Anda di halaman 1dari 36

1

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup
sendirian, saling membutuhkan dan saling berinteraksi satu dengan yang
lainnya untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan tersebut akan terus
dilakukan oleh karena kebutuhan manusia semakin bertambah dengan
dihadapkan pada alat pemuas kebutuhan yang terbatas.
Bidang perekonomian merupakan suatu bidang kegiatan manusia
dalam rangka mencukupi kebutuhannya disamping alat pemuas kebutuhan
yang terbatas. Hal tersebut dalam ilmu ekonomi menyangkut berbagai
bidang antara lain permintaan, penawaran, produksi, distribusi barang dan
jasa.
Indonesia sendiri memiliki ekonomi berbasis-pasar di mana
pemerintah memainkan peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
Pemerintah memiliki lebih dari 164 BUMN dan menetapkan harga
beberapa barang pokok, termasuk bahan bakar, beras, dan listrik
Di dalam makalah ini kami akan membahas mengenai hal-hal apa
saja yang terdapat di dalam kegiatan perekonomian yang terdiri atas sistem
perekonomian, uang perdagangan dan spenalisasi, pasar barang dan pasar
faktor, mekanisme pasar sempurna, kegagalan pasar dan campur tangan
pemerintah dalam kegiatan perekonomian.


2

1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem perekonomian yang ada untuk saat ini?
2. Bagaimana pengertian uang, perdagangan, dan spesialisasi serta
hubungan ketiganya?
3. Bagaimana pengertian pasar barang dan pasar faktor?
4. Bagaimana mekanisme pasar sempurna?
5. Bagaimana terjadinya kegagalan pasar dan campur tangan pemerintah
dalam kegiatan perekonomian?
1.3. Tujuan
1. Mengetahui sistem perekonomian
2. Mengetahui pengertian uang, perdaganngan dan spenalisasi, pasar
barang dan pasar faktor.
3. Mengetahui mekanisme pasar sempurna
4. Mengetahui terjadinya kegagalan pasar dan campur tangan pemerintah
dalam kegiatan perekonomian.


3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sistem Perekonomian
Beberapa pengertian Sistem Ekonomi menurut para ahli antara lain
(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Tejo%20Nurseto,%20M.Pd.
/BAB%20II_sistem%20ekonomi.pdf):
1. Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin
hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam
suatu tatanan kehidupan. Selanjutnyadikatakannya pula bahwa suatu
sistem ekonomi tidaklah harus berdirisendiri, tetapi berkaitan dengan
falsafah, padangan dan pola hidupmasyarakat tempatnya berpijak. Sistem
ekonomi sesungguhnyamerupakan salah satu unsur saja dalam suatu supra
sistem kehidupanmasyarakat. Sistem ekonomi merupakan bagian dari
kesatuan ideologikehidupan masyarakat di suatu Negara (Dumairy 1996).
2. Sistem perekonomian adalah sistem sosial atau kemasyarakatan dilihat
dalam rangka usaha keseluruhan sosial itu untuk mencapai kemakmuran
(Tom Gunadi 1985).
3. Dilihat dari tujuannya, sistem ekonomi merupakan usaha untuk mengatur
pertukaran barang dan jasa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan
rakyat. Karena meningkatkan kesejahteraan rakyat itu merupakan salah
satu tujuan dari politik nasional, maka dengan demikian sistem
perekonomian pada dasarnya merupakan bagian dari sistem politik
nasional (Suroso1997).

