Anda di halaman 1dari 11

M

a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
PUTUSAN
No. 2282 K/Pid/2011
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
M A H K A M A H A G U N G
memeriksa perkara pidana dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai
berikut dalam perkara Terdakwa :
Nama : Tatang Als. Sutang Bin Dace ;
Tempat lahir : Purwakarta ;
Umur/tanggal lahir : 28 tahun ;
Jenis kelamin : Laki-laki ;
Kebangsaan : Indonesia ;
Tempat tinggal : Kampung Bojongkole Rt. 03/03 Desa
Cigunungherang, Kecamatan Cikalongkulon
Kabupaten Cianjur ;
Agama : Islam ;
Pekerjaan : Buruh ;
Terdakwa berada di dalam tahanan :
1. Penuntut Umum sejak tanggal 02 Maret 2011 sampai dengan
tanggal 21 Maret 2011 ;
2. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 18 April 2011 sampai
dengan tanggal 17 Mei 2011 ;
3. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 18 Mei
2011 sampai dengan tanggal 16 Juli 2011 ;
4. Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 17 Juli 2011
sampai dengan tanggal 15 Agustus 2011 ;
5. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (I) sejak tanggal 01
Agustus 2011 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2011 ;
6. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (II) sejak tanggal 31
Agustus 2011 sampai dengan tanggal 29 Oktober 2011 ;
7. Berdasarkan Penetapan Ketua Mahkamah Agung Republik
Indonesia u.b. Ketua Muda Pidana No. 811/2011/S.377.TAH/
PP/2011/MA tanggal 8 Desember 2011 Terdakwa diperintahkan
untuk ditahan selama 50 (lima puluh) hari, terhitung sejak tanggal
14 Nopember 2011 ;
8. Perpanjangan berdasarkan Penetapan Ketua Mahkamah Agung
Republik Indonesia u.b. Ketua Muda Pidana No. 811/2011/S.
al. 1 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 1
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
377.TAH/ PP/2011/MA tanggal 8 Desember 2011 Terdakwa
diperintahkan untuk ditahan selama 60 (enam puluh) hari,
terhitung sejak tanggal 04 Januari 2012 ;
yang diajukan di muka persidangan Pengadilan Negeri Cianjur karena didakwa :
Primair :
Bahwa Terdakwa Tatang Als. Sutang Bin Dace, pada hari Sabtu tanggal
23 Oktober 2010 sekira pukul 20.30 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain
yang tidak dapat diingat lagi dalam bulan Oktober 2010, bertempat di Kampung
Cigunungherang Desa Cigunungherang Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten
Cianjur atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang tidak dapat diingat lagi yang
masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Cianjur, telah
mencoba dengan sengaja merampas nyawa orang lain, niat untuk itu telah
ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan
itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri. Perbuatan
Terdakwa tersebut dilakukan dengan cara-cara antara lain sebagai berikut :
Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan di atas, yakni
ketika saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman sedang melaksanakan
Shalat Isya di kamar depan rumahnya dan ketika itu baru rakaat kedua, terlihat
oleh saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman ada bayangan yang diduga
anaknya bernama Rizky bangun dari tidur. Tidak lama kemudian ketika saksi
korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman masih dalam posisi berdiri, tiba-tiba
kain mukena yang sedang dipakainya ada yang menarik ke atas hingga
menutupi wajahnya, lalu lehernya ada yang mencekik dan menariknya hingga
tersungkur dan terduduk dengan kondisi leher saksi korban Rina Nur Bayu Lela
Binti Herman masih dicekiknya. Kemudian oleh pelaku saksi korban Rina Nur
Bayu Lela Binti Herman diangkat dari posisi duduk hingga berdiri, ketika itu dari
