Anda di halaman 1dari 42

i

SAMBUTAN

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat dan hidayahNya serta kerja keras penyusun telah berhasil menyusun
Materi Penyuluhan yang akan digunakan bagi para penyuluh dan pelaku utama
maupun pelaku usaha. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada
para penyusun yang telah mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaganya, sehingga
materi ini siap untuk digunakan.
Materi Penyuluhan merupakan salah satu bagian yang penting dalam
penyelenggaraan suatu penyuluhan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik
dan tujuan dapat tercapai. Kami berharap materi ini akan memberikan kontribusi
yang positif terhadap pencapaian tujuan dari Penyelenggaraan Penyuluhan Kelautan
dan Perikanan.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan materi penyuluhan ini
masih banyak kekurangan. Kritik, usul, atau saran yang konstruktif sangat kami
harapkan sebagai bahan pertimbangan untuk penyempurnaannya di masa
mendatang.

Jakarta, Nopember 2011


Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan
dan Perikanan

ii

KATA PENGANTAR

Buku materi pokok penyuluhan ini berjudul Penangkapan Ikan dengan Rawai
Dasar merupakan informasi yang memuat tentang gambaran umum, klasifikasi,
kontruksi, cara pembuatan, metode pengoperasian, daerah penangkapan serta hasil
tangkapan.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyelesaian buku ini.






Jakarta, Nopember 2011

Yaser Krisnafi



iii

DAFTAR ISI


SAMBUTAN.................... i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI.. iii

DAFTAR GAMBAR. v

PENDAHULUAN 1
A Latar belakang. 1
B Deskripsi Singkat. 2
C Tujuan Pembelajaran.. 3
D Materi Pokok dan Sub Materi Pokok. 3

MATERI POKOK 1. 5
A Klasifikasi Rawai (longline) 5
B Indikator Keberhasilan 8
C Latihan.. 8
D Rangkuman.. 8
E Evaluasi Materi Pokok. 9
F Umpan Balik dan Tindak Lanjut 10

MATERI POKOK 2. 12
A Konstruksi Bagian-Bagian Rawai Dasar.. 12
B Indikator Keberhasilan 17
C Latihan 17
D Rangkuman.. 17
E Evaluasi Materi Pokok. 17
F Umpan Balik dan Tindak Lanjut. 19

MATERI POKOK 3. 20
A Operasi Penangkapan Ikan dengan Rawai Dasar (bottom long line).. 20
B Indikator Keberhasilan 27
C Latihan 27
D Rangkuman .. 28
iv

E Evaluasi Materi Pokok . 29
F Umpan Balik dan Tindak Lanjut . 30

PENUTUP. 32

KUNCI JAWABAN... 33

DAFTAR PUSTAKA 36

GLOSARIUM 37


v

DAFTAR GAMBAR


Gambar 1. Rawai permukaan ....................................................................................... 5
Gambar 2. Rawai pertengahan ..................................................................................... 5
Gambar 3. Rawai dasar ................................................................................................ 5
Gambar 4. Rawai tegak ................................................................................................ 7
Gambar 5. Rawai mendatar .......................................................................................... 7
Gambar 6. Konstruksi rawai dasar ................................................................................ 12
Gambar 7. Branch line .................................................................................................. 13
Gambar 8. Mata pancing ............................................................................................... 13
Gambar 9. Pelampung dan bendera ............................................................................. 14
Gambar 10. Pemberat ..................................................................................................... 14
Gambar 11. Swivel .......................................................................................................... 15
Gambar 12. Cara pembuatan .......................................................................................... 16
Gambar 13. Persiapan penangkapan .............................................................................. 20
Gambar 14 Setting ......................................................................................................... 22
Gambar 15. Hauling ........................................................................................................ 23
Gambar 16. Ikan kakap merah ........................................................................................ 24
Gambar 17. Ikan manyung .............................................................................................. 25
Gambar 18. Ikan cucut .................................................................................................... 25
Gambar 19. Cumi-cumi ................................................................................................... 26
Gambar 20. Ikan kembung .............................................................................................. 27



