Anda di halaman 1dari 31

SMKN 1 BALIKPAPAN

CHASIS DAN PEMINDAH


TENAGA
TEKNIK OTOMOTIF III / 2012 - 2013
XI TKR 2 OGY RISKY JUWAN TORO




TUJUAN PRAKTEK :

- Agar siswa dapat mempelajari Fungsi dari Transmisi
- Agar siswa dapat mempelajari Fungsi dari tiap-tiap Komponen
- Agar siswa dapat melakukan langkah pembongkaran dengan baik dan benar
- Agar siswa dapat mempelajari cara kerja Transmisi
- Agar siswa dapat melakukan perawatan (Maintenance) pada Transmisi

WAKTU DAN LOKASI :

- HARI/TANGGAL : RABU/ 07 NOVEMBER 2012
- WAKTU : 08.00 WITA s/d SELESAI
- LOKASI : BENGKEL OTOMOTIF SMKN 1 BALIKPAPAN

C. ALAT DAN BAHAN :

- ALAT :

TOOL BOX :
1.KUNCI RING NO 12
2.KUNCI RING NO 14
3.KUNCI RING NO 10

ALAT TULIS

BUKU PANDUAN

- BAHAN :

1 UNIT TRANSMISI MANUAL TIPE SINCROMESH BROG WAGNER


KESELAMATAN KERJA :

Berdoa Sebelum melakukan Praktek
Menggunakan Perlengkapan Safety
Menggunakan alat sesuai kebutuhan dan kegunaannya
Berhati hati dalam memindahkan transmisi karena berat
Jangan memasukkan tangan pada komponen yang tajam dan berputar
Hati - hati dalam melepas dan memasang komponen minta bantuan rekan kerja
apabila mengalami kesulitan
Hati - hati tangan terjepit benda kerja
Mengembalikan alat pada tempatnya setelah dipergunakan
Merapikan tempat kerja seusai Praktek
Mengembalikan Alat kerja dan Bahan Praktek pada tempatnya

TEORI DASAR :

Sistem Transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan
(putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk diteruskan ke penggerak
akhir. Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih
bertenaga, atau sebaliknya.

Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari batas putaran mesin
yang diijinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi tertinggi pada saat mulai bergerak. Selain itu,
kendaraan yang berjalan pada jalan yang mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan
mobil yang berjalan pada jalan yang mendatar. Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah
memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan tinggi. Dengan kondisi operasi yang
berbeda-beda tersebut maka diperlukan sistem Transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuhi
oleh mesin.

Tipe Transmisi :
1. Transmisi Manual
2. Transmisi Otomatis
3. Transmisi Semi-Otomatis
Komponen Utama Transmisi
1. Kopling (clutch) atau torque converter. Kopling dipakai untuk Transmisi manual dan semi
otomatis serta Transmisi otomatis, torque converter dipakai pada Transmisi otomatis.
2. Transmisi, dikenal juga dengan persneling.


Gambar persneling

FUNGSI TRANSMISI

Secara umum transmisi sebagai salah satu komponen sistem pemindah tenaga (power
train)mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Meneruskan tenaga / putaran mesin dari kopling ke poros propeler.

2. Merubah momen yang dihasilkan mesin sesuai dengan kebutuhan
(beban mesin dan kondisi jalan).

3. Memungkinkan kendaraan dapat berjalan mundur (reserve)
pada kendaraan lebih dari 2 roda.

TRANSMISI MANUAL

Saat kendaraan mulai berjalan atau menanjak dibutuhkan moment yang besar untuk itu kita
memerlukan beberapa bentuk mekanisme perubah moment.













Tetapi moment yang besar tidak dibutuhkan saat kecepatan tinggi, pada saat mobil menempuh
jalan rata, moment mesin cukup untuk mengerakkan mobil.




