Anda di halaman 1dari 7

Modul 13

Bedah Urologi PROSTATEKTOMI SUPRAPUBIK


(No. ICOPIM: 5!"3#
1. TU$UAN
1.1. Tu%ua& 'e()ela%ara& u(u(
Setelah mengikuti sesi ini peserta didik memahami dan mengerti tentang anatomi, topografi, histologi,
fisiologi dan biokimia dari prostat dan saluran kemih bagian bawah, menegakkan diagnosis dan
pengelolaan hiperplasia prostat jinak (benign prostat hyperplasia, BPH), melakukan work-up penderita
BPH dan menentukan tindakan operatif yang sesuai beserta dengan perawatan pasca operasinya
1.*. Tu%ua& 'e()ela%ara& +hu,u,
Setelah mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk
!" #ampu menjelaskan anatomi, topografi, dan fisiologi prostat dan sistem saluran kemih ( tingkat
kompetensi $%,&% ) ' ak"(,%,),*
(" #ampu menjelaskan patofisiologi dan faktor predisposisi BPH ( tingkat kompetensi $%,&% ) '
ak"(,%,),*
%" #ampu menjelaskan gambaran klinis dan terapi BPH ( tingkat kompetensi $%,&%) ' ak(,%,),*
+" #ampu menjelaskan pemeriksaan penunjang diagnosis seperti prostate spesific antigen (PS&),
foto polos abdomen, pyelografi intra,ena, -S., uroflowmetri, sistoskopi, dan /0-S ( tingkat
kompetensi $%,&% ) ' ak (,%,),*,!(
1" #ampu menjelaskan tehnik operasi prostatektomi suprapubik dan komplikasinya ( tingkat
kompetensi $%,&% ) ' ak (,%,+,1,),*,2,!3,!(
)" #ampu menjelaskan penanganan komplikasi operasi ( tingkat kompetensi $%,&% ) ' ak
(,%,+,1,),*,2,!3,!(
*" #ampu melakukan work-up penderita BPH yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang ( tingkat kompetensi $%,P1,&% ) ' ak !-!(
2" #ampu melakukan tindakan pembedahan prostatektomi suprapubik ( tingkat kompetensi
$%,P1,&% ) ' ak !-!(
4" #ampu merawat penderita BPH pra operatif ( memberi penjelasan kepada penderita dan
keluarga, informed consent ), dan pasca operasi serta mampu mengatasi komplikasi yang terjadi
(tingkat kompetensi $%,P1,&% ) ' ak !-!(
*. POKOK BA-ASAN . SUB POKOK BA-ASAN
!" &natomi, topografi, histologi, fisiologi dan biokimia dari prostat dan sistem saluran kemih
(" 5tiologi, macam, diagnosis dan rencana pengelolaan BPH
%" /ehnik operasi prostatektomi suprapubik dan komplikasinya
+" 6ork-up penderita BPH
1" Perawatan penderita BPH pra operatif dan pasca operasi
3. /AKTU
METO0E &" Proses pembelajaran dilaksanakan melalui metode
1) small group discussion
2) peer assisted learning (P&7)
3) bedside teaching
4) task-based medical education
B" Peserta didik paling tidak sudah harus mempelajari
1) bahan acuan (references)
2) ilmu dasar yang berkaitan dengan topik pembelajaran
3) ilmu klinis dasar
8" Penuntun belajar (learning guide) terlampir
9" /empat belajar (training setting) bangsal bedah, kamar
operasi, bangsal perawatan pasca operasi"
1. ME0IA !" 6orkshop ' Pelatihan
(" Belajar mandiri
%" $uliah
+" .roup diskusi
!
1" :isite, bed site teaching
)" Bimbingan ;perasi dan asistensi
*" $asus morbiditas dan mortalitas
2" 8ontinuing Profesional 9e,elopment
5. A2AT BANTU PEMBE2A$ARAN
Internet, telekonferens, dll.
