Anda di halaman 1dari 8

BAB III

PERMASALAHAN
1. Apakah diagnosis pada pasien ini sudah tepat?
2. Apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah
tepat?
3. Apakah faktor predisposisi karsinoma serviks pada
pasien ini?
4. Apakah prognosis pada pasien ini?
25
BAB IV
ANALISIS KASUS
1. Diagnosis
Penegakan diagnosis pada kasus ini didapatkan dari anamnesis, pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis diketahui ah!a penderita
mempun"ai keluhan perdarahan dari kemaluan. Perdarahan pada umumn"a
terjadi segera sehais senggama #perdarahan kontak$, namun pada tingkat
klinik "ang leih lanjut perdarahan spontan dapat terjadi. Pada kasus ini
didapatkan ri!a"at post-coital bleeding #%$, dimana perdarahan segera sehais
senggama #perdarahan kontak merupakan gejala karsinoma serviks #&5'()*$.
Dari hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 14 +uni 2)14, dari status
ginekologis penderita didapatkan ,
' Pemeriksaan Luar
Adomen datar, lemas, simetris, massa #'$, n"eri tekan #'$, tanda -airan eas
#'$, tinggi fundus uteri tidak teraa, pemesaran ./0 #'$.
' Inspekulo
Portio erdungkul'dungkul, rapuh, mudah erdarah,massa #%$ eksofitik ukuran
2 1 4 -m, flu1us #%$ perdarahan aktif #%$, flour #'$, erosi #'$, laserasi #'$, polip
#'$.
' Vaginal ou!"e
Portio erdungkul'dungkul, rapuh, mudah erdarah, massa #%$ eksofitik
ukuran 2 1 3 -m, , infiltrasi 123 distal vagina, 3orpus 4teri #345$ 6 normal,
perdarahan aktif #%$, Adneksa parametrium #AP$ kanan2kiri tegang, -avum
Douglas tidak menonjol.
' Re!al ou!"e
5onus sfingter ani aik, ampula re-ti kosong, mukosa li-in, massa intralumen
#'$, AP kanan2kiri tegang, 345 6 normal, -avum Douglas tidak menonjol,
378 kanan )*, 378 kiri )*.
29
:al ini menunjang diagnosa karsinoma serviks stadium ;;;0. Pen"earan
sampai dinding panggul, tidak ditemukan daerah eas infiltrasi antara tumor
dengan dinding panggul atau proses pada tingkat ; dan ;;, tetapi sudah ada
gangguan faal ginjal2hidronefrosis.
Pemeriksaan Penun#ang
Darah rutin ,
'
: , 8,3 mg/dl
'
<eukosit , 11.300/mm
3
'
=ritrosit , 4.)4).)))2mm
3
'
5romosit 3().)))2mm
3
'
:ematokrit , 32 vol*
'
D3 , )21(2)25>2192&
0erdasarkan hasil laoratorium terseut, didapatkan nilai : "ang rendah.
8e-ara klinis : rendah diseut anemia. Pen"ea anemia pada kasus ini
kemungkinan akiat perdarahan dari kemaluan. 4ntuk mengetahui pen"ea
pasti dari anemia pada kasus ini dapat dilakukan pemeriksaan apusan darah
tepi.
Hasil Pemeriksaan PA anggal $% Mei &%1'
?oderate differentiated non keratin@ing sAuamous -ell -ar-inoma pada iopsi
servi1 arah jam 9, >, 12.
Pada kasus ini hasil patologi anatomi didapatkan diagnosa karsinoma serviks.
&. Penaalaksanaan
Penatalaksanaan "ang dierikan agi penderita karsinoma serviks stadium
;;;0,
'
Badioterapi lengkap "aitu radiasi eksterna dilanjutkan intrakaviter
radioterapi. 5erapi variasi "ang sering dierikan khemoradiasi,
khemoterapi "ang sering dierikan antara lain -isplatinum, pa-hita1el,
do-eta1el, fluorourasil, gem-itaine
2&
Pada kasus ini, telah dilakukan kemoterapi -aroplatin'pa1us.
$. (akor Pre)isposisi
0eerapa hal "ang menjadi faktor risiko terjadin"a karsinoma serviks adalah
seagai erikut ,
3,4,5,>
1. ?erokok
Canita "ang merokok memiliki risiko dua kali leih tinggi untuk terkena
karsinoma serviks daripada !anita "ang tidak merokok.
2. :uungan seksual multipartner2 erganti'ganti pasangan
0eragai penelitian epidemiologi menunjukkan ah!a golongan
perempuan "ang mulai melakukan huungan seksual pada usia kurang dari
2) tahun atau mempun"ai pasangan seksual "ang erganti'ganti leih
erisiko untuk menderita kanker serviks. 5injauan kepustakaan mengenai
etiologi kanker serviks menunjukkan ah!a faktor risiko lain "ang penting
adalah huungan seksual suami dengan pekerja seks komersial #P8.$ dan
dari sumer itu mema!a pen"ea kanker #karsinogen$ kepada istrin"a.