Mekanisme perubah
momen
Momen
bertambah
Momen
bertambah
Perubah momen
Momen
Gigi yang besar
berputar lebih
lambat
Mesin
Momen
mesin
Momen tetap











Transmisi digunakan untuk mengatasi hal ini dengan cara merubah perbandingan gigi, untuk :
Merubah momen
Merubah kecepatan kendaraan
Memungkinkan kendaraan bergerak mundur
Memungkinkan kendaraan diam saat mesin hidup (posisi netral)


PRINSIP KERJA TRANSMISI MANUAL

Transmisi bekerja berdasarkan prinsip Perubahan Momen.
Rumus momen :
M = f x R
M = momen
f = Gaya
R = jarak/jari2 lingkaran (m)
semakin besar nilai r maka momen yang dihasilkan akan besar pula.



Saat mobil menempuh jalan yang rata, momen mesin cukup untuk menggerakkan mobil.

Transmisi digunakan untuk merubah momen dengan cara memindah perbandingan roda gigi
sehingga dihasilkan momen yang sesuai dengan beban mesin dan kondisi jalan , dan memindahkan
momen tersebut keroda roda. Bila kendaraan harus mundur, arah putaran dibalik oleh transmisi
sebelum dipindah keroda-roda.

PERBANDINGAN GIGI
Kombinasi Dasar Roda Gigi
A : Roda gigi penggerak (drive gear)
B : Roda gigi yang digerakkan (driven gear)
Jumlah gigi A<B A=B A>B A=B


Kombinasi
roda gigi



Kecepatan B
Terhadap A
Berkurang Sama Bertambah Sama
Moment B
terhadap A
Bertambah Sama Berkurang Sama
Arah putaran Berlawanan Berlawanan Berlawanan Sama







Perbandingan Roda Gigi

Perbandingan roda gigi da-sar dapat
dihitung dengan rumus :

GR = di = B
me A


Pada transmisi terdapat dua pasang roda gigi, untuk memperoleh putaran input dan output
shaft yang searah.
Perbandingan roda gigi :

GR = di x di = B x D
me me A C






Untuk menggerakkan kendaraan ke arah mundur, pada perbandingan gigi transmisi ditambahkan
idle gear, untuk memperoleh putaran input shaft dan output shaft yang berlawanan.

Perbandingan roda gigi :

GR = B x E x D
A C E
= B x D
A C



Perbandingan gigi yang lebih kecil dari satu (jika putaran propeller shaft lebih cepat dari
putaran mesin) disebut over drive.
KONSTRUKSI TRANSMISI
Di bawah ini dijelaskan konstruksi transmisi MSG5K yang digunakan pada kendaraan
Phanter. Transmisi ini untuk semua kecepatan maju digunakan mekanisme synchromesh
type, sedangkan untuk gigi mundur menggunakan mekanisme constantmesh type.














Nama-nama komponen :
1. Top gear shaft (input shaft) 16. 1
st
gear
Sisi mesin /
poros input
Sisi poros
propeller /
poros output
Poros
input
Poros
output

Poros
input
Poros
output

2. Needle bearing 17. Needle bearing collar
3. 4
th
blocker ring 18. 1
st
gear thrust washer
4. Insert spring 19. Intermediate plate
5. Insert 20. Counter gear & shaft
6. Clutch hub 21. Reverse gear
7. 3
rd
4
th
synchronizer assy 22. Reverse 5
th
synchronizer assy
8. Hub sleeve 23. Lock nut & washer main shaft
9. 3
rd
blocker ring 24. 5
th
blocker ring
10. 3
rd
gear 25. 5
th
gear
11. Main shaft (output shaft) 26. Speedometer drive gear
12. 2
nd
gear 27. Reverse counter gear
13. 2
nd
blocker ring 28. 5
th
counter gear
14. 1
st
2
nd
synchronizer assy 29. Reverse shaft
15. 1
st
blocker ring 30. Reverse idle gear






































