Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

EVOLUSI REPTIL
OLEH :
Anselmus Mogo Bhara
Kristofel K. Mahing
Yahya Banani
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2014
EVOLUSI REPTIL
A. KARAKTERISTIK REPTILIA
Reptilia merupakan salah satu kelas dari Vertebrata. Hewan dari kelas ini memiliki
karakteristik yang sudah agak maju jika di bandingkan dengan Pisces dan Amphibi. Adapun
karakteristik dari reptilia yaitu sebagai berikut:
1. Tubuhnya dibungkus oleh kulit kering yang menanduk (tidak licin), biasanya dengan sisik,
beberapa ada yang memiliki kelenjar permukaan kulit
2. Mempunyai dua pasang anggota gerak yang masing-masing dengan 5 jari dengan kuku-kuku
yang cocok untuk lari, mencengkram, dan naik pohon. Pada yang masih hidup di air kakinya
mempunyai bentuk dayung.
3. Skeletonnya mengalami penulangan secara sempurna, tempurung kepala mempunyai satu
kondil oksipital
4. Jantungnya tidak sempurna, terdiri atas 4 ruang yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel, hanya saja
sekat antara ventrikel tersebut belum sempurna.
5. Pernapasannya dengan paru-paru
6. Memiliki 12 pasang saraf cranial dan otak dengan serebrum yang lebih besar
7. Matanya mempunyai kelenjar air mata yang menjaga agar matanya tetap basah
8. Merupakan hewan berdarah dingin
9. Fertilisasi internal, biasanya mempunyai alat kopulasi, telur dengan banyak yolk, berselaput
kulit lunak atau barcangkang tipis
10. Ada beberapa anggotanya yang merupakan hewan ovipar misalnya penyu dan adapula yang
ovovivipar misalnya ular
11. Pembelahannya terjadi secara meroblastik, mempunyai membrane embrionik
12. Tidak mengalami fase metamorphosis.
B. EVOLUSI REPTILIA
Teori evolusi tidak mampu menjelaskan asal-usul reptil. Anggota kelas khusus ini telah
muncul dalam keadaan telah berbeda tanpa mengalami proses evolusi apa pun. Ciri-ciri fisiologi
reptil sangatlah berbeda dengan amfibi, yang dianggap sebagai nenek moyangnya. Dinosaurus,
kadal, kura-kura dan buaya. Semua spesies ini termasuk dalam kelas yang disebut reptil.
Beberapa reptil, seperti dinosaurus, telah punah tetapi sebagian lagi masih hidup. Reptil memiliki
sejumlah ciri khusus, misalnya: tubuh mereka yang tertutupi oleh struktur yang disebut sisik.
Mereka adalah hewan berdarah dingin, yang berarti mereka tidak dapat menghasilkan panas
tubuh sendiri. Itulah sebabnya mengapa mereka membutuhkan sinar matahari langsung untuk
menghangatkan tubuh. Mereka berkembang biak dengan cara bertelur. Evolusionis tidak dapat
menjelaskan bagaimana reptil muncul pertama kali menjadi ada. Jawaban umum yang diberikan
evolusionis atas permasalahan ini adalah reptil berevolusi dari amfibi. Namun, tidak ada satu
bukti pun yang membenarkan hal ini. Sebaliknya, penelitian terhadap amfibi dan reptil
menunjukkan terdapat perbedaan fisiologis yang sangat besar antara kedua kelompok hewan
tersebut, dan binatang separuh reptil separuh amfibi tidak mungkin dapat hidup. Tidak
mengherankan jika binatang seperti ini tidak pernah ditemukan dalam catatan fosil. Ahli
paleontologi evolusionis terkenal, Lewis L. Caroll, mengakui fakta tersebut dalam artikelnya
yang berjudul The Problem of The Origin of Reptile: Sayangnya, tidak diketahui adanya satu
contoh pun nenek moyang reptil yang sesuai sebelum kemunculan reptil-reptil sejati. Ketiadaan
bentuk-bentuk pendahulu ini menimbulkan banyak permasalahan dalam peralihan dari amfibi ke
reptil yang tidak terjawab. Di samping itu, terdapat pula batas-batas yang memisahkan beragam
spesies reptil itu sendiri seperti reptil, dinosaurus atau kadal. Semua spesies berbeda ini muncul
secara tiba-tiba dan dalam keadaan telah berbeda satu dari yang lain di bumi, karena Allah
memang telah menciptakan mereka demikian.
