Anda di halaman 1dari 100

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 81

PEDOMAN
PELAJAR MUHAMMADIYAH
82 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 83
82 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 83
84 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 85
PEDOMAN ADMINISTRASI
IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam keputusan ini yang di maksud dengan:
1. Kesekretariatan adalah kegiatan/aktivitas organisasi yang berkaitan dengan
ketatausahaan dan surat-menyurat organisasi.
2. Surat khusus adalah surat yang memiliki bentuk tersendiri dengan tidak ada
pencantuman nomor, lampiran dan hal di bagian kiri surat, malainkan pecan-
tuman jenis surat di bagian tengah dan digunakan untuk kepentingan tertentu,
meliputi surat keputusan, surat instruksi, surat mandat dan surat keterangan.
3. Administrasi perbekalan adalah kegiatan atau aktiftas organisasi yang me-
nyangkut bidang pengadaan barang-barang organisasi/kantor, pemeliharaan,
dan pengelolaan termasuk kearsipan.
Pasal 2
Tujuan
Untuk memberikan petunjuk demi kesamaan dan keseragaman pengelolaan
administrasi IPM dalam rangka menuju tertib organisasi.

BAB II
ADMINISTRASI PERSURATAN
Pasal 3
Surat terdiri atas surat umum dan surat khusus
Pasal 4
Bagan surat umum terdiri dari:
1. Kop/kepala surat berisi logo, tingkat dan nama Organisasi dengan perincian
sebagai berikut:
a. Logo berada rata tengah dengan posisi paling atas.
b. Warna logo sebagaimana terdapat dalam anggaran rumah tangga.
c. Tulisan tingkat dan nama organisasi rata tengah, menggunakan bahasa
indonesia dengan jenis huruf arial ukuran font 12 dipertebal berada di
bawah logo.
d. Warna tulisan tingkat dan nama organisasi adalah hijau.
2. Alamat sekretariat ditulis lengkap dengan nama jalan, nomor telepon, electronic
mail (e-mail) kota kedudukan dan kode pos dengan perincian sebagai berikut:
84 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 85
a. di tulis dengan warna hijau.
b. berada di paling bawah kertas surat.
c. di tulis rata tengah.
3. Kalimat Basmallah ditulis rata tengah. Kalimat Basmalah dapat ditulis dengan
huruf Arab berada di bawah kop/kepala surat.
4. Nomor surat :
a. Setiap nomor surat berlaku untuk satu perihal (satu pokok surat) dan satu
tujuan.
b. Nomor yang sama hanya berlaku untuk tujuan yang bersifat kolektif, Mis-
alnya:
Yth. PW IPM se-Indonesia
Yth. PD IPM se-Kalimantan Timur
5. Lampiran Surat :
a. Lampiran tidak disertai kop surat.
b. Tulisan lampiran tidak dicantumkan apabila dalam surat tersebut tidak ada
lampiran atau tidak menyertakan lampiran.
6. Perihal berisi; maksud surat, ditulis pendek menyebutkan isi surat.
7. Tanggal pembuatan surat terbagi atas dua macam; Hijriah ditempatkan pada
bagian atas dan Miladiyah ditempatkan pada bagian bawah. Kota tempat
pembuatan surat dicantumkan apabila mempunyai dua kantor.
8. Tujuan
Ditulis mulai dari pinggir kiri, disesuaikan dengan panjangnya rangkaian kata
tujuan surat.
9. Salam Pembuka
Assalamualaikum Wr. Wb. ditulis dengan huruf latin dimulai dari bagian kiri.
10. Isi surat singkat, padat, menunukkan perihal surat ditulis dengan mengacu
pada bentuk lurus (rata kanan kiri) dan ditulis dengan jenis huruf Arial Narrow
12, spasi satu.
11. Semboyan IPM Nuun Walqolami Wamaa Yasthuruun digunakan pada tiap
surat IPM dan ditulis dengan huruf latin
12. Salam penutup
Wassalamualaikum Wr. Wb. ditulis dengan huruf latin dimulai dari bagian kiri.
13. Penandatangan surat :
a. Penandatangan surat umum terdiri atas; Ketua Umum dan sekretaris
jenderal/sekretaris umum.
b. Jika salahsatu dari keduanya berhalangan, maka di penandatangan
di lakukan oleh Ketua umum dan sekretaris atau ketua dan sekretaris
jenderal/sekretaris umum.
c. Jika ketua umum dan sekretaris jenderal/sekretaris umum sama-sama
berhalangan, maka penandatangan dilakukan oleh ketua dan sekretaris.
d. Khusus untuk urusan keuangan kecuali permohonan dana, penandatan-
86 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 87
gan di lakukan oleh ketua umum dan bendahara umum, jika berhalangan
maka pemberlakukannya berdasarkan jabatan hierarki seperti poin b dan
c ayat ini.
e. Nama Ketua Umum/Ketua dan Sekretaris Jenderal/Sekretaris Umum/
Sekretraris atau dengan Bendahara Umum / Bendahara, ditulis di bagian
bawah.
f. Penulisan nama sebagaimana poin e tersebut diikuti dengan NBA (Nomor
Baku Anggota) ditulis tebal tanpa garis bawah.
g. Penulisan nama sebagaiman poin e tersebut dilarang menggunakan gelar
akademik, agama, profesi dan kebangsawanan dalam pembuatan surat-
surat IPM.
14. Bila surat memerlukan tembusan, penulisan ditempatkan pada bagian bawah
kiri.
15. Bila surat memerlukan catatan untuk tambahan dan atau nomor personal un-
tuk konfrmasii surat, penulisan ditempatkan pada bagian paling bawah, jenis
huruf cetak yang dibedakan dengan isi surat.
16. Kertas untuk surat resmi berwarna putih (HVS) ukuran A4.
17. contoh bagan surat umum terdapat dalam lampiran yang merupakan bagian
tak terpisahkan dari pedoman ini.
Pasal 5
Kode surat terdiri atas kode klasifkasi jenis kepentingan surat, kode klasifkasi
tujuan surat, kode indeks wilayah yang mengeluarkan surat, tingkat pimpinan
yang mengeluarkan surat, nomor urut surat dalam satuan tahunan, dan tahun
surat di keluarkan.
Pasal 6
Keterangan kode Indeks surat adalah sebagai berikut :
1. kode klasifkasi jenis kepentingan surat berisi huruf dari A sampai C.
2. kode klasifkasi tujuan berisi angka 1 dan 2.
3. kode indeks wilayah yang mengeluarkan surat berisi angka romawi.
4. tingkat pimpinan berisi singkatan pimpinan IPM.
5. nomor urut berisi angka yang berurutan dari satu surat ke surat yang lain.
6. tahun surat berisi angka tahun yang menunjukkan tahun surat di buat.
Pasal 7
Kode klasifkasi jenis kepentingan surat adalah sebagai berikut:
1. A : urusan Organisasi.
2. urusan organisasi yang di maksud angka 1 pasal ini meliputi : permusy-
awaratan, acara/kegiatan, laporan aktivitas, perlengkapan, serta hal lain yang
berkaitan dengan urusan keorganisasian.
86 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 87
3. B : Urusan Personalia, pimpinan dan penghargaan.
4. urusan personalia, pimpinan, dan penghargaan yang di maksud angka 3
pasal ini meliputi : pendaftaran, skorsing, mutasi, pemberhentian, alumnus,
pengesahan anggota, pengesahan pimpinan, pemberian mandat, penghar-
gaan, pengangkatan anggota kehormatan, piagam penghargaan, serta hal
lain yang berkaitan dengan urusan perseorangan, personalia, atau pimpinan.
5. C : urusan keuangan.
6. urusan keuangan yang di maksud angka 5 pasal ini meliputi: sumbangan,
iuran, infaq anggota/pimpinan, uang pangkal, donasi, utang/tagihan piutang,
rekening bank/giro pos, tabungan/simpanan, kerjasama dalam bidang keuan-
gan dengan pihak luar, laporan keuangan, dan hal lain yang berkaitan dengan
laporan keuangan.
Pasal 8
Kode klasifkasi tujuan surat adalah sebagai berikut:
1. 1: Ditujukan kepada institusi atau individu yang dilihat dari jabatannya adalah
dari pihak Intern IPM dan Persyarikatan.
2. 2: Ditujukan kepada individu atau intsitusi di luar IPM dan Persyarikatan.
Pasal 9
Keterangan kode indeks wilayah adalah sebagai berikut:
1. I : Nangroe Aceh Darussalam.
2. II : Sumatera Utara.
3. III : Sumatera Barat.
4. IV : Jambi.
5. V : Riau.
6. VI : Bengkulu.
7. VII : Sumatera selatan.
8. VIII : Lampung.
9. IX : DKI Jakarta.
10. X : Jawa Barat.
11. XI : Jawa Tengah.
12. XII : Daerah Istimewa Yogyakarta.
13. XIII : Jawa Timur.
14. IVX : Bali.
15. XV : Nusa Tenggara Barat.
16. XVI : Nusa Tenggara Timur.
17. XVII : Kalimantan Barat.
18. XVIII : kalimantan Tengah.
19. XIX : Kalimantan Selatan.
20. XX : Kalimantan Timur.
88 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 89
21. XXI : Sulawesi Utara.
22. XXII : Sulawesi Tengah.
23. XXIII : Sulawesi Selatan.
24. XXIV : Maluku.
25. XXV : Sulawesi Tenggara.
26. XXVI : Papua.
27. XXVII : Maluku Utara.
28. XXVIII : Banten.
29. XXIX : Bangka Belitung.
30. XXX : Gorontalo.
31. XXXI : Kepulauan Riau.
32. XXXII : Sulawesi Barat.
33. XXXIII : Papua Barat
Pasal 10
Contoh kode surat umum terdapat dalam lampiran yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari pedoman ini.
Pasal 11
Bagan surat khusus terdiri dari :
1. Kop/kepala surat sama formatnya sebagaimana pasal 4 angka 1 di atas.
2. Alamat surat sama formatnya sebagaimana pasal 4 angka 2 di atas.
3. Khusus untuk Surat Keputusan, tidak menggunakan alamat surat.
4. Judul Surat (Surat Keputusan, Instruksi, Surat Mandat dan Surat Keterangan/
Syahadah/Penghargaan) ditulis di tengah dengan huruf cetak kapital dan
bergaris bawah.
5. Kode surat dan nomor dicantumkan dibawah judul surat.
6. Untuk Surat Keputusan dan Instruksi, dicantumkan inti atau tema surat tersebut
dengan mencantumkan kata tentang. Sekaligus menjelaskan maksud surat.
7. Isi surat, ditulis dengan mengacu pada bentuk lurus (rata kanan kiri) dan
ditulis dengan jenis huruf Arial Narrow 12, spasi satu.
8. Tidak mencantumkan jumlah satuan lampiran dalam surat.
9. Tidak mencantumkan salam pembuka dan penutup.
10. Tanggal surat diletakan di bagian akhir isi surat, sebelah kanan, diatas tanda
tangan pejabat berwenang di bagian kanan. Dengan mencantumkan tempat
dan waktu ditetapkannya surat tersebut.
11. Penandatangan surat khusus di lakukan oleh ketua umum dan sekretaris
jenderal/sekretaris umum.
12. kecuali untuk keputusan, instruksi, syahadah, dan penghargaan, maka pen-
andatangan surat khusus dapat dilakukan sesuai hirarki struktur sebagaimana
pasal 4 angka 13 huruf b dan c.
88 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 89
13. Contoh bagan surat khusus terdapat dalam lampiran pedoman ini.
Pasal 12
Kode surat khusus berisi nomor urut, kode jenis surat khusus, kode wilayah,
tingkat pimpinan, tahun di keluarkan surat.
Pasal 13
Kode jenis surat sebagaimana pasal di atas adalah sebagai berikut.
1. Surat Keputusan : KEP.
2. Surat Instruksi : INS.
3. Surat Mandat : MAN.
4. Surat Keterangan : KET.
Pasal 14
Contoh kode surat khusus terdapat dalam lampiran yang merupakan bagian tak
terpisahkan darii pedoman ini.
Pasal 15
Untuk melegaliasi, surat wajib di stempel yang menunjukkan keterangan institusi
pembuat surat.
Pasal 16
Untuk efesiensi waktu, surat dapat disampaikan melalui Internet dengan elektron-
ik mail dan atau faksimile, akan tetapi surat yang asli harus tetap disampaikan.
BAB III
ARSIP SURAT
Pasal 17
Seluruh surat keluar dan surat masuk di catat berdasarkan klasifkasi jenis surat
maupun asal surat.
Pasal 18
Klasifkasi sebagaimana pasal 17 di atas adalah sebagai berikut:
1. berdasarkan Jenis Surat, yaitu: surat masuk dan keluar disimpan secara ter-
pisah dengan dasar sesuai nomor urut, nomor dikeluarkan atau nomor masuk
pada surat yang diterima.
2. berdasarkan Asal Surat, yaitu: surat yang masuk disimpan berdasarkan asal
surat yang diterima menurut klasifkasi lembaga yang mengirimkan. Misalnya
dengan klasifkasi sebagai berikut :
a. Intern IPM (Wilayah, Daerah, Cabang, Ranting)
90 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 91
b. Intern Persyarikatan (Muhammadiyah, Majelis, Ortom lain, Lembaga Amal
Usaha)
c. Pemerintah dan Militer
d. Ormas/OKP, Parpol
3. berdasarkan Pokok isi/hal, yaitu surat disimpan menurut isi pokok surat,
dengan diklasifkasikan terlebih dahulu berdasarkan isi surat tersebut, seb-
agaimana ada pada jenis/macam-macam surat.
Pasal 19
Untuk menghemat ruangan atau tempat penyimpanan arsip, maka perlu ada
penyusutan surat yang sudah tidak diperlukan lagi.
Pasal 20
Penyusutan surat di lakukan terhadap:
1. Arsip/warkat yang telah berusia 2 sampai 3 tahun lebih.
2. Warkat yang sudah tidak berguna atau digunakan lagi (non aktif).
Pasal 21
Cara Penyusutan dilakukan dengan cara penjilidan atau pemusnahan arsip (di-
bakar) bila tidak digunakan lagi.
BAB IV
ADMINISTRASI PERBEKALAN
Pasal 22
Untuk melakukan aktivitas-aktivitas kantor diperlukan administrasi perbekalan
yaitu tentang buku administrasi yang menunjang bekal kantor.
Pasal 23
Buku administrasi terdiri dari:
1. Buku tamu yang berfungsi untuk mengisi daftar tamu masuk dan kritik, saran.
2. Buku Agenda Surat yang berfungsi untuk mencatat surat masuk dan keluar.
3. Buku Notulen Sidang yang berfungsi untuk mencatat hasil-hasil rapat/sidang.
4. Buku Presensi Rapat yang berfungsi memuat daftar hadir Pimpinan dalam
setiap rapat/sidang.
5. Buku Inventaris yang berfungsi untuk mencatat barang-barang yang menjadi
milik organisasi/inventaris.
6. Buku Data Base yang berfungsi utuk memuat data yang diperlukan organisasi
seperti;
a. Data pribadi personal pimpinan
b. Data Wilayah/Daerah/Cabang/Ranting
90 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 91
c. Data jumlah anggota masing-masing
d. Data potensi Wilayah/Daerah/Cabang/Ranting
e. Lain-lain yang diperlukan
7. Buku Catatan Kegiatan yang berfungsi untuk mencatat kegiatan-kegiatan
yang dilaksanakan.
8. Buku Inventaris yanng berfungsi untuk mencatat barang-barang yang menjadi
milik organisasi/inventaris.
Pasal 24
Untuk melakukan aktivitas-aktivitas kantor diperlukan alat-alat perkantoran,
antara lain; pc (personal computer), scanner, modem, camera teleconfrence,
pesawat telepon, faksimile.
BAB V
ADMINISTRASI KEANGGOTAAN
Pasal 25
Administrasi keanggotaan adalah administrasi yang menyangkut segala aspek
keanggotaan IPM. Termasuk dalam hal ini adalah pendataan anggota, herregis-
trasi dan pemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA).
Pasal 26
Kartu Tanda Anggota dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat, yang berfungsi sebagai
tanda bukti bahwa seseorang secara resmi telah menjadi anggota IPM.
Pasal 27
Prosedur pemilikan/permohonan KTA diatur dengan cara mengajukan permo-
honan kepada pimpinan pusat di lengkapi:
1. Blangko permohonan KTA
2. Pas foto berwarna menghadap ke depan (putri wajib berjilbab) dengan ukuran
2x3 sebanyak 2 lembar
3. Biaya administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Surat Pengantar dari Pimpinan yang bersangkutan.
5. Blanko resmi permohonan KTA dikeluarkan oleh PP IPM dan dapat di down-
load di www.ipm.or.id atau langsung ke sekretariat PP IPM.
Pasal 28
Buku anggota sementara/ harian digunakan sebagai pencatat anggota yang
bersifat sementara sebelum diproses lebih lanjut dalam buku induk tetap kolom
yang diperlukan antara lain:
1. Nomor urut
2. Nama
92 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 93
3. Asal Daerah (PD. IPM yang bersangkutan)
4. Kolom chek list pengajuan kartu baru
5. Kolom chek list pembaharuan kartu
6. Tempat/Tanggal lahir
7. Pendidikan
8. Alamat
9. Keterangan
Pasal 29
Buku induk tetap merupakan buku yang berisi data seseorang yang sudah men-
jadi anggota tetap. Kolom buku tersebut antara lain :
1. Nomor Urut
2. Nomor Baku Anggota
3. Nama
4. Asal daerah (PD. IPM yang bersangkutan)
5. Tempat Tanggal lahir
6. Pendidikan
7. Alamat
8. Keterangan
Pasal 30
Buku mutasi digunakan khusus untuk mencatat anggota yang pindah dari satu
daerah ke daerah yang lain diluar wilayah kepemimpinannya. Kolom Yang diper-
lukan antar lain:
1. Nomor urut.
2. Nama.
3. Tempat Tanggal lahir.
4. Jabatan terakhir (sebelum mutasi).
5. Masa jabatan/keanggotaan (sebelum mutasi).
6. Kota tujuan mutasi.
7. Alamat dan kontak person setelah mutasi.
8. Keterangan
Pasal 31
Macam - Macam Bentuk Mutasi:
1. Mutasi Domisili: perubahan status domisili pimpinan/anggota dari suatu tem-
pat ke tempat yang lain.
2. Mutasi Jabatan: perubahan status jabatan fungsional pada tingkatan pimpinan.

Pasal 32
Prosedur Mutasi:
1. Mutasi Domisili
92 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 93
a. Yang bersangkutan memohon surat keterangan mutasi dari Pimpinan
Ranting/Cabang/ Daerah atau Wilayah asal mutasi
b. Pimpinan Ranting/Cabang/Daerah atau wilayah asal mutasi memberikan
surat keterangan mutasi kepada yang bersangkutan dengan tembusan
kepada Pimpinan IPM tujuan mutasi dan diatasnya.
c. Selanjutnya yang besangkutan melaporkan diri kepada pimpinan IPM
tujuan mutasi.
2. Mutasi Jabatan
Pimpinan yang bersangkutan melaporkan adanya mutasi jabatan ditingkatnya
kepada Pimpinan diatasnya.
BAB VI
LAPORAN ORGANISASI
Pasal 33
Ketentuan mengenai Laporan organisasi adalah sebagai berikut :
1. Masing-masing tingkat pimpinan wajib melaporkan kegiatan yang dilak-
sanakan kepada pimpinan di atasnya secara berkala.
2. Masing-masing bidang wajib melaporkan kegiatan bidang dalam rapat pimpi-
nan.
3. Setiap personal yang melakukan kegiatan yang menyangkut organisasi atau
tidak, wajib melaporkan kegiatannya pada sidang organisasi.
4. Masing - masing tingkat kepemimpian membuat laporan pertanggungjawaban
untuk disampaikan dalam forum permusyawaratan tertinggi di tiap tingkatan.
Laporan tersebut setidaknya terdiri atas;
a. Pendahuluan
b. Kondisi Obyektif
c. Keputusan Permusyawaratan Terdahulu
d. Konsep Dasar Program
e. Pelaksanaan Program
f. Problematika yang Dihadapi
g. Saran
h. Penutup
BAB VII
ATRIBUT ORGANISASI
Pasal 34
Atribut Ikatan Pelajar Muhammaiyah adalah sebagai berikut :
1. Lambang organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah
2. Stempel/cap organisasi
94 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 95
3. Papan nama organisasi
4. Kartu tanda anggota
5. Bendera
6. Pin
7. Jaket/jas
8. Batik Nasional dan Batik Daerah
Pasal 35
Lambang organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah memiliki ciri;
1. Bentuk segi lima perisai, runcing dibawah merupakan deformasi bentuk
pena.
2. Ukuran satu berbanding dua.
3. Warna kuning berarti keagungan dan ketuhanan; putih berarti kesucian;
merah berarti keberanian.
4. Isi : ada lima jalur penurun. Tiga besar dan dua jalur kecil, jalur tengah, runc-
ing di bawah berwarna kuning; lebar seperempat lebar perisai lambang dan
diapit dua jalur kecil berwarna merah dengan lebar seperduapuluh (1/20) lebar
perisai, dan dua jalur besar berwarna merah dengan lebar 1 lebar perisai.
5. Gambar matahari bersinar ( berjumlah 12 sinar ) yang terletak ditengah (se-
dikit agak keatas) perisai, merupakan lambang Muhammadiyah. Gambar ma-
tahari yang berwarna kuning yang menunjukan bahwa IPM adalah keluarga
Muhammadiyah. Di tengah bulatan matahari terdapat gambar buku berarti
pengetahuan. Atau bisa juga berarti Al-Quran yang suci (putih). Warna hijau
menunjukan agar ilmu yang didapatkan dapat mempertebal iman. Di bawah
bulatan matahari terdapat tulisan ayat Al-quran, surat Al Qalam ayat 1 yang
berbunyi Nun walqalami wamaa yasthuruun (dalam tulisan arab). Artinya:
Demi pena apa yang dituliskannya.
6. Tulisan Al-Quran tersebut ditulis dengan menggunakan huruf Arab, warna
hitam dan merupakan semboyan IPM. Huruf IPM berwarna merah dengan
kontur hitam. Merah berarti berani serta aktif menyampaikan dakwah Islam
karena IPM mengemban tugas sebagai pelopor, pelangsung dan penyem-
purna amal usaha Muhammadiyah.