1
2
3
9
7
10
5
8
6
4
19
18
17 16
14
15
13
12
11
2
3
5
































MACAM_MACAM TRANSMISI MANUAL

Dibedakan menjadi 3 yaitu :

Transmisi Tipe Sliding Mesh.
Transmisi Tipe Sliding Mesh adalah jenis transmisi manual yang cara kerja dalam pemindahan gigi
dengan cara menggeser langsung roda gigi input dan out putnya. Roda gigi pada poros input yaitu
berasal dari kopling, dipasang mati. Sedangkan roda gigi yang dipasang pada poros output dipasang
geser/sliding. Roda gigi yang digunakan untuk model ini tentunya jenis spur. Perhatikan pada
gambar 5 berikut ini :







30
29
28
27
26
24
23
22
21
20
25



Transmisi jenis ini jarang digunakan, karena mempunyai kekurangan kekurangan :
1. Perpindahan gigi tidak dapat dilakukan secara langsung/memerlukan waktu beberapa
saat untuk melakukan perpindahan gigi.
2. Hanya dapat menggunakan salah satu jenis roda gigi.
3. Suara yang kasar saat terjadi perpindahan gigi.

Keterangan :

1. Output shaft
2. Low & reverse sliding gear
3. Second sliding gear
4. Clutch
5. Input shaft
6. Clutch gear
7. Counter shaft drive gear
8. Counter shaft
9. Low speed gear
10. Second gear
11. Reverse gear
12. Reverse idle gear
13. Shift arm
Pada tipe ini shift arm menggerakkan gigi-gigi percepatan yang terpasang pada spline main shaft
untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antara gigi percepatan dengan counter gear.
Sekarang tipe ini digunakan untuk gigi mundur.
Transmisi Tipe Constant Mesh.

Transmisi tipe constant mesh adalah jenis transmisi manual yang cara kerja dalam pemindahan
giginya memerlukan bantuan kopling geser agar terjadi perpindahan tenaga dari poros input ke
poros out put. Transmisi jenis constant mesh antara roda gigi input dan out put nya selalu
berkaitan, tetapi roda gigi out put tidak satu poros dengan poros out put transmisi. Tenaga akan
diteruskan ke poros out put melalui mekanisme kopling geser. Transmisi jenis ini memungkinkan
untuk menggunakan roda gigi lebih dari satu jenis.

Constantmesh Type

Pada tipe ini gigi pada main shaft selalu
berhubungan dengan gigi pada counter
shaft, gigi ini di-lengkapi dog gear yang
akan di-hubungkan dengan sleeve yang
terpasang pada mainshaft.
Shift arm mengerakkan sleeve agar terjadi
perpindahan putaran dari gigi percepatan
ke main shaft.
Tipe ini digunakan pada gigi mundur.


Kopling geser dapat digeser kekanan atau kekiri. Bila kopling ada ditengah maka berarti Transmisi
pada posisi netral. Pada posisi ini meskipun roda gigi C & D terus berputar bersama roda gigi A &
B, namun tidak ada pemindahan putaran keporos output. Hal ini karena baik roda gigi C maupun
roda gigi D terpasang bebas terhadap poros output.




Posisi gigi 1, kopling geser digeser kekiri hingga berhubungan dengan roda gigi D. Sehingga putaran
poros input disalurkan melalui roda gigi A memutar roda gigi D dan membawa kopling geser yang
telah terhubung, dan akhirnya poros output terbawa putaran melalui kopling geser.



Posisi gigi 2, kopling digeser kekanan hingga berhubungan dengan roda gigi C. Sehingga putaran
poros input disalurkan melalui roda gigi B memutar roda gigi C dan membawa kopling geser yang
telah terhubung, dan akhirnya poros output terbawa putaran melalui kopling geser.





Posisi gigi lebih tinggi, momen besar, putaran lambat
Kopling geser
Output
Output
Posisi gigi rendah, momen besar, putaran lambat
Kopling geser




Transmisi Tipe Sincromesh.