1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kegiatan penangkapan ikan adalah kegiatan yang sifatnya berburu, yang
dilakukan di laut guna menangkap ikan yang layak konsumsi. Berbagai jenis alat
tangkap telah dikembangkan untuk membantu mempermudah proses berburu di laut.
Alat tangkap dikembangkan dengan mengacu pada tingkah laku jenis ikan dan habitat
dimana ikan berada. Berdasarkan habitat dimana ikan berada, sumber daya ikan dapat
dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu ikan pelagis (permukaan) dan ikan demersal
(ikan dasar). Jenis-ienis ikan dasar, biasanya adalah ikan karnivora yang mempunyai nilai
ekonomis tinggi, seperti; ikan-ikan karang, kerapu, cucut, dsb. Sesuai dengan
karakteristik habitat dan tingkah laku ikan dasar, kemudian dikembangkan beberapa
alat tangkap, seperti; pancing, jaring dasar dan rawai dasar.
Pancing rawai dasar merupakan salah satu jenis alat tangkap dasar yang cukup
produktif. Disamping mudah dari sisi pengoperasiannya, alat tangkap ini juga relatif
murah dari sisi pembiayaannya. Sebagai akibatnya, alat tangkap pancing rawai dasar
cukup tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia.
Pengguna terbesar pancing rawai dasar adalah nelayan yang mempunyai
penghasilan menengah ke bawah, karena pancing rawai dasar memerlukan biaya yang
relatif kecil sehingga terjangkau oleh nelayan kecil. Sebagian besar pengguna pancing
rawai dasar adalah nelayan tradisional dan berpendidikan rendah.
Hasil tangkapan pancing rawai dasar, umumnya adalah ikan karnivora yang
mempunyai daging lezat. Disamping itu, mutu ikan yang tertangkap dengan pancing
juga mempunyai mutu yang lebih baik jika dibandingkan dengan alat tangkap lain.
2

Sehingga ikan-ikan hasil tangkapan pancing rawai dasar mempunyai harga yang relatif
mahal dibandingkan dengan jenis hasil tangkapan lainnya. Hasil tangkapan pancing
rawai dasar selain dijual ke restoran-restoran sea food, juga diperuntukkan untuk
komoditas ekspor.
B. Deskripsi Singkat
Pancing rawai dasar atau dalam bahasa asingnya adalah long line, adalah alat
tangkap yang terdiri dari rangkaian tali-temali yang disambung-sambung sehingga
merupakan tali yang panjang dengan beratus-ratus tali cabang. Ayodhyoa (1981)
menyatakan bahwa alat tangkap rawai dasar terdiri dari tali utama (main line), tali
cabang (branch line), tali pelampung, bendera, pelampung tali pancing, pancing
dan tali-temali lainnya. Prinsip kerja dari pancing rawai dasar adalah memikat ikan
untuk memakan umpan pada mata pancing yang merupakan perangkap bagi target
tangkapan.
Penggunaan teknologi untuk mengoperasikan pancing rawai dasar relatif
masih sederhana. Pengembangan teknologi dapat diterapkan dalam proses
pemasangan pancing atau penggulungan pancing. Mengingat pancing ulur
menggunakan tali pancing yang panjang, maka dalam proses pemasangannya
(setting) sering terjadi kecelakaan ketika tali pancing utama kusut. Demikian juga dalam
proses penarikannya, tidak jarang karena ikan terjerat di tali pancing, tali pancing
juga kusut. Untuk mengatasinya, biasanya digunakan line hauler.




3

C. Tujuan Pembelajaran

1. Kompetensi Dasar
Peserta diharapkan mampu menjelaskan pengoperasikan alat tangkap rawai
dasar, dan mengusai teknik penangkapannya.

