Anda di halaman 1dari 11

UTT HEB

Pelanggaran Hukum dan Etika Bisnis PT Freeport Indonesia



Dosen : Prof.Dr.Ir Aida Vitayala Hubeis




Oleh :
HENOCH KIDANGEN
P056132281.51











PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAN BISNIS
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014

Pendahuluaan
1.1 Latar Belakang
Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc adalah sebuah perusahaan pertambangan
memliki saham terbesar PT. Freeport Indonesia. Perusahaan ini adalah pembayar pajak terbesar
kepada Indonesia dan merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang
Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing
tambang Erstberg (dari 1967) dan tambang Grasberg (sejak 1988), di kawasan Tembaga Pura,
Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Freeport berkembang menjadi perusahaan dengan
penghasilan 2,3 miliar dolar AS. Menurut Freeport, keberadaannya memberikan manfaat
langsung dan tidak langsung kepada Indonesia sebesar 33 miliar dolar dari tahun 19922004.
Pada tahun 1996 Freepot merupakan salah satu perusahaan multinasional terburuk hal tersebut
dicerminkan melalui kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan yang
terus memburuk dan menuai protes akibat berbagai pelanggaran hukum dan HAM , dampak
lingkungan serta kemiskinan rakyat sekitar tambang. Hal tersebut berbanding terbalik dengan
apa yang dicapai PT freepot dengan kondisi yang di hadapi oleh masyarakat papua.
PT Freeport juga mengalamin masalah mogoknya pekerja PT Freeport Indonesia (FI)
tersebut disebabkan perbedaan indeks standar gaji yang diterapkan oleh manajemen pada
operasional Freeport di seluruh dunia. Pekerja Freeport di Indonesia diketahui mendapatkan gaji
lebih rendah daripada pekerja Freeport di negara lain untuk level jabatan yang sama. Gaji
sekarang per jam USD 1,5USD 3. Padahal, bandingan gaji di negara lain mencapai USD 15
USD 35 per jam. Manajemen Freeport bersikeras menolak tuntutan pekerja, entah apa dasar
pertimbangannya.
Biaya CSR kepada sedikit rakyat Papua dikeluarkan tidak seberapa karena tidak
mencapai 1 persen dari keuntungan bersih PT Freeport Indonesia. Rakyat Papua harus harus
menanggung akibat berupa kerusakan alam,gangguan ekologi, pencemaran lingkungan, serta
punahnya habitat flora dan fauna di Papua. Beberapa kerusakan lingkungan yang diungkap
oleh media dan LSM adalah, Freeport telah mematikan 23.000 ha hutan di wilayah
pengendapan tailing. Merubah bentang alam karena erosi maupun sedimentasi. Meluapnya
sungai karena pendangkalan akibat endapan tailing. Freeport telah membuang tailing dengan
kategori limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya) melalui Sungai Ajkwa. Limbah ini telah
mencapai pesisir laut Arafura. Tailing yang dibuang Freeport ke Sungai Ajkwa melampaui
baku mutu total suspend solid (TSS) yang diperbolehkan menurut hukum Indonesia.
Limbah tailing
Freeport mencemari perairan di muara sungai Ajkwa dan mengontaminasi sejumlah
besar jenis mahluk hidup serta mengancam perairan dengan air asam tambang berjumlah besar.
Tailing yang dibuang Freeport merupakan bahan yang mampu menghasilkan cairan asam
berbahaya bagi kehidupan aquatik. Bahkan sejumlah spesies aquatik sensitif di sungai Ajkwa
telah punah akibat tailing Freeport. Menurut perhitungan Greenomics Indonesia, biaya yang
dibutuhkan untuk memulihkan lingkungan yang rusak adalah Rp 67 trilun.
Freeport telah mengakibatkan kerusakan alam dan mengubah bentang alam serta
mengakibatkan degradasi hutan yang seharusnya ditindak tegas pemerintah. Hal ini karena
mengancam kelestarian lingkungan dan melanggar prinsip pembangunan berwawasan
lingkungan yang diamanatkan UUD 1945 pasal 33. Hasil bumi Indonesia ini dikelola oleh pihak
asing karena sumber daya manusia (SDM) penduduk negara indonesia kurang dibandingkan oleh
pihak asing, selain itu teknologi yang digunakan untuk mengolah hasil ini hanya dimiliki oleh
pihak asing, dan mereka tidak mau menjualnya kepada indonesia sehingga hal tersebut
dimanfaatkan oleh pihak asing untuk melakukan kerja sama. Tanggapan pemerintah pun
disambut dengan baik, karena dalam perjanjian yang telah dilakukan, pihak asing hanya
diperbolehkan untuk menambang tembaga. Tetapi tanpa persetujuan pemerintah, pihak asing
tersebut telah menambang emas juga.
Sebagai perusahaan berlabel MNC (multinational company) yang otomatis berkelas
dunia, apalagi umumnya korporasi berasal dari AS, pekerja adalah bagian dari aset perusahaan.
Menjaga hubungan baik dengan pekerja adalah suatu keharusan. Sebab, di situlah terjadi
hubungan mutualisme satu dengan yang lain. Perusahaan membutuhkan dedikasi dan loyalitas
agar produksi semakin baik, sementara pekerja membutuhkan komitmen manajemen dalam hal
pemberian gaji yang layak.


