Anda di halaman 1dari 13

Definisi Bank Garansi

Menurut Bank Indonesia, Bank Garansi adalah jaminan pembayaran yang diberikan
kepada pihak penerima jaminan, apabila pihak yang dijamin tidak memenuhi
kewajibannya.
Biasayan transaksi atau proyek dalam nilai yang besar mempersyaratkan penyertaan
Jaminan Bank (Bank Guarantee). Untuk memenuhi kebutuhan bisnis ini, pihak bank
dapat mengeluarkan Bank Garansi/Standby LC. Anda dapat memilih jenis Bank
Garansi yang sesuai dengan kebutuhan usaha Anda.
Apa yang harus ada dalam Bank Garansi?
Isi Bank Garansi terdiri dari:
Judul Garansi Bank atau Bank Garansi
Nama dan alamat Bank pemberi Bank Garansi
Tanggal penerbitan Bank Garansi
Transaksi antara pihak yang dijamin dengan penerima garansi
Jumlah uang yang dijamin dengan Bank Garansi
Tanggal mulai berlaku dan berakhirnya Bank Garansi
Penegasan batas waktu penagihan klaim
Pilihan berlakunya pasal 1831 atau 1832
Jenis dan macam Bank Garansi
Diberikan kepada pemborong atau kontraktor untuk mengerjakan proyek
Diberikan untuk menjamin kredit (dapat berupa Standby L/C)
Lainnya , seperti : a) BG untuk penangguhan bea cukai (misal: cukai
tembakau, cukai alkohol, cukai pita kaset/DVD/VCD). b) BG untuk penebusan
barang impor.c) Shipping Guarantee, untuk mengeluarkan barang dari
pelabuhan.d) BG untuk pengadaan barang.e) BG untuk pembebasan bea
masuk dan penangguhan PPN.
Sedangkan Bank Garansi yang umum digunakan dalam rangka proyek, untuk
mendukung usaha konstruksi, adalah:
1. Bid Bond/Tender Bond
2. Performance Bond atau Bank Garansi Pelaksanaan
3. Advance Payment Bond atau Bank Garansi Uang Muka
4. Maintenance Bond atau Bank Garansi Pemeliharaan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Bank Garansi:
1. Waktu berlaku dan berakhirnya perjanjian pokok
2. Waktu berlaku dan berakhirnya Garansi Bank
3. Waktu terjadinya cidra janji yang secara sah masih dapat ditanggung oleh
Garansi Bank
4. Waktu selambat-lambatnya untuk pengajuan klaim oleh tertanggung.
Keempat hal di atas perlu mendapatkan perhatian, terutama bagi tertanggung, agar
bilamana terjadi sesuatu yang tak diharapkan, maka klaim masih bisa dilakukan.
Bagi tertanggung juga harus memperhatikan, apakah Bank Garansi tadi
menggunakan pasal 1831 atau 1832, karena jika menggunakan pasal 1831, Bank
tidak serta merta membayar klaim tersebut.
Kegunaan Bank Garansi
Kapan anda memerlukan Bank Garansi? Apabila anda seorang kontraktor, pada
awal ikut tender, anda harus menyerahkan Bank Garansi tender sebagai
persyaratan untuk ikut tender. Karena jumlahnya relatif kecil, biasanya kontra
garansi dapat menggunakan uang tunai atau tabungan terbeku. Bilamana anda
menang proyek yang diikuti, anda harus menyerahkan Jaminan pelaksanaan, untuk
meyakinkan pada pemilik proyek bahwa anda mampu menyelesaikan proyek
tersebut. Biasanya dalam SPP/SPK (Surat Perjanjian Pemborongan/Surat
Perjanjian Kontrak) telah ditentukan, bahwa anda berhak mendapat uang muka
sebesar 20% (misalnya), dengan syarat anda menyerahkan jaminan uang muka
atau Advance Payment Bond. Dengan uang muka tersebut, anda sudah mulai bisa
mengerjakan proyek. Apabila usaha anda dinilai layak oleh Bank, maka Bank dapat
memberikan kredit konstruksi, yang diperhitungkan dengan Bank Garansi uang
muka, untuk menyelesaikan proyek.
Bila anda bergerak dibidang usaha perdagangan, anda sering harus membeli
secara tunai atau kredit, stok barang yang akan dijual. Namun jika perusahaan yang
memproduksi produk tadi mau menerima Bank Garansi, maka anda hanya perlu
menyerahkan Bank Garansi pengadaan untuk dapat memperoleh stok barang
dagangan tadi. Dengan Bank Garansi pengadaan, anda bisa mengatur cash flow,
dan baru membayar sesuai yang ditentukan dalam Bank Garansi tersebut.



