan penggunaan dan tujuan penggunaan
!ibawah ini terdapat beberapa de'inisi dari poros )
a Sha' adalah poros yang ikut berputar untuk memindahkan daya dari
mesin ke mekanisme yang digunakan
"ambar 2< sha'
b A#le adalah poros yang tetap dan mekanismenya yang berputar pada
poros tersebut, juga ber'ungsi sebagai pendukung
"ambar 2(6 A#le
c Spindle adalah poros yang terpendek terdapat pada mesin perkakas dan
mampu atau sangat aman terhadap momen bending
"ambar 2(( Spindle
d /ine Sha't adalah poros yang langsung berhubungan dengan mekanisme
yang digerakkan dan ber'ungsi memindahkan daya dari motor
penggerak ke mekanisme tersebut
"ambar 2(2 /ine Sha't
e Jack Sha't adalah poros yang pendek, biasanya dipakai untuk dongkrak
NJA9$O mobil
"ambar 2(3 Jack Sha't
' Fle#ible adalah poros yang juga ber'ungsi memindahkan daya dari dua
mekanisme, dimana peerputaran poros membentuk sudut dengan poros
yang lainnya, daya yang dipindahkan rendah
"ambar 2(: Fla#ible
Poros pada umumnya dibuat dari baja yang telah diheattreatment
Poros yang dipakai untuk meneruskan daya dan putaran tinggi umumnya
dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan terhadap
keausan
Poros dapat dibedakan menjadi 2 macam )
a Poros /urus
Adalah sebatang logam yang berpenampang lingkaran
ber'ungsi memindahkan putaran atau mendukung beban%beban yang
didukung pada poros ini adalah beban puntir dan bending
b Poros +intang
Adalah sebatang logam yang berpenampang lingakaran dan
terdapat sirip yang menyerupai bintang Poros dihubungkan dengan
roda gigi tanpa menggunakan pasak
Persamaan yang digunakan pada poros bintang )
a@ Tegangan geser maksimum ? ma# @
ma# A
6 ,7 # Sy p
Psi
,
!imana)
ma#A tegangan geser maksimum ? Psi @
, A 'aktor keamanan
Syp A yield posisi dari material
b@ !iameter poros
d A
(5 #
M+
2
T
2
P # 6,7 #
Sy p
,
!imana)
d A diameter poros ?inch@
M+ A momen bending yang diterima poros ?lb in@
T A momen torsi myang diterima poros
Poros pada umumnya dibuat dari baja yang telah di
heatreatment Poros yang dipakai pada untuk meneruskan daya dan
putaran tinggi umumnya dibuat dari baja paduan dengan pengerjaan
kulit yang sangat tahan terhadap keausan
23 Pasa( / Keys 0
Pasak digunakan untuk menyambung poros dan roda gigi, roda
pulley, sprocket, cams, le=er, impeller dan sebagainya
$arena distribusi tegangan secara actual untuk sambungan pasak
ini tidak dapat diketahui secara lengkap maka dalam perhitungan tegangan
disarankan menggunakan 'aktor keamanan sebagai berikut )
( .ntuk beban torsi yang konstan ? torQue stedy @ GG , A (7
2 .ntuk beban yang mengalami kejut rendah GG , A 27
3 .ntuk beban kejut besar terutama beban bolak balik GG , A :7
Adapun macam M macam pasak yaitu )
( Pasak datar segi empat ? Standart square key @
"ambar 2(7 Pasak data segiempat
2 Pasak datar standar ? Standart 'lat key @
"ambar 2(5 Pasak datar standar
3 Pasak tirus ? Tepered key @
"ambar 2(D Pasak tirus
: Pasak bidang lingkaran ? Wood ruff key @
"ambar 2(B Pasak bidang lingkaran
7 Pasak bintang ?Splines @
"ambar 2(< Pasak bintang
5 Pasak bintanng lurus ? Straight splines @
"ambar 226 Pasak bintanng lurus
D Pasak bintang in=olute ( involute spline @
"ambar 22( Pasak +intang In=olute
Adapun berbagai macam pasak, namun yang dibahas adalah
pasak standar ( Standart flat key @ Pemasangan pasak pada poros maupun
roda yang disambungkan dan dibuat alur pasak yang disesuaikan dengan
ukuran pasak
$eterangan )
F A "aya yang bekerja h A Tinggi pasak
A A Pasak b A /ebar pasak
+ A Poros l A Panjang pasak
)&.&%& #umus !asar Pasa(
.kuran lebar dan tinggi pasak ada dalam table yang
disesuaikan dengan kebutuhan atau tergantung pada diameter
poros
a& Pan+ang 7asa( sesuai *engan (e9u'u,an *an *imensin6a&
; A /ebar pasak
- A Tinggi pasak
/ A Panjang pasak
Ss A Tegangan geser
"aya ?F@
F
2 T

dimana
T F

2
? (7 @
Tegangan geser ? s@
Ss
F
A
dimana
A !W
? (5@
Tegangan kompresi ? c@
T
S sW
!
2
? (D @
Pada perhitungan ini dipergunakan 'aktor keamanan
dengan asumsi sebagai berikut )
( .ntuk beban torsi yang konstan ? torQue stedy @
GG , A (7
2 .ntuk beban yang mengalami kejut rendah
GG , A 27
3 .ntuk beban kejut besar terutama beban bolak balik
GG , A :7
9& Tegangan geser 6ang *ii+in(an&
Ssyp
"
67BSyp
"
? (B @
c& Tegangan (om7resi 6ang *ii+in(an&
Sc
: T
!W