1.2 Tujuaan Penulisan
Berdasarkan latar belakang terkait dengan kasus-kasus yang di terjadi pada PT Freeport
Indonesia makalah ini bertujuaan untuk :
- Mengetahui dampak dari pelanggran hukum etika bisnis yang di lakukan PT Freeport Indonesia
- Melihat dampak social,lingkungan di dilnggar oleh PT Freeport yang berdampak ke masyarakat
- Mengkiatkan dampak dari pelanggaran Hukum etika bisnis dengan Teori utilitarianisme dan
teori Hak















Tinjauan Pustaka
2.1 Teori Pengertian Etika
Kata Etika itu berasal dari dari kata Yunani yaitu Ethos, yang artinya adat istiadat. Etika bisa
dibilang sebagai kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat.
Etika itu punya kaitan sama nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan termasuk
juga semua kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain, atau dari satu generasi ke
generasi yang lain. Norma Umum : Norma adalah pedoman bagaimana kita harus hidup dan bertindak
secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan
tindakan kita. Macam-macam dari Norma UMUM itu adalah :
Norma Umum bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.
Norma Umum: dibagi menjadi tiga yaitu Norma Sopan Santun, Norma Hukum, dan Norma Moral.
Norma Sopan Santun adalah yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.
Etika itu tidak sama dengan Etiket. Etiket menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun
atau tata krama.
Norma Hukum adalah norma yang dituntut dilakukan secara tegas oleh masyarakat karena
dianggap perlu dan demi keselamatan dan kesejahteraan manusia kehidupan bermasyarakat. Norma
Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral ini adalah
aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia.
2.2 Teori etika utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti bermanfaat. Menurut teori ini suatu perbuatan
adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang
melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Berdasarkan teori utilitarianisme, PT.Freeport Indonesia
dalam hal ini sangat bertentangan karena keuntungan yang di dapat tidak digunakan untuk
mensejahterakan masyarakat sekitar, melainkan untuk Negara Amerika.
2.3 Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling
banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan
suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua
sisi uang logam yang sama.
Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak
sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.Dalam kasus ini, PT Freeport Indonesia sangat tidak
etis dimana kewajiban terhadap para karyawan tidak terpenuhi karena gaji yang diterima tidak layak
dibandingkan dengan pekerja Freeport di Negara lain. Padahal PT Freeport Indonesia merupakan
tambang emas dengan kualitas emas terbaik di dunia.
2.4 PT Freeport Indonesia Sebagai (MNCs)
Multinational Corporations (MNCs), term ini memilki beberapa definisi, yang pertama
menandakan adanya internasionalisasi managemen dan kepemilikan saham tidak lagi berperan. Kedua,
sebagian besar aktivitas MNCs telah melintasi batas kedaulatan negara. MNCs, tidak diragukan lagi
