Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ekonomi Energi merupakan konsep komprehensif yang ditelurkan oleh PBB sebagai
salah satu inisiatif dalam upaya mengatasi krisis ekonomi global. Secara umum, Ekonomi Energi
merupakan sebuah model ekonomi yang menitikberatkan kepada upaya memperbaiki tingkat
hidup manusia dan secara bersamaan mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Tak ada yang
salah dengan konsep Ekonomi Energi sebagaimana anggapan kalangan organisasi-organsiasi
penyelamat lingkungan yang melihat konsep ini akan menjadi upaya komodofikasi, privatisasi,
dan finansialisasi alam !ompas "# $uni "%#"&. 'i tataran kebijakan, Ekonomi Energi adalah
sebuah model pembangunan ekonomi yang bertumpu kepada tiga pilar kebijakan yakni
kebijakan ekonomi yang rendah karbon, hemat energi, dan melibatkan banyak orang.
Permasalahan utama terletak pada sejauh mana implementasi dari konsep Ekonomi Energi itu
sendiri oleh (ndonesia.
'alam kondisi dimana pertumbuhan ekonomi membutuhkan begitu banyak konsumsi
energi dan pada saat yang bersamaan cadangan energi tidak terbarukan semakin menipis,
ekonomi energi merupakan sebuah ja)aban bagi perekonomian dunia bahkan sebuah
keniscayaan bagi terciptanya sebuah pembangunan yang berkelanjutan. *egara-negara yang
memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi menyadari akan pentingnya peran ekonomi
energi dalam perekonomian mereka.
*amun berbeda dengan negara-negara berkembang yang sedang tumbuh lainnya, alih-
alih fokus kepada upaya menciptakan model perekonomian yang benar-benar energi,
kontekstualisasi pelaksanaan ekonomi energi di (ndonesia menjadi salah kaprah tatkala ekonomi
energi hanya ditafsirkan sebagai pengurangan gas karbon tanpa benar-benar menciptakan sebuah
model perekonomian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan yang berbasis kepada efisiensi
energi, karbon yang rendah, dan melibatkan banyak orang.
+al ini dapat dilihat dari prioritas pemerintah di !TT ,io-"% yang meminta komitmen
negara-negara maju dalam mendukung program Reducing Emission from Deforestation and
Degradation ,E''-& di (ndonesia. ,E''- yang selalu didengungkan sebagai program
Ekonomi Energi pemerintah lebih merupakan sebuah mekanisme pembiayaan dimana negara
maju yang memiliki kelebihan karbon dapat membeli kredit karbon dengan membayar (ndonesia
1
untuk mera)at hutan yang ada di (ndonesia tanpa memberikan pengurangan emisi berarti di
negara mereka. ,E''- hanya merupakan skema kompensasi bagi (ndonesia dan bukan sebuah
model penerapan Ekonomi Energi. (mplementasi seperti inilah yang ditakutkan oleh berbagai
pihak perihal munculnya komodifikasi dan penguasaan sumber daya alam seperti hutan oleh
segelintir pemiliki konsesi hutan di (ndonesia.
'ari pada fokus kepada program ,E''-, (ndonesia seharusnya fokus dalam
menciptakan model ekonomi yang bertumpu pada ketiga pilar Ekonomi Energi. *amun fakta
domestik tidak seindah apa yang dilantangkan (ndonesia di fora internasional. 'ari segi efisiensi
energi hingga sekarang, penggunaan energi (ndonesia masih belum efisien. intensitas energi
primer (ndonesia masih tinggi dengan nilai ./. Ton Oil Equivalent T0E& 1juta 2S3. 'engan
kata lain, untuk meningkatkan P'B sebesar 2S' # juta dibutuhkan penggunaan energi sebesar
./. T0E. !ondisi ini jauh di atas intensitas energi 4alaysia yang berkisar 567 T0E1juta 2S3.
Belum lagi !onsumsi minyak (ndonesia hingga saat ini masih sangat mendominasi, yaitu sebesar
5",668 dari konsumsi energi total, diikuti oleh gas dan batu bara masing-masing #9,598 dan
75,5:8. Terlebih kebijakan pemerintah yang lamban dalam merespon kenaikan minyak dunia
beberapa bulan yang lalu dan tingginya angka subsidi energi yang mencapai ,p7%% Triliun di
,;PB* "%#7.
Penerapan Ekonomi Energi di (ndonesia juga belum melibatkan banyak pihak. 'ari
Sembilan sektor yang menjadi prioritas Ekonomi Energi, sektor pertanian belum menjadi sektor
prioritas bagi (ndonesia padahal lebih dari /%8 penduduk miskin (ndonesia disumbangkan sektor
ini. Tidak seperti (ndia yang telah menginvestasikan begitu besar modal di sektor pertanian untuk
merealisasikan Ekonomi Energi, sektor pertanian di (ndonesia masih dianggap sebelah mata oleh
pemerintah. Sebagai contoh belanja untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi
pertanian, dimana pemerintah hanya mengalokasikan sekitar ,p7 triliun untuk tahun "%##
sementara lahan sa)ah yang teririgasi hanya 7/8 dari total lahan pertanian yang ada. Tidak
adanya sistem irigasi yang baik akan menghasilkan probabilitas kelangkaan air yang akan
membatasi produktivitas pertanian.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penerapan Ekonomi Energi dalam Pemberdayaan Sektor Energi Bar !erbarkan Di
Indone"ia
Sebagai negara kepulauan terbesar, (ndonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang
melimpah. !ekayaan sumberdaya alam tersebut hampir meliputi semua sektor antara lain sektor
energi, sektor pertanian, sektor kehutanan, sektor perikanan, sektor pari)isata, dan lain-lain.
Selain itu keaneka ragaman suku bangsa serta adat istiadat menjadi pelengkap dari seluruh sektor
yang ada. Selain itu juga (ndonesia memiliki posisi strategis karena diapit oleh dua benua. Semua
potensi ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi jika dapat dikelola dengan baik
dan benar.
Salah satu faktor yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu bangsa adalah
sumber energi. <aktor energi memiliki peranan yang sangat besar karena menjadi pendorong
utama untuk berkembangnya sektor-sektor lainnya. (ndonesia memiliki potensi sumber energi
baik fosil maupun non-fosil. !ebijakan energi selama ini adalah eksploitasi pada energi fosil.
!eterbatasan yang dimiliki pada energi ini adalah tidak rene)ble dan menimbulkan dampak
kerusakan lingkungan yang cukup besar. 0leh karena itu kebijakan pemerintah dibidang energi
fosil harus berubah ke Energi Baru Terbarukan EBT& yang ramah lingkungan.
Sebagaimana yang dirumuskan dalam tujuan pembangunan nasional adalah untuk
memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia, maka kelestarian lingkungan hidup
juga merupakan prasyarat utama bagi kesejahteraan dan keberlangsungan kehidupan manusia.
!esejahteraan manusia dipenuhi melalui pembangunan, namun pembangunan itu harus
dilaksanakan dengan tidak merusak lingkungan. Pembangunan yang dilaksanakan tanpa
memperhatikan kelestarian lingkungan dapat mengakibatkan penurunan daya dukung lingkungan
yang dapat berdampak pada menurunnya kapasitas pemenuhan kebutuhan manusia untuk
kesejahteraan. 2ntuk menjaga keberlanjutan kesejahteraan manusia, diperlukan upaya
pembangunan yang berkelanjutan sustainable development&, yaitu pembangunan yang
dilaksanakan dengan memperhatikan keseimbangan tiga pilar pembangunan sosial, ekonomi,
dan lingkungan&.
