Anda di halaman 1dari 2

(NGOinSpecialConsultativeStatuswiththeEconomicandSocialCounciloftheUnitedNations,Ref.

No:D1035)
J l. J ati Padang Raya Kav.3 No.105, Pasar Minggu, J akarta Selatan 12540 - Indonesia
Phone (62-21) 781 9734, 781 9735, 7884 0497 * Fax (62-21) 7884 4703 * E-mail: infid@infid.org * www.infid.org


PERNYATAAN SIKAP

TERPILIHNYA JOKOWI MEMBERI HARAPAN
UNTUK PEMERINTAH TERBUKA

Organisasi non Pemerintah, International NGO Forum on Indonesian Development (INFID)
menyambut baik terpilihnya pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla (JokowiJK) sebagai Presiden
dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Presiden 2014. Menurut lembaga ini, pasangan
JokowiJK memberi harapan terhadap pelaksanaan pemerintahan terbuka sebagai
landasan untuk penguatan demokratisasi di Indonesia.

Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo menyatakan, pelaksanaan pemilihan Presiden
2014 ini memberi bukti bagaimana penerapan prinsipprinsip pemerintahan terbuka dapat
meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dan pelaksanaan pemilu itu sendiri.

Ketika masyarakat dibingungkan oleh klaim kemenangan kedua capres berdasar
pelaksanaan hitung cepat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempublikasikan data formulir
C1, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi mengontrol data dan proses penghitungan
dengan berbagai cara. INFID memberi apresiasi terhadap keterbukaan KPU yang terbukti
dapat meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam pemilu, termasuk mengontrol
proses perhitungan suara, kata Sugeng.

Dia mengharapkan pemerintahan Jokowi dapat mendorong penerapan prinsip
pemerintahan terbuka pada setiap sektor pemerintah sehingga kualitas demokrasi
Indonesia meningkat. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu inisiator dan anggota
inisiatif Kemitraan Tata Pemerintahan Terbuka (Open Government Partnership).

Senada dengan Sugeng, peneliti MediaLink Ahmad Faisol juga memiliki harapan yang
cukup tinggi terhadap implementasi prinsip pemerintahan terbuka dalam pemerintahan
Jokowi. Faisol mengingatkan, Jokowi dalam visimisi yang disampaikan ke KPU memberi
perhatian terhadap penerapan pemerintahan terbuka melalui jaminan terhadap akses
public terhadap informasi, termasuk informasi yang dimiliki oleh lembaga pemerintah.

Dalam forum debat capres, Jokowi telah menyampaikan komitmennya menerapkan e
government sebagai upaya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.
Hal tersebut merupakan penerapan prinsipprinsip pemerintahan terbuka, jelas Faisol.

Dia memberi catatan, agar penerapan egovernment dapat berjalan maksimal, Jokowi perlu
memberi perhatian terhadap persoalan ketimpangan infrastruktur teknologi informasi dan
kapasitas untuk penggunaannya, khususnya wilayah Indonesia bagian barat dan timur
Indonesia. Tanpa pemerataan infrastruktur telekomunikasi, prinsip pemerintahan
terbuka tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pungkasnya.

Selain persoalan di atas, INFID juga meminta Jokowi memberi perhatian terhadap
persoalan korupsi misalnya dengan memperkuat KPK terutama dari sisi anggaran dan
SDM. Jokowi juga diharapkan mampu mengatasi persoalan ketimpangan baik ketimpangan
pendapatan maupun kesempatan. Upayaupaya mengatasi persoalan ketimpangan, akan
mempermudah Indonesia untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan.

Jakarta, 23 Juli 2014

*********

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Sugeng Bahagijo (INFID): 08151809454, sbahagijo@infid.org
Hamong Santono (INFID): 081511485137, among@infid.org
Ahmad Faisol (MediaLink) : 081585032900, faisol@medialink.or.id