2. Indikator Keberhasilan
Peserta diharapkan dapat menerapkan metode penangkapan ikan dengan
menggunakan rawai dasar

D. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok

Materi Pokok 1, Klasifikasi Rawai (long line)
A. Klasifikasi Rawai
B. Indikator Keberhasilan
C. Latihan
D. Rangkuman
E. Evaluasi Materi Pokok 1
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Materi Pokok 2, Konstruksi Bagian-Bagian Rawai Dasar
A. Konstruksi
B. Indikator Keberhasilan
C. Latihan
D. Rangkuman
E. Evaluasi Materi Pokok 2
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Materi Pokok 3, Operasi Penangkapan Ikan dengan Rawai Dasar ( bottom long line)
4

A. Operasi Penangkapan dengan Rawai Dasar (bottom long line)
B. Indikator Keberhasilan
C. Latihan
D. Rangkuman
E. Evaluasi Materi Pokok 3
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut





















5

MATERI POKOK 1
KLASIFIKASI RAWAI (LONG LINE)


A. Klasifikasi Rawai (long line)
Rawai (long line) terdiri dari rangkaian tali utama dan tali pelampung, dimana
pada tali utama pada jarak tertentu terdapat beberapa tali cabang yang pendek dan
berdiameter lebih kecil dan di ujung tali cabang ini diikatkan pancing yang berumpan.
Rawai dapat diklasifikasikan berdasarkan letak pemasangan pada saat
pengoperasian, berdasarkan susunan mata pancing dan berdasarkan ikan sebagai
tujuan hasil tangkapan. Adapun klasifikasinya sebagai berikut;
1. Berdasarkan letak pemasangan pada saat pengoperasian yaitu:
a. Rawai permukaan (surface long line)
b. Rawai pertenggahan (sub surface long line)
c. Rawai dasar (bottom long line)


Gambar 1. Rawai permukaan
6



Gambar 2. Rawai pertengahan

Gambar 3. Rawai Dasar

2. Berdasarkan susunan mata pancing pada tali utama yaitu :
a. Rawai tegak (vertikal long line)
b. Rawai mendatar (horizontal long line)




7


Gambar 4. Rawai tegak


Gambar 5. Rawai mendatar

3. Berdasarkan jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan yaitu :
a. Rawai tuna (tuna long line)
b. Rawai albakora (albacore long line)
c. Rawai kakap dan lain sebagainya

Materi ini hanya membahas secara lebih mendalam tentang rawai dasar
(bottom long line). Dalam satu satuan alat tangkap rawai dasar disebut dengan satu
8

basket, pada setiap basketnya terdiri dari : Tali utama (main line), Tali cabang
(branch line), pancing (hook), tali pelampung (buoy line) dan pelampung (buoy).
B. Indikator Keberhasilan
Peserta mampu memahami dengan benar tentang klasifikasi alat tangkap rawai
(long line)
C. Latihan
1. Sebutkan berapa macam rawai berdasarkan letak pemasangan pada saat
pengoperasiannya ?
2. Sebutkan berapa macam rawai berdasarkan jenis ikan yang menjadi tujuan
penangkapannya ?
3. Sebutkan berapa macam rawai berdasarkan susunan mata pancing pada tali
utama ?
D. Rangkuman
1. Rawai atau biasa disebut dengan long line dapat diartikan sebagai tali yang
panjang.
2. Rawai dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Berdasarkan letak pemasangan pada saat pengoperasian yaitu :
1) Rawai permukaan,
2) Rawai pertenggahan, dan
3) Rawai dasar.
b. Berdasarkan susunan mata pancing pada tali utama yaitu :
1) Rawai tegak,
9