Terbitnya Brundtland ,eport pada tahun #69%, menga)ali perbincangan dan perdebatan
mengenai pembangunan berkelanjutan yang dia)ali oleh semakin diintensifkan dengan
konferensi PBB mengenai =>ingkungan +idup dan Pembangunan? di ,io de $aneiro tahun #66".
3
!onsep dasar dari pembangunan berkelanjutan adalah proses integrasi dan harmonisasi
dari tiga hal kehidupan fundamental yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan, sehingga ter)ujud
kesetimbangan dalam proses pembangunan yang dapat berkelanjutan sustainability& ke generasi
berikutnya. Pada September "%%%, dalam !TT 4illennium PBB di *e) @ork, #96 negara,
termasuk (ndonesia, telah mendeklarasikan 4illennium 'evelopment Aoals 4'A& atau Tujuan
Pembangunan 4illenium, yang berisi delapan tujuan yang ingin dicapai pada "%#. untuk
menja)ab tantangan-tantangan utama pembangunan global. !edelapan tujuan itu adalah
mengakhiri kemiskinan dan kelaparan, pendidikan untuk semua, memperjuangkan keadilan
gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan mortalitas anak, meningkatkan kesehatan
maternal, membasmi +(B1;('S, 4alaria, dan penyakit menular lainnya, menjamin
keberlanjutan lingkungan, dan membangun kerjasama global untuk pembangunan.
Tujuan Pembangunan 4ilenium 4'As & pada dasarnya me)ujudkan komitmen
internasional yang dibuat di 2nited *ations Summits 'unia dan konferensi global sepanjang
tahun #66%-an . 'engan menandatangani 'eklarasi 4ilenium pemimpin dunia berjanji untuk
mengurangi separuh proporsi penduduk yang menderita kelaparan, menjamin bah)a semua anak
dapat menyelesaikan pendidikan dasar, menghilangkan kesenjangan gender pada semua tingkat
pendidikan, mengurangi tingkat kematian balita dan bayi oleh dua pertiga, dan membagi proporsi
penduduk tanpa akses terhadap sumber air yang lebih baik pada tahun "%#..
Setelah sepuluh tahun implementasi dari konsep =Pembangunan Berkelanjutan? yang
dicanangkan di konferensi tersebut mencatat bah)a masih banyak sekali permasalahan yang
terjadi dalam implementasi konsep pembangunan berkelanjutan. !emajuan teknologi,
komunikasi dan telekomunikasi serta transportasi semakian mendukung arus globalisasi sehingga
hubungan ekonomi antar negara dan region menjadi sangat mudah. 'ukungan pemerinta melalui
kemudahan bea cukai semakin mendorong perdagangan bebas. 'alam era globalisasi semua
negara harus mempersiapkan diri setangguh mungkin agar tidak tertindas oleh negara yang lebih
kaya dan maju.
Brinkerhoff C ;rthur #66"& dalam ShaliDa "%%7& menyatakan bah)a pembangunan yang
berkelanjutan dapat dipahami melalui kelembagaan yang ada. !elembagaan diartikan sebagaiE
#& sistem yang berfungsi dalam hubungan pada lingkungan mereka, "& mengorganisasi dan
mengatur entitas dimana harus ada kesesuaian antara struktur organisasi dan prosedurnya dengan
tugas-tugas, produk-produk, orang, sumberdaya dan konteks yang mereka hadapi dan 7&
memperhatikan lingkungan secara baik beserta perubahan sumberdaya, yang terkait juga dengan
politik dan ekonomi untuk menciptakan pola kekuasaan dan insentif. 'engan demikian,
4
pembangunan berkelanjutan dimaknai sebagai keberlanjutan dan kemandirian pembangunan
yang bergantung pada kekuatan dan kualitas institusi yang ada.
Sistem ekonomi kapitalis ini menyebabkan negara-negara maju lebih leluasa dalam
melakukan ekspansi ekonomi ke negara-negara berkembang. +al ini terlihat dengan semakin
banyaknya perusahan-perusahan multinasional dibidang energi, pertambangan, pertanian, dan
kehutanan yang melakukan investasi di negara-negara berkembang. +al ini akan memberikan
dampak yang sangat besar terhadap kerusakan lingkungan di negara tersebut, karena industri
yang terbangun hanya berorientasi terhadap produksi dan keuntungan bagi para investor dengan
mengabaikan aspek lingkungan.
4enjadi sebuah dilema ketika negara harus memilih antara meningkatkan konsistensi
pertumbuhan ekonomi namun pada sisi yang lain harus mengorbankan aspek fundamental
lainnya yaitu aspek ekologi. Pencapaian pertumbuhan ekonomi posisitif bagi negara-negara maju
pada a)alnya pun juga menghadapi kondisi yang sama. (ndustrialisasi yang menjadi salah satu
penopang untuk meningkatkanya pembangunan ekonomi tidak dapat ditolak untuk dilakukan
demi pencapaian nilai ekonomi. *amun pada sisi yang lain aspek kerusakan terhadap lingkungan
yang ditimbulkan semakin parah. +al ini menyebabkan terjadinya perubahan iklim dalam kurun
)aktu yang sangat cepat.
!ebijakan ekonomi (ndonesia diarahkan untuk mendorong pertumbuhan sektor industri
dan sektor jasa guna mneningkatkan A'P, sementara kontribusi sektor pertanian dipertahankan
pada tingkat menengah. Tahun "%%7 sektor pertanian menyumbang sekitar #: 8 dari total A'P,
sementara dari sektor energi dan industri sekitar 57 8 dan 5% 8 Forld Bank Aroup "%%5&
Berkembangnya industri pertambangan, energi, dan manufaktur sangat banyak memberi
andil dalam kerusakan lingkungan bukan hanya di (ndonesia tetapi juga terjadi beberapa negara
lain. +al ini telah disadari oleh semua bangsa-bangsa di dunia, bah)a konsep pembangunan yang
tidak berorinetasi kepada lingkungan akan menyebabkan kerugian yang besar dan bumi akan
semakin rusak. 'ampak dari perkembangan industrialisasi dan sarana transportasi adalah
meningkatnya
konsentrasi gas G0"di atmosfer terutama disebabkan karena pembakaran sumber energi dari
bahan fosil antara lain minyak bumi dan batubara&. Penggundulan dan pembakaran hutan juga
turut memberikan kontribusi signifikan.
Salah satu dampaknya adalah timbulnya pemanasan global dan efek gas rumah kaca yang
menyebabkan perubahan iklim. Pemanasan global dan gas rumah kaca adalah dampak dari
aktivitas industri, transportasi, pertanian, peternakan, rumah tangga yang merupakan unit-unit
yang menggunakan energi sebagai unsur utama dalam aktivitas tersebut. !esadaran global dan
5
kolektif terhadap dampak terhadap lingkungan akibat penggunaan energi yang bersumber dari
fosil memberikan motivasi positif. 'engan demikian secara global, semua penduduk bumi
berpikir untuk mencari energi alternatif yang ramah terhadap lingkungan yang dapat digunakan
bagi umat manusia melakukan aktivitas.