merupakan aktor non-negara yang memiliki peran sangat besar dalam dunia internasional dan juga sangat
kontroversial. Jadi dapat disimpulkan, bahwa MNC adalah sebuah perusahaan internasional atau
transnasional yang berkantor pusat di satu negara tetapi kantor cabang di berbagai negara maju dan
berkembang. Contohnya termasuk General Motors, Coca-Cola, Firestone, Philips, Volkswagen, British
Petroleum, Exxon, Freeport dan ITT. Sebuah perusahaan akan menjadi perusahaan multinasional
berdasarkan keuntungan untuk mendirikan produksi dan kegiatan lainnya di lokasi asing.
Ciri-ciri MNC : Perusahaan harus membuat keputusan-keputusan mengenai pendapatan proyek
dalam berbagai jenis valas yang akan mempengaruhi berbagai operasi perusahannya. MNC mengambil
keputusan-keputusan berkaitan dengan strategi penetrasi pasar, pemilihan operasional di luar negeri serta
aktivitas produksi, marketing dan keuangan yang paling efisien bagi perusahaan secara keseluruhan.
PT Freeport Indonesia merupakan sebuah perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper &
Gold Inc.. PT Freeport Indonesia menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang
mengandung tembaga, emas, dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika
Provinsi Papua, Indonesia. Freeport Indonesia memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas
dan perak ke seluruh penjuru dunia. Kompleks tambang milik kami di Grasberg merupakan salah satu
penghasil tunggal tembaga dan emas terbesar di dunia, dan mengandung cadangan tembaga yang dapat
diambil yang terbesar di dunia, selain cadangan tunggal emas terbesar di dunia. Grasberg berada di
jantung suatu wilayah mineral yang sangat melimpah, di mana kegiatan eksplorasi yang berlanjut
membuka peluang untuk terus menambah cadangan kami yang berusia panjang.
Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. (FCX) merupakan perusahaan tambang internasional
utama dengan kantor pusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. FCX mengelola beragam aset besar
berusia panjang yang tersebar secara geografis di atas empat benua, dengan cadangan signifikan terbukti
dan terkira dari tembaga, emas dan molybdenum. Mulai dari pegunungan khatulistiwa di Papua,
Indonesia, hingga gurun-gurun di Barat Daya Amerika Serikat, gunung api megah di Peru, daerah
tradisional penghasil tembaga di Chile dan peluang baru menggairahkan di Republik Demokrasi Kongo,
kami berada di garis depan pemasokan logam yang sangat dibutuhkan di dunia.



Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. merupakan perusahaan publik di bidang tembaga yang
terbesar di dunia, penghasil utama di dunia dari molybdenum logam yang digunakan pada campuran
logam baja berkekuatan tinggi, produk kimia, dan produksi pelumas serta produsen besar emas. Selaku
pemimpin industri, FCX telah menunjukkan keahlian terbukti untuk teknologi maupun metode produksi
menghasilkan tembaga, emas dan molybdenum. FCX menyelenggarakan kegiatan melalui beberapa anak
perusahaan utama; PTFI, Freeport-McMoRan Corporation dan Atlantic Copper.


