? (< @
*& S6ara' 6ang ,arus *i7enu,i su7a6a 7asa( aman&
Sc
: T
!W

S s y p
"
? 26 @
e Tin+auan 'er,a*a7 (om7resi
!
: T
ScW

? 2( @
>& S6ara' 6ang ,arus *i7enu,i su7a6a 7asa( aman / geser 0&
Ss
2 T
!W

S s y p
"
? 22 @
g Tin+auan 'er,a*a7 geser&
!
2 T
SsW

? 23 @
2: Ban'alan / Bearing 0
+antalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban
sehingga putaran atau gerakan bolak baliknya dapat berlangsung secara
halus, aman dan umur pakai panjang Agar elemen mesin dapat bekerja
dengan baik maka bantalan harus dipasang cukup kokoh
)&-&%& Klasi>i(asi Ban'alan
%& Ber*asar(an gera(an 'er,a*a7 7oros
+antalan luncur
Pada bantalan ini terjadi gerakan luncur antara
poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh
permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas
"ambar 222 +antalan /uncur
+antalan gelinding
Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara
bagian yang berputar dengan bagian yang diam melalui
elemen gelinding
"ambar 223 +antalan gelinding dengan bola
)& Ber*asar(an ara, 9e9an 'er,a*a7 7oros
+antalan radial
Setiap arah beban yang ditumpu oleh bantalan ini
tegak lurus terhadap sumbu poros
+antalan aksial
Setiap arah beban yang ditumpu oleh bantalan itu
sejajar dengan sumbu poros
+antalan gelinding halus
+antalan ini dapat menumpu beban yang sejajar dan
tegak lurus terhadp poros
)&-&)& Macam A macam 9an'alan luncur
( +antalan radial berbentuk silinder, silinder elip
2 +antalan aksial yang berbentuk engsel
3 +antalan khusus yang berbentuk bola
"ambar 22: +antalan /uncur *adial
b
"ambar 227 +antalan /uncur *adial dan Aksial
)&-&.& #umus !asar Ban'alan
*umus yang digunakan pada saat perencanaan bantalan yaitu )
.mur bantalan ?/(6h@
*umus dari buku deutschman hal :B7
!
(6
h
# ( 6
5
$
P 56n
? 23 @
+eban eQui=alen ?P@
P A Fs ? R1FryFa @ ? 2: @
dimana )
b A $onstanta
A 36 ? untuk ball bearing @
A (683 ? untuk roll bearing @
1 A Faktor putaran
A ( ? untuk ring dalam berputar @
A (2 ? untuk ring luar berputar @
/
(6
h A .mur bantalan ?jam @
9 A +eban dinamis ? lb @
P A +eban ekui=alen ? lb @
Fs A $onstanta beban ? beban shock8lanjut @
Fr A +eban radial ? lb @
Fa A +eban aksial ? lb @
R A $onstanta radial
4 A $onstanta aksial
n A Putaran ? rpm @
)&-& Pelumasan
!alam sistem transmisi pada mesin M mesin yang bergerak,
diperlukan suatu sistem pelumasan guna mengurangi hubungan kontak dari
dua bagian yang bergerak Apabila tidak ada pelumasan maka akan
mempercepat terjadinya kerusakan pada komponen mesin tersebut
)&-&%& Klasi>i(asi Pelumasan
Sistem pelumasan dalam dunia permesinan dapat
dikellompokkan menjadi dua jenis yaitu )
( Pelumasan menurut bentuknya
Pelumasan padat
Pelumasan semi padat
Pelumasan cair
2 Pelumasan menurut caranya
Pelumasan tangan ) !ipakai untuk beban yang ringan dan kerja
yang tidak kontinyu
Pelumasan tetes ) Minyak diteteskan dengan jumlah yang
teratur melalui sebuah katup jarum
Pelumasan sumbu ) Pelumasan dengan menggunakan sumbu
untuk menghisap minyak
Pelumasan percik ) Minyak dari bak penampung dipercikkan
dan biasanya digunakan dalam pelumasan torak, silinder motor
yang mempunyai putaran tinggi
Pelumasan cincin ) Pelumasan ini dengan menggunakan cincin
yang digantung pada poros sehingga ikut berputar bersama
poros dan mengangkat minyak dari bawah
Pelumasan pompa ) !isini pompa digunakan untuk
mengalirkan minyak ke bantalan karena si'at minyak yang
kental
Pelimasan gra=itasi ) !ari sebuah tangki di atas bantalan
minyak dialirkan oleh gaya beratnya sendiri
)&-&%& Tu+uan *an Fungsi Pelumasan
( Mengurangi daya energi pada bagian M bagian mesin yang
saling bergesekan
2 .ntuk memelihara ukuran sebenarnya ? menahan keausan @ dari
bagian mesin yang bergerak
3 Membuang kotoran M kotoran yang diakkibatkan oleh
pergesekan antara koponen yang bergerak
)&1&.& #umus !asar Pelumasan
a Perencanaan :is(osi'as a9solu'e *ari 7elumas
% t 622S
( B 6
S
? 27 @
t A S % 66637 ? T M 56 @
!imana )
T A Absolute =iscositas ? cp @
A Spesi'ic gra=ity pada temperature test ? t @
t
S A Saybelt uni=ersal second A (26
$p A (:7 # (6
%D
*eynold
Sehingga dari gra'ik didapat harga SA& dengan persamaan )
S
(
r f
n c
p
? 25 @
!imana )
S
(
A Angka karakteristik bantalan
U A 1iskositas minyak pelumas
c A *adial cleareance ? in @
p A +eban yang diterima bantalan ? psi @
"ambar 225 !imensi Pelumasan +antalan
9& Te9al minimum min6a( 7elumas *ari gra>i(
h
o
6( <
c
? 2D @
c& Koe>isien gese( / > 0 *ari gra>i(
r f f
(7
c
? 2B @
*& !a6a 6ang *i,i'ung
Fhp
T f n
53666
? 2< @
e& Ka7asi'as min6a( 7elumas / B 0 *ari gra>i(
&
rf cnl
? 36 @
>& Ka7asi'as min6a( 7elumas 6ang (eluar *ari 9an'alan se'ia7
saa' / Bs 0 *ari gra>i(
&S
6BB
&
? 3( @
g& Gra>i(
"ambar 22D 1iscosity%temperature chart 'or determining =iscosity o' typical
SA& numbered oils at =arious temperatures
BB III
MEKNISME SISTEM T#NSMISI
.&% In7u' !a'a
!ata data yang diketahui )
% !aya putaran motor ?, input@ A 36 -P
% Putaran input ?, input@ A 2:66 rpm
% Putaran output ?,
(@
A 566 rpm
% Putaran output ?,
2@
A (766 rpm
% Putaran output ?,
3@
A 2:66 rpm
% Putaran output ?,
re=es@
A (666 rpm
sumsi
% 9 ?JA*A$ P0*0S@ A 7 in
% Sudut tekan ? V @ A 27W
% !iameterial pitch A 5 inchi
%&%&%& Per'im9angan Mengguna(an #o*a Gigi
!alam perencanaan ini menggunakan roda gigi lurus karena
beberapa pertimbangan, yaitu )
!ilihat dari poros, karena porosnya sejajar maka roda gigi yang
paling sesuai adalah menggunakan roda gigi lurus
$arena daya dan putaran rtelati' rendah maka lebih cocok
menggunakan roda gigi lurus
%&%&%& Per'im9angan !alam Mengguna(an Poros
.ntuk menentukan diameter poros tergantung pada perhitungan
yang akan dilakukan, tetapi untuk menentukan bahan dari poros digunakan
pertimbangan sebagai berikut )
Poros sebaiknya menggunakan bahan Alloy Stell
+ahan poros sebaiknya dilakukan proses -ardening dan
dilakukan pemanasan awal dan Annealling sebelum digunakan
Poros yang akan digunakan sebaiknya harus mampu menahan
beban putar yang memadai
.&)& S(e' Gear Box
.&)&%& gam9ar s(e' gear 9ox
in7u'
ou'7u'
gambar 3( sket gear bo#
$eterangan "ambar )
SIM+0/ A*TI $&T&*A,"A,
(,3,7,D Pinion *oda gigi yang lebih kecil pada dua roda gigi yang
bersinggungan, disebut juga roda gigi penggerak
2,:,5,B "ear *oda gigi yang didesain lebih besar dari pada pinion
yang ber'ungsi sebagai roda gigi yang digerakkan
< *e=ers *oda gigi tambahan yang digunakan untuk
membalikkan arah putaran pada poros ?b@
a,b,c Poros +agian dari mesin yang ber'ungsi untuk meneruskan
tenaga dari mesin
!an
Arah
putaran
Arah pergerakan roda gigi danh poros
+antalan +agian mesin yang digunakan untuk menumpu poros
sehingga putaran mesin bisa berlangsung secara
halus
.&.& gam9ar s(e' gear 9ox *ise'ia7 'ing(a'an (ece7a'an
.&.&%& 'ing(a' (ece7a'an % /n0 C 3@@ r7m
"ambar 32 tingkat kecepatan (
Pada tingkat kecepatan ( ?n(@ roda gigi ( dan 2 saling berhubungan
sehingga terjadi tingkat kecepatan ( ?n(@ A 566 rpm
.&.&)& 'ing(a' (ece7a'an ) /n0 C %1@@ r7m
"ambar 33 tingkat kecepatan 2
Pada tingkat kecepatan ( ?n2@ roda gigi 3 dan : saling berhubungan
sehingga terjadi tingkat kecepatan 2 ?n2@ A (766 rpm
.&.&.& 'ing(a' (ece7a'an . /n.0 C )-@@ r7m
"ambar 3: tingkat kecepatan 3
Pada tingkat kecepatan ( ?n3@ roda gigi 7 dan 5 saling berhubungan
sehingga terjadi tingkat kecepatan 3 ?n3@ A 2:66 rpm
.&.&-& 'ing(a' (ece7a'an re:ers /nr0 C %@@@ r7m
"ambar 37 tingkat kecepatan re=ers ?nr@
Pada tingkat kecepatan re=ers ?nr@ roda gigi D,B dan < saling berhubungan ,
karena adanya roda gigi ri=ers maka putarannya searah dengan putaran
pinion sehingga terjadi tingkat kecepatan re=ers ?nr@ A (666 rpm
BB I=
PEMB"SN SISTEM T#NSMISI
!i(e'a,ui *a'a?*a'a se9agai 9eri(u' D
% !aya putaran motor ?, input@ A 36 -P
% Putaran input ?, input@ A 2:66 rpm
% Putaran output ?,
(@
A 566 rpm
% Putaran output ?,
2@
A (766 rpm
% Putaran output ?,
3@
A 2:66 rpm
% Putaran output ?,
re=es@
A (666 rpm
sumsi
% 9 ?JA*A$ P0*0S@ A 7 in
% Sudut tekan ? V @ A 27W
% !iameterial pitch A 5 inchi
-&%&% Per,i'ungan ro*a gigi % *an )
!ata%data sebagai berikut )
!aya Motor ) 36 -p
Putaran Input ) 2:66 *pm
Putran 0utput ) 566 *pm
Asumsi )
Sudut kontak ) 27
o
Jarak Poro ) 7O
!iameter Pitch ) 5O
a& Per9an*ingan Kece7a'an
r
1
A
"