Pasal 36
Stempel /Cap IPM mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
1. Bentuk : oval, tegak lurus vertikal
2. Tinta : berwarna biru
3. Ukuran : garis tengah, tinggi ( panjang) 4,7 cm dan lebar 3,2 cm
4. Tulisan : di tengah - tengah lingkaran dalam tertera lambang IPM
dan diatasnya terdapat kode wilayah bersangkutan. Lingkaran luar bagian
atas tertulis Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Lingkaran luar bagian bawah
94 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 95
tertulis tingkatan organisasi bersangkutan; misalnya, Cabang Duren Sawit.
Antara tulisan bagian atas ( IPM ) dengan tulisan bawah (tingkat organisasi)
dipisahkan dengan tanda * (bintang/asterik )
Pasal 37
Pimpinan dapat menggunkan papan nama, dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Bentuk; empat persegi panjang, dengan perbandingan 4:3
2. Ukuran maksimum;
a. Tingkat Pusat/Nasional : 200 cm : 150 cm
b. Tingkat Wilayah/Propinsi : 180 cm : 135 cm
c. Tingkat Daerah/Kota/Kabupaten : 160 cm : 120 cm
d. Tingkat Cabang/Kacamatan : 140 cm : 105 cm
e. Tingkat Ranting/Kelompok : 120 cm : 90 cm
3. Isi;
a. Lambang organisasi
b. Nama organisasi disertai tingkat dan ruang lingkup
c. Alamat lengkap organisasi
4. Warna; Warna dasar kuning telur, tulisan berwarna merah.
Pasal 38
Ketentuan mengenai kartu anggota adalah sebagai berikut :
1. Bentuk : empat persegi panjang
2. Ukuran : panjang 8.5 cm dan lebar 5.5 cm
3. Warna : dasar kuning muda, dengan tulisan warna hitam
4. Isi
a. Muka Depan :
- Di pojok kiri atas; lambang IPM
- Sebelah atas; tertera maksud dan tujuan IPM
- Di sebelah bawah kanan ditempel pas foto ukuran 2 x 3 cm
- Di sebelah bawah kiri mencantumkan masa berlaku.
b. Belakang
- Data pribadi anggota bersangkutan: nomor baku anggota, nama, tem-
pat dan tanggal lahir, pendidikan dan alamat.
- Di bawah bagian tengah mencantumkan Pimpinan Pusat Ikatan Pela-
jar Muhammadiyah, Ketua Umum dan Sekretris Jenderal.
c. Di kedua muka (depan dan belakang) KTA; ada tulisan Ikatan Pelajar
Muhammadiyah secara transparan (bayang-bayang).
Pasal 39
Ketentuan mengenai bendera adalah sebagai berikut :
1. Bentuk : empat persegi panjang
96 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 97
2. Ukuran : 120 cm x 90 cm, Lambang : 25 cm x 40 cm
3. Warna : warna dasar kuning, tulisan merah dan lambang
sesuai dengan ketentuan.
4. Jarak tulisan : dari tepi kanan dan kiri : 10 cm
dari tepi atas bawah : 5 cm
dari lambang : 5 cm
5. Isi
a. Lambang yang terletak di tengah-tengah
b. Tulisan IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH Di atas lambang
Pasal 40
1. Emblim (lencana) adalah lambang Ikatan Pelajar Muhammadiyah dengan
bentuk yang telah disahkan. Adapun ukuran lencana tersebut: garis tengah;
tinggi 3,5 cm, lebar 2,5 cm dan dibuat dari besi/logam
2. Bentuk Emblim, di tengah-tengahnya lambang IPM, dilingkari tulisan Ikatan
Pelajar Muhammadiyah, atau keluarga besar Ikatan Pelajar Muhammadiyah
dan pinggirnya diberi garis berwarna hitam.
3. Bagde adalah lambang Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang berbentuk empat
persegi panjang dan terbuat dari kain. Ukuran kain; tinggi 12 cm dan lebar 8
cm dengan warna dasar kuning. Di tengah-tengah tertera gambar lambang
IPM dengan ukuran tinggi 10 cm dan lbar 5,5 cm. Warna lambang sesuai
dengan petunjuk.
Pasal 41
Ketentuan mengenai jas IPM adalah sebagai berikut :
1. Pengertian : adalah jas khas IPM yang berlaku bagi seluruh anggota dan
pimpinan IPM.
2. Warna jas : kuning (seperti warna kuning pada bendera IPM)
3. Model : berbentuk jas dengan
a. Kerah : terbuka
b. Bagian bawah : setengah lingkaran
c. Bentuk saku : luar tanpa tutup di bawah, kanan kiri.
d. Bentuk belakang : tengah terbelah bawah.
4. Jenis kain : bahan celana
5. Bentuk Bagde : bentuk lingkaran dengan bordir
6. Setelan bawah : warna gelap
7. Pemakaian : pada waktu acara resmi.
Pasal 42
1. Pimpinan Pusat mengeluarkan batik untuk IPMawan dan IPMawati yang ber-
laku secara nasional dengan bentuk, corak, motif dan warna yang ditentukan
96 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 97
oleh Pimpinan Pusat.
2. Batik dapat dipakai pada kegiatan IPM baik formal maupun semi formal dan
atau menghadirii undangan undangan dari organisasi lain seperti diskusi,
perjamuan dsb.
BAB VIII
ADMINISTRASI KEUANGAN
Pasal 43
Pedoman tentang administrasi keuangan dibuat dan disusun secara khusus dan
tersendiri dalam Pedoman Adminsitrasi keuangan yang dibuat oleh Pimpinan
Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah
BAB IX
PENUTUP
Pasal 44
1. Hal lain yang belum diatur dalam pedoman ini akan ditentukan kemudian oleh
Pimpinan Pusat.
2. Pedoman ini berlaku setelah ditanfdzkan oleh Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar
Muhammadiyah.
98 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 99
Surat Umum
Lampiran: Sebagaimana Pasal 4 angka 17
98 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 99
Lampiran sebagaimana pasal 10
Contoh Kode Surat Masuk : A.1-IX/PR IPM 047/2009
Keterangan : A : Kode klasfkasi untuk urusan Organisasi.
1 : Kode klasifkasi tujuan untuk intern IPM
dan Muhammadiyah
IX : Kode indeks wilayah DKI Jakarta.
PR IPM : Kode Pimpinan Ranting yag mengeluar-
kan surat
047 : Nomor urut surat dalam satuan tahunan.
2009 : Tahun pembuatan.
Kalau kode di atas jika di cermati akan terklasifkasikan atas tiga bagian, yang
masing-masing bagian di pisahkan dengan garis miring, dengan keterangan
sebagai berikut:
- Bagian pertama : memuat tetang kepentingan surat di suatu wilayah.
- Bagian kedua : memuat no urut di pimpinan.
- Bagian ketiga : tahun pembuatan surat.
100 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 101
Lampiran sebagaimana pasal 11 angka 13
100 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 101
102 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 103
Lampiran sebagaimana pasal 11 angka 13
102 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 103
Lampiran sebagaimana pasal 11 angka 13
104 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 105
Lampiran sebagaimana pasal 11 angka 13
104 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 105
Lampiran sebagaimana pasal 14
Contoh Kode
Surat Keputusan
25/SK/PP IPM-340/2009
Keterangan
25 Nomor surat keluar
SK Kode surat khusus
PP IPM
Kode Pimpinan Pusat yang mengeluarkan
surat
340 Nomor urut surat dalam satuan tahunan.
2009 Tahun pembuatan.

Contoh Kode
Surat Keterangan
001/KET/A.1-XII/PW IPM-295/2009
Keterangan
001 Nomor surat keluar
KET Kode surat khusus
A Kode klasfkasi untuk urusan Organisasi
1
Kode klasifkasi tujuan untuk intern IPM dan
Muhammadiyah
XII Kode Indeks Wilayah DIY
PW IPM
kode Pimpinan Wilayah yang mengeluarkan
surat
295 Nomor urut surat dalam satuan tahunan
2009 Tahun pembuatan

Contoh Kode
Surat Mandat
006/MAN/A.1-XI/PD IPM-279/2009
Keterangan
006 Nomor surat keluar
MAN Kode surat khusus
A Kode klasfkasi untuk urusan Organisasi
1
Kode klasifkasi tujuan untuk intern IPM dan
Muhammadiyah
XI Kode indeks wilayah jawa tengah
PW IPM
Kode Pimpinan Wilayah yang mengeluarkan
surat
279 Nomor urut surat dalam satuan tahunan
2009 Tahun pembuatan
106 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 107
Contoh Kode
Surat Instruksi
005/INS/A.1/PP IPM-278/2009
Keterangan
005 Nomor surat keluar
INS Kode surat khusus
A Kode klasfkasi untuk urusan Organisasi
1
Kode klasifkasi tujuan untuk intern IPM
dan Muhammadiyah
PP IPM
Kode Pimpinan Pusat yang mengeluarkan
surat
278 Nomor urut surat dalam satuan tahunan
2009 Tahun pembuatan
106 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 107
PEDOMAN PEMBENTUKAN, PELEBURAN
DAN PEMEKARAN ORGANISASI
IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH
108 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 109
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Pengertian
1. Yang dimaksud Pedoman Pembentukan, Peleburan, dan Pemekaran Or-
ganisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah, yang selanjutnya disebut P4O IPM
adalah seperangkat aturan umum mengenai ketentuan, proses, dan tata cara
pembentukan, peleburan dan pemekaran wilayah, daerah, cabang dan rant-
ing Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
2. Yang dimaksud dengan pembentukan organisasi dalam P4O IPM ini adalah
pemberian status sebagai wilayah, daerah, cabang dan ranting IPM yang baru
dibentuk.
3. Yang dimaksud dengan peleburan organisasi dalam P4O IPM ini adalah pe-
nyatuan wilayah, daerah, cabang dan ranting IPM kepada wilayah, daerah,
cabang dan ranting IPM lainnya.
4. Yang dimaksud dengan pemekaran organisasi dalam P4O IPM ini adalah
pemecahan wilayah, daerah, cabang dan ranting IPM menjadi lebih dari satu
wilayah, daerah, cabang dan ranting IPM
5. Ranting adalah kesatuan anggota-anggota dalam satu sekolah atau ma-
drasah atau pondok pesantren atau desa/kelurahan atau masjid atau panti
asuhan atau
6. Cabang adalah kesatuan ranting-ranting di tingkat Kecamatan atau sekurang-
kurangnya tiga ranting.
7. Daerah adalah kesatuan cabang-cabang di tingkat Kabupaten/Kota atau
sekurang-kurangnya tiga cabang.
8. Wilayah adalah kesatuan daerah-daerah di tingkat Provinsi atau sekurang-
kurangnya tiga daerah.
9. Pusat adalah kesatuan wilayah-wilayah dalam negara.
Pasal 2
Landasan
Kaidah Umum P4O IPM disusun berdasarkan:
1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
2. Tanfdz Muktamar XVI Ikatan Remaja Muhammadiyah.
Pasal 3
Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan ditetapkannya Kaidah Umum P4O IPM ini adalah :
Maksud
Terciptanya suasana atau keadaan infra struktur yang kondusif dan kualitas
108 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 109
sumber daya kader pimpinan yang memadai dalam pelaksanaan gerakan Ika-
tan Pelajar Muhammadiyah secara terpadu dan berkesinambungan di seluruh
tingkatan kepemimpinan IPM.
Tujuan
a. Terbentuknya struktur organisasi IPM yang mandiri dalam melaksanakan
kewenangan dan program kerja di tingkatan masing-masing.
b. Terbentuknya struktur Pimpinan IPM yang memiliki legitimasi dan refre-
sentatif dalam melaksanakan fungsi kepemimpinan.
c. Terciptanya sumber daya kader pimpinan di semua tingkatan yang memi-
liki militansi dan kecakapan sebagai Pimpinan IPM.
BAB II
PEMBENTUKAN ORGANISASI IPM
Pasal 4
Pembentukan Ranting
1. Ranting didirikan dan atau dibentuk atas rekomendasi Pimpinan Ranting Mu-
hammadiyah atau kepala sekolah kemudian disahkan oleh Pimpinan Daerah
IPM dengan Surat Keputusan.
2. Surat Keputusan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 di atas ditembus-
kan kepada Pimpinan Cabang, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Pusat IPM serta
Kepala Sekolah dan atau Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat.
3. Pendirian Ranting bisa dilakukan atas inisiatif Pimpinan Ranting Muhammadi-
yah/ kepala sekolah dan atau Pimpinan Cabang IPM.
4. Syarat pendirian Ranting sekurang-kurangnya mempunyai:
a. Pengajian pimpinan secara rutin sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan
b. Pengajian umum secara rutin sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan
c. Memiliki sekolah atau masjid/mushalla sebagai pusat kegiatan
5. Prosedur pembentukan ranting sebagai berikut :
a. Inisiator pembentukan ranting melakukan konsolidasi dan sosialisasi
pembentukan ranting,
b. Konsolidasi dan sosialisasi dalam point a. di atas melibatkan Pimpinan
Ranting Muhammadiyah/ kepala sekolah dan Pimpinan Cabang IPM dan
kader/anggota IPM pada ranting yang bersangkutan
c. Persiapan penyelenggaraan Musyawarah Ranting dengan membentuk
komisi/panitia penyelenggara musyawarah ranting.
d. Musyawarah Ranting diselenggarakan atas undangan komisi/panitia pe-
nyelenggara musyawarah ranting dengan Pimpinan Cabang IPM sebagai
penanggung jawabnya.
e. Penyelenggaraan Musyawarah Ranting dengan agenda pokok : pemben-
tukan ranting, program kerja Pimpinan Ranting, pemilihan pimpinan dan
110 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 111
agenda lain yang dianggap penting.
f. Pimpinan Daerah IPM berdasarkan Surat Pemohonan Pimpinan Cabang
serta hasil Musyawarah Ranting dan Rekomendasi Pimpinan Ranting
Muhammadiyah/kepala sekolah mengesahkan pendirian ranting
Pasal 5
Pembentukan Cabang
1. Cabang didirikan dan atau dibentuk atas rekomendasi Pimpinan Cabang
Muhammadiyah, dan atau musyawarah cabang kemudian disahkan oleh
Pimpinan Wilayah IPM dengan Surat Keputusan.
2. Surat Keputusan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 di atas ditem-
buskan kepada Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Pusat IPM serta Pimpinan
Cabang Muhammadiyah setempat.
3. Pendirian Cabang bisa dilakukan atas inisiatif Pimpinan Cabang Muham-
madiyah dan atau pimpinan daerah IPM dan atau pimpinan ranting IPM yang
berada dalam Cabang tersebut
4. Syarat pendirian Cabang sekurang-kurangnya mempunyai:
a. Pengajian pimpinan secara rutin sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan
b. Pengajian umum secara rutin tingkat Cabang sekurang-kurangnya sekali
dalam sebulan
c. Pembahasan masalah agama dan pengembangan pemikiran Islam
d. Pelatihan kader Pimpinan tingkat Cabang
5. Prosedur pembentukan cabang sebagai berikut :
a. Inisiator pembentukan cabang melakukan konsolidasi dan sosialisasi
pembentukan cabang.
b. Konsolidasi dan sosialisasi dalam point a. di atas melibatkan Pimpinan
Cabang Muhammadiyah dan atau Pimpinan Daerah IPM dan atau Pimpi-
nan Ranting IPM yang berada dalam Cabang tersebut.
c. Persiapan penyelenggaraan Musyawarah Cabang dengan membentuk
komisi/panitia penyelenggara Musyawarah Cabang.
d. Musyawarah Cabang diselenggarakan atas undangan komisi/panitia pe-
nyelenggara Musyawarah Cabang dengan Pimpinan Daerah IPM sebagai
penanggung jawabnya.
e. Musyawarah Cabang dengan agenda pokok : pembentukan Cabang, pro-
gram kerja Pimpinan Cabang, pemilihan pimpinan dan agenda lain yang
dianggap penting.
f. Pimpinan Wilayah berdasarkan Surat Permohan Pimpinan Daerah serta
hasil Musyawarah Cabang dan Rekomendasi Pimpinan Cabang Muham-
madiyah mengesahkan pendirian cabang.
110 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 111
Pasal 6
Pembentukan Daerah
1. Daerah didirikan dan atau dibentuk atas rekomendasi Pimpinan Daerah
Muhammadiyah, dan atau Musyawarah Daerah kemudian disahkan oleh
Pimpinan Pusat IPM dengan Surat Keputusan.
2. Surat Keputusan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 di atas ditembuskan
kepada Pimpinan Pusat IPM dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat.
3. Pendirian Daerah bisa dilakukan atas inisiatif Pimpinan Daerah Muhammadi-
yah dan atau Pimpinan Wilayah IPM dan atau Pimpinan Cabang IPM yang
berada dalam daerah tersebut.
4. Syarat pendirian Daerah sekurang-kurangnya mempunyai:
a. Pengajian pimpinan secara rutin sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan
b. Pengajian umum secara rutin tingkat Daerah sekurang-kurangnya sekali
dalam sebulan
c. Pembahasan masalah agama dan pengembangan pemikiran Islam
d. Pelatihan kader Pimpinan tingkat Daerah
5. Prosedur pembentukan daerah sebagai berikut :
a. Inisiator pembentukan daerah melakukan konsolidasi dan sosialisasi
pembentukan daerah.
b. Konsolidasi dan sosialisasi dalam point a. di atas melibatkan Pimpinan
Daerah Muhammadiyah dan atau pimpinan wilayah IPM dan atau pimpi-
nan cabang IPM yang berada dalam Daerah tersebut
c. Persiapan penyelenggaraan Musyawarah daerah dengan membentuk
komisi/panitia penyelenggara musyawarah daerah
d. Musyawarah Daerah diselenggarakan atas undangan komisi/panitia pe-
nyelenggara Musyawarah Daerah dengan Pimpinan Wilayah IPM sebagai
penanggung jawabnya.
e. Musyawarah Daerah dengan agenda pokok : pembentukan daerah, pro-
gram kerja Pimpinan Daerah, pemilihan pimpinan dan agenda lain yang
dianggap penting.
f. Pimpinan Pusat IPM berdasarkan Surat Permohonan Pimpinan Wilayah
IPM serta hasil Musyawarah Daerah dan Rekomendasi Pimpinan Daerah
Muhammadiyah mengesahkan pendirian daerah.
Pasal 7
Pembentukan Wilayah
1. Wilayah didirikan dan atau dibentuk atas rekomendasi Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah dan atau Musyawarah Wilayah kemudian disahkan oleh
Pimpinan Pusat IPM dengan Surat Keputusan.
2. Surat Keputusan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 di atas ditembus-
112 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 113
kan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah setempat.
3. Pendirian wilayah bisa dilakukan atas inisiatif Pimpinan Wilayah Muham-
madiyah dan atau Pimpinan Pusat IPM dan atau Pimpinan Daerah IPM yang
berada dalam wilayah tersebut.
4. Syarat pendirian Wilayah sekurang-kurangnya mempunyai:
a. Pengajian pimpinan secara rutin sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan
b. Pengajian umum secara rutin tingkat Daerah sekurang-kurangnya sekali
dalam sebulan
c. Pembahasan masalah agama dan pengembangan pemikiran Islam
d. Pelatihan kader pimpinan tingkat Wilayah
5. Prosedur pembentukan Wilayah sebagai berikut :
a. Inisiator pembentukan wilayah melakukan konsolidasi dan sosialisasi
pembentukan wilayah.
b. Konsolidasi dan sosialisasi dalam point a. di atas melibatkan Pimpinan
Wilayah Muhammadiyah dan atau Pimpinan Pusat IPM dan atau Pimpi-
nan Daerah IPM yang berada dalam wilayah tersebut.
c. Persiapan penyelenggaraan Musyawarah Wilayah dengan membentuk
komisi/panitia penyelenggara Musyawarah Wilayah.
d. Musyawarah Wilayah diselenggarakan atas undangan komisi/panitia pe-
nyelenggara Musyawarah Wilayah dengan Pimpinan Pusat IPM sebagai
penanggung jawabnya.
e. Musyawarah Wilayah dengan agenda pokok : pembentukan wilayah, pro-
gram kerja Pimpinan Wilayah, pemilihan pimpinan dan agenda lain yang
dianggap penting
f. Pimpinan Pusat berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah dan Rekomen-
dasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah mengesahkan pendirian wilayah.
BAB III
PELEBURAN ORGANISASI IPM
Pasal 8
Peleburan Ranting
1. Usul peleburan ranting IPM disampaikan oleh Pimpinan Ranting IPM yang
bersangkutan kepada Pimpinan Cabang IPM dengan persetujuan permusy-
awaratan ranting (musyran) yang akan melebur kemudian disahkan oleh
Pimpinan Daerah IPM dengan Surat Keputusan.
2. Surat Keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. di atas disampaikan
kepada Pimpinan Daerah, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Pusat IPM serta Ke-
pala Sekolah dan atau Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat.
3. Prosedur peleburan ranting adalah sebagai berikut :
a. Pimpinan Ranting IPM membahas usulan peleburan ranting dalam Musyran.
112 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 113
b. Berdasarkan persetujuan dari Musyran, Pimpinan Ranting IPM menyam-
paikan usulan peleburan kepada Pimpinan Cabang.
c. Pimpinan Cabang IPM meminta pertimbangan Kepala Sekolah dan atau
Pimpinan Ranting Muhammadiyah yang ranting IPM-nya akan melebur
ataupun yang ranting IPM-nya akan menerima peleburan.
d. Pimpinan Cabang IPM meminta tanggapan kepada Pimpinan Ranting
yang akan menerima peleburan tentang penerimaan ranting yang akan
melebur kepada rantingnya.
e. Pimpinan Ranting yang akan menerima peleburan membuat keputusan
mengenai penerimaan ranting yang akan melebur kepada rantingnya.
f. Pimpinan Daerah IPM mengesahkan peleburan ranting
4. Pimpinan cabang IPM atas inisiatif sendiri dan atau masukan dari pimpinan cabang
Muhammadiyah dapat menyarankan peleburan satu ranting kepada ranting lainnya
Pasal 9
Peleburan Cabang
1. Usul peleburan cabang IPM disampaikan oleh Pimpinan Cabang IPM yang
bersangkutan kepada Pimpinan Daerah IPM dengan persetujuan permusy-
awaratan cabang (musycab) yang akan melebur kemudian disahkan oleh
Pimpinan Wilayah IPM dengan Surat Keputusan.
2. Surat Keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. di atas disampaikan
kepada Pimpinan Wilayah, Pimpinan Pusat IPM serta Pimpinan Cabang Mu-
hammadiyah setempat.
