Anda di halaman 1dari 2

Definisi diare akut Definisi diare kronik

Buang air besar dengan tinja berbentuk cair atau


setengah cair ( setengah padat ) kandungan air
tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200
gram atau 200 ml/24 jam. Definisi lain memakai
criteria frekuensi, yaitu buang air besar encer
lebih dari 3 kali perhari. Buang air besar tersebut
dapat / tanpa disertai lendir dan darah.
Diare akut kurang dari 15 hari.
Buang air besar dengan tinja berbentuk cair atau
setengah cair ( setengah padat ) kandungan air
tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200
gram atau 200 ml/24 jam. Definisi ini tidak
memakai criteria frekuensi diarenya, tetapi
definisi lain tetap memakai frekuensi, yaitu
buang air besar encer lebih dari 3 kali perhari.
Buang air besar tersebut dapat / tanpa disertai
lendir dan darah.
Diare kronik lebih dari 15 hari.

Sumber : Buku Ilmu Penyakit Dalam Edisi IV

Etiologi diare akut
Infeksi Bakteri : shigella sp, e. coli pathogen,
salmonella sp, klebsiella, pseudomonas,
aeromonas, proteus
Virus : rotavirus, adenovirus, Norwalk
virus, Norwalk like virus, CMV,
echovirus, virus HIV
Parasit : protozoa, entamoeba
hystolitica, giardia lambia, crytoporidium
parvum, balanitidium coli
Worm :A. Lumbricoides, cacing
tambang, trichuris trichiura, s.
stercoralis, cestodiasis
Fungus : kandida/ moniliasis
Parenteral OMA, pneumonia, traveler diare : e.coli,
entamoeba, giardia lambia, shigella
Malanan : intoksikasi makanan, alergi,
malabsorbsi

Imonudefisiensi Hipogamaglobulinemia,
panhipogamaglobulinemia, penyakit
granulomatosa kronik, defisiensi igA
Terapi obat Antibiotic, antacid, kemoterapi
Tindakan tertentu Gastrektomi, radiasi
Lain-lain Zolingor Ellison, neuropati diabetik
Sumber : Buku Ilmu Penyakit Dalam Edisi IV






Etiologi Diare Kronik Berdasarkan Patofiologi
Jenis Diare Etiologi
1. Diare Osmotik a. Eksogen
1. Makan cairan yang aktif osmotic, sulit diabsorbsi; fosfat, laktulosa dan
sorbitol
2. Obat-obatan lain: colchichine, salicylic acid, anti kanker, anti depresan,
anti hipertensi (ACEi, -blocker), obat diabetes mellitus (biguanide),
teofilin.
b. Endogen
1. Kongenital: penyakit malabsorbsi spesifik (malabsorbsi glukosa-
galaktosa), penyakit malabsorbsi umum (defisiensi enterokinase,
insufisiensi pancreas)
2. Didapat: penyakit malabsorbsi spesifik (intoleransi susu dan produk
susu, intoleransi sucrose, enteropati gluten, insufisiensi pancreas
[alcohol], bacterial overgrowth, malnutrisi protein-kalori), waktu
pengosongan lambung yang berlebihan.
2. Diare Sekretorik a. Infeksi : enterotoksin (Vibrio cholera, E.Coli pathogen (ETEC)) ,invasif ke
mukosa (shigellosis, salmonellosis, E. Coli invasif patogen (EIEC), E.
Histolytica
b. Neoplasma (tumor karsinoid, gastrinoma
c. Hormon & neurotransmitter (kolesistokinin, sekretin)
d. Katartik : hidroksi asam empedu dan asam lemak
e. Kolitis mikroskopik (limfositik)
f. Lain-lain : diare asam empedu karena pasca kolesistektomi, reseksi ileum
terminal.
3. Malabsorbsi asam
empedu,
malabsorbsi lemak
a. Maldigesti intraluminal (sirosis hati, obstruksi saluran empedu, bacterial
overgrowth)
b. Malabsorbsi mukosa (spru seliak, penyakit infeksi [aids], obat [kolestiramin,
neomisin])
c. Obstruksi pasca mukosa
d. Campuran (sindrom usus pendek, tirotoksikosis, malnutrisi protein-kalori,
enterokolitis radiasi)
4. Defek system
pertukaran anion/
transport elektrolit
aktif di enterosit
a. Infeksi usus
b. Kongenital (diare klorida congenital, diare karena kelainan transport Na+
usus)
5. Motilitas dan
waktu transit usus
abnormal
Sindrom kolon iritabel, hipertiroid, pasca reseksi lambung & vagotomi
6. Gangguan
permeabilitas usus
a. Penyakit seliak
b. Penyakit usus inflamatorik
c. Infeksi usus (bakteri Shigella & Salmonella)
7. Eksudasi cairan,
elektrolit dan
mucus berlebihan
Kolitis ulseratif, penyakit crohn, Amubiasis, Shigelosis, tuberculosis usus, kanker
usus.
Sumber : Buku Ilmu Penyakit Dalam Edisi IV