Transmisi jenis sincromesh dapat menyamakan putaran antara roda gigi penggerak (in put)dan roda
gigi yang digerakkan (out put). Kelebihan yang dimiliki transmisi jenis sincromesh yaitu :
1. Pemindahan gigi dapat dilakukan secara langsung tanpa menunggu waktu
yang lama.
2. Suara saat terjadi perpindahan gigi halus.
3. Memungkinkan menggunakan berbagai jenis roda gigi


3. Synchromesh Type

Synchromesh berfungsi sebagai alat
sinkronisasi yang menyama-kan putaran
gigi yang akan dihu-bungkan dengan cara
penge-reman.
Sekarang tipe ini yang banyak digunakan





Konstruksi Synchromech

Synchromesh terdiri dari :

1. Blocker ring/synchronizer ring
2. Insert/shifting key
3. Insert spring/s.key spring
4. Clutch hub
5. Hub sleeve







1
2
3
4
5
Clutch hub terpasang pada spline main shaft dan terdapat 3 buah alur untuk penempatan
insert.
Sleeve dipasang pada spline clutch hub, dan alur pada sleeve dihubungkan dengan shift arm
Insert terpasang pada clutch hub dan dipegang oleh insert spring dan kedua ujung insert
masuk ke dalam celah pada blocker ring.
Blocker ring terletak di antara clutch hub dan dog gear yang berbentuk kerucut, dan blocker
ring mempunyai tiga alur untuk penempatan insert.
FUNGSI DARI KOMPONEN - KOMPONEN KONSTRUKSI SYNCROMESH :
- Clutch hub, berhubungan dengan output shaft melalui splin (alur), sehingga apabilaclutch
hub berputar maka output shaft juga ikut berputar.
- Hub sleeve, dapat bergerak maju mundur pada alur bagian luar clutch hub, sedangkanhub
sleeve berkaitan dengan garpu pemindah (shift fork). Hub sleeve berfungsi untuk
menghubungkan clutch hub dengan gigi percepatan melalui synchronizering dan gigi konis
yang terpasang pada tiap-tiap gigi sikap.
- Sincromeh , terpasang pada bagian samping clutch hub yang berfungsi untuk menyamakan
putaran gigi percepatan dan hub sleeve dengan jalan mengadakan pengereman terhadap gigi
percepatan saat hub sleeve digeserkan (dihubungkan) oleh garpu pemindah pada salah satu
sikap.
- Shifting key, dipasang pada tiga buah tempat yang terdapat pada sincromesh danclutch
hub, seperti terlihat pada gambar. Fungsi shifting key untuk meneruskan gaya tekan
dari hub sleeve selanjutnya ditekan ke sincromesh agar terjadi pengereman pada bagian tirus
gigi percepatan (dudukan sincromesh).
Key spring, berfungsi untuk mengunci dan menekan shifting key agar tetap tertekan
kearah hub sleeve











Cara Kerja Synchromech

1. Posisi Netral.
Saat mesin berputar posisi netral, gigi percepatan juga berputar tetapi mainshaft tidak
berputar karena terdapat celah antara blocker ring dengan dog gear.

2. Tahap Pertama.















Hub sleeve mendorong bagian atas dari insert dan insert mendorong blocker ring sehingga
blocker ring berhubungan dengan dog gear yang menyebabkan blocker ring ikut berputar.

3. Tahap Kedua.










Hub sleeve mendorong dengan kuat chamfer dari blocker ring dan blocker ring menekan dog
gear menyebabkan kecepatan putar dari gigi percepatan sama dengan kecepatan putar hub
sleeve.

4. Tahap Ketiga.












Hub sleeve terus bergerak ke kanan dan alur-alur pada hub sleeve berkaitan / berhubungan dengan
dog gear pada gigi percepatan.

