Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pelaporan keuangan merupakan hal yang sangat penting dalam aktivitas sebuah
entitas, karena laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi keuangan
kepada pihak-pihak eksternal yang akan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan
ekonomi. Hal ini dapat terlihat pada tujuan laporan keuangan yaitu memberikan informasi
mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi
sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Selain itu,
Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan
sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Setiap entitas harus memiliki kemampuan yang baik dalam menyajikan laporan
keuangan setiap periodenya baik dalam hal keandalan, materialitas, ataupun kualitas dari
informasi yang terdapat dalam penyajian laporan keuangan. ntuk memiliki kemampuan
yang baik setiap perusahaan harus memahami dan menerapkan standar akuntansi keuangan
yang tertuang dalam PS!", baik itu mengenai kerangka konseptual dan pelaporan keuangan,
manajemen laba, ataupun konsekuensi ekonomi laporan keuangan. #engan adanya PS!" ini
diharapkan seluruh entitas yang ada di $ndonesia mampu menerapkan dengan baik dalam
menyajikan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku
sehingga semua informasi dalam laporan keuangan dapat memberikan keyakinan bagi
penggunanya dalam pengambilan keputusan ekonomi.
%erdasarkan uraian diatas, maka penulis &yang terdiri dari ' orang( ingin menyusun
sebuah makalah dengan judul )"erangka "onseptual dan Pelaporan "euangan, *anajemen
Laba. "onsekuensi +konomis Laporan "euangan,. #alam makalah ini penulis akan
memapaparkan "erangka "onseptual dan Pelaporan "euangan berdasarkan $-.S yang saat
ini berlaku di $ndonesia, tentang teori manajemen laba dan analisi kasus studi P/. $ndofarma,
/bk sebagai contoh kasus manajemen laba yang pernah ada, serta konsekuensi ekonomis
1
laporan keuangan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
%erdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah
dalam makalah ini antara lain0
1. %agaimana "erangka "onseptual dan Pelaporan "euangan berdasarakan $-.S
yang saat ini berlaku di $ndonesia2
3. !pa yang dimaksud dengan /eori *anajemen Laba2
'. %agaimana konsekuensi ekonomis terhadap laporan keuangan2
1.3 TUJUAN
%erdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka tujuan dalam
makalah ini antara lain0
1. ntuk memaparkan "erangka "onseptual dan Pelaporan "euangan sesuai dengan PS!"
berdasarkan $-.S baik untuk lapran keuangan bertujuan umum & yang selanjutnya
disebut laporan keuangan( &PS!" 41(
3. ntuk memaparkan /eori manajamen laba baik definisi, sasaran, alasan, serta terjadinya
manajemen laba5
'. ntuk memaparkan mengenai konsekuensi ekonomis laporan keuangan baik definisi,
terjadinya ataupun hubungan konsekuensi ekonomi dengan pasar modal.
BAB II
2
PEMBAHASAN
2.1 KERANGKA KONSEPTUAL
"erangka dasar ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian
laporan keuangan bagi para pemakai eksternal. /ujuan kerangka dasar ini adalah untuk
digunakan sebagai acuan bagi0
1. komite penyusun standar akuntansi keuangan, dalam pelaksanaan tugasnya5
3. penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum
diatur dalam standar akuntansi keuangan5
'. auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum5 dan
6. para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
"erangka dasar ini membahas laporan keuangan untuk tujuan umum &general purpose
financial statements, yang selanjutnya hanya disebut 7laporan keuangan7(, termasuk laporan
keuangan konsolidasi. Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun
sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai. %eberapa di antara pemakai ini
memerlukan dan berhak untuk memperoleh informasi tambahan di samping yang tercakup
dalam laporan keuangan. 8amun demikian, banyak pemakai sangat tergantung pada laporan
keuangan sebagai sumber utama informasi keuangan dan karena itu laporan keuangan
tersebut seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka.
Laporan keuangan dengan tujuan khusus seperti prospektus, dan perhitungan yang dilakukan
untuk tujuan perpajakan tidak termasuk dalam kerangka dasar ini.
"erangka dasar ini berlaku untuk laporan keuangan untuk semua jenis perusahaan
komersial, baik sektor publik maupun sektor swasta. Perusahaan pelapor adalah perusahaan
yang laporan keuangannya digunakan oleh pemakai yang mengandalkan laporan keuangan
tersebut sebagai sumber utama informasi keuangan perusahaan.
Struktur kerangka konseptual sama dengan struktur teori akuntansi yang didasarkan
pada proses penalaran logis. 9ang dapat digambarkan dalam bentuk hierarki yang memiliki
beberapa tingkatan sebagai beikut0
3
1. Pada tingkatan teori tertinggi (Level 1)
#alam kerangka konseptual menyatakan ruang lingkup dan tujuan pelaporan keuangan
2. Pada tingkatan selanjutnya (Level 2)
*endefinisikan dan mengidentifikasikan karakterisitik kualitatif dari informasi keuangan
dalam elemen laporan keuangan
3. Pada tingkat operasional yang lebih rendah (Level 3)
%erkaitan dengan prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan tentang pengukuran dan elemen
laporan keuangan
4
"erangka konseptual memiliki manfaat yang sangat besar bagi pemakainnya. *anfaat
dari kerangka konseptual antara lain adalah untuk membangun dan menghubungkan badan
pembuat konsep dengan tujuannya, menyediakan kerangka kerja untuk memecahkan
masalah-masalah praktis baru yang muncul &masalah yang belum ada standarnya(,
meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai laporan keuangan tentang pelaporan
keuangan, dan menaikkan daya banding laporan keuangan antar perusahaan.

