Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri kronik yang disebabkan
oleh Mycobacterium Tuberculosis dan ditandai oleh pembentukan
granuloma pada jaringan yang terinfeksi dan oleh hipersensitivitas yang
diperantarai sel (cell-mediated hipersensitivity) biasanya terletak di paru
tetapi dapat mengenai organ lain (Daniel, 1999).
Angka kematian dan kesakitan akibat kuman Mycobacterium
tuberculosis masih tinggi. Dari data World Health Statistic 2011
menunjukkan angka prevalensi tuberkulosis pada tahun !""9 di negara#
negara A$%A& berkisar antara '( sampai )9( per 1"".""" penduduk dan
*ndonesia berada pada urutan ke#+ tertinggi di A$%A& dan $%A,-
(./-, !"11). 0erdasarkan hasil $urvei 1esehatan ,umah Tangga
($1,T) tahun !""1 di *ndonesia T0 menduduki ranking ketiga sebagai
penyebab kematian (9,'2 dari total kematian) setelah penyakit jantung
dan sistem pernafasan.
*ndonesia merupakan negara pertama diantara Hih !urden
"ountry (/03) di 4ilayah WH# South-$ast %sian yang mampu men5apai
target global T0 untuk deteksi kasus dan keberhasilan pengobatan pada
tahun !""). 6eskipun se5ara nasional menunjukkan perkembangan yang
meningkat dalam penemuan kasus dan tingkat kesembuhan, pen5apaian di
tingkat provinsi masih menunjukkan disparitas antar 4ilayah $ebanyak !+
provinsi di *ndonesia belum dapat men5apai angka penemuan "ase
&etection 'ate (3D,) 7"2.(1%6%&1%$ ,*, !"11).
Angka keberhasilan pengobatan semenjak !"""#!""9 telah
men5apai target keberhasilan pengobatan yang distandarkan oleh ./-
yaitu minimal +82. 0ahkan pada tahun !""9 keberhasilan pengobatan
men5apai angka 912 ( 9rofil 1esehatan *ndonesia, !""9)
1
2
3akupan pengobatan T0 paru oleh petugas program T0 di
9uskesmas !( ilir tahun !"1( hanya 7! 2 yang sebelumnya pada tahun
!"11 5akupan pengobatan T0 paru hanya )" 2 .
$ejak tahun 1998 program pemberantasan penyakit tuberkulosis
paru (T0 9aru) telah dilaksanakan dengan strategi D-T$ (Dire5tly
-bserved Treatment $hort5rouse), yang direkomendasikan oleh ./-.
9enanggulangan T0 dengan strategi D-T$ dapat memberikan angka
kesembuhan yang tinggi. 0ank dunia menyatakan strategi D-T$
merupakan strategi kesehatan yang paling cost-e((ective)( !u*u +edoman
penanulanan Tuber*ulosis, Depkes ,*, !""!)
0erdasarkan data yang diperoleh dan pen5apaian 5akupan
pengobatan T0 9aru pada tahun !"1( di 9uskesmas !( ilir 9alembang,
penulis tertarik untuk melakukan pengamatan terkait tentang 5akupan
pengobatan penderita T0 9aru pada tahun !"1(.
1.2. Rumusan Masalah
0agaimana gambaran 5akupan pengobatan T0 9aru di 9usksmas
!( ilir 9alembang tahun !"1(
1.3 Tujuan Penulsan
I.3.1. Tujuan Umum
6engetahui gambaran 5akupan pengobatan T0 9aru di 9uskesmas !(
ilir 9alembang tahun !"1(.
I.3.2. Tujuan !husus
1. 6engetahui gambaran 5akupan pengobatan T0 9aru di 9uskesmas
!( ilir 9alembang tahun !"1(
!. 6engetahui faktor#faktor yang mempengaruhi 5akupan pengobatan
T0 paru di 9uskesmas !( ilir 9alembang tahun !"1(
(. 6engetahui 5ara meningkatkan 5akupan prngobatan T0 paru di
9uskesmas !( *lir 9alembang tahun !"1(
I.". Man#aat Penulsan
3
1.".1Bag Instans Pen$$kan
Diharapkan dapat menambah pengetahuan serta informasi mengenai
5akupan pengobatan T0 paru.
1.".2Bag Puskesmas
Diharapkan dapat menjadi a5uan dan evaluasi untuk dapat
meningkatkan keberhasilan khususnya bagi pengelola program T0
9aru di 9uskesmas.
1.".3Bag Penelt
9enelitian ini merupakan kesempatan untuk mempraktekkan teori#teori
yang telah dipelajari, menambah daya nalar dan mampu menganalisis
masalah serta membuat solusi yang tepat sasaran dan tepat 4aktu.