bayangan kain mukena yang transparan (carang) saksi korban Rina Nur Bayu
Lela Binti Herman melihat wajah dan bentuk badan pelaku yang sudah
dikenalnya yaitu wajah dan bentuk badan Terdakwa Tatang Als. Sutang Bin
Dace. Selanjutnya sambil berdiri Terdakwa tetap mencekik saksi korban Rina
Nur Bayu Lela Binti Herman dari arah belakang lalu menariknya ke kamar
belakang yang dalam keadaan gelap. Setelah di kamar belakang saksi korban
Rina Nur Bayu Lela Binti Herman oleh Terdakwa didorong hingga jatuh
tersungkur. Kemudian Terdakwa melepaskan cekikannya lalu menjambak
rambut saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman hingga tengadah. Ketika
itu saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman sempat berteriak Allohu Akbar
dan ketika itu Terdakwa memukul kepala saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti
al. 2 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 2
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Herman dan membacoknya menggunakan sebilah golok, namun ketika
Terdakwa mau membacok kepala saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti
Herman, ketika itu saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman berusaha
menahan kepalanya dengan menggunakan kedua belah telapak tangannya
hingga akhirnya jari-jari tangan saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman
putus. Ketika itu saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman terus-terusan
berteriak minta tolong hingga akhirnya terdengar ada yang menggedor-gedor
pintu rumahnya. Dan tidak lama kemudian masuklah saksi Turi dengan istrinya,
sedangkan Terdakwa yang mengetahui hal tersebut segera pergi dan tidak
diketahui kemana arah perginya. Setelah itu berdatangan warga masyarakat
lainnya termasuk juga suami dari saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman
yaitu saksi Sopi Ilham Abdullah Bin Apud. Selanjutnya saksi korban Rina Nur
Bayu Lela Binti Herman dibawa ke Rumah Sakit Cianjur dengan menggunakan
mobil dan karena lukanya parah dari Rumah Sakit Cianjur saksi korban Rina
Nur Bayu Lela Binti Herman dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung
hingga dirawat selama lima belas hari.
Bahwa ketika saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman mau dibawa
ke Rumah Sakit Cianjur, ketika itu saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti
Herman diangkat dari kamar belakang rumahnya menuju mobil oleh tiga orang
saksi yaitu saksi Pandi Bin Saimar, Budi Bin Dedih dan RoI Bin Saeri. Ketika itu
saksi Pandi Bin Saimar menggotongnya hanya sampai pintu depan rumah saksi
korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman, sedangkan saksi Budi Bin Dedih dan
RoI Bin Saeri berdua langsung menggotong saksi korban Rina Nur Bayu Lela
Binti Herman menuju mobil yang akan membawa saksi korban Rina Nur Bayu
Lela Binti Herman menuju Rumah Sakit Cianjur.
Akibat perbuatan Terdakwa tersebut saksi korban mengalami luka-luka.
Dan hal ini sesuai dengan visum et repertum Nomor : 2010335/VK/IKFM/X/2010
tertanggal 24 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh dr. Beriman, yang telah
melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban bernama Rina Binti Herman,
dengan hasil pemeriksaan yang kesimpulannya antara lain sebagai berikut :
Ditemukan tanda-tanda benturan benda tajam berupa dua buah luka terbuka di
puncak kepala kiri, patah tulang atap tengkorak, luka terbuka di pipi kiri, lengan
kiri, kedua tangan dan jari satu sampai kelima tangan kiri.
Perbuatan Terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana
dalam Pasal 338 jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana.
