Anda di halaman 1dari 57

Posted

AKUNTANSI MANAJEMEN

DISKRIPSI :
Akuntansi manajemen merupakan sistem informasi yang dirancang untuk memenuhi
kebutuhan manajemen dalam perencanaan, pengendalian aktivitas perusahaan, dan
pengambilan keputusan manajerial agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang ditetapkan
secara cost efective.

TUJUAN :
Mahasiswa dapat menjelaskan tentang konsep akuntansi manajemen, informasi yang
dibutuhkan dalam perencanaan dan pengendalian yang meliputi: penentuan harga pokok,
analisis biaya-volume-laba, biaya mutu, dan produktivitas, dan informasi untuk pengambilan
keputusan yang meliputi anggaran, biaya deferensiasi, akuntansi pertanggungjawaban,
penentuan harga transfer, biaya standar, dan anggaran fleksibel.

BUKU TEKS :
Don R. Hansen dan Maryane M. Mowen, Management Accounting (Akuntansi Manajemen)
diterjemahkan Ancella A. Hermawan, Erlangga Jakarta, 1999
Slamet Sugiri , Akuntansi Manajemen, UPP AMP YKPN Yogyakarta, 1997
Ray H. Garrison dan Eric W. Norren Managerial Accounting (Akuntansi Manajerial),
diterjemahkan Totok Budi Santoso, Salemba Empat Jakarta, 2000
Mulyadi Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa, BP STIE YKPN
Yogyakarta, 2000
Henry Simamora Akuntansi Manajemen, Erlangga Jakarta, 1999

PEDOMAN PENILAIAN :

1. UTS = Nilai Ujian Tulis Tengah Semester + Aktifitas Kelas
2. UAS = Nilai Ujian Tulis Akhir Semester + Aktifitas Kelas
3. Nilai Ujian (NU) = U T S (40%) + U A S (60%)
4. Nilai Akhir (NA) = NU + 5 (Presensi)

KETERANGAN :
v Aktivitas kelas dapat berupa : Tugas, Diskusi, Quiz
v Presensi 75% diberi nilai 5, jika presensi < 75% diberi nilai 0
v Range nilai 0 100

RENCANA KULIAH :

MINGGU MATERI BAHAN
1 Akuntansi Manajemen:- Pengertian akuntansi manajemen
- Perbandingan akuntansi manajemen dengan akuntansi
keuangan
- Kebutuhan manajemen akan informasi dalam
perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan
- Akuntansi manajemen dalam lingkungan bisnis yang
berubah meliputi just in time, total quality management (TQM),
Prosesreengginereeng, teory of constraint (TOC).
Bk 1, bab 1Bk
2, bab 1
Bk 3, bab 1

2, 3 & 4 Penentuan Harga Pokok:- Full costing
- Variable costing
- Activity base costing
- Manfaat penentuan harga pokok
Bk 1, bab
10Bk 3, bab 7

5 Analisis Biaya-Volume-Laba:- Arti penting dan asumsi
analisis biaya-volume-laba
- Konsep kontribusi margin
- Analisis titik impas
- Mengukur hubungan antara tingkat operasi dengan titik
impas
- Analisis sensitifitas
- Konsep bauran penjualan
- Analisis biaya-volume-laba dalam ketidakpastian
Bk 1, bab
15Bk 2, bab 5

6 Biaya Mutu:- Deskripsi biaya mutu
- Pengukuran biaya mutu
- Pelaporan informasi biaya mutu
- Penggunaan informasi biaya mutu
Bk 1, bab 11
7 Produktivitas:- Deskripsi Produktivitas
- Pengukuran produktivitas parsial
- Pengukuran produktivitas total
- Komponen pemulihan harga
Bk 1, bab 11
MINGGU MATERI BAHAN
8 Penganggaran:

- Deskripsi anggaran
- Penyusunan anggaran induk
- Penggunaan anggaran utk pengendalian dan evaluasi kinerja
- Aspek-aspek motivasional dan perilaku manusiaBk 1, bab 8
Bk 3, bab 9

9 & 10
Analisis Diferensial: Biaya Relevan dalam Keputusan Manajerial

- Konsep biaya relevan
- Penggunaan biaya relevan untuk:
- Penjualan pesananan khusus
- Menyewakan atau menjual
- Penambahan atau penghapusan suatu lini produk/segmen
- Menjual atau memproses lebih lanjut
- Keputusan membuat atau membeli
- Pengambilan keputusan terhadap bauran produkBk 1, bab 16
Bk 2, bab 6
Bk 3, bab 13

11
Akuntansi Pertanggung Jawaban:

- Deskripsi akuntansi pertanggungjawaban dan jenis akuntansi pertanggungjawaban
- Menyusun sistem akuntansi pertanggung-jawaban
- Menetapkan kriteria penilaian kinerja masing-masing pusat pertanggungjawabanBk 1,
bab 12
Bk 2, bab 8
Bk 3, bab 9

12
Harga Transfer:

- Tujuan harga transfer
- Penentuan harga transfer:
- Harga transfer dasar pasar
- Harga transfer dasar biaya
- Harga negosiasianBk 1, bab 12
Bk 2, bab 10
Bk 3, bab 8

13
Balance Scorecard:

- Manfaat Balanced Scorecard
- Key Succes Factor
- Pembuatan Balance ScorecardBk 5, bab 9
Bk 3, bab 10
Bk 5, bab 12
14
Penentuan Harga Jual:

- Manfaat informasi biaya dlm keputusan penentuan harga jual
- Penentuan harga berdasar biaya:
- Cost plus pricing
- Time and material pricingBk 3, bab 11
Bk 4, bab 10
Bk 5, bab 13


POKOK BAHASAN 1
AKUNTANSI MANAJEMEN


I.1. Pengertian Akuntansi Manajemen

Sebagai Suatu Tipe Akuntansi
Akuntansi Manajemen
Sebagai Suatu Tipe Informasi


Sudut Pandang terhadap Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen dipandang dari dua sudut:
1. Akuntansi manajemen sebagai suatu tipe akuntansi
Akuntansi manajemen merupakan sistem pengolahan informasi keuangan yang terutama
ditujukan untuk menyediakan informasi bagi keperluan manajemen.

Akuntansi Keuangan
Tipe Akuntansi
Akuntansi Manajemen

Tipe Akuntansi

2. Akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi
Akuntansi manajemen merupakan keluaran yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi
yang ditujukan untuk menyediakan informasi keuangan bagi kepentingan manajemen.
Pemakai informasi adalah:
Pemakai Luar:
Pemegang Saham, Kreditur, Analis Keuangan, Organisasi Karyawan, Pemerintah
Pemakai Hubungan dng Perusahaan
Informasi
Akuntansi Pemakai Dalam:
Manajer Mengenai Perusahaan


Informasi akuntansi dikelompokkan:
- Informasi akuntansi penuh untuk keperluan pelaporan keuangan baik eksternal
maupun internal, analisis kemampuan untuk menghasilkan laba, pemenuhan jawaban atas
pertanyaan berapa biaya sesuatu, penentuan harga jual dalam cost-type contract,
penyusunan program, penentuan harga jual normal, penentuan harga transfer, dan penentuan
harga jual dalam perusahaan yang diatur oleh pemerintah.
- Informasi akuntansi diferensial
- Informasi akuntansi pertanggungjawaban.


Informasi Non
Akuntansi

Informasi
Kuantitatif

Informasi Operasi
Informasi Informasi
Akuntansi
Informasi Akuntansi
Keuangan

Informasi Akuntansi
Manajemen
Informasi
Akuntansi
Penuh
Informasi Non
Kuantitatif
Informasi
Akuntansi
Diferensial
Informasi
Akuntansi
Pertanggung
jawaban

Akuntansi Manajemen sebagai Salah Satu Tipe Informasi






- Fokus: internal
- Tidak mengikuti aturan
- Informasi keuangan dan non keuangan
dapat bersifat subyektif
- Penekanan pada masa yang akan datang
(future)
- Evaluasi internal dan keputusan
didasarkan atas informasi yg sangat rinci
- Sangat luas dan multidisiplin
- Fokus: eksternal
- Mengkuti aturan tertentu
- Informasi keuangan bersifat
obyektif
- Orientasi historis
- Informasi mengenai perusahaan
secara keseluruhan
- Lebih spesifik


1. Penghitungan biaya jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2. Perencanaan, pengendalian, dan pengevaluasian.
3. Pengambilan keputusan
1. Perencanaan: Penentuan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Pengendalian: Memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan perbaikan yang
dibutuhkan.
3. Pengambilan Keputusan: Proses pemilihan diantara alternatif-alternatif.


Pengukuran Biaya Produk
Penyimpanan Biaya Pelanggan
Analisis Anggaran
Pelaporan Laporan Kinerja
Peristiwa Ekonomi Pengelolaan Komunikasi Personal
Pengguna
1.6. Trend yang menyebabkan perubahan akuntansi manajemen:
1. kemajuan teknologi informasi
2. 2. implementasi JIT manufacturing
3. meningkatnya tuntutan mutu
4. meningkatnya diversifikasi dan kompleksitas produk, serta semakin pendeknya daur hidup
produk
5. diperkenalkannya computer-integrated manufacturing

1.7. Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak terhadap:
1. teknologi pembuatan produk, sejak saat didesain dan dikembangkan, diproduksi, sampai
dengan didistribusikan kepada customer.
1. sistem pengolahan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan manajemen:
- informasi biaya produk yang lebih cermat,
- informasi biaya overhead yang teliti,
- informasi biaya daur hidup produk.

Untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi di dalam perusahaan yang
menggunakan teknologi informasi maju, akuntansi manajemen melakukan perubahan:
- pembebasan akuntansi manajemen dari dominasi akuntansi keuangan
- teknologi informasi
- activity-based cost system
- target costing
- product-life cycle costing

1.8. Tema-tema Baru dalam Akuntansi Manajemen
1. Orientasi kepada Pelanggan
Penciptaan keunggulan kompetitif melalui penciptaan nilai yang lebih baik bagi
pelanggannya pada tingkat biaya yang sama atau lebih rendah dari pesaingnya atau
menciptakan nilai ekuivalen untuk biaya yang lebih rendah dari pesaingnya.
1. Perpektif lintas Fungsional
Mamahami fungsi-fungsi bisnis, dari manufaktur ke pemasaran, ke distribusi hingga
pelayanan konsumen.
1. Persaingan Global
Perkembangan sarana transportasi dan komunikasi yang cepat menciptakan pasar global.
1. Manajemen Mutu Total
Perusahaan berusaha menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan pekerjanya
menghasilkan yang memungkinkan pekerjanya menghasilkan produk sempurna (zero defect)
menggantikan prinsip mutu yang dapat diterima dimasa lalu.
1. Waktu sebagai Unsur Kompetitif
Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pasar dengan cara memperpendek siklus
desain, implementasi, dan produksi.
1. Kemajuan Teknologi Informasi
- CIM/Computer Integrated Manufacturing proses produksi terotomatisasi
- PC, Software kertas kerja, paket-paket grafis
1. Kemajuan Lingkungan Manufaktur
- Manufaktur Just In Time (JIT)
- CIM
1. Pertumbuhan dan Deregulasi dalam Industri Jasa
2. Manajemen berdasarkan Aktivitas
ABM pendekatan terintegrasi yang memfokuskan perhatian manajemen pada aktivitas
dengan tujuan meningkatkan nilai pelanggan dan keuntungan.
ABC Kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas

1.8. Perbedaan Manajemen Amerika dan Jepang
time and acceptable EOQ
motion study quality level safety tock




throughput = processing + inspection + moving + waiting/
time time time time storage time






value added activities non value added activities




JIT TOC cellular JIT
manufacturing zero defect manufac- zero in-
turing ventory





throughput = processing + inspection + moving + waiting/
time time time time storage time




value added activities non value added
activities


POKOK BAHASAN 2
PENENTUAN HARGA POKOK
Kalkulasi biaya menurut Full Costing dan Variable Costing
Full accounting information tidak sama dengan full cost tidak sama dengan full costing
Full accounting information adalah seluruh aktiva yang digunakan, seluruh pendapatan yang
diperoleh, dan/atau seluruh sumber daya yang digunakan untuk suatu obyek informasi, terdiri
dari: 1. aktiva full assets
2. pendapatan full revenues
3. biaya full cost
Full costing salah satu metode penentuan harga pokok produksi yang membebankan seluruh
biaya produk sebagai harga pokok produksi (baik tetap maupun variabel).

Full
Accounting
Information
Full Assets
Full Revenues Full Costing
Full Cost Variable Costing
ABC

Full costs dengan full costing
Biaya Bahan Baku Full Production
Costs dengan
Pendekatan Full Costing




By. Penuh/Full Costs dengan Pendekatan Full Costing +
=
By.TenagaKerja Lgs. +
+
=BOP Var.
By. Adm. & Umum
+
+





BOP Tetap
By. Pemasaran


Full costs dengan Variabel Costing
BBB Full Production
Costs dengan
Pendekatan Variabel Costing
By. Penuh/Full
Costsdengan
Pendekatan Variable
Costing
+ =
BTKL +
+ By. Adm. & Umum Var.
BOP Var. + =
By. Pemasaran Var.
+
BOP Tetap
+
By. Adm. & Umum Tetap
+
By. Pemasaran Tetap

Manfaat informasi Akuntansi Penuh:
1. Pelaporan Keuangan
2. Analisis Kemampuan menghasilkan laba (profitability analysis)
3. Jawaban atas pertanyaan berapa yang telah dikeluarkan untuk sesuatu
4. Penentuan harga jual dalam cost type contract
5. Penentuan harga jual normal
6. penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah
7. Penyusunan program

1. PELAPORAN KEUANGAN

Pendapatan penuh dan biaya penuh disajikan dalam laporan Laba/Rugi untuk pihak luar.

Pendapatan penjualan kepada pihak luar 10.000.000
Harga pokok penjualan 6.500.000
Laba broto 3.500.000
Biaya Usaha 2.000.000
Laba bersih usaha 1.500.000
Pendapatan & (biaya di luar usaha) 500.000
Laba bersih sebelum pajak 1.000.000


Pendapatan penuh dan biaya penuh divisi dengan pendekatan full costing untuk manajemen

Pendapatan penjualan kepada pihak
luar

10.000.000
Pendapatan penjualan antar divisi

2.500.000
Pendapatan penuh

12.500.000
Biaya langsung divisi:
Biaya produksi 5.000.000
Biaya administrasi & Umum 1.000.000

Biaya Pemasaran 2.500.000
Biaya langsung divisi: 8.500.000
Alokasi biaya kantor pusat 1.000.000
Biaya penuh

9.500.000
Laba bersih divisi

3.000.000




Pendapatan penuh dan biaya penuh divisi dengan pendekatan variable costing untuk
manajemen puncak.

Pendapatan penjualan kepada pihak
luar

10.000.000
Pendapatan penjualan antar divisi

2.500.000
Pendapatan penuh

12.500.000
Biaya variabel:
Biaya produksi variabel 4.000.000
Biaya administrasi & Umum variabel 500.000
Biaya Pemasaran variabel 1.500.000
Total biaya variabel

6.000.000
Laba Kontribusi

6.500.000
Biaya tetap:
Biaya produksi tetap 1.000.000
Biaya administrasi & Umum tetap 500.000
Biaya Pemasaran tetap 1.000.000
Alokasi biaya kantor pusat 1.000.000
Total biaya tetap

3.500.000
Laba bersih divisi

3.000.000

1. ANALISIS KEMAMPUAN MENGHASILKAN LABA

Diterapkan dalam berbagai obyek informasi: produk, keluarga produk (product line),
aktivitas, unit organisasi.
Untuk mendeteksi penyebab timbulnya laba atau rugi yang dihasilkan oleh suatu obyek
informasi dalam periode akuntansi tertentu.
contoh laporan R/L menurut produk.


Produk

A B C TOTAL
Pendapatan penjualan 10.000 20.000 30.000 60.000
Biaya penuh untuk:
Desain pengembangan produk 1.500 2.000 1.000 4.500
Biaya produk:
Facility sustaining 1.000 4.000 9.000 4.000
Product sustaining 500 3.000 6.000 9.500
Batch related 600 5.000 2.000 7.600
Unit level 4.200 6.800 10.500 21.500
Dukungan logistik 800 1.200 500 2.500
jumlah biaya aktivitas 8.600 22.000 29.000 59.600
Laba(rugi) per produk 1.400 (2.000) 1.000 400

Untuk mengukur kemampuan menghasilkan laba: ROI (Return on Investment/ Kembalian
Investasi) danResidual Income (RI)

ROI = Pendapatan penuh Biaya penuh %
Aktiva penuh

RI :
Pendapatan penuh XX
Biaya penuh XX -
Laba bersih XX
Beban modal: % x aktiva penuh XX -
Residual income XX Rp
Contoh:
Pendapatan penuh = 3.600.000.000
Biaya penuh = 2.400.000.000
Aktiva penuh = 4.000.000.000
Beban modal atas investasi dalam aktiva sebesar 20%
Hitung ROI dan RI?

