Anda di halaman 1dari 27

1

2

PANDUAN PROVISIONING

Tim Geladi Divisi Akses Maint Witel Jabar Timur


--------------------------------------------------------------------------------------------------
Telkom Cirebon



















Panduan Provisioning

Penyusun : 1. Annisa Dian Muktiari
2. Fauhan Handay Pugar
3. Ikke Dian Oktaviani
4. Muhammad Erpin Al-Ghifari


Penerbit : Tim Geladi Divisi Akses Witel Jabar Timur

Cetakan Pertama : Juli 2014

Copyrigth 2014

3
KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
dan Hanayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Buku Panduan Provisioning ini.
Semoga buku ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca dalam melakukan Provisioning pada TeNOSS.
Harapan kami semoga buku ini membantu untuk menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga dapat diperbaiki isi dari buku ini sehingga kedepannya
dapat lebih baik. Kami harapkan masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan buku
ini.



Cirebon, Juli 2014
Penyusun


4

Daftar Isi

KATA PENGANTAR
Daftar Isi
1.Provisioning
1.1 Definisi Provisioning
1.2 Tahap awal Provisioning
1.3 Macam-macam error dan cara mengatasinya
2. Alat Bantu dalam Provisioning
2.1 TEMON
2.2 CoC (Control Operational Center)
2.3 CACTI
2.3 WORKBENCH



5
UNIT AKSES

Unit akses adalah merupakan salah satu divisi yang terdapat di seluruh kantor Telkom
selurug Indonesia, begitu juga di kantor Telkom Cirebon. Unit akses yang memiliki peran
sebagai penghubung antara sistem jaringan yang ada di central dengan jaringan yang menuju ke
pelanggan. beberapa bagian yang ada di unit akses diantaranya adalah bagian Maintenance,
Fulfillment, Assurance, dan data manajemen. Peran yang diberikan oleh unit akses bagi witel
cirebon yaitu lebih kepada bagaimana mengatasi layanan agar tetap dapat dinikmati oleh
pelanggan dan proses billing ke pelanggan dapat terselesaikan.

Hal-hal yang dilakukan oleh unit akses diantaranya :

- Pemasangan baru di lokasi-lokasi STO terdekat dengan permintaan pelanggan
- Memastikan pelanggan mendapatkan layanan jaringan yang baik (Speedy, Telepon,
UseeTV, VPN)
- Melakukan perbaikan jika terdapat jaringan (Line) yang bermasalah
- Melakukan pemasangan kabel sesuai dengan STO terdekat dengan pelanggan
- Memastikan alur jaringan di lapangan dengan jaringan di pusat terhubung dengan baik

Permasalahan yang biasa dihadapi unit akses :
- Port ID dan nomor IP di TeNOSS tidak sesuai dengan IP perangkat tersebut.
- Nomor modul di data TeNOSS tidak sesuai dengan modul di perangkat.
- Pelanggan terhambat untuk menikmati layanan karena adanya gangguan jaringan baik di
lapangan maupun di sentral.


1. PROVISIONING

1.1. Definisi Provisioning
Provisioning merupakan proses Pasang Baru (PSB) jaringan untuk layanan speedy,
UseeTV, telepon maupun vpn yang mengalami error sehingga akan menghambat PS pada nomor
speedy tersebut yang akan mengakibatkan billing pelanggan tidak bisa diproses.
Untuk melakukan proses provisioning kita harus masuk ke halaman aplikasi TeNOSS
yaitu aplikasi yang digunakan untuk memperbaiki jaringan data speedy maupun UseeTV yang
mengalami error.
Alamatnya yaitu melalui http://tenoss.telkom.co.id/NOSS lalu kita harus login menggunakan
username dan password yang dimiliki oleh karyawan PT. Telkom.

6

Gambar diatas adalah tampilan awal dari TeNOSS.

1.2. Tahap awal Provisioning

Setelah login maka kita sudah bisa memulai memasukkan data nomor speedy yang telah
kita cek pada web CoC. Data yang diambil hanya data yang memiliki keterangan Workgroup
Diva Maint Cirebon, selain workgroup tersebut kita tidak perlu mengambilnya.
Setelah data didapat maka kita siap untuk memulai proses provisioning.