4

Sukirno (2000, p.65) menyatakan bahwa sistem perekonomian dibedakan
menjadi tiga bentuk yaitu sistem pasar bebas, sistem ekonomi campuran, dan
sistem ekonomi perencanaan pusat.
a. Sistem Pasar Bebas (Laissez-Faire)
Sistem ekonomi pasar adalah perekonomian yang seluruh
kegiatannya diatur oleh interaksi diantara pembeli dan penjual di pasaran
(Sukirno 2000). Ekonomi pasar adalah suatu sistem di mana perusahaan
individual dan swasta membuat keputusan mengenai produksi dan
konsumsi (Samuelson&Nordhaus2003). Sistem pasar bebas atau laissez-
faire memberikan kebebasan penuh kepada anggota masyarakat untuk
menentukan kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan.
Pada sistem pasar bebas setiap unit pelaku ekonomi diberikan
kebebasan untuk melakukan kegiatan yang akan memberikan keuntungan
kepada dirinya, maka pada waktu yang sama masyarakat akan
memperoleh keuntungan juga. Yang dimaksud dengan kebebasan penuh di
dalam kegiatan ekonomi adalah suatu sistem ekonomi di mana pemerintah
sama sekali tidak campurtangan dan tidak berusaha mempengaruhi
kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. Anggota masyarakat dapat
memiliki dan menguasai seluruh sumberdaya yang tersedia dan mereka
memiliki kebebasan penuh untuk menentukan bagaimana sumberdaya
tersebut akan digunakan. Contoh negara yang menganut sistem ekonomi
pasar adalah Amerika Serikat dan beberapa Negara Barat.


5

b. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah system ekonomi yang
dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah tetapi masyarakat masih
mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan berbagai
kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan (Sukirno 2000). Pada sistem
ini mekanisme pasar masih tetap memegang peranan penting dalam
menentukan corak kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat.
Tujuan pokok dari campurtangan pemerintah adalah untuk menghindari
berbagai akibat yang kurang menguntungkan dari sistem pasar bebas.
Dalam sistem pasar bebas, misalnya golongan yang lemah makin tertindas
dan golongan yang kuat semakin memperkukuh kedudukannya.
Campurtangan pemerintah memungkinkan dilakukannya usaha untuk
menghindari hal tersebut.
Ada tiga bentuk campurtangan pemerintah dalam perekonomian.
Pertama, berupa berbagai peraturan yang bertujuan utnuk mengatur dan
mengawasi kegiatan ekonomi agar dijalankan dalam norma yang wajar.
Kedua, pemerintah secara langsung melakukan kegiatan ekonomi. Ketiga,
pemerintah melaksanakan kebijakan fiskal (kebijakan mengubah pajak dan
pengeluaran pemerintah) dan kebijakan moneter (mengatur dan
mengawasi kegiatan sektor keuangan) dengan tujuan agar perekonomian
dapat berkembang dengan pesat dan secara teratur tanpa mengalami
masalah inflasi. Pada sistem ekonomi campuran kegiatan produksi vital
banyak dikuasai oleh pemerintah.


6

c. Sistem Ekonomi Perencanaan Pusat
Sistem ekonomi perencanaan pusat merupakan system ekonomi
dimana pemerintah berkuasa penuh dalam menentukan corak kegiatan
ekonomi yang akan dilakukan (Sukirno 2000). Artinya pemerintah yang
akan menjawab dan menyelesaikan masalah ekonomi pokok seperti yang
harus diproduksi dan berapa jumlahnya. Ideologi dari sistem ekonomi
perencanaan pusat berbeda dengan ideologi sistem mekanisme pasar.
Perkembangan sistem ekonomi perencanaan bermula dari
keyakinan bahwa kegiatan ekonomi yang diatur oleh mekanisme pasar
akan selalu menimbulkan pengangguran dan ketidakadilan. Dalam sistem
ekonomi perencanaan alat-alat modal dikuasai dan dimiliki oleh
pemerintah. Hal ini untuk menjamin kelancaran usaha agar mencapai
sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan yang dibuat. Pemerintah
menjawab semua persoalan ekonomi utama melalui kepemilikannya
terhadap sumberdaya dan kekuasaannya untuk menjalankan keputusan.
Contoh negara yang menerapkan sistem ekonomi perencanaan pusat
adalah Negara Komunis, misalnya Uni Soviet.
2.2.Uang, Perdagangan, dan Spesialisasi
Uang merupakan benda yang digunakan manusia sebagai alat
pembayaran yang sah dan telah disepakati. Perekonomian berdasarkan
tingkat kemajuannya dapat dibedakan menjadi perekonomian subsisten
dan perekonomian modern.
Sukirno (2000) menyatakan bahwa dalam perekonomian subsisten
peranan uang tidaklah terlalu penting. Perekonomian subsisten merupakan

