Anda di halaman 1dari 6

Minggu ke- Perkembangan janin

1 Setelah 8 hari setelah proses pembuahan, blastokist (mengandung 200


sel) mengeluarkan mucus untuk menandakan keberadaannya di dalam
rahim)
2 Blastokist menggelembung dan sel-sel berkembang terbagi kira-kira
2kali sehari sampai hari ke-12 jumlahnya telah bertambah dan
membantu blastokist melekat dengankuta pada endometrium
3 Setelah pembuahan ukuran embrio hanya sepanjang 0,08 inci / 2 mm.
gen janin mulai terbentuk dalam 3 lapisan.
4 Pada masa ini dudah terlihat pembentukan otak dan tulang belakang
serta anggota lain seperti jantung yang memompa darah ke paru-paru
dan aorta.
5 Embrio akan terus membesar. Pada mainggu ini dapat dijumpai lapisan
ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan paling
atas yang kemudian akan membentuk otak, tulang belakang,kulit serta
rambut. Lapisan mesoderm yang berada di lapisan tengah akan
membentuk organ penting yaitu jantung, ginjal, tulang dan organ
reproduktif. Lapisan endoderm yaitu lapisan paling dalam akan
membentuk organ dalam seperti usus, hati pancreas dan kandung
kemih.
6 Dengan melakukan pemeriksaan ultrasound kita akan melihat janin
sudah membentuk kepala dan badan. Getaran jantung juga sudah dapat
diperiksa.
7 Bentuk bayi semakin jelas terbentuk kepaa bayi seolah-olah tertunduk
danberada dalam air ketuban atau amniotic sac yang akan memberikan
keperluan pertumbuhan bayi saat dalam kandungan.
8 Terjadi pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Mata
terlihat berada di bawah membrankulit yang tipis. Pada masa ini
terbentuk juga tangan dan kaki walau tidak begitu jelas.
9 Terlihat pembentukan telinga. Bayi sudah dapat menggerakkan anggota
badannya.
10 Bayi sudah terlihat seperti manusia yang lengkap. Payudara ibu akan
sedikit membengkak karena terdapat hormone estrogen dan
progesterone sebagai persediaan ASI.
11 Bayi tumbuh dengan pesat dan mulai mengangkat kepala ke atas jauh
dari dadanya. Alat kelamin luar mulai terbentuk tetapi masih kecil
sehingga masih sulit untukmenentukan jenis kelamin bayi.
12 Bayi membesar dengan cepat dan wajahnya semakin jelas. Jari tangan
dan kaki mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.
13 Kepalabayi membesar dengan cepat. Badannya juga semakin membesar
menyesuaikan dengan besar kepala. Kuku kaki dan tangan mulai
tumbuh. Terjadi perubahan yang kentara akibat perubahan hormone.
14 Detak jantung bayi semakin kuat. Kecepatannya dua kali lipat dari
detak jantung kita. Pada masa ini bayi terlihat kurus karena tidak punya
lapisan lemak. Kulitnya sangat tipis sehingga kita mampu melihat
aliran darahnya. Pada tahap ini ibu akanmengalami masalah sembelit
karenapergerakan usus menjadi lambat.karenanya hindarilah memakai
pakaian ketat agar ibu dalam keadaan santai.
15 Bayi sudah mampu menggenggamtangannya dan emnghisap ibu jari.
Kelopak mata masih tertutup sampai minggu ke 26 tapi dapat
merasakan perubahan cahaya. Bayi juga dapat menelan.
16 Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan perlu diberikan nutrisi yang cukup
oleh plasenta. Kini bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan dapat
mendengar suara.
17 Panjang tubuh janin meningkat lebih pesat ketimbang lebarnya,
menjadi 13 cm dengan berat sekitar 120 gram, hingga bentuk rahim
terlihat oval dan bukan membulat. Akibatnya, rahim terdorong dari
rongga panggul mengarah ke rongga perut. Otomatis usus ibu terdorong
nyaris mencapai daerah hati, hingga kerap terasa menusuk ulu hati.
Pertumbuhan rahim yang pesat ini pun membuat ligamen-ligamen
meregang, terutama bila ada gerakan mendadak. Rasa nyeri atau tak
nyaman ini disebut nyeri ligamen rotundum. Oleh karena itu amat
disarankan menjaga sikap tubuh dan tak melakukan gerakan-gerakan
mendadak atau yang menimbulkan peregangan.
Lemak yang juga sering disebut jaringan adiposa mulai terbentuk di
bawah kulit bayi yang semula sedemikian tipis pada minggu ini dan
minggu-minggu berikutnya. Lemak ini berperan penting untuk menjaga
kestabilan suhu dan metabolisme tubuh. Sementara pada beberapa ibu
yang pernah hamil, gerakan bayi mulai bisa dirasakan di minggu ini.
Kendati masih samar dan tak selalu bisa dirasakan setiap saat sepanjang
hari. Sedangkan bila kehamilan tersebut merupakan kehamilan
pertama, gerakan yang sama umumnya baru mulai bisa dirasakan pada
minggu ke-20
18 Taksiran panjang janin adalah 14 cm dengan berat sekitar 150 gram.
Rahim dapat diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar
buah semangka. Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah
keseimbangan tubuh ibu. Sementara peningkatan mobilitas persendian
ikut mempengaruhi perubahaan postur tubuh sekaligus menyebabkan
keluhan punggung. Keluhan ini makin bertambah bila kenaikan berat
badan tak terkendali. Untuk mengatasinya, biasakan berbaring miring
ke kiri, hindari berdiri terlalu lama dan mengangkat beban berat. Selain
itu, sempatkan sesering mungkin mengistirahatkan kaki dengan
mengangkat/mengganjalnya pakai bantal.
Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin
erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau
merasakan hal lain, janin pun merasakan hal sama.
19 Panjang janin diperkirakan 13-15 cm dengan taksiran berat 200 gram.
Sistem saraf janin yang terbentuk di minggu ke-4, di minggu ini makin
sempurna perkembangannya, yakni dengan diproduksi cairan
serebrospinalis yang mestinya bersirkulasi di otak dan saraf tulang
belakang tanpa hambatan. Nah, jika lubang yang ada tersumbat atau
aliran cairan tersebut terhalang oleh penyebab apa pun, kemungkinan
besar terjadi hidrosefalus/penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan
yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml, namun bisa mencapai
5 liter! Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak
jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tadi.
20 Panjang janin mencapai kisaran 14-16 cm dengan berat sekitar 260
gram. Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi
dua lapisan, yakni lapisan epidermis yang terletak di permukaan dan
lapisan dermis yang merupakan lapisan dalam. Epidermis selanjutnya
akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan
maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan dermis mengandung
pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak.
Seiring perkembangannya yang pesat, kebutuhan darah janin pun
meningkat tajam. Agar anemia tak mengancam kehamilan, ibu harus
mencukupi kebutuhannya akan asupan zat besi, baik lewat konsumsi
makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang dianjurkan dokter.
21 Beratnya sekitar 350 gram dengan panjang kira-kira 18 cm. Pada
minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi
dan perkembangan.
Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang
terganggu, bukan saatnya lagi melakukan olahraga kontak seperti
basket yang kemungkinan terjatuhnya besar. Hindari pula olahraga
peregangan ataupun yang bersikap kompetitif, semisal golf atau bahkan
lomba lari.
22 Dengan berat mencapai taksiran 400-500 gram dan panjang sekitar 19
cm, si ibu kian mampu beradaptasi dengan kehamilannya.
Kekhawatiran bakal terjadi keguguran juga sudah pupus. Tak heran bila
ibu amat menikmatinya karena keluhan mual-muntah sudah berlalu dan
kini nafsu makannya justru sedang menggebu, hingga ia mesti berhati-
hati agar tak terjadi pertambahan berat badan yang berlebih.
Ciri khas usia kehamilan ini adalah substansi putih mirip pasta penutup
kulit tubuh janin yang disebut vernix caseosa. Fungsinya melindungi
kulit janin terhadap cairan ketuban maupun kelak saat berada di jalan
lahir. Di usia ini pula kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk
melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Jantung janin
yang terbentuk di minggu ke-5 pun mengalami modifikasi
sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah
sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia.
23 Tubuh janin tak lagi terlihat kelewat ringkih karena bertambah montok
dengan berat hampir mencapai 550 gram dan panjang sekitar 20 cm.
Kendati begitu, kulitnya masih tampak keriput karena kandungan
lemak di bawah kulitnya tak sebanyak saat ia dilahirkan kelak. Namun
wajah dan tubuhnya secara keseluruhan amat mirip dengan
penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo
yang menutup
sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di usia kehamilan ini.
24 Janin makin terlihat berisi dengan berat yang diperkirakan mencapai
600 gram dan panjang sekitar 21 cm. Rahim terletak sekitar 5 cm di
atas pusar atau sekitar 24 cm di atas simfisis pubis/tulang kemaluan.
Kelopak-kelopak matanya kian sempurna dilengkapi bulu mata.
Pendengarannya berfungsi penuh. Terbukti, janin mulai bereaksi
dengan menggerakkan tubuhnya secara lembut jika mendengar irama
musik yang disukainya. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas
saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya.
25 Berat bayi kini mencapai sekitar 700 gram dengan panjang dari puncak
kepala sampai bokong kira-kira 22 cm. Sementara jarak dari puncak
rahim ke simfisis pubis sekitar 25 cm. Bila ada indikasi medis,
umumnya akan dilakukan USG berseri seminggu 2 kali untuk melihat
apakah perkembangan bayi terganggu atau tidak. Yang termasuk
indikasi medis di antaranya hipertensi ataupun preeklampsia yang
membuat
pembuluh darah menguncup, hingga suplai nutrisi jadi terhambat.
Akibatnya, terjadi IUGR (Intra Uterin Growth Retardation
atauperkembangan janin terhambat). Begitu juga bila semula tidak ada,
tiba-tiba muncul gangguan asma selama kehamilan.
Jika dari hasil pantauan ternyata tak terjadi perkembangan semestinya,
akan dipertimbangkan untuk membesarkan janin di luar rahim dengan
mengakhiri kehamilan. Tentu saja harus ada sejumlah syarat ketat yang
mengikuti. Di antaranya, rumah sakit yang merawat bayi-bayi prematur
haruslah rumah sakit bersalin khusus yang lengkap dengan ahli-ahli
neonatologi (ahli anak yang mengkhususkan diri pada
spesialisasi perawatan bayi baru lahir sampai usia 40 hari). Selain
fasilitas NICU (neonatal intensive Care Unit).
26 Di usia ini berat bayi diperkirakan hampir mencapai 850 gram dengan
panjang dari bokong dan puncak kepala sekitar 23 cm. Denyut jantung
sudah jelas-jelas terdengar, normalnya 120-160 denyut per menit.
Ketidaknormalan seputar denyut jantung harus dicermati karena bukan
tak mungkin merupakan gejala ada keluhan serius.
Sementara rasa tak nyaman berupa keluhan nyeri pinggang, kram kaki
dan sakit kepala akan lebih sering dirasakan si ibu. Begitu juga keluhan
nyeri di bawah tulang rusuk dan perut bagian bawah, terutama saat bayi
bergerak. Sebab, rahim jadi makin besar yang akan memberi tekanan
pada semua organ tubuh. Termasuk usus kecil, kantung kemih dan
rektum. Tak jarang ibu hamil jadi terkena sembelit, namun terpaksa
bolak-balik ke kamar mandi karena beser.
27 Bayi kini beratnya melebihi 1000 gram. Panjang totalnya mencapai 34
cm dengan panjang bokong ke puncak kepala sekitar 24 cm. Di minggu
ini kelopak mata mulai membuka. Sementara retina yang berada di
bagian belakang mata, membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi
menerima cahaya dan informasi mengenai pencahayaan itu sekaligus
meneruskannya ke otak.
Jika terjadi kesalahan pembentukan lapisan-lapisan inilah yang kelak
memunculkan katarak kongenital/bawaan saat bayi dilahirkan. Lensa
jadi berkabut atau keputihan. Walaupun dipicu oleh faktor genetik,
katarak bawaan ini ditemukan pada anak-anak yang dilahirkan oleh ibu
yang terserang rubella pada usia kehamilan di minggu-minggu akhir
trimester dua.
28-29 Janin dapat membedakan suara yang bernada tinggi atau rendah
30 Gerakan nafas jadi lebih sering dan terjadi 30-40% waktu pada
kebanyakan janin.
31 Janin memperlihatkan saat-saat aktifitas yang terkoordinasi dengan
adanya waktu istirahat.perengai ini menunjukkan refleks dari susunan
saraf tengah.
32-34 Alveoli yang sesungguhnya atau sel kantung udara,mulai berkembang
dalam paru-paru.mereka akan terus terbentuk hingga 8 tahun setelah
lahir.
35 Janin memiliki genggaman yang kuat
36-lahir Janin memulai tanda-tanda kelahiran dengan mengeluarkan sejumlah
besar hormone yang disebut estrogen dan kemudian memulai masa
peralihan dari janin menjadi bayi baru lahir
Kelahiran ditandai dengan kontraksi kuat pada rahim yang
mengakibatkan kelahiran anak.

Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang
1. Faktor genetik
Kualitas dan kuantitas pertumbuhan di dalam sel telur yang telah dibuahi melalui instruksi
genetik ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan, derajat sensitivitas jaringan
terhadap rangsangan, umur pubertas dan berhentinya pertumbuhan tulang. Termasuk faktor
genetik antara lain berbagai faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis kelamin, suku
bangsa atau bangsa.

2. Faktor lingkungan
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan.
Lingkungan ini merupakan lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial. Faktor lingkungan sebagian besar
dibagi menjadi :
a. Faktor pranatal
- Gizi ibu pada waktu hamil
- Mekanis
- Toksin/zat kimia
- Endokrin
- Radiasi
- Infeksi
- Stres
- Imunitas
- Anoksia embrio
b. Faktor postnatal
- Lingkungan biologis
Ras/suku bnagsa
Jenis kelamin
Umur
Gizi
Perawatan kesehatan
Kepekaan terhadap penyakit
Penyakit kronis
Fungsi metabolisme
Hormon
- Fakktor fisik :
Cuaca, musim, keadaan geografis
Sanitasi
Keadaan rumah
Radiasi
- Faktor psikososial :
Stimulasi
Motivasi belajar
Ganjaran atau hukuman
Kelompok sebaya
Stres
Sekolah
Cinta dan kasih sayang
Kualitas interaksi anak-orang tua
- Faktor keluarga dan adat istiadat :
Pekerjaan/pendapatan keluarga
Pendidikan ayah/ibu
Jumlah saudara
Jenis kelamin dalam keluarga
Stabilitas rumah tangga
Kepribadian ayah/ibu
Adat-istiadat, norma-norma, tabu-tabu
Agama
Urbanisasi
Kehidupan politik dalam masayarakat