Anda di halaman 1dari 5

3.

Unsur-unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen
atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1) Melville J. erskovits menyebutkan kebudayaan memiliki ! unsur pokok,
yaitu:
a. alat-alat teknologi
b. sistem ekonomi
". keluarga
d. kekuasaan politik
#) $ronisla% Malino%ski mengatakan ada ! unsur pokok yang meliputi:
a. sistem norma sosial yang memungkinkan ker&a sama antara para anggota
masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
b. organisasi ekonomi
". alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan
'keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
d. organisasi kekuatan 'politik)
!. (u&ud dan )omponen
a. (u&ud
Menurut J.J. oenigman, %u&ud kebudayaan dibedakan men&adi tiga:
gagasan, aktivitas, dan arte*ak.
1) +agasan '(u&ud ideal)
(u&ud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk
kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan
sebagainya yang si*atnya abstrak, tidak dapat diraba atau disentuh. (u&ud
kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran %arga
masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu
dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam
karangan dan buku-buku hasil karya para penulis %arga masyarakat
tersebut.
#) Aktivitas 'tindakan)
Aktivitas adalah %u&ud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola
dari manusia dalam masyarakat itu. (u&ud ini sering pula disebut dengan
sistem sosial. -istem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang
saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia
lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.
-i*atnya konkret, ter&adi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati
dan didokumentasikan.
3) Arte*ak 'karya)
Arte*ak adalah %u&ud kebudayaan *isik yang berupa hasil dari
aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa
benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan
didokumentasikan. -i*atnya paling konkret diantara ketiga %u&ud
kebudayaan.
.alam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara %u&ud kebudayaan
yang satu tidak bisa dipisahkan dari %u&ud kebudayaan yang lain. -ebagai "ontoh:
%u&ud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan 'aktivitas)
dan karya 'arte*ak) manusia.
b. )omponen
$erdasarkan %u&udnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua
komponen utama:
1) )ebudayaan material
)ebudayaan material menga"u pada semua "iptaan masyarakat yang
nyata, konkret. /ermasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-
temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah
liat, perhisalan, sen&ata, dan seterusnya. )ebudayaan material &uga
men"akup barang-barang, seperti televisi, pesa%at terbang, stadion
olahraga, pakaian, gedung pen"akar langit, dan mesin "u"i.
#) )ebudayaan nonmaterial
)ebudayaan nonmaterial adalah "iptaan-"iptaan abstrak yang
di%ariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, "erita
rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
0. $udaya $arat, /imur, dan )ebudayaan 1asional
/er&adinya segmentasi disharmonisasi antara budaya barat dan timur
disebabkan paradoks berpikir dan persepsi antara keduanya yang saling
berpersepsi dari segi negati* dalam sikap streotipe dan prasangka satu sama lain,
menyebabkan pola pikir dan persepsi tidak akan terakulturasi.
)onsep paradoksal yang timbul dalam pikiran barat tentang karakteristik
budaya men"irikan budaya barat bersi*at: materialisme, nasionalisme, dan
sekularisme. -edangkan masyakat timur dide*inisikan sebagai masyarakat yang
berkarakter budaya: kemiskinan, kebodohan, statisme, *atalisme, dan
kontemplasi. Akibatnya kedua pandangan tersebut selalu bertolak belakang,
menyebabkan timbulnya berbagai kon*lik nyata.
a. )arakteristik budaya barat
2andangan barat dalam menilai dunia sahadah "enderung bersi*at
obyekti*, sehingga pola pikirannya menghasilkan sains dan teknologi.
3ilsa*at barat telah dimanis*estasikan dalam konstalasi dan tataran rasio.
4lehnya itu pengetahuannya mempunyai landasan *iloso*i yang bersi*at
empiris kuat, nilai-nilai spiritual dan agama dikesampingkan.
.alam proses perkembangannya sampai sekarang dunia barat unggul
dalam menguasai dunia materi dan perkembangan ilmu pengetahuan serta
teknologinya. -ebaliknya pandangan *ilsa*at tradisional dan agama
ke"enderungan mengalami setba"k 'kemunduran).