ROI = (3.600.000.000 2.400.000.000) / 4.000.000.000 = 30%

Pendapatan penuh = 3.600.000.000
Biaya penuh = 2.400.000.000
Laba bersih = 1.200.000.000
Beban modal: 20% x 4.000.000.000 = 800.000.000
Residual income = 400.000.000

Penggunaan ROI dan RI untuk analisis kemampuan menghasilkan laba divisi dipengaruhi:
1. konsep laba
2. komponen untuk menghitung laba
3. 3. komposisi posisi aktiva yang diperhitungkan dalam investment base
4. penilaian aktiva


1. Konsep Laba


(1) (2) (3) (4)
Hasil penjualan 19.000 19.000 19.000 19.000
Biaya langsung:
Biaya variabel terkendali 8.000 8.000 8.000 8.000
Biaya variabel tidak terkendali 2.500 - 2.500 2.500
Jumlah biaya variabel 10.500
Kontribusi margin 8.500
Biaya tetap terkendali

2.000 2.000 2.000
Jumlah biaya terkendali

10.000
Laba Terkendali

9.000
Biaya tetap tidak terkendali

1.500 1.500
Jumlah biaya langsung

14.000

Laba Langsung

5.000
Biaya tidak langsung:
Alokasi biaya dari kantor pusat

2.000
Jumlah biaya divisi

16.000
Laba Divisi

3.000

2. Komponen Aktiva:
1. Kas. piutang dagang. persediaan. aktiva tetap yang digunakan oleh divisi.
2. Aktiva divisi yang berasal dari sumber yang tidak memerlukan biaya (interest free) tidak
diperhitungkan dalam investment base. Misalnya persediaan dari pembelian kredit. maka
utang dagang dikurangkan dari saldo persediaan.
3. Divisi tidak dapat dibebani dengan sebagian aktiva kantor pusat. kecuali dapat diidentifikasi
secara langsung dengan kegiatan divisi.
4. Aktiva divisi yang tidak digunakan secara langsung harus dikeluarkan.
5. Aktiva yang menganggur namun masih dapat dimanfaatkan usaha divisi lain. dapat
dikeluarkan dari perhitungan investment base.

Contoh: (dalam jutaan)
Neraca
Aktiva Pasiva
Aktiva lancar bersih 90.000 Utang lancar 30.000
Aktiva tetap 100.000 Utang jangka panjang (4%) 50.000
Ak. Dep (40.000)
60.000 Modal saham 70.000


70.000
Jumlah 150.000 Jumlah
150.000 150.000

Laba bersih 10.500.000.000
Hitung ROI?

1. Untuk Investor dan analis keuangan
ROI = 10.500.000.000/ 70.000.000.000 = 15%
2. untuk manajemen puncak:
laba bersih ditambahkan dengan biaya bunga utang jangka panjang
( 4% x 50.000.000.000 = 2.000.000.000 ) sehingga menjadi 12.500.000.000
ROI = 12.500.000.000 / (150.000.000.000 30.000.000.000) = 10.4%
misalnya akan dibagi dividen 5%
Laba bersih 12.500.000.000 10.4%
dikurangi:
Biaya bunga: 4% x 50.000.000 2.000.000.000 1.7%
Dividen = 5% x 70.000.000 3.500.000.000 2.9%

5.500.000.000 4.6%
Tersedia untuk pengembangan 7.000.000.000 5.8%

3. JAWABAN ATAS PERTANYAAN BERAPA BIAYA YANG TELAH
DIKELUARKAN UNTUK SESUATU

Unsur biaya penuh produk x yang dihitung dengan pendekatan full costing.

Biaya produksi
- Biaya produksi langsung

1.000.000
- Bg. yg adil dr by produksi tak langsung yg mjd beban prod
X 600.000
Total biaya produksi produk X

1.600.000
Biaya Non Produksi
Biaya non produksi langsung
Biaya admunistrasi & umum langsung 50.000
Biaya pemasaran langsung 125.000


175.000
Biaya non produksi tidak langsung
- Bagian yang adil biaya administrasi &
umum yang menjadi beban produk X 100.000
- Bagian yang adil biaya pemasaran yang
menjadi beban produk X 175.000


275.000
Total biaya non produksi produk X

450.000
Biaya penuh produk X

2.050.000




Unsur biaya penuh produk Y yang dihitung dengan pendekatan variable costing

Biaya Variabel:
Biaya produksi variabel

1.000.000
Biaya non produksi variabel:
Biaya administrasi & umum variabel 200.000
Biaya pemasaran variabel 300.000
Total biaya non produksi variabel

500.000
Total biaya produksi variabel

1.500.000
Biaya tetap langsung:
Biaya produksi tetap 70.000
Biaya non produksi tetap langsung:
Biaya administrasi & umum tetap langsung 50.000
Biaya pemasaran tetap langsung 75.000
Total tetap langsung 195.000
Biaya tetap tidak langsung:
- Bag.yg adil biaya adm.& umum yg mjd beban prod Y 150.000
- Bagian yg adil biaya pemasaran yg mjd beban produk
Y 100.000
By. tetap tidak langsung yang menjadi beban produk Y 250.000
Total biaya tetap yang menjadi beban produk Y

445.000
Biaya penuh produk Y

1.945.000

Unsur biaya penuh produk Y yang dihitung dengan pendekatan ABC

Desain dan pengembangan produk

Biaya desain 400
Biaya pengujian produk 1.100 1.500
Biaya produksi:
Unit level 4.200
Batch related 600
Product sustaining 500
Facility sustaining 1.000 6.300
Biaya pendukung logistik:
Biaya iklan 100
Biaya distribusi 200
Biaya garansi produk 150
Biaya administrasi & Umum 350 800
Jumlah biaya aktivitas

8.600



Biaya penuh divisi X
- Biaya langsung divisi X XX
- Bag. yg adil by tidak langsung yg dibebankan oleh divisi lain ke divisi X XX
- Bag. yg adil by tidak langsung yg dibebankan oleh kantor pusat ke divisi X
XX
Biaya penuh divisi X XX


Biaya sulit diidentifikasikan karena kebanyakan merupakan biaya bersama /biaya gabungan
(common cost) harus dibagikan secara adil melalui metode pembebankan tertentu.
Istilah:
- Alokasi biaya pembebanan biaya tak langsung ke obyek informasi atas dasar alokasi
yang bersifat sembarang. Misalnya: harga jual relatif. alokasi biaya gudang atas dasar bahan
baku yang terpakai oleh departemen produksi.
- Pembebanan biaya pembagian biaya tidak langsung ke obyek informasi atas dasar
hubungan sebab-akibat diperlukan cost driver. Misalnya biaya listrik berdasar kwh, biaya
air berdasar liter.

Pembebanan biaya tidak langsung: biaya produksi tidak langsung (BOP) dan biaya non
produksi (biaya usaha) cari dasar pembebanan yang adil

Untuk lingkungan manufaktur maju perlu metode yang lebih cermat
karena JIT manufacturing system. TQC. Cellular manufacturing. CIM. harus cermat
mencerminkan konsumsi berbagai sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan
berbagai produk.

- Membebankan BOP atas dasar kuantitas produk yang dihasilkan (volume based
systems).
- Dasar jam tenaga kerja langsung quantity distortion sering terlalu tinggi/ rendah.
- Tahap:
1. Dikumpulkan dalam pusat biaya: biaya overhead departemen pembantu dialokasikan ke
departemen produksi atas dasar alokasi tertentu.
2. Kemudian dibebankan ke produk atas dasar Jam tenaga kerja langsung. jam mesin. atau biaya
tenaga kerja langsung.
- Cara:
1. Tarif tunggal untuk seluruh pabrik (plant wide rate)
2. Tarif per departemen.

Lingkungan Manufaktur Maju: ABC
Banyak peralatan yang dikendalikan komputer. tenaga kerja langsung berkurang. tenaga kerja
ahli dibidang informasi menjadi biaya tetap.
Diversitas produk dan meningkatnya BOP tidak terkait dengan volume yang dihasilkan (non
volume related overhead costs). misalnya biaya persiapan produksi (setup cost). biaya
inspeksi. biaya perubahan desain. biaya penyusunan skedul produksi sering tinggi + 25%
dari total biaya produksi.
Perlu pemilihan dasar pembebanan yang mencerminkan konsumsi jenis biaya tersebut oleh
produk.
Cara:
1. Pengumpulan BOP dalam cost pool yang berisi aktivitas homogen.
2. Pembebanan biaya yang terkumpul dalam cost pool ke produk yang dihasilkan dengan
menggunakancost driver.


Contoh: ABC pada perusahaan manufaktur

PT Aneka memproduksi dua macam produk yaitu: A dan B melalui dua departemen produksi
yaitu: departemen X dan departemen Y.
Data per produk:
Produk A Produk B Total
Unit yang diproduksi 30.000 150.000 -
Biaya Utama (BB & BTKL) Rp. 75.000 375.000 450.000
Jam TKL 30.000 150.000 180.000
Jam Mesin 15.000 75.000 90.000
15 45 60
Jam Inspeksi 900 1.100 2.000
Data Per departemen: Dep. X Dep. Y Total
Jam tenaga kerja langsung
Produk A 10.000 20.000 30.000
Produk B 100.000 50.000 150.000
110.000 70.000 180.000
Jam Mesin
Produk A 5.000 10.000 15.000
Produk B 50.000 25.000 75.000
55.000 35.000 90.000
Biaya Overhead Pabrik: Rp
Setup 150.000 150.000 300.000
Biaya Inspeksi 100.000 100.000 200.000
Biaya Tenaga Listrik 25.000 75.000 100.000
Biaya Kesejahteraan Karyawan 70.000 30.000 100.000
345.000 355.000 700.000

Hitung Harga Pokok Produk dengan:
1. Tarif tunggal (untuk seluruh pabrik) > dasar jam mesin
2. Tarif per departemen > dasar jam kerja langsung
3. ABC

Jawab:

1. Tarif tunggal (untuk seluruh pabrik) > dasar jam mesin
Tarif BOP per jam mesin = Biaya overhead pabrik / jumlah jam mesin
= Rp700.000.- / 90.000 jam mesin
= Rp7,78 per jam mesin
Harga pokok produk per unit:
Produk A :
Biaya Utama (BB & BTKL) = Rp75.000 / 30.000 = Rp2,50
BOP = ( Rp7,78 x 15.000 ) / 30.000 = Rp3,89
Rp6,39
Produk B :
Biaya Utama (BB & BTKL) = Rp375.000 / 150.000 = Rp2,50
BOP = ( Rp7,78 x 75.000 ) / 150.000 = Rp3,89
Rp6,39
1. Tarif per departemen > dasar jam kerja langsung
Tarif BOP departemen = BOP departemen / JTKL

Tarif BOP departemen X = Rp 345.000.- / 110.000 JTKL = Rp3,14 per JTKL
Tarif BOP departemen Y = Rp 355.000.- / 70.000 JTKL = Rp5,07 per JTKL

Harga pokok produk per unit:
Produk A :
Biaya Utama (BB & BTKL) = Rp75.000 / 30.000 = Rp2,50
BOP = (Rp3,14 x 10.000 + Rp5,07 x 20.000) / 30.000 = Rp4,43
Rp6,93
Produk B :
Biaya Utama (BB & BTKL) = Rp375.000 / 150.000 = Rp2.50
BOP = (Rp3.14 x 100.000 + Rp5.07 x 50.000) / 150.000 = Rp3.78
Rp6.28

1. ABC cari cost driver
Biaya persiapan / setup cost dan biaya inspeksi
timbul sebagai akibat jumlah production run yang dibutuhkan oleh setiap produk yang
diproduksi
Biaya tenaga listrik dan biaya kesejahteraan
timbul sebagai akibat dari jumlah jam mesin

Dibentuk cost pool
Cost pool 1:
Biaya persiapan / setup cost = Rp 300.000
Biaya inspeksi = Rp 200.000
Rp 500.000
Production run = 60 kali tarip BOP pool 1 (per run) =
Rp500.000 / 60 kali = Rp8.333,33 per run

Cost pool 2:
Biaya tenaga listrik = Rp 100.000
Biaya kesejahteraan = Rp 100.000
Rp 200.000
Jam mesin = 90.000 jam mesin tarip BOP pool 2 (per jam mesin) =
Rp200.000 / 90.000 jam mesin = Rp2,22 per jam mesin

Harga pokok produk per unit:

Produk A :
Biaya Utama (BB & BTKL) = Rp75.000
BOP =
Pool 1 = 15 run x Rp8.333,33 = Rp125.000
Pool 2 = 15.000 JM x Rp2,22 = Rp 33.333= Rp158.333
Biaya produksi untuk 30.000 unit = Rp233.333

Biaya produksi per unit = Rp233.333 / 30.000 unit = Rp7,78 per unit

Produk B :
Biaya Utama (BB & BTKL) = Rp375.000
BOP =
Pool 1 = 45 run x Rp8.333,33 = Rp375.000
Pool 2 = 75.000 JM x Rp2,22 = Rp166.666 = Rp541.666
Biaya produksi untuk 150.000 unit = Rp916.666

Biaya produksi per unit = Rp916.666 / 150.000 unit = Rp6,11 per unit

Rekapitulasi: Produk A (Rp) Produk B (Rp)
- Konvesional:
Tarif Tunggal 6,39 6,39
Tarif Departemental 6,93 6,28
- Kontemporer (ABC) 7,78 6,11



Contoh: ABC pada perusahaan Jasa
Sebuah rumah sakit menyediakan jasa perawatan harian yang terdiri dari 3 aktivitas yaitu:
1. Hunian
2. Penyediaan makanan
3. Perawatan
Informasi biaya yang disediakan adalah sebagai berikut:
Aktivitas Biaya Tahunan Cost Driver Kuantitas
Tahunan
Hunian dan penyediaan
makanan
$1.000.000 Hari pasien 10.000
Jasa perawat $1.000.000 Jam Jasa
perawat
50.000
Total $2.000.000
Jasa yang tersedia:
Jenis Jasa Permintaan Hari Pasien PermintaanJam Jasa
Perawat
Normal 7.000 17.500
Operasi Caesar 2.000 12.500
Komplikasi 1.000 20.000
10.000 50.000
Hitung tarif harian:
1. Tradisional / tarif tunggal(berdasar hari pasien)
2. ABC
JAWAB:
1. Tradisional / tarif tunggal

Tarif perawatan harian
= jumlah biaya perawatan per tahun / permintaan hari pasien tahunan
= $2.000.000 /10.000 permintaan hari pasien = $200/hari

1. ABC

Tarif Aktivitas = Biaya Tahunan / Kuantitas Tahunan Cost Driver
Hunian dan penyediaan makanan = $1.000.000/10.000 Hari Pasien = $100/hr.pasien
Jasa perawat = $1.000.000 / 50.000 Jam Jasa Perawat = $20/jam jasa
perawat

Tarif Jasa Harian:
Normal = (($100 x 7.000 HP)+ ($2017.500 JJP))/7.000 HP= $150/HP
Caesar = (($100 x 2.000 HP)+ ($2012.500 JJP))/2.000 HP= $225/HP
Komplikasi = (($100 x 1.000 HP)+ ($2020.000 JJP))/1.000 HP= $500/HP

POKOK BAHASAN 3

Analisis biaya-volume-laba sering digunakan oleh manajemen sebagai dasar pengambilan
keputusan dalam memilih berbagai alternatif. seperti: strategi pemasaran. volume penjualan
yang diperlukan untuk mendapatkan suatu tingkat laba tertentu. pemilihan jenis dan
kelompok. produk. dan kombinasi yang paling menguntungkan dari produk untuk
memproduksi dan menjual. pemanfaatan fasilitas produk. dan sebagainya. Dalam
penggunaannya. analisis biaya-volume-laba mempunyai asumsi sebagai berikut:
1. Harga jual produk per unit yang dianggarkan tetap konstan pada berbagai tingkat volume
penjualan dalam periode yang bersangkutan.
2. Semua biaya yang dianggarkan dapat dikelompokkan ke dalam elemen biaya tetap dan biaya
variabel yang mempunyai tingkat variabilitas terhadap produk yang diproduksi dan dijual.
bukan terhadap dasar kegiatan yang lain.
3. Harga dari biaya atau masukan (misalnya harga bahan baku. upah langsung. dan lain-lain)
yang dianggarkan tetap konstan pada berbagai tingkatan kegiatan.
4. Kapasitas yang dimiliki perusahaan tidak berubah. misalnya karena adanya ekspansi.
5. Tingkat efisiensi dari perusahaan tidak berubah. karena program efisiensi yang sangat
berhasil atau terjadinya pemborosan yang luar biasa.
6. Tingkat dan metode teknonogi yang dimiliki perusahaan tidak berubah.
7. Apabila perusahaan menjual beberapa macam produk. maka komposisi produk yang
dianggarkan pada berbagai tingkatan penjualan tidak berubah.
Menghitung titik impas
Unit =
Biaya Tetap = Biaya Tetap
Marjin kontribusi

Harga Biaya Variabel per unit

Rp =
Biaya Tetap = Biaya Tetap
1 rasio biaya variabel 1 (By.Variabel/Hrg Jual)

Tingkat Leverage Operasi (Operation Leverage Degree/OLD) merupakan penggunaan biaya
biaya tetap untuk menciptakan perubahan persentase laba yang lebih tinggi ketika aktivitas
penjualan berubah. Semakin besar tingkat leverage operasi. semakin banyak perubahan
aktivitas penjualan yang mempengaruhi laba.