- Pertama klik Menu Provisioning Service Order

7
- Letakkan kursor di kolom Project No lalu klik query / gambar untuk membersihkan
data awal


- Masukkan nomor speedy dikolom Project No


Setelah nomor speedy di copy Lalu klik gambar lagi untuk memunculkan data lengkap dari
nomor speedy tersebut.
8

maka akan muncul seperti gambar diatas, Pada gambar tersebut terdapat kolom berwarna yang
biasanya memiliki warna abu-abu, kuning dan merah. dan juga memiliki status Error,
Inprogres, worker dan Assigned. Itulah yang harus kita selesaikan agar statusnya menjadi
Completed. Harus diingat juga bahwa hanya yang memiliki work group Diva Maint saja yang
kita selesaikan.
Maksud dari warna tersebut yaitu :
1. Abu-abu : proses masih dalam rentang waktu yang aman.
2. Kuning : proses sedah mendekati batas waktu yang ditentukan.
3. Merah : sudah melampaui batas waktu yang ditentukan

Berbeda statusnya maka berbeda pula cara mengatasinya. Sebagian besar hanya perlu meng-
Action ulang, tetapi ada juga yang harus dicek seperti IP, Port ID, juga nomor dan port
modulnya.
Sebelum memperbaiki status yang belum completed, kita harus melihat data yang dimilikinya
sudah benar atau masih salah. Maka dari itu kita harus melihatnya dengan mengklik Attributes
seperti pada gambar dibawah ini.
9


Setelah halaman attributes terbuka maka kita cek :
- Port ID sudah benar/belum.
- IP number sesuai/belum.
- nomor dan port modul sesuai/belum (Penulisan modul : ZTE > 0-0-.... / 1-1-.... & HUAWEI >
MOD-....).

Jika sudah sesuai semua maka kita tinggal melakukan proses Action ulang.

10
1.3. Macam-macam error dan cara mengatasinya

Selama mengerjakan proses provisioning ini, kita tidak pernah lepas dengan masalah error.
Berikut ini macam-macam error dan cara mengatasinya.
1. Action Ulang
setelah no speedy di copy dan dimunculkan datanya di TeNOSS maka lakukan langkah
berikut.
- Pastikan data di attribut sudah benar.
- lalu double klik di kolom yang mengalami gangguan (belum completed) klik view
commands


Setelah itu akan muncul seperti gambar dibawah ini. Dan selanjutnya kita copy Set ID
pada halaman tersebut untuk meng Action ulang.

11

- lalu buka Menu Provisioning SOP Edit

Makan akan muncul halaman seperti gambar dibawah ini

- Klik query simpan Set ID yang sudah di copy tadi kedalam kolom set id klik
query lagi untuk memunculkan data.
12

Setelah itu maka akan muncul data seperti gambar dibawah ini

- Selanjutnya kita lihat command errornya apa ubah status pada halaman pertama
menjadi Action
13


- Ubah juga status di layer selanjutnya menjadi Hold. (cek halaman tinggal klik scroll
kebawah)


- setelah selesai diubah semua kita klik save dan keluar dari halaman SOP Edit.
- terakhir, kita tinggal klik di bagian kolom yang belum completed dihalaman awal tadi
- lalu tekan F8 sampai statusnya berubah menjadi Completed. Dan jika error lagi maka
Action ulangi sampai status Completed.

14
2. Time Out
Jika terjadi masalah Time Out maka harus cek kembali id port, indificate port : FN=...,
SN=..., PN=... .Kemudian lakukan Action Ulang.

3. Part 00 - XX - XX
Jika terjadi masalah Port 00 - XX - XX maka yang harus dilakukan adalah Action Ulang.

4. Connection Refused
Jika terjadi masalah Connection Refused maka yang harus dilakukan adalah Action
Ulang.

5. Resource Not Found
Jika terjadi masalah Resource Not Found maka yang harus dilakukan adalah Action
Ulang.

6. Service Port not Available
Jika terjadi masalah Service Port not Available maka yang harus dilakukan adalah
samakan IP yang ada pada Tenoss dengan IP yang ada pada Cacti. Setelah itu buka atribut
pada halaman TeNOSS lalu ubah IP yang ada pada atribut Tenoss dengan yang ada pada
Cacti. Setelah itu Save dan lakukan Action Ulang.

