Anda di halaman 1dari 44

CARDIOVASCULAR

DISEASE
Clinical Pathology
Dr.dr.Tinny Rasjad Indra
ANATOMI DAN FISIOLOGI
Jantung tertutup pericardium.
Dindingnya 3 lapis : epicardium,
myocardium,endocardium.

A. Coronaria D & S ke
epicardium masuk
myocardium
Mortality Profile in Indonesia
Cancer
CVD
DM
Injury
Respiratory
Neuro-psy
Djaja, 1998
CLASSIFICATION OF
LABORATORY TESTS IN CARDIAC
DISEASE

Cardiovascular risk factor markers (conventional,
non conventional)

Markers of cardiac tissue damage ( coronary heart
dis / myocard infark/ Penyakit Jantung Koroner)

Markers of myocardial function (congestive heart
dis / gagal jantung

Cardio Vascular Disease : ( 5% from
mortality)
1. Hypertensi
2. Congenital heart disease
3. Rheumatoid heart disease
4. Coronary heart disease ( Cardiac arterial
disease)
1. Stable Angina pectoris
2. Unstable Angina pectoris
3. Myocardial infarction
5. Myocarditis
6. Congestive Heart failure
7. Stroke



RISK FACTOR
OF CORONARY VASCULAR DISEASE
(CVD)
By
Tinny Rasjad
Risk Factors
Major CVD Risk Factors
(Conventional/traditional Risk Factor)

Non-conventional Risk Factors

Major CVD Risk Factor
(Conventional/traditional Risk Factor)
Male sex
Older age
Cigarette smoking
Dyslipidemia (total Cholesterol, LDL, HDL, TG)
Systolic high blood pressure
DM
Obesity
Non-conventional Risk Factors
Lp(a)
Homocysteine (Hcy)
Thrombogenic/Hemostatic factors
hs-CRP
Infection
CMV, Herpez simplex, Helicobacter pylori,
Chlamydia pneumonia, Oral dental infection.
Conventional risk factors

Unhealthy Cholesterol Levels
Low-density lipoproteins (LDL) = blood fats that
transport cholesterol to organs and tissues;
excess amounts result in the accumulation of
deposits on artery walls INCREASE
High-density lipoproteins (HDL) = blood fats that
help transport cholesterol out of the arteries,
thereby protecting against heart disease
DECREASE
Factor to contributing to cardiometabolic risk
Metabolic Syndrome
Diagnosis : presence of 3 or more of
abnormalities:

1. Elevated triglycerides (150 mg/dl)
2. Low HDL cholesterol (men <40 mg/dl]; women
<50 mg/dl]
3. Impaired fasting glucose (110 mg/dl)
4. High blood pressure (130/85 mmHg), and
5. Increased waist circumference (men >40 inches
[>102 cm]; women >35 inches [>88 cm])
Non Conventional Risk
Factors :

Lipoprotein(a) [Lp(a)]
Lp(a) currently classified as an emerging
risk factor for CVD
plasma Lp(a) (> 30mg/dl): to be risk factor
for development of variety of thrombotic
&atherosclerotic disorders including CAD.
Lp(a) : LDL + apo(a)
Apo(a) inhibition of plasminogen activation
Struktur Lp
Homocysteine (tHcy)
tHcy => demethylation of methionine

Hcy -> rate of CVD

The cause of hyperhomocysteinemia
genetics : mutation/ deficiency enzyme
(methylenetetrahydrofolate reductase (MTHFR) ,
cysthationine synthase (CBS))

vitamin def. (folic acid, B12 , B6)
Thrombogenic / Hemostatic Factors
plasma markers of coagulation activation and
fibrinolisys inhibition risk of coronary vascular
disease (CVD).

plasma level of fibrinogen, D-dimer, PAI-1 activity, &
factor VII
High-Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP)
an Other Inflamatory Markers
Atherosclerosis is chronic inflammatory state
inflammatory parameter
So (TNF, IL 6, CRP) as predictive value for
future CVD
Chronic bacterial/viral infections risk factors
for various atherosclerotic diseases.
Chlamydia pneumoniae, Helicobacter pneumoniae),
Viral infections (Cytomegalo virus, Herpes simplex
virus)
Dental infections (Porphyromonas ginggivalis,
Streptococcus mutans)
Infections in atherosclerosis
Oral Disease and Cardiovascular Disease
Periodontitis has an association with:
Infective Endocarditis
Diabetes
Cardiovascular Disease
Pre-Term, Low Birth Weight Infants
Pulmonary Disease
Others
DR.dr. Tinny Rasjad Indra, Sp PK (K)
Lab Patologi Klinik
FK UNBRAW
Penyakit Jantung Koroner (Coronary heart
diseases)

Gagal Jantung (Congestive heart failure)
Myocardium tdd kumpulan serabut otot
bergaris. Kontraksi & relaksasi bergantian
aksi pompa jantung.