Tingkat Leverage
Operasi
=
Margin Kontribusi
Laba

Jika tingkat leverage operasi 5 kali berarti jika penjualan naik 10% maka laba akan naik 50%.

CONTOH 1:
PT A selama tahun yang akan datang memproyeksi laba sebagai berikut:

Total Per unit
Penjualan 200.000.000 20
Biaya Variabel (120.000.000) (12)
Margin Kontribusi 80.000.000 8
Biaya Tetap Langsung (64.000.000)
Laba bersih 16.000.000

Diminta:
1. Hitung titik impas rupiah dan unit.
2. Berapa unit yang harus dijual untuk menghasilkan laba sebesar Rp30.000.000,-
3. Hitung ratio marjin kontribusi . Dengan ratio tersebut , hitunglah laba tambahan yang
diperoleh apabila penjualan lebih tinggi Rp25.000.000,- dari yang diperkirakan.
4. Misalkan, PT A menginginkan laba operasi yang sama dengan 20% dari pendapatan
penjualan. Berapa unit yang harus dijual untuk mencapai sasaran tersebut? Susunlan laporan
laba rugi untuk membuktikan jawaban Saudara.
5. Untuk proyeksi tingkat penjualan di atas, hitung margin pengaman.
6. Jika penjualan naik 10% berapa kenaikan laba? Buktikan!

Analisis Multi Produk
Analisis yang digunakan pada perusahaan yang memproduksi dan menjual sejumlah produk
atau jasa.

CONTOH 2:
Perusahaan memproduksi dan menjual 2 jenis produk yaitu manual dan otomatik. Proyeksi
laba/rugi adalah sebagai berikut:
Manual Otomatik Total
Penjualan 480.000 640.000 1.120.000
Biaya Variabel (390.000) (480.000) (870.000)
Margin Kontribusi 90.000 160.000 250.000
Biaya Tetap Langsung (30.000) (40.000) (70.000)
Laba Segmen 60.000 120.000 180.000
Biaya Tetap Umum

(26.250)
Laba Bersih

153.750
Diminta:
Hitung titik impas dalam rupiah dan unit?


POKOK BAHASAN 4
BIAYA MUTU

Mutu adalah derajat atau tingkat kesempurnaan. Mutu produk atau jasa adalah sesuatu yang
memenuhi atau melebihi ekspektasi customer. ~ mutu adalah kepuasan customer.
Ekspektasi pelanggan dimensi mutu
1. Kinerja (performance) berkenaan dengan tingkat konsistensi dan kebaikan fungsi-fungsi
produk.
Dimensi mutu pada perusahaan jasa yang dilakukan langsung dihadapan customer:
- daya tanggap (responsiveness): keinginan membantu customer. pelayanan konsisten
dan segera.
- Kepastian/jaminan (assurance): pengetahuan dan keramahan serta kemampuan
membangun kepercayaan dan keyakinan customer.
- Empati: perhatian individual pada customer.
1. Etetika berkenaan dengan penampilan wujud. fasilitas. paralatan. personalia.
2. Kemudahan perawatan dan perbaikan/servicebility yang berbeda secara fungsional dari
produk sejenis.
3. Keunikan/features berkenaan dengan karakteristik produk yang berbeda secara fungsional
dari produk yang sejenis.
4. Reliabilitas berkenaan dengan probabilitas produk atau jasa menjalankan fungsi dimaksud
dalam jangka waktu tertentu.
5. Durabilitas berkenaan dengan umur manfaat dari fungsi produk.
6. Tingkat kesesuaian berkenaan dengan ukuran mengenai apakah sebuah produk/ jasa telah
memenuhi spesifikasinya.
7. Pemanfaatan berkenaan dengan kecocokan dari sebuah produk menjalankan fungsi-fungsi
sebagaimana yang diiklankan.

Perbaikan mutu dapat meningkatkan profitabilitas dalam 2 cara:
1. melalui kenaikan permintaan pelanggan
2. melalui pengurangan biaya

- Kegiatan mutu
adalah kegiatan yang dilakukan karena mungkin atau telah menghasilkan mutu yang jelek
atau cacat (jelek mutunya). Biaya yang berhubungan dengan kegiatan mutu adalah biaya
mutu.


- Kegiatan pengendalian:
adalah kegiatan untuk mencegah/mendeteksi mutu yang jelek (karena mutu yang jelek
mungkin terjadi). Biaya yang berhubungan dengan kegiatan pengendalian disebut biaya
pengendalian. Biaya ini meliputi:
- biaya pencegahan/prevention cost yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mencegah mutu
yang jelek pada produk atau jasa yang akan dihasilkan.
- Biaya penilaian/appraisal cost yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menentukan
apakah produk/jasa telah sesuai dengan persyaratan dan kebutuhan customer.
- Penilaian produk untuk menilai apakah produk memenuhi standar mutu.
- Penilaian proses untuk menilai proses berada dalam kendali dan memproduksi barang
tanpa cacat.
- Kegiatan produk gagal/kegagalan:
Kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi atau pelanggan untuk merespon mutu yang jelak
(tidak sesuai dengan spesifikasi / kebutuhan customer). Biaya produk gagal meliputi:
- Biaya produk gagal internal biaya produk gagal sebelum dikirim ke pihak luar.
- Biaya produk gagal eksternal biaya produk gagal sesudah dikirim ke pihak luar.

Contoh biaya mutu











Laporan Biaya Mutu

1. Biaya Pencegahan:
- Biaya pelatihan
- gaji dan instruktur
- peralatan pelatihan
- Biaya pelatihan eksternal
- gaji dan upah pelatihan
- Perencanaan dan pelatihan
- gaji
- biaya peralatan preventif
- biaya rapat
- Biaya promosi:
- penghargaan
- biaya pencetakan

2. Biaya penilaian:
- inspeksi bahan baku
- inspeksi produk dalam proses
- inspeksi produk selesai
- peralatan pengujian;
- perolehan
- gaji dan upah
- pemeliharaan

3. Biaya kegagalan internal:
- sisi produk
- perbaikan
- kerugian karena tingkat kualitas yang rendah
- biaya penginspeksian kembali
- kerugian berkaitan dengan penghentian pekerjaan

4. Biaya kegagalan eksternal
- retur penjualan dan cadangan yang berkaitan dengan rendahnya kualitas
- biaya garansi
- margin kontribusi dari penjualan yang gagal karena rendahnya kualita
- margin kontribusi dari order penjualan yang hilang yang berkaitan dengan kualitas
yang tidak memuaskan.


- Biaya mutu yang terlihat disajikan dalam catan akuntansi. Biaya mutu yang tidak
terlihat (tersembunyi) tidak disajikan dalam catan akuntansi misalnya biaya kegagalan
eksternal.
- Estimasi biaya mutu tersembunyi
- metode pengganda
- metode penelitian pasar berdasar survey pelanggan dan wawancara
- fungsi rugi mutu taguchi
setiap variasi nilai target dari nilai target dari karakteristik mutu akan menimbulkan biaya
mutu yang tersembunyi. Biaya mutu yang tersebunyi meningkat secara kuadrat pada saat
nilai aktual menyimpang dari nilai target.
Fungsi loss L(x) utk karakteristik kualitas produk atau jasa dng nilai observasi sebesar x:
L(x) = k(x-T)
2

Y = nilai aktual dari karakteristik mutu
T = nilai target dari karakteristik mutu
L = rugi mutu
c = kerugian pada batas spesifikasi atas / bawah
d = jarak batas dari nilai target
k = merupakan konstanta yang diperkirakan berdasarkan biaya produksi total biaya
pelayanan/jasa serta biaya tersembunyi yang berhubungan dengan peyimpangan karakteristik
kualitas dari target value. Nilai k ditentukan:

biaya kualitas total
Toleransi yang diijinkank =

Tahun satu:



- membentuk dewan dan staf kualitas
- melaksanakan program pelatihan kualitas eksekutif
- melakukan audit kualitas
- membuat analisis penyimpangan
- mengembangkan rencana perbaikan kualitas stratejiktahun dua:- melaksanakan program
pelatihan dan komunikasi karyawan
- menyusun tim kualitas
- menciptakan sistem pengukuran dan menentukan tujuantahun tiga:- merevisi sistem
kompensasi/penilaian/pengakuan
- meluncurkan inisiatif eksternal dengan para supplier
- melakukan review dan revisi



POKOK BAHASAN 5
PRODUKTIVITAS

Produktivitas berkaitan dengan pembuatan output secara efisien dan secara spesifik menunjuk
pada hubungan antara output (hasil produksi) dengan input (bahan baku) yang digunakan
untuk memproduksi output. Pengukuran produktivitas adalah penilaian kuantitatif atas
perubahan produktivitas. Tujuannya adalah untuk menilai apakah efisiensi produksi
meningkat atau menurun.

Rasio Produktivitas =
Output
input

Rasio Produktivitas Parsial:

tahun 2000 tahun 2001
Jumlah Produk dihasilkan

120.000 unit 150.000 unit
Jumlah tenaga kerja yg digunakan 40.000 JKL 37.500 JKL
Bahan yang digunakan

1.200.000 KG 1.428.571 KG
Rasio jumlah tenaga kerja tahun
2000
= 120.000

40.000

= 3 unit per jam kerja langsung
Rasio Bahan tahun 2000 =
120.000
1.200.000

= 0.100 unit per kilo gram
Rasio jumlah tenaga kerja tahun
2001
=
150.000
37.500

= 4 unit per jam kerja langsung
Rasio Bahan tahun 2001 =
150.000
1.428.571

= 0.105 unit per kilo gram
Rasio Produktivitas Keseluruhan

tahun 2000

tahun 2001
Jumlah Produksi

120.000 unit 150.000 unit
Jumlah tenaga kerja yg digunakan 40.000 JKL 37.500 JKL
Bahan yang digunakan

1.200.000 KG 1.700.000 KG

Rasio jumlah tenaga kerja tahun
2000
= 120.000

40.000

= 3 unit per jam kerja langsung
Rasio Bahan tahun 2000 =
120.000
1.200.000

= 0,100 unit per jam kilo gram
Rasio jumlah tenaga kerja tahun
2001
=
150.000
37.500

= 4
unit per jam kerja
langsung
Rasio Bahan tahun 2001 =
150.000
1.700.000

= 0,088 unit per jam kilo gram
ada trade off Produktivitas naik atau turun ???

PQ =
Output berjalan
Rasio produktivitas periode dasar

Data
tahun 2000 tahun 2001
Jumlah produksi (unit) 120.000

150.000
Jam tenaga kerja 40.000

37.500
Penggunaan bahan 1.200.000

1.700.000
Harga jual per unit $ 50

$ 48
Upah tanaga kerja per jam $ 11

$ 12
Biaya bahan per kg $ 2

$ 3

Pengaruh keterkaitan laba:
Input PQ

PQxP AQ AQ x P PQxP AQxP
Tenaga kerja 50.000 1) $ 600.000 37.500 $ 450.000 $ 150.000
Bahan 1.500.000 2) $ 4.500.000 1.700.000 $ 5.100.000 $ (600.000)

$ 5.100.000

$ 5.550.000 $ (450.000)

1) 150.000

3
2) 150.000

0.1


Komponen Pemulihan Harga

Perubahan laba masing-masing periode::

Tahun 2001 Tahun 2000 Selisih
Pendapatan $ 7.200.000 $ 6.000.000 $ 1.200.000
Biaya Input $ 5.550.000 $ 2.840.000 $ 2.710.000

$ 1.650.000 $ 3.160.000 $ (1.510.000)

Pemulihan harga = Perubahan laba perubahan produktivitas terkait laba
= $ (1.510.000) $ (450.000)
= $ (1.060.000)

Perubahan mutu dapat meningkatkan produktivitas maupun sebaliknya. Bila pengulangan
kerja berkurang karena menurunnya unit produk cacat, maka lebih sedikit tenaga kerja dan
bahan yang digunakan untuk menghasilkan output yang sama. Penurunan jumlah unit cacat
memperbaiki mutu. sementara pengurangan jumlah input yang digunakan meningkatkan
produktivitas.

POKOK BAHASAN 6
PENGANGGARAN

Penganggaran merupakan penyusunan rencana tindakan yang dinyatakan dalam kerangka
keuangan. Penganggaran memegang peranan kunci dalam perencanaan. pengendalian. dan
pengambilan keputusan. Anggaran juga dapat meningkatkan komunikasi dan koordinasi.
suatu peran yang semakin penting dengan semakin besarnya organisasi.
Anggaran induk yaitu rencana keuangan komprehensif dari suatu organisasi terdiri atas
anggaran operasi dan anggaran keuangan. Anggaran operasi adalah laporan laba-rugi yang
dianggarkan beserta semua skedul pendukung. Anggaran penjualan memuat kuantitas dan
harga dari semua produk yang diperkirakan akan terjual. Anggaran produksi memberikan
prakiraan produksi dalam unit untuk memenuhi prakiraan penjualan dan persediaan akhir
yang dikehendaki. persediaan awal. melengkapi prakiran produksi. Anggaran pembelian
bahan langsung menyatakan pembelian yang perlu dilakukan sepanjang tahun atas setiap
jenis bahan baku untuk memenuhi produksi dan persediaan akhir yang dikehendaki.
Anggaran tenaga kerja langsung dan anggaran overhead memberikan jumlah sumber daya
yang dibutuhkan untuk produksi tahun mendatang. Anggaran overhead dipecah menjadi
komponen tetap dan komponen variabel untuk memeprmudah penyusunan anggaran.
Anggaran beban penjualan dan administrasi memberikan prakiraan biaya untuk fungsi
tersebut. Anggaran persediaan barang jadi dan anggaran harga pokok penjualan memerinci
biaya produksi untuk persediaan akhir yang diharapkan dan unit yang terjual. Laporan laba-
rugi yang dianggarkan memberikan laba bersih yang akan direalisasi bila rencana yang
dianggarkan menjadi nyata.
Anggaran keuangan meliputi anggaran kas. anggaran pengeluaran modal. neraca yang
dianggarkan. Anggaran kas merupakan saldo kas awal. ditambah perkiraan penerimaan
dikurangi prakiraan pengeluaran. ditambah atau dikurangi dengan peminjaman yang
diperlukan. Neraca yang dianggarkan atau proforma memberikan saldo akhir dari setiap
aktiva. kewajiban. dan ekuitas bila rencana anggaran terpenuhi.
Keberhasilan sistem anggaran tergantung dari seberapa besar faktor manusia diperhitungkan.
Untuk menghilangkan perilaku disfungsiona, organisasi harus menghindari penekanan yang
berlebihan terhadap anggaran sebagai mekanisme pengendalian. Area kinerja selain dari
pemenuhan anggaran juga harus dievaluasi. Anggaran dapat dijadikan sebagai ukuran kinerja
dengan menggunakan penganggaran partisipatif dan insentif non moneter lainnya,
memberikan umpan balik dari kinerja secara berkala. menggunakan anggaran fleksibel,
memastikan tujuan anggaran sesuai dengan realitas yang ada, dan menjadikan manajer hanya
bertanggung jawab atas biaya yang dapat dikendalikannya.
Anggaran untuk perusahaan dagang dan jasa sama dengan anggaran untuk perusahaan
manufaktur kecuali bahwa anggaran pembelian digunakan untuk menggantikan anggaran
produksi serta tidak diperlukan anggaran bahan dan tenaga kerja langsung. Penggangaran
dasar nol tidak menjadikan anggaran tahun sebelumnya sebagai dasar pembuatan anggaran.
Operasi yang ada dianalisis. dan kelangsungan operasi dipertimbangkan berdasarkan
kegunaannya bagi organisasi.
Fungsi Anggaran:
1. Anggaran merupakan hasil akhir penyusunan rencana kerja.
2. Anggaran merupakan cetak biru/blueprint aktivitas yang akan dilaksanakan perusahaan di
masa yang akan datang.
3. Anggaran berfungsi sebagai alat komunikasi intern yang menghubungkan berbagai unit
organisasi dalam perusahaan dan menghubungkan manajer bawah dengan manajer atas.
4. Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur yang dipakai sebagai pembanding hasil operasi
sesungguhnya.
5. Anggaran berfungsi sebagai alat pengendalian yang memungkinkan manajemen menunjuk
bidang yang kuat dan yang lemah bagi perusahaan.
6. Anggaran berfungsi sebagai alat untuk mempengaruhi dan memotivasi manajer dan karyawan
agar senantiasa bertindak secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan organisasi.