(
"
2
2 :6 6
566
A
d
(
:
d
2
d


(
d
2
d
2
A : # d(
9 A
d
(
d
2
2
7X A
d
(
: d
(
2
7 d
(
2
(6X A 7 d
(
d
(
A 2X
d
2
A (6X # 2O A BX
9& <umla, ro*a gigi
,t
(
A P d
(
A 5 2 A (2 buah
,t
2
A 5 B A :B buah
c& **en*umE *e*en*umE 'inggi gigiE cela,
9learen A
6,27
P
6,27
5
A 6,6:2X
;orking !epth A
2
P
A 6,33X
2
5
Tinggi gigi A
2, 2 7

2, 2 7
A 6,3D7X
P 5
!iameter adendum
d
(
A d
(
C 2 #
(
P
A 2 C2 # 6,(D A 23:X
d
2
A d
2
C 2 #
(
P
A B C 2 # 6,(D A B3:X
!iameter dedendum
d
(
A d
(
M 2 #
(27
P
A 2 M 2 # 62( A (7BX
d
2
A d
2
M 2 #
(27
P
A B M 2 # 62( A D7BX
*& Kece7a'an Pi'c, Line
1
P(
A
d
( "
input
(2
A
3,(: 2 2:66
(2
A (275 Ft8min
1
P2
A
d
2
"
input
(2
A
3,(: B 2:66
(2
A 762: Ft8min
e& Torsi 6ang 'er+a*i
T A 53666
"daya
n
T
(
A 53666
36
2:66
A DBD,7 lbin
T
2
A 53666
36
566
A3(76 lbin
>& Ga6a 6ang 'er+a*i
% "aya tangensial
Ft
(
A
" 33666
'
P
A
36 $ 33666
(275
ADBB,2( lbin
Ft
2
A
" 33666
'
P
A
36 $ 33666
762:
A(<D67 lbin ?arahnya berlawanan@
% "aya normal
Fn
(
A
F t
(
#os
A
D B B , 2 (
#os 27
A B5<,5< lb
Fn
2
A
F t
2
#os
A
(< D ,6 7
#os 27
A 2(D:2 lb ?arahnya berlawanan@
% "aya radial
Fr
(
A Fn
(
sin A B5<5< # sin 27K A 35D,7: lb
Fr
2
A Fn
(
sin A 2(D:2 # sin 27K A <(,BB lb ?arahnya berlawanan@
% "aya !inamis
.ntuk 6E 1p E2666
F
d
A
566 'p
566
Ft
(
A
566
(275
DBB2( A 2:3B(< lb
566
g& Menen'u(an Le9ar gigi
b A
Fd
d
p
& (
A
2:3B(<
2 (,5 :73
A (5B in
dimana )
I A
2 $ d
2
2 B
A (,5
d
(
d
2
2 B
$ A :73 ?stell +-, :66@ tabel (6((
% cek lebar gigi
<
b
( 3
p p
(7 E (5B E 2(5 ?Aman@
,& Be9an I+in Ben*ing / F9 0
Fb A
So$b$Y
p
!ari tabel (62 didapat )
4( A 62DD ?untuk ,t
(
A (2 gigi@
42 A 6:D3 ?untuk ,t
(
A :B gigi@
% bahan stell SA& (6:7 mempunyai So A 32666 psi ?Tabel (63@
Fb( A
32666$(5B$62DD
5
A 2:B(<2 psi
% bahan stell SA& (6:6 mempunyai So A 27666 psi ?Tabel (63@
Fb2 A
27666$(5B$62DD
5
A 33(( psi
i& Tegangan i+in ma(simum
Sad A
Sat (l
(t (r
E T
t
Ft $ (o $ P $ () $ (*
(v $ b$ )
!imana )
$o A ( ?tabel (6%:@
$s A ( ?spur gear@
$m A (,3 ?tabel (6%7@
J A 63:6 ?untuk pinion@
$= A (
$l A (
$t A ( ?temperatur pelumasan kurang dari 276 YF@
$r A (,33
Sat A :6666 ?+-, 366@ tabel (6%D
G
:6666 (
( (,33
DBB,2( ( 5 (
(,3
( (,5B
6
,
3
3
7
366D7,2 psi E (6<2:,6( psi ?maka perencanaan roda gigi aman@
-&%&) Per,i'ungan ro*a gigi . *an -
!ata%data sebagai berikut )
!aya Motor ) 36 -p
Putaran Input ) 2:66 *pm
Putran 0utput ) (766 *pm
Asumsi )
Sudut kontak ) 27
o
Jarak Poro ) 7O
!iameter Pitch ) 5O
a& Per9an*ingan Kece7a'an
r
1
A A
"
:
"
3
( 7 6
6
2:66
d
3
d
:
(5
d
3
d
:
d
:
A (5 # d
3
9 A
d
3
d
:
2
7X A
d
3
( 5 d
3
2
25 d
3
2
(6X A25 d
(
d
3
A 3B:X
!
:
A (6X % 3B:O A 5(5X
9& <umla, ro*a gigi
,t
3
A P d
(
A 5 3B: A 23 buah
,t
:
A 5 5(5 A 3D buah
c& **en*umE *e*en*umE 'inggi gigiE cela,
9learen A
A 6,6:2X
6,27
P
6,27
5
;orking !epth A
2
P
A 6,33X
2
5
Tinggi gigi A
2, 2 7

2, 2 7
A 6,3D7X
P 5
!iameter adendum
d
3
A d
3
C 2 #
(
P
A 3B: C2 # 6,(D A :(BX
d
:
A d
:
C 2 #
(
P
A 5(5 C 2 # 6,(D A57X
!iameter dedendum
d
3
A d
3
M 2 #
(27
P
A 3B: M 2 # 62( A 3::X
d
:
A d
:
M 2 #
(27
P
A 5(5 M 2 # 62( A 7,D5X
*& Kece7a'an Pi'c, Line
1
P3
A
d
3 "
input
(2
A
3,(: 3B: 2:66
(2
A 2:((72 Ft8min
1
P:
A
d
:
"
input
( 2
A
3,(: 5(5 2:66
(2
A 3B5B,:B Ft8min
e& Torsi 6ang 'er+a*i
T A 53666
"daya
n
T
3
A 53666
36
2:66
A DBD,7 lbin
T
:
A 53666
36
(766
A(256 lbin
>& Ga6a 6ang 'er+a*i
% "aya tangensial
Ft
3
A
" 33666
'
P
A
36 $ 33666
2:((72
A:(672 lbin
Ft
:
A
" 33666
'
P
A
36 $ 33666
3B5B:B
A277<( lbin ?arahnya berlawanan@
% "aya normal
Fn
3
A
F t
3
#os
A
: ( 6 7
2
#os 27
A :76<7 lb
Fn
:
A
F t
:
#os
A
2 7 7 < (
#os 27
A 2B235 lb ?arahnya berlawanan@
% "aya radial
Fr
3
A Fn
3
sin A :76<7 # sin 27K A (<(:2 lb
Fr
:
A Fn
:
sin A 2B235 # sin 27K A ((<33 lb ?arahnya berlawanan@
% "aya !inamis
.ntuk 6E 1p E2666
F
d
A
566 'p
566
Ft
(
A
566
2:((,72
566
:(6,72 A 2656,:B lb
g& Menen'u(an Le9ar gigi
b A
Fd
d
p
& (
A
2656,:B
3,B:(,232:2
A (B6 in
dimana )
I A
2 $ d
:
2 5 ,( 5
A (,23
d
3
d
:
3,B: 5,(5
$ A 2:2 ?stell +-, 366@ tabel (6((
% cek lebar gigi
<
b
( 3
p p
(7 E (B6 E 2(5 ?Aman@
,& Be9an I+in Ben*ing / F9 0
Fb A
So$b$Y
p
!ari tabel (62 didapat )
43 A 63< ?untuk ,t
3
A 23 gigi@
4: A 6::< ?untuk ,t
:
A 3D gigi@
% bahan stell SA& (6:6 mempunyai So A 27666 psi ?Tabel (63@
Fb( A
27666(,B6,3<
5
A 2<27 psi
Fb2 A
27666(,B6,::<
5
A 335D,7 psi
i& Tegangan i+in ma(simum
Sad A
Sat (l
(t (r
E T
t
Ft $ (o $ P $ () $ (*
(v $ b$ )
!imana )
$o A ( ?tabel (6%:@
$s A ( ?spur gear@
$m A (,3 ?tabel (6%7@
J A 63:6 ?untuk pinion@
$= A (
$l A (
$t A ( ?temperatur pelumasan kurang dari 276 YF@
$r A (,33
Sat A (<666 ?+-, (:6@ tabel (6%D
G
(<666 (
( (,33
:(6,72 ( 5 (
(,3
( (,B 6,337
(:2B7,D( psi E 73(:,6B psi ?maka perencanaan roda gigi aman@
-&%&. Per,i'ungan ro*a gigi 1 *an 3
!ata%data sebagai berikut )
!aya Motor ) 36 -p
Putaran Input ) 2:66 *pm
Putran 0utput ) 2:66 *pm
Asumsi )
Sudut kontak ) 27
o
Jarak Poro ) 7O
!iameter Pitch ) 5O
a& Per9an*ingan Kece7a'an
r
1
A A
"
5
"
7
2:6 6
2:66
d
7
d
5
(
d
7
d
5
d
7
A d
5
9 A
d
7
d
5
2
7X A
d
7
d
7
2
2 d
7
2
(6X A 2 d
7
d
7
A 7X
d
5
A (6X % 7O A 7X
9& <umla, ro*a gigi
,t
7
A P d
7
A 5 7 A 36 buah
,t
5
A 5 7 A 36 buah
c& **en*umE *e*en*umE 'inggi gigiE cela,
9learen A
A 6,6:2X
6,27
P
6,27
5
;orking !epth A
2
P
A 6,33X
2
5
Tinggi gigi A
2, 2 7