Subsidiair :
Bahwa Terdakwa Tatang Als. Sutang Bin Dace, pada hari Sabtu tanggal
al. 3 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 3
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
23 Oktober 2010 sekira pukul 20.30 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain
yang tidak dapat diingat lagi dalam bulan Oktober 2010, bertempat di Kampung
Cigunungherang Desa Cigunungherang Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten
Cianjur atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang tidak dapat diingat lagi yang
masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Cianjur, telah sengaja
melukai berat orang lain. Perbuatan Terdakwa tersebut dilakukan dengan cara-
cara antara lain sebagai berikut :
Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan di atas, yakni
ketika saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman sedang melaksanakan
Shalat Isya di kamar depan rumahnya dan ketika itu baru rakaat kedua, terlihat
oleh saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman ada bayangan yang diduga
anaknya bernama Rizky bangun dari tidur. Tidak lama kemudian ketika saksi
korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman masih dalam posisi berdiri, tiba-tiba
kain mukena yang sedang dipakainya ada yang menarik ke atas hingga
menutupi wajahnya, lalu lehernya ada yang mencekik dan menariknya hingga
tersungkur dan terduduk dengan kondisi leher saksi korban Rina Nur Bayu Lela
Binti Herman masih dicekiknya. Kemudian oleh pelaku saksi korban Rina Nur
Bayu Lela Binti Herman diangkat dari posisi duduk hingga berdiri, ketika itu dari
bayangan kain mukena yang transparan (carang) saksi korban Rina Nur Bayu
Lela Binti Herman melihat wajah dan bentuk badan pelaku yang sudah
dikenalnya yaitu wajah dan bentuk badan Terdakwa Tatang Als. Sutang Bin
Dace. Selanjutnya sambil berdiri Terdakwa tetap mencekik saksi korban Rina
Nur Bayu Lela Binti Herman dari arah belakang lalu menariknya ke kamar
belakang yang dalam keadaan gelap. Setelah di kamar belakang saksi korban
Rina Nur Bayu Lela Binti Herman oleh Terdakwa didorong hingga jatuh
tersungkur. Kemudian Terdakwa melepaskan cekikannya lalu menjambak
rambut saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman hingga tengadah. Ketika
itu saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman sempat berteriak Allohu Akbar
dan ketika itu Terdakwa memukul kepala saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti
Herman dan membacoknya menggunakan sebilah golok, namun ketika
Terdakwa mau membacok kepala saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti
Herman, ketika itu saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman berusaha
menahan kepalanya dengan menggunakan kedua belah telapak tangannya
hingga akhirnya jari-jari tangan saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman
putus. Ketika itu saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman terus-terusan
berteriak minta tolong hingga akhirnya terdengar ada yang menggedor-gedor
pintu rumahnya. Dan tidak lama kemudian masuklah saksi Turi dengan istrinya,
al. 4 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 4
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
sedangkan Terdakwa yang mengetahui hal tersebut segera pergi dan tidak
diketahui kemana arah perginya. Setelah itu berdatangan warga masyarakat
lainnya termasuk juga suami dari saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman
yaitu saksi Sopi Ilham Abdullah Bin Apud. Selanjutnya saksi korban Rina Nur
Bayu Lela Binti Herman dibawa ke Rumah Sakit Cianjur dengan menggunakan
mobil dan karena lukanya parah dari Rumah Sakit Cianjur saksi korban Rina
Nur Bayu Lela Binti Herman dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung
hingga dirawat selama lima belas hari.
Bahwa ketika saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman mau dibawa
ke Rumah Sakit Cianjur, ketika itu saksi korban Rina Nur Bayu Lela Binti
Herman diangkat dari kamar belakang rumahnya menuju mobil oleh tiga orang
saksi yaitu saksi Pandi Bin Saimar, Budi Bin Dedih dan RoI Bin Saeri. Ketika itu
saksi Pandi Bin Saimar menggotongnya hanya sampai pintu depan rumah saksi
korban Rina Nur Bayu Lela Binti Herman, sedangkan saksi Budi Bin Dedih dan
RoI Bin Saeri berdua langsung menggotong saksi korban Rina Nur Bayu Lela
Binti Herman menuju mobil yang akan membawa saksi korban Rina Nur Bayu
Lela Binti Herman menuju Rumah Sakit Cianjur.
Akibat perbuatan Terdakwa tersebut saksi korban mengalami luka-luka.