7

kegiatan ekonomi yang masih primitif. Perekonomian subsisten tidak
menggunakan uang atau dikenal dengan sistem barter. Perdagangan ini
merupakan perdagangan dalam skala yang sangat terbatas, hanya sebagian
kecil produksi masyarakat yang diperdagangkan. Perekonomian subsisten
unit produksi terutama berasal dari keluarga petani tradisional yang
menggunakan cara bercocok tanam dan alatnya masih sangat sederhana.
Untuk itu jarang sekali terdapat surplus produksi yang dapat dijual ke
pasar karena tingkat produktivitasnya relatif rendah dan hanya cukup
untuk memberi kehidupan yang sangat sederhana. Kegiatan ekonomi
lainnya yang terpenting adalah berburu dan menangkap ikan. Sedangkan
produksi barang industri masih sangat terbatas.
Dalam perdagangan subsisten terjadi dua keadaan dimana (1)
sesorang ingin menukar barang yang diproduksinya dengan barang lain.
(2) seseorang lainnya memproduksi barang yang diinginkan oleh orang
pertama dan bersedia menukarkan barang tersebut dengan yang dihasilkan
oleh orang pertama. Dengan demikian perdagangan secara barter
menimbulkan syarat harus terdapat dua keinginan yang saling bersesuaian
atau bisa disebut double coincidence of wants (kesesuaian ganda dari
keinginan). Syarat inilah yang menyebabkan perdagangan secara barter
tidak dapat dilaksanakan seluas perdagangan yang dilakukan secara
perekonomian modern dimana mengguanakan uang sebagai alat tukar
menukar.
Dengan adanya uang, langkah yang harus dilakukan seseorang
untuk memperoleh suatu barang menjadi lebih sederhana. Langkah yang

8

perlu dilakukan hanyalah menjual hasil produksinya di pasar kemudian
menggunakan uang yang diperolehnya untuk mendapatkan barang yang
diinginkan. Dengan demikian syarat double coincidence of wants bukan
lagi syarat untuk mewujudkan perdagangan.
Suatu perekonomian yang menggunakan uang sebagai perantara
dalam kegiatan tukar menukar atau perdagangan disebut dengan istilah
perekonomian uang. Hampir seluruh perekonomian masyarakat dunia
digolongkan sebagai perekonomian uang. Namun pentingnya uang dalam
tiap masyarakat tidaklah sama. Di negara maju, uang sangatlah penting
peranannya sedangkan di daerah yang masih menganut perekonomian
subsisten uang tidaklah penting peranannya. Maka dapat disimpulkan
bahwa semakin maju suatu perekonomian, semakin penting peranan uang
dalam perekonomian tersebut. Dan semakin maju perekonomian semakin
penting kegiatan perdagangannya.
Tabel 1. Perbedaan Perekonomian Subsiten dan Perekonomian Uang
Perekonomian subsisten Perekonomian Uang
Unit produksi terutama dari
keluarga petani tradisional
Perekonomian yang menggunakan
uang sebagai alat pembayaran
perdagangan (bukan barter)
Penggunaan teknologi sangat
sederhana
Terdapat spesialisasi dalam
berproduksi
Produktifitas rendah dan produksi
hanya cukup untuk menopang
hidup dengan tingkat yang
Produktifitas dan produksi tinggi
sehingga terjadi surplus di tingkat
produsen

