Anda di halaman 1dari 74

PROCESS COSTING

2
PROSES PRODUKSI
Proses produksi adalah proses pengolahan
input menjadi output
Input yang dimaksud adalah bahan baku
langsung, tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik yang diproses menjadi
produk selesai/jadi
Dalam perusahaan pabrikasi proses produksi
dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu:
1. Satu tahapan proses produksi
2. Beberapa tahapan proses produksi
Produk yang dihasilkan adalah produk standar
dan homogen
Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan
adalah sama
Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya
perintah produksi yang berisi rencana produksi
produk standar untuk jangka waktu tertentu
Tujuan produksi adalah untuk mengisi persediaan
di gudang dimana proses produksi dilakukan
terus-menerus

KARAKTERISTIK PRODUK
3
Harga pokok produksi dihitung pada akhir
periode, misalkan setiap akhir bulan
BBB dan BTK yang diperhitungkan sebagai harga
pokok produk adalah biaya sesungguhnya
dikeluarkan
BOP yang diperhitungkan sebagai harga pokok
produk adalah BOP yang sesungguhnya
dikeluarkan atau BOP yang dibebankan
berdasarkan tarif yang ditentukan di muka
Media yang digunakan untuk mengumpulkan
biaya produksi adalah Laporan Harga Pokok
Produksi
KARAKTERISTIK
ALIRAN PRODUKSI SECARA FISIK
Aliran Produk Berurutan (Sequential Product
Flow)
Aliran Produk Paralel (Parallel Product Flow)
Aliran Produk Selektif (Selective Product Flow)

Pembagian proses produksi disebabkan oleh
Karakteristik produk yang dihasilkan,
teknologi mesin yang digunakan, SDM yang
tersedia, dan kualitas produk

METODE HP. PROSES >< PESANAN
No Perbedaan HP Pesanan HP Proses
1. Pengumpulan
biaya
produksi
Berdasarkan
Pesanan
Per departemen
produksi per periode
akuntansi
2. Perhitungan
HP.Produksi
per satuan
Total biaya yang
dikeluarkan utk
pesanan ttt
dibagi jumlah
pesanan ybs &
dilakukan saat
pesanan selesai
diproduksi
Total biaya yang
dikeluarkan selama
periode tertentu
dibagi jumlah produk
yang dihasilkan
selama periode ybs &
dilakukan setiap akhir
periode akuntansi
(biasanya akhir bulan)
METODE HP. PROSES >< PESANAN
No Perbedaan HP Pesanan HP Proses
3. Penggolongan
biaya produksi
Dipisahkan menjadi
BPL(B.Prod.Lgsg) dan
BPTL(B.Prod.Tdk Lgsg)
BPL dibebankan pada
produk berdasar biaya
yang sesungguhnya
terjadi, sedangkan BPTL
ditentukan bdsk tarif
yang ditentukan dimuka
Sering tidak diperlukan
pembedaan BPL & BPTL
(terutama jika hanya
memproduksi satu
macam produk).
Biasanya BFOH
dibebankan pada produk
berdasarkan pada biaya
yang sesungguhnya
terjadi
4. Unsur biaya
yang
dikelompokkan
dalam B.FOH
BFOH tdr dari : BB
Penolong,BTKTL,
B.Produksi lain selain
BB.Penolong dan BTKTL.
BFOH dibebankan pada
produk berdasarkan tarif
yang ditentukan dimuka
BFOH tdr dari B.Produksi
selain BBB BB.Penolong
dan BTK (L&TL). BFOH
dibebankan pada produk
berdasrkan pada biaya
yang sesungguhnya
terjadi
Menentukan harga jual produk
Memantau realisasi biaya produksi
Menghitung laba atau rugi periodik
Menentukan harga pokoK persediaan
produk jadi dan produk dalam proses yang
disajikan dalam neraca
MANFAAT MENGHITUNG HP PROSES
8
Menentukan Harga Jual Produk
Taksiran biaya produksi untuk jangka waktu tertentu Rp XX
Taksiran biaya nonproduksi untuk jangka waktu tertentu XX +
Taksiran total biaya untuk jangka waktu tertentu Rp XX
Jumlah produk yang dihasilkan untuk jangka waktu tertentu XX :
Taksiran harga pokok produk per satuan Rp XX
Laba per unit yang diinginkan XX +
Taksiran harga jual per unit yang dibebankan kepada pembeli Rp XX
Taksiran Biaya BB Rp XX
Taksiran Biaya TKL XX
Taksiran Biaya FOH XX +
Taksiran biaya produksi Rp XX
Manajemen memerlukan informasi biaya produksi
yang sesungguhnya dikeluarkan dalam pelaksanaan
rencana produksi ketika rencana untuk jangka waktu
tertentu tersebut telah diputuskan
Akuntansi biaya digunakan untuk mengumpulkan
informasi tersebut (apakah total biaya produksi
sesuai dengan yang telah diperhitungkan (sesuai
rencana) atau tidak
Metode yang dilakukan adalah HP.Proses
Biaya Produksi Sesungguhnya Bulan .
Biaya BB Sesungguhnya Rp XX
Biaya TK Sesungguhnya XX
Biaya FOH Sesungguhnya XX +
Total biaya produksi sesungguhnya bulan . Rp XX
Menghitung Laba Atau Rugi Periodik
Informasi biaya produksi yang telah dikeluarkan
digunakan untuk mengetahui apakah kegiatan
produksi perusahaan dalam periode tertentu
menghasilkan laba atau justru rugi
Laba atau rugi digunakan untuk mengetahui
kontribusi produk dalam menutup biaya non produksi
dan menghasilkan Laba atau rugi
Metode HP.Proses digunakan oleh manajemen untuk
mengumpulkan informasi biaya produksi yang
sesungguhnya dikeluarkan pada periode tertentu
guna menghasilkan informasi Laba atau rugi pada tiap
periode.
Rp XX
Persediaan produk jadi awal Rp XX
Persediaan produk dalam proses awal Rp XX
Biaya Produksi :
Biaya BB Sesungguhnya Rp XX
Biaya TKL Sesungguhnya XX
Biaya FOH Sesungguhnya XX +
Total biaya produksi XX +
XX
Persediaan produk dalam proses akhir XX -
Harga pokok produksi XX +
Harga pokok produk yang tersedia untuk dijual XX
Persediaan produk jadi akhir XX -
Harga pokok produk yang dijual XX -
Laba kotor Rp XX
Hasil Penjualan (harga jual per satuan X volume produk yang dijual)
Menghitung HP.Prsd .Produk Jadi dan Produk dlm
Proses yang akan disajikan dalam neraca
Lap.Keuangan sbg pertanggungjawaban manajemen
(salah satunya adalah neraca)
Dlm neraca harus ada informasi HP.Prsd.Prdk.Jadi dan
HP.Produk yang ada pada tanggal neraca masih dalam
proses, shg perlu catatan biaya produksi tiap periode
Catatan biaya produksi tiap periode berguna bagi
manajemen untuk menentukan biaya produksi yang
melekat pada produk jadi yang belum laku dijual
(HP.Prsd.Prdk Jadi) dan produk yang masih dalam proses
pengerjaan (HP.Prsd.Prdk.Dlm Proses) pada tanggal neraca
Terdiri dari 3 bagian:
Data produksi
Biaya yang dibebankan
Perhitungan biaya
LAPORAN BIAYA PRODUKSI
15
1. Dimulai dengan melakukan permintaan bahan
mempergunakan formulir permintaan bahan
2. Formulir permintaan bahan akan menunjukan
besarnya bahan yang diminta dan dipakai oleh
departemen atau bagian tertentu
3. Data permintaan bahan dikirim ke gudang tidak
menyertakan nilai rupiah
4. Bagian akuntansi biaya akan mencatat
pemakaian bahan dalam kartu barang dalam
proses