Pengertian Safe Deposit Box

Layanan Safe Deposit Box (SDB) adalah jasa penyewaan kotak penyimpanan
harta atau surat-surat berharga yang dirancang secara khusus dari bahan baja dan
ditempatkan dalam ruang khasanah yang kokoh dan tahan api untuk menjaga
keamanan barang yang disimpan dan memberikan rasa aman bagi penggunanya

Biasanya barang yang disimpan di dalam SDB adalah barang yang bernilai
tinggi dimana pemiliknya merasa tidak aman untuk menyimpannya di rumah.

Pada umumnya biaya asuransi barang yang disimpan di SDB bank relatif lebih
murah.

Keuntungan Safe Deposit Box

Beberapa keuntungan dari Safe Deposite Box adalah :

1. Aman, Ruang penyimpanan yang kokoh dilengkapi dengan sistem keamanan
terus menerus selama 24 jam.Untuk membukanya diperlukan kunci dari
penyewa dan kunci dari bank.
2. Fleksibel, Tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan
penyewa baik bagi penyewa perorangan maupun badan.
3. Mudah, Persyaratan sewa cukup dengan membuka tabungan atau giro (ada
bank yang tidak mensyaratkan hal tersebut, namun mengenakan tarif yang
berbeda).

Kegunaan Safe Deposit Box

Safe Deposit Box digunakan untuk :
1. Menyimpan surat-surat berharga dan surat-surat penting seperti sertifikat-
sertifikat, saham, obligasi, surat perjanjian, akte kelahiran, ijazah, dan lain-
lain.
2. Menyimpan benda-benda berharga seperti emas, berlian, mutiara, intan, dan
lain-lain.

Barang-barang Yang Dilarang Disimpan Dalam Safe Deposit Box
1. Narkotik dan sejenisnya
2. Bahan yang mudah meledak



Contoh Safe Deposit Box




PENGERTIAN DAN JENIS JENIS KARTU KREDIT


Kartu kredit merupakan alat pembayaran pengganti uang tunai yang diterbitkan oleh
bank untuk memudahkan para nasabahnya bertransaksi dan sebagai salah satu
apresiasi dengan diberikan banyak penawaran istimewa. Jadi pada prinsipnya kartu
kredit diciptakan untuk kemudahan dan cara kerjanya diatur oleh Bank Indonesia
(BI) sebagaimana halnya produk perbankan yang lain.

Kemunculan kartu kredit ini mulai pertama kali langsung menjadi fenomena, tidak
terkecuali sampai sekarang walaupun tetap saja ada pro dan kontra mengenai kartu
kredit. Bank-bank pun terus berlomba-lomba melakukan penawaran promo-promo
yang bisa dinikmati jika memiliki kartu kredit dari bank tersebut.

Mengenai adanya pro dan kontra berarti kehadiran kartu kredit telah membawa
dampak positif dan negatif, hal ini tentu berkaitan dengan pribadi masing-masing
sebagai pemilik dan pengguna kartu kredit. Akan tetapi sebagian pihak berpendapat
bahwa bank penerbit dinilai sering melakukan keputusan sepihak yang berakibat
pada kerugian nasabah kartu kredit. Namun banyak pihak yang pro dengan kartu
kredit justru diuntungkan dengan adanya kartu kredit.

Dunia perbankan terus berkembang, sekarang ini bank menerbitkan lebih dari satu
jenis kartu kredit yang disesuaikan dengan masing-masing nasabah, secara umum
tipe kartu kredit dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :

Kartu kredit silver, biasanya memiliki limit antara 3 juta 4 juta yang
kebanyakan dimiliki oleh karyawan selevel staff
Kartu kredit gold, biasanya memiliki limit antara 5 juta 20 juta yang dimiliki
oleh karyawan selevel supervisor atau manajer.
Kartu kredit platinum, biasanya memiliki limit lebih dari 20 juta, biasanya tipe
kartu ini diperuntukkan kepada direktur atau pebisnis.

Selain ketiga jenis kartu kredit diatas, beberapa bank ada yang menerbitkan kartu
kredit ultima, limit yang diberikan bisa mencapai 100 juta atau lebih. Jenis ini
biasanya diberikan kepada nasabah yang loyal kepada bank tersebut dan tentunya
berdasarkan analisa yang lebih selektif mengingat limit yang diberikan cukup besar.

