Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

ANESTESIA UMUM PADA OPERASI


SKIN GRAF DORSUM MANUS DEXTRA
Kepaniteraan Klinik Bagian Anestesiologi
Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2014



IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien : Ny. R
Umur : 31 thn
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Sunter
No RM : 73.xx.xx

ANAMNESIS
K.U : terdapat jaringan parut di punggung
tangan kanan sejak 1 tahun yg lalu

R.P.S. : terdapat jaringan parut di punggung
tangan kanan sejak 1 tahun yg lalu. Jaringan
parut berukuran 3x4 cm, bentuk tidak beraturan,
& tidak nyeri.1 tahun yang lalu tersiram minyak
goreng panas saat memasak.
Riwayat Penyakit Dahulu :
- tidak ada riwayat penyakit sistemik
- hipertensi (-)
- asma (-)
- 1 tahun yang lalu tersiram minyak goreng panas saat
memasak

Riwayat Alergi :
- alergi suhu dingin (+)

Riwayat Operasi sebelumnya :
- Tidak pernah menjalani operasi


KEADAAN PRA BEDAH
Keadaan Umum : Ringan
Kesadaran : komposmentis
TTV :
- TD : 110/70 mmHg
- N : 80 kali/menit
- S : 36
0
C
- P : 16 kali/menit
Berat badan (BB) : 54 Kg
Tinggi badan (TB) : 157 cm

PEMERIKSAAN FISIS
Kepala : Normochepali
* Mata : konjungtiva anemis (-),
sklera ikterik (-).
* Telinga : tdk ditemukan kelainan
* Hidung : tidak ditemukan kelainan
* Mulut : bibir pucat dan sianosis (-),
Tonsil tidak membesar
Leher : pembesaran KGB (-)
Dada :
* Jantung : Batas jantung dlm bts
Normal, murmur (-), gallop (-)
* Paru : Simetris, retraksi costa (-),
sonor dikedua lapangan
paru, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Perut : simetris, supel, timpani, Bising usus (+),
normal, Nyeri tekan Epigastrium (-)
Ekstremitas : Bentuk normal, pergerakan
normal.
HASIL LABORATORIUM
laboratorium darah :
- Hb : 12,2 g %
(10.7 14.7)

- Lekosit : 8250 /mm
3

(5000 14500)
- trombosit : 351 ribu/mm
3

(200 400)


Pembekuan :

- Masa perdarahan : 1.30
(1-3)
- Masa pembekuan : 3.00
(4-6)
- Masa protombin : 11 detik
- APTT : 34 detik





Diagnosis Pre operasi
Jaringan parut di dorsum manus
dextra


Jenis Operasi
skin graf

Diagnosis Post operasi
s. d. a.


Status Fisis : ASA (1)


Premedikasi :
Valium Tab. 10 mg
Efek : cukup

Jenis Anestesia : Anestesia umum

Teknik anestesia : LM 4 lingkar tertutup,
Abserver, Ventilasi Kendali


ALUR ANESTESI
PREMEDIKA
SI
Valium 10 mg

PASTIKAN ALAT
PANTAU TTV dan
IV LINE
TERPASANG
Tensimeter, Saturasi
O2, ECG

Hipnotik +
analgetik
Fresofol 100 mg
Fentanyl 0,1 mg

RELAKSAN
Roculax 30 mg

MAINTENANCE
N2O:O2 2:1
L/mnt
Isoflurane 1,25
Pasang
LM
Obat-obat Anestesi umum yg digunakan

Induksi : Recofol 100 mg
Relaksan non depol : Tramus 30 mg
Analgesik : Fentanyl 0,1 mg
Rumatan
O
2
: N
2
O 1 : 2 (L/menit)
desflurance : 3,5 Vol %.
Analgetika Post Bedah : Remopain 30 mg
Lain-lain :
* Efedrin 10 mg
* Sulfas atropin 1 mg
* neostigmin 1 mg