MENGHITUNG BIAYA BAHAN
Untuk mencatat biaya konversi berupa biaya
tenaga kerja, bahan penolong serta bermacam
biaya overhead :
Barang dalam proses Dept xxx
Persediaan bahan penolong xxx
Utang gaji xxx
Akumulasi penyusutan dll xxx

Pencatatan yang sama dilakukan pada proses
berulang
MENCATAT BIAYA KONVERSI
Sesuai dengan tahapan proses produksi akan
dilakukan pencatatan setiap tahapan proses
selesai:
Barang dalam proses Dept. A xxx
Barang dalam proses Dept. B xxx






MENCATAT TRANSFER PRODUK
Pada saat pemindahan barang jadi selesai
diproduksi, untuk dipindahkan ke gudang
barang jadi :
Persediaan barang jadi xxx
Barang dalam proses xxx
PENCATATAN BARANG JADI
1. Bagaimana menentukan jumlah unit
produksi yang dihasilkan dengan
menghitung unit yang setara dengan
barang jadi (Unit Equivalent)
2. Bagaimana proses perlakuan terhadap
barang dalam proses awal
3. Dipergunakan metoda rata rata
tertimbang dan metoda FIFO (First In
First Out)
PENGARUH PERSEDIAAN DALAM PROSES
21
1. SATU TAHAPAN PROSES PRODUKSI
Satu tahapan proses produksi adalah suatu proses
produksi yang dilakukan dalam pengolahan produk
selesai melalui satu departemen atau satu
tahapan proses produksi
Bahan Baku Langsung
Tenaga Kerja Langsung
Biaya Overhead Pabrik
PROSES
Produk
1. Menghitung unit ekuivalensi
UE = Unit Produk Jadi + (Prosentase PDP x unit PDP)
Contoh:
Produk jadi sebanyak 500 unit dari 750 unit yang
dimasukkan. BDP akhir 250 (BB 100%, BK 80%)
UE BBB = 500 + (100% x 250) = 750
UE BTK = 500 + (80% x 250) = 700
UE BOP = 500 + (80% x 250) = 700
HARGA POKOK PROSES
(TANPA PRODUK DALAM PROSES AWAL)
SATU DEPARTEMEN PRODUKSI
22
2. Menghitung harga pokok produksi per satuan