9

sederhana
Output industri sangat sedikit Diperlukan pasar untuk menampung
surplus produksi
Peranan uang kurang diperlukan Peranan uang menjadi sangat penting
Sumber: http://teprast-planet.blogspot.com/2008/12/pola-kegiatan-ekonomi
Dalam perekonomian yang lebih maju penggunaan uang memungkinkan
terjadinya spesialisasi yaitu setiap orang tidak lagi menghasilkan barang atau
jasa yang diperlukannya tetapi mengkhususkan kepada barang atau jasa yang
dapat dihasilkan dengan efisien atau sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya.
Gambar 1. Spesialisai Dan Perdagangan Dalam Perekonomian Uang
Sumber : Sukirno, 2000
Bagan diatas menggambarkan contoh sederhana dari spesialisasi dan
perdagangan dalam perekonomian uang. Seorang petani, tukang kayu, dan
tukang jahit tidak perlu menghasilkan semua barang yang mereka inginkan.
Yang mereka lakukan adalah melakukan spesaialisasi dalam memproduksi

10

barang yang mereka hasilkan secara paling efisien. Maka petani menghasilkan
bahan makanan, tukang kayu menghasilkan perabotan, dan tukang jahit
menghasilkan pakaian. Adanya uang menyebabkan syarat kesesuaian ganda
dari keinginan tidak berlaku dalam proses perdagangan.
Dapat dilihat walaupun tukang kayu memerlukan makanan yang
dihasilkan oleh petani tetapi tidak perlu memproduksi pakaian yang dibutuhkan
oleh petani, perdagangan masih dapat berlangsung. Tukang kayu akan
menggunakan uang yang diperolehnya untuk mendapatkan makanan yang
diinginkannya. Uang yang diperoleh petani dari penjualan makanan akan
digunakan untuk membeli pakaian dari tukang jahit. Seterusnya tukang jahit
uang menginginkan perabot dengan mudah mendapatkannyadari tukang kayu
karena uang yang diterima dari petani dapat dibayarkan kepada tukang kayu.
Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa (1) wujud uang sebagai
alat untuk tukar menukar akan melancarkan kegiatan perdagangan. (2) kegiatan
perdagangan yang bertambah lancar memberikan rangsangan kepada
masyarakat untuk melakukan spesialisasi sesuai keahlian mereka.
Wujud spesialisasi yang tinggi merupakan suatu ciri penting dari
perekonomian modern. Semakin tinggi perkembangan ekonomi maka semakin
tinggi pula spesialisasi sebaliknya, tanpa spesialisasi perekonomian tidak akan
mencapai taraf perkembangan yang tinggi. Spesialisasi berkembang sebagai
akibat dari penggunaan uang dan dari perkembangan perdagangan.
Perdagangan yang bertambah luas dan efisien menimbulakan spesialisai yang
lebih baik. Selanjutnya spesialisasi yang lebih baik tersebut akan mempercepat

11

perkembangan ekonomi. Berikut pentingnya spesialisasi terhadap
perkembangan ekonomi
1. Mempertinggi efisiensi penggunaan faktor produksi
Dalam spesialisasi seorang pekerja atau tenaga ahli akan digunakan pada
kegiatan yang sesuai dengan keahliannya. Ia tidak perlu lagi mengerjakan
semua pekerjaan yang diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhannya. Ini
berarti pula bahwa suatu daerah atau Negara tidak perlu lagi menghasilkan
seluruh barang yang dibutuhkannya tetapi cukup melakukan spesialisasi
dalam kegiatan yang paling menguntungkan Negara atau wilayah tersebut,
dengan cara ini berbagai faktor produksi akan digunakan dengan lebih
efisien.
2. Mempertinggi efisiensi memproduksi
Efisiensi memproduksi yang semakin tinggi tersebut dikenal sebagai
Economies of Scale atau skala ekonomi, Maksudnya apabila produksi
ditingkatkan, misalnya menjadi dua kali lipat, biaya produksi tidak akan
meningkat sebesar peningkatan produksi yang berlaku (dua kali lipat dalam
contoh ini). Berarti biaya produksi bertambah rendah. Di samping itu
spesialisasi menghemat penggunaan peralatan produksi.
3. Mendorong perkembangan teknologi,
Spesialisasi menyebabkan pasaran berbagai barang menjadi bertambah luas,
untuk beberapa kegiatan tertentu, hal tersebut berarti produksi harus
ditambah dengan cepat, untuk memenuhi kebutuhan ini para pengusaha
akan berusaha menggunakan teknologi produksi yang lebih baik dan lebih
tinggi produktivitasnya.