2) Rawai mendatar .
c. Berdasarkan jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan yaitu:
1) Rawai tuna,
2) Rawai albakora,
3) Rawai kakap dan lain sebagainya
3. Dalam satu satuan alat tangkap rawai disebut dengan satu basket, pada setiap
basketnya terdiri dari : Tali utama (main line), Tali cabang (branch line), pancing
(hook), tali pelampung (buoy line) dan pelampung (buoy).
E. Evaluasi Materi Pokok
Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling tepat dengan
memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.
1. Rawai dasar biasa disebut dengan :
a. Long line
b. Bottom long line
c. Vertikal long line
d. Ordinary long line
2. Rawai pertenggahan biasa disebut dengan :
a. Long line
b. Bottom long lien
c. Sub surface long line
d. Vertikal long line
3. Rawai permukaan biasa disebut dengan :
a. Surface long line
b. Long line
c. Ordinary long line
10

d. Bottom long line
4. Dalam satu satuan alat tangkap rawai dasar disebut dengan :
a. Satu ikat
b. Satu blong
c. Satu keranjang
d. Satu basket
5. Rawai dasar memiliki tali cabang dalam satu basket sebanyak :
a. 4 6 buah
b. 2 3 buah
c. 1 4 buah
d. 10 15 buah

F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar,
kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk megetahui tingkat penguasaan
anda terhadap materi kegiatan belajar materi pokok 1.
Rumus :



Arti tingkat penguasaan yang anda capai :
90 % - 100 % : Baik sekali
80 % - 89 % : Baik
Tingkat Penguasaan = x 100%

11

70 % - 79 % : Cukup
69 % : Kurang
Bila tingkat penguasaan anda mencpai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke
kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar materi pokok 1, terutama pada
bagian yang belum anda kuasai.
















12

MATERI POKOK 2
KONSTRUKSI BAGIAN-BAGIAN RAWAI DASAR

A. Konstruksi Bagian Bagian Rawai Dasar
1. Bagian-Bagian Rawai Dasar (bottom long line)
a. Tali Utama (main line)
Main line terbuat dari bahan polyethylene (PE) 4 mm dan berukuran
panjang 100 m dalam 1 basket (keranjang tali).

Gambar 6. Konstruksi Rawai Dasar
b. Tali Cabang (branch line)
Terbuat dari bahan Nylon monofilament yang pada tiap ujungnya ditambah
wire 0,2 mm ( panjang 0,20 m ) sehingga total panjang tiap branch line 1,50
m dan dilengkapi dengan mata pancing serta diikat pada main line dengan
jarak 5 m.

13


Gambar 7. Tali Cabang (branch line)


c. Mata Pancing (hook)
Bahan mata pancing terbuat dari baja. Ukuran mata pancing ini adalah
nomor 6 (enam), 7 (tujuh) atau 8 (delapan).

Gambar 8. Mata Pancing

d. Pelampung dan Bendera Tanda
Pelampung terbuat dari plastik dengan daya apung sebesar 4,8 kg dan
tiang bendera tanda pada pelampung ini terbuat dari bambu dengan
panjang 1,50 m. Beberapa pelampung pada main line terbuat dari
potongan-potongan sandal.
14



Gambar 9. Pelampung dan Bendera

e. Pemberat
Pemberat dari batu seberat 10-15 kg dipasang pada tiap-tiap basket atau
unit alat tangkap.


Gambar 10. Pemberat







15

f. Kili kili (swivel)
Swivel atau kili-kili berfungsi sebagai penyambung antar main line agar satu
sama lain tidak kusut. Swivel ini terbuat dari besi/baja.





Gambar 11. Ki li ki l i (swi vel )

2. Cara Pembuatan
Setelah mempersiapkan main line, selanjutnya disiapkan juga tali
pelampung yang panjangnya 1 - 1 kali kedalaman perairan dan tali
pemberat. Tali-tali ini nantinya diikatkan pada ujung main line pada setiap
basket, branch line dipasang sepanjang main line dengan jarak antar branch
line 5 m. Pada ujung-ujung branch line diikatkan mata pancing.







16

Setiap unit rawai dasar yang telah selesai dibuat, disusun/dimasukkan
kedalam basket sehingga mudah untuk dioperasikan.