Fosil reptilia tertua ditemukan di batuan yang berasal dari akhir masa karboniferus ,
berumur sekitar 300 juta tahun. Leluhurnya adalah salah satu amfibia di masa Devon. Dalam dua
gelombang besar radiasi adaptif, reptilia menjadi vertebrata darat yang dominan dalam suatu
dinasti yang bertahan selama lebih 200 juta tahun.
Penyebaran reptilia utama pertama kali terjadi pada awal masa premium, yaitu masa
terakhir Paleozoikum, dan menjadi dua cabang evolusi utama yaitu :
1. Sinapsida, cabang tersebut meliputi beranekaragam reptilian yang mirip mamalia yang
disebut terapsida, tremasuk organism yang merupakan leluhur mamalia.
2. Sauropsida, cabang tersebut menghasilkan semua amniota modern kecuali mamalia.
Sauropsida terbagi mrenjadi dua sub cabang relative awal dalam sejarahnya :
a. Anapsida, kura-kura adalah satu-satunya jenis yang selamat dari kelompok reptilia.
b. Diapsida, kadal, ular, dan buaya adalah diapsida yang masih hidup saat ini yang
diklasifikasikan sebagai reptilia. Dinosaurus dan beberapa kelompok reptilia lain yang sudah
punah juga merupakan anggota diapsida . Analisis kladistik memberikan buktio yang kuat
bahwa burung adalah kerabat terdekat yang masih hidup bagi dinosaurus yang sudah punah
tersebut .
Dinosaurus dan Pterosaurus. Radiasi reptilia yang paling besar terjadi untuk kedua
kalinya.Selama akhir masa trias (sedikit lebih dari 200 juta tahun silam) dan terutama
ditandai asal mula keanekaragaman dua kelompok reptilia : dinosaurus yang hidup di darat,
pterosaurus, atau reptilia terbang. Kelompok ini merupakan vertebrata yang dominan di
bumi selama jutaan tahun. Pterosaurus memiliki sayap terbentuk dari membran kulit yang
diregangkan pada dinding tubuh, sepanjang tungkai depan, sampai ke ujung jari yang
memanjang. Serat kaku memberikan penyokong bagi kulit sayap. Dinosaurus, suatu
kelompok yang sangat beranekaragam dalam hal bentuk tubuh, ukuran, dan habitat,
termasuk hewan terbesar yang pernah menghuni daratan.
Berlawanan yang selama ini berlaku bahwa dinosaurus adalah makhluk yang lamban,
terdapat semakin banyak bukti bahwa banyak dinosaurus yamh merupakan hewan yang
sangat lincah,bergerak cepat, dan pada beberapa spesies bersifat sosial para ahli paleontologi
juga telah menemukan taanda-tanda adanya pengasuhan oleh induk pada dinosaurus.
Pedebatan terus berlangsung mengenai topic apakah dinosaurus merupakan hewan
indotermik, yang mampu mempertahankan suhu tubuh tetap konstan melalui metabolisme.
Beberapa bukti anatomis menndukung hipotesis ini tetapi debagian ahli sangat
meragukannya. Iklim saat zaman Mesozoikum rlatif hangat dan tetap,dan daptasi tingkah
laku seperti berjemur mungkin telah cukup nutuk mempertahankan suhu tubuh yang,
khususnya bagi dinosaurus darat. Selain itu, sinosaurus besar memiliki rasio luas permukaan
tubuh terhadap volume tubuh yang kecil sehingga mengurangi pengaruh fluktuasi suhu
udara terhadap suhu internal hewan itu.
Selama masa kretaseus, masa terakhir zaman Mesozoikum, iklim menjadi lebih sejuk dan
lebih bervariasi. Ini merupakan periode kepunahan missal dan kecuali untuk beberapa
dinosaurus yang bertahan hidup sampai keawal zaman Senozoikum, seemua reptilia tarsebut
punah pada akhir kretaseus.
C. SISTEM TUBUH REPTILIA
Reptilia juga memiliki struktur tubuh yang kompleks jika dibandingkan dengan Pisces dan
Amphibi. Hal ini dapat terlihat dari system alat geraknya, system rangka, system pencernaan,
system sirkulasi, system respirasi, system ekskresi, system saraf dan system reproduksinya.
Sistem Alat Gerak
Mempunyai dua pasang anggota gerak yang masing-masing dengan 5 jari dengan kuku-kuku
yang cocok untuk lari, mencengkram, dan naik pohon. Pada yang masih hidup di air kakinya
mempunyai bentuk dayung
System Rangka
Skeleton axialis terdiri atas tempurung kepala dan vertebrae. Tempurung kepala ada yang
bermoncong panjang yang merupakan tulang yang keras pada hewan yang dewasa. Rahang
bawah yang panjang bersendi pada tulang quadrat yang telah bersatu dengan tulang cranium.