GEAR SHIFT CONTROL MECHANISM
Mekanisme pengontrol pemindahan gigi (gear shift control mechanism) terbagi menjadi dua tipe:



1. Tipe Pengontrol Langsung (Direct Control)

Tipe ini mempunyai keuntungan :

Pemindahan gigi lebih cepat.
Pemindahan lebih lembut dan mudah.
Posisi pemindah dapat dike-tahui
dengan mudah.




2. Tipe Remote Control
Pada tipe ini transmisi terpisah dari tuas pemindah (shift lever). Shift lever terletak pada
steering column (steering column type) pada kendaraan tipe FR (mesin depan penggerak roda
belakang) atau terletak pada lantai (floor shift type) pada kendaraan FF (mesin depan penggerak
roda depan).Untuk mencegah getaran dan bunyi mesin langsung ke tuas pemindah maka digunakan
insulator karet (rubber insulator).






















CARA KERJA TRANSMISI MANUAL

Netral
Input shaft 4
th
gear counter gear
Gigi 1
Input shaft 4
th
gear counter gear 1
st
gear hub sleeve clutch hub output
shaft
Gigi 2
Input shaft 4
th
gear counter gear 2
nd
gear hub sleeve clutch hub output
shaft
Gigi 3
Input shaft 4
th
gear counter gear 3
rd
gear hub sleeve clutch hub output
shaft
Gigi 4
Input shaft 4
th
gear hub sleeve clutch hub output shaft
Gigi 5
Input shaft 4
th
gear counter gear 5
th
gear hub sleeve clutch hub output
shaft
Gigi Mundur
Input shaft 4
th
gear counter gear idle gear reverse gear hub sleeve
clutch hub output shaft


MEKANISME PENCEGAH GIGI LONCAT (SHIFT DETENT MECHANISM)
Pada Poros-Poros Pemindah (Shift Fork Shaft)

Shift fork shaft mempunyai tiga alur
dimana detent ball akan di-tekan oleh
spring bila transmisi diposisikan masuk
gigi.



Shift detent mechanism berfung-si untuk
mencegah gigi kembali ke netral dan untuk
meyakinkan pengemudi bahwa roda gigi
telah berkaitan sepenuhnya.


*Pada Hub Sleeve



Alur-alur pada hub sleeve mem-punyai
bentuk runcing yang ber-kaitan dengan dog
gear gigi per-cepatan. untuk mencegah gigi
loncat.




DOUBLE MESHING PREVENTION MECHANISM

Uraian

Mekanisme pencegah hubungan ganda dari
transmisi MSG5K adalah tipe interlock ball
& pin, yang terdiri dari sebuah interlock
pin dan 4 buah interlock ball.




Cara Kerja

Saat masuk gigi maka salah satu shifter rod
akan bergerak dan menyebabkan interlock
ball & pin mengunci dua shifter rod
lainnya.






MENURUT JUMLAH POROS NYA TRANSMISI DIBAGI MENJADI 2 :
Transmisi Dua Poros

Interlock ball Interlock pin Shifter rod
When shifted

Kedudukan gigi
Poros input Roda-roda gigi tetap (
permanen )
Poros output Roda-roda gigi terhubung
dan dapat digeser
Sistem kerja
Roda gigi geser menghubungkan posisi gigi ( 1-3
dan mundur / R )

Penggunaan : Pada sepeda motor dan kendaraan dengan penggerak roda depan.






