Anda di halaman 1dari 2

PENGUJIAN HIPOTESIS ASOSIATIF 0,00 – 0,199 Sangat Rendah

 Pengujian Hipotesis Asosiatif 0,20 – 0,399 Rendah


 Hipotesis asosiatif merupakan dugaan 0,40 – 0,599 Sedang
adanya hub antar variabel dalam 0,60 – 0,799 Kuat
populasi, melalui data hub variabel dalam 0,80 – 1,000 Sangat Kuat
sampel.
 Langkah awal pembuktiannya, perlu
dihitung koefisien korelasi antar variabel
dl sampel, kmd diuji signifikansinya.
PEDOMAN MEMILIH TEKNIK KORELASI DALAM
 Bila penelitian dilakukan pd seluruh PENGUJIAN HIPOTESIS
populasi maka tdk diperlukan pengujian
signifikansi thd koefisien korelasi yg
MACAM /TK. TEKNIK KORELASI
ditemukan.
DATA
 Tiga Macam Bentuk Hubungan antar
variabel Nominal Koefisien Kontigency
 Hubungan Simetris Ordinal 1. Spearman rank
 Hubungan Sebab Akibat 2. Kendal Tau
 Hubungan Interaktif (saling Interval dan 1. Pearson product Moment
mempengaruhi) Ratio 2. Korelasi Ganda
 Utk mencari hub antar variabel atau lebih 3. Korelasi Parsial
dilakukan dgn menghitung korelasi antar
variabel yg akan dicari hubunganya  KORELASI PEARSON PRODUCT
 Korelasi mpk angka yg menunjukkan arah MOMENT
dan kuatnya hubungan antar dua  DIGUNAKAN UTK MENCARI HUB.DAN
variabel/lebih MEMBUKTIKAN HIPOTESIS HUB DUA
 Arah hub dinyatakan dl btk hub positif VARIABEL
atau negatif  DATA KEDUA VARIABEL BERBENTUK
 Kuatnya hub dinyatakan dlm besarnya INTERVAL ATAU RATIO
koefisien korelasi  SUMBER DATA DARI DUA VARIABEL/LEBIH
 Hubungan Positif ADALAH SAMA
 Bila nilai suatu variabel ditingkatkan, Rumus Korelasi PPM
maka akan meningkatkan variabel yg
lain, dan sebaliknya bila satu variabel
diturunkan maka akan menurunkan
variabel yg lain.
 Hubungan Negatif
 Bila nilai suatu variabel ditingkatkan,
maka akan menurunkan nilai variabel yg
lain, dan sebaliknya bila satu variabel
diturunkan maka akan meningkatkan nilai
variabel yg lain.
X=x- X Y=y-Y
 Kuatnya Hubungan Antar Variabel Untuk 2 data dari dua variable berbeda
PEDOMAN UNTK MEMBERIKAN INTERPRETASI
TERHADAP KOEFISIEN KORELASI (r)
INTERVAL KOEFISIEN TINGKAT HUBUNGAN

B=beda rangking
N=jlh sampel