Dan hal ini sesuai dengan visum et repertum Nomor : 2010335/VK/IKFM/X/2010
tertanggal 24 Oktober 2010 yang ditandatangani oleh dr. Beriman, yang telah
melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban bernama Rina Binti Herman,
dengan hasil pemeriksaan yang kesimpulannya antara lain sebagai berikut :
Ditemukan tanda-tanda benturan benda tajam berupa dua buah luka terbuka di
puncak kepala kiri, patah tulang atap tengkorak, luka terbuka di pipi kiri, lengan
kiri, kedua tangan dan jari satu sampai kelima tangan kiri.
Perbuatan Terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana
dalam Pasal 354 ayat (1) KUHPidana.
Mahkamah Agung tersebut ;
Membaca tuntutan pidana Jaksa/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri
Cianjur tanggal 12 Juli 2011 sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa Tatang Als. Sutang Bin Dace, bersalah
melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan sebagaimana diatur
dan diancam pidana dalam Pasal 338 jo. Pasal 53 ayat (1)
KUHPidana ;
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa berupa pidana penjara selama
10 (sepuluh) tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan
sementara dan dengan perintah Terdakwa tetap ditahan ;
al. 5 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 5
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
3. Menyatakan barang bukti berupa :
1 (satu) buah kain mukena warna hijau muda dan satu (satu) buah
kain kerudung warna biru, dikembalikan kepada saksi korban Rina
Nur Bayu Lela Binti Herman ;
1 (satu) buah celana panjang warna telor asin merk Poli, dirampas
untuk dimusnahkan ;
4. Menetapkan agar Terdakwa, membayar biaya perkara sebesar
Rp1.000,- (seribu rupiah) ;
Membaca putusan Pengadilan Negeri Cianjur Nomor : 216/Pid.B/2011/
PN.Cj., tanggal 28 Juli 2011 yang amar lengkapnya sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa Tatang Als. Sutang Bin Dace telah terbukti
secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
Percobaan pembunuhan ;
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana
penjara selama : 9 (sembilan) tahun ;
3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa
dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;
4. Memerintahkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
5. Menetapkan barang bukti berupa :
1 (satu) buah kain mukena warna hijau muda dan satu (satu) buah
kain kerudung warna biru, dikembalikan kepada saksi korban Rina
Nur Bayu Lela Binti Herman ;
1 (satu) buah celana panjang warna telor asin merk Poli,
dikembalikan kepada Terdakwa Tatatng Als. Sutang Bin Dace ;
6. Membebani pula Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar
Rp.2.000,- (dua ribu rupiah) ;
Membaca putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor : 330/ Pid/2011/
PT.Bdg., tanggal 10 Oktober 2011 yang amar lengkapnya sebagai berikut :
Menerima permintaan banding dari Penasehat Hukum Terdakwa ;
Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Cianjur tanggal 28 Juli 2011
Nomor : 216/PId.B/2011/PN.Cj., yang dimintakan banding tersebut ;
Memerintahkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa dalam kedua tingkat
peradilan yang dalam tingkat banding sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu
lima ratus rupiah) ;
Mengingat akan akta tentang permohonan kasasi Nomor : 10/Akta.Pid/
al. 6 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 6
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
2009/PN.Cj., yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Cianjur yang
menerangkan, bahwa pada tanggal 14 November 2011 Terdakwa melalui
kuasanya mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi
tersebut ;
Memperhatikan memori kasasi tanggal 28 November 2011 dari kuasa
Terdakwa yang diajukan untuk dan atas nama Terdakwa juga sebagai Pemohon
Kasasi tersebut berdasarkan surat kuasa khusus bertanggal 14 November 2011,
memori kasasi mana telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Cianjur
pada tanggal 28 November 2011 ;
Membaca surat-surat yang bersangkutan ;
Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Tinggi tersebut telah
diberitahukan kepada Terdakwa pada tanggal 7 November 2011 dan Terdakwa
melalui kuasanya mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 14 November
2011 serta memori kasasinya telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Cianjur pada tanggal 28 November 2011 dengan demikian permohonan kasasi
beserta dengan alasan-alasannya telah diajukan dalam tenggang waktu dan
dengan cara menurut undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi
tersebut formal dapat diterima ;
Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/
Terdakwa pada pokoknya sebagai berikut :
Bahwa Judex Facti (tingkat banding) dengan putusannya Nomor : 330/
Pid/2011/PT.BDG., Jo. Nomor : 216/Pid.B/2011/PN.CJ., tertanggal 10 Oktober
2011, terbukti tidak meneliti kembali mengenai peristiwa hukum dalam perkara
a quo dan tanpa mempertimbangkan lebih rinci dan mendalam, bahkan terkesan
mengenyampingkan hal-hal substansial secara hukum tentang kontradiktif
dakwaan dengan pembuktian dan kesaksian sebagai dasar keberatan di tingkat
banding.