Transmisi Tiga Poros

Kedudukan gigi

Poros input Satu roda gigi tetap
sebagai penggerak

Poros Bantu Roda-roda gigi ( tetap
permanen )

Poros ouput Roda-roda gigi
terhubung dapat digeser

Sistem kerja : Gigi geser pada poros output mengatur posisi gigi ( 1 3 dan mundur / R )
Penggunaan: Pada kendaraan dengan penggerak standart


Poros Pada Transmisi Tiga Poros

Poros input
Input
Output
Counter
Shaft
Input Output

1. Dudukan plat kopling
2. Dudukan bantalan
3. Roda gigi penggerak ( input )
4. Gigi penghubung tingkat tertinggi (
tingkat 3 dan 4 )


Poros bantu

1. Dudukan bantalan
2. Gigi pembanding utama
3. Gigi pembanding tingkat 3
4. Gigi pembanding tingkat 2
5. Gigi pembanding tingkat 1





Poros output



1. Dudukan bantalan
2. Dudukan kopling geser 2
3. Dudukan roda gigi bebas tingkat 3
4. Dudukan roda gigi bebas tingkat 2
5. Dudukan kopling geser 1
6. Dudukan roda gigi bebas tingkat 1

Roda gigi balik

1. Roda gigi balik
2. Bantalan roda gigi balik
3. Poros dudukan roda gigi
4. Pengunci poros

Bantalan Poros Dan Roda Gigi
Bantalan Bola Dan Rol
4
6
5
3
2
1
1
2 3 4
1
2 3 4
5
1
4
3
2 1

Tuntutan / persyaratan :
Mampu menerima gaya aksial
Mampu menerima gaya radial

Pemakaian :
Pada poros-poros transmisi
Bantalan Jarum

Tuntutan / persyaratan :
Memperkecil gesekan roda gigi terhadap
poros
Mampu menerima gaya radial
Pemakaian :
Pada roda gigi bebas transmisi dengan
dudukan bushing

Bantalan pilot

Tuntutan / persyaratan :
Mampu menerima beban poros output
Dapat menghubungkan poros output dengan
poros input menjadi satu sumbu
Pemakaian :
Pada poros input transmisi tiga poros

MACAM MACAM SINKROMESH YAITU :

SINKROMESH BORG WAGNER
SINKROMESH SERVO
Bagian Dan Fungsi Siskromes Borg Warner



1. Roda gigi sinkromes : Meneruskan tenaga / putaran dari kopling geser ke poros
output
2. Kopling geser sinkromes : Menghubungkan roda gigi sinkromes dengan
roda gigi tingkat
3. Pengunci sinkromes : Mencegah pergantian gigi sebelum putaran
sama
4. Pegas pengunci : Memegang pengunci pengunci dengan roda gigi
sinkromes
5. Cincin sinkromes : Menyesuaikan putaran unit sinkromes dengan roda gigi
tingkat
Cara Kerja Sinkromes

Posisi awal pengereman

2 1
4
3
5


Kopling geser digerakkan ke kanan
Pengunci mendorong cincin sinkromes ke arah roda gigi tingkat
Cincin sinkromes melakukan pengereman tehadap roda gigi tingkat











Kopling geser didorong lebih jauh
Gigi kopling geser kontak dengan gigi cincin sinkromes
Pengereman lebih keras sampai putaran cincin sama dengan roda tingkat
Pengunci mendorong lebih keras hingga batas langkah maksimum dan tertekan ke bawah
Posisi Penyesuaian





Cincin sinkromes berputar balik sedikit akibat tekanan gigi dalam kopling geser
Kopling geser didorong lebih jauh lagi
Pengunci menjadi bebas searah putaran
Gigi kopling geser berhubungan dengan gigi cincin sinkromes
Posisi Terhubung



Kopling geser didorong maksimum
Gigi kopling geser berhubungan dengan gigi penghubung roda gigi tingkat
Putaran / tenaga roda gigi tingkat dapat diteruskan ke poros out put
Sinkronmes Servo

1. Bagian
1. Kopling geser 6. Pasak pembawa
2. Roda gigi sinkronmes 7. Pasak pengunci
3. Cincin pengunci 8. Gigi penghubung
9
5
6 4
2
1
10
3
7
8
4. Cincin sinkronmes 9. Roda gigi tingkat
5. Segmen pengerem 10. Gigi kopling gear
Konstruksi