Unsur Biaya
Produksi

Total Biaya

Unit
Ekuivalensi
Biaya
Produksi per
satuan
Bahan baku
Bahan penolong
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Jumlah biaya
produksi
23
3. Menghitung harga pokok produk jadi dan
produk dalam proses
Menghitung harga pokok produk jadi
(unit x harga)
Menghitung produk dalam proses
(prosentase penggunaan biaya x unit x harga)

24
Jurnal yang dibutuhkan
1. Pemakaian BBB dan BBP
BDP BBB xxx
Persediaan Bahan Baku xxx
BOP BBP xxx
Persediaan Bahan Penolong xxx
2. Pencatatan BTK
BDP BTK xxx
Gaji dan upah xxx
3. Pencatatan BOP
BDP BOP xxx
Berbagai rekening yang dikredit xxx



AKUNTANSI HP PROSES
4. Pencatatan produk jadi
Persediaan produk jadi xxx
BDP BBB xxx
BDP BBP xxx
BDP BTK xxx
BDP BOP xxx
5. Pencatatan produk dalam proses
Persediaan BDP xxx
BDP BBB xxx
BDP BBP xxx
BDP BTK xxx
BDP BOP xxx
26
PT. ABC mengolah produk melalui satu tahap
produksi dengan menggunakan metode harga
pokok proses. Data produksi sbb:
Biaya produksi:
Bahan Baku Rp. 30.000
Tenaga Kerja Rp.29.000
BOP Rp. 14.500
Data Produksi
Produk masuk proses 15.000 unit
Produk dalam proses akhir 2.500 unit
(BB 100 % dan BK 80 %)
Diminta:
Susun Laporan Harga Pokok Produksi



CONTOH

PT. ABC
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
Data Produksi
Produk masuk proses 15.000 unit
Produk selesai 12.500 unit
PDP Akhir (BB 100 %, BK 80 %) 2.500 unit + 15.000 unit


Biaya Dibebankan
Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Setara HP / unit
BBB Rp 30.000 12.500+ (2500 x 100 %) = 15.000 Rp 2
BTK 29.000 12.500+ (2500 x 80 %) = 14.500 2
BOP 14.500 12.500+ (2500 x 80 %) = 14.500 1

Jumlah biaya Rp 73.500 Rp 5
dibebankan

Perhitungan Harga Pokok

Harga pokok produk selesai:
12.500 unit x Rp 5 Rp 62.500

Harga pokok PDP Akhir :
BBB : 2500 x 100 % x Rp 2 = Rp 5000
BTK : 2500 x 80 % x Rp 2 = 4000
BOP : 2500 x 80 % x Rp 1 = 2000 +
Rp 11.000 +

Jumlah harga pokok yang diperhitungkan Rp 73.500



CONTOH

PT. Hammer mengolah produk melalui satu tahap produksi
dengan menggunakan metode harga pokok proses. Data
produksi sbb:
Biaya produksi:
Bahan Baku Rp. 10.000.000
Tenaga Kerja Rp.12.000.000
BOP Rp. 7.875.000
Data Produksi
Produk masuk proses : 2.500 unit
Produk Dalam Proses Akhir : 500 unit
BB 100 %; BTK 80 %; BOP 50%
Diminta:
Susun Laporan Harga Pokok Produksi


PT. HAMMER
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
Data Produksi
Produk masuk proses 2.500 unit
Produk selesai 2.000 unit
PDP Akhir (BBB 100 %, BTK 80 %, BOP 50%) 500 unit + 2.500 unit


Biaya Dibebankan
Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Setara HP / unit
BBB Rp 10.000.000 2.000+ (500 x 100 %) = 2.500 Rp . 4.000
BTK 12.000.000 2.000+ (500 x 80 %) = 2.400 5.000
BOP 7.875.000 2.000+ (500 x 50 %) = 2.250 3.500

Jumlah biaya Rp 29.875.000 Rp 12.500
dibebankan

Perhitungan Harga Pokok

Harga pokok produk selesai
2.000 unit x Rp 12.500 Rp 25.000.000

Harga pokok PDP Akhir :
BBB : 500 x 100 % x Rp 4.000 = Rp 2.000.000
BTK : 500 x 80 %x Rp 5.000 = 2.000.000
BOP : 500 x 50%x Rp 3.500 = 875.000 +
Rp 4.875.0000
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan Rp 29.875.000


33
2. BEBERAPA TAHAPAN PROSES PRODUKSI
Beberapa tahapan proses produksi adalah suatu
proses produksi yang dilakukan dalam
pengolahan produk selesai melalui beberapa
departemen atau lebih dari satu departemen

