Anda di halaman 1dari 33

DISKUSI TOPIK

SUSPEK MENINGOENSEFALITIS
TB
Pembimbing :
dr. Arfan Mappalilu, Sp.S

Disusun oleh :
Febri Hanifa.F - 1110103000062
Identitas Pasien
No. RM :
Nama : Nn. SE
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 36 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Suku : Minang
Status Perkawinan : Sudah menikah
Alamat : Kp.Utan RT 015/04 Ragunan Jakarta
Selatan
Pendidikan : SLTA
Masuk RS : 10 Juni 2014
Pengambilan Data : 3 Juli 2014
Keluhan
Utama
Nyeri kepala sejak
1 bulan SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh nyeri kepala seperti ditusuk-
tusuk terutama di kepala kanan. Nyeri kepala
tidak berputar. Pasien tidak mengeluh mual dan
muntah, demam, kejang. Pasien mengaku jika
melihat benda seperti berbayang. Pasien juga
mengaku pernah mengalami penurunan kesadaran
dan bicara kacau. Setelah itu pasien kembali dalam
keadaan normal. Kadang-kadang pasien juga
mengeluh kesemutan pada kaki kiri. BAK dan
BAB lancar. Pasien saat ini sedang dalam
pengobatan TB sejak bulan Januari 2014.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak pernah mengalami trauma
sebelumnya
Pasien sebelumnya pernah di rawat di RS
Fatmawati dengan diagnosis TB pada bulan
Januari 2014.
Alergi obat -, konsumsi obat OAT (+)
Riwayat Penyakit Keluarga
Dikeluarga tidak ada yang mengalami keluhan
yang sama
Riwayat Kebiasaan
Tidak ada
Pemeriksaan Fisik
KU : tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Sikap : berbaring
Kooperatif : kooperatif
Status gizi : BB 74kg TB 160cm BMI 28,9
TD : 110/80 mmHg
Nadi : 90 x/menit
Suhu : 37
o
C
Pernapasan : 20 x/menit
Pemeriksaan Fisik
Pulsasi Aa. Carotis : Teraba kanan=
kiri, regular, equal.
Pemb. Darah Perifer : CRT < 2 detik
KGB : pembesaran -
Columna Vertebralis : Lurus
ditengah
Pemeriksaan Fisik
Kulit : Warna sawo matang, sianosis -, ikterik
-
Kepala : Normosefali
Mata : CA -/-, SI -/-, ptosis -/-, lagoftalmus -
/-, PBI 3mm/3mm, RCL +/+ RCTL +/+
Telinga : Normotia +/+
Hidung : Deviasi septum -, sekret -/-
Tenggorok : Faring hiperemis -, tonsil T1-T1
tenang.
Pemeriksaan Fisik
Leher : nyeri dan jejas tidak ada, trakea lurus di
tengah, tidak teraba pembesaran KGB dan kelenjar
tiroid.
Jantung : BJ I-II regular, murmur -, gallop -
Paru : pergerakan dada simetris saat statis dan
dinamis, vesikular +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-
Abdomen: supel, buncit, BU + Normal, Nyeri tekan -
, hepar dan lien tidak teraba
Ekstremitas : akral hangat, edema -/-
Status Neurologis
GCS : E4M6V5 = 15
Tanda rangsang meningeal

Kanan Kiri
Kaku Kuduk Negatif
Laseque > 70 > 70
Kernig > 135 > 135
Brudzinski I - -
Brudzinski II - -
N
e
r
v
u
s

K
r
a
n
i
a
l
i
s


N
e
r
v
u
s

K
r
a
n
i
a
l
i
s


N
e
r
v
u
s

K
r
a
n
i
a
l
i
s


Pemeriksaan Neurologis
Motorik : kesan hemiparesis -
Trofi : Eutrofi/eutrofi
Tonus : normotonus/normotonus
Sensorik : baik
Otonom : baik
Pemeriksaan Neurologis
REFLEKS
FISIOLOGIS
Bisep : +2/+2
Trisep : +2/+2
Radius : +2/+2
Patella : +2/+2
Achilles: +2/+2
REFLEKS PATOLOGIS
Hoffman Tromer : - / -
Babinsky : - / -
Chaddok : - / -
Gordon : - / -
Gonda : -/-
Schaefer : - / -
Klonus lutut : - / -
Klonus tumit : - / -

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan CT
Scan Kepala
Tanpa Kontras

Tidak tampak lesi
maupun
penyangatan
kontras patologis
intra parenkim /
intra cranial pada
CT scan kepala saat
ini.