Serabut otot mengandung protein
* kontraktil spesifik : aktin & myosin
* regulator : troponin & tropomyosin
* untuk energi : myoglobin
Juga mengandung enzim : SGOT, SGPT.
CK, LD
Penyakit Jantung Koroner
Definisi Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Penyakit jantung akibat perubahan
OBSTRUCTIF pembuluh darah koroner

Causa : atherosklerosis pembuluh darah
koroner

Proses atherosklerosis:
1. Fatty streak (lapisan berlemak)
2. Fibrous plaque
3. Plaque yang mengalami komplikasi
Patogenesa
Tahap 1: Asimptomatik, terbentuk plak
aterosklerotik non obstruktif & progresinya tgt
pada faktor resiko
Tahap 2: Trombogenesis cepat krn koyaknya
plak stimulasi agregasi trombosit,
pembentukan fibrin trombus oklusif

Koyaknya plak dipengaruhi oleh:
1.Morfologi & komponen plak
2.Hemodinamik
3.Inflamasi
Perubahan Infark Miokard Akut
Oklusi a. koroner

Iskemia miokard

Anoksia

Penurunan aliran kolateral

Kerusakan reversibel

Kerusakan ireversibel

Nekrosis sel & jaringan
Kerusakan membran
(kebocoran enzim: CK dll
Normal
individuals
no injury
Stable
angina
no injury
Unstable
angina
little to
moderate
injury
Myocardial
infarction
significant
injury
cutoff for
specific
cardiac marker
cutoff for
nonspecific
cardiac marker
Concentration of cardiac marker
increasing
Andi Wijaya
Petanda PJK
1954: AST (Aspartat Aminotransferase)
1965: CK (Creatine Kinase)
1970: Isoenzyme CK & LDH (Lactate
Dehydrogenase) dengan Elektroforesis
1975: CKMB (Immuno inhibisi) & Myoglobin
(RIA)
1979: Dimulai kriteria WHO: CKMB
1989: Troponin T (cTnT)
1992: Troponin I (cTnI)
1996: Troponin T & I untuk stratifikasi resiko
0
4 3 2 1
5 6 7
10
5
10
10
50
100
Hari setelah awal serangan infark miokard
cTnT
cTnI
CK-MB
MLC
LD1
M
y
o
g
l
o
b
i
n


K
a
d
a
r

e
n
z
i
m

p
l
a
s
m
a

x

n
o
r
m
a
l

CARDIAC MARKER
CK Isoenzim, LD, Myoglobin, Cardiac
Troponin (protein myocardial).
Dilepaskan setelah kerusakan.

Di atas limit Peak
Kembali N
CK
CKMB
LDH,LDH-1
Myoglobin
Troponin I & T
3 - 8
3 - 8
8 - 12
1 - 3
3 - 8
10 - 24
10 - 24
72 - 144
6 - 9
24 - 48
72 - 100
(peak II, hanya T)
3 4
2 - 3
8 - 14
1
3 5 (I)
5 10 (T)
AST (Aspartic Aminotransferase) / SGOT
(Serum Glutamic Oxaloacetic
Transaminase)
Adalah enzim yang dikeluarkan sel jantung bila
jantung mengalami infark
Meningkat dalam darah setelah 2-4 jam infark,
maksimum pada 24 jam dan akan kembali normal
setelah 48 jam
Terdapat dalam otot jantung, otot skeletal,
paru-2, liver (kurang spesifik untuk infark
jantung)
Harga normal : 9-25 units/L
Lactate Dehidrogenase (LDH) 1956

Pada MI, LDH meningkat setelah 12 -24 jam serangan,
maksimum 2-3 hari dan kembali normal setelah 6 10
hari
Tidak dapat untuk dx dini MI. Biasanya digunakan bila
serangan jantung terjadi > 24 jam sebelum MRS,
dimana kadar CKMB mulai turun
Normal :110-210 units/L
Ada 5 macam isoenzim (LDH1 s/d LDH5)
elektroforesis.
BM masing-2 : 134.000 kDa
LDH1 dan LDH2 terdapat di jantung, ginjal, otak dan
eritrosit.
LDH3 terdapat pada thyroid, adrenal, ginjal, otak
Pada MI terjadi peningkatan LDH1 >LDH2
CREATINE PHOSPHO KINASE
(CPK/CK) (1960)

