Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN


SENGAN GANGGUAN MOBILISASI





Disusun Oleh :
Nama :
Nim :


PROGRAM DIPLOMA III AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
2013


A. KONSEP DASAR MOBILISASI

1. Pengertian
Mobilitas atau mobilisasi merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas,
mudah dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna
mempertahankan kesehatannya.
2. Jenis Mobilitas
a) Mobilitas penuh merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak secara
penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi social dan
menjalankan peran sehari hari.

b) Mobilitas sebagian merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak
dengan batasa jelas dan tidak mampu bergerak secara bebas karena
dipengaruhi oleh gangguan saraf motorik dan sensorik pada area tubuhnya.
Mobilitas sebagian ini dibagi menjadi 2 yaitu,
1) Mobilitas sebagian temporer, merupakan kemampuan individu untuk
bergerak dengan batasan yang sifatnya sementara.
2) Mobilitas sebagian permanen merupakan kemampuan individu untuk
bergerak dengan batasan yang sifatnya menetap.

3. Penyebab
Berbagai kondisi dapat menyebabkan terjadinya imobilisasi sebagai contoh :
a) Gangguan sendi dan tulang, penyakit reumatik seperti patah tulang
b) Penyakit saraf
c) Adanya stroke, Parkinson, gangguan saraf
d) Gangguan penglihatan
e) Penyakit jantung / pernafasan

4. Faktor yang mempengaruhi mobilitas
a) Gaya hidup
b) Proses penyakit / cedera
c) Kebudayaan
d) Tingkat energy
e) Usia dan status perkembangan


5. Jenis Imobilitas
Imobilitas merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak secara
bebas karena kondisi yang mengganggu pergerakan jenisnya
a) Imobiltas fisik, merupakan pembatasan untuk bergerak secara fisik dengan
tujuan mencegah terjadinya gangguan komplikasi pergerakan
b) Imobilitas inteklektual, merupakan keadaan ketika seseorang mengalami
keterbatasan daya pikir
c) Imobilitas emosional, keadaan ketika seseorang mengalami pembatasan
secara emosioanal karena adanya perubahan secara tiba tiba dalam
menyesuaikan diri
d) Imobilitas social merupakan keadaan individu yang mengalami hambatan
dalam melakukan interaksi social karena keadaan penyakitnya sehingga
dapat memengaruhi perannya dalam kehidupan social.

6. Perubahan system tubuh akibat imobilisasi
a) Perubahan metabolism
Perubahan metabolisme imobilitas dapat mengakibatkan proses anabolisme
menurun dan katabolisme menngkat
b) Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
Mengakibatkan persediaan protein menurun dan konsenrasi protein serum
berkurang sehingga dapat mengganggu kebutuhan cairan tubuh
c) Gangguan pengubahan zat gizi
Disebabkan oleh menurunnya pemasukan protein dan kalori dapat
mengakibatkan pengubahan zat zat makanan pada tingkat sel menurun ,
dmana sel tidak lagi menerima glukosa, asam amino, lemak, dan oksigen
dalam jumah yang cukup untuk melaksanakan aktivitas metabolism
d) Gangguan Fungsi Gastrointestinal
Imobilitas dapat menurunkan hasil makanan yang dicerna, sehingga
penurunan jumlah masukan yang dapat menyebabkan keluhan seperti perut
kembung, mual, dan nyeri lambung
e) Perubahan system pernafasan
Akibat imobilitas, kadar hemoglobin menurun, ekspansi paru menurun dan
terjadinya lemah oto yang dapat menyebabkan proses metabolism terganggu
f) Perubahan kardiovaskuler
Perubahan kardiovaskuler akibat imobilitas antara lain hipotensi ortostatik,
meningkatnya kerja jantung, dan terjadinya pembentukan thrombus

g) Perubahan Sistem Muskuloskeletal
1) Gangguan muskulas, menyebabkan turunnya kkuatan oto secara
langsung
2) Gangguan skeletal, dapat menyababkan terjadinya kontraktur sendi
h) Perubahan system intergumen
Berupa penurunan elastisitas kulit karena menurunnya sirkulasi darah
i) Perubahan eliminasi
Misalnya penurunan jumlah urine yang disebabkan oleh kurangnya asupan
dan penurunancurah jantung
j) Perubahan perilaku
Perubahan perilaku akibat imobilitas antara lain timbulnya rasa bermusuhan
bingung, cemas, emosilnal tinggi, depresi, perubahan siklus tidur dan
menurunnya koping mekanisme. Mobilitas dan imobilitas, antara lain
perubahan perilaku, peningkatan emosi, mperubahan dalam mekanisme
koping dll.
B. ASUHAN KEPERAWATAN PADA MASALAH KEBUTUHAN MOBILITAS DAN
IMOBILITAS
1. Pengkajian Keperawatan
a. Riwayat Keperawatan Sekarang
pengkajian riwayat pasien saat ini meliputi alasan pasien yang menyebabkan terjadi
keluhan atau gangguan dalam mobilitas dan imobilitas,seperti: adanya
nyeri,kelemahan otot, kelelahan, tingkat mobilitas dan imobilitas,daerah
terganggunya mobilitas dan imobilitasdan lama terjadinya gangguan mobilitas.
b. Riwayat Keperawatan Penyakit Yang Pernah DiDerita
misalnya ada riwayat penyakit sistem neurologi (kecelakaan cerebrovaskular,trauma
kepala, peningkatan tekanan intrakranial,cedera medula spinalis dl),riwayat penyakit
sistem kardiovaskuler (infarkmiocard,gagal jantung kongestif), riwayat penyakit
sistem muskuloskeletal (osteoporosis,fraktur,artritis), riwayat pemakaian obat.
c. Kemampuan Fungsi Motorik
Pengkajian fungsi motorik antara lain pada tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri
untuk menilai ada atau tidaknya kelemahan,kekuatan,spastis.
d. Kemampuan Mobilitas
pengkajian kemampuan mobilitas dilakukan dengan tujuan untuk menilai kemampuan
gerak ke posisi miring,duduk,berdiri,bangun dan berpindah tanpa bantuan. Kategori
kemampuan aktivitas adalah sbb.