2.2 LAPORAN KEUANGAN
5
Laporan keuangan merupakan informasi keuangan yang disusun dan disajikan
sekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai.
Laporan keuangan juga digunakan sebagai sumber utama informasi keuangan dank arena itu
laporan keuangan tersebut seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan
kebutuhan para pemakai.
Laporan keuangan merupakan salah satu proses dari pelaporan keuangan, dimana
laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan posisi keuangan &yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai
laporan arus kas, atau laporan arus dana(, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan
yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Perusahan pelapor adalah perusahaan
yang laporan keuangannya digunakan oleh pemakai yang mengandalkan laporan keuangan
tersebut sebagai sumber utama informasi keuangan perusahaan.
2.2.1 TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
/ujuan dari laporan keuangan yakni menyediakan informasi yang berhubungan
dengan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
dapat bermanfaat begi pengguna laporan tersebut sebagai pengambilan keputusan di masa
yang akan datang. Laporan keuangan juga memperlihatkan bagaimana pertanggungjawaban
manajemen atas sumber daya yang telah dipercayakan kepada mereka sehingga mereka dapat
membuat keputusan ekonomi.
Pemakai dan "ebutuhan $nformasi Laporan keuangan digunakan oleh pemakai yang
berbeda-beda yang disebut dengan stakeholder, meliputi investor, karyawan, pemberi
pinjaman, pemasok dan kreditor usaha, pelaggan, pemerintah serta lembaga-lembaganya, dan
masyarakat. %eberapa kepentingannya, meliputi 0
a. Investor
$nformasi keuangan digunakan untuk membantu mereka menentukan apakah harus
membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Perusahaan juga tertarik pada
informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk
membayar dividen
b. Karyawan
6
$nformasi keuangan digunakan untuk melihat stabilitas dan profitabilitas perusahaan,
serta untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat
pensiun, dan kesempatan kerja.
c. Pemberi Pinjaman
/ertarik pada informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan
apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar saat jatuh tempo.
d. Pemasok dan kreditor lainnya
/ertarik pada informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan
apakah jumlah yang terhutang akan dibayar saat jatuh tempo. "reditor usaha
berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi
pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama meraka tergantung pada kelangsungan
hidup perusahaan.
e. Pelanggan
%erkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan,
terutama apabila mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau
tergantung pada perusahaan.
f. Pemerintah
%erkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan
aktivitas perusahaan dan untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan
pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik
lainnya.
g. Masyarakat
Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi
kecenderungan &trend( dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian
aktivitasnya.
7
2.3 ASUMSI DASAR
Kelangsungan Usaha G!"ng #!n$e%n&
#alam menyusun laporan keuangan, manajemen membuat penilaian tentang
kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha. +ntitas menyusun laporan
keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, kecuali manajemen bertujuan untuk
melikuidasi entitas atau menghentikan perdagangan, atau tidak mempunyai alternatif lainnya
yang realistis selain melakukannya.
:ika manajemen menyadari &dalam membuat penilaiannya( mengenai adanya
ketidakpastian yang material sehubungan dengan peristiwa atau kondisi yang dapat
menimbulkan keraguan yang signifikan tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan
kelangsungan usaha, maka entitas mengungkapkan ketidakpastian tersebut. :ika entitas
menyusun laporan keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, maka entitas
mengungkapkan fakta tersebut, bersama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan
laporan keuangan dan alasan mengapa entitas tidak dipertimbangkan sebagai entitas yang
dapat menggunakan asumsi kelangsungan usaha. :ika selama ini entitas menghasilkan laba
dan mempunyai akses ke sumber pembiayaan, maka dapat disimpulkan bahwa asumsi
kelangsungan usaha telah sesuai tanpa melalui analisis rinci.
Dasa% A'%ual A$$%ual Bas"s&
+ntitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas.
"etika akuntansi berbasis akrual digunakan, entitas mengakui pos-pos sebagai aset, laibilitas,
ekuitas, pendapatan dan beban &unsur-unsur laporan keuangan( ketika pos-pos tersebut
memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsure unsur tersebut dalam "erangka
#asar Penyusunan dan Penyajian Laporan "euangan.
2.( KARAKTERISTIK KUALITATI) LAPORAN KEUANGAN
"arakteristik kualitatif dari informasi keuangan mengidentifikasi jenis-jenis informasi
yang paling berguna bagi investor yang ada dan calon investor, pemberi pinjaman maupun
kreditur lainnya untuk membuat keputusan mengenai entitas pelaporan berdasarkan pada
laporan keuangan yang telah disajikan. $nformasi keuangan akan berguna bagi investor yang
8
ada dan calon investor, pemberi pinjaman maupun kreditur lainnya maka informasi tersebut
harus relevan dan disajikan dengan jujur.