3. 0an"ak pen"ea "ang dapat menimulkan kanker serviks, tetapi pen"akit
ini seaikn"a digolongkan ke dalam infeksi menular seksual #;?8$.
Pen"akit kelamin dan keganasan serviks keduan"a erkaitan se-ara eas,
dan diduga terdapat korelasi non kausal antara eerapa pen"akit akiat
huungan seksual dengan kanker serviks
4. 0erhuungan seks pertama di usia sangat muda
:al ini erhuungan dengan trauma "ang terjadi pada saat huungan
seksual dan ketidakmatangan serviks dalam menerima trauma terseut.
Canita "ang erhuungan seks seelum usia 1& tahun memiliki risiko 2
kali leih esar untuk menderita karsinoma serviks daripada !anita "ang
koitus pertaman"a pada usia 25 tahun atau leih.
5. ?ultiparitas dan jarak kehamilan terlalu dekat
2(
Canita dengan multiparitas erisiko mengalami karsinoma serviks. 0elum
ditemukan penjelasan "ang seenarn"a terhadap hal ini. 8alah satu teori
"ang digunakan adalah !anita multiparitas merupakan !anita "ang aktif
erhuungan seks sehingga meningkatkan risiko terinfeksi :PD.
9. 8osial ekonomi rendah
8osial ekonomi rendah -enderung mengarahkan kepada higien "ang uruk
dan tidak melakukan PapEs smear.
&. Bi!a"at karsinoma serviks pada keluarga
Canita dengan ri!a"at keluarga "ang menderita karsinoma serviks
erpotensi terkena 2'3 kali lipat leih tinggi daripada "ang tidak ada
ri!a"at.
3,5,9
(. ;munosupresi
.eadaan imunosupresi dikaitkan dengan keterliatan :;D. Pada penderita
A;D8, terjadi kerusakan sistem imun tuuh "ang meningkatkan risiko
terjadin"a infeksi :PD.
>. ;nfeksi .lamidia
.lamidia merupakan akteri "ang kerap kali menginvasi sistem
reproduksi. ;nfeksi klamidia ditularkan melalui kontak seksual. Pada
eerapa penelitian, ditemukan peningkatan risiko terjadin"a karsinoma
serviks pada !anita "ang terinfeksi klamidia.
1). Diet
Canita dengan diet "ang tidak mengandung uah dan sa"ur se-ara adekuat
memilki risiko terjadin"a karsinoma serviks.
Pada kasus ini, usia pertama koitus adalah 12 tahun, hal ini erhuungan
dengan trauma "ang terjadi pada saat huungan seksual dan ketidakmatangan
serviks dalam menerima trauma dan memiliki risiko 2 kali leih esar untuk
menderita karsinoma serviks.
'. Prognosis
Data dari Fational 3an-er Data 0ase pada tahun 2)))'2))2, 5 "ear survival
rate penderita karsinoma serviks adalah seagai erikut ,
3
2>
Stage 5-years Survival Rate
) >3*
;A >3*
;0 ()*
;;A 93*
;;0 5(*
;;;A 35*
IIIB $&*
;DA 19*
;D0 15*
Five years survival rates pada penderita 3a.3ervi1 stadium ;;;0 adalah
sekitar $&* sehingga prognosis pada pasien ini adalah duia.
3)
BAB V
KESIMPULAN
1. Diagnosis karsinoma serviks stadium ;;;0 sudah tepat pada kasus ini, karena,
:asil anamnesis "aitu keluhan os erupa sering keluar darah dari
kemaluan terutama setelah senggama.
Pemeriksaan fisik erupa pemeriksaan ginekologis dengan hasil
seagai erikut,
Pemeriksaan Luar
Adomen datar, lemas, simetris, massa #'$, n"eri tekan #'$, tanda -airan eas
#'$, tinggi fundus uteri tidak teraa, pemesaran ./0 #'$.
Inspekulo
Portio erdungkul'dungkul, rapuh, mudah erdarah,massa #%$ eksofitik ukuran
2 1 4 -m, flu1us #%$ perdarahan aktif #%$, flour #'$, erosi #'$, laserasi #'$, polip
#'$.
Vaginal ou!"e
Portio erdungkul'dungkul, rapuh, mudah erdarah, massa #%$ eksofitik
ukuran 2 1 3 -m, , infiltrasi 123 distal vagina, 3orpus 4teri #345$ 6 normal,
perdarahan aktif #%$, Adneksa parametrium #AP$ kanan2kiri tegang, -avum
Douglas tidak menonjol.
Re!al ou!"e
5onus sfingter ani aik, ampula re-ti kosong, mukosa li-in, massa intralumen
#'$, AP kanan2kiri tegang, 345 6 normal, -avum Douglas tidak menonjol,
378 kanan )*, 378 kiri )*.
2. Penatalaksanaan penderita pada kasus ini sudah tepat,
"aitu erupa kemoterapi -aroplatin'pa1us.
3. 7aktor predisposisi "ang mungkin pada kasus ini adalah erhuungan seks
pertama di usia sangat muda.
31
4. Prognosis pada pasien ini adalah duia..
32