!. E3A2UASI
!" Pada awal pertemuan dilaksanakan pre-test dalam bentuk #8<, essay dan oral sesuai dengan
tingkat masa pendidikan, yang bertujuan untuk menilai kinerja awal yang dimiliki peserta didik
dan untuk mengidentifikasi kekurangan yang ada" #ateri pre-test terdiri atas
&natomi dan urodinamika saluran kemih bagian atas
Penegakan 9iagnosis
/erapi ( tehnik operasi )
$omplikasi dan penanganannya
=ollow up
(" Selanjutnya dilakukan >small group discussion? bersama dengan fasilitator untuk membahas
kekurangan yang teridentifikasi, membahas isi dan hal-hal yang berkenaan dengan penuntun
belajar, kesempatan yang akan diperoleh pada saat bedside teaching dan proses penilaian"
%" Setelah mempelajari penuntun belajar ini, peserta didik diwajibkan untuk mengaplikasikan
langkah-langkah yang tertera dalam penuntun belajar dalam bentuk role-play dengan teman-
temannya (peer assisted learning) atau kepada SP (standardied patient)" Pada saat tersebut,
yang bersangkutan tidak diperkenankan membawa penuntun belajar, penuntun belajar dipegang
oleh teman-temannya untuk melakukan e,aluasi (peer assisted e!aluation)" Setelah dianggap
memadai, melalui metoda bedside teaching di bawah pengawasan fasilitator, peserta didik
mengaplikasikan penuntun belajar kepada nodel anatomik dan setelah kompetensi tercapai
peserta didik akan diberikan kesempatan untuk melakukannya pada pasien sesungguhnya" Pada
saat pelaksanaan, e,aluator melakukan pengawasan langsung (direct obser!ation), dan mengisi
formulir penilaian sebagai berikut
Perlu 'er)ai+a&: pelaksanaan belum benar atau sebagian langkah tidak dilaksanakan
Cu+u': pelaksanaan sudah benar tetapi tidak efisien, misal pemeriksaan terlalu lama atau
kurang memberi kenyamanan kepada pasien
Bai+: pelaksanaan benar dan baik (efisien)
+" Setelah selesai bedside teaching, dilakukan kembali diskusi untuk mendapatkan penjelasan dari
berbagai hal yang tidak memungkinkan dibicarakan di depan pasien, dan memberi masukan
untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan"
1" Self assessment dan "eer #ssisted $!aluation dengan mempergunakan penuntun belajar
)" Pendidik'fasilitas
Pengamatan langsung dengan memakai e!aluation checklist form ' daftar tilik(terlampir)
Penjelasan lisan dari peserta didik' diskusi
$riteria penilaian keseluruhan cakap' tidak cakap' lalai"
*" 9i akhir penilaian peserta didik diberi masukan dan bila diperlukan diberi tugas yang dapat
memperbaiki kinerja (task-based medical education)
2" Pencapaian pembelajaran
Pre test
@si pre test
&natomi dan fisiologi dan patologi sistem urogenital
9iagnosis
/erapi (/ehnik operasi)
$omplikasi dan penanggulangannya
=ollow up
Bentuk pre test
#8<, 5ssay dan oral sesuai dengan tingkat masa pendidikan
Buku acuan untuk pre test
(
!" Buku teks @lmu Bedah (diagnosis)Hamilton Bailey
(" Buku teks @lmu Bedah SchwarAt
%" Buku /eks @lmu Bedah Borton
+" Buku ajar @lmu Bedah @ndonesia
1" &tlas /eknik operasi 0ob C Smith
)" &tlas /eknik operasi 6hitehead
Bentuk -jian ' test latihan
-jian ;S8& ($, P, &), dilakukan pada tahapan bedah dasar oleh $olegium @"
Bedah"
-jian akhir stase, setiap di,isi' unit kerja oleh masing-masing senter pendidikan"
-jian akhir kognitif nasional, dilakukan pada akhir tahapan bedah lanjut (jaga @@)
oleh $olegium @" Bedah"
-jian akhir profesi nasional (kasus bedah), dilakukan pada akhir pendidikan oleh
$olegium @" Bedah
4. RE5ERENSI
!" StutAman 05" ;pen prostatectomy in .raham S9 (ed)" .lennDs -rologic Surgery" 1
th
ed"
Philadelphia 7ippincot-0a,en PublishersE !442" p"(11-)!"
(" ;esterling F5" 0etropubic and Suprapubic Prostatectomy in 6als P8 (ed)" 8ampbellDs -rology" *
th
ed" Philadelphia 6"B"Saunders 8ompanyE !442" p"!1(4-+3"
%" 7yerly H$" /he #ale .enital System in Sabiston 98 (ed)" /eGtbook of surgery" !1
th
ed"
Philadelphia 6B Saunders 8ompanyE !44*" p"!1)%-1"
+" Presti F8" Beoplasma of the Prostate .land in /anagho 5&, #c &ninch F6 (eds)" SmithDs .eneral
-rology" !1
th
ed" Bew Hork 7ange #edical Book'#c.raw-HillE (333" p"+3+-1"
1" SchwartA S@" Principles of Surgery" *
th
ed" Bew Hork #c.raw-HillE !444" p"!2!4-(!"