Contoh:
Young Product memproduksi rak mantel. Proyeksi penjualan untuk kuartal pertama tahun
yad dan persediaan awal serta akhir adalah:
unit penjualan 100.000
harga per unit $15
unit dalam persediaan awal 8.000
unit dalam persediaan akhir yang ditargetkan 12.000
Rak mantel dicetak dan kemudian dicat. MAsing-masing rak membutuhkan empat pon logam
yang bernilai $2,50 per pon. Persediaan awal bahan baku adalah 4.000 pon. Young product
ingin memiliki 6.000 pon logam dalam persediaan di akhir kuartal tersebut. Tiap rak yang
diproduksi membutuhkan 30 menit jam kerja langsung yang dibebankan sebesar $9 per jam.
Diminta
1. Siapkan anggaran penjualan untuk kuartal pertama 100.000 x $15 =
2. Siapkan anggaran produksi untuk kuartal pertama 100.000+12.000-8.000= 104.000
3. Siapkan anggaran pembelian bahan baku langsung untuk kuartal pertama
104.0004= 416.000 ; 416.000+6.000-4000=418.00; 418.000x$2,5=$1.045.000
1. Siapkan anggaran tenaga kerja langsung untuk kuartal pertama
104.0000,5jam=52.000jam; 52jamx$9=$468.000



POKOK BAHASAN 7
ANALISIS DIFERENSIAL

Pengambilan keputusan taktis terdiri dari pemilihan diantara alternatif-alternatif dalam jangka
pendek atau terbatas. Pengambilan keputusan taktis mengikuti proses lima langkah yang
disebut analisis biaya taktis yaitu:
1. Mengenali dan mendefinisikan masalah
1. Mengidentifikasi alternatif sebagai kemungkinan pemecahan masalah dan mengeliminasi
alternatif yang tidak mungkin dilakukan.
2. Mengidentifikasi prediksi biaya dan manfaat yang berhubungan dengan tiap alternatif yang
memungkinkan. Mengeliminasi biaya dan manfaat yang tidak relevan terhadap keputusan.
3. membandingkan biaya dan manfaat relevan untuk tiap alternatif. dan menghubungkan tiap
alternatif tersebut dengan sasaran stratejik keseluruhan bagi perusahan dan faktor kualitatif
penting lainnya.
4. Memilih alternatif dengan manfaat terbesar yang juga menunjang sasaran stratejik organisasi.

Elemen penting dari analisis biaya taktis adalah mengidentifikasi biaya dan manfaat relevan.
Biaya dan manfaat relevan merupakan biaya dan manfaat masa depan dan berbeda antar
alternatif-alternatif yang dipertimbangkan. Semua biaya masa lalu merupakan biaya terbenam
(sunk cost) dan tidak akan pernah relevan. Peranan biaya masa lalu dalam pengambilan
keputusan adalah untuk memprediksi dan biaya masa lalu dapat digunakan untuk
mengestimasi biaya masa depan. Perilaku biaya merupakan hal mendasar untuk memahami
relevansi.

Model penggunaan sumber daya kegiatan adalah alat yang berguna untuk menentukan
relevansi. Sumber daya dapat diklasifikasikan ke dalam tiga katagori:
1. Sumber daya yang diperoleh sesuai kebutuhan. Biaya ini relevan karena permintaan berubah
antar alternatif-alternatif.
2. Sumber daya yang diperoleh dimuka (jangka pendek). Biaya ini relevan karena permintaan
yang berubah antar alternatif mengakibatkan perubahan pada kapasitas kegiatan.
3. Sumber daya yang diperoleh sebelum penggunaan (multi periode). Biaya ini tidak relevan
untuk mengambilan keputusan taktis.

Contoh keputusan taktis mencakup pilihan membuat atau membeli, keputusan
mempertahankan atau menghentikan, keputusan pesanan khusus, dan keputusan menjual atau
memproses lebih lanjut.

Informasi biaya relevan bukan merupakan seluruh informasi yang harus dipertimbangkan
manajer. informasi lain yang bersifat kualitatif juga harus dipertimbangkan. Hubungan antara
alternatif yang dipertimbangkan dan tujuan stratejik organisasi. Misalnya analisis biaya
menunjukkan bahwa alternatif membeli lebih murah daripada alternatif membuat. Analisis
biaya dapat dan sebaiknya dipandang satu masukan dari keputusan akhir. Sejumlah faktor
kualitatif lainnya dapat cukup mempengaruhi keputusan manajer. Dalam keputusan membuat
atau membeli. manajer perusahan akan memperhatikan pertimbangan kualitatif seperti
komponen dibeli secara eksternal. tingkat kepercayaan pada sumber pasokan. stabilitas harga
yang diharapkan selama beberapa tahun berikutnya. hubungan tenaga kerja. pandangan
masyarakat. dsb.

1. a. MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS
Penerimaan & penolakan tidak mempengaruhi pendapatan (kuantitas keluaran atau harga per
unit) dari keluaran penjualan saat ini

Contoh:
Pada saat ini PT X produksi pada tingkat 80% dari kapasitas normal 20.000.000 unit.
Biaya variabel untuk 16.000.000 unit adalah:

Biaya Variabel Total $ Biaya per unit $
Komposisi Susu 11.200.000 0,70
Gula 1.600.000 0,10
Penyedap 2.400.000 0,15
Tenaga Kerja Langsung 4.000.000 0,25
Pengemasan 3.200.000 0,20
Komisi 320.000 0,02
Distribusi 480.000 0,03
Lain-lain 800.000 0,05
Total Biaya Variabel: 24.000.000 1,50


Biaya Tetap Total $ Biaya per unit
Gaji 960.000 0,060
Penyusustan 320.000 0,020
Utilitas 80.000 0,005
Pajak 32.000 0,002
Lain-lain 160.000 0,010
Total Biaya Tetap 1.552.000 0,097
Total Biaya 25.552.000 1,597
Harga Jual 32.000.000 2,000
Penawaran pembelian 2.000.000 unit harga $1.55 diterima/ditolak.

Biaya Variabel/Unit $
Komposisi Susu 0.70
Gula 0.10
Penyedap 0.15
Tenaga Kerja 0.25
Pengemasan 0.20
Lain-lain 0.05
Total Biaya Variabel 1.45

Manfaat bersih:
Per unit: $1.55 $ $1.45 = $ 0.10
Total = 2.000.000 unit x $ 0.10 = $ 200.000

Analisis Biaya Relevan


Menerima Menolak
Manfaat Diferensial
Bila Menerima
Pendapatan $ 3.100.000 $ - $ 3.100.000
Komposisi Susu $ (1.400.000) $ - $ (1.400.000)
Gula $ (200.000) $ - $ (200.000)
Penyedap $ (300.000) $ - $ (300.000)
Tenaga Kerja Langsung $ (500.000) $ - $ (500.000)
Pengemasan $ (400.000) $ - $ (400.000)
Lain-lain $ (100.000) $ - $ (100.000)

$ 200.000 $ - $ 200.000
> Menerima akan menaikkan laba $200.000.-

b. MEMBUAT ATAU MEMBELI

Kebutuhan 10.000 unit ditawarkan oleh pemasok dengan harga $4.75 per unit. sedangkan
biaya manufaktur penuh $ 8.20 per unit
Perusahaan mempunyai sisa bahan yang bisa digunakan senilai $5.000,- dan jika membeli
dari pemasok harus memperkerjakan tenaga paroh waktu menginspeksi dengan upah sebesar
$8.500,-

Membuat atau membeli?

Biaya berkaitan 10.000 unit

Total Biaya Biaya per unit
Sewa peralatan $ 12.000 $ 1.20
Penyusutan $ 2.000 $ 0.20
Bahan langsung $ 10.000 $ 1.00
Tenaga Kerja Langsung $ 20.000 $ 2.00
Overhead variabel $ 8.000 $ 0.80
tetap umum $ 30.000 $ 3.00

$ 82.000 $ 8.20

Total biaya relevan untuk masing-masing alternatif:
Analisis Biaya Relevan

Memproduksi Membeli Manfaat Diferensial
Bila Memproduksi
Sewa peralatan $ 12.000 $ - $ 12.000
Bahan langsung $ 5.000 $ - $ 5.000
Overhead variabel $ 8.000 $ - $ 8.000
Tenaga Kerja Langsung $ 20.000 $ - $ 20.000
Biaya pembelian $ - $ 47.500 $ (47.500)
Tenaga kerja paruh waktu $ - $ 8.500 $ (8.500)

$ 45.000 $ 56.000 $ (11.000)


Meneruskan atau menghentikan suatu segmen misalnya lini produk:


Balok Bata Genteng Total
Penjualan $ 500.000 $ 800.000 $ 150.000 $ 1.450.000
Biaya variabel $ (250.000) $(480.000) $ (140.000) $ (870.000)
Marjin kontribusi $ 250.000 $ 320.000 $ 10.000 $ 580.000
Biaya tetap langsung:
Gaji $ (37.000) $ (40.000) $ (35.000) $ (112.000)
Iklan $ (10.000) $ (10.000) $ (10.000) $ (30.000)
Penyusutan $ (53.000) $ (40.000) $ (10.000) $ (103.000)
Total $(100.000) $ (90.000) $ (55.000) $ (245.000)
Margin segmen $ 150.000 $ 230.000 $ (45.000) $ 335.000
Biaya tetap umum

$ (125.000)
Laba bersih

$ (250.000)
1) Menghentikan lini genteng
Penjualan Meneruskan Menghentikan
Manfaat Diferensial
Bila Meneruskan
Penjualan $ 150.000 $ - $ 150.000
Biaya variabel $ (140.000) $ - $ (140.000)
Marjin kontribusi $ 10.000 $ - $ 10.000
Biaya tetap langsung:
Gaji $ (35.000) $ - $ (35.000)
Iklan $ (10.000) $ - $ (10.000)
Total $ (45.000) $ - $ (45.000)
Margin segmen $ (35.000) $ $ (35.000)

> Menghentikan lini genteng
Penurunan penjualan (setelah menghentikan genteng)
Balok: 10% x $500.000 = $ 50.000
Bata: 8% x $800.000.= $ 64.000
Genteng: $ 150.000
$ 264.000
Penurunan biaya variabel:
Balok: 10% x $250.000 = $ 25.000
Bata: 8% x $480.000.= $ 38.400
Genteng: $ 140.000
$ 203.400

Marjin kontribusi berkurang: $264.000-$203.400= $60.600

Penghapusan lini genteng:
Hemat biaya gaji dan iklan = $45.000
Berkurangnya kontribusi marjin = $60.600
Rugi $15.600

Meneruskan lini Genteng

Meneruskan Menghentikan
Manfaat Diferensial
Bila Meneruskan
Penjualan $ 1.450.000 $ 1.186.000 $ 264 .000
Biaya variabel $ (870.000) $ (666.600) $ (203.400)
Marjin kontribusi $ 580.000 $ 519.400 $ 60.600
Biaya Tetap Langsung:
Iklan $ (30.000) $ (20.000) $ (10.000)
Gaji $ (112.000) $ (77.000) $ (35.000)
Total By Tetap Langsung $ (142.000) $ (97.000) $ (45.000)
Margin segmen $ 438.000 $ 422.400 $ 15.600

Meneruskan lini genteng

3. Meneruskan atau menghentikan dengan penggunaan alternatif fasilitas Tanggapan bagian
Produksi dan Pemasaran

Produksi Genteng dihentikan diganti tegel estimasi laporan keuangan:
Penjualan $ 100.000
Biaya variabel $ 40.000.-
Kontribusi Margin $ 60.000.-
Biaya Tetap $ 55.000.-
Laba $ 5.000.-


Meneruskan Menghentikan
Manfaat Diferensial
Bila Meneruskan
Penjualan $ 1.450.000 $ 1.286.000 * $ 164.000
Biaya variabel $ (870.000) $ (706.600) ** $ (163.400)
Marjin kontribusi $ 580.000 $ 579.400 $ 600

* ($1.450.000 $150.000 $50.000 -$64.000) + $100.000 = $1.286.000
** ($870.000 $140.000 $25.000 $38.400) + $40.000 = $706.600
> Meneruskan lini genteng


D. Menjual atau Memproses Lebih Lanjut


Biaya Gabungan

Jenis A
800 pon
Harga jual $ 0.40/pon
Jenis B
600 pon
kemasan 5 pon
120 kantong
Harga jual $ 1.30/kantong
Biaya $ 0.05 / kantong
Jenis C
600 pon
kemasan 16 ons
Saus apel 500 kaleng
Biaya $ 0.10 / pon
Harga jual $ 0.75 / kaleng

Ada Permintaan untuk membuat pie apel kemasan kaleng 16 ons dengan harga 0.90/kaleng
Yang bisa digunakan adalah jenis B dengan estimasi biaya $ 0.20/pon dengan output 500
kaleng
Pertanyaan: Jenis B ini akan dijual langsung (split off) atau diolah lebih lanjut (pie apel)

Alternatif:
Jual pada titik split off:
120 kantong x (harga jual biaya kemasan)= 120 kantong x ($0.30 $0.05) = $150.-

Bila dijual menjadi pie apel:
Total pendapatan; $ 0.90 x 500 kaleng= $ 450.-
Pendapatan inkremental = $ 450 $ 150 = $ 300.-
Biaya inkremental = $ 0.20 x 600 pon = $ 120.-
Manfaat/Benefit = $ 180.-
Kesimpulan : lebih menguntungkan proses lebih lanjut.

POKOK BAHASAN 8

Akuntansi pertanggungjawaban adalah penyusunan laporan-laporan prestasi yang dikaitkan
kepada individu-individu atau anggota-anggota kelompok sebuah organisasi dengan suatu
cara yang menekankan pada faktor-faktor yang dapat dikendalikan oleh individu atau
anggota-anggota kelompok tersebut. Fokus akuntansi pertanggungjawaban adalah unit
organisasi yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan kegiatan atau mencapai tujuan
tertentu.

Struktur organisasi:








Laporan pertanggungjawaban kegiatan manufaktur:

Biaya
Sesungguhnya
Anggaran
Biaya
Selisih
Wakil Direktur Produksi
- Pabrik 1 155.000 154.800 ( 200) Rugi
- Pabrik 2 169.600 168.400 (1.200) Rugi
- Kantor Wakil Direktur 110.900 112.000 1.100 Laba
435.500 435.200 ( 300) Rugi
Manajer Pabrik 2:
- Departemen A 45.400 44.700 ( 700) Rugi
- Departemen B 57.500 58.000 500 Laba
- Departemen C 60.500 59.900 ( 600) Rugi
- Kantor Manajer Pabrik 2 6.200 5.800 ( 400) Rugi
169.600 168.400 (1.200) Rugi
Departemen C
- Bahan Baku 16.000 15.000 (1.000) Rugi
- Tenaga Kerja Langsung 26.500 27.000 500 Laba
- Overhead Pabrik 18.000 17.900 ( 100) Rugi
60.500 59.900 ( 600) Rugi

Pusat pertanggungjawaban: unit organisasi yang disiapkan laporan prestasinya.
Klasifikasi:
1. Pusat Biaya/Cost Center
Pusat pertanggung jawaban yang secara finansial hanya bertanggung jawab atas terjadinya
biaya
1. Pusat Pendapatan/Revenue Center
Pusat pertanggung jawaban yang secara finansial bertanggung jawab atas timbulnya
pendapatan
1. Pusat Laba /Profit Center
Pusat pertanggung jawaban yang secara finansial bertanggung jawab terhadap laba yaitu
selisih antara pendapatan dan biaya.
1. Pusat Investasi/Investment Center
Pusat pertanggung jawaban yang secara finansial bertanggung jawab terhadap hubungan
antara laba dengan seluruh investasi


Laporan prestasi untuk pusat biaya. misalnya departemen produksi:
perbandingan antara biaya yang ditetapkan dalam anggaran dan biaya sesungguhnya terjadi
dengan identifikasi selisih.
Anggaran statis/static budget: anggaran yang didasarkan pada taksiran penjualan dan
produksi tertentu.
Anggaran fleksibel/flexible budget: anggaran yang disusun dengan mendasarkan pada
berbagai tingkat produksi dan volume penjuan yang mungkin atau disesuaikan dengan tingkat
produksi yang terjadi sesungguhnya.

Pengukuran departemen produksi:
Efisiensi : perbandingan biaya sesungguhnya dengan anggaran
Efektifitas : perbandingan antara volume produksi yang dicapai dan volume produksi yang
menjadi target.

Macam Pusat Biaya
1. Pusat biaya standar (standart cost center) / pusat biaya teknik (engineered cost center)
hubungan input dan output dapat ditentukan secara jelas. Misalnya departemen produksi
2. Pusat biaya kebijakan (discretionary cost center) hubungan input dan output tidak jelas.
misalnya departemen penelitian dan pengembangan.