7. Not Support The Device Type
Jika terjadi masalah Not Support The Device Type maka yang harus dilakukan adalah
samakan IP yang ada pada Tenoss dengan IP yang ada pada Cacti. Setelah itu buka atribut
pada halaman TeNOSS lalu ubah IP yang ada pada Tenoss dengan yang ada pada Cacti.
Setelah itu Save dan lakukan Action Ulang.

8. SNMP
Jika terjadi masalah SNMP maka yang harus dilakukan adalah samakan IP yang ada pada
Tenoss dengan IP yang ada pada Cacti. Setelah itu buka atribut pada halaman TeNOSS
lalu ubah IP yang ada pada Tenoss dengan yang ada pada Cacti. Setelah itu Save dan
lakukan Action Ulang.

9. Service Port does not Exist
Jika terjadi error ini maka harus setting ulang VPI - VPC yang ada di atribut dengan cara:
- buka atribut lalu cari VPI ubah menjadi 8 dan VCI ubah menjadi 81.
- save lalu action ulang.

10. IGMP
Untuk error IGMP harus menghubungi unit lain untuk menyelesaikannya.

15
11. Service Port Has Been Actived
Jika terjadi error seperti ini maka status error di layer pertama (DACT_SVC) harus di
action ulang dan status hold di layer ketiga (ACT_SVC) juga di action ulang.

12. QOS
Jika error ini terjadi maka yang harus dirubah yaitu Priority Upstream & Downstreamnya
dibuat Nol, proses ini harus dilakukan oleh unit lain.

13. Broken Pipe
Jika terjadi masalah Broken Pipe maka yang harus dilakukan adalah Action Ulang.

14. Resource does not exist
Jika terjadi masalah Resource does not exist maka yang harus dilakukan adalah
mengecek kembali semua yang ada di atribut apakah sudah benar atau belum baru
kemudian Action Ulang kembali.


15. Gagal saat check existing access:-ORA 01403-: no data found


Jika terjadi masalah no data found seperti gambar diatas maka harus melakukan pengecekan
pada kolom atribut. Jika atribut memiliki perbedaan maka perlu adanya pelurusan terhadap data
yang salah. Misalkan terdapat masalah perbedaan IP maka harus dilihat pada
Cacti.Sedangkan,jika terdapat masalah perbedaan modul maka harus di cek pada Network
Element.
16
2. ALAT BANTU DALAM PROVISIONING

2.1 TEMON
Saat melakukan provisioning terkadang kita akan menemukan error yang port ID nya
salah atau bahkan masih kosong. Oleh karenanya, kita harus melihatnya di Temon.
Pertama, lakukan login terlebih dahulu menggunakan akun karyawan. Di bawah ini
merupakan tampilan dari login Temon.



Selanjutnya kita pilih Broadband Access seperti tampilan dibawah ini.


Lalu pilih menu -> Search Port ID.

17

Selanjutnya masukkan IP Address untuk mengetahui port ID.

Selanjutnya, sesuaikan modul seperti yang terdapat pada atribut.
Misal : 1-1-5


Setelah memilih modul, lalu sesuaikan juga port modulnya.
Misal : port 8
18

Jika sudah sesuai semua lalu klik submit.
Maka akan muncul seperti gambar di bawah, data mengenai nomor speedy tersebut lengkap.
Copy-kan port ID ke atribut pada TeNOSS.





19

2.2 CoC (Control Operational Center)
Cara Menggunakan CoC
1. Halaman Awal
Cara membuka CoC dengan membuka link http://coc.telkom.co.id:8765/admin/login
dan halaman awal Coc akan tampil seperti dibawah ini.

Sebelum menggunakan CoC, lakukan login dengan memasukkan username dan
password lalu lalu pilih Login.

2. Monitoring WO
Setelah login, akan tampil halaman seperti dibawah ini.

Setelah itu, pilih Monitoring WO pada COC NEW TELKOM untuk melihat daftar
nomor speedy yang mengalami gangguan dan harus segera diperbaiki. Setelah memilih
Monitoring WO, akan tampil halaman seperti di bawah ini.
20

Pada kolom Pilih Regional isi dengan TELKOM BARAT. Pada kolom Select Witel
isi dengan JABAR TIMUR (CIREBON). Pada kolom Select Datel isi dengan
KANTOR DATEL JABAR TIMUR. Kolom selain 3 tersebut tidak usah diisi kecuali
pada Periode kolom tanggal pertama isi dengan awal bulan (jika penggunaan berada
pada awal bulan maka kolom tanggal diisi dengan awal bulan sebelumnya). Kolom
tanggal kedua tidak usah diubah. Setelah itu Submit dan akan tampil halaman seperti di
bawah ini.