Tingkat Aktivitas Kategori
Tingkat 0
Tingkat 1
Tingkat 2

Tingkat 3

Tingkat 4
Mampu merawat diri sendiri secara penuh
Memerlukan penggunaan alat
Memerlukan bantuan atau pengawasan
orang lain
Memerlukan bantuan pengawasan orang
lain dan peralatan
Sangat tergantung dan tidak dapat
dilakukan atau berpartisipasi dalam
perawatan

e. Kemampuan Rentang Gerak
pengkajian rentang gerak dilakukan pada daerah seperti bahu,siku,lengan,panggul
dan kaki.
f. Perubahan Intoleransi Aktivitas
Pengkajian berhubungan dengan perubahan pada sistem pernapasan,perubahan
sistem kardiovaskuler,serta perubahan tanda vital setelah melakukan aktivitas atau
perubahan posisi.
g. Kekuatan Ototdan gangguan koordinasi
h. Perubahan Psikologis
pengkajian perubahan psikologis yang disebabkan oleh adanya

2. Diagnosa Keperaatan

a. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan
1) Tirah baring atau Imobilisasi
2) Kelemahan menyeluruh
3) Ketidak seimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan
4) Gaya hidup yang di pertahankan
b. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan
1) Gangguan metabolisme sel
2) Pengobatan
3) Tidak nyaman, nyeri
4) Kerusakan muskuloskeletal dan neuromuskuler
5) Keterlambatan perkembangan
6) Keterbatasan ketahanan kardiovaskuler
7) Kurang suport lingkungan
8) Kehilangan integritas struktur tulang
9) Terapi pembatasan gerak
10) Kurang pengetahuan tentang kegunaan pergerakan fisik
11) Intoleransi aktivitas / penurunan kekuatan dan stamina
12) Indeks massa tubuh di atas 75 tahun percenti sesuai dengan usia
c. Defisit perawatan diri berhubungan dengan
1) Penurunan atau kurangnya motivasi
2) Hambatan lingkungan
3) Kerusakan muskuloskeletal
4) Kerusakan neuromuskular
5) Nyeri
6) Kerusakan persepsi / kognitif
7) Kecemasan
8) Kelemahan dan kelelahan
3. Rencana Keperawatan
Diagnosa I
a) Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas
b) Kaji adanya faktor yang menyebabkan kelelahan
c) Monitor nutrisi dan sumber energi adekuat
d) Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan
e) Monitor respon kardiovaskuler terhadap aktivitas
f) Monitor pola tidur dan lamanya tidur / istirahat pasien
g) Kolaborasikan dengan tenaga rehabilitasi medik dalam merencanakan
program terapi yang tepat
h) Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan
i) Bantu untuk memilih aktivitas konsisten yang sesuai dengan kemampuan
fisik, psikologi dan sosial
j) Bantu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan sumber yang di perlukan
untuk aktivitas yang di inginkan
k) Bantu untuk mendapatkan alat bantuan aktivitas seperti kursi roda,krek
l) Bantu untuk mengidentifikasi aktifitas yang di sukai
m) Bantu klien untuk membuat jadwal latihan di waktu luang
n) Bantu pasien / keluarga untukmengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas
o) Sediakan penguatan positif bagi yang aktif beraktivitas
p) Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan penguatan
q) Monitor respon fisik , emosi, sosial dan spiritual
Diagnosa 2
a) Monitoring vital sign sebelum atau sesudah latihan dan lihat respon pasien
saat latihan
b) Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulansi sesuai dengan
kebutuhan
c) Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan cegah terhadap
cedera
d) Anjurkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulansi
e) Kaji kemampuan pasien dalam mobilisasi
f) Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan secara mandiri sesuai
kemampuan
g) Dampingi dan bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan
ADLS ps
h) Berikan alat bantu jika klien memerlukan
i) Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika perlu
Diagnosa 3
Self care assistane : ADLS
a) Monitor kemampuan klien untuk perawatan diri yang mandiri
b) Monitor kebutuhan klien untuk alat-alat bantu untuk kebersihan
diri,berpakaian, berhias, toileting dan makan
c) Sediakan bantuan sampai klien mampu secara utuh untuk melakukan self
care
d) Dorong klien untuk aktivitas sehari-hari
e) Ajarkan klien / keluarga untuk mendorong kemandirian
f) Dorong untuk melakukan secara mandiri
g) Berikan aktivitas rutin sehari-hari sesuai kemampuan
h) Pertimbangan usia klien jika mendorong pelaksanaan aktiviyas sehari-hari





















DAFTAR PUSTAKA

Alimul, Aziz.2006.PENGANTAR KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Aplikasi Konsep dan
Proses Keperawatan Buku 1. Jakarta:Salemba Medika