12

2.3.Pasar Barang Dan Pasar Faktor
2.3.1. Konsep Pasar Barang Dan Pasar Faktor Produksi
Dilihat dari pandangan mikroekonomi, suatu perekonomian merupakan
gabungan dari berbagai jenis pasar. Menurut Sukirno (1994), pasar
merupakan konsep dimana penjual dan pembeli saling berinteraksi dengan
melakukan tawar menawar untuk menentukan harga berbagai jenis barang.
Pasar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pasar barang dan pasar faktor.
Pasar barang adalah tempat dimana para pembeli melakukan interaksi
untuk menentukan jumlah dan harga barang atau jasa yang diperjualbelikan.
Contoh pasar barang adalah pasar kopi, pasar karet, dan pasar kain.
Sedangkan pasar faktor adalah tempat dimana para pengusaha (pembeli faktor
produksi) mengadakan interaksi dengan para pemilik faktor produksi untuk
menentukan harga (pendapatan) dan jumlah berbagai faktor produksi yang
akan digunakan dalam menghasilkan barang-barang dan jasa yang diminta
masyarakat. Contoh Faktor Produksi adalah: Alam, Tenaga Kerja dan Modal.
Untuk pasar faktor pun memiliki beberapa jenis yaitu:
1. Faktor produksi asli adalah faktor produksi yang telah tersedia di alam
tanpa mengalami proses perubahan, yaitu :
a. Tenaga kerja (diberikan jasa berupa gaji/ upah)
b. Tanah (diberikan jasa berupa sewa)
2. Faktor produksi turunan adalah faktor produksi yang terjadinya melalui
proses perubahan merupakan output faktor produksi lain.
a. Modal (diberikan imbalan berupa bunga modal)
b. Pengusaha/skill (diberikan jasa berupa laba

13

Berikut adalah penjelasannya:
a. Faktor Sumber Daya Manusia atau Tenaga Kerja
1. Penggolongan Tenaga Kerja
Tenaga kerja dIgolongkan ke dalam beberapa kategori yaitu:
a. Tenaga kerja terampil. Tenaga kerja terdidik (skilled labour), adalah
tenaga kerja yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non
formal. Contoh: guru, dokter, pengacara, akuntan, psikologi, peneliti
b. Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terlatih (trained labour), adalah tenaga kerja yang
memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan pengalaman. Contoh:
montir, tukang kayu, sopir
c. Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih (unskilled and untrained
labour),
Tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan jasmani daripada rohani.
Contoh:tenaga kuli pikul, tukang sapu, pemulung, buruh tani.
2. Konsep Pasar Tenaga Kerja
Pasar Tenaga Kerja merupakan aktivitas yang didalamnya
terdapat kegiatan dalam membantu pengusaha, pencari kerja dan pihak
ketiga yang membantu pengusaha dan pencari kerja untuk dapat saling
berhubungan. Jika Sumber daya manusia yang disediakan suatu pasar
tenaga kerja berkualitas baik, maka banyak perusahaan yang tertarik
untuk membeli karena akan dapat meningkatkan produktivitas. Tenaga
kerja yang akan digunakan dalam proses produksi pada suatu

14

perusahaan selalu mengalami peningkatan sesuai dengan peningkatan
jumlah penduduk.
Permintaan tenaga kerja oleh suatu perusahaan dipengaruhi
beberapa faktor di antaranya sebagai berikut :
a. Kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara.
b. Banyak sedikitnya barang yang dihasilkan.
c. Tinggi rendahnya laba pengusaha
d. Adanya investasi dari pengusaha

Gambar 2. Contoh proses penerimaan karyawan melalui pasar tenaga kerja
(http://soerya.surabaya.go.id/AuP/eDU.KONTEN/edukasi.net/SMA/Ekonom
i/Pasar.Tenaga.Kerja/materi3.html)