Gambar 12. Cara pembuatan
17


B. Indikator Keberhasilan
Peserta mampu memahami dengan benar tentang bagian-bagian dari rawai dasar
dan cara pembuatan alat tangkap rawai dasar.
C. Latihan
1. Sebutkan bagian-bagian dari rawai ?
2. Terbuat dari bahan apakah tali utama (main line) ?
3. Terbuat dari bahan apakah tali cabang (branch line) ?
4. Berapa ukuran mata pancing yang digunakan ?
5. Apakah fungsi dari kili-kili (swivel)

D. Rangkuman
1. Pada dasarnya rawai terdiri dari gabungan beberapa bagian yaitu : tali utama,
tali cabang utama, kili-kili, tali cabang tambahan, kawat baja, pancing, tali
pelampung, dan pelampung.
2. Setiap unit rawai dasar yang telah selesai dibuat atau disusun dimasukkan
kedalam basket sehingga mudah untuk dioperasikan.
E. Evaluasi Materi Pokok
Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling tepat dengan
memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.
1. Rawai Dasar (bottom long line) dibuat dari :
a. rangkaian tali temali dan pancing
b. rangkaian benang jaring
c. rangkaian kawat baja
d. rangkaian webbing
18


2. Sebutkan bagian-bagian utama Rawai Dasar (bottom long line)
a. Main line, tali utama, tali pembantu, skiyama, wire leader, pancing,
pelampung dan pemberat
b. Main line, branch line, swivel, skiyama, wire leader, hook, pelampung, tali
pelampung dan pemberat
c. Badan jaring, tali slambar, sayap, tali ris bawah, pelampung dan pemberat
d. Badan jaring, tali ris atas, tali ris bawah, tali guci, pelampung dan pemberat

3. Tali utama (main line) dibuat dari :
a. Polyethylene (PE)
b. Manila
c. Kapas
d. Serat hewani

4. Swivel dibuat dari :
a. Besi/baja
b. Timah
c. Kuningan
d. Baja anti karat

5. Berapakah daya apung dari pelampung :
a. 1,8 kg
b. 2,8 kg
c. 3,8 kg
d. semuanya salah

19

F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar,
kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk megetahui tingkat penguasaan
anda terhadap kegiatan blajar materi pokok 2.
Rumus :


Arti tingkat penguasaan yang anda capai :
90 % - 100 % : Baik sekali
80 % - 89 % : Baik
70 % - 79 % : Cukup
69 % : Kurang
Bila tingkat penguasaan anda mencpai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke
kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar materi pokok 2, terutama pada
bagian yang belum anda kuasai.





Tingkat Penguasaan = x 100%

20

MATERI POKOK 3
OPERASI PENANGKAPAN IKAN DENGAN RAWAI DASAR

A. Operasi Penangkapan Ikan Dengan Rawai Dasar (bottom long line)
1. Persiapan Penangkapan
Persiapan yang dilakukan adalah menempatkan unit alat tangkap
yang telah tersusun rapi dalam basket pada bagian buritan kapal. Disiapkan
pula pelampung dan pemberat yang masing-masing ditempatkan pada
posisi yang berdekatan dengan unit alat yang terdapat dalam basket,
demikian pula ikan-ikan umpan dan personal yang akan menangani
masing-masing bagian tersebut.



Gambar 13. Persiapan penangkapan




21

2. Cara Operasi Penangkapan
a. Setting
Setting (penurunan alat tangkap) dilakukan pada bagian buritan
kapal oleh 4 orang yang masing-masing menangani pekerjaan masing-
masing.
Orang pertama manangani pemasangan umpan pada mata
pancing yang sekaligus melempar branch line, orang kedua bertugas
mengulurkan/membuang main line, orang ketiga mempersiapkan tali-tali
pelampung, bendera dan pemberat serta basket dan orang keempat
mengemudikan kapal selama operasi berlangsung.
Setting diawali dengan merangkai ujung-ujung main line dengan tali-tali
pemberat dan tali-tali pelampung yang kemudian dilemparkan ke laut,
setelah itu diteruskan dengan mengulur main line dan melempar branch
line dan mata pancing yang telah dilengkapi umpan. Pada saat hampir
menyelesaikan penurunan satu basket rawai dasar, maka pada ujung
akhir dari main line basket pertama diikatkan lagi tali-tali yang telah
dilengkapi pemberat dan pelampung. Demikian seterusnya sampai
pada keseluruhan basket yang diperlukan (setting ini dilakukan dalam
keadaan kapal berjalan pelan dan tetap pada haluannya).