Departemen tersebut terdiri dari departemen
produksi dan departemen jasa atau pembantu
sebagai penunjang departemen produksi
34
2. BEBERAPA TAHAPAN PROSES PRODUKSI
Dep. Produksi 1
Dep. Produksi 1
Dep. Produksi 1
Produk
Biaya Overhead
Pabrik
Dep. Jasa A
Dep. Jasa B
Bahan Baku
Tenaga Kerja
Langsung
PENGOLAHAN PRODUK MELALUI LEBIH DARI
SATU DEPARTEMEN PRODUKSI
Produk yang selesai diolah pada
departemen pertama, selanjutnya ditransfer
ke departemen berikutnya
Produk yang selesai diolah pada
departemen terakhir akan ditransfer ke
gudang barang jadi
Harga pokok pada departemen tertentu
merupakan akumulasi dari harga pokok
departemen-departemen sebelumnya
Perhitungan harga pokok produk departemen
pertama adalah seperti telah dibahas sebelumnya.
Perhitungan harga pokok produk departemen kedua
adalah perhitungan yang bersifat kumulatif. Artinya,
harga pokok produk yang dihasilkan setelah
departemen pertama terdiri dari;
Biaya produksi yang dibawa dari departemen
pertama,
Biaya produksi yang ditambahkan dalam
departemen setelah departemen pertama.
36
HARGA POKOK PROSES
(TANPA PRODUK DALAM PROSES AWAL)
LEBIH DARI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI
Biaya Overhead pabrik
sesungguhnya
Bahan baku yang dipakai
Tenaga kerja langsung
Harga Pokok
Produk
Departemen I
(Bahan Baku
Departemen II)
Biaya Overhead pabrik
sesungguhnya
Tenaga kerja langsung
Harga Pokok Produk
Departemen A (Bahan Baku)
Departemen I Departemen II
Produk
Jadi
37
Departemen B
Departemen A
ALUR BIAYA
BDP BBB Dept. A
BDP BTK Dept. A
BDP BOP Dept. A
BDP BBB Dept. B
BDP BTK Dept. B
BDP BOP Dept. B
Persed. BDP Dept. A
Persed. Produk Jadi
Persed. BDP Dept. B
38
JURNAL YANG DIBUTUHKAN
JURNAL UNTUK DEPARTEMEN I

1. Pemakaian BBB
BDP BBB Departemen A xxx
Persediaan Bahan Baku xxx
2. Pencatatan BTK
BDP BTK Departemen A xxx
Gaji dan upah xxx
3. Pencatatan BOP
BDP BOP Departemen A xxx
Berbagai rekening yang dikredit xxx




39
JURNAL UNTUK DEPARTEMEN I (LANJUTAN)
4. Pencatatan produk jadi
BDP BBB Departemen B xxx
BDP BBB Departemen A xxx
BDP BTK Departemen A xxx
BDP BOP Departemen A xxx

5. Pencatatan produk dalam proses
Persediaan BDP Departemen A xxx
BDP BBB Departemen A xxx
BDP BTK Departemen A xxx
BDP BOP Departemen A xxx
40
JURNAL UNTUK DEPARTEMEN II
1. Pemakaian Bahan Baku
Lihat pencatatan produk jadi departemen A
2. Pencatatan BTK
BDP BTK Departemen B xxx
Gaji dan upah xxx
3. Pencatatan BOP
BDP BOP Departemen B xxx
Berbagai rekening yang dikredit xxx




41
JURNAL UNTUK DEPARTEMEN II (LANJUTAN)
4. Pencatatan produk jadi
Persediaan Produk Jadi xxx
BDP BBB Departemen B xxx
BDP BTK Departemen B xxx
BDP BOP Departemen B xxx

5. Pencatatan produk dalam proses
Persediaan BDP Departemen B xxx
BDP BBB Departemen B xxx
BDP BTK Departemen B xxx
BDP BOP Departemen B xxx
42
Contoh :
PT. Bajuku Indah adalah sebuah perusahaan
garmen yang menghasilkan pakaian. Misalkan
pakaian hanya diolah melalui dua departemen
produksi yaitu Departemen Pemotongan dan
Departemen Penyelesaian.

Data Produksi dan Biaya Produksi selama bulan Maret 2013, bulan
pertama dari kegiatan operasional perusahaan adalah sebagai berikut :

Data Produksi Dept. Pemotongan Dept. Penyelesaian

Produk masuk proses 2.500 unit
Produk selesai yang ditransfer
ke Dept Penyelesaian 2.400 unit
Produk selesai yang ditransfer
ke gudang 2.350 unit
Produk Dalam Proses Akhir :
BB 100 % dan BK 80 % 100 unit
BK 90 % 50 unit


Biaya Produksi Dept. Pemotongan Dept. Penyelesaian

Biaya Bahan Baku Rp 62.500.000 -
Biaya Tenaga Kerja 14.880.000 9.580.000
Biaya Overhead Pabrik 24.800.000 Rp 11.975.000
Jumlah Biaya Rp 102.180.000 Rp 21.555.000

Susun Laporan Harga Pokok Produksi bulan Maret 2013
PT. BAJUKU INDAH
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PEMOTONGAN
MARET 2013
Data Produksi
Produk masuk proses 2.500 unit

Produk selesai ditransfer ke Dept. Penyelesaian 2.400 unit
PDP Akhir (BB 100 % dan BK 80 %) 100 unit 2.500 unit
+