3. Pembagian Pasar Tenaga Kerja
a. Berdasarkan sifatnya, pasar tenaga kerja dapat digolongkan menjadi:
1) Pasar kerja intern (Internal Labour Market)
Adalah pasar tenaga kerja yang diperoleh dari dalam perusahaan itu
sendiri. Pemenuhan kebutuhan karyawan diambil dari dalam
perusahaan melalui promosi maupun demosi karyawan. Promosi
adalah rotasi atau perpindahan karyawan ke dalam jabatan yang
lebih tinggi, misalkan dari asisten manajer menjadi manajer.

15

Sedangkan, demosi adalah rotasi karyawan ke posisi yang lebih
rendah dari jabatan sebelumnya, misalkan manajer personalia
diturunkan menjadi staff.
2) Pasar kerja ekstern(Eksternal Labour Market)
Adalah pasar tenaga kerja yang diperoleh dari luar perusahaan.
Pemenuhan kebutuhan karyawan diperoleh dari pihak luar, misalkan
melalui iklan lowongan pekerjaan, agen atau penyalur tenaga kerja
atau melalui walk in interview.
4. Berdasarkan prioritasnya, pasar tenaga kerja dapat digolongkan
menjadi:
a. Pasar kerja utama(Primary Labour Market)
Adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan jabatan atau posisi
dengan tingkat upah atau gaji yang tinggi, pekerjaan yang baik dan
dengan kondisi yang stabil. Pasar ini dapat ditemukan pada sektor
usaha yang menggunakan padat modal.
b. Pasar kerja Sekunder(Secondary Labour Market)
Adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan jabatan atau posisi
dengan tingkat upah atau gaji yang rendah, posisi yang kurang stabil
dan kurang memberi kesempatan untuk pengembangan karir
karyawan. Biasanya ini dapat dilihat pada industri restoran dan jasa
hotel, kasir dan penjualan ritel.
b. Faktor Produksi Alam

16

Faktor produksi alam adalah semua kekayaan yang terdapt di alam,
yang dapat di manfaatkan dalam proses produksi. Ada tiga karakteristik
tanah yang tidak dimiliki oleh faktor produksi atau sumber daya yaitu :
1. Jumlah tanah yang tersedia tetap
2. Tidak ada biaya untuk memproduksi tanah
3. Secara geografis
a. Sewa tanah dan pembentukan harga
b. Teori sewa tanah
c. Teori perbedaan kesuburan
d. Teori sewa sesuai hukum permintaan dan penawaran
c. Faktor Produksi Modal
Modal adalah segala sumber daya hasil produksi yang tahan lama,
yang dapat di gunakan sebagai input produktif dalam proses produksi
berikutnya. Menurut UU No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal, yang
dimaksud pasar modal adalah suatu pasar yang mempunyai kegiatan
melakukan penawaran umum dan perdagangan efek yang melibatkan
perusahaan publik serta lembaga yang berkaitan dengan efek.
Dalam kegiatan sehari-hari, pasar modal biasa dikenal bursa efek.
Transaksi jual beli dalam perdagangan di bursa efek menggunakan jasa
perantara (makelar atau komisioner). Manfaat pasar modal bagi suatu negara
adalah :
1. Menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha
sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.