Bahwa Judex Facti baik di tingkat banding maupun tingkat pertama
ternyata tidak disertai pertimbangan-pertimbangan hukum yang jelas dan tepat,
baik di bidang korelasi peristiwa hukum maupun di bidang penerapan
hukumnya, sehingga dengan memberikan putusan yang amarnya keliru, tidak
benar dan tidak tepat, sangat merugikan Pemohon Kasasi sebagai pesakitan
yang permanen yang tidak pernah Terdakwa lakukan.
Bahwa Pemohon tidak dapat menerima keputusan Pengadilan Tinggi
tersebut, oleh karenanya Pemohon menyatakan mohon pemeriksaan dalam
tingkat kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi tersebut pada tanggal 10 Oktober
2011.
al. 7 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 7
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Bahwa adapun keberatan-keberatan Pemohon Kasasi yang menjadi
dasar adalah sebagai berikut :
KEBERATAN PERTAMA :
Mengenai tidak cermatnya uraian peristiwa hukum dakwaan JPU :
Bahwa dalam dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, menyatakan
Pemohon telah melakukan dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan
sebagaimana dimaksud Primair dalam Pasal 338 Jo. Pasal 53 ayat ke (1)
KUHPidana dan Subsidair Pasal 354 ayat (1) KUHPidana, sedangkan dalam
peristiwa hukum yang terjadi dalam perkara a quo saksi korban menerangkan
pada saat terjadinya perbuatan pidana tersebut muka korban tertutup mukena
karena ditarik oleh pelaku, dan saksi korban menerangkan bahwa saksi korban
melihat sosok pelaku dari kain mukena yang transparan, sedangkan dalam
keterangan kesaksian di persidangan mengatakan saksi korban melihat
langsung dengan mata terbuka, maka dengan demikian mengakibatkan
dakwaan Jaksa Penuntut Umum menjadi tidak cermat, oleh karenanya
bertentangan dengan Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP. Dengan keadaan
ketidakcermatan Jaksa Penuntut Umum dalam menguraikan peristiwa hukum
dalam dakwaan sepatutnya menurut hukum Majelis Hakim Pengadilan Tinggi
Bandung (Jawa Barat) untuk membatalkan atau menolak dakwaan Jaksa
Penuntut Umum dan mendudukan perkara ini untuk melepaskan Pemohon dari
segala dakwaan dan tuntutan atau batal demi hukum.
Mengenai persidangan :
Bahwa pada saat dilakukan persidangan di tingkat pertama dengan
agenda kesaksian, diterangkan kejadiannya terjadi pada waktu malam hari
sekitar jam 20.00 Wib, dan keadaan di rumah saksi korban agak gelap hanya
menggunakan lampu kecil di ruang kamar dan di tempat kejadian percobaan
pembunuhan di tempat yang tidak ada lampunya, menurut keterangan saksi
korban ia melihat langsung sosok korban dengan mata langsung tidak terhalang
oleh apapun, sedangkan pada saat terjadinya penganiayaan saksi korban
menutup kepala dengan tangan dan kepala korban pada saat ditariknya mukena
(kain untuk shalat bagian atas/kerudung) menutupi wajahnya, hal ini
menunjukkan indikasi keterangan saksi korban tidak benar dan kontradiktif
dengan peristiwa hukum yang sebenarnya menurut logika hukum.