)" #acaluso FB" Suprapubic Prostatectomy in 6hitehead 59 (ed)" &tlas of Surgical /echniIues in
-rology" Philadelphia 7ippinctt-0a,en PublishersE !442" p"(*!-)"
*" 6hitfield HB" /rans,esical Prostatectomy in 6hitfield HB (ed)" 0ob C SmithDs ;perati,e
Surgery .enitourinary Surgery" 1
th
ed" ;Gford Butterworth-Heinemann 7tdE !44%" p"%4*-+33"
6. URAIAN: PROSTATEKTOMI SUPRAPUBIK
6.1. I&7rodu+,i
a" 9efinisi
Suatu tindakan enukleasi adenoma prostat melalui insisi ekstraperitoneal pada dinding buli
anterior bagian bawah"
b" 0uang lingkup
Semua penderita laki-laki berusia diatas 13 tahun yang datang dengan keluhan kencing kurang
lancar (sindroma prostatism) yang terdiri dari
!" .ejala ;bstruktif
Hesitansi, pancaran urin melemah atau mengecil, intermitensi, terminal dribling, terasa ada sisa
setelah selesai miksi"
(" .ejala @ritasi
-rgensi (sulit menahan miksi), frekuensi (miksi lebih sering dari biasanya), disuria sampai
akhirnya terjadi retensi urin"
9alam kaitan penegakan diagnosis dan pengobatan, diperlukan beberapa disiplin ilmu yang terkait
antara lainE Patologi $linik dan 0adiologi"
c" @ndikasi operasi
- Penderita BPH dengan retensio urin akut atau pernah retensio urin akut
- Penderita BPH dengan retensio urin kronis artinya dalam buli-buli selalu lebih dari %33 ml"
- Penderita BPH dengan residual urin lebih dari !33 ml
- Penderita BPH dengan penyulit batu buli-buli, di,ertikel buli-buli, hidronephrosis, gangguan
faal karena obstruksi"
- Penderita BPH yang tidak berhasil dengan terapi medikamentosa
d" $ontra indikasi operasi
- Penyakit jantung berat' gagal jantung berat
- .angguan faal pembekuan darah
%
$husus
- Prostat yang kecil
- Sudah pernah dilakukan prostatektomi
- Pernah operasi di daerah prostat sebelumnya yang berhubungan dengan kelenjar prostat
- Beberapa tipe kanker prostat
e" 9iagnosis Banding
- Striktur ureter
- Batu uretra post
f" Pemeriksaan Penunjang
Prostate spesific antigen (PS&), foto polos abdomen, pyelografi intra,ena (pada kasus BPH tanpa
retensio urin), -S. bila terjadi gangguan faal ginjal (serum kreatinin J+), uroflowmetri bila
penderita masih bisa kencing atau untuk e,aluasi pasca terapi, dan /0-S (/ransrektal -S.)
dengan indikasi tertentu"
Setelah memahami, menguasai dan mengerjakan modul ini maka diharapkan seorang dokter ahli
bedah mempunyai kompetensi serta penerapannya dapat dikerjakan di 0S Pendidikan dan 0S jaringan
pendidikan"
6.*. Ko('e7e&,i 7er+ai7 de&ga& (odul. List of skill
/ahapan Bedah 9asar ( semester @ K @@@ )
L Persiapan pra operasi
o &namnesis
o Pemeriksaan =isik
o Pemeriksaan penunjang
o @nformed consent
L &ssisten (, assisten ! pada saat operasi
L =ollow up dan rehabilitasi
/ahapan bedah lanjut (Smstr" @:-:@@) dan 8hief residen (Smstr :@@@-@M )
L Persiapan pra operasi
o &namnesis
o Pemeriksaan =isik
o Pemeriksaan penunjang
o @nformed consent
L #elakukan ;perasi ( Bimbingan, #andiri )
o Penanganan komplikasi
o =ollow up dan rehabilitasi
6.3. Algori7(a da& Pro,edur
Algori7(a
7:/S
&namnesa @PSS
P= 905
7ab" -restinin, pS&, urinalisis
-S.' @:P
BPH
@ndikasi operasi (N) @ndikasi (-)
Prostatektomy #edikomantosa
6.1. Teh&i+ O'era,i
Secara singkat tehnik dari prostatektomi suprapubik dapat dijelaskan sebagai berikut
9engan pembiusan umum"
Posisi pasien terlentang dengan meja sedikit fleksi"
+
Pasang kateter urin, isi buli-buli dengan air steril %33cc, lepaskan kateter"
9esinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik"
7apangan pembedahan dipersempit dengan linen steril"
@nsisi kulit di garis tengah infraumbilikal diperdalam sampai membuka fasia rektus (linea
alba)