Salah satu aspek pendukung dalam implementasi sustainable development adalah
ketahanan energi. !ondisi saat ini bangsa (ndonesia dan di beberapa *egara lainnya masih
sangat tergantung kepada pemanfaatan energi fosil yaitu minyak, gas, dan batu bara. !arena
energi ini merupakan sumberdaya alam yang irreversible maka tentunya lambat laun akan habis.
Pemerintah perlu melihat sumber-sumber lain yang potensial untuk dikembangkan menjadi
energi alternatif.
Permasalahan sumber energi secara global tersebut juga menjadi bagian permasalahan
(ndonesia. !etersediaan energi hidrokarbon yang dimiliki yang semakin menipis tersebut juga
menjadi salah satu pertimbangan untuk mencari energi alternatif. 4enurut data 'irektorat
$enderal >istrik dan Pemanfaatan Energi, Potensi sumber energi baru terbarukan nasional dari
Aeothermal #6./.9 4F dengan kapasitas terpasang 99/,6% 4F,pemanfaatannya baru 58 dari
total potensi yang dimiliki. Potensi ini tersebar di beberapa )ilayah, dan data tersebut
menunjukkan bah)a panas bumi masih sangat menjanjikan untuk dikembangkan karena bersifat
rene)ble dan potensinya sangat banyak.
Sebagai salah satu negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi,
(ndonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan dalam kebutuhan energi di masa yang akan
datang. 'e)an Energi *asional 'E*& memperkirakan kebutuhan energi akan mencapai 5%%
juta ton setara minyak dan pemanfaatan energi primer per kapita sebesar #,5 juta ton setara
minyak pada tahun "%"., dan #%%% juta ton setara minyak, dimana pemanfaatan energi primer
per kapita sebesar 7,5 juta ton setara minyak pada tahun "%.%. Falau demikian, masih ada lebih
dari "%8 rumah tangga di (ndonesia yang belum memiliki akses listrik. Padahal, (ndonesia
memiliki target pemenuhan akses listrik di tahun "%". sebesar 6.8 dari populasi masyarakat
(ndonesia.
2ntuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, (ndonesia cenderung untuk memperbesar
porsi batubara dalam bauran energi dalam kurun )aktu dua dekade yang akan datang, dimana
perkiraan emisi gas rumah kaca dari sektor kelistrikan diperkirakan akan mencapai 7 kali lipat di
tahun "%". dibandingkan dengan emisi saat ini. +al tersebut menjadi salah satu alasan bagi
(ndonesia untuk meningkatkan komposisi energi terbarukan dalam bauran energi, menjadi #:8
di tahun "%"., serta konservasi energi sebesar #98 di tahun "%"..
6
2.2 Penerapan Ekonomi Energi dalam Pen#arian Poten"i Energi Na"ional
Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi prioritas pemerintah dalam upaya memberi
kesejahteraan bagi seluruh rakyat (ndonesia. 2ntuk mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut,
maka iklim investasi di segala sektor harus berkembang khususnya di sektor industri dan
transportasi. Salah satu faktor kunci adalah ketersediaan energi. Aairah investasi di bidang
industri dan energi yang secara simultan dilakukan akan berimplikasi kepada pertumbuhan
ekonomi positif yang akan dapat dirasakan oleh seluruh komponen bangsa, dengan demikian
Pembangunan Berkelanjutan dengan ber)a)asan ekologis-sosial budaya-ekonomi dapat berjalan
dengan baik.
Pemerintah harus memotivasi dan memberikan dukungan secara penuh dalam investasi
energi baru terbarukan ini. 'engan demikian iklim investasi akan menunjukkan perkembangan
positif. Selain itu, (ndonesia tidak akan mengalami krisis energi lagi, dan kebutuhan energi listrik
bagi industri dapat terpenuhi yang tentunya disain industri adalah industri yang ramah
lingkungan. 'alam bidang industri otomotif khususnya adalah upaya untuk melakukan revolusi
alat transportasi dari yang menggunakan bahan bakar fosil ke alat transportasi yang
menggunakan listrik non fosil, sehingga akan mengurangi polusi G0
"
dan penurunan emisi gas
rumah kaca.
Berdasarkan data potensi energi nasional, maka potensi energi terbarukan pada sumber
energi non fosil memiliki banyak jenis antara lain, tenaga air, tenaga angin, tenaga ombak, tenaga
pasang surut, tenaga matahari, biomassa, dan panas bumi. 'ari sekian potensi energi terbarukan
tersebut, maka panas bumi merupakan sumber energi potensial yang dapat dikembangkan. 'an
saat ini baru 58 yang dikembangkan dari seluruh potensi yang ada.
Saat ini potensi panas bumi (ndonesia tercatat "66 daerah dan lapangan panas bumi
dengan total potensi energi sekitar "9.97. 4Fe yang sebagian besar mengikuti jalur vulkanik
dari P. Sumatera, $a)a, Bali-*TB-*TT, Sula)esi, dan 4aluku, beberapa berada di !alimantan
dan Papua.
'aerah prospek panas bumi di (ndonesia sebagian besar terkonsentrasi di P. Sumatera
6% lokasi&, P. $a)a :# lokasi&, P. Sula)esi /. lokasi&, P. Bali / lokasi&, P. !alimantan #"
lokasi&, P. *usa Tenggara "" lokasi&, dan P. 4aluku C Papua 77 lokasi&. 'ari keseluruhan
daerah prospek tersebut sekitar 5.,#. 8 masih pada tahap penyelidikan pendahuluan a)al, #7,%5
8 pada tahap penyelidikan pendahuluan, 7/,:6 8 pada tahap penyelidikan rinci, ",75 8 pada
tahap pengeboran eksplorasi atau siap dikembangkan dan ",/9 8 telah dimanfaatkan sebagai
P>TP.
7
Pencarian lokasi sumber panas bumi terus dilakukan, hingga pada tahun "%#" telah
ditemukan #5 daerah baru panas bumi, yaitu 'iloniyohu, 'ulangeya, Pohu)ato Aorontalo&,
;mpalas, !arema, Tapalang, !ona-!aiyangan, Panasuan, 'oda Sula)esi Barat&, 'endang,
*yelanding, Buding, Permis Babel&, !intamani Bali&. Potensi sumber energi panas bumi
cenderung tidak akan habis, karena proses pembentukannya yang terus menerus selama kondisi
lingkungannya geologi dan hidrologi& dapat terjaga keseimbangannya. 4engingat energi panas
bumi ini tidak dapat diekspor, maka pemanfaatannya diarahkan untuk mencukupi kebutuhan
energi domestik, dengan demikian energi panas bumi akan menjadi energi alternatif andalan dan
vital karena dapat mengurangi ketergantungan (ndonesia terhadap sumber energi fosil yang kian
menipis dan dapat memberikan nilai tambah dalam rangka optimalisasi pemanfaatan aneka
ragam sumber energi di (ndonesia.
Permasalahan yang dihadapi pada sumber energi panas bumi adalah lokasi sumber panas
bumi. 4ayoritas lokasi potensi energi panas bumi berada di ka)asan ekologi hutan dan energi
panas bumi tidak dapat disalurkan dengan pipa gas, sehingga pembangkit harus dibuat di titik
panas bumi berada. Pembebasan hutan atau lahan yang kerap bermasalah, pengaruh terhadap
kondisi tanah dan sumber air, serta dampak terhadap ekosistem hutan, harus menjadi agenda
penting dalam menyelaraskan eksploitasi energi panas bumi dengan lingkungan hidup di
sekitarnya.