2, 2 7
A 6,3D7X
P 5
!iameter adendum
d
7
A d
7
C 2 #
(
P
A 7 C2 # 6,(D A 73:X
d
5
A d
5
C 2 #
(
P
A 7 C 2 # 6,(D A 73:X
!iameter dedendum
d
7
A d
7
M 2 #
(27
P
A 7 M 2 # 62( A :7BX
d
5
A d
5
M 2 #
(27
P
A 7 M 2 # 62( A :7BX
*& Kece7a'an Pi'c, Line
1
P7
A
d
7 "
input
(2
A
3,(: 7
2:66
(2
A 3(:6 Ft8min
1
P5
A
d
5
"
input
(2
A
3,(: 7
2:66
(2
A 3(:6 Ft8min
e& Torsi 6ang 'er+a*i
T A 53666
"daya
n
T
7
A 53666
36
2:66
A DBD,7 lbin
T
5
A 53666
36
2:66
ADBD,7 lbin
>& Ga6a 6ang 'er+a*i
% "aya tangensial
Ft
7
A
" 33666
'
P
A
36 $ 33666
3(:6
A3(7,25 lbin
Ft
5
A
" 33666
'
P
A
36 $ 33666
3(:6
A3(7,25 lbin ?arahnya berlawanan@
% "aya normal
Fn
7
A
F t
(
#os
A
3 ( 7 , 2 5
#os 27
A 3:D,B7 lb
Fn
5
A
F t
2
#os
A
3 ( 7 , 2 5
#os 27
A 3:D,B7 lb ?arahnya berlawanan@
% "aya radial
Fr
7
A Fn
7
sin A 3:D,B7 # sin 27K A (:D lb
Fr
5
A Fn
5
sin A 3:D,B7 # sin 27K A (:D lb ?arahnya berlawanan@
% "aya !inamis
*umus dari buku deutschman, hal )7B2, ?(6%3<@
.ntuk 2666E 1p E:666
F
d
A
(266 'p
(266
Ft
(
A
(266
3(:6
3(7,25 A ((:6,(< lb
(266
g& Menen'u(an Le9ar gigi
b A
Fd
d
p
& (
A
((:6,(<
7 ( (2D
A (D< in
dimana )
$ A (2D ?stell +-, 227@ tabel (6((
% cek lebar gigi
<
b
( 3
p p
(7 E (D< E 2(5 ?Aman@
,& Be9an I+in Ben*ing / F9 0
Fb A
So$b$Y
p
!ari tabel (62 didapat )
4
7
A 6:27 ?untuk ,t
7
A 36 gigi@
4
5
A 6:27 ?untuk ,t
5
A 36 gigi@
% bahan stell SA& 2326 mempunyai So A 27666 psi ?Tabel (63@
Fb
7
A
27666$(,D<$6:25
5
A 3(5<,D< psi
Fb
5
A
27666$(:<$6,:25
5
A 3(5<,D< psi
i& Tegangan i+in ma(simum
Sad A
Sat (l
(t (r
E T
t
Ft $ (o $ P $ () $ (*
(v $ b$ )
!imana )
$o A ( ?tabel (6%:@
$s A ( ?spur gear@
$m A (,3 ?tabel (6%7@
J A 63:6 ?untuk pinion@
$= A (
$l A (
$t A ( ?temperatur pelumasan kurang dari 276 YF@
$r A (,33
Sat A ((666 ?+-, (:6@ tabel (6%D
G
(<666 (
( (,33
3(7,25 ( 5 (
(,3
( (,D< 6,337
B2D65D psi E :(66DD psi ?maka perencanaan roda gigi aman@
-&%&- Per,i'ungan ro*a gigi 4 E 8 *an ;
!ata%data sebagai berikut )
!aya Motor ) 36 -p
Putaran Input ) 2:66 *pm
Putran 0utput ) (666 *pm
Asumsi )
Sudut kontak ) 27
o
Jarak Poro ) 7O
!iameter Pitch ) 5O
a& Per9an*ingan Kece7a'an
r
1
A
" o u t
"in
d
D
d
B
A
( 6 6 6
2:66
d
D
d
B
d
B
A 2,: d
D
Jarak poros cA3O, untuk roda gigi D dan B
c A 3O, maka 9 A
d
D
d
B
2
3X A
d
D
2,: d
D
2
5X A d
D
C 2,:d
D
d
D
A (,D5X
d
B
A 5X M d
D
A 5X M (,D5O
A :,2:O
Jarak poros cA3O, untuk roda gigi B dan <
c A :O, maka 9 A
d
B
d
<
2
:X A
:,2:X d
<
2
BX A :,2:O C d
<
d
<
A 3,D5X
Jadi )
d
D
A (,D5O
d
B
A :,2:O
d
((
A 3,7DO
9& <umla, ro*a gigi
,t
D
A P d
D
A 5 (,D5
A (( buah
,t
B
A P d
B
A 5 :,2:
A 27 buah
,t
<
A P d
<
A 5 3,D5
A 23 buah
c& 2learenE For(ing !e7',E Tinggi Gigi
9learen A
6,27
P
A 6,6:2X
;orking !epth A
2
P
A 6,33X
Tinggi gigi A
2,27
P
A 6,3D7X
!iameter Adendum
d
D
A d
D
C 2
(
P
A (,D5C2 6,(D
A 2,(X
d
B
A d
B
C 2
(
P
A :,2: C 2 6,(D
A :,7BX
d
<
A d
<
C 2
(
P
A 3,D5 C 2 6,(D
A :,(X
!iameter !edendum
d
D
A d
D
M 2
(,27
P
A (,D5 M 2 62(
A (,3:X
d
B
A d
B
M 2
(,27
P
A :,2: M 2 62(
A 3,B2X
d
<
A d
<
M 2
(,27
P
A 3,D5 M 2 62(
A 3,3:X
*& Kece7a'an Pi'c, Line
1p
D
A
d
D
"
input
(2
A
3,(: (,D5 2:66
(2
A ((67,2B Ft8min
1p
B
A
d
B
"
input
(2
A
3,(: :,2:
2:66
(2
A 2552,DB Ft8min
1p
<
A
d
<
"
input
(2
A
3,(: 3,D5
2:66
(2
A 235(,2B Ft8min
a& Torsi 6ang 'er+a*i
T A 53666, daya
n
T
D
A 53666
36
2:66
A DBD,7 lbin
T
B
A 53666
36
(B66
A (676 lbin
T
<
A 53666
36
566
A 3(76 lbin
>& Ga6a 6ang 'er+a*i
% "aya tangensial
Ft
D
A
" 336 66
'
P
A
36 $ 33666
((67,2B
A B<7,D lb
Ft
B
A
36$ 33666
2552,DB
A 2D(,D< lb ?arahnya berlawanan@
Ft
<
A
" 33666
'
P
A
36 $ 33666
235(,2B
A :(<,2B lb
M "aya normal
Fn
D
A
Ft
D
#os
A
B<7,D
#os 27
A <BB,2< lb
Fn
B
A
Ft
B
#os
A
3D(,D<
#os 27
A :(6,22 lb ?arahnya berlawanan@
Fn
<
A
Ft
<
#os
A
:(<,25
#os 27
A :52,5 lb
% "aya radial
Fr
D
A Fn
D
sin
A <BB,2< sin 27K
A :(D,55 lb
Fr
B
A Fn
B
sin
A :(6,22 sin 27K
A (D<,35 lb ?arahnya berlawanan@
Fr
<
A Fn
<
sin
A :52,5 sin 27K
A (<7,7 lb
% "aya !inamis
.ntuk 6 E 1p E 2666
F
d
A
566 'p
566
Ft
D
A
566
((67,2B
566
B<7,D
A 27:7,5< lb
g& Menen'u(an Le9ar gigi
b A
Fd
d
p
& (
A
27:7,5<
(,D5 (,7( :73
A 2,((O
dimana )
I A
2 $d
B
d
D
d
B
A
2 :,2:
(,D5
:,2:
A (,7(
$ A :73 ? stell +-, :66 @ tabel (6((
% cek lebar gigi
<
p
b
( 3
p
(,7 E 2,(( E 2,(5 ?Aman@
,& Be9an I+in Ben*ing / F9 0
Fb A
So$b$Y
p
!ari tabel (62 didapat )
4
D
A 627< ? untuk ,t