Bahwa berdasarkan pada pembuktian di persidangan mukena yang
diperlihatkan di persidangan hanya bagian bawahnya saja sedangkan bagian
atasnya dibuatkan berita acara kehilangan, dikaitkan dengan uraian dalam
dakwaan Jaksa Penuntut Umum menerangkan bahwa saksi korban melihat
al. 8 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 8
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
sosok korban dari kain yang transparan, sedangkan bukti yang diperlihatkan di
persidangan mukenanya terbuat dari bahan yang tebal atau tidak transparan,
oleh karenanya terdapat keterangan yang tidak benar atau disembunyikan
kebenaran materilnya dalam perkara a quo, dan atas hal ini baik di
persidangan tingkat pertama maupun banding tidak pernah dilihat sisi
kebenaran, maka dengan demikian Majelis Hakim tingkat pertama dan banding
telah melakukan kesalahan dan kekeliruan dalam menjalankan kewajiban
hukumnya.
Bahwa berdasarkan pada keterangan kesaksian korban, pelaku
percobaan pembunuhan terlihat memakai celana hitam baju hitam, dan di
persidangan celana yang dijadikan alat bukti bukan celana hitam akan tetapi
celana warna telor asin, maka dengan demikian tidak adanya korelasi bukti
pakaian yang dikenakan pelaku dengan proses pemeriksaan di persidangan,
meskipun sudah secara jelas dan nyata keterangan saksi korban dengan alat
bukti di persidangan tidak ada persuaian, namun Majelis Hakim tingkat pertama
dan banding tidak dijadikan bahan pertimbangan adanya kekeliruan dan
kesalahan yang perlu dibuktikan kebenaran formalnya.
KEBERATAN KEDUA :
Bahwa dalam pertimbangan hukumnya Judex Facti tingkat banding sama
sekali tidak mempertimbangkan dalil pledoi dari Pemohon dengan seksama,
bahwa dari saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak ada
satu orang pun yang mengetahui dan melihat secara langsung kejadiannya
apalagi mengetahui siapa pelakunya. Bahwa dalam proses persidangan ini
hanya disandarkan pada keterangan saksi korban saja dan visum.
Sedangkan keterangan saksi korban banyak yang saling bertentangan
dengan peristiwa hukum dan logika hukum, oleh karenanya perlu dilakukan
teslie dalam kasus ini karena apabila didasarkan pada pengakuannya saja
sangatlah patal karena menyangkut hajat hidup dan masa depan orang yang
tidak bersalah sebagaimana yang terjadi pada diri Pemohon dalam perkara a
quo.
Bahwa berdasarkan pada keterangan Pemohon di persidangan dalam
proses pemeriksaan peristiwa hukum yang dialami oleh Pemohon telah
diuraikan dengan alamiah dan masuk akal, yang dimulai dari pada saat sore hari
sampai pagi hari pada waktu kejadian peristiwa percobaan pembunuhan, tidak
ada satu waktu pun yang mengarah Pemohon sebagai pelaku percobaan
pembunuhan kepada saksi korban, oleh karenanya Majelis Hakim tingkat
pertama dan banding telah keliru menghukum orang yang tidak bersalah (error
al. 9 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 9
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
in persona) dalam perkara a quo.