Harga normal : 40-150 units/L
Mempunyai 3 subunit : CKMM, CKBB, CKMB
(1970)
CKMB merupakan Gold Standart untuk Dx MI
sejak 1980 (WHO). Harga normal : 0 -5 ng/ml
CK atau CKMB meningkat pada 4-6 jam
serangan, maksimum setelah 24 jam dan mulai
kembali normal setelah 48-72 jam
CKMB juga meningkat pada kelainan otot
kerangka, setelah exercise
1997, didapatkan 2 isoenzim CKMB : MB1 dan
MB2. Keduanya lebih sensitif dan spesifik dp
CKMB. Meningkat pada 1-4 jam serangan
MYOGLOBIN


Myoglobin adalah petanda kerusakan jantung dini yang
sensitif
Mempunyai BM kecil (17,8 kDa) sehingga mudah
dilepas dalam darah bila jantung mengalami nekrosis
Terdeteksi dalam darah setelah 1-4 jam infark,
maksimum pada 4-12 jam dan kembali normal setelah
24 jam
Normal : < 50 ng/ml
Kurang spesifik, karena meningkat juga pada kelainan
otot kerangka, shock, kelainan ginjal dan setelah
exercise
Troponin merupakan kumpulan dari 3
protein, troponin T (TnT), troponin I (TnI)
dan troponin C (TnC) yang berperan pada
kontraksi otot garis.
Terutama terdapat dalam bentuk komplek
tersier cTnT-I-C atau biner cTnT-I, hanya
3-6% dalam bentuk bebas cTnT dan cTnI
Merupakan petanda jantung yang cukup
sensitif terutama untuk cTnI
Troponin
Thick Filament
Myosin
Tropomyosin Actin
TnC
TnT (42 Kd)
TnI (23 Kd)
Selama pertumbuhan janin cTnTditemukan
pada otot jantung dan otot kerangka
Pada MI peningkatan kadar cTnT darah
bersamaan dengan peningkatan CKMB pada 3-
4 jam pertama, dan tetap meningkat selama 14
s/d 21 hari
Kurang spesifik karena meningkat juga pada
kelainan otot kerangka, kelainan ginjal
Dx MI ditegakkan bila cTnT > 0,1 g/ml
Hanya meningkat pada kerusakan otot jantung
Lebih akurat dp CKMB
Pada MI kadar cTnI mulai meningkat pada 3-5
jam pertama, maksimum dalam 14-18 jam dan
tetap meningkat selama 5-10 hari
Merupakan petanda jantung yang ideal karena
sensitifitas, spesifisitasnya tinggi dan dapat
terdeteksi pada unstable angina
Dapat membantu deteksi adanya MI selama
periode perioperatif
Meningkat bila kadar > 1,5 ug/ml
Gagal Jantung
(Congestive Heart Failure)
Congestive Heart Failure
Congestive heart failure = condition resulting
from the hearts inability to pump out all the
blood that returns to it
Blood backs up in the veins leading to the heart,
causing an accumulation of fluid in various parts
of the body
Caused by high blood pressure, heart attack,
atherosclerosis, birth defects, rheumatic fever

Marker : Cardiac Natriuretic peptides
CARDIAC NATRIURETIC
PEPTIDES:
Atrial Natriuretic Protein, ANP; Brain Natriuretic
Protein, BNP & pro-peptide forms)
Family of peptides secreted by cardiac atria (+
ventricles) potent diuretic, natriuretic &
vascular smooth muscle relaxing activity
Clinical usefulness (especially BNP/N-terminal
pro-BNP)
Detection of LV dysfunction
Screening for heart disease
Differential diagnosis of dyspnea
Stratification of CHF patients


Leading Causes of Death
Heart disease
Cancer
Stroke
Respiratory diseases
Injuries
Diabetes
Hypertension
Other
CVD major cause of death in the developed world
Petanda PJK pada Nyeri Dada
Mioglobin-CK-CKMB
0-4 jam
>4jam
Miogl-CK-CKMB CK-CKMB
Negatip atau positip
4 jam kemudian
CK-CKMB
Indeks CK-MB >4
MI Positip
Indeks CK-MB <4
MI Negatip