Anda di halaman 1dari 5

Perencanaan Teknis Jalan Paket Nabire I I V - 1 III - 1

BAB 4


KONSEP PENANGANAN DESAIN

4.1 Konsep Desain Penanganan Masing masing Segmen
Pada setiap perencanaan, perencana terlebih dahulu harus mengetahui konsep dari desain
yang akan dilaksanakan , sesuai dengan karakteristik daerah yang direncanakannya ,
dalam hal ini terdapat dua segmen dengan karakteristik masing masing desain yang
berbeda.
Selanjutnya akan diuraikan konsep desain dari masing masing segmen.
- Segemen 1 Ruas Napan Lagari Botawa Km 59+700 88+700 (29 Km )
Segmen 59+700 72+700 Pada segmen 1 ini setelah di identifikasi terdapat
beberapa hal yang harus ditangani seperti pada Km 59+700 72+700 yang
merupakan daerah rendah / pedataran , posisi jalan di segmen ini berdekatan
dengan pantai dan Sungai Musairo dan Sungai Tobo sepwerti terlihat dalam ilustrasi
di bawah ini
Perencanaan Teknis Jalan Paket Nabire I I V - 2 III - 2


Adapun konsep penanganan dari segmen Km 59+715 72+700 antara lain dengan
meninggikan badan jalan , menambah cross drain pada lokasi yang tepat ,
selanjutnya pembahasan mengenai detail perencanaanan nya akan dibahas pada
laporan antara .

Segemen Km 72+700 79+200 , pada segmen ke 2 yang merupakan penanganan
pembangunan jalan baru , terlebih dahulu pada peta kerja dibuatkan rencana
jembatan S Lagari sehingga trase yang di rencanakan tidak melewati sungai dua kali
, adapaun rencana trase dan posisi rencana jembatan adalah seperti pada gambar di
bawah ini
Perkiraan area ruas jalan
terdampak aliran sungai dan
pasang surut
Perencanaan Teknis Jalan Paket Nabire I I V - 3 III - 3















Adapun konsep penanganan dari segmen Km 72+700 79+200 , karena masih
dalam Daerah Aliran Sungai yang sama dan cenderung datar , maka jalan yang
direncanakan harus lebih tinggi dari permukaan banjir periode 10 tahunan , sehingga
jalan yang dibangun tidak akan tergenang banjir , begitu pula perencanaan cross
drain pada lokasi yang tepat dan pendimensian saluran samping yang sesuai dengan
analisa perhitungan hidrologi, Selanjutnya analisa tersebut akan dibahas pada
laporan antara
Segemen Km 79+200 85+800 , pada segmen ke 3 adalah trase yang melewati
Ruas yang dibangun ZIPUR V , dari kondisi visual di lapangan masih terdapat
beberapa tempat kondisi eksisting alinemen vertikal dengan grid diatas 15 % dan
juga alinemen horizontal yang belum memenuhi syarat sebagai jalan nasional ,
sehingga dalam perencanaan terdapat penanganan perbaikan alinemen horizontal
maupun alinemen vertikal dan perencanaan bangunan pelengkap seperti talud atau
bronjong.
Rc Trase
Rc Jembatan
Legari
Perencanaan Teknis Jalan Paket Nabire I I V - 4 III - 4




Gambar : Grid tinggi pada segmen Km 79+200 85+800












Gambar : Penanganan Ruas yang dikerjakan ZIPUR Km 79+200 85+800










Segemen Km 85+800 88+700 , pada segmen ke 4 yang merupakan penanganan
pembangunan jalan baru , yaitu setelah melewati S Siriwo adalah merupakan daerah
rendah yang rawan tergenang banjir dari pengaruh meluapnya S Siriwo , dari
pemikiran tersebut , maka jalan yang direncanakan harus lebih tinggi dari permukaan
banjir periode 10 tahunan , sehingga jalan yang dibangun tidak akan tergenang
banjir , begitu pula perencanaan cross drain pada lokasi yang tepat dan
pendimensian saluran samping yang sesuai dengan analisa perhitungan hidrologi,
Selanjutnya analisa tersebut akan dibahas pada laporan antara
Perencanaan Teknis Jalan Paket Nabire I I V - 5 III - 5


- Segemen 2 Nabire Beduduipa Km 10+000 14+000
- Segemen Km 10+000 14+000 merupakan segmen ruas jalan nasional yang telah
terbangun sejak 10 tahun yang lalu , dan saat ini telah berfungsi dengan baik
sebagai infrastruktur penghubung antara Kota Nabire dan daerah Kabupaten
khusunya beberapa kabupaten pemekaran di pegunungan tengah , karena
mengingat vitalnya ruas ini , sehingga dirasa perlu untuk membenahi ruas Nabire
Bedudipa ini, termasuk segmen Km 10+000 14+000 , dimana kondisi eksisting
jalan mempunyai lebar jalan 5 m , dengan perkerasan HRS , kondisi geometrik jalan
banyak berkelok kelok , dengan tikungan tajam , atau dalam hal ini dari faktor
kenyamanan jalan jauh dari kenyamanan , sehingga dirasa perlu untuk memperbaiki
alinemen horizontal di beberapa tempat , demikian juga kapasitas jalan yang
semakin meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan ekonomi di wilayah
pegunungan , sehingga dirasa perlu untuk menambah lebar dari lajur lalu lintas.
- Penanganan tata salir juga penting mengingat kestabilan tanah di ruas ini sangat
rawan longsor sehingga penataan saluran drainase dan cross drain harus ditangani
dengan baik , untuk mencegah kemungkinan terjadinya longsor yang lebih sering
frekwensinya