Pengguna *a%" "n+!%,as" a'un-ans"
Setiap pembuat keputusan menilai informasi apa yang berguna dan penilaian tersebut
dipengaruhi oleh faktor seperti keputusan yang akan dibuat, metode pembuatan keputusan
yang akan digunakan, informasi yang telah diperoleh dari sumber lainnya, dan kapasitas
dari pembuat keputusan.
K%"-e%"a Pe%.as"+/ Man+aa- 0 B"a1a
%iaya adalah kendala pervasif dari informasi yang dapat disediakan oleh laporan
keuangan. Pelaporan informasi keuangan memerlukan biaya sehingga penting untuk
memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat dari pelaporan
informasi tersebut.
Kual"-as )un*a,en-al
"arakteristik kualitatif fundamental adalah relevan dan penyajian yang jujur. $nformasi
keuangan akan berguna bagi investor yang ada dan calon investor, pemberi pinjaman
maupun kreditur lainnya maka informasi tersebut harus relevan dan disajikan dengan
jujur.
Rele.an
$nformasi keuangan yang relevan adalah informasi yang mampu untuk membuat
perbedaan dalam keputusan yang dibuat oleh pengguna informasi keuangan. $nformasi
mungkin akan mampu untuk membuat perbedaan dalam sebuah keputusan sekalipun
beberapa pengguna memilih untuk tidak mengambil manfaat dari informasi tersebut atau
telah mengetahui informasi tersebut dari sumber informasi lainnya. $nformasi keuangan
akan mampu untuk membuat perbedaan dalam sebuah keputusan jika informasi tersebut
memiliki nilai prediktif dan confirmatory value. 8ilai prediktif dan confirmatory value
saling berkaitan. $nformasi yang memiliki nilai prediktif seringkali juga memiliki
confirmatory value.
N"la" 2%e*"'-"+.
9
$nformasi keuangan memiliki nilai prediktif jika informasi tersebut dapat digunakan
sebagai suatu input dalam proses yang dilakukan oleh pengguna informasi untuk
memprediksi hasil di masa depan.
Confirmatory value.
$nformasi keuangan memiliki confirmatory value jika informasi tersebut memberikan
umpan balik &mengonfirmasi atau mengubah( terhadap evaluasi sebelumnya.
Pen1a3"an 1ang Ju3u% )a"-h+ull Re2%esen-a-"!n&
Laporan keuangan menyajikan fenomena ekonomi dalam huruf dan angka. ntuk
menjadi berguna, maka informasi keuangan tidak hanya harus menyajikan fenomena yang
relevan tetapi juga harus menyajikan fenomena tersebut dengan jujur. !gar informasi
keuangan tersebut dikatakan disajikan dengan jujur maka informasi tersebut harus
lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan.
Leng'a2
Sebuah penggambaran yang lengkap mencakup seluruh informasi yang berguna bagi
pengguna informasi untuk memahami fenomena yang digambarkan, termasuk juga semua
penjelasan dan deskripsinya.
Ne-%al
Sebuah penggambaran yang netral adalah tanpa bias dalam pemilihan atau penyajian
informasi keuangan. Penggambaran yang netral tidak diarahkan atau dimanipulasikan
untuk meningkatkan probabilitas bahwa informasi keuangan akan diterima dengan baik
oleh pengguna.
Be4as *a%" 'esalahan
Penyajian yang jujur tidak berarti akurat dalam segala aspek. %ebas dari kesalahan
berarti bahwa tidak terdapat kesalahan atau penghilangan dalam penggambaran fenomena
dan proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang dilaporkan telah dipilih
dan diaplikasikan tanpa kesalahan dalam prosesnya.
10
Kual"-as I*eal
"omparabilitas, verifiabilitas, ketepatwaktuan, dan dapat dipahami adalah karakteristik
kualitatif yang meningkatkan kegunaan informasi yang relevan dan disajikan dengan
jujur. "arakteristik kualitatif ini juga membantu untuk menentukan dua cara yang akan
digunakan untuk menggambarkan fenomena jiak kedua cara tersebut sama-sama relevan
dan disajikan dengan jujur.
K!,2a%a4"l"-as
"eputusan pengguna melibatkan pemilihan alternatif baik itu untuk membeli atau
mempertahankan suatu investasi, atau berinvestasi pada satu entitas pelaporan atau pada
entitas pelaporan lainnya. "onsekuensinya, informasi mengenai sebuah entitas pelaporan
akan lebih berguna jika informasi tersebut dapat dibandingkan dengan informasi yang
sama dari entitas lainnya dan dengan informasi yang sama mengenai entitas yang sama
untuk periode atau tanggal lainnya. "omparabilitas adalah karakteristik kualitatif yang
memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dalam dan
perbedaan antara item-item. "omparabilitas tidak berkaitan dengan satu item,
perbandingan setidaknya memerlukan dua item. "onsistensi mengacu pada penggunaan
metode yang sama untuk item yang sama, dari satu periode ke periode berikutnya dalam
suatu entitas pelaporan atau dalam satu periode diantara entitas yang berbeda.
komparabilitas adalah tujuan sedangkan konsistensi membantu untuk mencapai
komparabilitas tersebut.