Biaya Dibebankan
Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Setara HP / unit
BBB Rp 62.500.000 2.400 + (100 x 100 %) = 2.500 Rp 25.000
BTK 14.880.000 2.400 + (100 x 80 %) = 2.480 6.000
BOP 24.800.000 2.400 + (100 x 80 %) = 2.480 10.000

Jumlah biaya Rp 102.180.000 Rp 41.000
dibebankan
Perhitungan Harga Pokok

Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dept. Penyelesaian :
2.400 unit x Rp 41.000 Rp 98.400.000

Harga pokok PDP Akhir :
BBB : 100 x 100 % x Rp 25.000 = Rp 2.500.000
BTK : 100 x 80 % x 6.000 = 480.000
BOP : 100 x 80 % x 10.000 = 800.000
Rp 3.780.000
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan Rp 102.180.000

PT. BAJUKU INDAH
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PENYELESAIAN
MARET 2013
Data Produksi
Produk yang diterima dari Dept. Pemotongan 2.400 unit

Produk selesai yang ditransfer ke gudang 2.350 unit
PDP Akhir (BK 90 %) 50 unit 2.400
unit +

Biaya Dibebankan
Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Setara HP / unit
HP dari Dept Ptongan Rp 98.400.000 2.400 Rp 41.000
Biaya ditambahkan :
BTK 9.580.000 2.350 + (50 x 90 %) = 2.395 4.000
BOP 11.975.000 2.395 5.000

Jumlah biaya Rp 119.955.000 Rp 50.000
dibebankan

Perhitungan Harga Pokok

Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Gudang :
2.350 unit x Rp 50.000 Rp 117.500.000

Harga pokok PDP Akhir :
HP dari Dept Ptongan : 50 x Rp 41.000 = Rp 2.050.000
BTK : 50 x 90 % x 4.000 = 180.000
BOP : 50 x 90 % x 5.000 = 225.000
Rp 2.455.000
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan Rp 119.955.000


SOAL
Sebuah perusahaan memiliki dept A dan B. Sebanyak
3500 bahan baku masuk ke dept A untuk diolah. 3000
unit ditransfer ke B untuk diproses lbh lanjut. Seluruh
bahan terpakai serta 80% biaya konversi untuk produk
dalam proses akhir di A. Di dept B, produk yg selesai
sebanyak 2800 dan dikirim ke gudang. Produk akhir
dalam proses di B mengandung 80% biaya konversi.
Untuk dept A, biaya bahan baku = 73.500 dan biaya
tenaga kerja = 23.800, serta BOP sebesar 34.000
Untuk dept B, biaya tenaga kerja = 14800, serta BOP
sebesar 11840.

Buatlah laporan harga pokok produksi.

BERUSAHA TERUS MENJADI terpilih
terimakasih

Produk hilang awal proses dianggap belum ikut menyerap biaya
produksi, sehingga tidak disertakan dalam perhitungan unit
ekuivalensi.
Dalam departemen produksi pertama, produk hilang pada awal
proses mempunyai akibat menaikkan harga pokok produksi per
satuan.
Dalam departemen produksi setelah departemen pertama,
mempunyai akibat;
1. Menaikkan harga pokok produksi per satuan produk yang
diterima dari departemen sebelumnya.
2. Menaikkan harga pokok produksi per satuan yang
ditambahkan dalam departemen produksi setelah departemen
produksi yang pertama.
UE = unit selesai + %BDP akhir
53
Dept. A Dept. B
Produk yang dimaksudkan dalam proses 1.000 kg
Produk selesai ditransfer ke Dept. B 700 kg
Produk selesai ditransfer ke gudang 400 kg
BDP akhir:
BB dan BP (100%), BK (40%)
BP (60%), BK (50%)

200 kg


100 kg
Produk hilang awal proses 100 kg 200 kg
CONTOH
54
Adanya Produk Hilang:
UE BBB = 700 kg + (100% x 200 kg) = 900 kg
Biaya Produksi per kg = Rp 22.500 / 900 kg = Rp 25
Kalau tidak ada produk hilang, seharusnya:
UE BBB = 700 kg + (100% x 300 kg) = 1.000 kg
Biaya produksi per kg = Rp 22.500 / 1.000 kg = Rp 22,50
Harga pokok produksi setelah departemen pertama;

Harga pokok produk dari departemen A
Rp 111.300 / 700 kg = Rp 159,00

Harga pokok produk dari departemen A
setelah adanya produk hilang awal proses
Rp 111.300 / (700 kg 200 kg) = Rp 222,60
Penyesuaian harga pokok per unit = Rp 63,60
Produk hilang pada akhir proses telah menyerap biaya produksi,
sehingga harus disertakan dalam perhitungan unit ekuivalensi
departemen yang terkait.

Baik di departemen pertama maupun departemen setelah
departemen pertama, harga pokok produk yang hilang pada
akhir proses harus dihitung, dan harga pokok ini diperlakukan
sebagai tambahan harga pokok produk selesai yang ditransfer
ke departemen produksi berikutnya atau ke gudang.

