Anda di halaman 1dari 5

contoh skripsi sosiologi tentang kehidupan waria ala esa and friends

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Waria adalah singkatan dari Wanita pria, Waria atau yang sering kita sebut banci dalam
sehari-hari merupakan salah satu penyimpangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Waria? Terkadang kita tidak asing mendengar kata itu,karena sering menjadi perbincangan
masyarakat. Bagaimana mungkin seorang pria berprilaku seperti layaknya seorang wanita,hal
itu sangat tidak wajar.Karena Tuhan hanya menciptakan dua gender yaitu PRIA dan
WANITA.Dengan segala kelebihan dan kodratnya masing-masing. Tapi coba kita lihat secara
fisik dari para waria?? Terlihat aneh mungkin untuk sebagian masyarakat, bahkan sebagian
orang memandang sebelah mata terhadap kaum waria tanpa melihat sisi kehidupan lain dari
para waria tersebut.
Sebenarnya kita tidak sepantasnya memandang mereka secara rendah, karena sebenarnya
mereka pun memiliki sisi kehidupan yang lain yang mungkin tidak dapat kita rasakan sebagai
manusia normal. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari seorang waria, contohnya saja kita
bisa mengambil hikmah bahwa seorang manusia tidak ada yang sempurna, sekali pun
manusia tersebut terlihat bijaksana dimata manusia lainnya. Percaya atau pun tidak menjadi
seorang waria pun membutuhkan pengorbanan baik dalam segi fisik terlebih lagi mental.
Kehidupan waria sebenarnya termasuk kedalam perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang
sering disebut deviasi sosial. Perilaku menyimpang merupakan segala bentuk tutur kata atau
perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Segala hal yang
bertentangan dengan peraturan akan dianggap sebagai perilaku menyimpang.
Kemungkinan besar waria atau banci biasa dibilang memiliki kekurangan yang bersumber
pada faktor-faktor ekonomis,biologis,biopsikologis dan kebudayaan sosial.
Dari faktor ekonomis masalah sosial itu sendiri biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan
seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup sendiri maupun keluarganya secara layak.
Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor budaya menunjukan adanya ketidaksesuaian
pelaksanaan nilai,norma,dan kepentingan sosial akibat adanya proses perubahan sosial dan
pola masyarakat heterogen/multikultural. Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor
biologis dan ketidakstabilan kondisi biologis masyarakat. Masalah sosial yang disebabkan
oleh faktor sosial biasanya dipengaruhi oleh faktor sosial terjadi akibat nilai dan norma tidak
diakomodasi dalam setiap perilaku individu.nilai sosial adalah prinsip standar atau
kualitasnilai sosial adalah prinsip standar atau kualitas yang berharga dan diinginkan oleh
orang atau masyarakat yang memegangnya. Nilai merupakan kumpulan sikap dan perasaan
yang diwujudkan melalui perilaku sosial yang dianggap baik dan bersifat abstrak.
Berdasarkan ciri-cirinya nilai terbagi atas nilai dominan,nilai instrumental dan nilai yang
mendarah daging. Sedangkan norma adalah petunjuk atau patokan perilaku yang pantas dan
dibenarkan dalam menjalani interaksi sosial disuatu masyarakat tertentu. Pelanggaran
terhadap norma sosial akan dikenai sanksi. Norma merupakan bentuk konkret/nyata dari nilai
sosial yang ada dalam masyarakat. Jenis-jenis norma sosial yaitu
cara(usage),kebiasaan(folkways),tata kelakuan(mores),adat istiadat(customs),dan
hukum(laws).
Berdasarkan sanksinya norma terbagi menjadi tiga yaitu Norma Agama,Norma
Kesusilaan,dan Norma Kesopanan. Pelanggaran norma agama akan mendapat sanksi berupa
dosa sedangkan pelanggaran norma kesusilaan dan kesopanan akan dikucilkan dan dicemooh.
Tidak sepenuhnya kita dapat menyalahkan seseorang untuk mengambil jalan hidup sebagai
waria yang melanggar kodrat Tuhan, karena banyak factor yang membuat mereka seperti itu,
entah dalam segi ekonomi, atau memang dari pengaruh gen sejak lahir, pergaulan,
pendidikan, agama, sosial, dan budaya. Apabila sudah seperti itu, apakah masih kita tega
men-judge para kaum waria sebagai kaum rendahan yang menjadi sampah masyarakat??
Sebagai sesama mahkluk Tuhan yang memiliki akal pikiran, seharusnya kita bias lebih saling
menghargai sesama apapun perbedaannya, atas dasar perasaan prikemanusiaan. Apapun
alasannya tidak ada yang bisa mendorong kita untuk berprilaku sedemikian rupa terhadap
para waria. Karena, menerima ataupun tidak, kaum waria memang ada dan tidak bisa kita
pisahkan dari bermasyarakat.
Cacian dan pelecehan pun memang tidak pula sepenuhnya kesalahan dari orang-orang yang
tidak bertanggung jawab karena terkadang para waria trsebut pun biasa menjadikan dirinya
rendah entah karena citra yang telah melekat selama ini atau tidak. Tapi, bukankan tidak
semua waria seperti itu, sekali lagi tidak ada alasan kita untuk menganggap rendah para
waria, masih banyak cara lain untuk memberikan pelajaran terhadap para waria tersebut.
Rangkulan hangat dan memnsosialisasikan dampak, bahaya, juga resiko melakukan
hubungan sex secara bebas dan tidak sehat yang mungkin dilakukan para waria ketika
menjajakan dirinya, bisa menjadi satu cara kita untuk lebih menghargai dari para waria
tersebut bahkan lebih dari menghargai kita dapat menarik waria tersebut dari bahaya penyakit
kelamin sebagai resiko dari pekerjaan mereka tersebut.
Mengungkap sisi kehidupan para waria dan dampak negative juga dampak positif terhadap
masyarakat sekitar melatar belakangi kami, untuk meneliti hal tersebut. Karena menurut kami
hal tersebut menarik untuk diungkapkan sebagai fenomena penyimpangan sosial
dimasyarakat yang belum bisa ditemukan solusi dan pemecahan masalah tersebut. Mengingat
fenomena waria yang ada dimasyarakat sering menjadi buah bibir masyarakat yang selalu
hangat untuk dibicarakan.
Menjadi lebih menarik ketika kita bisa melihat dan terjun langsung untuk melihat kehidupan
para waria tersebut , karena kita dapat lebih mengerti dan mendapatkan pelajaran dari hal
yang telah kami teliti,bahkan kita bisa lebih menghargai pekerjaan mereka.