5e%"+"a4"l"-as
;erifiabilitas membantu memastikan pengguna bahwa informasi menyajikan dengan jujur
fenomena ekonomi yang seharusnya disajikan. ;erifiabilitas berarti bahwa pengguna
informasi yang independen dan berpengetahuan yang berbeda dapat mencapai suatu
konsensus bahwa penggambaran tertentu adalah penyajian yang jujur.
Ke-e2a-6a'-uan T",el"ness&
"etepatwaktuan berarti bahwa informasi tersedia bagi pembuat keputusan pada waktu
yang tepat untuk mampu mempengaruhi keputusan mereka. Secara umum, semakin lama
umur suatu informasi maka informasi tersebut akan menjadi kurang berguna.
11
Da2a- D"2aha,"
Pengklasifikasian, pengkarakteristikan, dan penyajian informasi dengan jelas dan tepat
membuat informasi tersebut menjadi dapat dipahami. %eberapa fenomena memiliki
kerumitan bawaan dan tidak dapat dengan mudah untuk dipahami. Pengecualian
informasi tersebut dalam laporan keuangan mungkin menjadikan informasi keuangan
lebih mudah untuk dipahami tetapi laporan tersebut tidak lengkap dan mungkin akan
menyesatkan. <leh karena itu, laporan keuangan dipersiapkan bagi pengguna yang
memiliki pengetahuan memadai mengenai aktivitas bisnis dan ekonomi dan mampu untuk
menganalisa dan mereview informasi tersebut.
Ba-asan Penga'uan Ma-e%"al"-as
$nformasi dikatakan material jika penghilangan atau salah saji informasi tersebut dapat
mempengaruhi keputusan pengguna yang mendasarkan keputusannya pada informasi
keuangan tersebut.
=ambar 3.3
12
2.7 UNSUR LAPORAN KEUANGAN
La2!%an P!s"s" Keuangan 8 yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan per
tanggal tertentu mengenai hal > hal sebagai berikut0
1. !ktiva, merupakan manfaat ekonomi yang diharapkan oleh perusahaan sebagai hasil
dari transaksi kejadian-kejadian masa lalu.
3. "ewajiban, merupakan utang perusahaan yang ditimbulkan dari peristiwa atau
transaksi masa lalu.
'. !ktiva %ersih, merupakan nilai residu atas aktiva perusahaan setelah dikurang dengan
kewajiban.
K"ne%3a La4a Rug"&
1. Penghasilan, merupakan penambahan atau pemasukan aktiva atau penurunan
kewajiban yang menyebabkan kenaikan ekuitas yang berasal dari operasi utama
perusahaan dan bukan berasal dari pemilik.
3. %eban, merupakan penurunan aktiva atau penambahan kewajiban yang menyebabkan
penurunan ekuitas yang berasal dari operasi utama perusahaan dan bukan dari
pembagian kepada penanaman modal.
2.9 PRINSIP DASAR
a. H"s-!%"$al #!s- B"a1a H"s-!%"s&
!ktiva dicatat sebesar pengeluaran kas atau setara dengan kas yang dibayar atau
sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut
pada saat perolehan dan kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai
penukar dari kewajiban.
4. #u%%en- #!s- B"a1a K"n"&
13
!ktiva dinilai dalam jumlah kas atau setara dengan kas yang seharusnya dibayar bila
aktiva yang sama atau setara aktiva diperoleh sekarang. "ewajiban dinyatakan dalam
jumlah kas &atau setara kas( yang tidak didiskontokan yang mungkin akan
diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang.
$. Real"sa4le : Se--le,en- 5alue N"la" Real"sas" : Pen1elesa"an&
!ktiva dinyatakan dalam jumlah kas atau setara dengan kas yang dapat diperoleh
sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal dan kewajiban
dinyatakan sebesar nilai penyelesaian5 yaitu, jumlah kas atau setara dengan kas
yang tidak didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi
kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.
*. )a"% 5alue
:umlah nilai dimana aset dapat ditukarkan antara pihak-pihak yang berpengetahuan
dan bersedia dalam arm?s length transaction. $!S% telah mengambil langkah yang
memberikan perusahaan pilihan untuk menggunakan nilai wajar sebagai dasar untuk
pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan.
e. Re.enue %e$!gn"-"!n
Pendapatan harus diakui apabila kemungkinan besar bahwa manfaat ekonomi masa
depan akan mengalir ke perusahaan dan pengukuran dapat dilakukan secara andal.
+. E;2ense %e$!gn"-"!n
Pengeluaran atau penggunaan aset atau menimbulkan kewajiban &atau kombinasi dari
keduanya( selama periode sebagai akibat dari penyerahan atau produksi barang dan @
atau memberikan jasa.
2.< MANAJEMEN LABA
Perbedaan yang sangat tipis antara manajemen laba dengan fraud membuat batasan
dan defenisi dari manajemen laba itu sendiri menjadi tidak jelas. Pihak yang concern dengan
hal ini mencoba mendefenisikannya, baik dari pemahaman positif dan negatif. !da pihak
yang mendefenisikan manajemen laba sebagai kecurangan yang dilakukan seorang manajer
untuk mengelabui orang lain, sedangkan pihak lain mendefenisikannya sebagai aktivitas yang
wajar yang dilakukan manajer dalam menyusun laporan keuangan.