Sampai a)al tahun "%#7 ini pengaturan tentang energi baru terbarukan secara khusus
masih diatur pada Peraturan Presiden ,( *o. . Tahun "%%/ tentang !ebijakan Energi *asional.
Perpres ini bertujuan untuk menjamin keamanan pasokan energi dalam negeri dan untuk
mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Beberapa hal yang diatur dalam Perpres *o. .
Tahun "%%/ adalahE
- Energi adalah daya yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan
meliputi listrik, energi mekanik dan panas.
- Sumber energi adalah sebagian sumber daya alam antara lain berupa minyak dan gas
bumi, batubara, air, panas bumi, gambut, biomasa dan sebagainya, baik secara langsung
maupun tidak langsung dapat dimanfaatkan sebagai energi.
- Energi baru adalah bentuk energi yang dihasilkan oleh teknologi baru baik yang berasal
dari energi terbarukan maupun energi tak terbarukan, antara lainE +idrogen, Goal Bed
4ethane, Goal >iHuifaction, Goal Aasification dan *uklir.
- Energi terbarukan adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumberdaya energi yang
secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara
8
lain E panas bumi, biofuel, aliran air sungai, panas surya, angin, biomassa, biogas, ombak
laut, dan suhu kedalaman laut.
- 'iversifikasi energi adalah penganekaragaman penyediaan dan pemanfaatan berbagai
sumber energi dalam rangka optimasi penyediaan energi.
- !onservasi energi adalah penggunaan energi secara efisien dan rasional tanpa
mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan.
- Sumber energi alternatif tertentu adalah jenis sumber energi tertentu pengganti Bahan
Bakar 4inyak.
2.$ Penerapan Ekonomi Energi dalam Mana%emen Smber Daya Energi
Sumber daya energi menjadi salah satu sumber pendapatan bagi negara. 'ari pendapatan
itu membantu dalam perekonomian (ndonesia. Salah satu masalah yang harus dihadapi manusia
adalah semakin tipisnya persediaan sumber daya alam. $ika sumber daya alam terus
dieksploitasi demi mengejar pertumbuhan ekonomi dimungkinkan beberapa saat lagi
pertumbuhan akan terhenti, karena habisnya pasok sumber daya. Sebagai akibat berubahnya
lingkungan strategis dan semakin lajunya pembangunan di daerah, khususnya dalam proses
industrialisasi, akan menyebabkan masalah energi menjadi semakin kompleks sehingga
tantangan yang dihadapi juga semakin berat. 4emasuki era keterbukaan sekurang-kurangnya ada
lima tantangan besar yang dihadapi dalam pembangunan energi, yaitu E memenuhi kebutuhan
energi yang terus meningkat sebagai akibat proses industrialisasi E mengatasi masalah dispartitas,
efisiensi penggunaan energiI sumberdaya manusiaI dan pembangunan yang ber)a)asan
lingkungan hidup, maka akan memberikan implikasi langsung maupun tidak langsung. 4aka
dari itu kami adakan pelatihan yang akan memberikan pemahaman mengenai ekonomi dan
manajemen sumber daya energi serta mengoptimalkan kemampuan perusahaan untuk mencapai
tujuan strategis perusahaan.
2.& Penerapan Ekonomi Energi dalam Peman'aatan Energi !erbarkan ( )e*ol"i
Ind"tri
4enurut $eremy ,ifkin President of The <oundation on The Economic Trends in
Fashington, 'G&, dunia akan memasuki era ,evolusi (ndustri. ,evolusi (ndustri ditandai dengan
terbentuknya masyarakat ekonomi baru yang beradaptasi dengan penerapan energi terbarukan
renewable energy&. ,evolusi (ndustri ini ditopang oleh empat pilar sebagai berikutE
1. Pilar Pertama+ Energi !erbarkan
9
Sinar matahari, angin, air, panas bumi, gelombang laut, dan bio-massa adalah jenis
sumber energi terbarukan. Teknologi yang akan berperan mengubah atau
mengkonversikan energi terbarukan tersebut menjadi energi listrik yang siap pakai.
Sampai dengan tahun "%.%, di 2ni Eropa energi terbarukan diproyeksikan akan
menggantikan separuh dari energi utama dan menghasilkan energi listrik sampai dengan
:%8.
2. Pilar ,eda+ Bangnan Sebagai Peng-a"il Energi
,umah, gedung perkantoran, mal, bangunan pabrik atau industri, nantinya akan berusaha
menyediakan energinya secara mandiri. 'engan memanfaatkan energi terbarukan yang
tersedia secara gratis, kebutuhan energi akan terpenuhi bahkan akan mempunyai
kelebihan yang dapat dibagikan.
3. Pilar ,etiga+ Penyimpanan Energi dengan Hidrogen
Energi dari sinar matahari, angin, gelombang, tidak tersedia sepanjang hari. 0leh sebab
itu diperlukan media penyimpanan energinya. !elebihan energi yang dihasilkan secara
individual dari bangunan penghasil energi sebagaimana pilar dua, dapat disimpan dalam
bentuk sel bahan bakar hydrogen. +idrogen dikenal sebagai bahan bakar ramah
lingkungan karena hasil pembakarannya berupa air dan energi panas. Sebaliknya juga
sangat mudah diperoleh dan jumlahnya melimpah dengan cara elektrolisa air. Teknologi
sel bahan bakar hidrogen sudah lama digunakan sebagai tenaga pendorong roket luar
angkasa.
&. Pilar ,eempat+ In'ra"trktr .erda" /Smart 0rid1 dan ,endaraan 2plg3in4
!elebihan energi yang diproduksi oleh setiap bangunan individual sebagaimana pilar
tiga, dapat dibagikan melalui suatu infrastruktur cerdas. (nfrastruktur cerdas yang
dimaksud disini adalah penerapan teknologi informasi yang akan mengendalikan
pendistribusian energi ini. 'imana diperlukan suatu transaksi, besar energi yang dikirim,
melalui jalur yang mana, sumber dari mana dan dikirim kemana. 'ari sisi transportasi,
kendaraan bertenaga listrik dan bahan bakar sel hidrogen akan banyak diproduksi dan
digunakan. 'imana kendaraan tersebut menyesuaikan dengan ketersediaan sumber energi
yang tersebar disetiap lokasi.
!onsep Era ,evolusi (ndustri sebagaimana diberikan oleh $eremy ,ifkin sangat sesuai jika
dilihat dari sudut ketersediaan energi. Seperti diketahui bah)a pembangkit listrik bahan bakar
fosil sekarang ini adalah terpusat. !onsep pembangkit listrik terpusat ini untuk memudahkan
transportasi bahan bakar yang digunakan. Sementara jika menggunakan energi terbarukan,
teknologi yang ada saat ini belum mampu mengubah energi yang melimpah ini menjadi energi
listrik dalam jumlah yang memadai secara terpusat. Sebagai contoh untuk menghasilkan daya
10
listrik 9 J #% Fatt diperlukan solar panel seluas # meter persegi. ;rtinya untuk menyamai daya
listrik dari turbin gas atau uap misalnya sebesar .% 4ega Fatt 4F& diperlukan solar panel
seluas kira-kira ." hektar. +ampir tidak mungkin menyediakan lahan seluas itu hanya untuk
membangkitkan listrik sampai dengan .% 4F. Begitupun dengan pembangkit listrik tenaga
angin, diperlukan lahan yang luas untuk menghasilkan daya listrik yang memadai. 4emang
kelebihan dari pembangkit listrik bahan bakar fosil tidak memerlukan lahan yang luas untuk
menghasilkan daya listrik yang besar. 0leh sebab itu konsep pemanfaatan energi terbarukan pada
era ,evolusi (ndustri adalah, menyatukan penghasil energi individual yang tersebar dan
mendistribusikannya kembali kepada yang memerlukan melalui insfrastruktur cerdas.