<
A (( gigi @
4
B
A 6:62 ? untuk ,t
(6
A 27 gigi @
4
<
A 63< ? untuk ,t
((
A 23 gigi @
% bahan stell SA& 2326 mempunyai So A 76666 psi ?Tabel (63@
Fb
D
A
76666$2,(($627<
5
A :77:,6B psi
% bahan stell SA& 2326 mempunyai So A 76666 psi ?Tabel (63@
Fb
B
A
27666$2,(($6:62
5
A 373:,27 psi
Fb
<
A
27666$2,(($63<
5
A 3:2B,D7 psi
i& Tegangan i+in ma(simum
Sad A
Sa t ( l
(t (r
E T A
t
F t $ (o $ P $ ( ) $ (*
(v $ b$ )
!imana )
$o A ( ?tabel (6%:@
$s A ( ?spur gear@
$m A (,3 ?tabel (6%7@
J A 6337 ?untuk pinion@
$= A (
$l A (
$t A ( ?temperatur pelumasan kurang dari 276 YF@
$r A (,33 ? normal design @
Sat A (<666 ?+-, (:6@ tabel (6%D
(<666 (
( (,33
G
B<7,D ( 5 (
(,3
( 2,(( 6,337
(:2B7,D( psi G <772BB psi
?maka perencanaan roda gigi aman@
-&)& Perencanaan Poros
-&)&%&Perencanaan Poros I
!ata yang diketahui)
!aya input ?,
in
@ A 36 hp
Putaran input ?n
in
@ A 2:66 rpm
Sudut kontak ? @ A 27
o
"aya yang terjadi
Ft
(
A DBB,2( lb Fr
(
A 35D,7: lbFn
(
A B5<,5< lb
Ft
3
A :(6,72 lb Fr
3
A (<(,:2 lb Fn
3
A :72,<7 lb
Ft
7
A 3(7,25 lb Fr
7
A (:D,66 lbFn
7
A 3:D,B7 lb
Ft
D
A B<7,D6 lb Fr
D
A :(D,55 lb Fn
D
A <BB,2< lb
*A*((
+9**F
F(rnt+
AA++A
77inin
(((
1-
1-
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
a& Perencanaan Poros I (on*isi %
!ata%data yang diketahui )
Ft
(
A DBB,2( lb
Fr
(
A 35D,7: lb
Fn
(
A B5<,5< lb
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
Analisa Momen +anding
A+*9
F
((
n
(A
+77iin
n
(
*eaksi di A dan +
MA A 6
Fn
(
Z (7 M *+ Z (3 A 6
+B
Fn
(
(,7
(3
B 5< ,5 < $ ( ,7
(3
lb
(66,3:
M+ A 6
*A M Fn
(
C *+ A 6
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
*A A Fn
(
M *+
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
*A A B5<,5<M (66,3:
A D5<,3: lb
Momen bending yang terjadi pada poros I kondisi (
M9 A *
A
(,7
A D5<,3: Z (,7
A ((7:,6( lbin
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
4-
F,rnt
*
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
((7: lbin
"ambar :( !iagram momen poros I kondisi (
-
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
41
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
9& Perencanaan 7oros I (on*isi .
!ata%data yang diketahui )
Ft
3
A :(6,72 lb
Fr
3
A (<(,:2 lb
Fn
3
A :72,<7 lb
,A+7 in
Fn
3
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
43
Analisa momen bending
*eaksi di A dan +
MA A 6
Fn
3
Z :7 M *+ Z (3 A 6
+B
Fn 3
(,7
(3
: 7 2 ,< 7 $ :, 7
(3
lb
(75,D<
M+ A 6
*A M Fn
3
C *+ A 6
*A A Fn
3
M *+
*A A :72,<7 M (75,D<
A 2<5,(7 lb
Momen bending yang terjadi pada poros daerah A9
M9 A 2<5,(7 Z :,7
A (332,5D lbin
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
44
(332,5D lbin
"ambar :2 !iagram momen poros I kondisi 3
:F*A
*+&*
n
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
48
c& Perencanaan 7oros I (on*isi 1
!ata%data yang diketahui )
Fn
7
A 3:D,B7 lb
A+*
F
B
:&
n
A
+,7 in
7
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
4;
Analisa momen bending
*eaksi di A dan +
MA A 6
Fn
7
Z B,7 M *+ Z (3 A 6
+B
Fn
7
5,7
(3
3 : D ,B 7 B ,7
(3
lb
22D,::
M+ A 6
*A M Fn
7
C *+ A 6
*A A Fn
7
M *+
*A A 3:D,B7 M 22D,::
A (26,:6
Momen bending yang terjadi pada poros I kondisi 7
M
7
A (26,:6 Z B,7
(623,:6 lbin
(n(r
F
n
A (623,:B lbin
"ambar :3 !iagram momen poros I kondisi 7
D
*& Perencanaan 7oros I (on*isi 4
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
8)
!ata%data yang diketahui )
Fn
D
A <BB,2< lb
A+(**
(F(A+,
,77iinn
Fn
D
Analisa momen bending
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
8.
*eaksi di A dan +
MA A 6
Fn
D
Z ((,7 M *+ Z (3 A 6
+B
Fn
D
B,7
(3
<BB ,2 < ( ( ,7
(3
lb
BD:,27
M+ A 6
*A M Fn
D
C *+ A 6
*A A Fn
D
M *+
*A A <BB,2<M BD:,27
A ((:,63 lb
Momen bending yang terjadi di poros I roda gigi D
M
D
A ((:,63 Z ((,7
A (3((,3B lbin
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
81
(3((,3B lbin
T
2 2
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
83
"ambar :: !iagram momen poros I kondisi D
-&)&%&%& Perencanaan *iame'er 7oros I
Momen yang terjadi )
$ondisi ( ) ((7:,6( lbin
$ondisi 3 ) (332,5D lbin
$ondisi 7 ) (623,:B lbin
$ondisi D ) (3((,3B lbin
!imana )
M ma# A (332,5D lbin
T A DBD,7 lbin
+ahan poros yang digunakan adalah AISI 72(66 ,* dengan Syp A
(3<666 psi ?tabel A%2 Apendi# 2@ dengan angka keamanan Ak A 3
*umus dari !eutschman hal 33<
ma#
6, 7 B S y p
Ak
( 5