14
Secara umum manajemen laba didefenisikan sebagai upaya manajer perusahaan untuk
mengintervensi atau mempengaruhi informasi-informasi dalam laporan keuangan dengan
tujuan untuk mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi yang
sebenarnya. $stilah intervensi dan mengelabui inilah yang kemudian diartikan sebagai
kecurangan dalam hal praktek manajemen laba. Sementara pihak lain tetap menganggap
aktivitas manajerial ini bukan sebagai kecurangan. !lasannya adalah intervensi itu dilakukan
masih dalam kerangka standar akuntansi, yaitu masih menggunakan metode dan prosedur
akuntansi yang diterima dan diakui secara umum. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen
laba berada dalam daerah abu-abu &grey area( antara aktivitas yang diijinkan prinsip
akuntansi dan kecurangan. !palagi pada dasarnya manajemen laba sulit untuk diobservasi
oleh pemakai laporan keuangan.
*anajemen laba didefenisikan sebagai upaya manajer perusahaan untuk
mengintervensi atau mempengaruhi informasi-informasi dalam laporan keuangan dengan
tujuan untuk mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi yang
sebenarnya. *anajemen laba merupakan sesuatu yang diperbolehkan sepanjang dilakukan
sesuai dengan metode dan prosedur akuntansi yang diperbolehkan. Sementara apabila ada
manajer melakukan manajemen laba dengan sesuatu yang melanggar metode dan prosedur
akuntansi, maka hal yang demikian dapat dikategorikan sebagai )fraud,. Pola manajemen
laba dibagi 6, yaitu0
/aking a bath0 pola ini dapat ditemukan saat terjadinya reorganisasi. :ika perusahaan
harus melaporkan adanya rugi, maka sekalian saja perusahaan melaporkan adanya
rugi yang sangat besar. "onsekuensinya adalah penghapusan asset, menyediakan
untuk biaya di masa depan dan secara umum )pembersihan,. "arena accruals
reversal, maka ini akan meningkatkan kemungkinan adanya profit di masa yang akan
datang. +feknya, pencatatan penghapusan yang besar bisa menggaransi adanya laba di
masa depan.
$ncome minimiAation0 biasanya pola ini dilakukan pada masa-masa laba yang didapat
sedang tinggi. Pola ini mencakup penghapusan capital assets dan intangibles, biaya
periklanan, biaya .B#, biaya eksplorasi pada sektor migas dan lain-lain.
15
$ncome maCimiAation0 berdasarkan positive accounting theory &P/!(, manajer bisa
terlibat dalam menaikkan pemasukan dengan tujuan bonus. Perusahaan yang
melanggar debt covenant juga biasanya menaikkan laba mereka.
$ncome smoothing0 dari perspektif yang berlawanan, manajer menghindari resiko
dengan cara memilih alternatif bonus yang tidak terlalu bervariasi. !kibatnya,
manajer meratakan laba supaya mendapatkan bonus yang terus-menerus.
2.<.1 MOTI5ASI MANAJEMEN LABA
!da berbagai motivasi yang mendorong dilakukannya manajemen laba yang termasuk
dalam Positive !ccounting /heory &P!/( atau teori akunting positif yang mengemukakan tiga
hipotesis motif dilakukannya manajemen laba, yaitu bonus plan, debt covenant, political cost
hypothesis. /eori akunting positif berkaitan dengan memprediksi tindakan yang dilakukan
manajer perusahaan dalam merespon standar-standar akunting baru. P!/ tidak berarti pilihan
kebijakan akuntansi satu perusahaan harus terbatas namun malah memberikan banyak
pilihan. Selain ketiga hipotesis tersebut terdapat juga beberapa motivasi lain melakukan
manajemen laba0
a. Hipotesis program bonus the bonus plan hypothesis!
Hipotesis ini dipilih karena manajer ingin melaporkan laba yang akan datang menjadi
laba periode ini. *otivasi manajer yang menerapkan hipotesis ini biasanya
mengharapkan bonus yang tinggi.:ika bonus mereka bergantung pada laba yang
dilaporkan maka mereka bisa melaporkan laba bersih yang setinggi-tingginya. /entu
saja sesuai dengan proses akrual ini juga berarti laba yang akan datang menjadi makin
kecil.
b. Hipotesis perjanjian hutang the debt covenant hypothesis!
Semakin dekat suatu perusahaan dalam melanggar perjanjian utang maka semakin
mungkin manajer perusahaan untuk menggeser laba yang akan datang menjadi laba di
periode ini. !lasannya adalah peningkatan laba bersih yang dilaporkan akan
mengurangi terjadinya keteledoran teknis. Perjanjian utang banyak mengandung
covenants yang mana harus dipatuhi oleh peminjam selama masa perjanjian.Semakin
tinggi rasio hutang@ekuitas suatu perusahaan yang ekuivalen dengan semakin
dekatnya perusahaan terhadap kendala-kendala dalam perjanjian hutang dan semakin
16
besar probabilitas pelanggaran perjanjian, semakin mungkin manajer untuk
menggunakan metode-metode akuntansi yang meningkatkan income.
c. Hipotesis biaya politik the political cost hypothesis!