2.5 Penerapan Ekonomi Energi dalam )en#ana Pembangnan 6angka Pan%ang Na"ional
'alam "% tahun mendatang, (ndonesia akan menghadapi persaingan dan ketidakpastian
global yang makin meningkat, jumlah penduduk yang makin banyak, dan dinamika masyarakat
yang makin beraneka ragam. 2ntuk me)ujudkan Bisi Pembangunan *asional, perlu diteruskan
hasil-hasil pembangunan yang sudah dicapai, permasalahan yang sedang dihadapi dan
tantangannya ke depan ke dalam suatu konsep pembangunan jangka panjang, yang mencakup
berbagai aspek penting kehidupan berbangsa dan bernegara, yang akan menuntun proses menuju
tatanan kehidupan masyarakat dan taraf pembangunan yang hendak dicapai.
Penekanan akan perlunya pembangunan ekonomi untuk mendorong peningkatan
kesejahteraan masyarakat muncul pada a)al paruh kedua tahun /%-an. Pada tahun #6// penataan
sistem perekonomian dicanangkan melalui Program Stabilisasi dan ,ehabilitasi Ekonomi.
Sampai dengan pertengahan tahun 6%an, berbagai kemajuan ekonomi telah dicapai. !ebutuhan
pokok masyarakat tercukupi dan s)asembada pangan beras ter)ujud pada tahun #695.
Perekonomian tumbuh baik dengan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi dan stabilitas
ekonomi dapat terjaga. Peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata dapat ditunjukkan
antara lain melalui peningkatan pendapatan perkapita sekitar sepuluh kali lipat, menurunnya
secara drastis jumlah penduduk miskin, serta tersedianya lapangan kerja yang memadai bagi
rakyat.
Pertumbuhan ekonomi yang pesat mendorong penyediaan berbagai sarana dan prasarana
perekonomian penting yang dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Secara
bertahap, struktur ekonomi berubah dari yang semula didominasi oleh pertanian tradisional ke
arah kegiatan ekonomi lebih modern dengan penggerak sektor industri. Ekspor nonmigas yang
menunjukkan peningkatan kemampuan untuk menghasilkan produk dan daya saing produk
(ndonesia terhadap produk negara lain meningkat pesat. Bahkan dalam paruh kedua 9%-an,
11
terjadi perubahan struktur ekspor dari yang semula didominasi oleh ekspor migas menjadi ekspor
yang di dominasi oleh ekspor nonmigas.
Penggunaan energi di (ndonesia meningkat cukup pesat sejalan dengan perbaikan ekonomi
setelah krisis. Falaupun berbagai upaya restrukturisasi dan reformasi kelembagaan terus
dilaksanakan, kenaikan konsumsi energi masih lebih tinggi dibandingkan dengan penyediannya.
4eskipun mengalami pergeseran dari sumber energi yang berasal dari bahan bakar minyak ke
gas alam dan batu bara, pola konsumsi energi masih menunjukkan ketergantungan pada sumber
energi tak terbarukan. Potensi energi dan sumber daya mineral yang sampai saat ini telah
diketahui dan terbukti adalahE minyak 9/,6 miliar barel, gas 795,: TG<, batubara .% miliar ton,
dan panas bumi sekitar ": AFatt. Gadangan terbukti minyak bumi (ndonesia berjumlah .,9
miliar barel dengan tingkat produksi .%% juta barel per tahun. Sementara itu cadangan terbukti
gas bumi sekitar 6% TG< dengan tingkat produksi sekitar 7 TG<. Sedangkan cadangan terbukti
batubara sekitar . miliar ton dengan produksi mencapai #%% juta ton setiap tahunnya. 'engan
demikian, perlu upaya untuk mengembangkan sumber energi terbarukan mikro hidro, biomassa,
biogas, gambut, energi matahari, arus laut, dan tenaga angin& sehingga di masa mendatang
bangsa (ndonesia tidak akan mengalami kekurangan pasokan energi. Selain itu, dengan
dimungkinkannya pembangunan pembangkit tenaga nuklir di (ndonesia, pencarian mineral radio
aktif di dalam negeri perlu ditingkatkan. !egiatan ekonomi yang meningkat akan membutuhkan
penyediaan energi yang makin besar. 'alam kaitan itu, tantangan utama dalam pembangunan
energi adalah meningkatkan kemampuan produksi minyak dan gas bumi yang sekaligus
memperbesar penerimaan devisaI memperbanyak infrastruktur energi untuk memudahkan
penyampaian energi kepada konsumen baik industri maupun rumah tanggaI serta mengurangi
secara signifikan ketergantungan terhadap minyak dan meningkatkan kontribusi gas, batubara,
serta energi terbarukan lainnya dalam penggunaan energi secara nasional.
Pembangunan ketenagalistrikan yang telah dilakukan sekitar tiga dekade sebelum krisis
telah memberi sumbangan yang berarti dalam pembangunan di berbagai bidang. *amun sampai
saat ini beberapa permasalahan pokok masih dihadapi. Pertama, kesenjangan antara pasokan dan
kebutuhan tenaga listrik. 'engan terjadinya krisis multidimensi kurun )aktu sekitar tahun #66:-
"%%%, kemampuan investasi dan pengelolaan penyediaan tenaga listrik menurun yang berakibat
pada terganggunya kesinambungan penyediaan tenaga listrik serta kehandalan sistemnya
termasuk untuk listrik perdesaan. !edua, lemahnya efektivitas dan efisiensi. 'alam satu
dasa)arsa terakhir tingkat losses masih berada pada kisaran ##-#. persen, baik yang bersifat
teknis maupun non teknis termasuk hal-hal yang terkait dengan lemahnya good governance,
lemahnya penanganan pencurian listrik, serta intervensi politik sangat kuat mempengaruhi
12
pengelolaan korporat Pemegang !uasa 2saha !etenagalisrikan P!2!& yang masih bersifat
monopolistik. !etiga, ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar minyak sebagai
akibat dari berlimpahnya cadangan BB4 (ndonesia dalam tiga dasa)arsa terakhir. !eempat,
pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional sebagian besar masih didominasi peralatan dan
material penunjang yang di impor sehingga nilai tambah sektor ketenagalistrikan nasional dalam
negeri diperkirakan masih relatif kecil.