3
, ma#
2
T
2
!iameter poros
3
(5 Ak
,b ma#
6, 7B Syp
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
84
(5
3
6,7B
3
(3<666
(332,5D
2
DBD,7
2
! A 655N
Pengecekan kekuatan poros
Tegangan ma#imum yang diijinkan dari bahan ?Ss@ )
Ssyp
6 , 7 B S y p
Ak
6, 7 B ( 3 <6 6 6
3
25BD3,:
psi
Tegangan geser yang terjadi pada poros ? ma#@
2
$ 2
ma#
2
!imana)
$
3 2 $ , m a #

3
3 2 ( 3 3 2 ,
5 D
3,(:?6,55@
3
:2D72,<5 psi
(5T
(

3
( 5 DBD ,7
3,(:?655@
3
(::5:,5 psi
Maka)
ma# ?
$
@
2 2
2
?
:2D 7 2,<5
@
2
2
?(::5:,5@
2
27B(6,:3 psi
$arena ma# E Ssyp maka perencanaan diameter poros I aman
-&)&%&)& Perencanaan Poros Bin'ang 7a*a Poros I
!ata%data yang diketahui )
!iameter poros ! A 6,55O
T A 536 lbin
Jumlah Spline n A 5 ? table D%< @
/ebar Spline ; A 6,(5O
Tinggi Spline h A 6,632O
!iameter poros bintang d A 6,7D5O
Panjang poros / A (3O
Syp ? AISI 72(66 ,r @ A (3<666 Psi
rm A ? !Cd@8:
A ?6,55C6,7D5@ 8 :
A 6,36:
Torsi moment persamaan kapasitas torsi o' strength
T A (666nrmh/
A (666 5 6,36: 6,632 (3
A D7B,B lbin
Pengecekan kekuatan poros bintang
!imana ) Fs A 2t 8 n!
A 2 5368 565:
A 32B,(27 lb
!itinjau dari tegangan geser
[
s
A F 8 A
A F 8 ;/
A 32B,(27 8 6,(5(3
A (7D,B Psi
!itinjau dari tegangan tekan
[
c
A F 8 A
A F 8 6,7 -/
A 32B,(27 8 6,7 6,632 (3
A (7DD,7 Psi
!itinjau dari yield point strength o' the material in shear
Sssyp A 6,7B Syp 8 Ak
A 6,7B (3<666 8 3
A 25BD3,3 Psi
$arena [
s
dan [
c
E Ssyp maka perencanaan roda gigi aman
-&)&)& Perencanaan 7oros II
!ata yang diketahui)
!aya input ?,
in
@
Putaran input ?n
in
@
A 36 hp
A 2:66 rpm
Sudut kontak ? @
"aya yang terjadi )
A 27
o
Ft
2
A (<D,67 lb Fr
2
A <(,BB lb Fn
2
A 2(D,:2 lb
Ft
:
A 277,<( lb Fr
:
A ((<,33lb Fn
:
A 2B2,35 lb
Ft
5
A 3(7,25 lb Fr
5
A (:D,66 lbFn
5
A 3:D,B7 lb
Ft
<
A :(<,25 lb Fr
<
A (<7,7 lb Fn
<
A :52,5 lb
a& Perencanaan 7oros II (on*isi %
*+
-
+
*A
-
*$
A
*A
1
(,7 in
Fr
2
9
Fn
2
Ft
2
*/
((,7 in
*+
1
A+*9
F
((
n
(A
+,,77iin
n
2
Analisa momen bending
*eaksi di A dan +
MA A 6
Fn
2
Z (,7 M *+ Z (3 C Fn
<
# ((,7 A 6
lb
+B
Fn
2
(,7
: 5 2,5( (,7
(3
2 ( D , : 2 ( ,7
: 5 2 ,5 ( ( ,7
(3
:3:,3(
M+ A 6
Fn
2
C Fn
<
A *A C *+ A 6
2(D,:2 C :52,5 A *A C :3:,3(
*A A :3:,3( M 5B6,62 A % 2:7,D( lb
Momen bending yang terjadi pada poros II kondisi (
M A *A # (,7 A %2:7,D( # (,7 A %325,75 lbin
%35B,75 lb
!iagram momen poros II kondisi (
9& Perencanaan 7oros II (on*isi )
*A*:
B+!*
*,+A
A+A7
in
1-
*+
-
Fr
:
Fn
:
Ft
:
Analisa momen bending
,A+7 in
Fn
:
*eaksi di A dan +
MA A 6
Fn
:
Z :,7 M *+ Z (3 C Fn
<
# B,7 A 6
+B
Fn
:
(,7
: 5 2,5B,7
(3
2 B 2 ,3 5 :, 7 : 5 2 ,5 B ,7
(3
lb
:66,B5
M+ A 6
Fn
:
C Fn
<
A *A C *+ A 6
2B2,35 C :52,5 A *A C :66,B5
*A A :66,B5 M 5B6,62 A % 2D<,(5 lb
Momen bending yang terjadi pada poros II kondisi (
M A *A # (,7 A %2D<,(5 # :,7 A %(275,22 lbin
%(275,22 lbin
!iagram momen poros II kondisi 2
-&)&)&%& Perencanaan Poros II Pa*a (on*isi .
&
*+
-
*/
+
*+
1
*A
-
*$
A
*A
1
Fr
5
Fn
5
Ft
5
:,7 in
B,7 in
A+*
F
B
:&
n
A
+,7 in
5
Analisa momen bending
*eaksi di A dan +
MA A 6
Fn
5
Z B,7 M *+ Z (3 C Fn
<
# :,7 A 6
lb
+B
Fn
5
B,7
:5 2,5:,7
(3
3 : D ,B 7 B ,7 : 5 2 ,5 $ :, 7
(3
3BD,7D
M+ A 6
Fn
5
C Fn
<
A *A C *+ A 6
3:D,B7 C :52,5 A *A C 3BD,7D
*A A 3BD,7D M B(6,:7 A % :22,BB lb
Momen bending yang terjadi pada poros II kondisi (
M A *A # B,7 A %:22,BB # B,7 A %37<:,:B lbin
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
;;
37<:,:B lbin
!iagram momen poros II kondisi 3
c& Perencanaan 7oros II (on*isi -
*+
-
+
*A
-
A
F
Fr
B
*/
Fn
B
(,7in
*+
1
A$
*A
1
Ft
B
((,7 in
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%@%
A+(**(F(A+
F
,,7
n
7in
<
Analisa momen bending
*eaksi di A dan +
MA A 6
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%@)
Fn
<
Z ((,7 M *+ Z (3 A 6
lb
+B
: 5 2,5
$( (,7
(3
:6<,22
M+ A 6
*A M Fn
<
C *+ A 6
*A A :52,5 M :6<,22 A 73,3D lb
Momen bending yang terjadi pada poros II kondisi (
M A *A # ((,7 A 73,3D # ((,7 A 7BD,(( lbin
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%@.
7BD,(( lbin
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%@-
!iagram momen poros II kondisi :
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%@1
T
2 2
-&)&)&)& Perencanaan *iame'er 7oros II
Momen yang terjadi )
$ondisi ( ) %35B,75 lbin
$ondisi 2 ) %(275,22 lbin
$ondisi 3 ) %37<:,:B lbin
$ondisi : ) 7BD,(: lbin
!imana) M ma# A 7BD,(: lbin
T A DBD,7 lbin
+ahan poros yang digunakan adalah AISI 72(66 -* dengan Syp A
(3<666 psi ?tabel A%2 Apendi# A@ dengan angka keamanan Ak A 3
ma#
6 ,7 B S p
Ak
( 5

3
,b ma#
2
T
2
!iame'er 7oros
3
(5 Ak
,b ma#
6, 7B Syp
(5
3
6,7B
3
(3<666
7BD,(:
2
DBD,7
2
! A 67D N
!engan memperhitungkan ukuran bantalan yang tersedia maka
diameter poros diambil 6,57 in
Pengecekan kekuatan poros
Tegangan geser ma#imum yang diijinkan dari bahan ?Ss@
Ssyp
6 , 7 B S y p
Ak
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%@3
6 ,7 B ( 3<66 6
3
25BD3,33
psi
Tegangan geser yang terjadi pada poros ? ma#@
2
$ 2
ma#
2
!imana)
$
3 2 $ , m a #

3
3 2 7 B D ,( :
3,(:?6,7B@
3
(63(5,73 psi
(5T(

3
( 5 DB D ,7
3,(:?6,7B@
3
26755,33 psi
Maka)
ma# ?
$
@
2 2
2
?
( 6 3( 5,7 3
@
2
2
?26755,33@
2
2(263,3: psi
$arena ma# E Syp maka perencanaan diameter poros I aman
-&.&%& Perencanaan 7oros III
Fr
7
Fn
7 *+
-
*A
-
A
&
Fr
7
Ft
7
*+
Fn
7
+
*+
1
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%@4
*A
1
(,7 in
*A
(,7 in
Ft
7
A+*
F
(
&
n
A+,
7 in
<
Analisa momen bending
FTI / TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI !"I TM SU#B$
%@8
*eaksi di A dan +
MA A 6
Fn
<
Z (,7 M *+ Z 3 A 6
lb
+B
Fn
<
(,7
3
: 5 2 ,5 ( ,7
3
23(,3
M+ A 6
*A M Fn
<
C *+ A 6
*A A Fn
<
M *+
*A A :52,5 M 23(,3 A 23(,3 lb
Momen bending yang terjadi pada poros daerah A&
M& A 23(,3 Z (,7 A 3:5,<7 lbin
3:5,<7 lbin
T
2 2
!iagram momen poros III
-&.&%&% Perencanaan *iame'er 7oros III
Momen yang terjadi )
M ma# A 3:5,<7 lbin
T A DBD,7 lbin
+ahan poros yang digunakan adalah AISI 72(66 -* dengan Syp A
(3<666 psi ?tabel A%2 Apendi# A@ dengan angka keamanan Ak A 3
ma#
6 ,7 B S p
Ak
( 5