Responden yang bersedia untuk kami wawancarai merupakan dua orang waria dan
masyarakat sekitar. Hal menarik yang bisa kita ambil dari penelitian ini yaitu saat
berbincang-bincang dengan responden, walaupun pada awalnya kami ragu untuk
mengungkapkan maksud dan tujuan kami tetapi perbincangan dengan responden berlangsung
hangat dan mengasyikan, responden bersedia untuk membicarakan latar belakang
kehidupannya dan bersedia pula untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan
terhadap responden. Beruntung responden sangat membantu dalam penyelesaian observasi
yang kami buat sehingga kami dapat menkaji ulang dan mengolah data-data yang kami buat
secara lebih mendalam.
Banyak hal yang dapat kita pelajari dari observasi penelitian dan wawancara yang kita
lakukan bersama responden, dengan seperti itu kami dapat lebih mengetahui dan mengerti
dengan apa yang terjadi pada seorang waria, dan kami pun lebih tahu bagaimana seharusnya
kami memperlakukan, menghargai seorang waria.
Tidak salah kami mengangkat tema ini dan tidak salah pula kami memilih mereka sebagai
responden kami, karena kami bisa mendapatkan data yang akurat, dengan mendapatkan data
hasil dari wawancara kami bersama para respondens. Semua tata kehidupan para waria yang
menyimpang dalam kehidupan sehari-hari dan interaksi terhadap para masyarakat sekitar
sangat menarik keterkaitannya satu sama lain, untuk kami kupas dan kami bahas secara lebih
mendalam tentang interaksi kehidupan mereka.
Dan hal yang pula melatar belakangi kami membuat observasi mengenai tema
tersebut adalah kami ingin meneliti jenis penyimpangan sosial apa sajakah yang dapat
disebabkan dari para waria tersebut. Sikap antisosial (tindakan asosial) merupakan sikap
melawan morma kebiasaan (folksways) dan menentang kepentingan umum. Jika dikaitkan
jenis perilaku menyimpang menurut soerjono soekanto(sosiolog indonesia) menyatakan
bahwa perilaku para waria ini masuk dalam kategori jenis penyimpangan antikonformitas
yang merupakan pelanggaran nilai dan norma sosial secara berulang-ulang dan dilakukan
dengan sengaja di suatu lingkungan.
Pengendalian sosila merupakan alat atau cara yang digunakan masyarakat secara
konprehensif untuk mengatur perilaku anggotanya agar sesuai dengan aturan, nilai, dan
norma sosial. Sarana , upaya, serta cara yang dilakukan oleh masyarakat pun untuk mengatasi
penyimpangan sosial megenai waria-waria tersebut juga menjadi latar belakang kami untuk
mengobservasi hal tersebut.
Dan kami pun ingin mengetahui apakah masalah tersebut bisa diselesaikan dengan cara
konsoliasi, mediasi, arbitrase, adjudication, koersi, atau pun tidak.