Foto Rontgen


1. Jantung dalam batas
normal
2. Paru :
a. Penebalan
laterobasal pleura
kanan DD/ Pleuritis ,
efusi pleura kanan
minimal
b. Hiperserasi basal
kedua paru
c. Peribronkial
infiltrate di penhiler
kanan


Resume
Ny. SE, 36 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala
sejak 1 bulan SMRS. Pasien mengalami nyeri kepala
berdenyut terutama kepala kanan. Mual muntah (-),
kejang (-), pusing (-), demam (-), pusing berputar (-).
Penurunan kesadaran (+). Kadang kadang pasien
mengeluh kesemutan pada kaki kiri. Pasien dalam
pengobatan TB sejak bulan Januari 2014.
Resume
Pemeriksaan Fisik :
KU tss, somnolen, TD 110/80 mmHg, HR 80 x/menit, RR 20
x/menit, suhu subfebris,
Status neurologis : kesan hemiparese (-)
Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium : anemia
CT Scan : Tidak tampak lesi maupun penyangatan kontras
patologis intra parenkim / intra cranial pada CT scan kepala
saat ini.
Foto Rontgen : jantung dalam batas normal
Paru :
a. Penebalan laterobasal pleura kanan DD/ Pleuritis
, efusi pleura kanan minimal
b. Hiperserasi basal kedua paru
c. Peribronkial infiltrate di penhiler kanan




Diagnosis Kerja
Nyeri kepala, diplopia, TB
paru, penurunan kesadaran
Diagnosis
klinis
Susp. Meningoensefalitis TB
Diagnosis
Etiologis
Meningen
Parenkim
Diagnosis
Topis
Tatalaksana
RHZE 450/300/1000/1000
Sukralfat 4 x 1
Alprazolam 1 x 0,25
Parasetamol 4 x 500 mg
OMZ 2 x 40 mg
NaCl 0,9 % 500 ml/12 jam
Prognosis
Ad vitam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam

Meningoensefalitis TB
Meningitis adalah peradangan umum pada
arakhnoid dan piameter yang dapat terjadi
secara akut dan kronis.
Ensefalitis adalah peradangan jaringan otak.
Meningoensefalitis tuberkulosis adalah
peradangan pada meningen dan otak yang
disebabkan oleh Mikobakterium Tuberkulosis
(TB).
Bentuk Patologi
Bentuk patologisnya yaitu tuberkel
subarakhnoid yang berisi eksudat gelatinous.
Secara mikroskopik eksudat merupakan
kumpulan sel polimorfonuklear (PMN),
leukosit, sel darah merah, makrofag, limfosit
diantara benang fibrin.
PATOGENESIS
Infeksi TB pada SSP disebabkan oleh
Mikobakterium tuberkulosis, bakteri obligat
aerob yang secara alamiah reservoirnya manusia.
Infeksi SSP dimulai dari inhalasi partikel infektif.
Tiap droplet mengandung beberapa organisme
yang dapat mencapai alveoli dan bereplikasi
dalam makrofag.
Kumpulan organisme yang telah dibunuh,
limfosit, dan sel sel yang mengelilingnya
membentuk suatu fokus perkejuan. Fokus ini akan
diresorpsi oleh makrofag disekitarnya dan
meninggalkan bekas infeksi.
PATOGENESIS
Jika pertahanan tubuh rendah maka fokus
tersebut akan semakin membesar dan
encer karena terjadi proliferasi
mikrobakterium.
Pada penderita dengan daya tahan tubuh
lemah, fokus infeksi primer tersebut akan
mudah ruptur dan menyebabkan TB
ekstra paru yang dapat menjadi TB milier
dan dapat menyerang meningen.
STADIUM
Diagnosis
Gejala klinis : panas tinggi dan sakit kepala yang
hebat yang diikuti dengan mual dan muntah.
Gejala ensefalitis : demam, sakit kepala, muntah,
penglihatan sensitif terhadap cahaya, kaku kuduk
dan punggung, pusing, cara berjalan tak stabil,
iritabilitas kehilangan kesadaran, kurang berespons,
kejang, kelemahan otot, demensia berat mendadak
dan kehilangan memori juga dapat ditemukan.
Gejala dan tanda kaku kuduk, tanda kernig dan
tanda laseque ditemukan maka dianjurkan untuk
pemeriksaan Computer Tomography beserta pungsi
lumbal
Tatalaksana
OAT : 2RHZE / 7-10 RH selama 9 12 bulan.
Kortikosteroid dengan dosis 0,5 mg/kgBB/hari
selama 3 6 minggu.
Komplikasi
Akut :
Edema otak,
Hipertensi intrakranial
SIADH (syndrome of
Inappropriate
Antidiuretic Hormone
Release)
Kejang

Kronik
Memburuknya fungsi
kognitif,
Ketulian,
Kecacatan motorik.