Masyarakat barat menurut 'Marylin dan 5i"hard, 1678) dalam "ara
berpikirnya "enderung pada kema&uan materi dan hidup dunia%i, sehingga
lebih relevan untuk memaknai kehidupan di dunia sa&a. $arat hidup dalam
alam ilmiah dan teknis, maka pemahaman *alsa*ah tradisional dan agama
semakin &auh dari makna kehidupannya, karena dianggapnya tidak terkait
dengan kehidupan nyata.
Agama dipandang sebagai ide-ide, konsep-konsep yang si*atnya
abstrak, sehingga orang barat bersi*at rasional dan positi*isme. -emua yang
tidak bersi*at rasional diserahkan kepada sastra%an sebagai bima&inasi
hidup. 4leh karena itu ada 3 hal yang mendasari nilai kehidupan barat yaitu ,
martabat manusia, kebebasan dan teknologi.
Menurut pemikiran barat manusia adalah segalanya, karena mampu
menyempurnakan hidupnya sendiri dengan syarat bertolak pada rasio,
intelek, dan pengalaman '.orothy 9. Ma:,1673).
b. )arakteristik budaya timur
Umumnya manusia timur menghayati hidup dan seluruh eksistensinya.
Manusia timur berpikir tidak bertu&uan untuk menun&ang usaha menguasai
dunia dan hidup se"ara teknis. -ebab manusia timur lebih menyukai intuisi
daripada akal budinya. ;nti kepribadiannya tidak terletak pada inteleknya
tetapi di hatinya sehingga menyatukan akal budinya atau intelek dengan
intuisi, perasaan dan hati nuraninya.
$udaya timur pada prinsipnya bermuara dari a&aran-a&aran agama yang
tumbuh dan berkembang di dunia timur. <ara berpikir manusia timur
dimodi*ikasi oleh *alsa*ah agama seperti hindu dan budha, menyebabkan
manusia membuat kebi&akan bersi*at kontemplasi, tertu&u pada tin&auan
kebenaran. $erpikir kontemplasi dipandang sebagai pun"ak untuk
perkembangan rohaniahnya.
3alsa*ah budaya timur berusaha men"ari keharmonisan dengan alam
sekitar bukan untuk menguasainya, karena *alsa*ah yang beranggapan bah%a
mereka adalah bagian dari alam, sehingga tidak berhak untuk merusak alam.
Alamlah yang memberi kehidupan, keteduhan hidup, makanan, bahan untuk
seni dan sains.
)eingin memperoleh hikmah keselamatan dan kebebasan diri dari
penderitaan tidak hanya di tekankan pada kemampuan sendiri, tetapi
diserahkan &uga kepada kekuatan yang ada di luar dirinya yang disebut
kekuatan mahagaib, sehingga membentuk kepribadiannya. Untuk
men"apainya dilakukan melalui meditasi, terekat dan mistik.
". 5umusan tentang kebudayaan nasional
2embangunan manusia dan masyarakat ;ndonesia tidak dipisahkan
dengan kebudayaan. Manusia akan menyadari dirinya &ika selalu sadar
terhadap pengaruh kebudayaan dan tidak mungkin dapat ditolaknya.
Untuk memurnikan kebudayaan indonesia sebagai perlambang
identitas masyarakat harus memenuhi tiga syarat antara lain: 1) merupakan
hasil karya bangsa indonesia, #) mengandung "iri khas indonesia, dan 3)
hasil karya bangsa indonesia yang dinilai tinggi oleh %arganya dan men&adi
kebanggaan semua orang.
$erdasarkan uraian-uraian diatas, sikap yang perlu kita kedepankan sebagai
generasi muda dalam menanggapi eksistensi kebudayaan indonesia adalah berusaha
melihat adanya benturan antara kebudayaan barat dan timur se"ara kritis. -e"ara
ob&ekti* melihat masing-masing adanya kelemahan antara keduanya. )arenanya,
perlu ada &arak antara keduanya untuk tidak saling mengotori. Untuk memadukannya
perlu ada seleksi yang mana unsur budaya barat yang dapat menun&ang kepentingan
kebudayaan timur. Mana dapat masuk sendi-sendi kehidupan masyarakat dalam
konteks budaya nasional.