UE = unit selesai + %BDP akhir + unit hilang.
56
Dept. A Dept. B
Produk yang dimaksudkan dalam proses 1.000 kg
Produk selesai ditransfer ke Dept. B 700 kg
Produk selesai ditransfer ke gudang 400 kg
BDP akhir:
BB dan BP (100%), BK (40%)
BP (60%), BK (50%)

200 kg


100 kg
Produk hilang akhir proses 100 kg 200 kg
CONTOH
Adanya Produk Hilang:
UE BBB = 700 kg + (100% x 200 kg) + 100 = 1.000 kg
Biaya Produksi per kg = Rp 22.500 / 1.000 kg = Rp 22,50
Data Produksi:
Data Biaya :
Perhitungan Biaya:
Harga pokok produk selesai yang ditransfer
ke dept. B
= 700 x Rp 141,67 = Rp 99.169,00
Produk hilang akhir proses
= 100 x Rp 141,67 = Rp 14.167,00
Harga pokok produk selesai yang ditransfer
Ke dept. B = Rp113.336,00

Laporan Biaya Produksi Departemen A
58
PERSEDIAAN PRODUK DALAM PROSES AWAL
Dalam suatu departemen produksi, produk yang belum selesai
diproses pada akhir periode akan menjadi persediaan produk
dalam proses pada awal periode berikutnya. PDP ini membawa
harga pokok produksi per satuan yang berasal dari periode
sebelumnya, yang kemungkinan akan berbeda dengan harga
pokok produksi per satuan yang dikeluarkan oleh departemen
yang bersangkutan dalam periode sekarang.

Dengan demikian, jika dalam periode sekarang dihasilkan produk
selesai ditransfer ke gudang atau ke departemen berikutnya,
harga pokok yang melekat pada persediaan produk dalam proses
awal akan menimbulkan masalah dalam penentuan harga pokok
produk selesai tersebut.
Implikasi dari adanya PDP awal
PDP awal
Dimasukka
n Sekarang
proses
PDP akhir
Produk Jadi
Harga pokok
per unitnya
dari mana?
Dari PDP awal
saja ataukah
ditambah
dengan produk
yang
dimasukkan
sekarang?
Ada 2 metode;
1. Rata-rata tertimbang
2. FIFO/MPKP
METODE RATA-RATA TERTIMBANG
Perhitunan Unit Ekuivalensi;
UE = Unit Selesai + %PDP Akhir
HP/unit = Biaya yang melekat di PDP awal + Biaya pada periode sekarang
Unit Ekuivalensi
Perhitungan Harga Pokok Per Unit;
Dalam metode ini, harga pokok persediaan produk dalam proses awal
ditambahkan kepada biaya produksi sekarang, dan jumlahnya kemudian
dibagi dengan unit ekuivalensi produk untuk mendapatkan harga pokok rata-
rata tertimbang. Dan digunakan untuk menentukan harga pokok produk jadi
yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke gudang atau dengan cara
mengalikannya dengan jumlah kuantitasnya.
CONTOH
Departemen I Departemen II
Data Produksi
Produk Dalam Proses awal:
BBB 100%; BK 40% 4.000 kg
BTK 20%; BOP 60% 6.000 kg
Dimasukkan dalam proses bulan ini 40.000 kg
Unit yang ditransfer ke Departemen 2 35.000 kg
Produk jadi yang ditransfer ke gudang 38.000 kg
Produk dalam proses akhir
BBB 100%; BK 70% 9.000 kg
BTK 40%; BOP 80% 3.000 kg
Harga Pokok Produk dalam Proses akhir
Harga pokok dari Departemen 1 11.150.000
Biaya bahan baku 1.800.000
Biaya tenaga kerja 1.200.000 1.152.000
Biaya overhead pabrik 1.920.000 4.140.000
Biaya produksi
Biaya bahan baku 20.200.000
Biaya tenaga kerja 29.775.000 37.068.000
Biaya overhead pabrik 37.315.000 44.340.000
Perhitungan Unit Ekuivalensi;
BBB = 35.000 Kg + (100% x 9.000 kg) = 44.000 kg
BTK = 35.000 Kg + (70% x 9.000 kg) = 41.300 kg
BOP = 35.000 Kg + (70% x 9.000 kg) = 41.300 kg
METODE RATA-RATA TERTIMBANG DEPARTEMEN 1
Unsur Biaya Yang melekat
pada PDP awal
Dikeluarkan
sekarang
Total Biaya Unit
Ekuivalensi
Biaya
Produksi/unit
BBB 1.800.000 20.200.000 22.000.000 44.000 500
BTK 1.200.000 29.775.000 30.975.000 41.300 750
BOP 1.920.000 37.315.000 39.235.000 41.300 950
Jumlah 92.210.000 2.200
Perhitungan Biaya Produksi/Unit;
Data Produksi;
PDP Awal 4.000 kg
Dimasukkan dalam proses 40.000 kg
Jumlah produk yang diolah 44.000 kg
Produk selesai ditransfer ke departemen II 35.000 kg
PDP akhir 9.000 kg
Jumlah produk yang dihasilkan 44.000 kg
Biaya yang dibebankan dalam Departemen 1;
Total per unit
Biaya bahan baku Rp 22.000.000 Rp 500
Biaya tenaga kerja Rp 30.975.000 Rp 750
Biaya overhead pabrik Rp 39.235.000 Rp 950
Jumlah biaya yang dibebankan Rp 92.210.000 Rp 2.200
Perhitungan Biaya ;
Harga pokok produk selesai ditransfer ke Dept 2 (35.000 kg @ Rp 2.200) Rp 77.000.000
Harga pokok produk dalam proses akhir (9.000 kg):
biaya bahan baku (100% x 9.000) x Rp 500 Rp 4.500.000
Biaya tenaga kerja (70% x 9.000) x Rp 750 Rp 4.725.000
biaya overhead pabrik (70% x 9.000) x Rp 950 Rp 5.985.000
Harga pokok produk dalam proses akhir Rp 15.210.000
Jumlah Biaya produksi yang dibebankan dalam Departemen 1 Rp 92.210.000
PT. Risa Rimendi
Laporan Biaya Produksi Departemen 1
Bulan Januari 20X1
Perhitungan Unit Ekuivalensi;
BBB = 38.000 Kg + (100% x 3.000 kg) = 41.000 kg
BTK = 38.000 Kg + (40% x 3.000 kg) = 39.200 kg
BOP = 38.000 Kg + (80% x 3.000 kg) = 40.400 kg
METODE RATA-RATA TERTIMBANG DEPARTEMEN 2
Unsur Biaya Yang melekat
pada PDP awal
Dikeluarkan
sekarang
Total Biaya Unit
Ekuivalensi
Biaya
Produksi/unit
HP dari Dept 1 11.150.000 77.000.000 88.150.000 41.000 2.150
Biaya yang ditambahkan dalam Dept. 2
BTK 1.152.000 37.068.000 38.220.000 39.200 975
BOP 4.140.000 44.340.000 48.480.000 40.400 1.200
Jumlah 174.850.000 4.325
Perhitungan Biaya Produksi/Unit;