Pembahasan
3.1 Pembayaran Gaji
Ada sinyal kuat bahwa memang telah terjadi distorsi etika dan pelanggaran kemanusiaan yang
hebat di Papua. Martabat manusia yang seharusnya dijunjung tinggi, peradaban, kebudayaan, sampai mata
rantai penghidupan jelas-jelas dilanggar. Ketika sistematika kehidupan yang sangat drastis tersebut sudah
tidak bisa lagi ditahan, ledakan kemarahan komunitas itu terjadi (Hutchins, M.J., et.al., 2007).
Mogoknya hampir seluruh pekerja PT Freeport Indonesia (FI) tersebut disebabkan perbedaan
indeks standar gaji yang diterapkan oleh manajemen pada operasional Freeport di seluruh dunia. Pekerja
Freeport di Indonesia diketahui mendapatkan gaji lebih rendah daripada pekerja Freeport di negara lain
untuk level jabatan yang sama. Gaji sekarang per jam USD 1,5USD 3. Padahal, bandingan gaji di negara
lain mencapai USD 15USD 35 per jam. Manajemen Freeport bersikeras menolak tuntutan pekerja,
entah apa yang menjadi dasar pertimbangannya.Melihat portofolio PT Freeport Indonesia yang
merupakan SBU dari Freeport-McMoran yang berpusat di Phoenix, Arizona, AS, itu, sebetulnya tidak
ada alasan timbulnya masalah dari penerapan gaji sesuai standart internasional. Data resmi
Freeport-McMoran, AS, menunjukan keuntungan bersih triwulan pertama 2011 korporasi 67 persen jika
dibandingkan dengan raihan dari periode sama tahun lalu yang sebesar USD 897 juta.
Produksi emas yang tercatat mencapai 18 ton per tahun. Namun, kandungan emas yang terikut
ketika menambang tembaga diukur oleh Gold Fields Mineral Services (GFMS, 2011) dapat menghasilkan
100 ton lebih. Kini harga emas melejit sampai USD 1.637 per troy ons. Dengan demikian, pertambahan
revenue PT FI paling tidak USD 1,6 miliar, belum termasuk hasil tambang tembaga dan lainnya.
Bisnis Freeport memang tidak hanya berada di Indonesia. Namun, deposit tambang Indonesia
tercatat terbesar dari seluruh wilayah eksplorasi Freeport di seluruh dunia. Ada empat basis operasi
Freeport, yakni Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Indonesia. Volume deposit tambang di
ladang Grasberg, Papua, saat ini 2,7 miliar metrik ton dan ditambang untuk menghasilkan bijih tembaga
240 ribu ton per hari. Kondisi tersebut memberikan garansi yang baik untuk Freeport di mata pemegang
sahamnya dan membuat harga sahamnya selalu diburu. Sebagai perusahaan berlabel MNC (multinational
company) yang otomatis berkelas dunia, apalagi umumnya korporasi berasal dari AS, pekerja adalah
bagian dari aset perusahaan. Menjaga hubungan baik dengan pekerja adalah suatu keharusan. Sebab, di
situlah terjadi hubungan mutualisme satu dengan yang lain. Perusahaan membutuhkan dedikasi dan
loyalitas agar produksi semakin baik, sementara pekerja membutuhkan komitmen manajemen dalam hal
pemberian gaji yang layak.
Tidak dapat dihindari, peran pekerja dari Indonesia terbukti memberikan dampak positif terhadap
keseluruhan kinerja dan image Freeport. Jika melihat hal tersebut, manajemen PT Freeport Indonesia
tidak boleh membedakan atau mendiksriminatif tenaga kerja lokal .
3.2 Pelanggaran Etika
Pemerintah harus bisa melihat dampak akan hadirnya PT Freeport Indonesia sebagai
MNC, perusahaan tersebut harus berdaampak positif seperti, memberikan transfer teknologi,
menjadi panutan dalam dunia perkejaan, namun di Indonesia persuhaan tersebut malah member
citra yang buruk. Untuk itu pemerintah perlu mengaji atau mengawasi kinerja dan kebijakan-
kebijakan yang diberlakukan PT Freeport iIndonesia.`
Berkali-kali perjanjian kontrak karya dengan PT Freeport Indonesia diperpanjang kendati
bertentangan dengan UU Nomor 11/1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan dan sudah
diubah dengan UU Nomor 4/2009 tentang Minerba. Alasan yang dikemukakan hanya, untuk menambah
pemasukan negara. Padahal, tidak terbukti secara signifikan sumbangan PT Freeport Indoneisa benar-