3. Prosedur peleburan cabang adalah sebagai berikut:
a. Pimpinan Cabang IPM membahas usulan peleburan cabang dalam Musy-
cab.
b. Berdasarkan persetujuan dari Musycab, Pimpinan Cabang IPM menyam-
paikan usulan peleburan kepada Pimpinan Daerah.
c. Pimpinan daerah IPM meminta pertimbangan Pimpinan Cabang Muham-
madiyah yang cabang IPM-nya akan melebur ataupun yang cabang IPM-
nya akan menerima peleburan.
d. Pimpinan Daerah IPM meminta tanggapan kepada Pimpinan Cabang
yang akan menerima peleburan tentang penerimaan cabang yang akan
melebur kepada cabangnya.
e. Pimpinan Cabang yang akan menerima peleburan membuat keputusan
mengenai penerimaan cabang yang akan melebur kepada cabangnya.
f. Pimpinan Wilayah IPM mengesahkan peleburan cabang.
4. Pimpinan Daerah IPM atas inisiatif sendiri dan atau masukan dari Pimpinan
Daerah Muhammadiyah dapat menyarankan peleburan satu cabang kepada
cabang lainnya.
114 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 115
Pasal 10
Peleburan Daerah
1. Usul peleburan daerah IPM disampaikan oleh Pimpinan Daerah IPM yang
bersangkutan kepada Pimpinan Pusat IPM dengan persetujuan permusy-
awaratan daerah (musyda) yang akan melebur kemudian disahkan oleh
Pimpinan Pusat IPM dengan Surat Keputusan.
2. Surat keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. di atas disampaikan
kepada Pimpinan Wilayah IPM, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-
tempat.
3. Prosedur peleburan daerah adalah sebagai berikut :
a. Pimpinan Daerah IPM membahas usulan peleburan daerah dalam
Musyda.
b. Berdasarkan persetujuan dari Musyda, Pimpinan Daerah IPM menyam-
paikan usulan peleburan kepada Pimpinan Wilayah.
c. Pimpinan Wilayah IPM meminta pertimbangan Pimpinan Daerah Muham-
madiyah yang daerah IPM-nya akan melebur ataupun yang daerah IPM-
nya akan menerima peleburan.
d. Pimpinan Wilayah IPM meminta tanggapan kepada Pimpinan Daerah
yang akan menerima peleburan tentang penerimaan daerah yang akan
melebur kepada daerahnya.
e. Pimpinan Daerah yang akan menerima peleburan membuat keputusan
mengenai penerimaan daerah yang akan melebur kepada daerahnya.
f. Pimpinan Pusat IPM mengesahkan peleburan daerah.
4. Pimpinan Wilayah IPM atas inisiatif sendiri dan atau masukan dari Pimpinan
Wilayah Muhammadiyah dapat menyarankan peleburan satu daerah kepada
daerah lainnya.
Pasal 11
Peleburan Wilayah
1. Usul peleburan wilayah IPM disampaikan oleh Pimpinan Wilayah IPM yang
bersangkutan kepada Pimpinan Pusat IPM dengan persetujuan permusy-
awaratan wilayah (musywil) yang akan melebur kemudian disahkan oleh
Pimpinan Pusat IPM dengan Surat Keputusan.
2. Surat Keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. di atas disampaikan
kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah setempat.
3. Prosedur peleburan wilayah adalah sebagai berikut :
a. Pimpinan Wilayah IPM membahas usulan peleburan daerah dalam Musywil
b. Berdasarkan persetujuan dari Musywil, Pimpinan Wilayah IPM menyam-
paikan usulan peleburan kepada Pimpinan Pusat IPM.
c. Pimpinan Pusat IPM meminta pertimbangan Pimpinan Wilayah Muham-
madiyah yang wilayah IPM-nya akan melebur ataupun yang wilayah IPM-
114 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 115
nya akan menerima peleburan.
d. Pimpinan Pusat IPM meminta tanggapan kepada Pimpinan Wilayah yang
akan menerima peleburan tentang penerimaan wilayah yang akan me-
lebur kepada wilayahnya.
e. Pimpinan Wilayah yang akan menerima peleburan membuat keputusan
mengenai penerimaan wilayah yang akan melebur kepada wilayahnya.
f. Pimpinan Pusat IPM mengesahkan peleburan wilayah
4. Pimpinan Pusat IPM atas inisiatif sendiri dan atau masukan dari Pimpinan
Pusat Muhammadiyah dapat menyarankan peleburan satu wilayah kepada
wilayah lainnya.

BAB IV
PEMEKARAN ORGANISASI IPM
Pasal 12
Pemekaran Ranting
1. Usul pemekaran ranting IPM disampaikan oleh Pimpinan Ranting IPM yang
bersangkutan kepada Pimpinan Cabang IPM dengan persetujuan permusy-
awaratan ranting (musyran) kemudian disahkan oleh Pimpinan Daerah IPM
dengan Surat Keputusan.
2. Surat keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. di atas disampaikan
kepada Pimpinan Cabang, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Pusat IPM serta Ke-
pala Sekolah dan atau Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat.
3. Prosedur pemekaran ranting adalah sebagai berikut :
a. Pimpinan Ranting IPM membahas usulan pemekaran ranting dalam
Musyran.
b. Berdasarkan persetujuan dari Musyran, Pimpinan Ranting IPM menyam-
paikan usulan pemekaran kepada Pimpinan Cabang.
c. Pimpinan Cabang IPM meminta rekomendasi Kepala Sekolah dan atau
Pimpinan Ranting Muhammadiyah.
d. Pimpinan Daerah IPM mengesahkan pemekaran ranting berdasarkan
hasil musyawarah ranting dan rekomendasi Kepala Sekolah dan atau
Pimpinan Ranting Muhammadiyah
4. Pimpinan Cabang IPM atas inisiatif sendiri dan atau masukan dari Pimpinan
Cabang Muhammadiyah dapat menyarankan pemekaran satu ranting.
Pasal 13
Pemekaran Cabang
1. Usul pemekaran cabang IPM disampaikan oleh Pimpinan Cabang IPM yang
bersangkutan kepada Pimpinan Daerah IPM dengan persetujuan permusy-
awaratan cabang (musycab) kemudian disahkan oleh Pimpinan Wilayah IPM
116 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 117
dengan Surat Keputusan.
2. Surat keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. di atas disampaikan ke-
pada Pimpinan Pusat IPM serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah setempat.
3. Prosedur pemekaran cabang adalah sebagai berikut :
a. Pimpinan Cabang IPM membahas usulan pemekaran cabang dalam
Musycab
b. Berdasarkan persetujuan dari Musycab, Pimpinan Cabang IPM menyam-
paikan usulan pemekaran kepada Pimpinan Daerah.
c. Pimpinan Daerah IPM meminta rekomendasi Pimpinan Cabang Muham-
madiyah.
d. Pimpinan Wilayah IPM mengesahkan pemekaran cabang berdasarkan
hasil Musyawarah Cabang dan Rekomendasi Pimpinan Cabang Muham-
madiyah serta surat Permohonan Pimpinan Daerah IPM.
4. Pimpinan Daerah IPM atas inisiatif sendiri dan atau masukan dari Pimpinan
Daerah Muhammadiyah dapat menyarankan pemekaran satu cabang.
Pasal 14
Pemekaran Daerah
1. Usul pemekaran daerah IPM disampaikan oleh Pimpinan Daerah IPM yang
bersangkutan kepada Pimpinan Wilayah IPM dengan persetujuan permusy-
awaratan daerah (musyda) kemudian disahkan oleh Pimpinan Pusat IPM
dengan Surat Keputusan.
2. Surat keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. di atas disampaikan
kepada Pimpinan Wilayah IPM serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-
tempat
3. Prosedur pemekaran daerah adalah sebagai berikut :
a. Pimpinan Daerah IPM membahas usulan pemekaran daerah dalam
Musyda
b. Berdasarkan persetujuan dari Musyda, Pimpinan Daerah IPM menyam-
paikan usulan pemekaran kepada Pimpinan Wilayah.
c. Pimpinan Wilayah IPM meminta rekomendasi Pimpinan Daerah Muham-
madiyah.
d. Pimpinan Pusat IPM mengesahkan pemekaran wilayah berdasarkan hasil
Musyawarah daerah dan Rekomendasi Pimpinan Daerah Muhammadi-
yah serta Surat Permohonan dari Pimpinan Wilayah
4. Pimpinan Wilayah IPM atas inisiatif sendiri dan atau masukan dari Pimpinan
Wilayah Muhammadiyah dapat menyarankan pemekaran satu daerah.
Pasal 15
Pemekaran Wilayah
116 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 117
1. Usul pemekaran wilayah IPM disampaikan oleh Pimpinan Wilayah IPM yang
bersangkutan kepada Pimpinan Pusat IPM dengan persetujuan permusy-
awaratan wilayah (musywil) kemudian disahkan oleh Pimpinan Pusat IPM
dengan Surat Keputusan.
2. Surat Keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. di atas disampaikan
kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah setempat.
3. Prosedur pemekaran daerah adalah sebagai berikut :
a. Pimpinan Wilayah IPM membahas usulan pemekaran wilayah dalam
Musywil.
b. Berdasarkan persetujuan dari Musywil, Pimpinan Wilayah IPM menyam-
paikan usulan pemekaran kepada Pimpinan Pusat.
c. Pimpinan Pusat IPM meminta rekomendasi Pimpinan Wilayah Muham-
madiyah.
d. Pimpinan Pusat IPM mengesahkan pemekaran wilayah berdasarkan hasil
Musyawarah Wilayah dan Rekomendasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.
4. Pimpinan Pusat IPM atas inisiatif sendiri dan atau masukan dari Pimpinan
Pusat Muhammadiyah dapat menyarankan pemekaran satu wilayah.
BAB V
Ketentuan Penutup
Pasal 16
Hal- hal yang belum diatur dalam Pedoman Pembentukan, Peleburan dan Peme-
karan wilayah, daearah, cabang dan ranting ini dapat diatur berdasarkan kes-
epakatan antara unsur terkait bersama dengan pimpinan di atasnya sepanjang
tidak bertentangan dengan AD dan ART IPM.
Pasal 17
Pedoman ini berlaku setelah diputuskan dalam permusyawaratan tingkat nasi-
onal yang selanjutnya disahkan oleh PP IPM dengan Surat Keputusan serta di
tanfdzkan oleh Pimpinan Pusat.
118 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 119
KATA PENGANTAR
PEDOMAN PENGELOLAAN RANTING
IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH
Alhamdulillah, segala puji senantiasa kita haturkan kepada zat yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang, Alloh SWT. Berkat rahmatNya lah, Buku Pan-
duan Pengelolaan Ranting (BPPR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah akhirnya bisa
diterbitkan. Buku ini adalah penyempurnaan dari buku panduan yang pada peri-
ode sebelumnya sudah diterbitkan dalam jumlah terbatas.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai salah satu ortom Muham-
madiyah, mempunyai tanggungjawab yang besar untuk mendidik dan mencetak
kader persyarikatan. Dari Pimpinan Ranting lah, proses pengkaderan dalam
tubuh IPM dimulai. Akan tetapi, sungguh miris memang. Melihat kenyataan
beberapa Pimpinan Ranting IPM di SMP/Mts, SMA/SMK/MA Muhammadiyah se-
Indonesia. Beberapa belum bisa menjalankan fungsi ke-organisasiannya secara
optimal. Bahkan, di beberapa sekolah, belum terbentuk Pimpinan Ranting. Ka-
laupun sudah terbentuk, sering terjadi ketidakselarasan antara Pimpinan Ranting
IPM, Pembina IPM, dan pihak sekolah.
Buku ini mencoba mengurai apa saja yang dibutuhkan dan apa saja yang
harus dilakukan oleh Pimpinan Ranting IPM. Tidak hanya itu, buku ini bisa men-
jadi pegangan Pimpinan Ranting IPM, Pembina Pimpinan Ranting IPM, dan pihak
sekolah dalam menyelaraskan gerak IPM di sekolah. Sedangkan untuk Pimpinan
Ranting non Sekolah Muhammadiyah, buku ini juga dapat dijadikan acuan dalam
pengelolaan ranting dengan penyesuaian terhadap kondisi dan kebutuhan rant-
ing yang dikoordinasikan kepada Pimpinan Cabang atau Pimpinan Daerah IPM
dan Pimpinan Cabang atau Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat.
Akhirnya, semoga buku panduan ini bisa memberikan manfaat bagi Ikatan
Pelajar Muhammadiyah khususnya Pimpinan Ranting IPM. Sehingga harapan
dan cita-cita IPM untuk menguatkan basis ikatan dapat terwujud. Tak lupa, kami
mohon maaf bila masih ada kekurangan dalam buku ini, serta ucapan terimaka-
sih kepada semua pihak yang telah membantu menyempurnakan panduan rant-
ing ini. Semoga Allah senantiasa mempermudah jalan dakwah kita. Amin.
Nun Wal Qalami Wa Maa Yasthurun
Yogyakarta, 23 Desember 2009
Ketua Bidang Perkaderan PP IPM
Ariati Dina Puspitasari
118 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 119
PEDOMAN PENGELOLAAN RANTING
IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH
PENDAHULUAN
Latar belakang berdirinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tidak terlepas
dari latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam
Amar Maruf Nahi Munkar dan sebagai konsekuensi dari banyaknya sekolah yang
merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader.
Di samping itu situasi dan kondisi politik di Indonesia tahun 60-an, di mana
orde lama dan PKI berjaya. Muhammadiyah mendapat tantangan yang sangat
berat untuk menegakkan dan menjalankan misinya. Oleh karena itu, IPM ter-
panggil untuk mendukung misi Muhammadiyah dan menjadi pelopor, pelangsung
dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah. Dengan demikian, kelahiran IPM
mempunyai 2 nilai strategis. Pertama, IPM sebagai aksentuator gerakan dakwah
amar maruf nahi mungkar di kalangan pelajar. Kedua, IPM sebagai lembaga
kaderisasi Muhammadiyah yang dapat membawa misi Muhammadiyah di masa
mendatang.
Keinginan dan upaya para pelajar untuk membentuk organisasi pelajar Mu-
hammadiyah sebenarnya telah dirintis sejak 1919. Akan tetapi selalu mendapat
halangan dan rintangan dari berbagai pihak. Keinginan untuk membentuk organ-
isasi pelajar Muhammadiyah baru mendapat titik terang pada tahun 1958, yaitu
ketika Konferensi Pemuda Muhammadiyah (PM) di Garut. Organisasi pelajar
Muhammadiyah akan ditempatkan di bawah pengawasan PM.
Keputusan Konferensi PM di Garut tersebut diperkuat pada Muktamar PM
II yang berlangsung pada tanggal 24-28 Juli 1960 di Yogyakarta yakni dengan
memutuskan untuk membentuk IPM (Keputusan II/ no.4). Setelah ada kesepaka-
tan antara PP Pemuda Muhammadiyah dan PP Muhammadiyah Majlis Pendi-
dikan dan Pengajaran pada tanggal 15 Juni 1961 ditanda tanganilah peraturan
bersama tentang organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Rencana pendirian
IPM tersebut dimatangkan secara nasional pada Konferensi Pemuda Muham-
madiyah di Surakarta tanggal 18 20 Juli 1961.
Tanggal 5 Shafar 1381 H bertepatan tanggal 18 Juli 1961 M ditetapkan
sebagai hari kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Dengan Ketua Umum
Herman Helmi Farid Maruf dan Sekretaris Umum Muh. Wirsyam Hasan. Akh-
irnya, Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi otonom Mu-
hammadiyah yang bergerak di bidang dakwah dan kaderisasi dikalangan pelajar
Muhammadiyah.
Dalam KONPIWIL IPM 1992 di Yogyakarta, Menpora Akbar Tanjung secara
implisit menyampaikan kebijakan pemerintah pada IPM untuk melakukan penye-
120 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 121
suaian tubuh organisasi. Usai KONPIWIL PP IPM diminta Depdagri mengisi for-
mulir direktori organisasi dengan disertai catatan agar pada waktu pengembalian
formulir tersebut nama IPM telah berubah. Tim eksistensi PP IPM yang bertugas
membahas masalah ini,melakukan pembicaraan intensif. Akhirnya diputuskan
perubahan nama Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi Ikatan Pelajar Muham-
madiyah, dengan pertimbangan :
1. Keberadaan pelajar sebagai kader persyarikatan, umat dan bangsa selama ini
belum mendapat perhatian sepenuhnya dari persyarikatan Muhammadiyah
2. Perlunya pengembangan jangkauan IPM
3. Adanya kebijakan pemerintah RI tentang tidak diperbolehkannya penggunaan
kata Pelajar untuk organisasi berskala nasional.
Keputusan pergantian nama oleh PP IPM ini tertuang dalam SK PP IPM
Nomor VI/PP.IPM/1992 yang selanjutnya perubahan tersebut disahkan oleh
Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanggal 22 Jumadil Awal 1413 H/18 November
1992 tentang pergantian nama Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi Ikatan
Pelajar Muhammadiyah. Dengan demikian secara resmi perubahan IPM menjadi
IPM adalah sejak 18 November 1992.
Seiring perkembangan organisasi IPM, mucul berbagai reaksi dari tubuh
persyarikatan, bahwa IPM dinilai kurang fokus terhadap pembinaan pelajar di
sekolah-sekolah Muhammadiyah. Maka, Tanwir Muhammadiyah tahun 2007
merekomendasikan IPM untuk berubah kembali menjadi Ikatan Pelajar Muham-
madiyah (IPM).
Pembahasan mengenai basis masa dan lokus gerakan sebenarnya sudah
mengemuka sejak Muktamar IPM ke-14 di Lampung. Pada Muktamar IPM ke-15
pun, Muktamar mengamanatkan untuk membentuk tim eksistensi yang bertu-
gas untuk membahas masalah ini. Tim eksistensi PP IPM juga meminta saran
pendapat dari PP Muhammadiyah dan ortom-ortom di dalamnya.
Tak lama berselang, PP Muhammadiyah mengeluarkan SK PP Nomor 60/
KEP/I.0/B/2007 tentang perubahan nomenklatur IPM menjadi IPM. Bermacam
reaksi muncul akibat SK PP Muhammadiyah tersebut. PP IPM dengan segera
mengadakan Pleno diperluas dengan mengundang PP Muhammadiyah dan
seluruh PW IPM Se-Indonesia. Setelah melalui dialog intensif, maka PP Muham-
madiyah mengeluarkan Maklumat berkenaan dengan SK PP Nomor 60/KEP/I.0/
B/2007. Bahwasanya, perubahan IPM menjadi IPM membutuhkan proses, dan
berlaku efektif setelah Muktamar tahun 2008.
120 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 121
MENGENAL IPM RANTING
A. IPM Sebagai Satu-Satunya Organisasi Kesiswaan di Seko-
lah/Madrasah/Pondok Pesantren Muhammadiyah
Sebagaimana tertuang dalam SK PP Muhammadiyah Majelis Pendidi-
kan Dasar dan Menengah No. 510/SK. PP/III.A/16/1997 tertanggal 3 Oktober
1997 tentang Qoidah Pendidikan Dasar Dan Menengah Muhammadiyah, Bab
VI Pasal 24 dijelaskan bahwa:
Pimpinan Sekolah/Pondok Pesantren/Madrasah Muhammadiyah
berkewajiban membina Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang
menjadi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam Sekolah/
Madrasah/ pondok Pesantren Muhammadiyah.
Kemudian dalam Bab VIII pasal 32 dituliskan,
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah/Madrasah/Pon-
dok Pesantren Muhammadiyah adalah Ikatan Pelajar Muhamma-
diyah.
Jadi, jelaslah bahwasanya keberadaan IPM di sekolah/Madrasah/
Pondok Pesantren Muhammadiyah adalah wajib. Sedangkan tanggungjawab
atas keberadaan dan keberlangsungannya berada pada Pimpinan Sekolah/
Madrasah/Pondok Pesantren yang bersangkutan.
B. Organisasi IPM Ranting
IPM Ranting merupakan bagian dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah secara
keseluruhan. Secara hierarkhis IPM Ranting akan berada dibawah kepe-
mimpinan IPM diatasnya. Berikut penjenjangan dalam Organisasi IPM :
1. Pimpinan Pusat (PP)
2. Pimpinan Wilayah (PW)
3. Pimpinan Daerah (PD)
4. Pimpinan Cabang (PC)
5. Pimpinan Ranting (PR)
Konsekuensi dari penjenjangan tersebut bagi IPM Ranting adalah:
1. PR IPM dilantik, disahkan dan ditetapkan oleh Pimpinan IPM diatasnya,
yaitu PC IPM atau PD IPM setempat.
2. PR IPM terikat untuk melaksanakan kebijakan Pimpinan IPM diatasnya.
3. PR IPM sebagai bagian dari Pimpinan IPM diatasnya berkewajiban turut
menghidupkan aktivitas Pimpinan IPM diatasnya
4. PR IPM sebagai bagian dari Pimpinan IPM diatasnya berhak untuk ambil
bagian dalam aktivitas Pimpinan IPM diatasnya
5. PR IPM sebagai bagian dari Pimpinan IPM diatasnya berhak turut serta
dalam menentukan kebijakan pimpinan diatasnya melalui jalur-jalur yang
telah diatur.
122 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 123
6. Menjadi ujung tombak perjuangan IPM, sehingga harus senantiasa di-
penuhi sikap istiqamah dalam berjuang dengan cara-cara terbaik demi
terwujudnya tujuan ikatan.
C. Komponen IPM Ranting (Pembina, pimpinan, anggota, ka-
der, simpatisan)
Komponen IPM Ranting merupakan unsur-unsur yang menyusun berdirinya
sebuah organisasi IPM Ranting. Komponen tersebut adalah:
1. Pembina IPM Ranting
Pembina adalah orang yang mempunyai tugas untuk membina jalan-
nya IPM Ranting. Secara Konstitusional keberadaan pembina ranting
mengacu pada SK Dikdasmen No. III. A/1.6/48/1993 dan amandemen
AD/ART IPM pasal 9 a 3.
Mengingat kedudukan Ranting, maka pembina ranting dapat dibeda-
kan menjadi :
a. Pembina IPM Ranting Sekolah terdiri dari :
Kepala Sekolah sebagai Ketua Pembina Ranting
Wakil Kepala Sekolah (bidang Kesiswaan) sebagai Wakil Ketua
Pembina Ranting
Tenaga Pengajar.sebagai anggota Pembina Ranting
Dalam melakukan fungsi pembinaan, Pembina ranting harus selalu
berkoordinasi dengan Pimpinan Cabang atau Pimpinan Daerah Ikatan
Pelajar Muhammadiyah setempat.