Columna vertebralis terdiri atas 5 tipe yaitu cervix, thorax, lumbar, sacrum dan cauda.
Sistem Pencernaan
Organ pencernaan pada Reptil terdiri atas rongga mulut, esophagus, ventrikulus, intestinum, dan
kloaka. Kelenjar pencernaannya terdiri atas hati yang mempunyai 2 lobus dan berwarna coklat,
kantung empedu yang terletak di sebelah kanan hati, dan pancreas yang berada diantara lambung
dan duodenum, berbentuk pipih kekuning-kuningan.
Reptil memiliki mulut yang dapat terbuka lebar dan mengandung gigi-gigi yang terdiri atas dua
deretam yaitu deretan gigi yang berbentuk kerucut yang menempel pada rahang dan bengkok kea
rah cavum oris serta deretan gigi halus yang menempel pada tulang langit-langit. Gigi ini
digunakan untuk mengunyah. Terdapat pula lidah yang pipih dan bercabang yang terletak di
dasar cavum oris.
Sistem Sirkulasi
Reptilia memiliki jantung dengan 4 ruangan yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel hanya saja sekat
diantara ventrikel itu belum jelas. Hewan ini memiliki system peredaran darah ganda.
Dari seluruh tubuh yang kaya CO2 akan masuk melalui sinus venosus menuju ke atrium kanan
lalu masuk ke ventrikel kanan lalu darah akan masuk ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Di
paru-paru darah yang kaya CO2 akan dilepas sedang darah yang kaya O2 akan diikat kemudian
darah mengalir menuju atrium kiri kemudian ke ventrikel kiri kemudian akan diedarkan
keseluruh tubuh, kemudian kembali diikat darah yang kaya CO2 dan melalui pembuluh vena
akan masuk kembali ke sinus venosus.
Sistem Respirasi
Reptilia bernapas dengan paru-paru, dimana paru-paru ini berada dalam rongga dada dan
dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-parunya hanya terdiri dari beberapa lipatan dinding yang
berfungsi untuk memperbesar permukaan pertukaran gas.
Oksigen dalam udara diisap masuk melalui lubang hidung kemudian menuju rongga mulut
melalui faring, laring, trakea,bronkus dan bronkiolus dalam paru-paru. Dari paru-paru oksigen
diangkut darah menuju seluruh tubuh. Dari jaringan tubuh gas karbon dioksida diangkut darah
menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru-paru, bronkiolus, bronkus, trakea, laring, faring,
rongga mulut dan dikeluarkan melalui lubang hidung.
Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-
satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme.Reptil yang hidup di darat sisa
hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat
berwarna putih.
Sistem Saraf
Reptile memiliki otak dengan 2 lobus olfaktoriosus yang panjang, hemisfer serebral, 2 lobus
optikus, serebelum, medulla oblongata yang melanjut ke korda saraf. Di bawah hemisfer serebral
terdapat traktus optikus dan saraf optikus, infundibulum dan hipofisis. Terdapat pula 12 pasang
saraf cranial.
Sistem Reproduksi
Pada hewan ini proses fertilisasi berlangsung secara internal. Organ reproduksi hewan betina
berupa sepasang ovarium, oviduk yang berdinding tipis dimana oviduk ini memiliki kelenjar
yang member kulit keras pada ovum yang telah dibuahi. Oviduk ini bermuara di kloaka.
Organ reproduksi pada hewan jantan yaitu alat kelamin kusus yang disebut hemipenis,sepasang
testis, didekatnya terdapat saluran epididimis kemudian dilanjutkan oleh saluran vas deferens
yang pada bagian caudalnya bersatu dengan ureter dan bermuara di kloaka.
DAFTAR PUSTAKA
Bhoke, Adhyee. 2012. Keruntuhan Teori Evolusi Charles Darwin ( Bagian II ), (online),
(http://adhyee.blogspot.com/2012/03/keruntuhan-teori-evolusi-charles-darwin_02.html), diakses
15 Mei 2014.
Gafur, Abdul. 2012. Perkembangan Evolusi, Teori Evolusi, dan Teori Darwin, (online),
(http://istanasederhana.blogspot.com/2012/07/perkembangan-evolusi-teori-evolusi-dan.html), 15
Mei 2014.
Yahya, Harun. 2004. Keruntuhan Teori Evolusi. Turkey.
Yahya, Harun. 2004. Runtuhnya Teori Evolusi dalam 20 Pertanyaan. Turkey.