Tantangan sektor ketenagalistrikan yang dihadapi meliputi luasnya )ilayah (ndonesia yang
berbentuk kepulauan dengan densitas penduduk yang bervariasi yang mempengaruhi tingkat
kesulitan pengembangan sistem kelistrikan yang optimalI potensi cadangan energi primer yang
cukup besar namun lokasinya sebagian besar jauh dari pusat beban dengan infrastruktur
pendukung yang masih sangat terbatasI keterbatasan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan
dan teknologi, serta budaya usaha di bidang ketenagalistrikanI pertumbuhan kebutuhan tenaga
listrik yang cukup tinggi setiap tahunI daya beli masyarakat yang masih rendah dan relatif tidak
merataI citra politik, ekonomi dan moneter yang belum mendukung untuk menarik investasi
s)asta di bidang kelistrikanI serta regulasi investasi kelistrikan yang belum tertata dengan baik.
2.7 Pengembangan Model Ekonomi3Energi dan Identi'ika"i ,ebt-an In'ra"trktr
Energi
2.7.1. Pemodelan Energy Mix Indone"ia
!erangka model (*0S@' ditunjukkan pada Aambar ". 4odul yang dikembangkan
meliputi permintaan energi, penyediaan energi , ekonomi makro dan lingkngan. $aringan
Sistem Energi Reference Energi System, RES& dari (*0S@' disempurnaan, terutama sisi
infrastruktur penyediaan energinya.
Energi primer mengalami berbagai proses sebelum dapat dimanfaatkan oleh konsumen,
berupa kon*er"i ke bentuk energi lainnya, pengilangan energi menjadi berbagai jenis fraksi
bahan bakar, serta tran"mi"i dan di"trib"i. Pada setiap proses, penggunaan berbagai jenis
teknologi, sarana dan prasarana menimbulkan kehilangan energi, sehingga energi yang terpakai
selalu lebih kecil dibanding energi primernya.
$aringan sistem energi ,ES& digunakan untuk merepresentasikan aktivitas1 hubungan dari
sebuah sistem energi. ,ES bukan hanya sarana untuk menunjukkan energy balance, namun juga
berfungsi sebagai kerangka analitis untuk memperkirakan besarnya permintaan energi. Aambar 7
memperlihatkan $aringan Sistem Energi umum, sedangkan yang dipergunakan dalam studi ini
merupakan pengembangan lanjut dari ,ES tersebut yang disesuaikan dengan kondisi (ndonesia.
13
Setiap link pada jaringan ,ES me)akili suatu aktivitas proses suplai, konversi energi,
distribusi, atau penggunaannya&. Beberapa proses tersebut menimbulkan kehilangan energi, yang
direpresentasikan dengan effisiensi &. Besarnya energi pada successive link e
n
& dihitung dari
predecessor link e
n-#
&, dengan persamaan umumE
e #

e
#
&
= ..............................................................................
N

n

#
Terkadang, suatu energi diperoleh melalui berbagai proses konversi. Sebagai contoh, energi
listrik diperoleh dari berbagai jenis pembangkitaan listrik power generation& sehingga dengan
demikian perlu diketahui besar kontribusi masing-masing proses, yang dinyatakan dalam fraksi f.
e =
f
e #
"
&
.....................................................................
N
n
#

0ambar $. .onto- 6aringan Si"tem Energi "eder-ana
14
Primary
Energy
Conversio
n End-Use Demand for
S!!"y
#e$%no"og
y
#e$%no"og
y Energy Servi$e
&ene'a("e)
eg*
+e"
Pro$essing ,nds-ry) eg*
-.iomass P"an-) eg* -
S-eam
.oi"er
-/ydro
- 0i"
&e1neries - 2a$%inery
2ining) eg*
- 3as
&e1neries
Commer$ia")
eg*
,nds-ry
-Crde 0i"
Po'er P"an-)
eg* -
4ir
Condi-ioner
-5a-ra" 3as - 3as - 6ig%- ."(s
Commer$ia"
-Coa" - Coa"
- &ene'a("e
/ose%o"ds)
eg*
,m!or-) eg* - &efrigera-or
/ose%o"d
-0i" Prod$-s -
4ir
Condi-ioning
-Crde 0i" - Coo7ing
#rans!or-
ssE8!or-
#rans!or-)
eg*
2.7.2 )amalan permintaan energi
Peramalan adalah pekerjaan rumit namun harus dilakukan dalam rangka perencanaan energi.
Permintaan energi dapat digolongkan menjadi permintaan energi listrik dan permintaan
energi non-listrik. Sektor permintaan energi dapat dikelompokkan ke dalam industri, rumah
tangga, komersial dan transportasi.
Peramalan kebutuhan tenaga listrik secara makro dilakukan dengan metode ekonometrik,
yang menyatakan permintaan energi li"trik k)h& K pertumbuhan ekonomi, tarif listrik,
pertumbuhan penduduk& atau disederhanakan ke dalam persamaan regresiE
=
b
0 x
b B b
1 1
x 2
2
x
3

3
LLLLLLLLLLLLLLLL 7&
di manaE
@ K Pemakaian energi listrik
#, ", 7 K Pendapatan, harga listrik, jumlah konsumen
b
% K !onstanta
b#, b", b7 K Elastisitas
#,

",

7
terhadap @
15
!ajian yang dilakukan menemukan beberapa persamaan regresi untuk permintaan lisrik
nasional, sebagai berikutE
E!ot
Li"trik
K ETot
>istrik J#
{ # - elastisitas M g P'B }
n
......................................... 5&
16
dimana
ETot
>istrik
E !onsumsi energi listrik total $uta SB4&
gP'B E laju pertumbuhan P'B
Elastisitas E >aju pertumbuhan permintaan energi listrik 1laju
pertumbuhan P'B
Permintaan listrik untuk sektor rumah tangga didekati dengan persamaan regresi seperti
untuk kebutuhan listrik total. Permintaan listrik untuk kelompok pengguna lain industri,
komersial, perkantoran dan sarana umum& didekati berdasarkan hubungan elastisitas masing-
masing kelompok tersebut terhadap rumah tangga.
Berikut hasil estimasi permintaan tenaga listrik untuk kelompok-kelompok konsumen listrik
tersebutE
)ma- tanggaE E,T >istrik K 76#,79# - ##,665 +>istrik ,T per !Fh
- %,%%6 P'B - #,%:" E,T >istrik J # .................................. .&
/
,omer"ialE ekr K RT / RT ................................................................................. /&
'engan demikian, setelah angka pertumbuhan kelompok rumah tangga diperoleh maka angka
pertumbuhan kelompok komersial dapat dihitung E
!t K rt . ekr .................................................................................. :&
!t K !t-# . # - rt . ekr& ................................................................ 9&
Permintaan listrik untuk kelompok industri serta perkantoran dan sarana umum didekati
dengan metode yang serupa dengan yang dilakukan untuk sektor komersial.
2ntuk energi bukan listrik, permintaan energi masing-masing kelompok pengguna energi
adalah sebagai berikutE
Ind"tri+ E
ind
K %.:56 E
ind
-# - %.%%%7"7 P'B - 5.:6. ........................................
(9)
17
!ran"porta"i+ E
trans
K %.%"%6 E
trans
-# - %.%%%59: P'B -#.:9 #%
-/
Pop J "69.6# ...#%&
,omer"ial+ E
kom
K %."5# E
!om
-# - :.#/ #%
-.