17

2. Memberi wahana Investasi bagi investor sekaligus memungkinkan
upaya diversifikasi.
3. Penyebaran kepemilikan perusahaan samapai kepada lapisan
masyarakat menengah.
4. Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik.
5. Memberikan iklim keterbukaan bagi dunia usaha dan memberikan akses
kontrol sosial.
6. Sumber pembiayaan dana jangka panjang bagi emiten.
d. Faktor Produksi Kewirausahaan
Pengusaha atau wirausahaan adalah seseorang yang memiliki jiwa
kewirausahaan yang mampu mengelola dan mengambil keputusan atas
berbagai faktor produksi,agar usaha tersebut bisa berjalan secara efisien dan
efektif, guna mencapai tujuan perusahaan/ badan usaha yang telah di
tetapkan.
2.3.2.Perbedaan Pasar Faktor Produksi Dan Pasar Barang Konsumsi
Faktor produksi adalah segala sesuatu yang di butuhkan oleh produsen
sebagai input untuk memproduksi barang siap pakai. Memudahkan
analisis,terlebih dahulu kita akan menyederhanakan perekonomian kita
menjadi dua komponen yaitu :
a. Rumah tangga produksi adalah pihak yang mewakili semua unit yang
melakukan proses produksi barang dan jasa
b. Rumah tangga konsumsi adalah pihak yang akan mewakili semua unit
yang melakukan proses konsumsi barang dan jasa.

18

Pasar faktor produksi adalah tempat bertemunya permintaan dan
penawaran terhadap faktor produksi. Pasar barang konsumen adalah tempat
bertemunya permintaan dan penawaran terhadap barang konsumen.
Tabel 2. Perbedaan Pasar Barang Konsumsi dan Pasar Faktor Produksi
Pasar Barang Konsumsi Pasar Faktor Produksi
Permintaan datang dari rumah tangga
Konsumsi
Permintaan datang dari rumah
Tangga produksi
Penawaran datang dari rumah tangga
produksi ke rumah tangga konsumsi
Penawaran datang dari rumah tangga
konsumsi ke rumah tangga produksi
Yang ditawarkan adalah barang-
barang Konsumsi
Yang ditawarkan adalah faktor-
faktor produksi
(Sumber : http://www.scribd.com/doc/33645524/pasar-faktor-produksi)
2.4.Mekanisme Pasar Sempurna
Dalam memajukan perekonomian suatu negara, pasar memiliki peranan
yang sangat penting. Melalui aktifitas pasar, produksi dari produsen dapat
dinikmati oleh konsumen sehingga keduannya memiliki keuntungan.
Mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien di dalam
mengalokasikan faktor produksi dan mengembangan perekonomian, tetapi
pada keadaan tertentu mekanisme ini menimbulkan beberapa akibat buruk pada
perekonomian sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk
memperbaikinya. Kelebihan mekanisme pasar sebagai berikut :
1. Pasar dapat memberikan informasi yang lebih tepat
Para pengusaha melakukan kegiatan memproduksinya untuk
mencari untung. Maka salah satu yang harus dipikirkan oleh pengusaha

19

tersebut sebelum menjalankan usahanya adalah menentukan berbagai
barang yang dapat dihasilkan secara menguntungkan. Pasar dapat
memberikan informasi yang sangat berguna di dalam hal ini, yaitu dengan
memberikan keterangan tentang berbagai harga barang dan berapa
besarnya permintaan kepada berbagai jenis barang.
2. Pasar memberikan perangsang kepada para pengusaha untuk
pengembangan kegiatan pasar
Keadaan dalam pasar terus menerus mengalami perubahan.
Pertambahan pendapatan, kemajuan teknologi dan pertambahan penduduk
akan mengembangkan permintaan atau menambah permintaan. Ini akan
memberikan dorong kepada para pengusaha untuk menambah produksi
dan meningkatkan kegiatan ekonomi.
3. Pasar memberikan perangsang untuk memperoleh keahlian modern
Pasar yang semakin meluas berarti lebih banyak barang harus
diproduksikan. Untuk mempercepat pertambahan produksi teknologi yang
lebih modern harus digunakan dan kemahiran teknik dan manajemen yang
modern diperlukan. Kebutuhan ini akan menjadi perangsang kepada
anggota masyarakat untuk memperoleh keahlian yang diperlukan untuk
menggunakan cara untuk memproduksi secara modern.
4. Pasar menggalakkan penggunaan barang dan faktor produksi secara efisien
Harga sesuatu barang ditentukan oleh permintaan dan
kelangkaannya. Makin besar permintaan makin tinggi harganya, dan
makin langka penawarannya makin tinggi harganya akibat dari harga yang
diatur secara permintaan dan kelangkaan ini, masyarakat akan lebih