Catatan : perbedaan sinkronmes Borg Wagner dan sinkronmes servo
Servo : Roda gigi sinkronmes dan kopling geser satu unit dan cincin sinkronmes, pasak pengunci dipasang
dengan roda gigi tingkat
Tidak dapat menghubungkan gigi sebelum putaran sama
Borg Wagner : Dengan gaya yang besar dapat menghubungkan gigi pada saat putaran belum sama.
2. Cara Kerjanya

Posisi netral

Roda gigi tingkat berputar
Pasak, segmen pengerem dan cincin sinkronmes ikut terbawa
Kopling geser dan roda gigi sinkronmes diam
Poros out put juga diam ( tidak berputar )


Posisi pengereman

Kopling geser didorong ke kanan
Pasak pembawa berputar beberapa derajat hingga mendorong segmen pengerem, sedang
ujung segmen yang lain tertahan pada pasak pengunci
Segmen mengembang mendorong / mendesak cincin sinkronmes sehingga terjadi pengereman
Pada saat itu kopling geser tidak dapat digerakkan lebih jauh karena diameter cincin lebih
besar ( akibat desakan / dorongan segmen ).
Posisi Terhubung


Putaran menjadi sama
Gaya dorong cincin terhadap pasak pembawa hilang dan segmen pengerem mendorong pasak
pembawa kembali pada posisi semula ( segmen bebas )
Diameter cincin menjadi kembali mengecil, kopling geser dapat didorong lebih jauh hingga
gigi dalam kopling gesert berhubungan dengan gigi penghubung roda gigi tingkat.




3. Perbedaan Unit Sinkronmes


Untuk gigi 1 dan 2 Untuk gigi 3 dan 4
Pemikulan beban lebih besar Pemikulan beban lebih ringan





















LANGKAH KERJA

- Mem buka tutup rumah transmisi

- Membuka tutup rumah

- Melepas bantalan bola

- Melepas penguat poros input ( 1 poros input)
- Melepas poros input dan output ( 1 poros input)
- Melepas bantalan pilot pada poros input ( 1 poros input)
- Melepas poros input ( 1 poros input)
- Melepas cincin sinkromesh ( 1 poros input)
- Melepas satuan poros masuk ( 1 poros input)
- Melepas bantalan bola ( 1 poros input)

- Melepas poros output ( 1 poros output )
- Melepas cincin sinkromesh ( 1 poros output )
- Melepas kopling geser ( 1 poros output )
- Melepas roda gigi sinkromesh ( 1 poros output )
- Melepas pegas pengunci kopling ( 1 poros output )

- Melepas poros bantu (1 poros bantu )
- Melepas pengunci sinkromesh ( 1 poros bantu )
- Melepas roda tingkat kecepatan 3 ( 1 poros bantu )
- Melepas cincin sinkromesh ( 1 poros bantu )
- Melepas roda gigi tingkat kecepatan no 2 ( 1 poros bantu )
- Melepas kopling geser ( 1 poros bantu )
- Melepas roda gigi tingkat kecepatan no 1 ( 1 poros bantu )
- Melepas bantalan jarum dan dudukan bantalan jarum( 1 poros bantu)

- Terakhir Melepas poros gigi mundur











NAMA KOMPONEN FUNGSI GAMBAR
Bantalan Bola dan Rol Mampu menerima gaya aksial dan
radial
Pemakaian pada poros poros
transmisi

Bantalan Jarum Memperkecil gesekan roda gigi
terhadap poros dan mampu
menerima gaya radial
Pemakaian : pada roda gigi bebas
transmisi dengan dudukan
bushing

Cincin Sincromesh Menyesuaikan putaran unit
sinkromesh dengan roda tingkat

Gigi mundur Sebagai gigi mundur

Gigi penghubung Tempat terhubung kopling geser

Pegas pengunci Memegang pengunci pengunci
dengan roda gigi sincromesh

Pengunci sinkromesh Mencegah penggantian gigi
sebelum putaran nya sama

Kesatuan sincromesh Mesinkronisasikan putara antar
roda gigi tingkat dengan poros
output, sehingga memungkinkan
terhubungnya gigi transmisi
dengan mudah dan halus