Data Produksi;
PDP Awal 6.000 kg
Dimasukkan dalam proses 35.000 kg
Jumlah produk yang diolah 41.000 kg
Produk selesai ditransfer ke departemen II 38.000 kg
PDP akhir 3.000 kg
Jumlah produk yang dihasilkan 41.000 kg
Biaya yang dibebankan dalam Departemen 1;
Total per unit
Biaya yang berasal dari Departemen 1 Rp 88.150.000 Rp 2.150
Biaya yang ditambahkan dalam Departemen 2
Biaya tenaga kerja Rp 38.220.000 Rp 975
Biaya overhead pabrik Rp 48.480.000 Rp 1.200
Jumlah biaya yang dibebankan Rp 174.850.000 Rp 4.325
Perhitungan Biaya ;
Harga pokok produk selesai ditransfer ke Dept 2 (38.000 kg @ Rp 4.325) Rp 164.350.000
Harga pokok produk dalam proses akhir (3.000 kg):
Yang berasal dari Departemen 1 (3.000 x Rp 2.150) Rp 6.450.000
Yang ditambahkan dalam Departemen 2
Biaya tenaga kerja (40% x 3.000) x Rp 975 Rp 1.170.000
biaya overhead pabrik (80% x 3.000) x Rp 1.200 Rp 2.880.000
Harga pokok produk dalam proses akhir Rp 10.500.000
Jumlah Biaya produksi yang dibebankan dalam Departemen 2 Rp 174.850.000
PT. Risa Rimendi
Laporan Biaya Produksi Departemen 2
Bulan Januari 20X1
METODE FIF0/MPKP
Perhitungan unit ekuivalensi:
UE = %menyelesaikan PDP awal +
(unit produk jadi unit PDP awal) + %PDP akhir
Metode ini menganggap biaya produksi periode sekarang pertama kali
digunakan untuk menyelesaikan produk yang pada awal periode masih dalam
proses, baru kemudian sisanya digunakan untuk mengolah produk yang
dimasukkan dalam proses dalam periode sekarang. Oleh karena itu, dalam
perhitungan unit ekuivalensi, tingkat penyelesaian persediaan produk dalam
proses awal harus diperhitungkan.
Perhitungan biaya produksi per unit:
Biaya/unit = Biaya Sekarang / unit ekuivalensi
METODE FIF0/MPKP DEPARTEMEN 1
Perhitungan Unit Ekuivalensi;
BBB = (0% x 4.000) + (35.000 4.000) + (100% x 9.000 kg) = 40.000 kg
BTK = (60% x 4.000) + (35.000 4.000) + (70% x 9.000 kg) = 39.700 kg
BOP = (60% x 4.000) + (35.000 4.000) + (70% x 9.000 kg) = 39.700 kg
Unsur Biaya Total Biaya Unit Ekuivalensi Biaya/unit
BBB 20.200.000 40.000 505
BTK 29.775.000 39.700 750
BOP 37.315.000 39.700 940
Jumlah 87.290.000 2.195
Perhitungan Biaya Produksi/Unit;
Data Produksi;
PDP Awal (BBB 100%; BK 60%) 4.000 kg
Dimasukkan dalam proses 40.000 kg
Jumlah produk yang diolah 44.000 kg
Produk selesai ditransfer ke departemen II 35.000 kg
PDP akhir (BBB 100%; BK 70%) 9.000 kg
Jumlah produk yang dihasilkan 44.000 kg
Biaya yang dibebankan dalam Departemen 1;
Total per unit
Harga pokok PDP awal Rp 4.920.000
Biaya yang dikeluarkan sekarang;
Biaya bahan baku Rp 20.200.000 Rp 505
Biaya tenaga kerja Rp 29.775.000 Rp 750
Biaya overhead pabrik Rp 37.315.000 Rp 940
Jumlah biaya yang dibebankan Rp 92.210.000 Rp 2.195
PT. Risa Rimendi
Laporan Biaya Produksi Departemen 1
Bulan Januari 20X1
Perhitungan Biaya ;
Harga pokok produk selesai ditransfer ke Dept 2;
Harga pokok PDP awal Rp 4.920.000
Biaya penyelesaian PDP awal;
Biaya tenaga kerja (60% x 4.000 x Rp 750) Rp 1.800.000
biaya overhead pabrik (60% x 4.000 x Rp 940) Rp 2.256.000
Rp 8.976.000
Harga pokok produk dari produksi sekarang
(31.000 unit @ Rp 2.195) Rp 68.045.000
Harga pokok produk selesai ditransfer ke Dept 2 Rp 77.019.000
Harga pokok produk dalam proses akhir (9.000 kg):
Biaya bahan baku (100% x 9.000) x Rp 505 Rp 4.545.000
Biaya tenaga kerja (70% x 9.000) x Rp 750 Rp 4.725.000
Biaya overhead pabrik (70% x 9.000) x Rp 940 Rp 5.922.000
Harga pokok produk dalam proses akhir Rp 15.192.000
Jumlah Biaya produksi yang dibebankan dalam Departemen 1 Rp 92.210.000