*otivasi regulasi politik merupakan motivasi manajemen dalam mensiasati berbagai
regulasi pemerintah.Perusahaan yang terbukti menjalankan praktik pelanggaran
terhadap regulasi anti trust dan anti monopoli, manajernya melakukan manipulasi laba
dengan menurunkan laba yang dilaporkan.Perusahaan juga melakukan manajemen
laba dengan tujuan untuk mempengaruhi keputusan pengadilan terhadap perusahaan
yang mengalami damage award.Selain itu, PPh juga merupakan motivasi dalam
manajemen laba. Pemilihan metode akuntansi dalam pelaporan laba akan memberikan
hasil yang berbeda terhadap laba yang dipakai sebagai dasar perhitungan pajak.
d. Motivasi pajak ta"ation motivation!
Salah satu insentif yang dapat memicu manajer untuk melakukan rekayasa labaadalah
untuk meminimalkan pajak atau total pajak yang harus dibayarkan perusahaan.
e. Pergantian C#$ retirement of e"ecutive officer!
%anyak motivasi yang muncul saat terjadi pergantian D+<. Salah satunya adalah
pemaksimalan laba untuk meningkatkan bonus pada saat D+< mendekati masa
pensiun.
f. IP$ initial public offering!
Perusahaan yang baru pertama kali menawarkan harga pasar, sehingga
terdapatmasalah bagaimana menetapkan nilai saham yang ditawarkan. <leh karena
itu, informasilaba bersih dapat digunakan sebagai sinyal kepada calon investor
tentang nilai.
*anajemen mengemukakan beberapa tujuan dilakukannya earnings management,
diantaranya adalah untuk memenuhi masing-masing tujuan dan kepentingan dalam rangka
menjalankan kegiatan bisnisnya, yaitu0
1. *anajemen laba dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap
manajer. *anajemen laba berhubungan erat dengan tingkat perolehan laba atau
prestasi usaha suatu organisasi, hal ini karena tingkat keuntungan atau laba dikaitka n
17
dengan prestasi manajemen dan juga besar kecilnya bonus yang akan diterima oleh
manajer.
3. *anajemen laba dapat memperbaiki hubungan dengan pihak kreditor. Perusahaan
yang terancam default yaitu tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang pada
waktunya, perusahaan berusaha menghindarinya dengan membuat kebijakan yang
dapat meningkatkan pendapatan maupun laba. #engan demikian akan memberi posisi
bargaining yang relatif baik dalam negoisasi atau penjadwalan ulang utang antara
pihak kreditor dengan perusahaan.
'. *anajemen laba dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya terutama pada
perusahaan go publik pada saat $P<.
2.= KONSEKUENSI EKONOMIS LAPORAN KEUANGAN
"onsekuensi ekonomi adalah konsep yang menyatakan bahwa walaupun
bertentangangan dengan implikasi teori pasar modal efisien pilihan kebijakan akuntansi dapat
mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Hal ini berarti kebijakan akuntansi dan perubahan
kebijakan akuntansi tersebut merupakan suatu permasalahan, terutama bagi manajemen. Hal
ini dikarenakan akan mengakibatkan manager mengubah hasil operasi perusahaan yang
sesungguhnya.
"onsekuensi ekonomis muncul karena perusahaan melakukan kontrak seperti
kompensasi eksekutif dan kontrak utang. !danya kontrak tersebut memberikan motivasi
kepada manajemen untuk melakukan pemilihan kebijakan akuntansi yang dapat
mempengaruhi kinerja perusahaan yang sesungguhnya. <leh karena itu, kebijakan akuntansi
yang digunakan dapat merupakan sumber informasi yang penting bagi investor. *anajer
dapat menggunakan sumber informasi berupa pilihan kebijakan akuntansi sebagai signal
tentang informasi perusahaan. "onsekuensi ekonomi diperlukan untuk mengetahui respon
pasar atas perubahan kebijakan akuntansi walaupun perubahan tersebut tidak mempengaruhi
secara langsung terhadap arus kas perusahaan.
Pelaporan keuangan memiliki beberapa konsekuensi ekonomis &economic
conseEuences of financial reporting( yakni0
1. $nformasi keuangan dapat mempengaruhi distribusi kekayaan diantara investor.
$nvestor yang memperoleh informasi lebih banyak &mempekerjakan analis sekuritas(
18
mungkin mampu meningkatkan kekayaan mereka daripada investor yang kurang
informasi.
3. $nformasi keuangan dapat mempengaruhi tingkatan risiko yang diterima perusahaan.
-okus pada jangka pendek, memiliki risiko lebih kecil, tetapi mungkin mengandung
efek-efek jangka panjang yang merugikan &long-term detrimental effects(.
'. $nformasi keuangan dapat mempengaruhi tingkat formasi modal dalam ekonomi dan
menghasilkan realokasi kekayaan antara konsumsi dan investasi dalam ekonomi.
6. $nformasi keuangan dapat mempengaruhi bagaimana investasi dialokasikan dalam
perusahaan.