Adapun yang menjadi tugas dari Pembina Ranting IPM adalah
sebagai berikut:
a. Bersama PC atau PD IPM bertanggung jawab dalam pembinaan dan
pengembangan IPM di ranting.
b. Melakukan pemantauan secara kontinyu dinamika kepemimpinan
Ranting IPM.
c. Mengarahkan penyusunan progam kerja PR IPM.
d. Memberikan saran/petunjuk yang berkaitan dengan proses
pengambilan kebijakan PR IPM.
e. Memberikan kemudahan atas penggunaan fasilitas-fasilitas yang
tersedia di lingkungan sekolah untuk kepentingan kegiatan PR IPM.
f. Memberikan dorongan dan motivasi kepada PR IPM untuk berkreasi
dalam mengembangkan progam IPM Ranting.
g. Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas IPM Ranting.
2. Pimpinan Ranting IPM
Pimpinan Ranting adalah anggota dan atau kader IPM yang ditetap-
kan dalam permusyawaratan ranting untuk menduduki jabatan kepe-
mimpinan di ranting dalam periode jabatan satu tahun, dan disahkan oleh
122 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 123
PC atau PD IPM setempat. Kepengurusan Pimpinan Ranting dibentuk
dalam Musyawarah Ranting (MUSYRAN) yang diselenggarakan satu
tahun sekali.
Di IPM tidak dikenal istilah pengurus, akan tetapi pimpinan seb-
agaimana Muhammadiyah. Ini mengandung pengertian bahwa yang
menjadi Pimpinan IPM adalah pribadi-pribadi terpilih yang akan senan-
tiasa berikhtiar dengan cara-cara yang terbaik untuk menjadi pribadi yang
terbaik. Berjuang dengan upaya-upaya terbaik untuk mencapai tujuan
gerakan dengan hasil yang terbaik pula.
Hak Dan Kewajiban Pimpinan Ranting IPM adalah :
a. Pimpinan Ranting berhak atas fasilitas-fasilitas di lingkungan sekolah
untuk keperluan aktivitasnya.
b. Pimpinan Ranting IPM berhak mendapatkan kondisi yang kondusif
untuk dapat mengembangkan progam Ranting.
c. Pimpinan Ranting IPM berhak dan berkewajiban memberikan pendapat
dan masukan kepada Pimpinan sekolah untuk kepentingan kemajuan
sekolah.
d. Pimpinan Ranting IPM berkewajiban memberikan laporan atas aktivi-
tasnya kepada anggota ranting, serta kepada pihak sekolah bagi yang
berkedudukan di sekolah.
3. Anggota IPM Ranting
Di dalam sebuah organisasi, anggota adalah objek garapan dari
organisasi. Namun IPM memandang, anggota merupakan objek dari
garapan dakwah ikatan, sekaligus menjadi subyek pelaku dakwah yang
membawa identitas ikatan. Secara resmi, keanggotaan dalam IPM di-
buktikan dengan Kartu Tanda Anggota yang dikeluarkan oleh Pimpinan
Daerah IPM atau Pimpinan Pusat IPM. Khusus untuk mendapatkannya
dapat diajukan secara tertulis kepada pimpinan Daerah IPM melalui rant-
ing atau cabang.
Sesuai dengan AD ART IPM anggota IPM adalah mereka :
a. Pelajar muslim yang bersekolah di perguruan Muhammadiyah tingkat
SLTP/sederajat dan atau SMU/sederajat.
b. Pelajar Muslim yang berusia minimal 12 tahun dan maksimal 21 tahun.
(yang menyatakan diri masuk dalam IPM dan memenuhi persyaratan-
nya).
c. Mereka yang pernah menjadi anggota sebagaimana ketentuan a dan
b, dan atau seseorang yang diperlukan oleh organisasi dengan usia
maksimal 24 tahun.
Adapun syarat untuk mendapatkan status keanggotaan IPM seb-
agaimana diatur dalam AD/ART IPM adalah sebagai berikut:
a. Pelajar Muslim warga negara Indonesia , yang menyetujui maksud dan
124 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 125
tujuan IPM bersedia mendukung kebijakan organisasi dan berperan
aktif melaksanakan tugas IPM.
b. Pelajar yang bersekolah di perguruan tinggi Muhammadiyah tingkat
SLTP/sederajat dan SMU/sederajat.
Setiap anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah berkewajiban untuk:
a. Setia pada perjuangan IPM ( memuliakan Islam yang benar )
b. Tunduk dan taat pada keputusan dan peraturan IPM.
c. Sanggup menjaga nama baik IPM, dan menjadi teladan yang utama
sebagai pelajar muslim.
d. Turut mendukung dan melaksanakan kebijakan dan amal usaha IPM.
e. Membayar iuran dana abadi dan iuran anggota serta infaq yang
ditetapkan oleh pimpinan Pusat IPM.
4. Kader
Kader adalah anggota IPM yang telah mengikuti pelatihan pengkaderan
Taruna Melati IPM, serta mampu dan pernah menjadi penggerak inti
ikatan.
5. Simpatisan
Simpatisan IPM adalah mereka yang menyetujui maksud dan tujuan IPM
tetapi tidak memenuhi syarat sebagai anggota. Simpatisan dapat diun-
dang dalam permusyawaratan IPM serta berhak menyatakan pendapat
tetapi tidak mempunyai hak untuk memilih dan dipilih.
MENGELOLA IPM RANTING
A. Musyawarah Ranting
Adalah permusyawaratan tertinggi di tingkat ranting, diadakan atas
undangan Pimpinan Ranting. Musyawarah Ranting diikuti oleh :
1. Peserta, yang terdiri dari:
a. Personal Pimpinan Ranting.
b. Ranting Sekolah: Ketua kelas, dan perwakilan kelas yang dipilih oleh
kelas, dengan jumlah tertentu yang telah ditentukan.
c. Ranting Non Sekolah: Seluruh anggota Ranting, atau perwakilan dari
unsur-unsur pendukung ranting (jika ranting dibangun dari kumpulan
pelajar masjid/unsur lain seperti pedukuhan,desa, dll) dengan jumlah
tertentu yang telah ditentukan.
Peserta Musyawarah Ranting memiliki hak bicara dan hak suara. Hak
bicara adalah hak untuk mengemukakan pendapat di dalam persidangan,
sedangkan hak suara adalah hak untuk menentukan pilihan jika dalam persi-
dangan dilakukan pemungutan suara.
2. Peninjau
124 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 125
Adalah selain peserta yang diundang oleh pimpinan ranting untuk
mengikuti musyawarah ranting. Peninjau Musyawarah ranting hanya
memiliki hak bicara saja.
Agenda pokok dalam Musyawarah Ranting adalah sebagai berikut:
a. Laporan Pertanggungjawaban Pimpinan Ranting
b. Tanggapan atas Laporan Pertanggungjawaban Pimpinan Ranting
c. Pemilihan Pimpinan Ranting Periode Berikutnya.
d. Penyusunan Arahan Kerja Pimpinan Ranting periode Berikutnya.
Tahapan-tahapan dalam penyelenggaraan Musyawarah Ranting secara
runtun dapat dijabarkan seperti berikut ini:
1. Persiapan
a. PR IPM membentuk:
1) Tim materi, yang bertugas menyusun materi yang akan dibahas.
Seperti: arahan kerja Pimpinan Ranting, Rekomendasi, serta hal
lain yang menjadi sikap pimpinan ranting.
2) Panitia pemilihan (PanLih), berfungsi sebagai lembaga pemilihan
ketua dan atau formatur Pimpinan Ranting selanjutnya.
Tugas PanLih adalah:
a) Penjaringan calon dari unsur ranting
b) Verifkasi syarat calon
c) Menetapkan bakal calon ketua dan atau formatur yang berhak
bersaing dalam Musyran
d) Menyusun tata tertib pemilihan, untuk diajukan dalam pleno
Musyran
e) Mempersiapkan segala keperluan pemilihan dalam Musyran
3) Tim verifkasi, bertugas mengaudit keadaan keuangan Pimpinan
Ranting selama periode berjalan, untuk kemudian dilaporkan ke-
pada Musyran.
4) Panitia Musyran dengan melibatkan perwakilan tiap kelas, menjadi
wakil Pimpinan Ranting yang bertanggungjawab atas terselengga-
ranya Musyran secara keseluruhan.
b. PR IPM menyusun Laporan Pertanggungjawaban kepemimpinannya
selama 1 periode
Beberapa kelengkapan administratif yang harus disiapkan panitia musy-
awarah ranting dalam penyelenggaraan musyawarah ranting meliputi:
a. Rancangan tata tertib musyawarah ranting
b. Rancangan tata tertib persidangan
c. Blangko Keputusan Persidangan Musyawarah Ranting
d. Blangko Keputusan Induk Musyawarah Ranting
e. Daftar Peserta Musyawarah Ranting
f. Daftar Peninjau Musyawarah Ranting
126 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 127
g. Presensi Peserta Persidangan
h. Presensi Peninjau Persidangan
2. Pelaksanaan
Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas, Pimpinan Ranting berke-
wajiban mengundang peserta beberapa waktu sebelum pelaksanaan
musyawarah ranting, serta hendaknya dilampiri dengan materi musy-
awarah ranting hasil penyusunan tim materi.
Berikut ini diberikan contoh manual acara Musyawarah Ranting
Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Dalam contoh ini Musyawarah Ranting
diselenggarakan selama satu hari penuh.
Pukul Acara Sub Acara
Penanggung
jawab
Keterangan
07.30-
08.00
Registrasi - Panitia
Didaftar dan dibedakan an-
tara peserta dan peninjau
08.00-
09.00
Upacara
Pembukaan
1. Pembukaan
2. Tilawah
3. Menyanyikan Lagu:
a. Indonesia Raya
b. Sang Surya
c. Mars IPM Berjaya
4. Prakata Panitia
5. Sambutan-sambutan:
a. PR IPM
b. Kepala Sekolah/PRM
c. PC IPM sekaligus
membuka Musyran
6. Pengajian Pembukaan
7. Lain-lain
8. Penutup
Panitia
09.00-
10.00
Pleno I :
Pembahasan
Tata Tertib
Musyawaran
ranting dan
Tata Tertib
Persidangan
1. Pembukaan,
(basmalah, ketok palu)
2. Pembahasan
(ditawarkan kepada
peserta)
3. Penutupan (baca
keputusan sidang,
tutup dg hamdalah,
ketok palu)
Pimpinan Ranting
Sidang dipimpin pimpinan
sidang sementara dari
Pimpinan Ranting, serta
diakhirii dengan memilih
pimpinan dan sekretaris
sidang selanjutnya dari
peserta sidang
10.00-
10.30
Pleno II : pidato
Iftitah Ketua
Umum PR IPM
1. Pembukaan, (dg
basmalah, ketok palu)
2. Mendengarkan pidato
(ketua dipersilahkan)
3. Penutupan, (baca
keputusan sidang,
tutup dengan
hamdalah, ketok palu)
Pimpinan Ranting
Diawali mengisi daftar hadir
persidangan, cek kuorum,
dan diakhiri dengan memilih
pimpinan dan sekretaris
sidang berikutnya dari
peserta
10.30-
11.00
Rehat Coffee Break, Dhuha Panitia
126 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 127
11.00-
11.45
Pleno III: Lapo-
ran pertang-
gungjawaban
PR IPM1
1. Pembukaan (dg
basmalah, ketok palu)
2. Mendengarkan laporan
pertanggunjawaban
(seluruh/perwakilan
PR IPM ddipersilahkan
ke depan)
3. Sidang dibreak untuk
ibadah..... ( sidang
sementara ditunda,
ketok palu)
Pimpinan Ranting
Diawali mengisi daftar hadir
persidangan, cek kuorum,
dan diakhiri dengan
memilih pimpinan dan
sekretaris sidang berikutnya
dari peserta
11.45-
12.30
Rehat Makan Siang, Dzuhur Panitia
12.30-
13.30
Lanjutan
Pleno III
1. Pembukaan (dg
basmalah, ketok palu)
2. Melanjutkan LPJ,
Tanggapan dari
peserta sidang (forum
dibuka untuk peserta
sidang menanggapi)
3. Penutupan (sda)
Pimpinan Ranting
13.30-
14.15
Pleno IV:
Pembahasan
Tata Tertib
Pemilihan
1. Pembukaan (dg bas-
malah, ketok palu)
2. Forum diserahkan
kepada Panlihran:
3. Pembahasan Tata
tertib Pemilihan
4. Penutupan(baca kepu-
tusan sidang, tutup dg
hamdalah, ketok palu)
Panilhran
Diawali mengisi daftar hadir
persidangan, cek kuorum,
dan diakhiri dengan
memilih pimpinan dan
sekretaris sidang berikutnya
dari peserta
14.15-
15.00
Pleno V : Pe-
milihan Ketua
Umum dan
atau Formatur
1. Pembukaan(dg bas-
malah, ketok palu)
2. Forum diserahkan
kepada Panlihran:
3. Prosesi Pemilihan
4. Penetapan Pemenang
5. Penutupan(baca kepu-
tusan sidang, tutup dg
hamdalah, ketok palu)
Panlihran
Diawali mengisi daftar hadir
persidangan, cek kuorum,
dan diakhiri dengan
memilih pimpinan dan
sekretaris sidang berikutnya
dari peserta
15.00-
15.30
Break
Coffee Break, Asar,
Pembagian Anggota
Komisi
Panitia
PR IPM membagi Peserta
dan peninjau dalam komisi-
komisi yang memilki tugas
khusus
15.30-
16.00
Pleno VI:
Pembentukan
Komisi
1. Pembukaan (dg
basmalah, ketok palu)
2. Pengumuman anggota
komisi
3. Penutupan(baca
keputusan sidang,
tutup dg hamdalah,
ketok palu)
Panitia
Diawali mengisi daftar hadir
persidangan, cek kuorum,
dan diakhiri dengan memilih
pimpinan dan sekretaris
sidang berikutnya dari
peserta
Komisi A: Arahan Kerja
Pimpinan,
Kesekretariatan,
Keuangan
Komisi B: Arahan Kerja
Bidang
Komisi C: Rekomendasi
128 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 129
16.00-
16.45
Sidang Komisi
Masing-masing Komisi:
1. Pemilihan Ketua dan
Sekretaris Komisi.
2. Pembukaan(dg
basmalah, ketok palu)
3. Pembahasan Materi
Komisi
4. Penutupan(baca
keputusan sidang,
tutup dg hamdalah,
ketok palu)
Pimpinan Ranting Isi presensi, cek kuorum,
16.45-
17.30
Pleno VII:
Laporan Komisi
1. Pembukaan (dg
basmalah, ketok palu)
2. Laporan Komisi
(bergantian wakil
komisi melaporkan
hasil pembahasannya)
3. Penuntupan(baca
keputusan sidang,
tutup dg hamdalah,
ketok palu)
Panitia
Diawali mengisi daftar hadir
persidangan, cek kuorum,
dan diakhiri dengan memilih
pimpinan dan sekretaris
sidang berikutnya dari
peserta
17.30-
17.45
Pleno VIII:
Pembacaan
Keputusan
Induk
Musyawarah
Ranting
1. Pembukaan (dg
basmalah, ketok palu)
2. Pembacaan
3. Penutupan(baca
keputusan sidang,
tutup dg hamdalah,
ketok palu)
Panitia
Diawali mengisi daftar hadir
persidangan, cek kuorum,
dan diakhiri dengan memilih
pimpinan dan sekretaris
sidang berikutnya dari
peserta
17.45-
18.15
Upacara
Penutupan
1. Pembukaan
2. Tilawah
3. Menyanyikan Lagu:
a. Indonesia Raya
b. Sang Surya
c. Mars IPM Berjaya
4. Prakata Panitia
5. Sambutan PC IPM
sekaligus menutup
Musyawarah Ranting
6. Lain-lain
7. Penutup
Panitia
B. Struktur IPM Ranting
IPM mengenal struktur baku pimpinan yang diatur oleh Pimpinan Pusat
Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Adapun struktur pimpinan ranting adalah
sebagai berikut:
1. Ketua-ketua:
Ketua Umum
Ketua Bidang Perkaderan
Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam
Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Ketua Bidang IPMawati
Ketua Bidang Apresiasi Seni, Budaya dan Olahraga
2. Sekretaris-sekretaris:
128 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 129
Sekretaris Umum
Sekretaris Bidang Perkaderan
Sekretaris Bidang Kajian Dakwah Islam
Sekretaris Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Sekretaris Bidang IPMawati
Sekretaris Bidang Apresiasi Seni, Budaya dan Olahraga
3. Bendahara:
Bendahara Umum
Wakil Bendahara
4. Anggota Bidang
Anggota Bidang Perkaderan
Anggota Bidang Kajian Dakwah Islam
Anggota Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Anggota Bidang IPMawati
Anggota Bidang Apresiasi Seni, Budaya dan Olahraga
Untuk Pimpinan Ranting Sekolah yang umumnya memiliki wadah
kesiswaan yang spesifk serta memiliki kepengurusan (misal Peleton Inti,
Palang Merah Pelajar, dll), maka sebagai satu-satunya organisasi kesiswaan,
IPM menjadi payung bagi masing-masing kelompok kegiatan tersebut dengan
menempatkannya dalam departemen di bawah bidang yang sesuai, atau
menjadi Badan Semi Otonom yang secara struktural ada dibawah Pimpinan
Ranting IPM. Sehingga Struktur Pimpinan ranting Sekolah menjadi seperti
berikut ini:
1. Ketua-ketua:
Ketua Umum
Ketua Bidang Perkaderan
Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam
Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Ketua Bidang IPMawati
Ketua Bidang Apresiasi Seni, Budaya dan Olahraga
2. Sekretaris-sekretaris:
Sekretaris Umum
Sekretaris Bidang Perkaderan
Sekretaris Bidang Kajian Dakwah Islam
Sekretaris Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Sekretaris Bidang IPMawati
Sekretaris Bidang Apresiasi Seni, Budaya dan Olahraga
3. Bendahara Umum
Wakil Bendahara
4. Anggota Bidang:
130 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 131
Bidang Perkaderan:
Dept. Peleton Inti
Bidang KDI:
Dept. Dakwah
Sie Kajian Rutin
Sie Hari Besar Islam
Dept. Pustaka Mushalla
Bidang PIP:
Dept. KIR
Dept. PMR
Dept. English Study Club
Dept. Mathholic
Dept. Media:
Sie Mading
Sie Majalah Siswa
Sie Radio Sekolah
Bidang IPMawati:
Dept. Kajian Keputrian
Dept. Korps Daiyah
Bidang ASBO:
Dept. Seni:
Sie Teater
Sie Seni Musik
Sie Seni Lukis
Dept. Olahraga:
Sie Bolavoli
Sie Karate
Pembagian tugas untuk masing-masing jabatan dalam struktur Pimpinan
Ranting adalah sebagai berikut:
1. Ketua Umum
a. Memimpin dan bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas pimpinan
ranting.
b. Mengkoordinasikan struktur kepemimpinan.
c. Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan
oleh aparat kepengurusan.(Menandatangani surat)
d. Memimpin rapat.
e. Menetapkan kebijakan dan mengambil keputusan berdasarkan musy-
awarah dan mufakat.
f. Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan.
2. Ketua Bidang
a. Bersama-sama ketua umum menetapkan kebijakan.
130 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 131
b. Memberikan saran kepada ketua umum dalam rangka mengambil
keputusan.
c. Menggantikan ketua, bila ketua umum berhalangan.
d. Memimpin dan mengkoordinasikan serta bertanggungjawab atas
pelaksanaan tugas bidang.
e. Mengawasi, mengarahkan, membimbing dan mengkoordinasikan
anggota bidangnya.
3. Sekretaris Umum
a. Memberikan saran dan masukan kepada ketua dalam mengambil
keputusan.
b. Mendampingi ketua dalam memimpin rapat.
c. Membuat serta menandatangani surat-surat yang berhubungan
dengan Organisasi.
d. Menyiapkan, mendokumentasikan, mendistribusikan dan menyimpan
surat (yang keluar dan masuk) serta arsip yang berhubungan dengan
pelaksanaan kegiatan.
e. Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan.
4. Sekretaris Bidang
a. Aktif membantu tugas kesekretariatan.
b. Menggantikan sekretaris bila sekretaris umum berhalangan.
c. Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan
bidangnya.
5. Bendahara dan Wakil Bendahara
a. Bertanggungjawab dan mengetahui segala pemasukan/pengeluaran
biaya yang diperlukan.
b. Membuat tanda bukti kuitansi setiap pemasukan/pengeluaran uang
untuk pertanggungjawaban.
c. Bertanggungjawab atas inventaris dan perbendaharaan.
d. Menyampaikan laporan keuangan secara berkala.
e. Bersama ketua menandatangani surat yang berkaitan dengan dana/
keuangan.
6. Anggota Bidang
a. Bersama ketua bidang dan sekretaris bidang, menjalankan kebijakan
bidang
b. Bertanggungjawab atas aktivitas kesiswaan khusus yang ditangani.
Seperti telah dijelaskan dimuka, IPM Ranting adalah bagian dari IPM
secara keseluruhan, yang secara hierarkhi ada dibawah Pimpinan-Pimpinan
diatasnya. Oleh karena itu untuk mendapatkan pengesahan, Pimpinan
Ranting yang telah terbentuk harus mengajukan surat permohonan pelantikan
Pimpinan Ranting kepada Pimpinan Cabang IPM atau Pimpinan Daerah IPM
132 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 133
setempat, dengan diketahui oleh Pimpinan Sekolah yang bersangkutan, serta
melampirkan susunan personalia Pimpinan Ranting yang akan dilantik.
C. Rapat Kerja Pimpinan
Setelah struktur kepemimpinan IPM Ranting terbentuk dan siap bekerja,
maka kerja pimpinan yang pertama adalah Rapat Kerja Pimpinan. Rapat
kerja pimpinan ini diikuti oleh seluruh personalia Pimpinan Ranting, serta bisa
mengundang pihak lain untuk menjadi narasumber bagi Pimpinan. Agenda
Pokok dalam Rapat kerja Pimpinan Ranting adalah sebagai berikut:
1. Penyusunan program kerja, yang meliputi: Bidang kepemimpinan (Ketua
Umum), Bidang Kesekretariatan (Sekretaris Umum), Bidang Keuangan
(Bendahara), dan program kerja masing-masing bidang.
2. Penyusunan Time Schedule (Perencanaan Jadwal Kegiatan Selama Satu
Periode)
3. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Pimpinan Rant-
ing (Berdasarkan program kerja dan kebutuhan Rutin Pimpinan)
4. Membahas hal-hal yang urgen lainnya
Dalam menyusun program kerja tentu saja harus ada pembagian yang
jelas mengenai kewenangan dan bidang kerja masing-masing bidang.