Bahkan banyak dijumpai pula supermarket dan bank bekerjasama untuk
menerbitkan kartu kredit yang memberikan keuntungan berupa diskon-diskon
menarik secara berkala dan pada waktu-waktu tertentu.

Kepada para calon pemilik atau yang sudah memiliki kartu kredit, bijaklah dalam
menggunakannya karena dampak akhirnya ada pada masing-masing nasabah.
Selalu pahami cara kerja kartu kredit dan selektif dalam memilih.
Penggunaan Credit Card Saat Berbelanja
Di tiap transaksi kartu kredit, ada sejumlah pihak yang terlibat untuk memastikan
seluruh proses pembayaran berlangsung lancar. Diagram berikut menjelaskan
dengan gamblang, siapa melakukan apa.


Percaya tidak percaya, pembayaran dengan kartu kredit tergolong proses yang
kompleks. Untuk menyederhanakan penjelasan, mari asumsikan Anda memasuki
sebuah toko dan hendak berbelanja menggunakan kartu kredit.
Anda berikan kartu tersebut pada penjaga kasir, yang kemudian menggesekkannya
ke mesin pembaca kartu kredit.

Mesin pembaca kartu kredit membaca garis-garis magnetik di balik kartu Anda dan
mengirimkan informasi kunci (misal: nomor kartu kredit, plafon, tanggal kadaluarsa,
dan lain-lain) ke bank yang melayani pemilik toko (kita sebut saja bank toko).

Bank toko kemudian menerima informasi ini dan mengecek validitas transaksi.

Bank toko mengirimkan informasi transaksi ke perusahaan penerbit kartu kredit
(misalnya, Visa, MasterCard, atau AmericanExpress).

Berikutnya, perusahaan penerbit kartu kredit akan mengontak bank Anda dan
mengecek validitas kartu kredit Anda.

Setelah dikonfirmasi oleh bank Anda, penerbit kartu kredit melanjutkan informasi itu
ke bank toko, yang kemudian menyetujui transaksi Anda.

Jadi Anda Usai Membayar dengan Kartu Kredit Kini Bagaimana?
Perhatikan bahwa dalam proses di atas tidak ada uang tunai berpindah tangan
sama sekali? Pernahkah bertanya-tanya, bagaimana toko-toko itu memperoleh
uangnya setelah Anda belanja dengan kartu kredit? Apa yang terjadi di balik layar?
Bagaimana Anda harus membayar belanjaan Anda? Pertanyaan-pertanyaan inilah
yang sekarang kita coba jawab.
Cara Kerja Kartu Kredit
Di akhir tiap periode, toko menyerahkan pada bank seluruh kuitansi transaksi (ingat
kuitansi yang Anda tandatangani saat membeli sesuatu dengan kartu kredit?)
Bank kemudian membayar toko itu sesuai jumlah yang tercantum di kuitansi.

Di waktu bersamaan, bank mengirimkan tagihan pembayaran pada perusahaan
penerbit kartu kredit. Perusahaan penerbit kartu kredit membayar bank, dan setelah
itu mengirimkan tagihan pembayaran pada bank Anda.

Bank Anda membayar perusahaan penerbit kartu kredit, dan melanjutkan prosesnya
dengan menagih Anda pembayaran sejumlah transaksi belanja Anda.

Kartu debit

Kartu debit adalah sebuah kartu pembayaran secara elektronik
yang diterbitkan oleh Bank. Kartu ini dapat berfungsi sebagai pengganti
pembayaran dengan uang tunai. Kartu ini mengacu pada saldo tabungan bank anda
di bank penerbit tersebut. Fungsi dari kartu debit adalah untuk memudahkan
pembayaran ketika berbelanja tanpa harus membawa uang tunai. Dalam beberapa
kasus, nomor rekening primer diberikan secara eksklusif untuk digunakan di Internet
dan tidak ada kartu fisik.
[1][2]

Di banyak negara, penggunaan kartu debit telah menjadi begitu luas karena dapat
menggantikan pembayaran melalui cek ataupun uang tunai. Tidak seperti kartu
kredit dan kartu bayar, pembayaran menggunakan kartu debit langsung ditransfer
dari rekening bank pemegang kartu, bukan mereka membayar kembali uang
tersebut di kemudian hari.
Kartu debit biasanya juga memungkinkan untuk penarikan uang tunai secara instan,
karena dapat bertindak sebagai kartu ATM untuk penarikan tunai. Penjual/pemilik
usaha mungkin juga menawarkan fasilitas Cashback untuk pelanggan, dimana
pelanggan dapat menarik uang tunai bersama dengan pembelian mereka.
Tipe Sistem Kartu Debit