Contoh:

Pusat Biaya > ANGGARAN STATIS

PT RST membuat anggaran biaya untuk 100 unit dengan perincian sebagai berikut:
Bahan Baku @ Rp40,- 40,000
Biaya Tenaga Kerja Langsung @ Rp30,- 30,000
Bi.Overhed Pabrik Variabel @ Rp20,- 20,000
Bi.Overhed Pabrik Tetap 10,000

100,000
Realisasi biaya Rp9.500,- untuk produksi sebanyak 90 unit.
Pertanyaan: Bagaimana kinerja perusahaan jika didasarkan pada anggaran statis?

Pusat Biaya > ANGGARAN FLEKSIBEL

Dengan data di atas, bagaimana kinerja perusahaan jika didasarkan pada anggaran fleksibel?

PUSAT PENDAPATAN:
Pendapatan sesungguhnya = harga sesungguhnya x kuantitas sesungguhnya
Selisih pendapatan:
Selisih harga = (harga sesungguhnyaharga anggaran ) x kuantitas sesungguhnya
Selisih kuantitas = (kuantitas sesungguhnyakuantitas anggaran) x harga anggaran



Contoh:
Data mengenai pendapatan dari PT QRS adalah sebagai berikut:

Penjualan anggaran:
A = 100 unit @ Rp 1.000,- Rp 100.000,-
B = 100 unit @ Rp 2.000,- Rp 200.000,-
C = 100 unit @ Rp 3.000,- Rp 300.000,-
Jumlah Rp 600.000,-
Penjualan sesungguhnya:
A = 100 unit @ Rp 900,- Rp 90.000,-
B = 200 unit @ Rp 2.050,- Rp 410.000,-
C = 150 unit @ Rp 2.500,- Rp 375.000,-
Jumlah Rp 875.000,-

Hitung:
1. Selisih pendapatan
2. Selisih pendapatan karena harga dan karena kuantitas.


PUSAT LABA:
Pengukuran Kontribusi Margin. Laba langsung. Laba terkendali. Laba sebelum pajak. dan
Laba bersih

Pengukuran Prestasi Pusat Laba
Penjualan 10.000
Biaya Variabel 4.000
Contributon Margin 6.000
Biaya tetap langsung 1.000
Laba langsung 5.000
Biaya alokasi kantor pusat terkendali 1.500
Laba terkendali 3.500
Baya alokasi kantor pusat tak terkendali 500
Laba sebelum pajak 3.000
Pajak 1.200
Laba bersih divisi 1.800


menggunakan ROI / RETURN ON INVESTMENT dan RESIDUAL INCOME

ROI = perputaran investasi x profit margin
Perputaran investasi = penjualan / investasi kali
Profit margin = laba / penjualan %

Contoh:
Penjualan $2.400.000.
Laba $288.000
Investasi awal tahun $1.600.000
ROI: laba / investasi = $288.000 / $1.600.000 = 18%
atau
ROI = penjualan / investasi x laba / penjualan
$2.400.000 / $1.600.000 x $288.000 / $2.400.000 = 1.5 x 12% = 18%

Kebaikan ROI:
1. Mendorong manajer SBU untuk memperhatikan saling hubungan antara penjualan. biaya dan
investasi.
2. Mendorong manajer SBU untuk menghemat biaya.
3. Mencegah investasi yang dipandang berlebihan

Kelemahan ROI:
1. Mendorong manajer untuk tidak melakukan investasi yang akan menurunkan ROI rerata
SBU. meskipun sebenarnya investasi tersebut menaikkan laba perusahaan secara
keseluruhan.
2. Mendorong manajer untuk memfokuskan laba jangka pendek yang merugikan perusahaan
jangka panjang.

RI
RI (residual income) adalah selisih antara laba SBU dengan kembalian minimal (minimum
required rate of return) yang telah ditetapkan oleh kantor pusat. Kembalian investasi adalah
persentase tertentu dikalikan dengan aktiva SBU.

Laba SBU 400.000
Kembalian minimal: 12% x 3.000.000 = 360.000
RI 40.000


POKOK BAHASAN 9
HARGA TRANSFER


Ketika satu divisi dari suatu perusahaan menghasikan produk yang digunakan dalam proses
produksi divisi lain. timbul proses penetapan harga transfer. Harga transfer merupakan
penjualan bagi divisi yang menjual dan biaya bagi divisi yang membeli. sehingga harga yang
dikenakan terhadap produk yang ditransfer tersebut mempengaruhi laba operasi kedua divisi.
Karena kedua divisi dievaluasi kinerja menurut profitabilitasnya. maka harga yang dikenakan
terhadap produk yang ditransfer menjadi masalah yang serius.
Masalah penetapan harga transfer mencakup pencarian harga transfer yang mampu
memuaskan semua pihak yang terlibat dan cocok dengan tujuan perusahaan untuk akurasi
evaluasi kinerja. otonomi divisional. dan kesesuaian tujuan.
Tiga metode yang lazim digunakan dalam penetapan harga transfer yaitu:
- berdasarkan harga pasar
- berdarkan harga negosiasi
- berdasarkan biaya.
Harga pasar adalah harga terbaik apabila produk yang ditransfer diproduksi dalam pasar
dengan persaingan sempurna. Dalam hal ini. harga pasar mencerminkan biaya opportunitas
divisi penjualan maupun divisi pembeli. Apabila produk yang ditransfer diproduksi dalam
pasar yang bersaing tidak sempurna. harga transfer negosiasi adalah pilihan terbaik. Dalam
hal ini. biaya opportunitas divisi penjual dan divisi pembeli berbeda dan mereka menetapkan
harga batas atas dan batas bawah untuk harga transfer. Penggunaan harga transfer
berdasarkan biaya adalah tidak lazim direkomendasikan. namun apabila transfer
menimbulkan dampak yang kecil terhadap profitabilitas perusahaan. pendekatan ini dapat
diterima. Sebagai tambahan. rumus-rumus penetapan harga berdasarkan biaya mungkin
bermanfaat apabila ditetapkan melalui proses negosiasi.
Harga transfer minimum adalah harga transfer yang akan membuat keadaan divisi penjual
tidak menjadi lebih buruk apabila produk yang dijual ke divisi pembeli internal daripada
dijual ke pihak luar. Harga transfer maksimum adalah harga transfer yang akan membuat
keadaan divisi pembeli tidak menjadi lebih buruk apabila input yang dibeli divisi internal.
Transfer terjadi jika harga transfer berada harga transfer minimum dan harga transfer
maksimum.

HARGA TRANSFER BERDASARKAN HARGA PASAR
Jika divisi penjual menjual dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar, maka divisi
penjual akan rugi, sebaliknya jika divisi penjual menjual dengan harga yang lebih tinggi dari
harga pasar. maka divisi pembeli akan rugi. sehingga harga pasar adalah harga transfer
minimum bagi penjual dan harga transfer maksimum bagi pembeli. Metode Harga Pasar
Minus adalah harga pasar dikurangi potongan volume, biaya penjualan, komisi penjualan,
biaya penagihan, biaya penggudangan. dll.

HARGA TRANSFER BERDASARKAN HARGA NEGOSIASI
Penentuan harga transfer ini jika pembeli dan penjual mampu mempengaruhi harga sampai
derajat tertentu. misalnya melalui ukuran perusahaan yang besar atau melalui penjualan
produk yang erat kaitannya tetapi berbeda. atau melalui penjualan produk yang unik.
Kelemahan cara ini: manajer divisional yang menguasai informasi khusus mungkin
mengambil keuntungan dari manajer divisional lainnya, ukuran kinerja mungkin diubah oleh
ketrampilan negosiasi dari para manajer, dan negosiasi dapat menghabiskan waktu dan
sumber daya. Keunggulan cara ini: kesesuaian tujuan, otonomi, dan akurasi evaluasi kinerja.

HARGA TRANSFER BERDASARKAN BIAYA
Tiga bentuk penetapan harga transfer berdasar biaya:
- biaya penuh meliputi biaya bahan langsung. biaya tenaga kerja langsung. biaya overhead
variabel. dan bagian biaya overhead tetap.
- biaya penuh ditambah markup
- biaya variabel ditambah biaya tetap.

Keunggulan cara ini adalah kesederhanaan dalam perhitungan. sedang kelemahannya adalah
merusak insentif dan mengubah ukuran kinerja.

Keputusan dalam Transfer Pricing:
1. Keputusan pemilihan sumber
2. Keputusan penentuan harga transfer


Full Costing

Biaya Penuh
Sesungguhnya

Variable costing

Activity Based
Costing

Biaya




Dasar
Penentuan
Harga
Transfer

Full Costing

Biaya Penuh Standar Variable costing

Activity Based
Costing

Harga Pasar
POKOK BAHASAN 10

Lingkungan bisnis yang kontemporer berfokus pada faktor-faktor keberhasilan kunci (key
success factors) yang memasukkan faktor-faktor yang bersifat keuangan dan
nonkeuangan. Balanced Scorecard adalah sekumpulan ukuran kinerja yang mencakup empat
perspektif yaitu:
1. Keuangan : Bagaimana pemegang saham memandang perusahaan?
Kemampuan perusahaan di bidang keuangan untuk bertahan hidup berhasil dan sejahtera.
2. Custome: Bagaimana customer memandang perusahaan?
Kepentingan customer: waktu, kualitas. kinerja dan layanan, serta biaya.
3. Proses bisnis/intern : Apa yang menjadi unggulan perusahaan?
Berkaitan cycle time, kualitas. ketrampilan karyawan, produktivitas.
4. Pembelajaran dan pertumbuhan: Apakah perusahaan dapat secara berkelanjutan
meningkatkan dan menciptakan value bagi customer?
personel perusahaan dimotivasi untuk senantiasa melakukan improvement terhadap proses
yang digunakan untuk menghasilkan value bagi customer.


Ukuran keberhasilan:

- pertumbuhan penjualan

- pertumbuhan laba
- pertumbuhan deviden
- tingkat obligasi dan piutang
- aliran kas
- peningkatan harga saham

Ukuran dari sisi pelanggan (customer measures):
- pangsa pasar dan pertumbuhan pangsa pasar
- pelayanan kepada pelanggan
- pengiriman yang tepat waktu
- kepuasan pelanggan
- pengakuan terhadap merek
- posisi pada pasar yang menguntungkan
Proses bisnis internal (Internal Business Processes)
- kualitas produk yang tinggi
- inovasi pada pemanufakturan
- produktivitas pemanufakturan yang tinggi
- siklus waktu (cycle time)
- hasil dan penurunan pemborosan

Inovasi dan pembelajaran (Inovation and Learning)
- Kompetensi dan integritas manajer
- Moral dan budaya perusahan
- Inovasi produk baru
- Metode pemanufakturan

Contoh: Faktor keberhasilan kritis (CFS) dan bagaimana mengukurnya:
CFS Bagaimana Mengukur CFS
Pofitabilitas Laba operasi. trend laba
Likuiditas Cash Flow adequacy. trend in cash flow.
kemampuan membayar bunga. tingkat perputaran
aset. tingkat perputaran persediaan. tingkat
perputaran piutang.
Penjualan Tingkat penjualan pada kelompok produk utama.
trend penjualan. persentase penjualan yang berasal
dari produk baru. akurasi peramalan penjualan
Market Share Harga saham
Kepuasan pelanggan Pengembalian produk dan keluhan pelanggan.
penelitian tentang pelanggan
Dealer dan distribusitor Kekuatan hubungan antara dealer dengan distributor
Pemasaran dan penjualan Trend kinerja penjualan. aktivitas pelatihan dan riset
pasar
Ketepatan pengiriman Kinerja ketepatan waktu pengiriman. waktu mulai
pemesanan sampai pengiriman kepada pelanggan
Kualitas Keluhan pelanggan. biaya jaminan. kecepatan dan
keefektifan pelayanan
Kualitas Jumlah produk cacat. jumlah pengembalian.
penelitian terhadap pelanggan. jumlah sisa produksi.
jumlah perbaikan. laporan penelitian lapangan.
klaim jaminan. tingkat kecacatan barang dari
pemasok.
Produktivitas Waktu siklus mulai dari bahan mentah sampai
dengan produk selesai. efisiensi tenaga kerja. jumlah
pemborosan. perbaikan dan sisa produksi
Fleksibilitas Waktu setup. waktu siklus. keefektifan penjadwalan
Kesiapan peralatan Down time. pengalaman operator. kapasitas mesain.
aktivitas pemeliharaan
Keamanan Jumlah kecelakaan. dampak kecelakaan
Inovasi produk Jumlah perubahan desain. jumlah hak paten atau hak
cipta yang baru. keahlian staf riset dan
pengembangan
Ketepatan waktu untuk
produk baru
Jumlah kelebihan/kekurangan hari dari tanggal
pengiriman
Pengalaman keahlian Jumlah pelatihan. peningkatan kinerja keahlian
Moral pekerja Tingkat perputaran pekerja. jumlah keluhan.
penelitian terhadap pekerja/karyawan
Kompentensi Tingkat perputaran. pelatihan. pengalaman.
kemampuan beradaptasi. ukuran-ukuran keuangan.
dan operasional
Pemerintah Jumlah pelanggaran dan aktivitas jasa kepada
masyarakat


POKOK BAHASAN 9


PENENTUAN HARGA JUAL NORMAL (NORMAL PRICING)

Berdasar Biaya

Harga jual = Taksiran biaya penuh + Laba yang diharapkan

Laba yang diharapkan:
1. Cost of Capital > biaya yang dikeluarkan untuk investasi
2. Resiko bisnis > resiko naik. laba yang ditambahkan
3. Besarnya capital employed > jumlah investasi. laba yang diharapkan

Rumus:


% markup
=
laba yang diharapkan
+biaya yang tidak dipengaruhi langsung oleh volume produksi
biaya yang dipengaruhi langsung oleh volume produk


Full Costing:

Harga Jual per unit
=
By produksi per unit
+
% x Aktiva Penuh
+By. Non Produksi
Hrg jual per unit = By yg berhubungan langsung dng volume (per unit) + % markup

By.Adm&By.Pemsr
(BB+BTK+BOP)per unit
Biaya Produksi
(BBB + BTKL + BOP)


Variable Costing:

Harga Jual per unit
=
Biaya Variabel Per unit
+
% x Aktiva Penuh

+
Biaya Tetap
(BOPT+BAUT+
By.Pemsr Tetap)
(BB+BTKL+BOP Var+ BAU Var.+ By.Pemsr Var.) per unit
Biaya Variabel
(BBB + BTKL + BOPV+ BAU Var)






Contoh 1:
Manajer PT ABC sedang mempertimbangkan penentuan harga jual produk. Kapasitas normal
1.000.000 kg dengan taksiran biaya penuh sebagai berikut:

Biaya Variabel
Biaya Produksi 2.000.000.000
Biaya Administrasi & Umum 50.000.000
Biaya Pemasaran 50.000.000
2.100.000.000
Biaya Tetap
Biaya Produksi 1.000.000.000
Biaya Administrasi & Umum 150.000.000
Biaya Pemasaran 250.000.000
1.400.000.000
Total Biaya Penuh 3.500.000.000

Total aktiva yang diperkirakan pada awal tahun anggaran 4.000.000.000 dan laba yang
diharapkan yang dinyatakan dalam tarif ROI sebesar 25%
Hitung cost plus pricing dengan:
1. Pendekatan Full Costing
2. Pendekatan Variable Costing

Jawab:

1. Full Costing

Harga Jual per unit = (2.M + 1 M) + 25 % x 4 M +50 jt + 50 jt + 150 Jt + 250 jt
1 jt kg 2 M + 1 M
= 3.000 + (1 M + 0.5 M) / 3M
= 3.000 + 50% markup = 3.000 + 50% x 3.000
= 3.000 + 1.500
= 4.500

2. Variable Costing

Harga Jual per unit = 2.1 M + 25 % x 4 M + 1.4 M
1 jt kg 2.1 M
= 2.1 M / 1 jt kg + (25% x 4 M + 1.4 M) / 2.1 M
= 2.100 + (1M + 1.4 M) 2.1 M
= 2.100 + 114.28% markup = 2.100 + 114,28% x 2.100
= 2.100 + 2.400
= 4.500


Contoh 2:

Untuk menghasilkan listrik diperlukan investasi sebesar Rp 3.200.000.000 untuk pembelian
mesin dan ekuipmen serta modal kerja. Taksiran biaya produksi listrik pada volume produksi
100.000.000 kwh per tahun sebagai berikut:

Biaya bahan baku : 4.000.000.000
Biaya tenaga kerja langsung : 3.000.000.000
BOP (variabel & tetap) : 8.000.000.000
15.000.000.000

Taksiran biaya non produksi setahun terdiri:
Biaya Pemasaran : 1.500.000.000
Biaya Adminstrasi & Umum : 700.000.000
2.200.000.000
Diputuskan laba wajar untuk perusahaan listrik tersebut adalah 25% dari investasinya.
Diminta: Hitung harga jual per kwh?