Hasil dari Rapat Kerja ini kemudian disusun kembali secara rapi untuk
kemudian disampaikan dalam rapat kerja ranting.
D. Rapat Kerja Ranting
Rapat Kerja Ranting adalah sarana untuk mengkomunikasikan kebijakan
(program kerja) pimpinan ranting kepada seluruh anggota ranting, dalam
hal ini bisa diwakili oleh perwakilan unsur ranting (kelas, masjid, kampung/
pedukuhan, dll). Agenda pokok dalam Rapat Kerja Ranting adalah sebagai
berikut:
1. Presentasi/paparan program kerja dari Pimpinan Ranting
2. Tanggapan dari peserta Rapat Kerja Ranting
3. Perumusan Kembali Program Kerja, Time Schedule dan RAPB Pimpinan
Ranting.
Hasil dari Rapat Kerja ini kemudian disusun kembali secara rapi dan
disampaikan kepada perwakilan unsur ranting sebagai tanfdz hasil rapat
kerja ranting. Tanfdz inilah yang menjadi pedoman Pimpinan Ranting dalam
menyelenggarakan kegiatan Ranting.
E. Manajemen Kegiatan Ranting
Dalam melaksanakan suatu kegiatan, ranting hendaknya menggunakan
prinsip-prinsip manajemen kegiatan yang meliputi:
1. Perencanaan
132 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 133
Sebuah kegiatan hendaknya direncanakan dengan matang oleh Pimpi-
nan. Perkirakan dengan sedetil mungkin pelaksanaan dari kegiatan tersebut.
Dalam tahap perencanaan ini akan dihasilkan proposal kegiatan yang berisi:
a. Pendahuluan : menjabarkan latar belakang dilaksanakannya
kegiatan tersebut
b. Nama Kegiatan : untuk menegaskan kegiatan tersebut
c. Tujuan Kegiatan : yang diharapkan bisa dicapai dari adanya kegi-
atan tersebut
d. Landasan kegiatan : yang menjadi dasar pijakan pelaksanaan kegi-
atan tersebut. (misal al Quran, al Hadits, AD/ART
IPM, program kerja, hasil rapat pimpinan, dll)
e. Bentuk kegiatan : menunjukkan bentuk kegiatan dimaksud (misal
pengajian umum, seminar, training outbound, dll)
f. Sasaran : siapa saja yang dituju untuk menjadi partisipan
dalam kegiatan tersebut (misal siswa kelas 1,
pelajar masjid se-desa, dll)
g. Target : tentukan seperti apa target dari pelaksanaan
kegiatan tersebut. Misal jumlah peserta, atau
cakupan wilayah peserta, dll.
h. Pelaksanaan : Kapan, dimana, bagaimana kegiatan tersebut
dilaksanakan, jika perlu masukkan pula time
schedule yang akan menunjukkan tahapan-
tahapan kerja serta target waktu dan hasil dari
pelaksanaan tahapan tersebut
i. Pelaksana : Siapakah yang melaksanakan kegiatan tersebut,
jika dibentuk kepanitiaan, tulis daftar panitia
(atau lampirkan)
j. Anggaran : mencakup rincian rencana asal dan jumlah
pemasukan serta peruntukan dan jumlah penge-
luaran.
k. Penutup
Dalam tahap perencanaan ini juga dilakukan pembagian tugas dalam
kepanitiaan. Letakkan orang-orang yang akan melaksanakan kegiatan itu
menurut potensi dan kemampuan masing-masing, sehingga akan lebih
efektif dalam bekerja.
2. Pelaksanaan
Inti dari sebuah kegiatan adalah pelaksanaannya. Untuk itu, setelah
perencanaan selesai, selanjutnya adalah proses pelaksanaan (termasuk
proses persiapan dan lain-lain sebelum hari H). Harus ada pengawasan
yang cermat dari Pimpinan Ranting atau ketua Panitia atas kerja
134 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 135
kepanitiaan tersebut. Gunakan Proposal kegiatan sebagai acuan untuk
menilai pencapaian target. Lakukan penilaian berkala secara rutin dalam
bentuk pertemuan koordinasi untuk mendapat laporan sementara dan
menilai apakah tahapan yang semestinya telah dicapai sudah tercapai.
Jika belum cek apa kendalanya dan usahakan sesegera mungkin dicari
penyelesaiannya, sehingga saat pelaksanaan, hal-hal yang mungkin akan
mengganggu sudah diminimalisir.
Demikian juga saat pelaksanaan, Ketua Panitia atau Pimpinan
Ranting harus senantiasa mengecek dan memperkirakan hal-hal yang
mungkin terkendala dan segera mencari solusinya.
3. Evaluasi
Bila kegiatan sudah selesai dilaksanakan, bukan berarti kerja kepani-
tiaan sudah selesai, tetapi masih ada satu hal yang harus dilakukan, yaitu
evaluasi. Pada tahap evaluasi ini, panitia harus bisa melihat jalannya keg-
iatan itu secara obyektif dan menilai kekurangan, kelebihan, hambatan, dan
faktor pendukung yang ditemui selama tahapan kegiatan mulai dari setelah
perencanaan. Kemudian dari hal itu dibuat laporan kegiatan yang berisi:
a. Pendahuluan : Berisi pengantar laporan
b. Nama Kegiatan
c. Tujuan Kegiatan
d. Landasan kegiatan
e. Bentuk kegiatan
f. Sasaran
g. Target
h. Pelaksana
i. Realisasi kegiatan : Berisi paparan mengenai realisasi kegiatan,
seperti kapan, dimana, berapa jumlah peserta,
bagaimana pencapaian target, bagaimana
jalannya kegiatan, paparan mengenai hal-hal
yang menjadi hambatan dalam melaksanakan
kegiatan tersebut, upaya-upaya yang dilakukan
dalam menanggulangi hambatan-hambatan
tersebut.
j. Laporan Keuangan : Berisi laporan realisasi pendapatan dan belanja
panitia yang merinci sumber dan jumlah pemasu-
kan serta peruntukan dan jumlah pengeluaran.
k. Penutup : Berisi kesimpulan panitia mengenai kegiatan
yang telah terselenggara apakah telah terse-
lenggara dengan baik dan memuaskan, serta
saran bagi pelaksanaan kegiatan serupa yang
akan datang.
134 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 135
KOMPONEN PENDUKUNG AKTIVITAS IPM RANTING
A. Rapat Rutin Pimpinan
Rapat rutin Pimpinan merupakan suatu mekanisme untuk mengontrol
kinerja pimpinan ranting. Dalam rapat rutin pimpinan ini disampaikan
mengenai aktivitas Pimpinan di masing-masing bidang, laporan surat masuk,
serta pembahasan masalah-masalah aktual yang mendesak yang kemudian
disampaikan dalam rapat pleno berikutnya untuk diambil keputusan. Dalam
rapat rutin ini cukup megundang Ketua-ketua, Sekretaris-sekretaris dan
bendahara saja, sehingga untuk keputusan-keputusan yang penting harus
menunggu Rapat Pleno Pimpinan. Berikut ini contoh Susunan Acara dalam
Rapat rutin Pimpinan:
a. Pembukaan
b. Tilawah
c. Kultum
d. Inti Acara, berisi:
1) Laporan kegiatan bidang mencakup paparan aktivitas sejak pertemuan
sebelumnya, dan rencana aktivitas sampai pertemuan berikutnya
2) Laporan kondisi keuangan
3) Pembahasan surat masuk (bukan surat yang memerlukan keputusan
pleno pimpinan) dan Pendelegasian undangan
e. Lain-lain
f. Penutup
B. Rapat Pleno Pimpinan
Rapat Pleno Pimpinan pada dasarnya juga merupakan mekanisme untuk
mengontrol kinerja pimpinan ranting. Hanya saja, rapat pleno pimpinan men-
gundang seluruh personal Pimpinan Ranting sehingga memiliki legitimasi un-
tuk pengambilan keputusan yang penting, termasuk pembahasan mengenai
sikap IPM Ranting terhadap kondisi aktual. Dalam rapat pleno pimpinan se-
lain pemaparan aktivitas Pimpinan di masing-masing bidang, juga dilakukan
evaluasi kinerja berdasarkan rencana kerja yang telah dibuat dalam program
kerja Pimpinan Ranting. Berikut ini contoh susunan acara dalam Rapat Pleno
Pimpinan:
1. Pembukaan
2. Tilawah
3. Kultum
4. Inti Acara, berisi:
a. Laporan Kegiatan sejak Pleno Sebelumnya
b. Evaluasi Kegiatan sejak Pleno Sebelumnyna
c. Laporan Keuangan
136 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 137
d. Rencana Kegiatan sampai Pleno berikutnya
e. Pembahasan Masalah yang Urgen (termasuk hal-hal yang telah
dibahas dalam rapat rutin pimpinan sebelumnya dan membutuhkan
persetujuan pleno)
f. Laporan, pembahasan, dan pendelegasian surat masuk sejak perte-
muan sebelumnya
5. Lain-lain
6. Penutup
C. Up Grading Pimpinan
Up grading pimpinan ini adalah sebuah pelatihan yang diadakan khusus
untuk pimpinan IPM guna membantu meningkatkan kualitas diri sebagai
pimpinan. Up Grading pimpinan sebaiknya dilakukan pada awal kepemimpi-
nan sebagai kegiatan pertama kepemimpinan. Kegiatan ini dapat pula di-
lakukan sebagai rangkaian pelantikan pimpinan. Up Grading bisa dilakukan
dengan beberapa materi diantaranya:
1. Keorganisasian
2. Kepemimpinan
3. Team Work
4. Komunikasi Efektif
5. Managemen Kepemimpinan Ranting
6. Management Konfik
7. Managemen Administrasi
8. Out bond
9. Achievement and Motivation
10. dan lainya
Up Grading selain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pimpinan juga
bertujuan untuk menciptakan chemistry pada setiap diri pimpinan sehingga
dapat lebih dinamis dan harmonis dalam menjalankan amanah. Pemateri
dalam kegiatan ini bisa diambil dari sekolah, Pimpinan diatasnya, atau pihak
lain yang dianggap kompeten dan tidak bertentangan ide.
D. Administrasi Kesekretariatan
Secara sederhana, perangkat administrasi kesekretariatan yang
diperlukan oleh sebuah pimpinan ranting meliputi:
1. Buku Tamu, digunakan untuk mencatat tamu-tamu yang datang. Buku ini
memuat kolom-kololm berikut:
a. hari/tanggal
b. waktu
c. nama tamu
d. alamat asal (rumah/kantor/instansi)
136 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 137
e. ingin bertemu dengan
f. maksud kedatangan
g. tanda tangan
h. keterangan
2. Buku Agenda Surat, adalah buku untuk mencatat surat-surat masuk dan
keluar.
3. Buku Notulen, adalah buku yang digunakan untuk mencatat hasil-hasil
rapat/sidang, memuat:
a. Nomor urut Rapat/Sidang
b. Deskripsi Rapat/Sidang yang meliputi: Nama Rapat/Sidang, Hari/
tanggal, Tempat
c. Bahasan dalam Rapat/Sidang
d. Keputusan-keputusan Rapat/Sidang
e. Nama dan tanda tangan Notulis
4. Buku Presensi Rapat, adalah buku yang memuat daftar hadir dalam setiap
rapat/sidang, memuat:
a. Nomor Urut Rapat/Sidang
b. Deskripsi Rapat/Sidang yang meliputi: Nama Rapat/Sidang, Hari/
tanggal, tempat
c. Kolom-kolom yang terdiri dari: Nomor urut, Nama Pimpinan, Tanda
tangan.
5. Buku Presensi Harian/Piket, adalah buku daftar hadir pimpinan ke kantor,
baik untuk menjalankan piket maupun untuk melaksanakan pekerjaan-pe-
kerjaan kantor, memuat:
a. Bulan periode penggunaan daftar hadir
b. Kolom-kolom yang terdiri dari: Nomor Urut Pimpinan, Nama Personal
Pimpinan, Kolom-kolom tanggal dari 1 sampai 31, Kolom jumlah hadir
dalam satu bulan, Keterangan
6. Buku Inventaris, adalah buku yag mencatat barang-barang yang menjadi
inventaris/milik Ranting IPM.
7. Buku Catatan Kegiatan, adalah buku yang digunakan untuk mencatat
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, memuat koloom-kolom sebagai
berikut:
a. Nomor Urut
b. Hari/tanggal kegiatan
c. Nama Kegiatan
d. Volume Kegiatan
e. Biaya Kegiatan
f. Lokasi Kegiatan
g. Keterangan
138 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 139
SERBANEKA IPM RANTING
A. Forum Taaruf dan Orientasi (FORTASI) Siswa
Muhammadiyah
Forum Taaruf dan Orientasi (FORTASI) Siswa Muhammadiyah adalah
rangkaian kegiatan yang terprogram secara sistemik untuk menumbuhkan
dan mengembangkan keberagamaan, minat, dan potensi pelajar muslim
serta merangsang kesadaran berkarya kreatif dan kepekaan sosial ketika
memasuki sekolah Muhammadiyah dan terlibat dalam segala aktivitas yang
tersedia di sekolah. Adapun tujuan dari penyelenggaraan Forum Taaruf
dan Orientasi (FORTASI) Siswa Muhammadiyah adalah terciptanya pelajar
muslim yang memiliki minat dan kemauan untuk mengembangkan potensi
diri serta kesadaran untuk selalu kreatif dan peka terhadap lingkungan social
yang dilandasi oleh semangat keberagamaan guna membantu mengorienta-
sikan proses pendidikannya di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Forum Taaruf dan Orientasi (FORTASI) Siswa Muhammadiyah berisi
materi-materi umum dan materi-materi khusus IPM. Pokok-pokok materi khas
dalam FORTASI meliputi:
1. Materi ke-Islaman: Marifatullah, Marifaturrasul, Dienul Islam, ibadah
praktis.
Tujuan: memotivasi kehidupan keberagamaan peserta
2. Materi pergerakan: Ke-Muhammadiyahan, ke-IPM-an, Motivasi berjuang
dalam jamaah.
Tujuan: memotivasi semangat berjamaah, mengenalkan IPM sebagai
pilihan jamaah.
3. Materi praktik keorganisasian: manajemen organisasi, kepemimpinan
Tujuan: memberi pengetahuan dasar berorganisasi
4. Materi pengembangan diri: akhlaq, psikologi pelajar, motivasi diri, kiat
belajar.
Tujuan: mendorong peserta menjadi pribadi yang mampu mengembang-
kan potensi dirinya.
5. Materi tambahan: lagu-lagu, perlombaan, rihlah, dsb
Tujuan: sebagai pengayaan materi, suplemen pengetahuan baru, pe-
nyuluhan, penyegaran
Selanjutnya, untuk lebih memperjelas pelaksanaan Fortasi di sekolah
dapat dilihat pada Panduan Fortasi Siswa Muhammadiyah.
B. Taruna Melati 1
Taruna Melati merupakan nama prosesi pengkaderan formal yang dipakai
oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Atau dengan kata lain, seseorang bisa
disebut kader IPM bila telah pernah mengikuti pengkaderan Taruna Melati.
138 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 139
Di IPM dikenal beberapa tingkatan pengkaderan Taruna Melati, yakni Taruna
Melati 1, Taruna Melati 2, Taruna Melati 3, dan Taruna Melati Utama. Peng-
kaderan formal IPM di tingkat ranting dan atau cabang adalah Taruna Melati
1, dengan tanggung jawab dan kewenangan dalam melaksanakan Taruna
Melati 1 ada pada Pimpinan Cabang.
Dengan demikian jika Pimpinan ranting bermaksud menyelenggarakan
perkaderan Taruna Melati 1 maka harus melibatkan secara aktif Pimpinan Ca-
bang tempat dimana Pimpinan ranting tersebut berada. Format acara dan alur
kegiatan ditentukan oleh Pimpinan Cabang. Jika tidak ada Pimpinan Cabang,
maka Pimpinan Ranting harus berkonsultasi dengan Pimpinan Daerah.
C. Forum Ranting (Road to Pimpinan Cabang)
Ada kalanya komunikasi antar Pimpinan Ranting yang lokasinya ti-
dak terlalu jauh tidak pernah terjalin. Akibatnya, sesama anggota bahkan
pimpinan IPM bisa tidak saling kenal, atau bahkan bisa berselisih faham
sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu diperlu-
kan sebuah mekanisme untuk mempertemukan kader-kader terbaik sekolah
Muhammadiyah/ranting IPM dalam forum yang tertata, berkelanjutan, dan
bermakna.
Forum ranting bisa menjadi wahana untuk pertemuan tersebut. Kegiatan
ini idealnya diselenggarakan atas inisiatif Pimpinan Cabang IPM. Namun
jika tidak ada Pimpinan Cabang atau kegiatan ini belum terlaksana, forum
ranting bisa diselenggarakan atas inisiatif beberapa atau dari salah satu
Pimpinan Ranting IPM yang kebetulan lokasinya relative dekat (misal satu
kecamatan).
Bentuk kegiatan yang diselenggarakan bisa berupa kajian rutin pimpinan
yang kadang diselingi dengan kegiatan-kegiatan alternative seperti kemah
ilmiah bersama, petualangan bersama, pertandingan olahraga, pentas seni,
membentuk kelompok seni bersama, dsb.
Kepengurusan forum ranting bisa dibuat dengan komposisi campuran
perwakilan ranting-ranting yang bergabung, atau bisa juga dengan bergilir
bergantian mengurus kegiatan forum ranting misalnya untuk jangka waktu
satu bulan.
Berikut contoh format muatan dalam kajian rutin forum ranting:
Pertemuan
ke-
Penanggung
jawab
Tempat Materi Pemateri
1 (Okt 2010) PR IPM SMPM 1
Ruang Multi Media
SMPM 1
Kajian Pembuka: Mengapa
Memilih Islam?
Dr. H. Dadap, Lc.
(PC Muhammadiyah)
2 (Nov 2010) PR IPM SMAM 4
Student Center
SMAM 4
Menjadi Pelajar Tangguh
Mas Mahendra
(PD IPM)
3(Des 2010) PR IPM SMPM 3 Aula SMPM 3 Kiat Belajar Efektif
Ust. Putra Batu Bara
(Alumni SMPM 3,
Dekan FIP IKIP)
140 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 141
4 (Jan 2011)
PR IPM SMAM 2
PR IPM SMPM 2
Jembatan
Kalikuning
Outbound, Repling Kwarcab HW
5 (Feb 2011) PR IPM SMPM 4 SMPM 4
Muhammadiyah sebagai
Gerakan Islam
Persiapan Pengajian Akbar
Bpk. Ridho Al-Hamdi
(PD Muhammadiyah)
6 (Mar 2011) PR IPM SMAM 3
Masjid al Amin
SMAM 3
Menjadi Pelajar Gaul, so
what gitu loch?
Persiapan Pengajian Akbar
Mb Ariati Dina
Puspitasari
(PD IPM)
7 (Apr 2011) Panitia bersama
Pendopo
Kabupaten
Pengajian Akbar Isra Miraj
Membangun Generasi
Muda Muslim Paripurna
Prof. Dr. HM. Naya,
Ph.D.
8 (Mei 2011) PR IPM SMAM 1 SMAM 1
Menjadi Seorang Pemenang
Doa Jelang Ujian Kenaikan
Bpk. Drs. Restu Aji,
MA.
(Psikolog)
PROTOKOLER IPM
A. Bentuk Umum Seremonial IPM
Seremonial dalam IPM bukan hanya sekedar efek samping dari adanya
formalitas kegiatan, akan tetapi juga merupakan sebuah kebutuhan bagi dina-
misasi gerak organisasi. Seremonial bisa menjadi wajah bagi IPM di hadapan
pihak-pihak yang bersinggungan dengan IPM.
Berikut ini bentuk umum susunan acara dalam seremonial yang diseleng-
garakan oleh pimpinan IPM di berbagai tingkatan.
1. Pembukaan
2. Pembacaan Kalam Illahi
3. Menyanyikan Lagu:
a. Indonesia Raya
b. Sang Surya
c. Mars IPM
4. Prakata Panitia
5. Sambutan-sambutan
6. Inti Acara
7. Lain-lain
8. Penutup
Keterangan:
1. Pembawa acara mengucapkan salam kepada seluruh hadirin dan ucapan
selamat datang dan terimakasih atas kehadiran orang-orang penting yang
diundang.
2. Acara dibuka dengan lafadz Basmalah dipimpin oleh pembawa acara.
3. Pembawa acara memberi tahu bahwa acaea selanjutnya adalah pemba-
caan Kalam Illahi dan mempersilahkan seorang petugas untuk membaca
al Quran di depan. Petugas memulai dengan menyampaikan salam ke-
140 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 141
pada hadirin, dan diakhiri dengan salam.
4. pembawa acara memberitahu hadirin bahwa acara selanjutnya adalah
menyanyikan lagu dan mempersilahkan hadirin untuk berdiri sejenak,
serta mempersilahkan seorang petugas dirigen memimpin di depan. Di-
rigen mengawali dengan memberi komando sebagai berikut:
a. Menyanyikan lagu Indonesia Raya, setelah hitungan ketiga kita mu-
laihiduplah Indonesia Raya (ketukan 4/4)
b. Menyanyikan lagu Sang Surya, setelah hitungan ketiga kita mulai.
Muhammadyah gerakanku(ketukan 4/4)
c. Menyanyikan lagu Mars IPM setelah hitungan kedua kita mulai. Ikrar-
kan bersama IPM berjaya(ketukan 2/4)
d. Dirigen kembali ketempat semula dan pembawa acara mempersilakan
hadirin untuk duduk kembali.
5. Pembawa acara memberitahu bahwa acara selanjutnya adalah sambutan
yang akan disampaikan oleh ketua panitia. Dan mempersilakan ketua pani-
tia untuk memberikan sambutannya. Ketua panitia menyampaikan sambu-
tan singkat berisi ucapan selamat datang, ucapan terima kasih atas pihak-
pihak yang membantu terselenggaranya acara dan permohonan maaf bila
dalam menjalankan kegiatan terdapat hal-hal yang tidak semestinya.
6. Sambutan-sambutan selanjutnya dimulai dari pihak yang dianggap memi-
liki kedudukan lebih rendah terus ke yang lebih tinggi (bila pembukaan/
penutupan suatu acara, pihak yang diharap membuka/menutup dipersi-
lahkan sekalian).
7. Inti acara adalah apa yang menjadi inti dari acara tersebut. Bila hanya
merupakan seremoni, pembukaan/penutupan secara simbolis dapat di-
tiadakan.