B. PERUMUSAN MASALAH
Dalam penelitian yang kami lakukan yang berjudul Pengaruh dan dampak waria terhadap
masyarakat dilingkungan sekitar gang masjid At-taqwa kami akan membahas dan pengupas
masalah yang terjadi pada waria dan pengaruhnya terhadap masyarakat dalam bentuk
pertanyaan yang akan mengarah kepada penjelasan adalah sebagai berikut :
A. Apakah pengaruh dan dampak yang ditimbulkan waria terhadap masyarakat
dilingkungan sekitar gang masjid At-taqwa?

C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan kami mengadakan penelitian adalah sebagai berikut :
* Untuk mengetahui pengaruh dan dampak apa saja yang ditimbulkan oleh waria yang
meliputi :
* Meneliti pengaruh dan dampak waria
* Meneliti pengaruh dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar gang masjid At-taqwa
* Untuk mencari tahu serta mengenali masalah masalah yang ditimbulkan oleh waria
terhadap masyarakat sekitar gang masjid At-taqwa
* Agar kami memahami dan mengetahui tentang waria
* Agar kami mengetahui ada atau tidaknya masalah masalah yang ditimbulkan waria .
* Mendeskripsikan fenomena dalam masyarakat
* Menjelaskan hubungan antarfenomena terutama hubungan sebab akibat
* Meramalkan fenomena yang akan terjadi
* Menemukan pengetahuan baru
* Menguji kebenarannya yang telah ada

D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat dari penelitian yang kami lakukan yang berjudul Pengaruh dan Dampak Waria
terhadap Masyarakat Sekitar Gang Masjid At-taqwa adalah dengan kami melakukan
penelitian ini kami dan masyarakat luas dapat mengetahui tentang sisi lain dari seorang
WARIA . selain itu kita semua dapat mengetahui dampak negatif dan dampak positif dari
seorang WARIA . agar semua orang bisa menghargai dan tidak memandang rendah
seorang WARIA .