Contoh dari bagian depan kartu debit:
1. Logo Bank Penerbit
2. Chip EMV
3. Hologram
4. Nomor kartu
5. Logo merek kartu
6. Tanggal kedaluwarsa
7. Nama pemegang kartu


Contoh dari bagian belakang kartu debit:
1. Strip magnetik
2. Strip tanda tangan
3. Kode keamanan kartu
Saat ini ada tiga cara pemrosesan transaksi kartu debit: EFTPOS (juga dikenal
sebagai online debit atau PIN debit), offline debit (juga dikenal sebagai signature
debit) dan Electronic Purse Card System.
[3]
Satu kartu fisik dapat mencakup
fungsi dari ketiga jenis diatas, sehingga dapat digunakan dalam sejumlah keadaan
yang berbeda.
Meskipun kartu debit kebanyakan berasal dari merek Visa atau MasterCard, ada
banyak jenis kartu debit, masing-masing diterima hanya dalam satu negara atau
wilayah tertentu, misalnya Switch (sekarang: Maestro) dan Solo di Britania Raya,
Interac di Canada, Carte Bleue di Perancis, Laser di Irlandia, EC electronic cash
(sebelumnya Eurocheque) di Jerman, UnionPay di China dan kartu EFTPOS di
Australia dan Selandia Baru.
Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan Kartu Debit
Seorang konsumen yang tidak layak meng-kredit dan mungkin merasa sulit
atau tidak mungkin untuk mendapatkan kartu kredit dapat lebih mudah
mendapatkan kartu debit, sehingga memudahkannya untuk melakukan
transaksi "plastik". Misalnya, undang-undang sering mencegah anak-anak
dari mengambil hutang, yang mencakup penggunaan kartu kredit, tetapi tidak
bagi transaksi kartu debit online.
Seperti kartu kredit, kartu debit diterima oleh pemilik usaha dengan
identifikasi diri yang kurang dan pengawasan dari cek pribadi, sehingga
membuat transaksi lebih cepat dan kurang intrusif. Tidak seperti cek pribadi,
pedagang umumnya tidak percaya bahwa pembayaran melalui kartu debet
mungkin kemudian ditolak.
Tidak seperti kartu kredit, yang membebankan biaya lebih tinggi dan tingkat
bunga ketika uang muka diperoleh, kartu debit dapat digunakan untuk
mendapatkan uang tunai dari ATM atau transaksi berbasis PIN tanpa
tambahan biaya, selain biaya ATM asing.
Kerugian Kartu Debit
Penggunaan kartu debit biasanya tidak terbatas pada dana yang ada di
rekening dimana hal ini terkait, kebanyakan bank memungkinkan batas
tertentu atas saldo bank yang tersedia yang dapat menyebabkan cerukan
biaya jika transaksi pengguna tidak mencerminkan adanya keseimbangan.
Banyak bank sekarang mendenda biaya over-limit (di luar batas) atau tidak
cukup dana biaya didasarkan pada pra-otorisasi, dan transaksi bahkan
dicoba tapi ditolak oleh pedagang (beberapa di antaranya mungkin tidak
diketahui sampai ditemukan kemudian oleh pemegang rekening).
Banyak pedagang keliru percaya bahwa jumlah yang terhutang dapat
"diambil" dari akun pelanggan setelah kartu debit (atau nomor) telah
disajikan, tanpa kesepakatan mengenai tanggal, nama penerima
pembayaran, jumlah dan mata uang, sehingga menyebabkan biaya denda
cerukan, melebihi batas, jumlah yang tidak tersedia menyebabkan penolakan
lebih lanjut dan ditolak oleh beberapa transaksi bank.
Di beberapa negara kartu debit menawarkan tingkat perlindungan keamanan
yang lebih rendah dari kartu kredit.
[4]
Pencurian PIN pengguna yang
menggunakan perangkat skimming dapat dicapai jauh lebih mudah dengan
input PIN dibandingkan dengan transaksi kredit berbasis tanda tangan.
Namun, pencurian kode PIN pengguna yang menggunakan perangkat
skimming dapat sama-sama dapat diselesaikan dengan satu masukan PIN
transaksi debit, seperti dengan masukan kredit transaksi PIN.
Di banyak tempat, hukum melindungi konsumen dari penipuan jauh lebih
sedikit dibandingkan dengan kartu kredit. Sementara pemegang kartu kredit