8. Acara lain-lain, bisa digunakan untuk pengumuman dari panitia.
9. Pembawa acara menutup acara dengan lafadz hamdalah dan diakhiri
dengan salam.
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pembawa acara:
1. Dihindari penyebutan waktu dan tempat kami persilahkan, yang benar
kepada saudara/i/bapak/ibu.......disilakan. Sebisa mungkin sebutkan
nama, gelar dan jabatan secara lengkap.
2. Dihindari kata-kata menginjak acara berikutnya, yang benar acara se-
lanjutnya atau acara berikutnya adalah..
3. Pembawa acara berpenampilan rapi dan menarik serta membawakan
acara dengan semangat dan totalitas.
B. Seremonial Pelantikan Pimpinan Ranting
Khusus untuk prosesi pelantikan ada beberapa perbedaan dibandingkan
dengan seremonial-seremonial yang lain. Susunan acara untuk seremonial
142 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 143
pelantikan Pimpinan Ranting adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Pembacaan Kalam Illahi
3. Menyanyikan Lagu:
a. Indonesia Raya
b. Sang Surya
c. Mars IPM
4. Prakata Panitia
5. Prosesi Pelantikan
6. Pidato Ketua Umum PR IPM lama
7. Pidato Ketua Umum PR IPM baru
8. Sambutan-sambutan
a. Kepala Sekolah/Ketua Takmir Masjid/Pimpinan Ranting Muhammadi-
yah
b. Kepala Desa (Ranting Desa)
c. PC IPM
9. Lain-lain
10. Penutup
Keterangan:
1. Pembawa acara menyerahkan kepada Pimpinan Cabang IPM untuk
melaksanakan prosesi pelantikan. Sekretaris Pimpinan Cabang akan
mengambil alih sementara jalannya acara. Susunan Acara Prosesi Pelan-
tikan (tidak perlu dibacakan):
a. Sekretaris Pimpinan Cabang mengawali dengan salam, kemudian
melakukan Pembacaan Surat Keputusan PC IPM Nomor sekian seki-
an tentang penetapan susunan personal Pimpinan Ranting IPM mana
periode kapan dan lampiran yang memuat susunan personal Pimpinan
Ranting IPM mana periode kapan. (Sebelum pembacaan lampiran,
sekretaris PC mempersilahkan nama-nama yang akan disebut agar
maju ke depan).
b. Pengambilan baiat pimpinan (oleh ketua Pimpinan Cabang IPM),
c. Pembacaan Berita Acara Pelantikan (Oleh Sekretaris PC IPM) ke-
mudian sekretaris PC IPM mempersilahkan Ketua dan Sekretaris PR
IPM lama, Ketua dan Sekretaris PR IPM baru, untuk menandatangani
berita acara, Ketua PC IPM, Ketua PRM/Kepala Sekolah, Pembina PR
IPM untuk menjadi saksi penandatanganan berita acara.
d. Sekretaris Pimpinan Cabang mengakhiri dengan ucapan selamat dan
salam
142 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 143
BEBERAPA HAL PENTING
A. Mekanisme Pemilihan PR IPM Sekolah
Ada beberapa mekanisme pemilihan Pimpinan Ranting IPM Sekolah yang
bisa diambil. Mekanisme-mekanisme tersebut adalah:
1. Model Pemilihan Ketua Umum
Pemilihan ketua umum, berarti pemilih memilih orang yang akan me-
nerima jabatan ketua umum Pimpinan Ranting jika mendapatkan suara
terbanyak.
a. Secara Langsung oleh seluruh siswa
Musyawarah Ranting hanya memilih dan menetapkan calon-calon
ketua umum yang berhak mengikuti pemungutan suara dari seluruh
anggota ranting (siswa). Panitia Pemilihan Ranting berkewajiban
menyelenggarakan pemilihan dengan menyusun jadwal pemilihan,
membuat surat suara, hingga menetapkan pemenang yang berhak
menjabat sebagai ketua umum PR IPM berdasarkan tata tertib pemili-
han yang telah disepakati dalam musyawarah ranting.
Konsekuensi dari pemilihan model ini, ketua umum terpilih memiliki
keleluasaan penuh dalam menentukan susunan personalia Pimpinan
Ranting.
b. Secara tidak langsung melalui perwakilan kelas
Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan dalam forum musyawarah rant-
ing yang hanya diikuti oleh perwakilan kelas. Bisa diselenggarakan
dalam satu putaran saja, yakni jika suara terbanyak otomatis menjadi
ketua umum PR IPM, atau dalam dua putaran atau lebih jika dalam pe-
milihan kemudian disyaratkan jumlah minimal perolehan suara terban-
yak agar bisa menjadi ketua umum PR IPM (misalnya lebih dari 50%)
2. Model Pemilihan Formatur
Pemilihan formatur berarti, pemilihan dilakukan untuk memilih anggota tim
yang akan menyusun personalia Pimpinan Ranting IPM. Jumlah anggota
formatur hendaknya ganjil, agar jika dalam persidangan formatur harus
dilakukan voting tidak terjadi suara berimbang.
a. Secara Langsung oleh seluruh siswa
Musyawarah Ranting hanya memilih dan menetapkan calon-calon for-
matur yang berhak mengikuti pemungutan suara dari seluruh anggota
ranting (siswa). Panitia Pemilihan Ranting berkewajiban menyeleng-
garakan pemilihan dengan menyusun jadwal pemilihan, membuat
surat suara, hingga menetapkan calon yang lolos sebagai anggota
tim formatur berdasarkan tata tertib pemilihan yang telah disepakati
dalam musyawarah ranting.
144 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 145
b. Secara tidak langsung melalui perwakilan kelas
Pemilihan anggota tim formatur dilaksanakan dalam forum musy-
awarah ranting yang hanya diikuti oleh perwakilan kelas.
3. Model Campuran
Model campuran maksudnya, dalam pemilihan tersebut dipilih ketua
umum dan anggota tim formatur. Hendaknya ketua umum terpilih secara
otomatis menjadi ketua tim formatur. Model campuran bisa dilaksanakan
dengan dua mekanisme yakni:
a. Pemilihan terpisah
Pemilihan terpisah maksudnya, antara pemilihan ketua umum dan pe-
milihan tim formatur diselenggarakan secara terpisah. Dengan demiki-
an akan ada dua pemilihan. Bisa secara langsung oleh seluruh siswa,
bisa juga hanya diselenggarakan di forum musyawarah ranting.
b. Pemilihan tunggal
Maksudnya, pemilihan Ketua Umum dan pemilihan tim formatur
diselenggarakan dalam satu kali pemilihan saja. Biasanya metode
menempatkan calon dengan suara terbanyak sebagai ketua umum,
sedang calon dengan suara terbanyak berikutnya sampai urutan ter-
tentu menjadi anggota tim formatur.
B. Contoh Time Schedule Pimpinan Ranting
Berikut ini contoh tabelisasi time schedule program kerja Pimpinan Ranting
Ikatan Pelajar Muhammadiyah:
TIME SCHEDULE
PIMPINAN RANTING IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH
SEKOLAH MUHAMMADIYAH MANA PERIODE 2006-2007
No Program Kerja
Penang-
gung
jawab
Angga-
ran
(Rp.)
Waktu Pelaksanaan
Tahun 2009 Tahun 2010
September Oktober Januari
I II III IV I II III IV I II III IV I
I
BIDANG KEPEMIMPIN-
AN
a. Rapat Kerja pimpinan
Imam
(Ketua Umum)
75.000,- X
b. Rapat Kerja Ranting
Imam
(Ketua Umum)
150.000,- X
c. Rapat rutin
Imam
(Ketua Umum)
250.000,- X X X
d. .. .. ..,-
II
BIDANG MANAJEMEN
DAN ADMINISTRASI
KESEKRETARIATAN
a.
Menyusun tanfdz
musyran
Andi
(SekUm)
35.000,- X
b.
Menyusun tanfdz
rakerran
Andi
(SekUm)
35.000,-
144 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 145
c. .,-
III BIDANG KEUANGAN
a.
Menyelenggarakan
pelatihan administrasi
keuangan
Lika Mufika
(Bndhr Umm)
250.000,-
b. ,-
IV BIDANG KPSDM
a. Taruna Melati 1
Fuad
(Ket. KPSDM)
500.000,-
b. Outbound
Iki tabah
(AngbidK-
PSDM)
1.000.000,-
V .
a. .
Total anggaran .,-
Keterangan: Diwarnai : kegiatan direncanakan
Disilang : kegiatan telah dilaksanakan
C. Laporan Pertanggungjawaban Pimpinan Ranting
Laporan pertanggungjawaban Pimpinan Ranting merupakan bentuk
pertanggungjawaban akhir Pimpinan Ranting atas kepemimpinannya selama
satu tahun. Dalam laporan pertanggungjawaban berisi:
1. Pendahuluan, berisi gambaran kondisi Pimpinan Ranting dan susunan
Pimpinan Ranting
2. Program Kerja Pimpinan Ranting
3. Laporan Kerja Pimpinan Ranting, yakni realisasi dari program kerja.
Disusun per bidang, sehingga bisa dievaluasi kinerja masing-masing
bidang. Bidang tidak hanya melaporkan program yang terlaksana saja,
akan tetapi juga program-program yang tidak terlaksana serta alasan
mengapa tidak dapat dilaksanakan. Tuliskan hambatan-hambatan yang
menghadang selama pelaksanaan dan upaya-upaya yang dilakukan
dalam mengatasinya, serta masukan bagi kepemimpinan berikutnya agar
sukses dalam melaksanakan program tersebut. Bila ada, laporkan pula
kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan akan tetapi diluar program kerja
yang telah disusun.
4. Laporan Keuangan, berisi laporan arus keluar-masuk uang selama
periode kepemimpinan Pimpinan Ranting, sampai dengan kondisi terakhir
sebelum pelaksanaan musyawarah ranting.
5. Penutup
146 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 147
146 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 147
LAGU-LAGU IPM
IPM BERJAYA (MARS IPM)
Cipt: M. Izzul Muslimin
Bersatu Berpadu Menjalin Ukhuwah
Di dalam Ikatan pelajar Muhammadiyah
Terampil berilmu Berakhlak Mulia
Pelopor dan Pelangsung Penyempurna Amanah

Berjuang Dengan Sekuat tenaga
Tegakkan Islam Yang Utama
Menjadi Kader Yang Siap Sedia
Untuk Umat dan Bangsa
Berdiri Tegaklah Tampilah Dimuka
Ikrarkan Bersama IPM berjaya
SENANDUNG PERJUANGAN
Cipt. Baskoro Tri Caroko
Bangunlah Hai Kamu Para Kader Semua
Dari Lelapmu Tentang Mimpi-mimpi
Lihatlah Sang fajar Telah Menyingsing
Singsingkan Lengan Satukan Langkah
Teguhkan Jihad Fi-Sabilillah
Bersama Kita tegakkan
Keadilan....Kebenaran
Tuhan Beri Petunjuk-Mu
Jalan Kemenangan Umat Islam
Berilah Kami Kekuatan
Amalkan Al-Quran Dalam Kehidupan.
JANJI KADER
Cipt. M. Izzul Muslimin
Dikala Akhir Taruna melati
Ada Tanya Yang Menyentuh Dalam Hati
Sudah Siapkah Aku Kini
Menjadi Kader Yang Sejati
148 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 149
Telah Banyak Yang Aku Dapatkan
Tentang Arti Hidup dan Perjuangan
Fi Sabilillah Di Tegakkan
Lewat Hati Kata dan perbuatan
Kumohon kekuatan Ya Allah
Agar dapat Kujalankan
Amanah Umat dan Ikatan
Demi Agama Islam
Kini Tiba Saat Diwujudkan
Apa Yang Telah Diberikan
Semoga Allah Meridloi
Niat Hati Yang Tulus Ini.
RENUNGAN KADER
Cipt: Ahmad Aris Muryasani
Seusai tahajud Kumerenung Lagi
Siapa Dimana Diri Hina Ini
Lama Ku tertidur Dalam Duniaku
Nanarku Memandang Alan Sekelilingku
Beribu Mujahid Berguguran Sudah
Beribupun nampak Semakin Merenta
Namun Kebatilan Tiada Kunjung Sirna
Bahkan Semakin Menyesakkan Dunia
Kini Tiba Waktu Tuk Tampilkan Diri
Gelisah Umatku Tak Sabar Menanti

Dalam Ikatanku Tlah Bersemi Janji
Hidup Di Jalan-Nya atau Mati
AKU CINTA IPM
Cipt: Baskoro Tri Caroko
Demi pena dan Sgala Yang Dituliskan
Quran Surat Al Qolam Ayat Satu
Itulah Semboyan Kita Semua
Dalam Jihad Tegakkan Kalimah-Nya
148 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 149
IPM Aku Suka Kamu
IPM Aku Seneng Kamu
IPM Aku Sayang Kamu
Pokoknya Ku Cinta Padamu
MARI MENGAJI
Cipt: Juniardi Firdaus/Hepia Restu
Bocah-Bocah Kecil Berjalan
Kitab Suci Didadanya
Dengan Senyum Yang TulisOh, Bocah Kecil
Kini Mereka Gembira
Dan Bernyanyi Riang Ria
Memuji Pada-Nya
Dengan Hati Yang Damai
Mari Kita Mengaji
Tuntut Ilmu Islami
Menggapai Cita-cita
Untuk bekal Nanti
Mari Kita Mengaji
Tuntut Ilmu Islami
Agar Kita bahagia
Selama-Lamanya
SUJUD
Lirik: Thoif
Arr: Junairdi Firdaus & Fadilah a.z
Di Keheningan Malam
Kubersujud Di Hadapanmu oh Tuhan
Ku Memohon PetunjukMu
Dalam Hidupku Yang fana Ini
Dunia Yang Penuh Liku
Banyak Menggoda Ke Jalan Kealfaan
Ku Alfa Padamu
Khilafkan Dosaku Ikuti Kemana Angin pergi
Kepadamu Kuserahkan Diri
Kepangkuanmu Ku Berharap Ampunan
Semoga Doaku Sampai Padamu
Hingga Segala Dosaku Kan Hilang
150 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 151
SANG SURYA
Cipt: H. Djarnawi Hadikusumo
Sang Surya Telah Bersinar
Syahadat Dua Melingkar
Warna yang Hijau Berseri
Membuatku Rela Hati
Ya Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al-Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku
Ditimur Fajar Cerah Gemerlapan
Mengusik Kabut Hitam
Menggugah Kaum Muslimin
Tinggalkan Peraduan
Lihatlah Mata Hari Telah Tinggi
Diufuk Timur Sana
Seruan Illahi Robbi
Samina Wa Athana
Ya Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al-Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku
150 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 151
CONTOH PROPOSAL KEGIATAN IPM
PROPOSAL
SEKOLAH FASILITATOR INSPIRATOR 2009
Burning Your Creativity
A. Dasar Pemikiran
Lembaga Pengembangan Sumber Daya Insani (LaPSI) merupakan
salah satu lembaga yang bergerak pada bidang pelatihan dan kefasilitatoran
dengan salah satu programnya mengadakan pelatihan dan pendampingan
komunitas. Alasan mengapa terminology fasilitator lebih diinginkan setelah
munculnya ide untuk bebas berekspresi di Indonesia termasuk dalam hal
dakwah agama di IPM adalah adanya konfik yang terjadi dan membutuhkan
seorang fasilitator untuk membantu memecahkan masalah yang ada tanpa
kekerasan.
Oleh karena itu dibutuhkan fasilitator yang handal dan teruji kompeten-
sinya yang mampu mengelaborasikan antara idealisme dengan realitas,
antara egoisme dan solidaritas, akan tetapi wahana untuk mewujudkan
hal itu masih sangat kurang. Sekolah-sekolah telah kehilangan maknanya,
yang hanya berorientasi pada kerja dan terjebak oleh kurikulum-kurikulum
nasional. Institusi pendidikan pun semakin mahal dan hanya menghasilkan
budak, tidak menciptakan pemimpin yang berkarakter kuat, berwawasan
luas, mandiri, dan tidak mutungan. Sehingga dibutuhkan sekolah alternative
untuk fasilitator sebagai wahana pengembangan karakter yaitu sekolah sang
juara dan sekolah calon trainer handal.
B. Tema Kegiatan
Burning Your Creativity
C. Target
1. Peserta mampu menjadi fasilitator yang handal bagi sesama
2. Terbentuknya rasa percaya diri dan komitmen sosial
3. Lahirnya fasilitator dan trainer yang siap diterjunkan ke masyarakat
4. Mengelola dan mengembangkan beragam komunitas kreatif
5. Dapat mengaktualisasikan apa yang telah didapat dari kegiatan ini
D. Nama Kegiatan
Rangkaian kegiatan ini bertajuk Sekolah Fasilitator Inspirator
Lembaga Pengembangan Sumber Daya Insani 2009.
152 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 153
E. Waktu dan Tempat Kegiatan
Rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala selama 4 minggu
setiap hari Sabtu mulai tanggal 06 27 Juni 2009 di Rumah Panggung
Nitiprayan Yogyakarta.
F. Materi
1. Dasar-dasar kefasilitatoran
a. Peran fasilitator
b. Teknik-teknik kefasilitatoran
2. Profesionalisme dan etika fasilitasi
a. Sikap yang harus dimiliki fasilitator
b. Tata bahasa yang digunakan dalam memfasilitasi
3. Seni memfasilitasi
a. Bagaimana mengakomodir ide peserta
b. Bagaimana menggunakan media alternatif untuk diskusi
c. Bagaimana setting tempat yang menarik
4. Micro-Learning
G. Peserta
Adapun syarat calon peserta adalah sebagai berikut :
1. Berkeinginan untuk maju
2. Minat belajar tinggi
3. Aktivis komunitas LaPSI, Radja FM, Kuntum, dan Gudeg
4. Bersedia menjadi peserta aktif selama training
H. Pengorganisasian
Penanggungjawab : Direktur LaPSI
Ketua Panitia : Amelia Zahara
Sekretaris : Ria Eka Lestari
Bendahara : Amalia Destika
Sie Acara : Cahya Maulana
Ari Kusuma Paksi
Sie Pubdekdok : Abdullah Faishal
Fida Aff
Sie Konsumsi : Nur Arina Hidayati
Amin Hasanah
Tim Fasilitator Pendamping : David Efendi
Diyah Puspitarini
Ridho Al-Hamdi
Ari Kusuma Paksi
Masmulyadi
Moh. Mudzakkir
152 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 153
I. Agenda Kegiatan
Terlampir
J. Estimasi Dana
Terlampir
K. Penutup
Demikian kerangka acuan ini dibuat dengan sebenarnya, semoga dapat
digunakan sebagai acuan awal Sekolah Fasilitator Inspitrator 2009.
Nuun wal qolami wamaa yasthuruun.
LaPSI Ikhtiar Mencerdaskan Bangsa
Panitia Sekolah Fasilitator Inspirator 2009
Ketua, Sekretaris,
Amelia Zahara Ria Eka Lestari
Mengetahui,
Direktur LaPSI
David Efendi, S.IP.
154 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 155
Lampiran 1
AGENDA KEGIATAN
Sekolah Fasilitator Inspirator 2009
Hari/tanggal Pukul Materi Fasilitator Pemateri
Sabtu,
06 Juni 2009
15.30 16.30
Dasar-dasar
kefasilitatoran
Cahya Maulana Masmulyadi
Sabtu,
13 Juni 2009
15.30 16.30
Profesionalisme dan
etika fasilitasi
Amelia Zahara
Sabtu,
20 Juni 2009
15.30 16.30 Seni memfasilitasi Fida Aff Ahmad Muntaha
Sabtu,
27 Juni 2009
15.30 16.30 Micro-Learning
Tim Fasilitator
Pendamping
Tim Fasilitator
Pendamping
154 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 155
Lampiran 2
ESTIMASI DANA
Sekolah Fasilitator Inspirator 2009
URAIAN VOLUME FREKUENSI
HARGA
SATUAN
JUMLAH
HARGA
A. Kesekretariatan
1. Penggandaan proposal 10 eks 1 kali 5000 50000
2. Surat-menyurat 50 eks 1 kali 1000 50000
Sub total 100000
B. Pubdekdok
1. Backdrop 1 paket 1 kali 100000 100000
2. Dokumentasi 1 paket 4 kali 25000 100000
3. Listrik 1 paket 4 kali 50000 200000
Sub total 400000
C. Materi
1. Penggandaan materi 3 paket 1 kali 10000 30000
2. Vakasih pemateri 3 paket 1 kali 50000 150000
Sub total 180000
D. Konsumsi
1. Snack pemateri 3 paket 1 kali 5000 15000
2. Snack peserta 25 paket 4 kali 3000 300000
Sub total 315000
Total 995000
156 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 157
KATA PENGANTAR
PEDOMAN PELAKSANAAN
FORUM TAARUF DAN ORIENTASI (FORTASI)
SISWA MUHAMMADIYAH
Rasa syukur dan terimakasih senantiasa kami haturkan kepada zat Yang
Maha Pengasih dan Maha Penolong, pemberi kekuatan dan kemudahan dalam
menyelesaikan sebuah karya yang insyaAllah akan menjadi jalan penerang un-
tuk meningkatkan kualitas kader-kader IPM di tingkat ranting dalam pelaksanaan
FORTASI. Panduan ini adalah penyempurnaan dari panduan periode sebelum-
nya yang sudah diterbitkan dalam jumlah terbatas.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai salah satu ortom Muhammadi-
yah, mempunyai tanggungjawab yang besar untuk mendidik dan mencetak kader
persyarikatan. Dari Pimpinan Ranting lah, proses pengkaderan dalam tubuh IPM
dimulai. FORTASI sebagai agenda awal pengenalan IPM kepada calon anggota
IPM sangat mempengaruhi pola pikir dan cara pandang peserta terhadap Ikatan
Pelajar Muhammadiyah. Orang bijak mengatakan bahwa perkenalan awal kita
terhadap sesuatu menentukan keberlanjutannya. Jika awal pertemuan membawa
kesan baik dan menarik, maka akan muncul motivasi untuk semakin mengenal
lebih dekat. Namun bila sebaliknya, maka akan menjauh.
Panduan ini mencoba mengurai apa saja yang dibutuhkan dan apa saja yang
harus dilakukan oleh Pimpinan Ranting IPM dalam pengelolaan FORTASI. Tidak
hanya itu, panduan ini bisa menjadi pegangan Pimpinan Ranting IPM, Pembina
Pimpinan Ranting IPM, pihak sekolah, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Daerah
IPM dalam mengelola FORTASI IPM di sekolah. Sedangkan untuk Pimpinan
Ranting non Sekolah Muhammadiyah, panduan ini juga dapat dijadikan acuan
dalam pengelolaan ranting dengan penyesuaian terhadap kondisi dan kebutuhan
ranting yang dikoordinasikan kepada Pimpinan Cabang atau Pimpinan Daerah
IPM dan Pimpinan Cabang atau Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat.