BAB III
ANALISIS KASUS
3.1 Anal"s"s Kasus PT. INDO)ARMA T4'
"asus $ndofarma ini bermula saat perusahaan yang memproduksi F4G &delapan puluh
persen( obat generik itu mengalami kerugian sebesar .p. 34,4HI &dua puluh koma Sembilan
puluh tujuh( miliar pada akhir tahun 3443. Padahal hingga kuartal $$$ tahun yang sama, laba
bersih $ndofarma mencapai .p. FF,JI &delapan puluh delapan koma lima puluh tujuh( miliar
"erugian ini sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari kekeliruan yang dilakukan oleh
manajemen pada tahun tahun sebelumnya yang pada akhirnya berdampak pada tahun-tahun
berikutnya.
-aktor penyebab kerugian itu menurut manajemen $ndofarma 0
1. !danya Perubahan .egulasi pemerintah.
3. Persaingan yang semakni ketat antar produsen obat
'. "omposisi portofolio produk yang sangat bergantung pada obat generic
6. Pengembangan 64 &empat puluh( jenis obat-obat ethical yang berharga murah dengan
merek (low-price branded generic)
19
J. $nefisiensi produksi yang disebabkan oleh kapasitas menganggur (idle capacity) dari
fasilitas produksi
20
K. Sejak tahun 3444 Perusahaan mendirikan anak perusahaan yaitu P/. $ndofarma =lobal
*edika &$=*( yang menjadi distributor untuk semua produk $ndofarma
I. !danya Peningkatan persediaan &obat jadi, bahan baku, alat-alat kesehatan dan $ain-lain(
tapi tidak melalui perencanaan yang baik dan juga tidak didukung oleh kebutuhan atau
daya serap pasar khususnya alat-alat kesehatan.
F. %eban usaha mengalami peningkatan sebesar .p. 1F',FF &seratus delapan puluh tiga
koma delapan puluh delapan( miliar yang juga mendorong meningkatnya kerugian
ditambah dengan beban bungan pinjaman sebesar .p. 64,HJ &empat puluh komasembilan
puluh lima( miliar.
!dapun tinjauan keuangan P/. $ndofarma, /bk selama J tahun yaitu tahun 1HHH-344'
DESKRIPSI 1>>> 2??? 2??1 2??2 2??3
Penjual %ersih 'H3,43 6H','I K1J,6' KFI,HF 6HF,31
Laba "otor 1F3,4K 3I3,J6 '4',IH 13',1K 1'K,F6
Laba &.ugi( saha 13J,H3 1F3,4I 1I3,'' &J3,3K( &6I,4J(
Laba &.ugi( %ersih 11I,41 114,3H 133,J6 &JH,F3( &13H,JI(
/otal !ktiva 6FI,J1 J'F,1I F11,K3 F14,4' K'J,HK
!ktiva Lancar 631,I1 6'3,IH KFF,HK K6I,1K 66',KJ
!ktiva /idak Lancar KJ,F4 14J,'F 133,KK 1K3,FI 1H3,HK
/otal "ewajiban 3'H,H3 36J,K1 3H6,1H 613,4' 'KF,41
"ewajiban Lancar 3'H,H3 36J,K1 3FH,I 'I',33 '6',1K
"ewajiban /idak Lancar - - 6,6' 'F,F1 36,FJ
+kuitas 36I,JH 3H3,JI J34,F6 'H4,6' 3K4,FK
21
Anal"s"s Kasus
!wal mula dari kasus ini karena selama 3 &dua( tahun berturut-turut $ndofarma
mengalami kerugian yaitu pada tahun 3443 dan 344'. Padahal tahun 3441 perusahaan
farmasi tersebut meraih laba yang cukup besar &lihat tabel 1(. Setelah dilakukan pemeriksaan
oleh %apepam ternyata telah adanya kesalahan dalam penyajian informasi di dalam Laporan
"euangan 3441. "ejadian ini merupakan suatu bentuk pelanggaran terhadap ketentuan Pasar
*odal &P* dan peraturan %apepam( dan Pedoman Standar !kuntan Publik &PS!"(.
%ahwa di dalam ketentuan Pasar *odal yaitu yang terdapat dalam Pasal KH ayat &l( P*0
7Laporan "euangan yang disampaikan kepada %apepam wajib disusun berdasarkan prinsip
akuntansi yang berlaku umum.7
A*a2un 4u'-"@4u'-" 1ang *"-e,u'an a*alah se4aga" 4e%"'u- /
1. 8ilai %arang #alam Proses dinilai lebih tinggi dari nilai seharusnya &oversteated(
dalam penyajian nilai persediaan barang dalam proses pada tahun buku 3441 sebesar
.p 3F.FI4.444.444,44. !kibat overstated tersebut, maka Harga Pokok Penjualan akan
understated sebesar .p 3F.FI4.444.444,44 dan laba bersih juga akan mengalami
overstated dengan nilai yang sama pula.
2. %erdasarkan angka 3 huruf a pearaturan %apepam nomor ;$$$.=.I tentang pedoman
penyajian laporan keuangan disebutkan bahwa )anajeen eiten atau perusahaan
public vertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan!