E. KERANGKA TEORI
Kerangka teori disebut juga dengan Kerangka Pikir atau Landasan Teori adalah kesimpulan
dari tinjauan pustaka yang berisi tentang konsep konsep teori yang dipergunakan atau
berhubungan dengan penelitian yang akan dilaksanakan dimaksudkan untuk memberikan
gambaran atau batasan batasan tentang teori teori yang dipakai sebagai landasan penelitian
yang akan dilakukan menurut kamus bahasa indonesia Poerwadarminta, TEORI adalah
Pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai suatu peristiwa ( kejadian )
dan asas asas ,hukum hukum umum yang menjadi dasara suatu kesenian atau ilmu
pengetahuan pendapat cara cara & aturan aturan untuk melakukan sesuatu .
Waria adalah seseorang pria yang ingin menjadikan dirinya menjadi seorang wanita untuk
memenuhi kepuasan dirinya guna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak menentu
dan dikarenakan perekonomian mereka yang masih sangat minim sehingga membuat mereka
untuk melakukan hal tersebut .
Namun pada saat sekarang ini masih banyak kaum waria yang dapat kita temui di lingkungan
masyarakat sekitar sehingga membuat sebagian masyarat ada yang tidak menyukainya dan
adapula sebagian masyarakat yang menyukainya . dan hal ni menimbulkan berbagai macam
masalah yang akan kita angkat dalam pembahasan selanjutnya .

F. HIPOTESIS
Hipotesis adalah dugaan sementara atau kesimpulan sementara .
Diadalam penelitian kami yang berjudul pengaruh dan dampak waria terhadap masyarakat
sekitar lingkungan gang masjid at-taqwa . sementara ini kami dapat menarik hipotesis atau
kesimpulan sementara tentang seberapa pengaruh yang ditimbulkan waria terhadap
masyarakat sekitar . dimana dalam hal ini kami sudah meneliti objek penelitian terhadap
waria yang ada dilingkungan sekitar gang mesjid at-taqwa.
Metode penelitian yang kami persiapkan adalah metode penelitian dengan cara kuantitatif.
Dimana kami langsung mengobservasi waria yang ada dilingkungan sekitar gang mesjid at-
taqwa dasn masyarakat disekitarnya. Kami mengobservasi dua orang waria dengan cara
diberikan beberapa pertanyaan. Kami memilih untuk mengobservasi secara langsung karena
melihat kondisi yang tidak memungkinkan untuk membuat angket, jadi kami langsung
mengambil responden waria dan masyarakat sekita untuk menjawab pertayaan yang kami
persiapkan. Melalui pertayaan-pertanyaan yang dijawab oleh responden, kami menemukan
beraneka ragam pendapat dan jawaban yang berbeda-beda, dan nantinya jawaban-jawaban
tersebut akan dapat kami simpulkan secara lebih detail dan akurat. Di dalam ini kami juga
menggunakan hipotesis kerja yang menyatakan keterkaitan antar variable dalam penelitian.

G. DEFINISI KONSEP
Definisi konsep adalah sebagai penjabaran dari makna dari judul yang diangkat dalam
penelitian kami, definisi ini juga dmaksudkan agar tidak ada penyalahan arti dalam judul
yang diangkat sebagai tema dalam suatu penelitian.
Berdasarkan tema yang kami teliti yang berjudul Pengaruh dan Dampak Waria Terhadap
Masyarakat Sekitar lingkungan Mesjid At-taqwa , kami bermaksud menjelaskan kehidupan
sehari-hari dari para waria, juga pengaruhnya terhadap lingkungan masyarakat sekitar.

H. OPERASIONALISASI VARIABLE
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai. Dimana variabel penelitian yang
diturunkan menjadi indikator-indikator terukur.
Pada penelitian ini kami menggunakan variabel bebas. Yaitu, variable yang mempengaruhi
atau menjadi penyebab terhadap variabel lain.
Tema penelitan Pengaruh dan Dampak Waria Terhadap Masyarakat Sekitar Lingkungan
Gang Mesjid At-taqwa, yang menjadi variable terikat adalah pengaruh dan dampak waria.
Sedangkan yang menjadi variable bebas adalah terhadap masyarakat sekitar lingkungan gang
masjid at-taqwa.