22


Gambar 14. Setting
b. Hauling
Hauling (menarik alat tangkap) dilakukan 2 jam setelah setting dan
dapat ditangani oleh 4 -5 orang.
Orang pertama dan kedua masing-masing melakukan penarikan
main line dan branch line yang sekaligus melepas ikan hasil tangkapan dari
mata pancing, orang ketiga menangani hasil tangkapan dan menyusun
23

serta merapikan alat tangkap pada masing-masing basket, orang keempat
rnengemudikan kapal (hauling ini dilakukan dalam keadaan kapal melaju
pelan).
Pekerjaan hauling diawali dengan menaikkan pelampung dan
pemberat yang diikuti dengan main line dan branch line serta
melepas/memungut hasil-hasil tangkapan. Pekerjaan ini dilakukan di haluan
kapal.


Gambar 15. Hauling


24

3. Daerah penangkapan
Daerah penangkapan (fishing ground) yakni pada perairan dengan
kedalalaman antara 30 - 75 m dengan dasar perairan lumpur campur pasir
(hal ini dapat diketahui dari peta laut atau dari nelayan yang berpengalaman)
atau didekat daerah perairan berkarang.
4. Hasil Tangkapan
Penangkapan dengan menggunakan rawai dasar dimaksudkan untuk
menangkap ikan kakap merah, manyung, serta cucut.
Hasil tangkapan pada pengoperasian rawai dasar sangat dipengaruhi
oleh:
a. Kepadapat gerombolan ikan di daerah penangkapan
b. Keadaan cuaca dan curah hujan
c. Jarak pancing yang satu dengan yang lain
d. Keadan jenis umpan

Gambar 16. Ikan Kakap Merah
25



Gambar 17. Ikan Manyung

Gambar 18. Ikan Cucut
5. Umpan
Umpan pada perikanan rawai dasar sangat diperlukan, umpan yang
digunakan adalah ikan segar beku, tetapi pada saat ini dipergunakan pula
umpan hidup yaitu dengan umpan bandeng.

Penggunaan umpan ikan segar harus memenuhi persyaratan yaitu:
26

a. Memiliki warna yang cerah dan mengkilat di dalam air, sehingga dapat
menarik perhatian ikan.
b. Mempunyai bau yang khas yaitu bau air laut (anyir).
c. Tahan terkait pad mata pancing selama di dalam air.
d. Mudah didapat dan tersedia dalam jumlah banyak.
e. Harga relatif murah.
f. Sirip tidak terlalu tebal tetapi kuat, punggung harus kuat.

Beberapa jenis ikan yang dapat dijadikan umpan yaitu : bandeng (chanos
chanos), lemuru (sardinella longiceps), Cumi-cumi (Loligo spp), Kembung
(Rastrelliger spp), Layang (Decapterus spp). Umpan dapat dipasang pada celah
tutup insang, mata, mulut, sirip pungung pertama, badan, ekor ataupun bagian
lainnya.


Gambar 19. Cumi-Cumi

27


Gambar 20. Ikan Kembung
B. Indikator Keberhasilan
Peserta mampu memahami dengan benar operasi penangkapan ikan dengan
menggunakan rawai dasar.
C. Latihan
1. Sebelum operasi penangkapan apa saja yang harus dipersiapkan ?
2. Sebutkan dan jelaskan bagaimana setting rawai dasar dilakukan ?
3. Sebutkan syarat umpan segar yang dapat digunakan untuk penangkapan
dengan rawai dasar ?
4. Sebutkan jenis jenis ikan yang tertangkap alat tangkap rawai dasar ?
5. Sebutkan jenis-jenis ikan umpan yang dipergunakan rawai dasar ?