Akhirnya, semoga panduan ini bisa memberikan manfaat bagi Ikatan Pelajar
Muhammadiyah khususnya Pimpinan Ranting IPM. Sehingga harapan dan cita-
cita IPM untuk membentuk generasi yang bertaqwa dan berintelektual tinggi dalam
menegakkan agama Allah dapat terwujud. Tak lupa, kami mohon maaf bila masih ada
kekurangan dalam panduan ini, serta ucapan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu menyempurnakan panduan FORTASI ini. Semoga Allah senantiasa
mempermudah langkah dan gerak kita dalam menegakkan agamaNya. Amin.
Nun Wal Qalami Wa Maa Yasthurun
Yogyakarta, 23 Desember 2009
Ketua Bidang Perkaderan PP IPM
Ariati Dina Puspitasari
156 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 157
PEDOMAN PELAKSANAAN
FORUM TAARUF DAN ORIENTASI (FORTASI)
SISWA MUHAMMADIYAH
Pengertian
Forum Taaruf dan Orientasi (FORTASI) siswa Muhammadiyah adalah rangkaian
kegiatan yang terprogram secara sistemik untuk menumbuhkembangkan minat,
bakat, dan potensi siswa dalam rangka pengenalan terhadap dunia pendidikan,
sekolah dan organisasi. Siswa diharapkan dapat bersikap kritis, memiliki kepe-
kaan sosial, mampu berkarya secara kreatif, serta terlibat dalam segala aktivitas
yang ada di sekolah.
Maksud dan Tujuan
Membentuk pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam
rangka mengembangkan kesadaran dan potensi diri untuk selalu kreatif dan
peka terhadap lingkungan sosialnya, terutama pada persoalan pendidikan, demi
terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Target
1. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki wawasan keilmuan yang luas,
baik keagamaan maupun keilmuan lainnya.
2. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki budi pekerti mulia baik terhadap
orang tua, guru, sesama teman, maupun lingkungan sosialnya.
3. Terbentuknya pelajar muslim yang mampu menjalankan ajaran Islam secara
baik dan benar.
4. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki pemahaman yang baik dan benar
tentang Muhammaiyah beserta Ortomnya.
5. Terbentuknya pelajar muslim yang memiliki minat dalam berorganisasi, khu-
susnya dalam menghidupkan dan mengembangkan IPM di masing-masing
sekolahnya.
6. Terciptanya keakraban antarsiswa baru dengan dilandasi ukhuwah Islami-
yah.
Sasaran Peserta
Kegiatan FORTASI diperuntukkan bagi siswa-siswa baru di sekolah Muhammadi-
yah yang telah diterima secara resmi sebagai siswa baru.
Waktu Penyelenggaraan
Kegiatan FORTASI dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan penyelenggara,
dimulai saat menjelang dimulainya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.
158 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 159
Pengorganisasian
1. Penanggung Jawab
a. Kepala Sekolah
b. Pimpinan Ranting
Pimpinan Ranting IPM berkoordinasi dengan Kepala Sekolah setempat
untuk mengelola dan melaksanakan FORTASI di sekolahnya. Sedangkan
Pimpinan Cabang IPM dan Pimpian Daerah IPM sebagai fasilitator pelak-
sanaan fortasi di lingkungan kerjanya masing-masing.
2. Pengelola
FORTASI di sekolah dikelola oleh Pimpinan Ranting IPM setempat yang
dikoordinasikan oleh Pimpinan Cabang dan Pimpinan Daerah.
3. Panitia Pelaksana
Panitia pelaksana FORTASI adalah Panitia Pelaksana Kegiatan yang diben-
tuk oleh Pimpinan Ranting IPM setempat.
Petunjuk Teknis Pengelolaan
1. Dua bulan sebelum acara dilaksanakan, PD IPM membentuk tim dan kepa-
nitiaan yang akan menangani proses pelaksanaan FORTASI di lingkungan
Pimpinan Daerah.
2. PD IPM mengumpulkan PC IPM untuk membentuk panitia FORTASI di tingkat
Cabang. Jika tidak ada PC IPM, pengelolaan ditangani langsung oleh PD
IPM.
3. Panitia Cabang menginstruksikan Ranting untuk membentuk panitia FOR-
TASI di sekolah berkoordinasi denngan Kepala Sekolah masing-masing.
4. Pengelolaan diserahkan kepada Ranting masing-masing dan tetap berkoordi-
nasi dengan Pimpinan Cabang atau Pimpinan Daerah IPM.
5. Pemateri fortasi dapat berasal dari Pimpinan Cabang/Daerah/Civitas
Sekolah/pihak lain yang berkompeten dalam materi yang akan disampaikan
tanpa mengurangi esensi dari pelaksanaan fortasi.

Pengelolaan
1. Pendekatan Pengelolaan
FORTASI untuk jenjang pertama (SLTP) menggunakan metode gabungan
antara paedagogi dan andragogi dengan penekanan pada metode Paeda-
gogi (perbandingan 90% : 10%). Sedangkan untuk jenjang kedua (SLTA)
menggunakan metode gabungan antara paedagogi dan andragogi dengan
menekankan pada paedagogi (perbandingan 70% : 30%).
2. Metode Pengelolaan
Jenjang SLTP
a. Ceramah
b. Cerita
158 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 159
c. Resitasi
d. Tanya Jawab
e. Dinamika kelompok
f. Sosiodrama
Jenjang SLTA
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Resitasi
d. Brainstorming
e. Sosiodrama
f. Dinamika kelompok
g. Case Study
Materi-materi
Materi-materi FORTASI diklasifkasikan menjadi dua, yaitu materi wajib dan ma-
teri pendukung. Tiap-tiap materi ada waktu yang telah ditentukan berdasarkan
SKS. Setiap satu SKS terdiri dari 45 menit. Untuk materi FORTASI SMP dan SMA
tidak ada pembedaan, hanya saja perlu ada perbedaan dalam hal teknik dan
media penyampaian materi. Berikut ini adalah penjelasannya:
1. Materi Wajib
Ada tiga materi utama yang tidak boleh ditinggalkan salah satunya selama
pelaksanaan FORTASI berlangsung. Ketiga materi itu adalah sebagai beri-
kut:
a. Keislaman 2 sks
b. Kemuhammadiyahan 2 sks
c. Ke IPM an 2 sks
(TOR masing-masing materi terlampir)
2. Materi Pendukung
Materi pendukung bias dipilih sesuai dengan keterbatasan waktu dan kebutu-
han di masing-masing sekolah. Berikut ini adalah pilihan materinya berdasar-
kan urutan paling dibutuhkan dari perspektif muatan materinya:
a. Keorganisasian 2 sks
b. Kepemimpinan 2 sks
c. Who am I 2 sks
d. Mengenal Sekolah 2 sks
e. Mengenal Ekstrakurikuler 2 sks
f. Muatan Lokal 2 sks
g. Games Menyesuaikan
h. Lomba-lomba Menyelesaikan
160 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 161
Atribut Peserta
FORTASI
Pengenalan atribut IPM harus dimulai sejak menjadi siswa baru. Sehingga mer-
eka sudah tidak asing lagi dengan atribut dan lambang IPM semisal seragam
sekolah, batik, jas, emblem, KTA, bendera, papan nama, dan lain sebagainya.
Dalam pelaksanaan FORTASI, para siswa diarahkan agar akrab dengan atribut
tersebut dan dengan persamaan atribut tersebut, di antara mereka tumbuh rasa
solidaritas untuk saling membantu. Adapun atribut dalam FORTASI adalah seb-
agai berikut:
1. Pakaian
a. Siswa memakai seragam IPM lengkap, yaitu baju warna krem dan
celana/rok warna coklat tua. Bersepatu hitam dan berkaos kaki putih serta
memakai ikat pinggang. Apabila seragam IPM belum jadi, maka panitia
berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk dapat mengganti seragam
tersebut.
b. Atribut peserta diusahakan adalah atribut yang wajar, tidak sulit untuk
didapatkan dan memberikan muatan pendidikan bagi peserta.
c. Sangat tidak dianjurkan untuk pengenaan atribut yang sifatnya adalah
mubadzir dan tidak memberikan efek pendidikan bagi peserta apalagi
sampai sangat memberatkan peserta untuk mendapatkan atribut tersebut
(harga mahal, tidak ada di pasaran, dll).
2. Perlengkapan
a. Al-Quran
b. Alat Tulis
c. Alat sholat
d. Dll, sesuai dengan kebutuhan.
160 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 161
CONTOH SILABUS MATERI FORTASI
SISWA SMP MUHAMMADIYAH
MATERI Ke-ISLAMan
1. Sejarah Rosulllah SAW
Tujuan
Para siswa paham tentang sejarah serta pribadi Rosulullah SAW, sehingga
bisa diterapkan dalam kehidupan saat ini.
Pokok Pembahasan
a. Sejarah Ringkas Rosulullah SAW
a. kelahiran Nabi
b. Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi
c. Akhlak rosulullah
d. Perubahan yang dibawa (Agama, politik, social masyarakat)
b. Cerita Rosul dan para sahabatnya
a. Ashobiqul awwalul
b. Hubungan Rosul dengan para sahabatnya
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, carita, dan diskusi.
2. Kepribadian Muslim
Tujuan
Para siswa mampu mempraktekkan ajaran Islam dengan baik dan benar
dalam kehidupan sehari-hari.
Pokok Pembahasan
1. Implementasi pribadi Rosulullah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Akhlak terhadap orang tua, tetangga, guru, sesama teman, dan terhadap
orang non-muslim
3. Menghadapi tantangan masa muda demi kebaikan masa depan
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
MATERI keMUHAMMADIYAHan
1. Mengenal Muhammadiyah
Tujuan
Para siswa mengenal dan paham apa itu Muhammadiyah
Pokok Pembahasan
162 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 163
a. Pengertian muhammadiyah
b. Sejarah berdirinya Muhammadiyah
c. Maksud dan tujuan muhammadiyah
d. Lambang muhammadiyah
e. Mengenal tokoh-tokoh Muhammadiyah
f. Amal Usaha Muhammadiyah
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
2. ORTOM-ORTOM MUHAMMADIYAH
Tujuan
Para siswa paham tentang peran ORTOM MUHAMMADIYAH untuk muham-
madiyah dan umat islam.
Pokok Pembahasan
a.. Ortom-Ortom Muhammadiyah
b. Peran ortom untuk muhammadiyah dan umat islam (Lebih ditekankan IPM
nya)
c. Lagu-lagu ortom Muhammadiyah
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
MATERI Ke-IPM-an
1. Berkenalan dengan IPM
Tujuan
Para siswa paham tentang seluk beluk IPM dan tertarik untuk bergabung
menjadi kader dan inti penggerak IPM.
Pokok Pembahasan
a. Sejarah berdiri dan perkembangan IPM
b. Struktur dan program kerja IPM
c. Maksud Janji Pelajar Muhammadiyah
d. Peran IPM menghadapi permasalahan pelajar dan pendidikan
e. Lagu-lagu perjuangan IPM
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
162 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 163
2. MENGENAL IPM RANTING
Tujuan
Para siswa tahu tentang kegiatan IPM di rantang setempat dan menjadi ter-
tarik untuk mengikuti dan meramaikan kegiatannya.
Pokok Pembahasan
a. Siapa saja para pengurusnya
b. Apa saja program-program dan kegiatannya
c. Dinamika IPM di Ranting
d. Cara menjadi anggota dan pengurus IPM Ranting
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
MATERI KEORGANISASIAN
Tujuan
Para siswa paham bahwa organisasi itu penting dalam sekolah sebagai saran
untuk mengembangkan potensi diri.
Pokok Pembahasan
1. Pengertian organisasi dan macam-macamnya
2. Manfaat berorganisasi
3. Tantangan dalam berorganisasi
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, permainan, dan diskusi.
MATERI KEPEMIMPINAN
Tujuan
Para siswa menjadi paham bagaimana seorang pemimpin yang baik dan mampu
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pokok Pembahasan
1. Pengertian pemimpin dan kepemimpinan
2. Tipe-tipe kepemimpinan beserta contoh orangnya (misal presiden atau pe-
mimpin organisasi tertentu)
3. Tipe kepemimpinan Rasulullah SAW (shidiq, tabligh, amanah, fathonah)
4. Syarat-syarat menjadi seorang pemimpin yang baik
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, permainan, dan diskusi.
164 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 165
MATERI PSIKOLOGI REMAJA
Tujuan
Para siswa paham tentang perkembangan diri seorang remaja dan mampu
menghadapi masa remajanya demi masa depan hidupnya.
Pokok Pembahasan
1. Apa itu psikologi remaja dan macam-macamnya
2. Perkembangan remaja secara fsik dan non fsik
3. Dunia remaja dan perkembangannya
4. Bagaimana cara remaja dalam menghadapi hidupnya
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, permainan, dan diskusi.
MATERI MENGENAL SEKOLAH
Tujuan
Para siswa bisa mengenal sekolah lebih dekat, siapa dan bagaiaman karakter
gurunya, bagaimana mata pelajarannya, serta lingkungan di sekitar sekolah.
Pokok Pembahasan
1. Sejarah sekolah
2. Mengenal kurikulum pendidikan, sistem, dan pengajarannya
3. Prestasi sekolah
4. Memahami tata tertib sekolah
5. Lika-liku menjadi siswa di sekolah tersebut
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Pendampingan, Tanya jawab dan diskusi.
MATERI MENGENAL EKSTRAKURIKULER
Tujuan
Para siswa mengerti macam-macam ekstrakulikuler serta mampu memilih mana
ekstra yang cocok bagi mereka
Pokok Pembahasan
1. Macam-macam ekstrakulikuler di sekolah
2. Cara tepat untuk memilih ekstrakulikuler
3. Bagaimana kegiatan ekstrakulikulernya di sekolah
4. Prestasi ekstra kulikuler sekolah tersebut
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada 2 jam
Metode Penyampaian
164 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 165
Show (penampilan) seluruh ekstra kulikuler di depan peserta, lokasi bisa di la-
pangan sekolah
MUATAN LOKAL
Tujuan
Para siswa paham tentang sesuatu hal yang dianggap penting di internal sekolah.
Pokok Pembahasan
Sesuai kebutuhan penyelenggara
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, permainan, dan diskusi.
LOMBA-LOMBA
Tujuan
Sebagai ajang kreativitas dan adu kepintaran di antara sesama siswa dan men-
cari bakat masing-masing peserta.
Pokok Pembahasan
Berupa lomba-lomba, seperti: Lomba pidato/debat, lomba bulu tangkis, lomba scramble,
lomba balap karung, dan lain sebagainya (sesuai kebutuhan dan waktu).
Alokasi Waktu
Waktu disediakan selama satu hari.
Metode Penyampaian
Ditentukan oleh penyelenggara.
166 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 167
CONTOH JADWAL ACARA FORTASI
SISWA SMP MUHAMMADIYAH
Hari Pertama
07.00 07.30 Pembukaan
07.30 08.15 Orientasi
08.15 09.00 Personal Introduction
09.00 10.30 Materi I (Sejarah Rosul)
10.30 12.00 Materi II (Kepribadian Muslim)
12.00 13.00 Ishoma
13.00 14.30 Materi III (Mengenal Muhammadiyah)
14.30 Besok Apel sore dan pulang
Hari Kedua
07.00 07.30 Absen dan Tadarus
07.30 09.00 Materi IV ( Ortom-Ortom Muhammadiyah)
09.00 10.30 Materi V (Berkenalan dengan IPM)
10.30 12.00 Materi VI (Mengenal IPM Ranting)
12.00 13.00 Ishoma
13.00 14.30 Kepemimpinan/Keorganisasian
14.30 Besok Apel sore dan pulang
Hari Ketiga
07.00 07.30 Absen dan Tadarus
07.30 09.00 Psikologi Remaja
09.00 10.30 Mengenal Sekolah
10.30 12.00 Mengenal Ekstrakulikuler
12.00 13.00 Ishoma
13.00 14.30 Muatan Lokal
14.30 Besok Apel sore dan pulang
Hari Empat
07.00 14.00 Torseni/Rekreasi/Study Tour
14.00 15.30 Sholat Ashar
15.30 16.30 Penutupan FORTASI
166 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 167
CONTOH SILABUS MATERI FORTASI
SISWA SMA MUHAMMADIYAH
MATERI Ke-ISLAMan
1. Islam Kontemporer
Tujuan
Para siswa paham tentang issue islam saat ini, dan mampu memberikan
solusinya.
Pokok Pembahasan
a. RUU APP dalam pandangan Islam
b. Penyimpangan-penyimpangan pemahaman Islam (munculnya aliran-ali-
ran sesat)
c. issue islam teroris
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Pendampingan dan Diskusi.
2. Kepribadian Muslim
Tujuan
Para siswa mampu mempraktekkan ajaran Islam dengan baik dan benar
dalam kehidupan sehari-hari.
Pokok Pembahasan
a. Implementasi pribadi Rosulullah dalam kehidupan sehari-hari.
b. Akhlak terhadap orang tua, tetangga, guru, sesama teman, dan terhadap
orang non-muslim
c. Menghadapi tantangan masa muda demi kebaikan masa depan
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
MATERI keMUHAMMADIYAHan
1. Mengenal Muhammadiyah
Tujuan
Para siswa mengenal dan paham seluk beluk Muhammadiyah
Pokok Pembahasan
a. Pengertian dan sejarah berdirinya muhammadiyah
b. Ideilogi muhammadiyah
c. Mengenal tokoh-tokoh Muhammadiyah
d. sepak terjang Muhammadiyah baik nasional maupun internasional
168 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 169
e. Muhammadiyah di masa yang akan datang (motivasi untuk peserta)
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
2. Ortom-ortom Muhammadiyah
Tujuan
Para siswa paham tentang peran ORTOM MUHAMMADIYAH untuk muham-
madiyah dan umat islam.
Pokok Pembahasan
a. Ortom-Ortom Muhammadiyah
b. Peran ortom untuk muhammadiyah dan umat islam (Lebih ditekankan
IPM nya)
c. Lagu-lagu ortom Muhammadiyah
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
MATERI Ke-IPM-an
1. Berkenalan dengan IPM
Tujuan
Para siswa paham tentang seluk beluk IPM dan tertarik untuk bergabung
menjadi kader dan inti penggerak IPM.
Pokok Pembahasan
a. Sejarah berdiri dan perkembangan IPM
b. Struktur dan program kerja IPM
c. IPM sebagai basis gerakan pelajar muhammadiyah
d. Peran IPM menghadapi permasalahan pelajar dan pendidikan
e. Pelajar menghadapi dunia Global
f. Lagu-lagu perjuangan IPM
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
2. Mengenal IPM Ranting
Tujuan
Para siswa tahu tentang kegiatan IPM di rantang setempat dan menjadi ter-
tarik untuk mengikuti dan meramaikan kegiatannya.
168 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 169
Pokok Pembahasan
a. Siapa saja para pengurusnya
b. Apa saja program-program dan kegiatannya
c. Prestasi IPM (organisasi maupun personal)
d. Dinamika IPM di Ranting
e. Cara menjadi anggota dan pengurus IPM Ranting
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
MATERI KEORGANISASIAN
Tujuan
Para siswa paham bahwa organisasi itu penting dalam sekolah sebagai saran
untuk mengembangkan potensi diri.
Pokok Pembahasan
1. Pengertian organisasi dan macam-macamnya
2. Manfaat berorganisasi
3. Tantangan dalam berorganisasi
4. Management waktu dan diri dalam berorganisasi
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, permainan, dan diskusi.
MATERI KEPEMIMPINAN
Tujuan
Para siswa menjadi paham bagaimana seorang pemimpin yang baik dan mampu
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pokok Pembahasan
1. kepemimpinan Rasulullah SAW (shidiq, tabligh, amanah, fathonah).
2. Analisis kepemimpinan khulafaurrosyidin
3. Analisis kepemimpinan pemimpin-pemimpin dunia (barrack obama, ahmad
dinejad, soekarno, tan malaka, che Guevara, dll)
4. Syarat-syarat menjadi seorang pemimpin yang baik
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, permainan, dan diskusi.
170 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 171
MATERI PSIKOLOGI REMAJA
Tujuan
Para siswa paham tentang perkembangan diri seorang remaja dan mampu
menghadapi masa remajanya demi masa depan hidupnya.
Pokok Pembahasan
1. Apa itu psikologi remaja dan macam-macamnya
2. Reproduksi remaja
3. Dunia remaja dan perkembangannya
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, tanya jawab dan diskusi.
MATERI MENGENAL SEKOLAH
Tujuan
Para siswa bisa mengenal sekolah lebih dekat, siapa dan bagaiaman karakter
gurunya, bagaimana mata pelajarannya, serta lingkungan di sekitar sekolah.
Pokok Pembahasan
1. Sejarah sekolah
2. Mengenal kurikulum pendidikan, sistem, dan pengajarannya
3. Prestasi sekolah
4. Memahami tata tertib sekolah
5. Lika-liku menjadi siswa di sekolah tersebut
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Pendampingan, Tanya jawab dan diskusi.
MATERI MENGENAL EKSTRAKURIKULER
Tujuan
Para siswa mengerti macam-macam ekstrakulikuler serta mampu memilih mana
ekstra yang cocok bagi mereka
Pokok Pembahasan
1. Macam-macam ekstrakulikuler di sekolah
2. Cara tepat untuk memilih ekstrakulikuler
3. Bagaimana kegiatan ekstrakulikulernya di sekolah
4. Prestasi ekstra kulikuler sekolah tersebut
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada 2 jam
Metode Penyampaian
Show (penampilan) seluruh ekstra kulikuler di depan peserta, lokasi bisa di la-
pangan sekolah
170 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 171
MUATAN LOKAL
Tujuan
Para siswa paham tentang sesuatu hal yang dianggap penting di internal sekolah.
Pokok Pembahasan
Sesuai kebutuhan penyelenggara
Alokasi Waktu
Waktu yang disediakan ada dua sks (45 menit x 2 kali).
Metode Penyampaian
Ceramah, permainan, dan diskusi.
LOMBA-LOMBA
Tujuan
Sebagai ajang kreativitas dan adu kepintaran di antara sesama siswa dan men-
cari bakat masing-masing peserta.