Full Costing:
Harga Jual per unit = 15 M / 100 jt kwh + (25 % x 3.2 M + 2.2 M) / 15 M
= 150 + (25 % x 3.2 M + 2.2 M ) / 15 M
= 150 + 3M / 15 M = 150 + 20% = 150 + 30 = 180 / kwh

Contoh 3:

PT BCD berusaha dalam usaha bengkel mobil. Manajer pemasarannya sedang
mempertimbangkan harga jual reparasi untuk tahun anggaran yang akan datang. Perusahaan
memilki dua departemen: bengkel dan toko suku cadang. Perusahaan memperkerjakan 6
mekanik dan 4 ahli listrik dalam departemen bengkel. Menurut anggaran perusahaan
direncanakan akan beroperasi pada kapasitas normal sebanyak 300 hari @ 7 jam per hari.
Jumlah aktiva yang digunakan di departemen bengkel Rp60.000.000.- dan di departemen
toko suku cadang Rp28.000.000.- Tarif kembalian investasi (ROI) yang diharapkan dalam
tahun anggaran adalah 25%.

Adapun biaya-biaya:
Upah tenaga kerja langsung @ Rp 1.500.- per jam. tunjangan kesehatan Rp 50.000.- per
orang per bulan. kesejahteraan Rp 25.000.- per orang per bulan.

Sedang biaya tidak langsung:






Gaji pengawas + tenaga kerja langsung lain Rp 11.600.000
Biaya depresiasi aktiva tetap 2.200.000
Biaya asuransi 650.000
Biaya Listrik 800.000
Biaya Air 400.000
Biaya Reparasi Aktiva Tetap 350.000
Biaya Umum 500.000
16.500.000
Biaya toko suku cadang: Gaji tenaga kerja toko + biaya listrik + biaya kantor sebesar
Rp10.000.000.- Taksiran harga beli bahan dan suku cadang sebesar Rp 42.500.000.-
Service ganti olie dan tune up memerlukan 2 mekanik dan 1 ahli listrik. Jam service ganti olie
dan mesin: mekanik 1.0 jam orang dan ahli listrik 1.5 jam orang.
Hitung
1. Harga jual jasa service
2. Jika seorang pelanggan memerlukan jasa service mesin dan memerlukan 1 kaleng olie mesin
dengan harga fakturnya Rp 10.000 dan saringan olie dengan harga fakturnya Rp 8.000.-
Berapa yang dibebankan pada pelanggan tersebut.

Biaya Tenaga Kerja per tahun
Upah : 21.000 jam x 1.500 / jam = Rp 31.500.000.-
Biaya Kesejahteraan : 10 org. x Rp75.000 x 12 bln = Rp 9.000.000.-
Rp 40.500.000.-
Biaya Tenaga Kerja per unit (jam) = Rp 40.500.000.- / 21.000 jam = Rp 1.929.-
Markup Jasa service:
=25%XRp60.000.000+Rp16.500.000.-=Rp15.000.000.-+ Rp16.500.000.- = 77.77%
Rp40.500.000.- Rp40.500.000.-

Markup Toko suku cadang:
=25%XRp28.000.000 + Rp10.000.000.- = Rp17.000.000.- / Rp42.500.000.- = 40%
Rp42.500.000.-

1) Jasa service = 1.929 + 77.77% = 1.929 + 1.500 = 3.429
2) Jasa tune up dan ganti olie 2 mekanik dan 1 ahli listrik:
2 x 1 jjs + 1 x 1.5 jjs = 3.5 jjs
Jasa servie = 3.5 jjs x 3.429 = 12.000
Bahan = (10.000 +8.000) + 40% = 18.000 + 7.200 = 25.200




1. Apa perbedaan antara biaya relevan dengan biaya diferensial!
2. Apa yang dimaksud dengan activity based costing?
3. Apa yang dimaksud dengan akuntansi deferensial?
4. Apa yang dimaksud dengan akuntansi manajemen. dan apa bedanya dengan akuntansi
keuangan?
5. Apa yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban dan bagaimana penilaian kinerja
masing-masing pusat pertanggungjawaban?
6. Apa yang dimaksud dengan anggaran dan sebutkan tujuan serta karakteristik anggaran?
7. Apa yang dimaksud dengan biaya relevan? Berikan contoh!
8. Apa yang dimaksud harga transfer dan apa tujuan penentuan harga transfer?
9. Apakah biaya gabungan harus dipertimbangkan dalam keputusan menjual langsung (tanpa
memroses lebih lanjut) dan memproses lebih lanjut? Jelaskan jawaban Saudara?
10. Apakah yang dimaksud dengan laba residu? Jelaskan bagaimana laba residu mampu
mengatasi salah satu kelemahan ROI?
11. Berikut ini berhubungan dengan ROI: Divisi satu menghasilkan laba operasi sebesar
Rp1.000.000.000.- dan divisi dua menghasilkan laba operasi Rp500.000.000.-. Manajer mana
yang terbaik? Jelaskan jawaban Saudara?
12. Biaya relevan selalu menentukan alternatif mana yang harus dipilih. Apakah anda setuju
dengan pendapat tersebut? Jelaskan!
13. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sunk cost. out-of pocket cost. opportunity
cost. dan incremental cost!
14. Jelaskan bagaimana harga transfer mampu mempengaruhi ukuran kinerja divisi. laba
perusahaan. dan keputusan terhadap pengambilan keputusan desentralisasi.!
15. Jelaskan mengapa penyusutan atas aktiva yang ada selalu tidak relevan untuk pembuatan
keputusan?
16. Jelaskan pembuatan/penyusunan anggaran induk!
17. Jelaskan pengertian akuntansi pertanggungjawaban dan sebutkan jenis-jenis pusat
pertanggung jawaban!
18. Jelaskan perbedaan antara anggaran statis dan anggaran fleksibel! Mengapa anggaran
fleksibel lebih unggul dibandingkan anggaran statis untuk pelaporan kinerja?
19. Jelaskan tren-tren yang timbul pada akuntansi manajemen?
20. Jika biaya dipakai sebagai dasar penentuan harga transfer. biaya sesungguhnya dapat dipilih
sebagai dasar harga transfer. Jelaskan masalah yang dapat timbul dengan pemilihan tipe biaya
ini sebagai dasar penentuan harga transfer!
21. Laporan laba rugi segmen menggunakan kalkulasi biaya variabel yang memisahkan beban
tetap menjadi dua kategori. yaitu beban tetap langsung dan beban tetap umum. Apa yang
Saudara ketahui tentang beban tetap langsung dan perbedaan diantara keduanya?
22. Mengapa biaya tetap tidak pernah relevan dalam keputusan bauran produk?
23. Sebut dan jelaskan 3 manfaat ROI apabila digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja
sebuah pusat investasi. Jelaskan bagaimana masing-masing manfaat tersebut dapat
menghasilkan peningkatan profitabilitas!

SOAL PRAKTIKA:

1. PT Indah menganggarkan data departemental untuk dua jenis produknya mobil mainan
(baterai dan biasa).
Pabrikasi Perakitan
Overhead yang dianggarkan Rp120.000.000.- Rp60.000.000.-
Aktivitas yang diharapkan dan aktual (jam tenaga kerja langsung):
Baterai 3.000 5.000
Biasa 8.000 45.000
11.000 50.000
Aktivitas yang diharapkan dan aktual (jam mesin):
Baterai 2.000 500
Biasa 18.000 5.000
20.000 5.500
Sebagai tambahan bagi data departemental. disediakan informasi berikut:
Baterai Biasa
Unit produksi 5.000 50.000
Biaya utama Rp40.000.000 Rp300.000.000.-
Diminta:
1. Hitunglah tarif overhead departemental dengan menggunakan jam mesin untuk pabrikasi dan
jam tenaga kerja langsung untuk perakitan.
2. Hitunglah overhead yang dibebankan per departemen.
3. Hitunglah overhead yang dibebankan per produk.
4. Hitunglah biaya per unit.

1. PT Abadi memproduksi 2 jenis tas kerja yaitu model regular dan model eksklusif. Data
estimasi aktivitas sebagai berikut:
Ukuran Penggunaan Aktivitas Model Reguler Model Eksklusif
Unit yang diproduksi 5.000 5.000
Biaya Utama Rp35.000.000.- Rp. 360.000.000.-
15.000 35.000
Jam Mesin 55.500 44.500
Perputaran Produksi (set-up) 10 5
Jumlah Pemindahan 120 30
Data biaya aktivitas (aktivitas overhead):
Aktivitas Penggerak Aktivitas
Penyiapan Peralatan Rp 60.000.000.- Perputaran produksi (set up)
Penanganan Bahan Rp 30.000.000.- Jumlah pemindahan
Penggunaan Daya Rp 50.000.000.- Jam mesin
Pengujian Jam tenaga kerja langsung
Total Rp 180.000.000.-
Diminta:
1.Hitunglah tarif dari masing-masing kelompok aktivitas.
2.Dengan menggunakan tarif kelompok. hitunglah biaya per unit produk.

3. Saat ini PT. UPRINDO memproduksi komponen A78 sebanyak 8.000 unit per tahun.
Komponen tersebut digunakan untuk memproduksi beberapa produk yang dibuat oleh PT.
UPRINDO. Biaya per unit komponen A78 adalah sebagai berikut:

Bahan langsung Rp12.000.-
Tenaga kerja langsung 6.000.-
Overhead variabel 4.000.-
Overhead tetap 5.000.-
Total Rp27.000.-

Dari total overhead tetap yang dibebankan ke A78. sebesar Rp9.600.000.- merupakan
overhead tetap langsung dan sisanya merupakan overhead tetap umum. Sedang pemasok luar
menawar untuk menjual komponen tersebut kepada PT. UPRINDO dengan harga Rp24.000.-.
Sementara itu. tidak ada penggunaan alternatif atas fasilitas yang saat ini digunakan untuk
memproduksi komponen tersebut.
Diminta:
1. Apakah PT. UPRINDO harus membuat atau membeli komponen A78? Jelaskan dengan
didukung perhitungannya!
2. Berapakah harga maksimal yang bersedia dibayar PT. UPRINDO kepada pemasok luar?

4. PT Banon mempunyai beberapa divisi. termasuk divisi matras dan divisi furnitur. Divisi
furnitur memproduksi ranjang sofa. yang menggunakan matras yang dibeli dari pemasok luar
seharga Rp180.000.-. Manajer divisi matras. telah melakukan pendekatan kepada manajer
divisi furnitur. mengenai penjualan matras kepada divisi furnitur untuk pembuatan ranjang
sofa. Manajer divisi matras telah meneliti biaya-biaya produksi matras. dan menetapkan
biaya-biaya sebagai berikut:
Bahan langsung Rp40.000.-
Tenaga kerja langsung 36.000.-
Overhead tetap 60.000.-
Total biaya produksi Rp170.000.-
Saat ini. divisi matras mempunyai kapasitas produksi 100.000 matras tetapi hanya
memproduksi 50.000. Divisi furnitur membutuhkan 30.000 matras per tahun.

Diminta:
1. Berapakah harga transfer maksimum? Harga transfer minimum? Haruskah transfer terjadi?
2. Misalkan bahwa Manajer divisi matras dan manajer divisi furnitur sepakat mengenai harga
transfer sebesar Rp150.000.-. Apakah manfaatnya bagi masing-masing divisi? Apakah
manfaatnya bagi perusahaan secara keseluruhan?
3. Misalkan bahwa divisi matras beroperasi sesuai kapasitas. Berapakah harga transfer
maksimum? Harga transfer minimum? Haruskah transfer terjadi dalam kasus ini? Mengapa
ya. dan mengapa tidak?
5. PT Subur Makmur mempunyai dua divisi yaitu sabun cuci cair dan sabun cuci bubuk.Data
yang dikumpulkan untuk kedua divisi adalah sebagai berikut: (dalam jutaan rupiah)

Sabun Cuci Cair Sabun Cuci Bubuk
Penjualan 8.470.000 14.000.000
Laba operasi bersih 720.000 1.120.000
Aktiva operasi rata-rata 2.880.000 5.600.000

Diminta:
1. Hitunglah ROI untuk masing-masing divisi!
2. Hitunglah marjin dan rasio perputaran untuk masing-masing divisi!
3. Jika tingkat pengembalian investasi adalah sebesar 15%. berapa residual income (laba
residu)?
4. Apa yang dapat Saudara simpulkan dari perhitungan-perhitungan di atas?



6. PT Jaya Abadi baru saja menerima pesanan dari pelanggan baru untuk membeli 2.000 box
produk keramik dinding dengan harga Rp80.000.- per box. Pelanggan baru tersebut terpisah
secara geografis dari pelanggan lainnya dan transaksi ini tidak berpengaruh terhadap
penjualan yang ada. Kapasitas maksimal mesin adalah 10.000 box tetapi untuk penjualan
reguler direncanakan hanya memproduksi dan menjual 8.000 box selama tahun depan. Harga
jual normal produk adalah Rp100.000.- per box. Informasi mengenai biaya per box adalah
sebagai berikut:
Bahan Langsung Rp30.000.-
Tenaga kerja langsung Rp25.000.-
Ovehead variabel Rp15.000.-
Overhead tetap
Biaya produksi Rp90.000
Diminta:
1. Haruskah perusahaan menerima pesanan khusus tersebut?
2. Berapakah kenaikan atau penurunan laba yang terjadi apabila pesanan tersebut diterima?

7. PT. Intan Mulia memproduksi tiga produk dari input yang sama. Biaya gabungan selama
kuartal biasa adalah sebagai berikut:
Bahan langsung Rp180 Juta
Tenaga kerja langsung Rp220 Juta
Overhead Rp240 Juta
Pendapatan dari masing-masing produk adalah sebagai berikut:
produk A sebesar Rp300 juta;
produk B sebesar Rp320 juta;
produk C sebesar Rp120 juta.
Manajemen sedang mempertimbangkan pemrosesan produk A setelah titik split-off. yang
akan meningkatkan nilai penjualan produk A menjadi Rp464 Juta. Namun untuk memproses
produk A lebih lanjut. perusahaan harus menyewa beberapa peralatan khusus dengan biaya
Rp70 juta per kuartal. Bahan dan tenaga kerja tambahan juga akan diperlukan dengan biaya
Rp50.6 juta per kuartal.

Diminta:
1. Berapakah laba kotor yang dihasilkan ketiga produk selama satu kuartal?
2. Apakah sebaiknya perusahaan memproses lebih lanjut produk A atau menjualnya pada
titik split-off? Bagaimana dampak keputusan tersebut terhadap laba kotor kuartalan?

8. Perusahaan meubel Indo Karya membuat 2 jenis produk yaitu meja dan kursi. Informasi
yang berhubungan aktivitas overhead. biaya. dan penggerak aktivitas untuk tahun depan dari
kedua produk tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut:

Aktivitas Biaya yg Diharapkan Penggerak Aktivitas Kapasitas Aktivitas
Persiapan 4.500.000.000 Jumlah persiapan 75.000
Pemotongan 3.375.000.000 Jam pemotongan 75.000
Penghalusan 6.750.000.000 Jam mesin 450.000
Penerimaan 1.875.000.000 Jumlah komponen 125.000
Informasi mengenai batch kedua produk tersebut adalah:
Meja Kursi
Bahan langsung 7.500.000 3.750.000
Tenaga kerja langsung 1.500.000 750.000
Unit yang diselesaikan 50 75
Jumlah persiapan 1 1
Jam pemotongan 12 6
Jam mesin 60 90
Komponen yang digunakan 60 120

Aktivitas normal perusahaan adalah 400.000 jam tenaga kerja langsung. Masing-
masing batchmenggunakan 50 jam tenaga kerja langsung.

Diminta:
a) Tentukan biaya per unit untuk masing-masing produk dengan menggunakan jam
tenaga kerja langsung untuk membebankan overhead.
b) Tentukan biaya per unit untuk masing-masing produk dengan menggunakan keempat
penggerak aktivitas.
c) Metode manakah yang menghasilkan pembebanan biaya yang akurat? mengapa?

9. PT Indah Karya memproduksi suatu produk dalam pabrik yang berkapasitas 200.000 unit
per tahun. Untuk tahun anggaran 2003 perusahaan merencanakan akan memproduksi dan
menjual produk tersebut sebanyak 150.000 unit dengan harga jual sebesar Rp1.250.- per unit.
Anggaran biaya untuk tahun tersebut menunjukkan rincian biaya sebagai berikut: (Rp)
Biaya variabel: Total Per unit
Biaya produksi variabel 60.000.000 400
Biaya usaha variabel 18.000.000 120
Biaya tetap:
Biaya produksi tetap 45.000.000 300
Biaya usaha tetap 22.500.000 150
Total biaya 145.500.000 970
Perusahaan menerima permintaan pesanan khusus (diluar pesanan reguler) sebanyak 30.000
unit produk dari perusahaan lain. Harga yang diminta oleh pemesan adalah Rp750.- per unit.

Diminta:
1. Apakah pesanan khusus diterima atau ditolak?
2. Buat analisis biaya relevan!

