Anda di halaman 1dari 2

Pengolahan Rumput Laut menjadi Karaginan

Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang dapat ditemukan
di wilayah pesisir dan laut. Sumber daya ini biasa diemukan di perairan yang
berhubungan dengan adanya terumbu karang. Rumput laut biasanya hidup di atas
substrat pasir atau karang mati. Rumput laut bisa diolah menjadi berbagai macam
produk olahan pangan, misalnya agar-agar, penghasil asam alginat dan kosmetik.
Produk olahan ini membuat rumput laut memiliki nilai tambah untuk dikonsumsi.
Produk olahan lain yang bisa dibuat dari rumput laut adalah karaginan.
Karaginan merupakan produk olahan dari rumput laut kering, dimana
karaginan merupakan senyawa hidrokoloid dari rumput laut yang sekarang cukup
penting bagi industri pangan. Biasanya karaginan dipasarkan dalam bentuk tepung
yang berwarna kekuning-kuningan sehingga mudah dilarutkan untuk membentuk
larutan kental atau gel. Dasar penggunaan karaginan dalam industri pangan adalah
kemampuannya untuk membentuk gel dengan ion-ion tertentu. Karaginan sebagai
hidrokoloid memiliki reaktifitas tinggi dengan makromolekul zat lain.
Berdasarkan struktur molekul dan ion sulfatnya karaginan dibedakan menjadi
3 macam, yaitu kappa-karaginan, iota-karaginan, dan lambda-karaginan.
Perbedaan ketiganya terdapat pada sifat gel dan reaksinya terhadap protein. Kappa-
karaginan menghasilkan gel yang kuat, kappa-karaginan dihasilkan dari rumput laut
jenis Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum. Iota-karaginan dihasilkan dari
rumput laut jenis Eucheuma spinosum dan membentuk gel yang halus dan mudah
dibentuk. Sedangkan lambda-karaginan dihasilkan oleh rumput laut jenis Eucheuma
cottonii,karaginan ini tidak dapat membentuk jeli tetapi berbentuk cair yang viscous.
Penggunaan karaginan diperkirakan sekitar 80% di bidang pangan, farmasi, dan
kosmetik. Pada industri makanan sebagai stabilizer, thickener, gelling agent, additive
atau komponen tambahan dalam pembuatan coklat, milk, pudding, instant milk,
makanan kaleng dan bakery. Sedangkan pada industri farmasi dan bidang-bidang
lainnya sebagai suspense, elmulsi, stabilizer dan masih banyak lagi.
Sementara untuk pengolahan rumput laut menjadi karaginan dilakukan dengan
ekstraksi panas dalam suasana basa. Tahap-tahap proses pengolahan karaginan secara
umum terdiri dari pencucian, perebusan/ekstradisi, penyaringan, pengendapan filtrat
dengan alkohol, pengeringan dan penepungan. Berikut akan diuraikan tahap-tahap
pengolahan karaginan tersebut:
Pencucian
Rumput laut yang akan diekstraksi dicuci dan dibersihkan dengan air untuk
menghilangkan pasir, garam, kapur, karang, potongan tali dan rumput laut jenis
lainnya yang tidak diinginkan.
Ekstraksi :
Rumput laut yang telah bersih kemudian direbus/diekstraksi dalam air dengan volume
40 - 50 kali berat rumput laut kering, pH air ekstraksi diatur dengan menggunakan
larutan NaOH sehingga diperoleh pH 8 - 9. Perebusan pertama dilakukan selama 30 -
60 menit pada suhu 90 - 95C. Rumput laut kemudian dihancurkan sehingga
berbentuk bubur rumput laut. Ekstraksi kedua dilakukan selama 2 sampai beberapa
jam tergantung jenis rumput Taut yang diekstraksi. Menurut Marine Colloid Inc untuk
rumput laut jenis Eucheuma cottonii dilakukan selama 18 jam, sedangkan untu jenis
Eucheuma spinosum dilakukan selama 3 jam.
Penyaringan :
Setelah proses ekstraksi selesai bubur rumput laut ditambah dengan filter aid (celite
atau tanah diatomae) dengan konsentrasi 3-4%. Penyaringan dilakukan dengan filter
press, dalam keadaan panas sehingga memudahkan penyaringan. Filtrat hasil
penyaringan kemudian ditambah dengan 0,05% NaC untuk memudahkan proses
pengendapan.
Pengendapan :
Pengendapan karaginan dilakukan dengan cara menuangkan filtrat ke dalam isopropyl
alkohol sambil diaduk-aduk selama 15 menit, sehingga terbentuk seratserat karaginan.
Perbandingan filtrat dan isopropyl alkohol yang digunakan adalah 1 : 2. Serat-serat
karaginan yang diperoleh kemudian direndam kembali dengan isoprpyl alkohol
selama 30 menit sehingga diperoleh serat karaginan yang lebih kaku.
Pengeringan dan Penepungan :
Serat-serat karaginan kemudian dikeringkan di dalam oven dengan suhu 60C
sampai kering, kemudian digiling sehingga diperoleh tepung karaginan.
Karaginan yang diperoleh dari hasil pengolahan ini mempunyai kadar air 8 -
12%, kadar abu 18 - 23%, Kadar abu tak larut asam : 1 - 2%, Kadar sulfat : 18 - 24
(kappa-karaginan) dan 22 - 32 (iotakaraginan) dan Viscositas : 20 - 180 Cps.
Mengenai perkiraan harga, harga dari rumput laut basah adalah sekitar 2-3 ribu rupiah
per kilogramnya, sedangkan harga rumput laut yang sudah dikeringkan berkisar
antara 10-12 ribu per kilogramnya. Namun apabila telah diproses menjadi karaginan,
maka harganya menjadi 9-10 USD (Rp. 90.000,00-Rp100.000,00) per kilogramnya.
Hal ini disebabkan, apabila telah diproses menjadi karaginan maka kegunaan dari
rumpu laut ini menjadi lebih banyak dan dapat diaplikasikan di berbagai bidang
kehidupan.

Anda mungkin juga menyukai