Penguat poros input Sebagai dudukan poros input serta
rumah juga bagi poros input

Poros bantu Sebagai tempat roda roda gigi
permanen dan poros roda roda
gigi permanen

Poros input Poros yang Terdiri dari satu roda
gigi tetap sebagai penggerak dan
poros yang meneruskan tenaga
dari engine ke poros output

Poros output Poros yang terdiri dari roda
roda gigi terhubung dapat digeser
dan poros ini yang meneruskan
tenaga dari poros input ke axle
roda

Roda gigi tingkat pertama Untuk sebagai roda gigi
pembanding tingkat pertama

Roda gigi tingkat ke dua Untuk sebagai roda gigi
pembanding tingkat kecepatan ke
2

Roda gigi tingkat ke tiga Untuk sebagi roda gigi
pembanding tingkat kecepatan ke
3

Roda gigi sinkromesh Meneruskan tenaga putar dari
kopling geser ke poros output

Rumah poros output Sebagai dudukan poros output
dan juga rumah untuk poros
output


URAIAN HASIL KERJA
No NAMA KOMPONEN KONDISI TINDAKAN KETERANGAN
B R L P K G B
1 Bantalan Bola dan Rol
2 Bantalan Jarum
3 Cincin Sincromesh
4 Gigi mundur
5 Gigi penghubung
6 Pegas pengunci
7 Pengunci sinkromesh
8 Kesatuan sincromesh
9 Penguat poros input
10 Poros bantu
11 Poros input
12 Poros output
13 Roda gigi tingkat pertama
14 Roda gigi tingkat ke dua
15 Roda gigi tingkat ke tiga
16 Roda gigi sinkromesh
17 Rumah poros output
18 Rumah tutup atas transmisi manual dan
tempat garpu pemindah

19 Transmisi case
keterangan B = BAIK, R = RUSAK,L = LUMASI,P=PERBAIKI,K=KENCANGKAN
,G=GANTI, B = BUANG

LANGKAH PEMASANGAN

Memasang poros gigi mundur
Memasang poros bantu beserta komponen nya yaitu cincin sinkromesh, roda tingkat
kecepatan no 3,pengunci sinkromesh,roda gigi tingkat kecepatan no 2,kopling geser,roda
gigi tingkat kecepatan no.1
Memasang poros output beserta komponennya yaitu cincin sinkromesh, kopling
geser,roda gigi sinkromesh,pegas pengunci kopling
Rumah tutup atas transmisi
manual dan tempat garpu
pemindah
Sebagai tutup, rumah dan tempat
garpu pemindah


Transmisi case Sebagai tempat, dudukan poros
output bantu dan input.

Memasang poros input dan ouput beserta komponen nya.
Memasang bantalan bola
Membuka tutup rumah
Membuka tutup rumah transmisi





































KESIMPULAN :

Setelah saya melakukan praktek, saya menemukan komponen yang tidak teratur dalam penyusunannya, sangat
memprihatinkan,kemudian saya menyusun kembali komponen di transmisi kemudian saya lakukan identifikasi
ternyata:

komponen nya masih bagus tetapi kurang dirawat ( dilumasi)dan Saya dapat memahami komponen
komponen yang ada didalam transmisi yang kemudian saya rangkum di laporan saya.
Saya menyimpulkan bahwa, transmisi manual tipe sinkromesh borg wagner masih dalam keadaan bagus tetapi
kurang perawatan dan penyusunan yang teracak /tidak sesuai dengan pemasangan nya

Sekian laporan saya




TERIMA KASIH




















SISWA INTRUKTUR NILAI CATATA
N







OGY RISKY JUWAN
TORO







MOHAMMAD
HAMZAH.SPdT