Anda di halaman 1dari 1

Penulis : Nitya Prasanta

Fakultas : Kedokteran
Program Studi : S1 Pendidikan Dokter
IPK : 0.00
Pembimbing I : Jimmy Yanuar Annas,dr,Sp.OG
Pembimbing II : Dr.Budi Utomo,dr, M.Kes
Abstrak :
Latar belakang:
Beberapa tahun terakhir ini angka kejadian seksio sesarea meningkat di dunia, tak terkecuali Indonesia.
Meningkatnya permintaan tersebut disebabkan oleh peningkatan kualitas manajemen seksio sesarea,
sehingga memperkecil risiko komplikasi yang mengancam kehidupan ibu dan janinnya.
Penelitian ini membandingkan gambaran seksio sesarea dan persalinan pervagina spontan mana yg lebih
berisiko menimbulkan komplikasi. Dalam hal ini yang diutamakan adalah seksio sesarea elektif,di mana
terjadi indikasi obstetri namun pasien telah mendapatkan perawatan pre-operatif yang baik sebelumnya.
Subjek dan Metode:
Data diperoleh dari dokumen rekam medik pasien pascabersalin dengan cara seksio sesarea elektif dan
pervagina spontan yang ada di RSU Dr.Sutomo dari tanggal 1 Januari 2009 sampai 30 Juni 2009. Jenis
Penelitian ini bersifat studi observasional jenis deskriptif, yaitu mengetahui komplikasi yang telah dialami
oleh pasien pascapersalinan pada seksio sesarea elektif dan pervagina spontan dari data yang tertulis di
rekam medik.
Hasil:
Komplikasi maternal: angka presentase kompliksi maternal lebih tinggi pada seksio sesarea elektif
daripada persalinan pervagina spontan, dengan rincian sebagai berikut: 1) Pendarahan pascapersalinan:
Frekuensi terjadinya pendarahan pascapersalinan: 100% pada seksio sesarea elektif dan 19,7% pada
pervagina spontan. Jumlah rata-rata pendarahan: 312ml pada seksio sesarea elektif dan 153 ml pada
pervagina spontan. Jumlah maksimum pendarahan: 1000ml pada seksio sesarea elektif dan 300ml pada
pervagina spontan, 2) Tambahan antibiotik: 20% pada seksio sesarea elektif, dan 15% pada pervagina
spontan.
Komplikasi neonatus: angka persentase komplikasi neonatus lebih tinggi pada persalinan pervagina
spontan daripada seksio sesarea elektif, dengan rincian sebagai berikut: 1)normal (Apgar score 7-10)
87,5% pada seksio sesarea elektif dan 84,2% pada pervagina spontan. 2) asfiksia ringan-sedang, 7,5
%pada seksio sesarea elekttif dan 10,5% pada pervagina spontan. 3) asfiksia berat 5% pasa seksio sesarea
elektif dan 5,2% pada pervagina spontan
Keyword :
komplikasi, seksio, sesarea, pervagina, spontan
Page 1