PT. Risa Rimendi
Laporan Biaya Produksi Departemen 1
Bulan Januari 20X1
(LANJUTAN)
METODE FIF0/MPKP DEPARTEMEN 2
Perhitungan Unit Ekuivalensi;
BTK = (80% x 6.000) + (38.000 6.000) + (40% x 3.000 kg) = 38.000 kg
BOP = (40% x 6.000) + (38.000 6.000) + (80% x 3.000 kg) = 36.800 kg
Unsur Biaya Total Biaya Unit Ekuivalensi Biaya/unit
HP produk dari Dept 1 77.019.000 35.000 2.201
Biaya yang dikeluarkan di Dept 2
BTK 37.068.000 38.000 975
BOP 44.340.000 36.800 1.205
Jumlah 158.427.000 4.381
Perhitungan Biaya Produksi/Unit;

Data Produksi;
PDP Awal (BBB 100%; BK 60%) 6.000 kg
Diterima dari Dept 1 35.000 kg
Jumlah produk yang diolah 41.000 kg
Produk selesai ditransfer ke departemen II 38.000 kg
PDP akhir (BBB 100%; BK 70%) 3.000 kg
Jumlah produk yang dihasilkan 41.000 kg
Biaya yang dibebankan dalam Departemen 2;
Total per unit
Harga pokok PDP awal Rp 16.442.000
Biaya yang dikeluarkan sekarang;
HP produk diterima dari Dept 1 Rp 70.019.000 Rp 2.021
Biaya tenaga kerja Rp 37.068.000 Rp 975
Biaya overhead pabrik Rp 44.340.000 Rp 1.205
Jumlah biaya yang dibebankan Rp 174.869.000 Rp4.381
PT. Risa Rimendi
Laporan Biaya Produksi Departemen 2
Bulan Januari 20X1

Perhitungan Biaya ;
Harga pokok produk selesai ditransfer ke Gudang;
Harga pokok PDP awal Rp 16.442.000
Biaya penyelesaian PDP awal;
Biaya tenaga kerja (80% x 6.000 x Rp 975) Rp 4.680.000
biaya overhead pabrik (40% x 6.000 x Rp 1.205) Rp 2.892.000
Rp 24.014.000
Harga pokok produk dari produksi sekarang
(32.000 unit @ Rp 4.381) Rp140.192.000
Harga pokok produk selesai ditransfer ke gudang Rp164.202.000
Harga pokok produk dalam proses akhir (3.000 kg):
HP dari Dept 1 (3.000 x Rp 2.201) Rp 6.603.000
Biaya tenaga kerja (40% x 3.000) x Rp 975 Rp 1.170.000
Biaya overhead pabrik (80% x 3.000) x Rp 1.205 Rp 2.892.000
Harga pokok produk dalam proses akhir Rp 10.665.000
Jumlah Biaya produksi yang dibebankan dalam Departemen 2 Rp174.869.000

PT. Risa Rimendi
Laporan Biaya Produksi Departemen 2
Bulan Januari 20X1
(LANJUTAN)

Anda mungkin juga menyukai