7emak peri,esika disisihkan ke proksimal, identifikasi buli-buli, pasang retraktor"
Buat jahitan hemostasis dengan chromic catgut di proksimal dan distal tempat yang akan
diinsisi pada buli" @nsisi buli diantara kedua jahitan, perlebar dengan klem" @dentifikasi leher
buli, trigonum dan muara ereter"
@nsisi mukosa yang mengelilingi penonjolan adenoma dengan kauter, pisahkan mukosa
dengan adenoma menggunakan gunting bengkok"
5nukleasi adenoma prostat di antara kapsul dan adenoma dengan jari" Potong sisa mukosa
dengan gunting" Bekas enukleasi di tekan dengan kasa selama O 1 menit untuk
menghentikan perdarahan, jahit dasar prostat pada jam 1 dan * untuk hemostasis"
Pasang kateter lubang tiga no" (+= sampai ke buli-buli (balon jangan diisi dulu)
Fahit buli-buli ( lapis, mukosa muskularis dengan plain catgut %-3 secara jelujur, tunika
serosa dengan 9eGon %-3"
/es e,aluasi kebocoran buli-buli dengan memasukkan PP (13 cc melalui kateter, bila tidak
ada kebocoran isi balon kateter balon dengan air +3 cc dan ditraksi kemudian dipasang
spoel dengan PP"
Pasang redon drain peri ,esikal"
/utup lapangan operasi lapis demi lapis"
6.5. Ko('li+a,i o'era,i
$omplikasi pasca bedah ialah perdarahan, sistitis, epidimo-orkitis, inkontinensia urin, kontraktur leher
buli, disfungsi ereksi, dan ejakulasi retrograde"
6.!. Mor7ali7a, (rendah)
6.4. Pera8a7a& Pa,9a)edah
$ateter ditraksi selama (+ jam, dan dilepas 1-* hari
Pelepasan redon drain bila dalam ( hari berturut-turut produksi Q (3cc'(+ jam"
Pelepasan benang jahitan keseluruhan !3 hari pasca operasi"
6.6. 5ollo8u'
Pada bulan pertama kontrol ( minggu sekali untuk e,aluasi keluhan dan pancaran kencingnya,
selanjutnya setiap % bulan, + bulan, ) bulan dan setiap tahun
&pabila terdapat gangguan pancaran segera periksa uroflowmetri
Setiap kontrol dilakukan pemeriksaan laboratorium (darah lengkap, urin lengkap faal ginjal, urin
kultur dan tes kepekaan)"
6.:. Ka7a Ku&9i: %"&, prostatektomi suprapubik
1
:. 0A5TAR CEK PENUNTUN BE2A$AR PROSE0UR OPERASI
Bo 9aftar cek penuntun belajar prosedur operasi
Sudah
dikerjakan
Belum
dikerjakan
PERSIAPAN PRE OPERASI
! @nformed consent
( 7aboratorium
% Pemeriksaan tambahan
+ &ntibiotik propilaksis
1 8airan dan 9arah
) Peralatan dan instrumen operasi khusus
ANASTESI
! Barcose dengan general anesthesia, regional, lokal
PERSIAPAN 2OKA2 0AERA- OPERASI
! Penderita diatur dalam posisi terlentang
( 7akukan desinfeksi dan tindakan asepsis ' antisepsis pada
daerah operasi"
% 7apangan pembedahan dipersempit dengan linen steril"
TIN0AKAN OPERASI
! @nsisi kulit sesuai dengan indikasi operasi
( Selanjutnya irisan diperdalam menurut jenis operasi tersebut
diatas
% Prosedur operasi sesuai kaidah bedah urologi
PERA/ATAN PASCA BE0A-
! $omplikasi dan penanganannya
( Pengawasan terhadap &B8
% Perawatan luka operasi
8atatan Sudah ' Belum dikerjakan beri tanda
)

1". 0A5TAR TI2IK


Berikan tanda dalam kotak yang tersedia bila keterampilan'tugas telah dikerjakan dengan
memuaskan, dan berikan tanda bila tidak dikerjakan dengan memuaskan serta /'9 bila tidak
dilakukan pengamatan
Me(ua,+a& 7angkah' tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun
Tida+
(e(ua,+a&
/idak mampu untuk mengerjakan langkah' tugas sesuai dengan prosedur
standar atau penuntun
T.0 Tida+ dia(a7i 7angkah, tugas atau ketrampilan tidak dilakukan oleh peserta latih selama
penilaian oleh pelatih
Bama peserta didik /anggal
Bama pasien Bo 0ekam #edis
0A5TAR TI2IK
No Kegia7a& . la&g+ah +li&i+
Ke,e('a7a& +e
1 * 3 1 5
Peserta dinyatakan
7ayak
/idak layak
melakukan prosedur
/anda tangan pelatih
/anda tangan dan nama terang
*

Anda mungkin juga menyukai