Export file ke Excell dengan cara Export CSV. Selain itu bisa juga dengan cara cari
langsung. Ketik Ctrl+F kemudian cari dengan keyword DIVA MAINT. Nomor
speedy tersebut yang akan diperbaiki menggunakan Tenoss.

3. Temon
Setelah selesai mengerjakan nomor speedy yang ada pada Monitoring WO selanjutnya
adalah mengerjakan nomor speedy yang ada pada Tenoss Status Order Detail. Pada
21
kolom Pilih Regional isi dengan REG III. Pada kolom Subnet isi dengan 3CBN.
Pada kolom Area isi dengan ALL kemudian Submit.

Setelah di-submit, maka akan tampil halaman seperti di bawah ini.

Export file ke Excell dengan cara Export CSV. Selain itu bisa juga dengan cara cari
langsung. Ketik Ctrl+F kemudian cari dengan keyword DIVA MAINT. Nomor
speedy tersebut yang akan diperbaiki menggunakan Tenoss.

22

2.3 CACTI
Cara menggunakan Aplikasi Cacti
1. Buka link http://10.71.3.39/cacti/plugins/monitor/monitor.php maka akan muncul
halaman awal Cacti seperti dibawah ini


2. Pilih tipe perangkat sesuai yang dengan yang ada di TeNOSS seperti GPON dan MSAN.
Kemudia dekatkan cursor ke salah satu gambar komputer maka dapat dilihat keterangan
yang tertera seperti status, IP, ping, last fail, availability.
23


2.3 WORKBENCH
Cara Men-discovery
1. Buka aplikasi Shell.exe



















2. Setelah itu, akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Pilih Discovery dan Scheduler.
24


3. Kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Pilih tab Schduler terlebih dahulu.


4. Pada Job Group pilih Discovery. Untuk Job Type pilih Physical Audit terlebih dahulu. Dan
untuk Trigger Name masukan nama bebas sebagai penanda, misal beri nama physical 1. Setelah
itu akan muncul menu Realm Name, sesuaikan dengan tipe perangkat. Pada menu Schedule
name kita pilih IP sesuai yang akan di-discovery.
25



5. Setelah itu pilih Execute now, jika muncul sukses klik OK. Pilih tab Discovery dan pilih
Duration, pada menu Last pilih angka 1 dan pilih Hours lalu klik Apply.


6. Pilih Audits dan klik tanda tambah (+). Lihat apakah IP yang kita discovery telah completed
atau belum.
26


7. Jika Discovery Physical telah completed, lakukan Discovery Logical. Langkahnya sama
seperti Physical hanya pada menu Job Type pilih Logical Audit. Dan ubah nama pada Trigger
Name, jangan sampai sama dengan nama pada saat Physical Audit.


27
3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
[Penjelasan divisi akses]
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan penjelasan yang telah dipaparkan, terdapat beberapa
saran yang membangun agar ke depannya lebih baik lagi dari segi aplikasi yang
digunakan untuk bekerja sehari-hari. Saran-saran tersebut, yaitu:
1. Untuk memaksimalkan penggunaan waktu dalam bekerja dan memberikan
pelayanan yang terbaik pada klien, akan lebih baik jika pada aplikasi CoC yaitu
aplikasi yang biasa digunakan untuk melihat daftar nomor speedy yang mengalami
gangguan dapat melakukan update yang nantinya akan mempermudah pengguna
sehingga tidak perlu untuk melakukan pengecekan dengan waktu yang sering
untuk memaksimalkan penggunaan waktu. Update aplikasi yang dimaksud adalah
mungkin dengan cara memberikan notifikasi jika terdapat nomor speedy yang
mengalami gangguan.

2. Selain aplikasi CoC, yaitu aplikasi TeNOSS yang kami sarankan untuk diminalkan
gangguan-gangguan yang ada sehingga pengguna TeNOSS dapat bekerja dengan
nyaman.