secara hukum bertanggung jawab hanya minimal dari penipuan transaksi
dilakukan dengan kartu kredit, yang sering diabaikan oleh bank, konsumen
dapat dianggap bertanggung jawab atas ratusan dolar, atau bahkan seluruh
nilai curang debit transaksi. Karena kartu debit memungkinkan dana yang
akan segera ditransfer dari rekening ketika melakukan pembelian, konsumen
juga memiliki waktu yang lebih singkat (biasanya hanya dua hari) untuk
melaporkan penipuan tersebut ke bank agar memenuhi syarat untuk suatu
pengabaian dengan kartu debit dan memulihkan dana hilang,
[4]
sedangkan
dengan kartu kredit, dengan hal yang sama memerlukan waktu mungkin
sampai 60 hari, dan transaksi dihapus tanpa kehilangan kredit apapun.
Seorang pencuri yang memperoleh klon atau kartu debit bersama dengan
PIN yang mungkin dapat membersihkan rekening bank konsumen, dan
konsumen akan memiliki jalan lain.
Di Britania Raya dan Republik Irlandia, dibandingkan negara-negara lain,
konsumen yang membeli barang atau jasa dengan kartu kredit dapat
mengejar penerbit kartu kredit jika barang atau jasa tidak disampaikan atau
tidak memiliki nilai jual. Sementara mereka umumnya harus menguras proses
yang disediakan oleh pengecer pertama, ini tidak diperlukan jika pengecer
telah keluar dari bisnis. Perlindungan ini tidak disediakan oleh undang-
undang bila menggunakan kartu debit tetapi dapat ditawarkan secara terbatas
sebagai manfaat yang diberikan oleh kartu jaringan, misalnya, kartu debit
Visa.
Bila transaksi dilakukan menggunakan kartu kredit, uang bank dapat
dibelanjakan, dan karena itu, bank memiliki kepentingan dalam mengklaim
uangnya mana ada penipuan atau sengketa. Bank dapat berjuang untuk
membatalkan tuduhan seorang konsumen yang tidak puas dengan
pembelian, atau yang telah dinyatakan telah diperlakukan tidak adil oleh
pedagang. Tapi ketika pembelian debet dibuat, konsumen telah
menghabiskan/uangnya sendiri, dan bank memiliki sedikit jika motivasi
apapun untuk mengumpulkan dana.
Di beberapa negara, dan untuk beberapa jenis pembelian, seperti bensin
(melalui sistem pembayaran di SPBU), penginapan, atau sewa mobil, bank
dapat menempatkan dana jauh lebih besar dari pembelian aktual untuk
jangka waktu yang tetap.
[4]
Namun, hal ini tidak terjadi di negara lain, seperti
Swedia. Sampai penahan dilepaskan, transaksi lain yang disampaikan ke
aun, termasuk cek, dapat ditolak, atau mungkin dibayar dengan
mengorbankan sebuah cerukan biaya jika akun tidak memiliki dana tambahan
untuk membayar barang-barang.
Sementara kartu debit berlogo kartu kredit utama diterima untuk hampir
semua transaksi di mana kartu kredit setara diambil, pengecualian utama di
beberapa negara adalah di fasilitas penyewaan mobil.
[5]
Di beberapa negara,
seperti Kanada & Australia, agen penyewaan mobil memerlukan kartu kredit
yang sebenarnya untuk digunakan, atau setidaknya, akan memverifikasi
kelayakan kredit dari penyewa menggunakan kartu debit. Di Kanada dan
negara-negara yang tidak menentukan tambahan biaya, mobil perusahaan
penyewaan akan menyangkal sewa bagi siapa saja yang tidak sesuai dengan
persyaratan, seperti pemeriksaan kredit sebenarnya bisa melukai nilai kredit
seseorang, selama ada yang namanya nilai kredit di negara tempat membeli
dan/atau negara tempat tinggal pelanggan.
Penggunaan di Indonesia
Kartu debit di Indonesia biasa dipergunakan secara luas dalam kegiatan berbelanja
baik di pusat perbelanjaan maupun di toko swalayan. Indonesia selain menerima
kartu merek asing seperti Visa, Maestro, MasterCard, dan MEPS, negara ini juga
memiliki jaringan nasional dari beberapa kartu debit domestik, seperti Debit BCA
(dan jaringan mitra Prima, Prima Debit) dan Mandiri Debit.