3. #alam pedoman standar akuntansi public &PS!"( kerangka dasar penyusunan dan
penyajian laporan keuangan khususnya berkaitan dengan materialitas, paragraph '4
dinyatakan bahwa )L.informasi dipandang material kalau kelalaian mencantumkan
atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan
ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuanganL,
". #alam PS!" kerangka dasar penyusunan dan penyajian alaporan keuangan
khususnya berkaitan engan keandalan, paragraph '1 menyatakan bahwa )L. #gar
beran$aat% in$orasi juga harus andal (realiabel) in$orasi eiliki kualitas andal
jika bebas dari pengertian yang enyesatkan% kesalahan aterial dan dapat
diandalkan peakai sebagai penyajian yang tulus dan jujur ($aith$ull representation)
dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan!.
J. PS!" 8o 1 Paragaraf 14 bahwa ) laporan keuangan harus menyajikan secara
wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, perubahan ekuitas, dan arus kas perusahaan
dengan menerapkan PS!" secara benar disertai pengungkapan yang diharuskan
22
PS!" dalam catatan atas laporan keuanganL.,
K. %erdasarkan pasal J huruf n undang-undang 8o F tahun 1HHJ tentang pasar
modal dan pasal K6 peraturan pemerintah nomor 6J tahun 1HHJ sebagaimana telah
diubah dengan peraturan pemerintah no 13 tahun 3446 tentang penyelenggaraan
kegiatan dibidang pasar modal, kepada direksi yang menjabat pada periode terbitnya
laporan keuangan tahun periode 3441 diberikan sanksi administrative berupa denda
sebesar .p. J44.444.444,44 dan memerintahkan kepada direksi P/. $ndofarma /bk
untuk 0
a. Segera membenahi dan atau menysusun system pengendalian internal dan system
akuntansi perusahaan yang memadai untuk menghindari timbulnya permasalahan yang
sama dikemudian hari. Pembenahan dan atau penyusunan system pengendalian internal
dan system akuntansi perusahaan tersbut sudah harus diselesaikan selambat-lambatnya
pada akhir semester 1 tahun buku 344J
b. *enyampaikan laporan perkembangan atau pembenahan dan atau penyusunan system
pengendaliaan internal dan system akuntansi perusahaan tersebut secara berkala setiap
akhir bulan kepada %!P+P!*
*enunjuk akuntan public yang terdaftar di %!P+P!* untuk melakukan audit khusus
untuk melakukan penilaian atas system pengendalian internal dan item akuntansi tersebut
apabila perusahaan telah selesai melakukan pembenahan adan atu penyusunan system
pengendalian internal dan system akuntansi perusahaan. Hasil audit khusus tersebut wajib
disampaikan ke %!P+P!*
23
BAB I5
KESIMPULAN
(.1 Kes",2ulan
%erdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kerangka konseptual
dan pelaporan keuangan dapat diringkas dalam bagan yang menjelaskan ' level dalam yaitu
&irst Level merupakan basic objective, 'econd Level merupakan karakteristik keuangan dan
nsur $aporan keuangan, (hird Level merupakan )ecognition% easureent% and disclosure
concepts. Pilihan metode akuntansi yang secara sengaja dipilih oleh manajemen untuk tujuan
tertentu dikenal dengan sebutan manajemen laba. /iga alasan manajer melakukan manajemen
laba adalah meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap manajer, *anajemen laba
dapat memperbaiki hubungan dengan pihak kreditor, menarik investor untuk menanamkan
modalnya terutama pada perusahaan go publik pada saat $P<. Hal ini dapat tercermin dalam
kasus yang pernah terjadi pada P/. $ndofarma, /bk. /eori econoic conse*uences sebagai
dampak laporan akuntansi terhadap perilaku pengambilan keputusan bisnis, pemerintah, dan
kreditor. +conoic conse*uences , muncul karena perusahaan melakukan kontrak seperti
kompensasi eksekutif &e-ecutive copensation( dan kontrak utang &debt contract(.
24
DA)TAR PUSTAKA
!ribowo, /jiptono. 3413. (eori #kuntansi .orati$ dan Positi$% &<nline(,
&http0@@msa1J.blogspot.com@3413@43@teori-akuntansi-normatif-dan-positif.html., diakses
3I September 341'(
+rika.3413. # /onceptual &raework $or &inancial #ccounting and )eporting, &<nline(,
&http0@@erika4'H1HFH.wordpress.com@3413@43@4F@a-conceptual-framework-for-financial-
accounting-and-reporting@., diakses 3I September 341'(
$!$. 3413. 'tandar #kuntansi 0euangan. :akarta0 $katan !kuntan $ndonesia
"oran /empo. 3413. 1apepa (eukan 2ndikasi, &<nline(,
&http0@@kumpulanberitalama.blogspot.com@3413@14@korantempo-bapepam-
temukan- indikasi.html., diakses 3F september 341'M
Simbolon, Harry !ndrian. 3411. Perbedan 0erangka 0onseptual 3'4##P dan 2$)',
&<nline(, &http0@@akuntansibisnis.wordpress.com@3411@46@4I@perbedaan-kerangka-
konseptual-usgaap-dan-ifrs@., diakses 3I september 341'(
25
26