3
,b ma#
2
T
2
!iame'er 7oros III
3
(5 Ak
,b ma#
6, 7B Syp
(5
3
6,7B
3
(3<666
3:5,<7
2
DBD,7
2
! A 67: N
!engan memperhitungkan ukuran bantalan yang tersedia maka
diameter poros diambil 6,7: in
Pengecekan kekuatan poros
Tegangan geser yang terjadi ma#imum yang diijinkan dari
bahan ?Ss@
Ssyp
6 , 7 B S y p
Ak
6, 7 B ( 3 < 66 6
3
25BD3,:
psi
Tegangan geser yang terjadi pada poros ? ma#@
2
$ 2
ma#
2
!imana)
$
3 2 $ ,
m a #

3
3 2 3 : 5 ,< 7
3,(:?6,7:@
3
(2(27,7 psi
(5T(

3
( 5 D B D ,7
3,(:?67:@
3
27:B3,73 psi
Maka)
ma# ?
$
@
2
2
?
(2 ( 2 7,7
@
2
2
2
?27:B3,73@
2
25(<:,D< psi
$arena ma# E Syp maka perencanaan diameter poros I aman
-&.& Perencanaan 7asa(
a Perencanaan 7asa( 7a*a 7oros II
!ata yang diketahui )
+ahan pasak AISI (6(6 -* Syp A :2666 psi ?tabel A%2 Appendi#@
Angka keamanan ?Ak@ A 3
!iameter poros ?!@ A 6,7D in
Tinggi pasak A 6,(27
/ebar pasak A 6,(BD7
Torsi ?T@ A DBD,7 lbin
Jumlah Spinel A 5
a "aya yang bekerja pada pasak
F A lb
2 T
n
2 DB D ,7
56,7D
:72,7B
b Perhitungan panjang pasak
/
F Ak
W syp
/
: 7 2 ,7 B 3
6,(BD7:2666
6(D in
c Pengecekan kekuatan pasak
!itinjau dari tegangan geser ?/ A b A ( in@
F
s
A
s
F
W !
: 7 2 ,7 B
6,(BD7(
2:(3,D5 psi
!itinjau dari tegangan tekan 8 kompresi
F
c
A
c
F
6,7 - !
: 7 2 ,7 B
6,76,(27(
D2:(,2B psi
Syarat perencanaan aman ) s dan c E Ssyp
!imana)
Ssyp
6 , 7B s yp
Ak
6, 7 B : 2 6 6 6
3
B(26psi
karena s dan c E Ssyp Maka perencanaan pasak aman
a Perencanaan 7asa( 7a*a 7oros III
!ata yang diketahui )
+ahan pasak AISI (6(6 9! Syp A 5B666 psi ?tabel A%2 Appendi#@
Angka keamanan ?Ak@ A 3
!iameter poros ?!@ A 6,7: in
Tinggi pasak A 6,(27
/ebar pasak A 6,(BD7
Torsi ?T@ A (676 lbin
Jumlah Spinel A 5
a "aya yang bekerja pada pasak
F A lb
2 T
n
2 ( 6 7
6
56,7:
563,::
b Perhitungan panjang pasak
/
F Ak
W syp
/
5 6 3 , : : 3
6,(BD75B666
6(:in
c Pengecekan kekuatan pasak
!itinjau dari tegangan geser ?/ A b A ( in@
F
s
A
s
F
W !
5 6 3 , : :
6,(BD7(
32(B,3:5 psi
!itinjau dari tegangan tekan 8 kompresi
F
c
A
c
F
6,7 - !
5 6 3 , : :
6,76,(27(
<577,6: psi
Syarat perencanaan aman ) s dan c E Ssyp
!imana)
Ssyp
6 , 7 B s y p
Ak
6 ,7 B 5 B 6 6 6
3
(3(:5,55 psi
karena s dan c E Ssyp Maka perencanaan pasak aman
-&-& 7erencanaan 9an'alan
-&-&%& Perencanaan Ban'alan 7a*a Poros I
!ata%data yang diketahui )
!ata%data yang diketahui )
*oda gigi Fr ?lb@
( 35<,7:
3 (<(,:2
7 (:D
D ?ri=ers@ :(D,55
$ecepatan putaran ?n input@ A 2:66 rpm
!iameter poros ?!@ A 6,5< in
Fr A :(D,55 lb
b
3
Jenis bantalan double row notch ball dengan
dimension series 32, 9 A 273:,27 lb ?table <%(@
Mencari Be9an EGui:alen
P A Fs ? # = Fr C 4 Fa @
P A ( ? 6,7 ( :(D,55 C 6 @
A 26B,B3 lb
!imana )
Fr A :(D,55 lb
R A 6,7 ?tabel <%7@
1 A ( ?ring dalam berputar@
4 A 6 ?tabel <%7@
Fs A ( ?tabel <%B, uni'orm and steady load@
Fa A 6 ?tanpa gaya aksial@
Per,i'ungan umur 9an'alan
dimana)
b A konstanta bantalan A 3
n A putaran poros A 2:66 rpm
!
(6
# ( 6
5
$
P 56n
A
273:,27
26B,B3
(6
5
$
562:66
A (2:((,6( jam
b
-&-&)& Perencanaan Ban'alan 7a*a Poros II
!ata%data yang diketahui )
*oda gigi Fr ?lb@
2 <(,BB
: ((<,33
5 (:D
< ?ri=ers@ (<7,7
$ecepatan putaran ?n input@ A 2:66 rpm
!iameter poros ?!@ A 6,7D in
Fr A (<7,7 lb
Jenis bantalan double row notch ball dengan
dimension series 32, 9 A (<<3,27 lb ?table <%(@
Mencari Be9an EGui:alen
P A Fs ? # = Fr C 4 Fa @
P A ( ? 6,7 ( (<7,7 C 6 @
A <D,D7 lb
!imana )
Fr A (<7,7 lb
R A 6,7 ?tabel <%7@
1 A ( ?ring dalam berputar@
4 A 6 ?tabel <%7@
Fs A ( ?tabel <%B, uni'orm and steady load@
Fa A 6 ?tanpa gaya aksial@
Per,i'ungan umur 9an'alan
dimana)
b A konstanta bantalan A 3
n A putaran poros A 2:66 rpm
!
(6
# ( 6
5
$
P 56n
3
A
(<<3,27
<D,D7
(6
5
$
562:66
A 7BBB6,5 jam
-&-&.& Perencanaan Ban'alan 7a*a Poros III
!ata%data yang diketahui )
*oda gigi Fr ?lb@
B (D<,35
$ecepatan putaran ?n input@ A 2:66 rpm
!iameter poros ?!@ A 6,7: in
Fr A (D<,35 lb
Jenis bantalan double row notch ball dengan
dimension series 32, 9 A (<:6 lb ?table <%(@
Mencari Be9an EGui:alen
P A Fs ? # = Fr C 4 Fa @
P A ( ? 6,7 ( (D<,35 C 6 @
A B<,5B lb
!imana )
Fr A (D<,35 lb
R A 6,7 ?tabel <%7@
1 A ( ?ring dalam berputar@
4 A 6 ?tabel <%7@
Fs A ( ?tabel <%B, uni'orm and steady load@
Fa A 6 ?tanpa gaya aksial@
Per,i'ungan umur 9an'alan
dimana)
b A konstanta bantalan A 3
n A putaran poros A 2:66 rpm
b
!
(6
#
( 6
5
$
P 56n
A
(<:6
B<,5B
3
( 6
5
$
562:66
A D6366 jam
-&1& Perencanaan Pelumasan
!ata%data yang diketahui )
Putaran ? n input @ A 2:66 rpm
Temperatur operasi A (76 F
o
! # n A 27 # 2:66 A 56666 ?temperatur kerja (76 F@
o
Minyak pelumas dengan =iskositas (26 S.S pada temperatur (76 F
o
=is(osi'as 9solu' / H 0
% t 6,22S
( B 6
S
!imana )
T A 1iskositas absolute pada temperature ' dalam centi point ? cp @
A \spesipik gra=ity] pelumas pada temperature '
t
S A (26 ? gra'ik <%:6 @ Say belt .ni=ersal Second ?S.S@
S7esi>i( Gra>i'6 / ' 0
Pada temperatur standart 56
o
F dengan 56 A 6,B< dan t ?temp test
o
F , t
(76
o
F
t A 56 M 6,66637 # ? t M 56 @
A 6,B< M 6,66637 # ?(76 M 56@
A 6,B5
Maka )
% 6,B5 6,22$(26
( B 6
(26
A 6,B5 # 2:,<
A 2(,:( 9p
!imana )
( cp A 6,(:7 #
(6
5
reyns
:is(osi'as a9solu'e *alam re6ns D
% 6,( : 7$( 6
5
2(,3D5 6,(:7$(6
5
3,(6: $(6
5
reyns
1iskositas kinematik )
't
%
A
2(,:(
6,B5
A 2:,B<: cs
!ari hasil perhitungan didapat, =iskositas absolute ?