P'B J5.76. .......................................... ##&
)ma- !angga+ E
,T
K E
,T
"%%% # - elastisitas M P'B &
n
.......................................... #"&
2.7.$ Modl penyediaan energi
4odul penyediaan energi yang dikembangkan terdiri dari modul energi primer minyak, gas,
batubara, dan energi terbarukan. ;nalisis sistem dinamik dilakukan terhadap semua sumber
energi primer yang ada. Sebagai contoh, di ba)ah ini dijelaskan sebagian alur pikir dan
parameter yang digunakan dalam penyusunan modul penyediaan minyak dan gas bumi Aambar
5&*
18
4inyak dan gas bumi digambarkan sebagai aliran material dari sumber
aliran ke tempat penampungan. 2ntuk mengalirkan dari sumber diperlukan
pengontrolan laju alir. Pengontrolan kebutuhan minyak dan gas bumi dilakukan
dengan mengontrol laju penemuan eksplorasi& dan laju produksi. !egiatan
eksplorasi dan produksi merupakan struktur umpan balik feedback loop& yang
bersifat negatif opposite&. (ni karena minyak bumi dan gas bumi adalah sumber
daya yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui nonrenewable resources&.
!egiatan eksplorasi dan produksi mengakibatkan cadangan minyak bumi dan gas
bumi mengalami penurunan, dengan penurunan yang bersifat asimptotik!
0ambar &. Strktr model penyediaan minyak bmi
4odel penyediaan energi dalam bentuk struktur umpan balik tersebut
ditransformasikan dan disimulasikan dengan bahasa P0FE,S(4.
2.7.& Simla"i dan optima"i energy mix Indone"ia
(*0S@' dilengkapi dengan modul optimasi untuk meminimumkan biaya
suplai energy mi", dengan masukan parameter makroekonomi dan keluaran
permintaan energi per jenis dan sektor, untuk energi listrik maupun non listrik.
4odul optimasi dilengkapi data biaya energi investasi, biaya 0C4, dan biaya
19
bahan bakar& untuk konversi energi maupun transportasi energi. Pekerjaan
optimasi dilakukan dengan memanfaatkan modul Sol*er.
'alam optimasi, fungsi tujuan ob#ective function& atau target variable yang
diminimumkan adalah discounted cost of energy systemE
q
t
$
it
a
e
it
+ q
t
$
it
i
+$
it
k
&"
it
+ q
t
$
it
k
r
it
.....................#7&
i t it %t
dimana E
G
a
E Biaya bahan bakar fuel cost& 2S31SB4&
G
i E Biaya investasi per unit kapasitas 2S31SB4&
G
k
E Biaya operasi dan pemeliharaan 2S31SB4&
20
e E ;liran energi SB41tahun&
H E discounted factor
M E Penambahan kapasitas SB41tahun&
r E !apasitas terpasang yang telah ada SB41tahun& i
E $enis energi
t E Tahun
Simulasi dilakukan untuk memahami perilaku energi (ndonesi hingga tahun "%"%
berdasarkan beberapa macam perkiraan pertumbuhan ekonomi. ,amalan permintaan dilakukan
untuk berbagai macam jenis energi, termasuk ekspor dan impornya. Berdasarkan ramalan
permintaan dan penyediaan energi yang mungkin, disusun neraca energi energy balance&
(ndonesia untuk berbagai periode.
Beberapa hasil simulasi dikemukakan di ba)ah ini.
Pertumbuhan P'B . persen mengakibatkan pertumbuhan permintaan minyak bumi 7,9
persen, gas bumi .,/ persen dan batubara 5,7 persen. Pertumbuhan permintaan energi terbarukan
akan selalu lebih rendah dibanding energi fosil bila tidak diikuti dengan kebijakan yang tegas
untuk meningkatkan penggunaannya.
Simulasi menunjukkan ekspor minyak mentah crude oil& terus menurun dan mendekati nol
pada tahun "%"%. >onjakan impor minyak mentah akan terjadi mulai "%%9, karena permintaan
domestik yang naik pesat. (mpor produk-produk minyak oil products& meningkat, dan minyak
mentah untuk input kilang akan lebih banyak berasal dari impor.
!onsumsi gas bumi akan meningkatI karena harganya yang murah dibandingkan minyak
bumi dan sifatnya yang akrab lingkungan. Batubara juga akan meningkat penggunaanya,
khususnya untuk memenuhi permintaan listrik. Peningkatan permintaan kedua jenis energi ini
membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur.
Pengaruh P'B terhadap permintaan energi non-listrik lebih sensitif untuk sektor industri
dan transportasi relatif terhadap sektor rumah tangga dan komersial!
'ata pangsa s&are& baik energi primer maupun energi final hasil simulasi menunjukkan
kecenderungan peningkatan penggunaan gas bumi dan batubara dan penurunan minyak bumi.
Pangsa energi terbarukan mengalami penurunan )alaupun secara absolut nilainya meningkat.
Prakiraan energy mi" ini dapat dipergunakan sebagai landasan kebijakan energi ke depan.
2.7.5 Anali"i" in'ra"trktr energi Indone"ia
(nfrastruktur energi meliputi in'ra"trktr kon*er"i energi pembangkit listrik, kilang
minyak, kilang gas& serta in'ra"trktr tran"mi"i dan di"trib"i energi pipa minyak, pipa gas,
21
jaringan transmisi dan distribusi listrik, dermaga minyak dan batubara, depo penyimpanan BB4
dan gas, dstnya&. 'ikaji ketersediaan infrastruktur energi di (ndonesia serta pengembangan
infrastruktur energi yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi dan memanfaatkan
ketersediaan sumber energi, khususnya domestik.
!ebutuhan penambahan infrastruktur diindikasikan oleh selisih permintaan energi dengan
kapasitas infrastruktur yang tersedia. 2ntuk kilang dan pembangkit listrik secara otomatis dapat
ditentukan kebutuhannya. *amun demikian lokasi kilang dan pembangkit listrik diskenariokan
berdasarkan pertimbangan lokasi sumber energi, lokasi konsumen, biaya transportasi, dll. 2ntuk
transportasi energi, diskenariokan jalur-jalur transmisi dan distribusi yang harus dibangun
dengan mempertimbangkan rute dan biaya pembangunan termurah, dstnya. 'engan demikian,
tetap dibutuhkan pertimbangan pakar e"pert #udgement& untuk menentukan lokasi pembangunan
suatu infrastruktur.
Sebagai contoh, dengan menggunakan optimasi fraksi minyak bumi sebagai energi primer
dalam pemenuhan BB4, dapat diproyeksikan kebutuhan in'ra"trktr kon*er"i energi primer
untuk minyak bumi, yaitu kilang minyak refinery&, dimana minyak mentah diproduksi menjadi
BB4 melalui proses distilasi dan konversi. 'engan memperhatikan selisih antara permintaan
BB4 dan kapasitas kilang yang ada serta faktor kapasitasnya ditentukan besar penambahan
kapasitas kilang yang diperlukan. Selanjutnya, ditentukan besarnya investasi untuk pembangunan
kilang tersebut. 2ntuk menggambarkan kebutuhan pengembangan infrastruktur konversi,
transmisi dan distribusi energi, di ba)ah ini diuraikan kebutuhan pengembangan infrastruktur
energi dan investainya untuk beberapa jenis energi.
Permintaan >PA di dalam negri cenderung meningkat, dan perlu dipenuhi oleh pabrik >PA
yang berasal dari kilang minyak. >PA dari kilang >*A akan menurun akibat turunnya produksi
>*A. Produksi >*A ;run menurun karena penurunan cadangan gas, )alaupun demikian
pasokan gas untuk >*A ;run akan cukup untuk memenuhi kontrak penjualan sampai tahun
"%%/.
