Anda di halaman 1dari 1

Pada skenario 3 Blok Sistem Kardiovaskuler terdapat seorang laki-laki (54 tahun) datang ke rumah sakit

dengan keluhan utama sesak napas disertai batuk berdahak warna merah muda, berdebar-debar, sukar
tidur, dan kencing berkurang serta kedua kaki tidak membengkak. Penderita memiliki riwayat pernah
dirawat di rumah sakit karena menderita sakit serupa dan kemudian setelah diberi obat-obatan dan
keadaan membaik saat istirahat di rumah sakit. Pada hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah
180/100 mmHg, heart rate (HR) 120 x/menit, regular, respiration rate (RR) 32 x/menit, suhu badan
36,50C,dan jugular venous pressure (JVP) tidak meningkat. Hasil inspeksi menunjukkan dinding dada
simetris dan ictus cordis bergeser ke lateral bawah. Hasil palpasi ditemukan ictus cordis bergeser ke
lateral bawah di spatium intercostale (SIC) VI 2 cm lateral linea medioklavikularis. Pada perkusi
didapatkan hasil berupa batas jantung kiri bergeser ke
lateral bawah dan batas kanan jantung pada SIC V linea parasternal kanan. Hasil auskultasi didapatkan
bunyi jantung I intensitas meningkat, bunyi jantung II normal, bising pansistolik di apek menjalar ke
lateral, dan irama gallop positif. Pada pemeriksaan paru didapatkan vesikuler normal, ronkhi basah basal
halus dan pada pemeriksaan abdomen tidak didapatkan hepatomegali dan tidak ada ascites.
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar hemoglobin (Hb) 14 gr/dl, serum ureum 65, serum
kreatinin 1,4. Hasil pemeriksaan EKG didapatkan left atrial hyperthropy dan left ventricle hyperthropy.
Pada pemeriksaan foto thorax tampak adanya kardiomegali dengan CTR 0,60, apex cordis bergeser ke
lateal bawah, pinggang jantung menonjol ,dan vascularisasi paru meningkat. Pada pemeriksaan analisa
gas darah menunjukkan asidosis metabolik terkompensasi.
Pada pembelajaran KBK-PBL (Kurikulum Berbasis Kompetensi Problem Based Learning), skenario
dalam tutorial diharapkan dapat menjadi trigger atau pemicu untuk mempelajari ilmu-ilmu dasar
biomedis dan klinik sesuai dengan sasaran pembelajaran yang sudah ditetapkan. Adapun sasaran
pembelajaran yang telah ditentukan antara lain: pengaturan tekanan darah, patogenesis dan
patofisiologi gejala, tanda dan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang pada penderita, proses penegakan
diagnosis penderita pada skenario.
Berdasarkan hal di atas, penulis berusaha untuk mencapai dan memenuhi sasaran pembelajaran
tersebut selain melalui tutorial tetapi juga melalui penulisan laporan ini. Penulisan laporan ini
diharapkan dapat dijadikan bahan pembelajaran mahasiswa yang bersangkutan dan bahan evaluasi
sejauh mana pencapaian sasaran pembelajaran yang sudah didapatkan.