28

D. Rangkuman
1. Daerah penangkapan atau lazim disebut fishing ground adalah suatu daerah
dimana ikan dapat ditangkap dengan hasil tangkapan ikan yang
mengguntungkan. Adapun syarat daerah penangkapan pengoperasian rawai
dasar yaitu:
a. bukan daerah yang dilarang menangkap ikan,
b. terdapat ikan tuna
c. alat tangkap dapat dengan mudah dioperasikan,
d. lokasinya secara ekonomis mengguntungkan.
2. Hasil tangkapan pada pengoperasian rawai tuna sangat dipengaruhi oleh:
a. Kepadapat gerombolan ikan di daerah penangkapan,
b. Keadaan cuaca dan curah hujan,
c. Jarak pancing yang satu dengan yang lain
d. Keadan jenis umpan
3. Umpan pada perikanan rawai dasar sangat diperlukan, umpan yang digunakan
adalah ikan segar beku, tetapi pada saat ini dipergunakan pula umpan hidup
yaitu dengan umpan bandeng.
4. Penggunaan umpan ikan segar harus memenuhi persyaratan yaitu :
a. Memiliki warna yang cerah dan mengkilat di dalam air, sehingga dapat
menarik perhatian ikan tuna.
b. Mempunyai bau yang khas yaitu bau air laut (anyir)
c. Tahan terkait pad mata pancing selama di dalam air
d. Mudah didapat dan tersedia dalam jumlah banyak
e. Harga relatif murah
f. Sirip tidak terlalu tebal tetapi kuat, punggung harus kuat.
29

5. Beberapa jenis ikan yang dapat dijadikan umpan yaitu : bandeng (chanos
chanos), lemuru (sardinella longiceps), Cumi-cumi (Loligo spp), Kembung
(Rastrelliger spp), Layang (Decapterus spp).
6. Umpan dapat dipasang pada celah tutup insang, mata, mulut, sirip pungung
pertama, badan, ekor ataupun bagian lainnya.

E. Evaluasi Materi Pokok
Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling tepat dengan
memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.
1. Operasi penangkapan dengan alat tangkap rawai tuna meliputi dua kegiatan
yaitu :
a. Setting dan towing
b. Towing dan hauling
c. Setting dan towing
d. Setting dan hauling
2. Berikut ini jenis-jenis ikan umpan rawai dasar kecuali :
a. ikan mas
b. bandeng
c. lemuru
d. kembung
3. Berikut ini jenis-jenis ikan hasil tangkapan rawai dasar kecuali :
a. Cucut
b. Manyung
c. Kakap
d. Albakora

30

4. Berikut ini merupakan persyaratan ikan umpan rawai dasar kecuali :
a. warna mengkilap di dalam air
b. panjangnya lebih kurang 30 cm
c. baunya anyir
d. tahan di dalam air selama operasi penangkapan
5. Yang pertama kali di lepas ke laut pada saat setting adalah :
a. Pelampung tanda
b. radio buoy
c. pemberat
d. tali pelampung

F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir
Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar, kemudian
gunakanlah rumus di bawah ini untuk megetahui tingkat penguasaan anda terhadap
materi kegiatan belajar materi pokok 3.
Rumus :



Arti tingkat penguasaan yang anda capai :
90 % - 100 % : Baik sekali
80 % - 89 % : Baik
70 % - 79 % : Cukup
69 % : Kurang
Tingkat Penguasaan = x 100%

31

Bila tingkat penguasaan anda mencpai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke
kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar materi pokok 3, terutama pada bagian
yang belum anda kuasai.


















32

PENUTUP

Dengan tersusunya buku ini semoga dapat menjadi acuan bagi para penyuluh
dalam memberikan materi kepada peserta didik. Sehingga peserta didik diharapkan
mampu memahami dan mengaplikasikan usaha penangkapan dengan
menggunakan rawai dasar dengan baik.
