1. PT Abadi memproduksi 2 jenis tas kerja yaitu model regular dan model eksklusif.
Data estimasi aktivitas sebagai berikut:
Ukuran Penggunaan Aktivitas Model Reguler Model Eksklusif
Unit yang diproduksi 5.000 5.000
Biaya Utama Rp35.000.000.- Rp. 360.000.000.-
15.000 35.000
Jam Mesin 55.500 44.500
Perputaran Produksi (set-up) 10 5
Jumlah Pemindahan 120 30
Data biaya aktivitas (aktivitas overhead):
Aktivitas Penggerak Aktivitas
Penyiapan Peralatan Rp 60.000.000.- Perputaran produksi (set up)
Penanganan Bahan Rp 30.000.000.- Jumlah pemindahan
Penggunaan Daya Rp 50.000.000.- Jam mesin
Pengujian Jam tenaga kerja langsung
Total Rp 180.000.000.-
Diminta:
a. Hitunglah tarif dari masing-masing kelompok aktivitas.
b.Dengan menggunakan tarif kelompok. hitunglah biaya per unit produk.

11. Berikut ini adalah informasi keuangan dari PT Sinar Bumi selama tahun 2002:
Unit persediaan awal
Unit yang diproduksi 15.000
Unit yang terjual 9.000
Unit persediaan akhir 6.000
Biaya variabel per unit:
Bahan langsung Rp 900
Tenaga kerja langsung Rp 400
Overhead variabel Rp 150
Beban penjualan variabel Rp 350
Beban tetap per tahun:
Overhead tetap Rp 40.000.000
Beban penjualan tetap Rp 30.000.000
Aktivitas normal adalah 15.000 unit. Apabila harga jual per unit Rp3.000.- maka susunlah
Laporan Laba-Rugi menurut kalkulasi biaya variabel dan kalkulasi biaya penuh.





12. Data berikut ini berhubungan dengan hasil operasi Perusahaan ABC tahun 2003.
Penjualan (dalam unit)
Harga jual per unit
Biaya produksi variabel per unit
Biaya produksi tetap per tahun
Biaya Penjualan dan administrasi varibel per unit
Biaya penjualan dan administrasi tetap per tahun
240.000
Rp20.-
Rp12.-
Rp1.200.000.-
Rp1,25.-
Rp420.000.-

Diminta:
1. Susunlah Laporan Laba-Rugi tahun 2003 dengan menggunakan metode penentuan harga
pokok penuh (Full Costing).
2. Susunlah Laporan Laba-Rugi tahun 2003 dengan menggunakan metode penentuan harga
pokok variabel (Variable Costing).
3. Buatlah analisis perbedaan Laba-Rugi karena penggunaan kedua metode tersebut.

13. PT ABC membuat 2 mesin kecil untuk model perahu (mesin A dan Mesin B). Keduanya
melewati dua departemen produksi. Data berikut dikumpulkan untuk kedua produk tersebut:

Data Produksi

Mesin A Mesin B
Unit yang diproduksi per tahun 30.000 300.000
Biaya utama $ 100.000 $ 1.000.000
Jam tenaga kerja langsung 40.000 400.000
Jam mesin 20.000 200.000
Proses produksi 40 60
Jam pemeriksaan 800 1.200


Data Departemental

Dep. 1 Dep. 2
Jam tenaga kerja langsung
Mesin A 30.000 10.000
Mesin B 45.000 355.000
Total 75.000 365.000
Jam mesin:
Mesin A 10.000 10.000
Mesin B 160.000 40.000
Total 170.000 50.000
Biaya Overhead:
Biaya Persiapan $ 90.000 $ 90.000
Biaya Pemeriksaan $ 70.000 $ 70.000
Daya $ 100.000 $ 60.000
Pemeliharaan $ 80.000 $ 100.000
Total $ 340.000 $ 320.000
Diminta:
1. Hitunglah biaya overhead per unit untuk masing-masing produk dengan menggunakan tarif
pabrik menyeluruh berdasarkan jam tenaga kerja langsung.
2. Hitunglah biaya overhead per unit untuk masing-masing produk dengan menggunakan tarif
departemental. Dalam menghitung tarif departemental. gunakan jam mesin untuk departemen
1 dan jam tenaga kerja langsung untuk departemen 2.
3. Hitunglah biaya overhead per unit untuk masing-masing produk dengan menggunakan ABC.
4. Hitung biaya produk untuk masing-masing jenis mesin.

14. Indah Karya memproduksi tegel keramik dalam pabrik yang berkapasitas 100.000 unit
per tahun. Untuk tahun anggaran 2003 perusahaan merencanakan akan memproduksi dan
menjual produk tersebut sebanyak 60.000 unit dengan harga jual sebesar Rp5.000.- per unit.
Anggaran biaya untuk 100.000 unit pada tahun tersebut menunjukkan rincian biaya sebagai
berikut: (Rp)
Biaya variabel: Total Biaya
Biaya produksi variabel 150.000.000
Biaya usaha variabel 50.000.000
Biaya tetap:
Biaya produksi tetap 100.000.000
Biaya usaha tetap 50.000.000
Total biaya 350.000.000
Perusahaan menerima permintaan pesanan khusus (diluar pesanan reguler) sebanyak 10.000
unit produk dari perusahaan lain. Harga yang diminta oleh pemesan adalah Rp3.500.- per
unit.
Diminta:
1. Apakah pesanan khusus diterima atau ditolak?
hrg Pes.khusus per unit >< By. var. per unit
Rp3.500 > Rp2.000 ==> pesanan khusus diterima dan ada laba tambahan sebesar (Rp3.500
Rp2.000) x 10.000 unit = Rp15.000.000
2. Buat analisis biaya relevan!

15. Perusahaan ABC menghasilan tiga produk dari input yang sama. biaya gabungan selama
kuartal biasa adalah sebagai berikut:
Bahan langsung Rp 45.000.000.-
Teaga kerja Langsung Rp 55.000.000.-
Overhead Rp 60.000.000.-
Pendapatan masing-masing produk adalah: produk X. Rp75.000.000.- ;Produk Y.
Rp80.000.000; Produk Z. Rp30.000.000.- Manajemen perusahaan mempertimbangkan untuk
memproses lebih lanjut produk Y yang akan meningkatkan nilai jual menjadi
Rp116.000.000.- Namun untuk itu perusahaan harus membayar biaya tambahan untuk biaya
sewa peralatan khusus sebesar Rp17.500.000.- per kuartal. Tambahan biaya bahan dan tenaga
kerja tambahan sebesar Rp12.650.000.- per kuartal.
Diminta:
1. Berapa laba kotor yang dihasilkan ketiga produk selama satu kuartal?
2. Apakah peusahaan sebaiknya memproses lebih lanjut produk X atau langsung menjualnya?
Tunjukkan pengaruhnya terhadap laba kotor perusahaan dan berikan perhitungannya!

16. ROI yang diharapkan untuk suatu pusat investasi adalah sebesar 24%. Berikut ini adalah
data yang berkaitan dengan pusat investasi tersebut selama tahun 200A.
Hasil penjualan Rp50.000.000.-
Biaya-biaya Rp45.000.000.-
Jumlah Investasi Rp25.000.000.-
Diminta:
1. Hitung ROI tahun 200A!
1. Bila ROI tersebut nilainya lebih kecil dari yang diharapkan. tindakan apa yang harus
dilakukan oleh manajer pusat investasi.

17. Suatu perusahaan mempunyai 2 divisi. yaitu divisi film dan divisi sekolah fotografi.
Divisi film memproduksi film yang dapat dijual secara eksternal atau internal kepada divisi
sekolah fotografi. Data penjualan dan biaya per rol film dari divisi film adalah sebagai
berikut:
Harga jual per unit .. Rp5.900.-
Biaya variabel per unit Rp2.800.-
Biaya tetap produk per unit *) Rp2.400.-
Kapasitas praktis . 500.000 unit
*) Rp1.200.000.000/500.000 unit
Selama tahun yang akan datang. divisi film memperkirakan mampu menjual 350.000 rol film.
Divisi sekolah fotografi saat ini merencanakan membeli 150.000 rol film dari pasar eksternal
dengan harga Rp5.900.- per unit. Anita. manajer divisi film. telah melakukan pendekatan
kepada Rendy. manajer divisi sekolah fotografi dan menawarkan penjualan 150.000 rol film
seharga Rp5.880.- per rol film. Anita menjelaskan kepada Rendy bahwa dengan harga
tersebut divisinya mampu menghemat biaya penjualan sebesar Rp40.- per rol film dan akan
membagi penghematan tersebut dengan menawarkan diskon Rp20.- dari harga biasa.

Diminta:
1. Berapakah harga transfer minimum yang divisi film bersedia menerimanya? Berapakah harga
transfer maksimum yang divisi sekolah fotografi bersedia membayarnya?
2. Haruskah transfer internal terjadi? mengapa? hitunglah berapa laba (atau rugi) perusahaan
secara keseluruhan apabila transfer internal dilakukan?
3. Misalkan Anita dan Rendy sepakat mengenai harga transfer sebesar Rp5.700.- Berapakah
keuntungan (kerugian) bagi masing-masing divisi. dan keuntungan (kerugian) bagi
perusahaan secara keseluruhan?
4. Misalkan kebijakan di perusahaan tersebut adalah bahwa seluruh transfer internal harus
berlangsung pada biaya produksi penuh. Berapakah jadinya harga transfer? Apakah transfer
harus dilakukan? Mengapa?

18. PT Kyu memproduksi dua jenis pelembab kulit. liquid skin dan silken skin melalui proses
gabungan. Biaya gabungan yang terjadi adalah Rp420.000.000.- untuk menjalankan produksi
standar yang menghasilkan 180.000 galon liquid skin dan 120.000 galon silken skin. Biaya
pemrosesan tambahan setelah titik split-off adalah Rp1.400.- per galon untuk liquid skin dan
Rp900.- per galon untuk silken skin. Liquid skin dijual dengan harga Rp2.400.- per galon.
sedangkan silken skin dijual Rp3.900.- per galon.
Sebuah hotel telah meminta PT Kyu untuk memasok 240.000 galon silken skin dengan harga
Rp3.650.- per galon. Hotel tersebut berencana mengemas silken skin ke dalam botol ukuran
1.5 ons untuk kamar hotel sebagai bagian dari produk personel komplementer bagi para
tamunya.
Apabila PT Kyu menerima pesanan tersebut. PT Kyu akan menghemat Rp50.- per galon
dalam pengepakan silken skin. Juga. tersedia kapasitas yang lebih dari cukup untuk pesanan
tersebut. Namun. pasar liquid skin sedang lesu. dan setiap penjualan di atas normal liquid
skin akan dihargai Rp1.600.- per galon.
Diminta:
1. Berapakah laba normal yang diterima dari produksi liquid skin dan silken skin?
2. Haruskah PT Kyu menerima pesanan tersebut? Jelaskan jawaban Saudara dengan bukti
hitungan!

19. Suatu perusahaan kulit mempunyai beberapa divisi. termasuk divisi kulit dan divisi
sarung tangan. Divisi Sarung tangan memproduksi sarung tangan golf yang menggunakan
kulit yang dibeli dari pemasok luar seharga Rp55.000.- per lembar kulit. Manajer divisi kulit.
telah melakukan pendekatan kepada manajer divisi sarung tangan. mengenai penjualan kulit
kepada divisi sarung tangan untuk pembuatan sarung tangan golf tersebut. Manajer divisi
kulit telah meneliti biaya-biaya produksi kulit. dan menetapkan biaya-biaya sebagai berikut:


Bahan langsung Rp25.000.-
Tenaga kerja langsung 10.000.-
Overhead tetap 15.000.-
Total biaya produksi Rp60.000.-
Pada saat ini. divisi kulit mempunyai kapasitas produksi 100.000 lembar kulit tetapi hanya
memproduksi 50.000 lembar kulit. Divisi sarung tangan membutuhkan 30.000 lembar kulit
per tahun.
Diminta:
1. Berapakah harga transfer maksimum? Harga transfer minimum? Haruskah transfer terjadi?
2. Misalkan bahwa Manajer divisi kulit dan manajer divisi sarung tangan sepakat mengenai
harga transfer sebesar Rp50.000.-. Apakah manfaatnya bagi masing-masing divisi? Apakah
manfaatnya bagi perusahaan secara keseluruhan?
3. Misalkan bahwa divisi kulit beroperasi sesuai kapasitas. Berapakah harga transfer
maksimum? Harga transfer minimum? Haruskah transfer terjadi dalam kasus ini? Mengapa
ya. dan mengapa tidak?
20. Manajer suatu divisi yang memproduksi alat perawatan rambut dihadapkan pada
kesempatan investasi dalam dua proyek independen. Proyek pertama akan menyediakan
kemampuan untuk memproduksi alat pengering rambut: sementara proyek kedua akan
memberi peluang memproduksi alat pengeriting rambut. suatu produk yang saat ini tidak
ditawarkan perusahaan. Tanpa investasi tersebut. divisi memiliki aktiva rata-rata untuk tahun
yang akan datang sebesar Rp1.5 milyar dan proyeksi laba operasi sebesar Rp255 juta. Biaya
yang diperlukan untuk masing-masing investasi dan proyeksi laba operasi adalah sebagai
berikut:

Pengering Rambut Pengeriting Rambut
Biaya Investasi Rp97.500.000.- Rp60.000.000.-
Laba Operasi Rp13.650.000.- Rp7.800.000.-
Kantor pusat telah menyediakan modal sebesar Rp200 juta untuk divisi tersebut. Setiap dana
yang tidak diinvestasikan oleh divisi akan diinventestasikan oleh kantor pusat. dan
menghasilkan pengembalian minimal sebesar 15%.
Diminta:
1. Hitunglah ROI dan laba residu divisi untuk masing-masing alternatif berikut:
2. Tidak melakukan investasi
3. Investasi pada alat pengering rambut.
4. Investasi pada alat pengeriting rambut.
5. Investasi pada kedua proyek
1. Dengan asumsi bahwa manajer divisi dievaluasi berdasar kinerja ROI. altenatif manakah
yang akan dipilih oleh manajer divisi tersebut? Apakah alternatif tersebut merupakan
alternatif yang terbaik bagi perusahaan secara keseluruhan? Jelaskan jawaban Saudara
dengan data pendukung!
2. Dengan menganggap manajer divisi dievaluasi berdasarkan laba residu. alatenatif manakah
yang akan dipilih oleh manajer divisi? Apakah alternatif tersebut merupakan alternatif yang
terbaik bagi perusahaan secara keseluruhan? Jelaskan jawaban Saudara dengan data
pendukung?

21. Perusahaan Angin topan adalah suatu perusahaan kulit. Perusahaan tersebut mempunyai
alternatif untuk menjual kulit mentah (sebelum dimasak) atau memasak lebih lanjut. Harga
jual kulit mentah Rp4.500.-/lembar yang harga pokoknya adalah Rp3.000.- apabila diolah
lebih lanjut menjadi kulit samak harga jual per lembar adalah Rp7.500.- dan tambahan biaya
varibel adalah Rp1.500.-/lembar. Perusahaan bisa membuat 10.000 lembar per periode.
Diminta:
Buatlah keputusan yang dibuat oleh perusahaan.

22. Manajer PT Aman Sentausa sedang meninjau suatu program perbaikan berkelanjutan
untuk kegiatan operasinya. Data satu tahun dari salah satu pabriknya. yang berkaitan dengan
output. energi. dan bahan baku disajikan sebelum dan sesudah implementasi program tersebut
adalah:
Sebelum Sesudah
Output (unit) 75.000 78.375
Energi (kuantitas yang digunakan) 12.000 13.062.5
Bahan baku (kuantitas yg digunakan) 9.375 9.500
Harga energi (per unit) Rp10.000.- Rp10.500.-
Harga Bahan baku (per unit) Rp25.000.- Rp26.000.-
Harga jual per unit Rp4.750.- Rp5.000.-
Diminta:
1. Hitung ukuran produktivitas parsial untuk energi dan bahan baku sebelum dan sesudah
implementasi program. Apakah produktivitas meningkat?
2. Hitung pengukuran produktivitas keterkaitan laba. Berapa kenaikan laba yang terjadi
berkenaan dengan produktivitas?
3. Hitung komponen pemulihan harga sesudah implementasi program. jelaskan maknanya!

23. PT ABC memiliki penjualan Rp20.000.000.000.- pada tahun 2002. Suatu program
perbaikan kualitas diimplementasikan pada tahun 2003. Pada tahun 2003 penjualan
meningkat sampai Rp25.000.000.000.- Berikut ini adalah biaya kualitas untuk tahun 2002
dan tahun 2003.
2002 2003
Biaya kegagalan internal Rp 200.000.000 Rp 100.000.000
Biaya kegagalan eksternal Rp 1.000.000.000 Rp 350.000.000
Biaya penilaian Rp 300.000.000 Rp 500.000.000
Biaya pencegahan Rp 100.000.000 Rp 800.000.000
Total biaya kualitas Rp 1.600.000.000 Rp 1.750.000.000
Diminta:
1. Hitung rasio biaya kualitas terhadap penjualan untuk setiap tahun.
2. Hitung distribusi relatif biaya dengan kategori untuk tahun 2002 dan 2003. Apa pendapat
Saudara terhadap tingkat dan distribusi biaya kualitas? Menurut Saudara. mungkinkah
pengurangan selanjutnya dilakukan?