Bahwa selama waktu pemeriksaan di persidangan Pemohon selalu
mengatakan bahwa ia bukanlah pelakunya dan hal itu dikatakan berulang-ulang
sampai mengatakan sumpah beberapa kali, namun hal ini tidak dapat
meyakinkan Majelis Hakim dengan baik, namun melalui kasasi ini Pemohon
mengharapkan rasa kebenaran dan rasa keadilan pada diri Pemohon yang saat
ini menjadi pesakitan yang tidak cukup bukti dan tidak beralasan secara hukum
dijadikan sebagai Terdakwa atau tahanan.
Bahwa Majelis Hakim dalam pertimbangan hukum ini sangatlah tidak
tepat dan tidak benar menerapkan Pasal 338 Jo. Pasal 53 ayat (1) KUH Pidana,
karena apabila disimak secara seksama sepatutnya menurut hukum Judex
Facti tingkat banding untuk dapat membatalkan putusan tingkat pertama
seluruhnya dan membebaskan diri Pemohon sebagai Terdakwa dalam perkara
dugaan tindak pidana a quo, karena peradilan tingkat pertama hanya
mempertimbangkan dalil-dalil an sich secara sepihak dari saksi korban dengan
tidak didukung oleh alat bukti yang sah dan kuat yang tidak mempunyai
korelasi hukum pembuktian sebagai dasar pertimbangan hukum dalam
memberikan putusan.
Berdasarkan pada alasan-alasan yang tertuang dalam keberatan
pertama hingga keberatan yang kedua tersebut di atas, jelaslah bahwa Judex
Facti telah salah dalam menerapkan hukum dengan mengenyampingkan fakta-
fakta hukum yang terjadi sebenarnya dan Judex Facti tidak cukup bukti dan
tidak beralasan hukum dalam memberikan pertimbangan-pertimbangan
putusannya.
Menimbang, bahwa atas alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung
berpendapat :
Bahwa alasan-alasan kasasi Terdakwa tidak dapat dibenarkan, karena
putusan Judex Facti telah tepat dan benar, Terdakwa telah terbukti melakukan
percobaan pembunuhan terhadap saksi korban dengan menggunakan tangan
dan golok ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata,
putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/
atau undang-undang, maka permohonan kasasi tersebut harus ditolak ;
Menimbang, bahwa oleh karena Pemohon Kasasi/Terdakwa dipidana,
maka harus dibebani untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ;
Memperhatikan Pasal 338 jo. Pasal 53 ayat (1) KUHP, Undang-Undang
No. 48 Tahun 2009, Undang-Undang No.8 Tahun 1981 dan Undang-Undang
al. 10 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 10
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
No.14 Tahun 1985 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan
Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-
Undang No. 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang
bersangkutan ;
M E N G A D I L I
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa : Tatang
Als. Sutang Bin Dace tersebut ;
Membebankan Pemohon Kasasi/Terdakwa tersebut untuk membayar
biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus
rupiah) ;
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah
Agung pada hari Kamis, tanggal 31 Januari 2012 oleh Drs. H. Mansur
Kartayasa, SH.MH., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah
Agung sebagai Ketua Majelis, Sri Murwahyuni, SH.MH., dan DR. H. Andi Abu
Ayyub Saleh, SH.MH., Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan
dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta
Hakim-Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh Purwanto, SH., Panitera
Pengganti dan tidak dihadiri oleh Pemohon Kasasi/Terdakwa dan Jaksa/
Penuntut Umum.
Hakim-Hakim Anggota : K e t u a :
ttd./ Sri Murwahyuni, SH.MH ttd./
Drs. H. Mansur Kartayasa, SH.MH
ttd./ DR. H. Andi Abu Ayyub Saleh, SH.MH
Panitera Pengganti ;
ttd./
Purwanto, S.H.
Untuk salinan
MAHKAMAH AGUNG R.I
a.n. Panitera,
Panitera Muda Pidana
MACHMUD RACHIMI, SH.MH.
NIP. : 040 018 310
al. 11 dari 11 hal. Put. No. 2282 K/Pid/2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 11