benar untuk negara hal terseut menunjukan Freeport Indonesia tidak menguntungkan untuk
Indonesia tetapi menguntungkan untuk America serikat Negara ini dirugikan karena PT Freeport
Indonesia yang memliki izin sebagai penambangan tembaga, namun mendapat bahan mineral lain,
seperti emas, perak, dan uranium yang terkandung di dalam lokasi tabang milik inodnesia. Bahan-
bahan tersebut langsung dibawa ke luar negeri dan tidak mengalami pengolahan untuk meningkatkan
value di Indonesia. Ironisnya, PT Freport indonesia bahkan tidak listing di bursa pasar modal Indonesia,
apalagi Freeport-McMoran sebagai induknya.
Biaya CSR kepada sedikit rakyat Papua yang digembor-gemborkan itu pun tidak seberapa karena
tidak mencapai 1 persen keuntungan bersih PT Freeport Indonesia. Justru rakyat Papua membayar lebih
mahal karena harus menanggung akibat berupa kerusakan alam serta punahnya habitat dan vegetasi Papua
yang tidak ternilai itu. Biaya reklamasi tersebut tidak akan bisa ditanggung generasi Papua sampai tujuh
turunan. Selain bertentangan dengan PP 76/2008 tentang Kewajiban Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan,
telah terjadi bukti paradoksal sikap Freeport (Davis, G.F., et.al., 2006). Itu tentu saja ironi kepada
pemerintah negeri ini karena memberikan kebijakan keliru dengan memilih model industrialisasi
membabi buta. Di sisi lain, patut dipertanyakan komitmen PT FI serta goodwill Freeport-McMoran secara
keseluruhan terhadap alam, masyarakat Papua, dan kalangan pekerja Indonesia. Tampak baik dengan
berpura-pura menjadi Sinterklas, padahal hak dasar pekerja sendiri diabaikan
Kesimpulan dan Saran
4.1 kesimpulan
Bedasarkan uraian dan kejadiaan-kejadiaan yag terjadi di PT freeport Indonesia
terlihat banyak pelanggaran-pleanggaran etika hukum yang di lakukan perusahaan tersebut,
masalah-masalah yang tibul berawal dari pembayaran gaji yang tidak sesuai menyebabkan
mogoknya perkerja,Pernjanjian yang tidak sesuai yaitu Freeport Indonesia merupakan
perusahaan tambang namun perusahaan tersebut mengabil mineral lain, seperti emas, perak, dan
uranium. Biaya CSR kepada sedikit rakyat Papua yang digembor-gemborkan itu pun tidak seberapa
karena tidak mencapai 1 persen keuntungan bersih PT Freeport Indonesia. rakyat Papua membayar lebih
mahal karena harus menanggung akibat berupa kerusakan alam serta punahnya habitat dan vegetasi.
Berdasarkan teori utilitarianisme, PT.Freeport Indonesia dalam hal ini sangat bertentangan
karena keuntungan yang di dapat tidak digunakan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar, melainkan
untuk Negara Amerika. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama.
Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.Dalam kasus ini, PT Freeport
Indonesia sangat tidak etis dimana kewajiban terhadap para karyawan tidak terpenuhi karena gaji yang
diterima tidak layak dibandingkan dengan pekerja Freeport di Negara lain. Padahal PT Freeport Indonesia
merupakan tambang emas dengan kualitas emas terbaik di dunia.

4.2 Saran
Pemerintah harus lebih tegas lagi dalam mengatur peraturan perundang undangan tentang
mendirikan sebuah pabrik contohnya PT Freeport, agar tidak terjadi lagi tentang distorsi etika dan
pelanggaran kemanusiaan di Indonesia dan khususnya di daerah Papua.











Daftar Pustaka

PT Freeport Indonesia http://ptfi.co.id/id/about/overview (diakses 1-july-2014)
http://rimanews.com/read/20110706/33855/abaikan-hak-masyarakat-adat-
freeport-rampok-kekayaan-alam-papua (diakses tanggal1 juli 2014)
Wikipedia=http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Freeport_Indonesia&action=
edit&section=9 (diakses tanggal1 juli 2014)
http://www.papuabaratnews.com/index.php?option=com_content&view=article&i
d=1218:sejarah-kelam-tambang-freeport-bagian
1&catid=73:opini&Itemid=417 (diakses tanggal 1 juli 2014)

Anda mungkin juga menyukai