Sebagai langkah untuk pengembangan >*A perlu dibangun !ilang >*A Tangguh "%%:&
dan !ilang >*A 4atindok "%#%&. Sampai saat ini produk >*A semuanya diekspor, belum ada
yang dimanfaatkan di dalam negeri. *amun di masa mendatang karena menurunnya pasokan dan
meningkatnya permintaan gas di $a)a, perlu dibangun 'N( Receiving Terminal yang dapat
dipasok, misalnya dari >*A Tangguh Papua&.
.
+ingga tahun "%"%, diperkirakan terdapat
kebutuhan investasi sebesar /," milyar 2S3 untuk pembangunan kilang >*A dengan kapasitas
#:,:5 juta ton1tahun, berlokasi di Tangguh Papua& dan 4atindok Sula)esi&.
2ntuk keperluan distribusi gas bumi diperlukan tambahan jaringan pipa. Saat ini di $a)a
22
terdapat jaringan pipa gas Girebon J 4erak dan Pagerungan J Aresik, sedang di Sumatera
terdapat jaringan pipa gas Arissik - 'uri dan Arissik - Singapura. Sedang dalam masa
pembangunan adalah jalur pipa transmisi Sumatera Selatan J $a)a Barat. Terkait dengan
pengembangan industri yang membutuhkan gas bumi sebagai bahan bakar fuel& maupun bahan
baku feedstock&, permintaan gas yang meningkat untuk pembangkit tenaga listrik, dstnya, maka
perlu dibangun jaringan pipa gas regional maupun nasional.
,encana pengembangan infrastruktur gas nasional secara skematik diperlihatkan dalam
Aambar ..
'engan mengikuti pola pemikiran serupa, dapat diturunkan beberapa kebutuhan
pengembangan infrastruktur batubara, yang meliputi pelabuhan, jalan darat, angkutan sungai
maupun angkutan kereta api. Penyederhanaan analisis menghasilkan, di antaranya skenario
pembangunan pelabuhan batubara pada Tabel #.
Setelah mempertimbangkan kebutuhan pengembangan infrastruktur energi yang meliputi
kilang minyak, pipa transmisi produk-produk minyak, kilang gas, jaringan transmisi gas,
pelabuhan dan angkutan kereta api batubara, serta pembangkit dan transmisi listrik, diperkirakan
kebutuhan biaya investasi untuk me)ujudkan kebutuhan pengembangan infrastruktur energi
tersebu
23
0ambar 5. Pengembangan in'ra"trktr ga" bmi
LNG 12.50
Arun Block
LPG 1.60
Block B-Duyong
Medan Block
West Natuna
- !nga"ore
5 Bunyu
# LNG 1$.50
%2&' 620 k( %2&' #00 k(
LPG 1.10
#2&' 1%50 k(
Dur!-Gr!ss!k Bontang
)anggu*
+orr!dor-!nga"ore %$
2$&' ,#0 k(
o. Pale(-ang Block
#2&' 6,6 k(
16&' ,# k(
15
%2&' %,0 k(
#2&' 600 k(
#2&' 620 k( 1',00 k( 1,
2$&' 1066 k( 6
Mundu
2$&' 256 k(
%'%00 k(
.a/a )!(ur
11
01!st!ng
2eser3es NG 4)+56 01!st!ng LPG 2e7!nery
Planned P!"el!ne
01!st!ng LNG 2e7!nery 4B!l!on )on89ear6
Planned LNG *!""!ng Planned LNG 2e7!nery
!abel 1. Skenario pembangnan pelab-an batbara
Ma8imm
!amba-an
!a-n
24
kapa"ita"
!erminal 9perator Loka"i :e""el
-andling 9pera"i
/D;!1
/6ta !on<!-n1
!ertapati PTB; SumSel :.%%% %.. "%%.
Tarahan PTB; SumSbel /%.%%% / "%#%
Teluk Bayur PTB; Sumbar 5%.%%% " "%%9
Pulau Baai Aovernment Bengkulu 7..%%% # "%%.
Tanjung ;pi-api PTB; SumSel 5%.%%% "% "%"%
Tanjung Bara !altim Prima !altim "%%.%%% 5 "%%9
Tanah merah !ideco !altim "%.%%% 7 "%%:
*orth Pulau >aut ;rutmin !alsel #.%.%%% . "%%.
Balikpapan PT 'PP !altim /%.%%% " "%%9
(ndonesia Bulk Term. (BT !alsel :%.%%% . "%#%
Tanjung ,edepN Berau !altim ..%%% " "%%9
BanjarmasinN Barious !alsel /.%%% . "%##
!elanisN ;daro !alteng #".%%% #% "%#.
;dditional Total
75.5
+andling Gapacity
!abel 2. Biaya in*e"ta"i in'ra"trktr energi /%ta USD1
6eni" Enegi 6eni" In'ra"trktr In*e"ta"i yang diperlkan
"ampai 2=2= /mil. US>1
4inyak Bumi !ilang minyak, pipa tranmsisi, 1?@$
tangki timbun
Aas Bumi !ilang >*A, pipa transmisi, A@7
>*A receiving terminal
Batubara Pelabuhan batubara, rel kereta 1@$&
api batubara
>istrik Pembangkit, jaringan transmisi 72
!otal A=@2&
BAB III
,ESIMPULAN
$.1. ,e"implan
#. %ssue bauran energi yang optimum di (ndonesia, dengan penekanan pada
pembuatan model dinamik ekonomi- energi, proyeksi kebutuhan energi
primer dan energi final serta infrastruktur energi yang harus dikembangkan,
termasuk perkiraan biayanya. $enis energi yang dikaji terutama bahan bakar
fosil, dan proyeksi dilakukan hingga "%"%.
25
". 4odel ekonomi energi yang dikembangkan, ramalan permintaan energi serta
beberapa hasil simulasi, khususnya yang menyangkut minyak bumi, gas
bumi, batubara dan kelistrikan. 'ilaporkan pula kebutuhan infrastruktur yang
perlu dibangun.
26
DAB!A) PUS!A,A
httpE11jieb.feb.ugm.ac.id1catalog1indeM.php1jieb1article1vie)1##7"1###.
#.1%71"%#5, pukulE #6E"%&
httpE11))).antarane)s.com1print1976##1t)o-s-african-citiDens-arrested-
for-bringing-in-meth #:1%71"%#5, pukulE "%E"#&
httpE11charyconomi.blogspot.com1"%#71##1aplkasi-ekonomi-mikro.html
"%1%51"%#5&, pukulE #6E"%&
httpE11andiansah-pengetahuan.blogspot.com1"%#%1%51ekonomi-makro.html
"%1%51"%#5&, pukulE "%E79&
httpE11cintyasherry.)ordpress.com1tag1syarat-diskriminasi-harga1
"71%51"%#5. PukulE #5E"%&
httpE11hary-semarang.blogspot.com1"%#"1%#1diskriminasi-harga.html
"71%51"%#5. pukulE #5E"7&
httpE11hakimjuntak.blogspot.com1"%#71%/1pengertian-aplikasi-ekonomi
-energi.html "71%51"%#5, pukulE #5E5%&
@usgiantoro, Purnomo."%%%.Ekonomi Energi Teori dan Praktik. $akarta