3,(6:(6
5
reyns@
dengan te*peraturker )a (76
6
F
maka dari gra'ik ? B%(3 @ dapat diketahui jenis
minyak
pelu*as
yang dipakai adalah jenis SA& 26 sampai 36, pada sistem
pelumasan rendam
BB =
KESIMPULN
Secara umum diketahui, bahwa untuk merencanakan suatu element mesin
diperlukan ketelitian yang sangat tinggi dan dengan pertimbangan matang agar
mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang direncanakan
Perhitungan dan pemilihan material untuk mendapatkan dimensi yang
direncanakan tetap berpandangan bahwa suatu desain direncanakan sesuai dengan
kebutuhan dan ukuran Serta memenuhi syarat keamanan yang diinginkan dan
memilih 'aktor ekonomi yang murah dengan hasil sebaik%baiknya
Maka analisa data yang ada dapat diambil kesimpulan ukuran 8 dimensi dari
semua komponen yang dihitung
1&%& #o*a gigi
a *oda gigi (
% !iameter A 2X A 76,B mm
% /ebar A (,5BX A :(,(:B mm
% !iameter addendum A 2,3:X A 7B,:35 mm
% !iameter dedendum A (,7BO A :6,(32 mm
% +ahan A Steel +-, :66
b *oda gigi 2
% !iameter A B X A 263,2 mm
% /ebar A (,5B X A :(,(:B mm
% !iameter addendum A B,3: X A 2((,B35 mm
% !iameter dedendum A D,7B O A (<2,732 mm
% +ahan A Steel +-, :66
c *oda gigi 3
% !iameter A 3,B: X A B:,7B2 mm
% /ebar A (,B O A :2,:(B mm
% !iameter addendum A :,(B X <2,<5: mm
% !iameter dedendum A 3,:: N D3,55 mm
% +ahan A Steel +-, 366
d *oda gigi :
% !iameter A 5,(5 X A (5<,:(B mm
% /ebar A (,5B X A :2,:(B mm
% !iameter addendum A 5,7 X A (DD,B mm
% !iameter dedendum A 7,D5 X A (7B,D7 mm
% +ahan A Steel +-, 366
e *oda gigi 7
% !iameter A 7 X A (6B,<<5 mm
% /ebar A (,D< X A ::,D6: mm
% !iameter addendum A 7,3: X A ((D,3:B mm
% !iameter dedendum A :,7B X A <B,2<B mm
% +ahan A Steel +-, 227
' *oda gigi 5
% !iameter A 7 X A (6B,<<5 mm
% /ebar A (,D< X A ::,D6: mm
% !iameter addendum A 7,3: X A ((D,3:B mm
% !iameter dedendum A :,7B X A <B,2<B mm
% +ahan A Steel +-, 227
g *oda gigi D
% !iameter A (,D5 X A 7B,:2 mm
% /ebar A 2,(( X A 72,6D mm
% !iameter addendum A 2,( X A 55,B62 mm
% !iameter dedendum A (,3: X A :D,D72 mm
% +ahan A Steel +-, :66
h *oda gigi B
% !iameter A :,2: X A <3,<B mm
% /ebar A 2,(( X A 72,6D mm
% !iameter addendum A :,7B X A (62,35< mm
% !iameter dedendum A 3,B2 X A B3,3(2 mm
% +ahan A Steel +-, :66
i *oda gigi <
% !iameter A 3,D5 X A (6<,22 mm
% /ebar A 2,(( X A 72,6D mm
% !iameter addendum A :,( X A ((D,562 mm
% !iameter dedendum A 3,3: X A <B,772 mm
% !iameter poros A 6,7DX A (3,:52 mm
% Panjang poros A (3X A 336,2 mm
c Poros III
% +ahan poros A AISI 72(66 -*, Syp
% !iameter poros A 6,7:X A (2,D mm
% Panjang poros A (3X A 336,2 mm
% +ahan A Steel +-, :66
1&)& Poros
a Poros I
% !igunakan type poros bintang
% +ahan poros A AISI 72(66 ,* Syp (3<666 Psi
% !iameter poros A 6,55X A (5,275 mm
% Panjang poros A (3X A 336,2 mm
% Jumlah Spline A 5
% /ebar Spline A 6,(5O A :,65: mm
% Tinggi Spline A 6,632O A 6,B(2B mm
b Poros II
% +ahan poros A AISI 72(66 ,* Syp (3<666 Psi
(3<666 Psi
1&.& Pasa(
a Pasak Poros II
% !igunakan type pasak standart 'lat key
% +ahan pasak A AISI (6(6 -* Syp :2666 Psi
% !iameter poros A 6,7DX A (3,:52 mm
% /ebar pasak A 6,(BD7O A :,D527 mm
% Tinggi pasak A 6,(27N A 3,(D7 mm
% panjang pasak A 6,(DN A 2,5(52 mm
b Pasak Poros III
% !igunakan type pasak standart 'lat key
% +ahan pasak A AISI (6(6 9! Syp 5B666 Psi
% !iameter poros A 6,7:X A (2,D mm
% /ebar pasak A 6,(BD7O A :,D527 mm
% Tinggi pasak A 6,(27N A 3,(D7 mm
% panjang pasak A 6,(: N A 2,7: mm
1&-& Ban'alan
a Poros I
% Jenis bantalan single%row deep dro=e ball bearing
% !iameter Poros A 6,5<O A (5,275 mm
% !iameter /uar +antalan A (,B7X A :5,<< mm
% /ebar +antalan A 6,77O A (3,<D mm
% .mur +antalan A (2:((,6( jam
a Poros II
% Jenis bantalan single%row deep dro=e ball bearing
% !iameter Poros A 6,7DO A (3,:52
% !iameter luar bantalan A (,57X A :(,<( mm
% /ebar +antalan A 6,7((BO A (2,<< mm
% .mur +antalan A 7BBB6,5 jam
c Poros III
% Jenis bantalan single%row deep dro=e ball bearing
% !iameter Poros A 6,7:O A (2,D mm
% !iameter lubang bantalan A (,77X A 3<,3D mm
% /ebar +antalan A 6,:B7(O A (2,32( mm
% .mur +antalan A D6366 jam
1&1& Pelumasan
% Spesi'ik "ra=ity A 6,B5
% 1iscosias absolute
% 1iscositas absolute dalam *eyns
A 2(,:( 9p
A 3,(6: (6
%5
reyns
% 1iscositas kinematik ?1t@ A 2:,B<: cs
% jenis pelumas SA& 26 M 36 pada system pelumasan rendam
% 1olume pelumasan A 5 liter
% .mur minyak pelumas A 7,D bulan
!FT# PUSTK
( !eutsman, A!, ;alter J Michels, 9harles & ;ilson, ,achine esign
Theory and Practice, 9oller Macmillan International, Macmillan Publishing
9o Inc (<D7
2 Suga, $yokatsu, Pro'essor, toh M in "akuen recnichal 9ollege, Japan, asar
Perencanaan dan Pe*ilihan .le*en ,esin, Ir Sularso, MSM&, ?terj@
!epartemen Mesin Institut Teknologi +andung, (<B6
S#N
Pemilihan jenis material dan 'actor keamanan adalah suatu hal yang sangat
perlu diperhatikan dalam perencanaan "ear +o#, serta dibutuhkannya suatu
rakitan atau rangkaian roda gigi yang praktis, sehingga e'isien tempat dan biaya
dalam pembuatan "ear +o# dapat ditentukan seminimal mungkin
"unakan jenis material yang tepat untuk menerima beban atau gaya%gaya
yang terjadi dan pilihlah jenis pelumasan yang e''isien sehingga "ear +o# lebih
aman dan lebih lama umur pemakaiannya