Pokok Pembahasan
Berupa lomba-lomba, seperti: Lomba pidato/debat, lomba bulu tangkis, lomba
scramble, lomba balap karung, dan lain sebagainya (sesuai kebutuhan dan
waktu).
Alokasi Waktu
Waktu disediakan selama satu hari.
Metode Penyampaian
Ditentukan oleh penyelenggara.
172 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 173
CONTOH JADWAL ACARA FORTASI
SISWA SMA MUHAMMADIYAH
Hari Pertama
07.00 07.30 Pembukaan
07.30 08.15 Orientasi
08.15 09.00 Personal Introduction
09.00 10.30 Materi I (Islam Kontemporer)
10.30 12.00 Materi II (Kepribadian Muslim)
12.00 13.00 Ishoma
13.00 14.30 Materi III (Mengenal Muhammadiyah)
14.30 Besok Apel sore dan pulang
Hari Kedua
07.00 07.30 Absen dan Tadarus
07.30 09.00 Materi IV ( Ortom-Ortom Muhammadiyah)
09.00 10.30 Materi V (Berkenalan dengan IPM)
10.30 12.00 Materi VI (Mengenal IPM Ranting)
12.00 13.00 Ishoma
13.00 14.30 Kepemimpinan/Keorganisasian
14.30 Besok Apel sore dan pulang
Hari Ketiga
07.00 07.30 Absen dan Tadarus
07.30 09.00 Psikologi Remaja
09.00 10.30 Mengenal Sekolah
10.30 12.00 Mengenal Ekstrakulikuler
12.00 13.00 Ishoma
13.00 14.30 Muatan Lokal
14.30 Besok Apel sore dan pulang
Hari Empat
07.00 14.00 Torseni/Rekreasi/Study Tour
14.00 15.30 Sholat Ashar
15.30 16.30 Penutupan FORTASI
172 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 173
Istilah-istilah
- Resitasi adalah penugasan. Yang bermaksud tugas yang diberikan panitia
kepada peserta FORTASI.
- Braindstorming adalah curah pendapat. Yang bermaksud untuk membangkit-
kan keberanian peserta untuk mengungkapkan pendapat dan perasaannya.
- Case study adalah study kasus. Yang bermaksud sebagai arena saling tukar
informasi (sharing) dan memecahkan masalah bersama.
- Paedagogi adalah serangkaian seni dan pengetahuan dalam mengajar anak-
anak. Didalam paedagogi, Guru dan segala yang dimilikinya adalah sumber
belajar utama.
- Andragogi adalah serangkaian seni dan pengetahuan dalam mengajar orang
dewasa. Dalam andragogi, pengalaman dan diri pembelajar adalah sumber
belakar utama.
- Sosiodrama adalah drama yang diperankan oleh manusia. Bermaksud untuk
menggugah kreatiftas peserta dalam memaknai materi yang diwujudkan
dalam bentuk drama (penampilan/pentas)
174 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 175
MEMBANGUN DAN MENGELOLA KOMUNITAS DALAM IPM
Oleh : Washian Bilhaq Fani Dirgantara
Latar Belakang
Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi berbasis Pelajar disekolah
muhammadiyah secara khusus dan disekolah Negeri dan Swasta secara umum
semakin tumbuh dan berkembang, hal tersebut menjadikan gerakan IPM mulai
diperhitungkan sebagai wadah meningkatkan potensi, softskill, dan membina Pela-
jar di Indonesia yang membantu Indonesia mencerdaskan anak bangsa sehingga
melahirkan dalam jiwa Pelajar yang berkarakter, berfkir kritis dan beretika. Selain
itu, perubahan zaman yang sangat cepat menjadikan banyak tantangan yang harus
dilalui oleh IPM. Oleh karena itu, IPM dengan secara inovatif melakukan perbaikan
dalam memperbaiki dan memperbaharui strategi gerakan di dalam organisasi.
Pada masa-masa sebelumnya IPM sangat fokus terhadap pembinaan
pelajar dalam bidang kepemimpinan dengan memberikan pengetahuan dan
pengalaman untuk menjadi pemimpin yang mempunyai wawasan keislaman
dan keilmuan sehingga banyak menghasilkan pelajar yang dibina dan ajarkan
sebagai kader pemimpin dalam sebuah organisasi di IPM, pada perkembangan
zaman saat ini, IPM sangat membutuhkan kader yang mempunyai softskill (ke-
ahlian) yang spesifk dalam suatu bidang tidak hanya kemampuan dalam bidang
kepemimpinan sehingga seorang kader IPM selain pandai dalam memimpin
sebuah organisasi, juga memiliki keahlian (sofskill).
Pada masa akan datang IPM membutuhkan kader-kader Intelektual yang
tidak hanya menjadi pemimpin, tapi menjadi Penulis yang handal, Jurnalis yang
kritis, sastrawan yang puitis, Budayawan yang artistik, seniman yang kreatif,
teknolog yang inovatif, musician yang inspiratif, dan lain sebagainya. Oleh karena
itu, IPM harus menggembangkan sayap dalam melakukan pembinaan terhadap
seorang kader, selain mempunyai ideology yang kuat juga mempunyai keahlian
(softskill) tertentu. Agar dapat menjembatani semua tujuan kader-kader intelek-
tual IPM harus dapat mewadahi semua potensi-potensi para pelajar dengan cara
IPM pada level Pimpinan Daerah membentuk, membina dan mengembangkan
Komunitas yang sesuai dengan bakat dan hobby pelajar tersebut, Pimpinan
Wilayah menerjemahkan konsep-konsep pembentukan dan pembinaan komuni-
tas sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan lokal wilayah tersebut.
Komunitas di IPM terbentuk dari kumpulan pelajar yang telah tergabung
dalam Kegiatan Ektrakulikuler di setiap sekolah dan diwadahi oleh Pimpinan
Daerah di seluruh Indonesia. Dalam suatu komunitas Siapa saja boleh berparti-
sipasi asalkan sesuai dengan minat dan bakat yang komunitas tersebut pelajari.
Setiap anggota komunitas dapat memberikan masukan, menyuarakan pendapat
untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan potensi. Hasilnya, kum-
174 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 175
pulan pikiran, perasaan dan tindakan yang berkembang dan menyebar pesat
secara positif. Manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh pelajar yang tergabung
dalam komunitas tersebut.
Nama Agenda Aksi
Gerakan 1000 Komunitas
Defnisi Komunitas
Komunitas (community) berarti Kumpulan orang (lebih dari 3 orang) yang mem-
punyai kesamaan hobby (minat dan Bakat) untuk mengembangkan potensi yang
terdapat pada setiap individu. Komunitas tidak bersifat mengikat (bebas) dalam
mengekspresikan diri.
Orientasi
Mewadahi minat dan bakat pelajar dalam keahlian (softskill) khusus yang
mempunyai nilai-nilai Intelektualitas dan kreatiftas dalam meningkatkan dan
menggembangkan potensi dan keahlian.
Tujuan
1. Menciptakan wadah untuk mengapresiasi potensi dan minat pelajar dalam
bidang keilmuan dan kreatiftas.
2. Mengembangkan dan meningkatkan berbagai ragam minat dan potensi kader
Ikatan sehingga terwujud kader-kader yang kompeten dalam berbagai bidang
Ilmu Pengetahuan.
3. Pelajar dapat menyalurkan minat dan bakat dengan membentuk komunitas
4. Pelajar mempunyai keahlian (softskill) khusus.
5. Terbinanya pelajar yang dapat mengokohkan organisasi dalam bidang Keil-
muan, kesenian, kebudayaan, dan teknologi.
6. Pelajar memiliki kecakapan ketrampilan khusus sebagai bekal kemampuan
managemen organisasi.
Target
1. Timbulnya kesadaran pada Pimpinan Daerah IPM untuk membentuk Komuni-
tas.
2. Terbentuknya komunitas berbasis hobby sesuai dengan kebijakan dan kebu-
tuhan lokal di setiap level Pimpinan Daerah IPM Se-Indonesia minimal 1 buah
komunitas
3. Komunitas menjadi wadah proses pembinaan dan kaderisasi kader IPM.
Unsur-unsur Pembangun komunitas:
1. Pemberdayaan (Empowerment)
176 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 177
Pemberdayaan dalam artian pengembangan konsep diri secara positif, serta
konstruksi pemahaman yang lebih kritis dan analitis mengenai kondisi ling-
kungan social sekitarnya.
2. Partisipasi
Partisipasi adalah proses keikutsertaan. Keikutsertaan menjadi mutlak dilaku-
kan untuk mengembangkan atau membangun komunitas. Tanpa adanya par-
tisipasi dari pihak-pihak yang terlibat mustahil komunitas tersebut terbentuk
dan bergerak. Tahap-Tahap Partisipasi adalah sebagai berikut :
a. Tahap partisipasi dalam pengambilan keputusan
Pada umumnya, dalam hal ini lebih mencerminkan sifat kebutuhan kelom-
pok-kelompok pada anggota komunitas. Karena itu, partisipasi anggota
komunitas dalam pengembangan potensi (minat dan bakat) perlu ditum-
buhkan melalui dibukanya forum yang memungkinkan anggota komunitas
banyak berpartisipasi langsung di dalam proses pengambilan keputusan
tentang program-program kegiatan di dalam komunitas tersebut.
b. Tahap partisipasi dalam perencanaan kegiatan
Partisipasi dalam tahap perencanaan merupakan tahapan yang pal-
ing tinggi tingkatannya diukur dari derajat keterlibatannya. Dalam tahap
perencanaan, anggota komunitas sekaligus diajak turut membuat keputu-
san yang mencakup merumusan tujuan, maksud dan target.
sistem perencanaan harus didesain sesuai dengan respon anggota
komunitas, bukan hanya karena keterlibatan mereka yang begitu esensial
dalam meraih komitmen, tetapi karena mereka yang mempunyai informasi
yang relevan yang dapat dijangkau perencanaan teknis sesuai dengan
need asessment.
c. Tahap partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan
Partisipasi anggota komunitas seringkali diartikan sebagai partisipasi
sebagian anggota komunitas (yang lebih berpengetahuan) untuk secara
sukarela menyumbangkan tenaganya di dalam kegiatan (program). Di
lain pihak, anggota komunitas yang kurang berpengetahuan lebih banyak
memperoleh manfaat dari hasil kegiatan (program), tidak dituntut sum-
bangannya secara proposional. Karena itu, partisipasi anggota komunitas
dalam tahap pelaksanaan kegiatan harus diartikan sebagai pemerataan
partisipasi pada seluruh anggota komunitas baik yang berpengatahuan
luas maupun yang minim pengetahuan.
d. Tahap partisipasi dalam pemantauan dan evaluasi kegiatan
Kegiatan pemantauan dan evaluasi kegiatan (program) sangat diperlukan.
Bukan saja agar tujuannya dapat dicapai seperti yang diharapkan, tetapi
juga diperlukan untuk memperoleh umpan balik tentang masalah-masalah
dan kendala yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan dalam komunitas
yang bersangkutan. Dalam hal ini, partisipasi seluruh anggota komunitas
176 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 177
mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan perkembangan kegiatan
(program).
e. Tahap partisipasi dalam pemanfaatan hasil kegiatan
Partisipasi dalam pemanfaatan hasil kegiatan (program), merupakan un-
sur terpenting yang sering terlupakan. Sebab tujuan kegiatan (program)
adalah untuk menigkatkan potensi minat dan bakat dalam anggota komu-
nitas sehingga terdapat pengembangan keahlian (skill). Di samping itu,
pemanfaaatan hasil kegiatan (program) akan merangsang kemauan dan
kesukarelaan anggota komunitas untuk selalu berpartisipasi dalam setiap
kegiatan (program) yang akan datang.
3. Aktivitas
Hal utama untuk membentuk komunitas adalah komitmen. Selanjutnya adalah
pengorganisasian.Setelah memiliki komitmen bersama untuk membentuk ko-
munitas dan dirasa bisa saling berbagi rasa dan bergerak bersama, maka
baru kemudian mengorganisir komitmen tersebut dalam sebuah komunitas
yang memiliki visi, misi serta aktivitas yang mesti dijalankan bersama. Dalam
mengorganisir komunitas disandarkan atas analisis kebutuhan (need assess-
ment) yang merupakan kebutuhan bersama.
Macam-macam need assessment :
a. Felt Needs, yaitu kebutuhan nyata (riil) yang dirasakan pada saat ter-
tentu (temporal).
b. Actual needs, yaitu kebutuhan nyata dan jelas dibutuhkan pada saat ini.
c. Anticipated needs, kebutuhan-kebutuhan yang akan dirasakan di waktu
mendatang.
4. Perencanaan
Melakukan sistematisasi sebuah rencana yang disesuaikan dengan kebutu-
han yang ada serta kondisi sekitar.
5. Pelaksanaan
Melakukan kegiatan nyata sesuai dengan perencanaan yang disesuaikan
dengan kondisi dan kebutuhan ketika dihadapi saat itu.
6. Evaluasi (feed back)
Sesuatu yang bisa mengontrol pelaksanaan kegiatan/ agenda yang telah
teraksana secara nyata (real) dan kesuksesan proses perencanaan, pelaksa-
naan dan hasil yang telah dilaksanakan sebagai umpanbalik bahan masukan
(saran) untuk pengembangan kegiatan komunitas berikutnya.
Pengorganisasian Komunitas
Pengorganisasian komunitas merupakan proses untuk membangun kekua-
tan komunitas dengan melibatkan anggota komunitas melalui proses pembinaan,
meningkatkan potensi bakat, merumuskan alternatif pemecahan masalah serta
membangun organisasi sosial yang demokratis, berdasarkan aspirasi, keinginan,
178 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 179
kekuatan dan potensi yang tumbuh dalam komunitas. Dalam bahasa Inggris,
sebutan bagi pelaksana pengorganisir komunitas adalah Community Orga-
nizer.
Beberapa nilai yang dibangun dalam proses pengorganisasian komunitas
yaitu:
1. Perencanaan, Fondasi pertama dalam setiap langkah adalah melakukan
perencanaan komunitas apa yang akan dibentuk dan melakukan strategi
agar anggota dalam komunitas tersebut mempunyai potensi dan bakat yang
sesuai dengan minat. Mengumpulkan pelajar yang mempunyai hobby sejenis
minimal 3 orang dengan mempersiapkan perencanaan konsep pembinaan
dan pendampingan yang jelas dengan materi-materi pengembangan keahlian
(softskill) sesuai dengan minat anggota.
2. Mulai dari apa yang ada, proses pengorganisasian berawal dan dibangun di
tingkat lokal, kecil, terdapat isu konkret yang digali di atas komunitas dimana
sekelompok orang mau terlibat. Menekankan pada intensitas dan persiapan
yang matang dari sekian banyak orang terlibat. Keterlibatan tersebut mulai dari
pembinaan, pemberdayaan, identifkasi isu, pengambilan keputusan, evaluasi,
dan refeksi dari proses yang telah dijalani bersama. Pengorganisasian
komunitas merupakan sebuah proses dinamis, berkelanjutan dan bisa
dikembangkan ke langkah-langkah selanjutnya dari lingkup lokal sampai ke
lingkup nasional bahkan internasional, dan dari isu yang konkret ke isu yang
lebih makro bahkan global.
3. Membangun kesadaran, kesadaran melalui proses belajar dari pengalaman
(Experience Learning). Inti dari proses pengorganisasian komunitas
adalah pengembangan kesadaran dan pemahaman untuk bertindak sesuai
dengan kenyataan. Conscientisasi (ketersadaran) tidak bisa dicapai melalui
mekanisme hafalan yang biasa diterapkan oleh sistem pendidikan bermodel
bank system menganggap manusia sebagai obyek yang pikirannya bisa diisi
apa saja. Pencapaian Conscientisasi diperoleh melalui tindakan dengan
belajar dari pengalaman-pengalaman hidup. Oleh karena itu, pengorganiasian
komunitas memberikan penekanan pada proses belajar dengan melakukan
pencarian kebenaran (seeking the truth) dan pencerahan (enlightment)
secara terus menerus melalui media-media aktivitas bersama. Sesuatu yang
benar sekarang belum tentu benar untuk masa yang akan datang, manusia
dituntut untuk terus mencari kebenaran yang hakiki dari proses dialektika
antara teori dan praktek.
4. Keterlibatan dan Keteladanan, pengorganisasian komunitas mempunyai
kecenderungan untuk membela yang lemah/ miskin/ bodoh, yang tidak
berdaya dan tertindas. Tetapi sikap tersebut tidaklah cukup. Perubahan
harus dicapai melalui suatu proses partisipatif dimana keseluruhan anggota
komunitas terlibat untuk mempunyai pengalaman dalam mengorganisir.
178 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 179
5. Kepemimpinan, mereka yang melakukan pengorganisasian komunitas (com-
munity organizer) bukanlah pemimpin, juga bukan individu dan kepribadian.
Community organizer (CO) adalah pusat dari kelompok, tetapi tidak berori-
entasi untuk menjadi pemimpin. Pemimpin sebaiknya teridentifkasi, muncul
dan telah diuji dalam tindakan dan bukan terpilih karena kekuatan dari luar
kelompok. Pemimpin harus mampu mempertanggungjawabkan tindakannya
pada publik.
Tujuan Pengorganisasian Komunitas
Membangun kekuatan organisasi : Pengorganisasian komunitas bertujuan
untuk mendorong secara efektif modal sosial organisasi agar mempunyai kekua-
tan untuk menyelesaikan permasalahannya secara mandiri. Melalui proses CO,
anggota komunitas diharapkan mampu belajar untuk menyelesaikan ketidakber-
dayaannya dan mengembangkan potensinya dalam mengontrol lingkungannya
dan memulai untuk menentukan sendiri nasibnya di masa depan.
Memperkokoh kekuatan komunitas basis: Pengorganisasian komunitas
bertujuan untuk membangun dan menjaga keberlanjutan sebuah organisasi yang
kokoh yang dapat memberikan pelayanan terhadap permasalahan-permasalah-
an dan aspirasi di atas komunitas. Organisasi komunitas dapat menjamin tingkat
partisipasi, pada saat bersamaan, mengembangkan dan memperjumpakan
dengan organisasi atau kelompok lain untuk semakin memperkokoh kekuatan
komunitas.
Langkah Dalam Pengorganisasian Komunitas
Sebuah proses dimana seorang CO mencoba untuk terlibat bersama seluruh
anggota komunitas dan menjalin komunikasi serta relasi dengan cara belajar dari
kebiasaan sehari-hari dari komunitas. Akan lebih baik jika CO mempunyai minat
dan bakat sejenis dalam komunitas untuk membangun kepercayaan dan mempe-
lajari segala potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh komunitas.
1. Investigasi Komunitas: Investigasi komuitas merupakan sebuah proses
pembelajaran dan analisa yang sistematis mengenai struktur pembelajaran
dan kekuatan atau potensi yang terdapat pada anggota komunitas yang
diorganisir. Dari proses ini diharapkan menghasilkan peningkatan potensi
bakat dan pemberdayaan keilmuan anggota komunitas.
2. Membangun Rencana & Strategi: perencanaan merupakan sebuah proses
untuk mengidentifkasi tujuan dan menterjemahkan tujuan tersebut ke
dalam kegiatan yang nyata/konkret dan spesifk. Perencanaan akhir dan
pengambilan keputusan akhir dilakukan oleh komunitas yang diorganisir.
Membuat kurikulum materi-materi yang sesuai dengan bakat dan kebutuhan
komunitas tersebut.
3. Groundwork: Proses penajaman dari langkah pengorganisasian, merupakan
180 Berita Resmi Pelajar Muhammadiyah
proses dialogis dan transformatif. Pendekatan yang dilakukan bukan lagi
orang per orang tetapi sudah dengan melakukan kelompok-kelompok kecil
dengan melakukan dialog mengenai pandangan, impian, analisis, keper-
cayaan, prilaku yang berkaitan dengan isu/persoalan yang dikeluhkan oleh
komunitas. Proses ini bertujuan untuk memastikan keterlibatan kelompok
dalam melakukan analisa, pemecahan masalah, dan aksi bersama untuk
memecahkan permasalahan tersebut.
4. Role Play: Merupakan sebuah proses dimana anggota kelompok di aras
komunitas melakukan simulasi peran melalui dialog, diskusi, lobi, negoisasi,
atau bahkan konfromtrasi dalam sebuah studi kasus terkait dengan isu yang
diangkat. Berbagai skenario sebaiknya didesain sehingga memberikan
proses pembelajaran bagi komunitas dalam proses penyelesaian masalah.
5. Integrasi: mengintegrasikan berbagai keahlian tertentu (spesifk) potensi yang
dimiliki oleh berbagai individu-individu untuk berbagi (share) pengetahuan
kepada orang lain dalam suatu kominitas.
6. Partisipasi : keikutsertaan, peran serta atau keterlibatan yang berkaitan den-
gan keadaaan lahiriahnya. berperan secara aktif dalam proses atau alur taha-
pan program dan pengawasannya, mulai dari tahap sosialisasi, perencanaan,
pelaksanaan, pembinaan dan pedampingan kegiatan dengan memberikan
sumbangan tenaga, pikiran, atau dalam bentuk materil dan spiritual.
7. Mobilisasi: Merupakan sebuah langkah aksi dari komunitas untuk mencoba
menyelesaikan permasalahan yang muncul. Bekaitan dengan isu yang
diangkat mungkin ini bisa berupa negoisasi dan atau dialog disertai dengan
taktik-taktik yang telah dipersiapkan. Tindakan mobilisasi anggota dalam
komunitas untuk berpartisipasi dalam memulai kegiatan-kegiatan yang dapat
menyelesaiakan permasalahan mereka.
8. Evaluasi: Sebuah proses dimana anggota kelompok menilai tentang
proses pembelajaran apa yang mereka dapat dari serangkaian kegiatan
yang dilakukan, apa yang tidak diraih terkait dengan indikator / hasil yang
ditetapkan dalam perencanaan, apa kelebihan dan kelemahan dari proses
pelaksanaan aksi yang telah dilakukan dan bagaimana cara meminimalkan
segala kelemahan dan kesalahan yang telah dilakukan.
9. Refeksi: Sebuah langkah yang seringkali dianggap sepele tetapi disinilah
kekuatan spirit sebuah gerakan dalam proses pengorganisasian. Proses
refeksi adalah sebuah proses dimana dimensi rasa lebih mengutama untuk
kemudian mendorong proses kesadaran diri dari anggota kelompok dalam
komunitas. Dalam refeksi, proses pencerahan apa yang terjadi di masing-
masing anggota kelompok komunitas dibagikan berbasis pada pengalaman
mereka ketika berproses pada saat melakukan aksi.