Jumlah Cairan :
Ringer Asetat : 1000 ml

Jumlah Perdarahan : 50 ml

PENJELASAN
1. Fentanyl analgetik
2. Racofol hipnotik
3. Tramus muscle relaxan
4. Efedrin menaikkan tekanan darah (pada pasien
mengalami penurunan tekanan darah, sedangkan
jumlah darah yang keluar sedikit)
5. Remopain analgetik pasca bedah
(disuntikkan saat penjahitan subcutis)
6. Sulfas Atrophin
7. Prostigmin
8. Desflurane dan N2O maintenance anestesi

PASCA ANESTESI
Temperatur : tidak diperiksa
Pernafasan : 16 kali/menit
Nadi : 100 kali/menit
Tek. Darah : 100/60 mmHg
Saturasi O
2
: 98 % - 100 %


SKOR ALDRATE
ANALISIS KASUS
Wanita, 31 tahun rencana dilakukan skin graf,
karena bagian yang akan dilakukan skin graf
bagian ekstemitas atas maka dilakukan
anestesia umum, dg teknik LM 4 lingkar
tertutup, Abserver, Ventilasi Kendali



Perawatan Pasca Bedah
Ekstubasi dilakukan jika apabila aktivitas
refleks telah kembali, diberikan O2 hingga
sadar penuh
Selalu menyediakan alat penghisap /suction
Monitoring tanda vital dan perdarahan
Analgetik (non-narkotik)

FENTANYL
Golongan Opiad (morfin, petidin,sufentanil ) 75-125 kali lebih poten
dari morpin
Sebagai analgesia dan anestesia
Tidak mengganggu kardiovaskuler >> digunakan induksi pasien dg
kelainan jantung
Dosis induksi IV : 5 40 g. Dosis Analgesia IV/IM 25 100 g, (0,7
2 g/kg BB)
Dosis rumatan 0,3-1 g /kg BB
Fentanyl + droperidol neuroleptanalgesia
Efek samping :
- KV : bradikardi, hipotensi
- Pulmoner : Depresi pernapasan, apnoe
- GI : mual, emesis, pengosongan lambung terteunda, spasme
tr.biliaris
- Mata : miosis
- Muskuloskeletal : kekakuan otot

PROSTIGMIN

Neostigmin
Reversi dari relaksan otot depolarisasi, pengobatan miastenia gravis,
ileus, dan retensi urin pasca bedah, pengobatan takikardia sinus, atau
supraventrikuler.

Dosis : Reversi : IV lambat. 0,05 mg/kgBB (dosis maks 5 mg) (dengan
atropin 0,015 mg/kgBB, atau glikopirolat 0,01 mg/kg)

Efek samping :
KV : bradikardia, takikardia, blok AV, ritme nodal, hipotensi
Pulmoner : Peningkatan sekresi oral, faring, dan bronkus, bronkospasme,
depresi pernafasan
SSP : kejang, disartria, sakit kepala
GI : mual, emesis, flatulensi, peningkatan peristaltis
GU : sering berkemih
Dermatologik : ruam, urtikaria
Alergik : reaksi alergi, anafilaksis
ATROPIN SULFAT
Pengobatan dari bradikardia sinus, premedikasi (vagolisis), reversi
dari blokade neuromuskuler (blokade efek muskarinik
antikolinesterase), terapi tambahan pd pengobatan bronkospasme
dan tukak lambung

Dosis : bradikardia sinus = 0,5 1,0 mg; ulangi setiap 3-5 menit
sesuai indikasi. (dosis maks 40 g/kg)
PADA KASUS DIBERIKAN vagolitik,mengurangi hipersalivasi

Efek samping :
- KV : takikardia (dosis tinggi), bradikardia (dosis lemah),
palpitasi
- SSP : kebingungan, halusinasi
- Pulmoner : depresi napas
- GI : refluks esofagus
- Mata : penglihatan kabur, midriasis, peningkatan tek. Intraokuler
- Dermatologik : urtikaria
- Lain : mulut kering, reaksi alergi.