33

KUNCI JAWABAN

A. Materi Pokok 1
a. Latihan
1. Rawai permukaan (surface long line), Rawai pertenggahan (sub
surface long line), Rawai dasar (bottom long line).
2. Rawai tuna (tuna long line), Rawai albakora (albacore long line), Rawai
kakap dan lain sebagainya.
3. Rawai tegak (vertikal long line), Rawai mendatar (horizontal long line)
b. Evaluasi
1. B
2. C
3. A
4. D
5. D

B. Materi Pokok 2
a. Latihan
1. Tali Utama (main line), Tali Cabang (branch line), Mata Pancing (hook),
Pelampung dan Bendera Tanda, Pemberat, Kili kili (swivel)
2. Polyethylene
3. Nylon monofilament
4. Pancing nomor 6 (enam), 7 (tujuh) atau 8 (delapan)
5. Berfungsi sebagai penyambung antar main line agar satu sama lain tidak
kusut.

b. Evaluasi
1. A
2. B
34

3. A
4. A
5. D

C. Materi Pokok 3
a. Latihan
1. Persiapan yang dilakukan adalah menempatkan unit alat tangkap
yang telah tersusun rapi dalam basket pada bagian buritan kapal.
Disiapkan pula pelampung dan pemberat yang masing-masing
ditempatkan pada posisi yang berdekatan dengan unit alat yang
terdapat dalam basket, demikian pula ikan-ikan umpan dan
personal yang akan menangani masing-masing bagian tersebut.
2. Setting (penurunan alat tangkap) dilakukan pada bagian buritan
kapal oleh 4 orang yang masing-masing menangani pekerjaan
masing-masing. Orang pertama manangani pemasangan umpan
pada mata pancing yang sekaligus melempar branch line, orang
kedua bertugas mengulurkan/membuang main line, orang ketiga
mempersiapkan tali-tali pelampung, bendera dan pemberat serta
basket dan orang keempat mengemudikan kapal selama operasi
berlangsung.
3. Penggunaan umpan ikan segar harus memenuhi persyaratan yaitu:
a) Memiliki warna yang cerah dan mengkilat di dalam air, sehingga
dapat menarik perhatian ikan.
b) Mempunyai bau yang khas yaitu bau air laut (anyir).
c) Tahan terkait pad mata pancing selama di dalam air.
d) Mudah didapat dan tersedia dalam jumlah banyak.
e) Harga relatif murah.
f) Sirip tidak terlalu tebal tetapi kuat, punggung harus kuat.
35

4. Ikan kakap merah, manyung, serta cucut, dll
5. Bandeng (chanos chanos), lemuru (sardinella longiceps), Cumi-cumi
(Loligo spp), Kembung (Rastrelliger spp), Layang (Decapterus spp).
b. Evaluasi
1. D
2. A
3. D
4. B
5. A
























36

DAFTAR PUSTAKA

1. Ayodhyoa, A. U. 1981. Metode Penangkapan Ikan. Yayasan dewi sri, Bogor.
2. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan, Departemen Kelautan
Perikanan 1988. Petunjuk pembuatan dan pengoperasian Rawai (long line)
Tuna serta penanganan tuna segar untuk ekspor. BBPPI Semarang
3. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan, Departemen Kelautan
Perikanan 1998. Petunjuk pembuatan dan pengoperasian mini bottom long
line. BBPPI Semarang



















37



GLOSARIUM


Long line : Rawai terdiri dari rangkaian tali utama dan tali
pelampung, dimana pada tali utama pada jarak
tertentu terdapat beberapa tali cabang yang pendek
dan berdiameter lebih kecil dan di ujung tali cabang
ini diikatkan pancing yang berumpan.
Setting : Penurunan alat tangkap
Hauling

: Menarik alat tangkap
Fishing Ground : Daerah/tempat nelayan melakukan operasi
penangkapan