24. Konsultan untuk perusahaan minyak goreng ABC menentukan cost pool overhead
dan cost driversebagai berikut:
Cost Pool Overhead
Anggaran Biaya
Overhead (ribuan)

Taksiran Level Cost
Driver
Setup mesin 100.000 Jumlah setup 100 setup
Penanganan Bahan 80.000 Jumlah barrel 8.000 barel
Inspeksi Kualitas 200.000 Jumlah inspeksi 1.000 inspeksi
Biaya Overhead Lainnya 100.000 Jam mesin 10.000 jam mesin
Total 480.000
Pesanan 500 barel minyak goreng menggunakan:
Setup mesin : 6 setup
Penanganan Bahan : 500 barel
Inspeksi kualitas : 20 kali
Biaya Overhead Lainnya : 1.000 jam mesin

Diminta:
1. Jika perusahaan minyak goreng menggunakan sistem cost driver tunggal berdasar jam mesin.
berapa biaya overhead pabrik total yang dibebankan pada pesanan 500 barel minyak goreng?
2. Berapa overhead yang dibebankan untuk setiap barel minyak goreng dengan menggunakan
sistem cost driver tunggal?
3. Jika perusahaan ABC menggunakan sistem cost driver majemuk pada biaya overhead pabrik.
akankah biaya overhead yang dibebankan untuk 500 barel berbeda dengan soal no. 1? Jika
ya. hitunglah biaya overhead pabrik total jika menggunkaan sistem cost driver majemuk?
4. Berapa perbedaan biaya overhead per barel dengan menggunakan sistem cost driver tunggal
dan sistemcost driver majemuk?
5. Apa yang dapat Saudara simpulkan dari kedua perhitungan biaya overhead di atas?
25. Data berikut ini berhubungan dengan hasil operasi Perusahaan ABC tahun 2004.
Harga jual per unit
Biaya produksi variabel per unit
Biaya produksi tetap per tahun
Biaya Penjualan dan administrasi varibel per unit
Biaya penjualan dan administrasi tetap per tahun
Rp20.-
Rp12.-
Rp1.200.000.-
Rp1.25.-
Rp420.000.-

Aktiva yang digunakan Rp10.000.000.- Laba yang diharapkan 20% dari investasi.
Pertanyaan:
1. Hitung berapa tingkat penjualan pada keadaan impas.
2. Jika diputuskan laba wajar untuk perusahaan listrik tersebut adalah 25% dari investasinya.
berapa tingkat penjualan untuk mencapai keadaan tersebut?

PT ABC memiliki divisi A dan divisi B. Divisi A yang menghasilkan suku cadang Q yang
bisa dijual ke luar dan ditransfer ke divisi B. Kapasitas normal divisi A 1.000 unit dengan
taksiran biaya penuh:
Biaya produksi : Rp200.000.000.-
Biaya administrasi dan umum : Rp 50.000.000.-
Biaya pemasaran : Rp 20.000.000.-
Total biaya penuh divisi A :Rp270.000.000.-
Total aktiva yang digunakan Rp1.000.000.000.- laba yang diharapkan yang dinyatakan dalam
ROI 20%.

PT ABC memiliki divisi A dan divisi B. Divisi A yang menghasilkan suku cadang Q yang
bisa dijual ke luar dan ditransfer ke divisi B. Kapasitas normal divisi A 1.000 unit dengan
taksiran biaya:
Biaya Variabel:
Biaya produksi : Rp150.000.000.-
Biaya administrasi dan umum : Rp 10.000.000.-
Biaya pemasaran : Rp 5.000.000.-
Total biaya variabel divisi A :Rp165.000.000.-
Biaya Tetap:
Biaya produksi : Rp 50.000.000.-
Biaya administrasi dan umum : Rp 40.000.000.-
Biaya pemasaran : Rp 15.000.000.-
Total biaya tetap divisi A :Rp105.000.000.-
Total aktiva yang digunakan Rp1.000.000.000.- laba yang diharapkan yang dinyatakan dalam
ROI 20%.
Diminta: Berapa Harga Transfer?

PT ABC memiliki dua divisiyang dibentuk sebagai pusat laba yaitu Divisi A dan Divisi B.
Divisi A menghasilkan suku cadang Q dan R yang dijual di pasar luar sebanyak 10% dan
sisanya ditransfer ke divisi B. Manajer Divisi A dan Divisi B sedang mempertimbangkan
penentuan harga transfer suku cadang A untuk tahun anggaran yang akan datang. Perusahaan
menggunakan pendekatan activity based costing dalam penentuan biaya penuh. Menurut
anggaran. divisi A direncanakan akan beroperasi pada kapasitas normal sebanyak 1.000.000
unit suku cadang Q dan 2.000.000 unit suku cadang R. Data biaya penuh suku cadang Q dan
suku cadang R yang diproduksi divisi X sebagai divisi penjual adalah:
suku cadang Q suku cadang R
Unit-level activity cost (by. standar per unit): Rp1.500.- Rp2.000.-
Bacth related activity cost (by. standar per batch): Rp200.000.- Rp150.000.-
Product sustaining activity cost (Biaya per unit) : Rp500.- Rp300.-
Facility sustaining activity cost (Biaya setahun) :Rp200.000.000.- Rp400.000.000.-
Total aktiva yang digunakan Rp1.000.000.000.- laba yang diharapkan yang dinyatakan dalam
ROI 22%. Pada bulan X divisi A mentranfer 100.000 unit suku cadang Q ke divisi B yang
diproduksi dalam 2 production runs
Diminta: Berapa Harga Transfer?

29. PT ABC memproduksi dan menjual 3 jenis produk yaitu produk A, B, dan C. Proyeksi
laporan laba-rugi sebagai berikut:

Produk A Produk B Produk C
Penjualan 60.000 40.000 250.000
Biaya Variabel (30.000) (20.000) (145.000)
Margin Kontribusi 30.000 20.000 105.000
Biaya Tetap (40.000) (40.000) (110.000)
Laba Bersih (10.000) (20.000) (5.000)

Catatan:
1. Dari biaya tetap di atas terdapat Rp70.000,- yang merupakan biaya tetap umum yang
dialokasikan ke produk atas dasar penjualan.
2. Kedua produk adalah barang substitusi: jika produk A dihentikan, maka penjualan produk B
akan naik 10%, dan C naik 20% dan jika produk B dihentikan, maka penjualan produk A
akan naik 50%, dan C naik 40%.


Diminta:
1. Laporan laba-rugi segmen
2. Mana alternatif yang terbaik: d
3. Tetap produksi semua produk. (35.000)
4. Menghentikan semua produk. (70.000)
5. Menghentikan produk A (14.000)
6. Menghentikan produk B. 34.000



Biaya standar per unit:
BB 2 kg @ $5,-
BTKL 0,5 jam @ $10,- per jam
BOP tetap 0,5 jam @ $2,-
BOP variabel 0,5 jam @ $4,0
Hasil aktual:
Produksi 6.000 unit
BB 11.750 kg dibeli dan digunakan = $61.100,-
BTKL 2.900 jam = $29.580,-
BOP tetap = $6.000,-
BOP variabel $10.500,-
Hitung: selisih BB (harga & unit), selisih BTKL (jam & tarif), selisih BOP tetap, selisih BOP
variabel

Prachi Company memproduksi dan menjual panggangan sekali pakai seharga $2,45 per
panggangan. Biaya variabel per panggangan sebagai berikut:
Bahan baku langsung $0,27
Tenaga kerja langsung 0,58
Overhead 0,63
Biaya variabel Penjualan 0,17
Total biaya tetap manufaktur adalah $131.650 per tahun. Total biaya administrasi (semuanya
tetap) $18.350.

Diminta
l. Berapakah biaya variabel per unit? Berapakah biaya variabel manufaktur per unit? Yang
manakah yang digunakan dalam analisis biaya-volume-laba, mengapa?
2. Hitunglah jumlah panggangan yang harus terjual agar Prachi mencapai impas?
3. Berapa banyak panggangan yang harus terjual agar Prachi memperoleh laba sebelum
pajak sebesar $12.600?
4. Anggaplah bahwa tarif pajak adalah 40 persen, berapa banyak panggangan yang harus
terjual untuk memperoleh laba setelah pajak sebesar $25.200?


Audio Mart adalah toko pengecer radio, stereo, dan televisi. Toko tersebut menawarkan
dua sound systemportabel yang terdiri dari radio, tape dan speaker. Sistem A yang mutunya
sedikit lebih baik dari sistem B, harganya $20 1ebih mahal. Kadang-kadang, toko tersebut
juga menjual headset, yang dapat dipakai untuk kedua sistem. Laporan laba rugi menurut
perhitungan biaya variabel untuk ketiga produk adalah sebagai berikut:


Sistem A Sistem B Headset
Penjualan $45.000 $32.500 $8.000
Dikurangi: Beban variabel 20.000 25.500 3.200
Margin kontribusi $25.000 $7.000 $4.800
Dikurangi: Biaya tetap * 10.000 18.000 2.700
Laba operasi $15.000 $(11.000) $2.100
* Ini termasuk biaya tetap umum sejumlah $18.000 yang dialokasikan ke setiap produk
secara proporsional dengan pendapatannya.

Pemilik toko merasa prihatin dengan kinerja laba sistem B dan sedang mempertimbangkan
untuk menghentikannya. Jika penjualan produk tersebut dihentikan, maka penjualan sistem A
akan meningkat 30% dan penjual headset akan turun 25%.

Diminta:
1. Susunlah laporan laba rugi segmen untuk ketiga produk dengan menggunakan format yang
lebih baik.
2. Susunlah laporan laba rugi segmen untuk sistem A dan headset dengan asumsi bahwa sistem
B dihentikan. Haruskah sistem B dihentikan penjualannya?
3. Misalkan terdapat sistem ketiga, yaitu sistem C, dengan mutu yang serupa dengan sistem B.
Anggaplah bahwa dengan sistem C penjualan sistem A tidak berubah namun, sistem C hanya
akan menghasilkan 80% dari pendapatan sistem B dan penjualan headset akan turun 10%.
Rasio margin kontribusi sistem C adalah 50%, dan beban tetap langsung akan sama dengan
sistem B. Haruskah sistem B dihentikan dan digantikan oleh sistem C?


==0==


Sherwood Company saat ini memproduksi suku cadang Z911 sebanyak 40.000 unit setiap
tahun. Suku cadang digunakan dalam produksi beberapa produk yang dibuat oleh Sherwood.
Biaya per unit untuk Z911 adalah:

Bahan baku langsung $ 9,00
Tenaga kerja langsung 3,00
Overhead variabel 2,50
Overhead tetap 4,00
Total $18,50

Semua biaya tetap adalah biaya tetap umum. Seorang pemasok luar telah menawarkan untuk
menawarkan untuk menjual suku cadang pada Sherwood seharga $16. Tidak terdapat
kegunaan alternatif untuk fasilitas yang saat ini digunakan untuk memproduksi suku cadang
tersebut.

Pertanyaan:
1. Haruskah Sherwood Company membuat atau membeli suku cadang Z?
2. Berapakah jumlah tertinggi yang seharusnya dibayar oleh Sherwood pada pemasok luar?
3. Jika Sherwood membeli suku cadang, berapa banyakkah pendapatan meningkat atau
menurun?

Manajer PT Aman Sentausa sedang meninjau suatu program perbaikan berkelanjutan untuk
kegiatan operasinya. Data satu tahun dari salah satu pabriknya. yang berkaitan dengan output.
energi. dan bahan baku disajikan sebelum dan sesudah implementasi program tersebut
adalah:

Sebelum Sesudah
Output (unit) 75.000 78.375
Energi (kuantitas yang digunakan) 12.000 13.062.5
Bahan baku (kuantitas yg digunakan) 9.375 9.500
Harga energi (per unit) Rp10.000.- Rp10.500.-
Harga Bahan baku (per unit) Rp25.000.- Rp26.000.-
Harga jual per unit Rp4.750.- Rp5.000.-
Diminta:
1. Hitung ukuran produktivitas parsial untuk energi dan bahan baku sebelum dan sesudah
implementasi program. Apakah produktivitas meningkat?
2. Hitung pengukuran produktivitas keterkaitan laba. Berapa kenaikan laba yang terjadi
berkenaan dengan produktivitas?
3. Hitung komponen pemulihan harga sesudah implementasi program. Jelaskan maknanya!

Analsis Diferensial
Danelle, Inc. Memproduksi empat produk (Alpha, Beta, Gamma, dan Delta) dari biaya
bersama. Biaya bersama untuk satu bulan adalah sebagai berikut:
Bahan baku langsung $128.000
Tenaga kerja langsung 56.000
Overhead 80.000
Pendapatan satu bulan untuk masing-masing produk adalah: Alpha sebesar $130.000, Beta
$93.000, Gamma $30.000, dan Delta $40.000

Manajemen sedang mempertimbangkan untuk memproses lebih lanjut produk Delta yang
akan meningkatkan harga jualnya menjadi $73.700. Akan tetapi, untuk memproses lebih
lanjut produk Delta, perusahaan harus menyewa beberapa perlengkapan khusus dengan biaya
$15.400 per bulan. Bahan tambahan dan tenaga kerja langsung untuk memproses lebih anjut
senilai $8.500 per bulan..

Diminta:
1. Berapakah laba operasional yang diperoleh keempat produk untuk satu bulan?
2. Haruskah divisi memproses lebih lanjut produk Delta lebih lanjut atau menjual langsung
setelah titik pisah (splitt off)?
3. Apakah pengaruh keputusan tersebut terhadap laba operasional untuk satu bulan?


Harga Transfer
Adler Industries adalah perusahaan yang terintegrasi secara vertikal dengan beberapa divisi
yang beroperasi sebagai pusat-pusat laba yang terdesentralisasi. Divisi Sistem Adler
membuat instrumen ilmiah dan menggunakan produk dari dua divisi Adler lainnya. Divisi
Papan membuat papan sirkuii cetak (printed circuit/PCB). Satu dari model PCB dibuat secara
khusus untuk Divisi Sistem dengan mengunakan desain yang diminta, sementara model yang
tidak terlalu rumit dijual pada pasar luar. Produk Divisi Transistor dijual dalam pasar
persaingan yang telah berkembang dengan baik. Namun, ada satu model transistor yang juga
digunakan oleh Divisi Sistem. Biaya per unit produk yang digunakan oleh Divisi Sistem
adalah sebagai berikut:
PCB Transistor
Bahan Baku Langsung $2,50 $0,80
Tenaga Kerja Langsung 4,50 1,00
Overhead Variabel 2,00 0,50
Overhead Tetap 0,80 0,75
Total Biaya $9,8 $3,05
Divisi Papan menjual produk komersialnya pada biaya penuh plus 25% markup dan yakin
bahwa papan yang dibuat untuk Divisi Sistem akan terjual seharga $12,25 per unit di pasar
luar. Harga pasar transistor yang digunakan oleh Divisi Sistem adalah $3,70 per unit. Semua
divisi masih terdapat kapasitas disa yang bisa digunakan untuk memenuhi permintaan divisi
lainnya.

Diminta:
1. Berapakah harga transfer minimum untuk Divisi Transistor? Berapakah harga trasfer
maksimum untuk transistor bagi Divisi Sistem?
2. Divisi Papan dan Sistem telah bernegosiasi untuk harga trasfer sebesar $11 per papan sirkuit
cetak/PCB. Bagaimana dampak yang akan terjadi dari harga tranfer ini pada tiap divisi
tersebut?

Biaya Mutu
Kontroler dari Golden Company telah menghitung biaya kualitas dengan persentase dari
penjualan untuk lima tahun terakhir (tahun 2004 merupakan tahun pertama perusahaan
mengimplementasikan program peningkatan kualitas). Persentase biaya kualitas tersebut
adalah sebagai berikut:


Pencegahan Penilaian
Kegagalan
Internal
Kegagalan
Eksternal
Total
2004 3% 4% 9% 13% 29%
2005 4% 5% 8% 11% 28%
2006 5% 6% 6% 8% 25%
2007 6% 5% 4% 6% 21%
2008 7% 2% 1% 2% 12%

Diminta:
1. Buatlah grafik ren untuk total biaya kualitas. Berilah komentar mengenai hal yang harus
diperlihatkan oleh grafik berkaitan dengan keberhasilan program peningkatan kualitas.
2. Buatlah grafik yang memperlihatkan tren dari masing-masing kategori biaya kualitas. Hal
apakah yang disampaikan oleh grafik itu berkenaan dengan keberhasilan program
peningkatan kualitas?
3. Apakah grafik demikian memberi lebih banyak penjelasan daripada grafik tren biaya total?
Hal apakah yang bisa disimpulkan dari grafik berkenaan dengan distribusi biaya kualitas pada
tahun 2004? 2008?

===0===