20

waspada di dalam menggunakan berbagai jenis barang yang tersedia.
Keadaan yang sama juga berlaku di dalam menggunakan faktor produksi.
Harga faktor produksi yang berbeda, yang penentuannya didasarkan
kepada permintaan dan tersedianya berbagai faktor tersebut, juga akan
menyebabkan para pengusaha berusaha untuk menggunakan mereka
secara yang paling efisien.
5. Pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk
melakukan kegiatan ekonomi
Tidak seorang pun di dalam pasar mendapat sesuatu tekanan di
dalam menjalankan kegiatannya di pasar. Setiap orang bebas untuk
membeli berbagai macam barang yang diinginkan serta mempunyai
kebebasan untuk menjual faktor produksi yang dimilikinya kepada
pengusaha atau perusahaan yang menurut pendapatnya akan memberikan
pembayaran yang paling menguntungkan. Selain itu, para pengusaha juga
mempunyai kebebasan yang penuh untuk memilih jenis barang-barang
yang akan diproduksikannya dan jenis faktor produksi yang akan
digunakan untuk menghasilkan barang tersebut. Di dalam sistem
mekanisme pasar yang hipotetis dianggap pemerintah tidak melakukan
suatu campur tangan apa pun untuk mempengaruhi tingkat kegiatan
ekonomi.
Kekurangan mekanisme pasar adalah sebagai berikut :
1. Kebebasan yang tidak terbatas menindas beberapa golongan tertentu
Kebebasan dalam melakukan kegiaan ekonomi yang tidak ada
batasnya dapat merugikan golongan yang lemah dan kaum minoritas.

21

Persaingan yang sangat bebas menyebabkan golongan yang kuat
kedudukannya menjadi bertambah kuat lagi. Misalnya pengusaha besar
mematikan usaha kecil. Golongan mayoritas dalam ekonomi menindas
golongan minoritas, seperti misalnya, penindasan kaum Negro oleh orang
kulit putih di Amerika Serikat. Beberapa kekurangan yang seperti itu akan
banyak berlaku dalam perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar.
2. Kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaannya
Mekanisme pasar yang bebas menyebabkan perekonomian selalu
mengalami naik turun yang tidak teratur. Pada saat tertentu mengalami
kemakmuran yang sangat tinggi, tetapi pada masa berikutnya pasar
mengalami kemerosotan yang sangat serius. keadaan yang seperti itu
sangat merugikan masyarakat. Para pengusaha dapat memperoleh
keuntungan yang banyak secara mendadak di satu ketika, dan mengalami
kehancuran pada masa berikutnya. Inflasi dapat muncul secara tidak
terduga, dan pengangguran muncul pada masa berikutnya. Ketidakstabilan
ekonomi yang seperti itu sangat merugikan masyarakat. Di berbagai
negara ketidakstabilan seperti itu coba dihindari dengan cara
melaksanakan kebijakan di sektor ekspor dan impor, di bidang keuangan,
di bidang perpajakan, dan di bidang perbelanjaan.
3. Di dalam sistem mekanisme pasar akan timbul kekuatan monopoli yang
merugikan
Tidak selalu mekanisme pasar itu merupakan suatu sistem pasar
persaingan sempurna di mana harga dan jumlah barang yang
diperjualbelikan ditentukan oleh permintaan pembeli dan penawaran

22

penjual yang banyak jumlahnya. Di dalam perekonomian yang sudah
sangat modern seperti di Amerika Serikat, Jepang, dan perekonomian
negara Eropa Barat satu atau beberapa perusahaan raksasa menguasai
pasar. Para perushaan raksasa tersebut mempunyai kekuasaan yang sangat
besar di pasar dalam menentukan harga, menentukan jenis dan jumlah
barang yang ditawarkan. Selain itu juga selalu membatasi produksi pada
tingkat akan memperoleh keuntungan yang maksimum.
4. Mekanisme pasar tidak dapat menyediakan beberapa jenis barang secara
efisien
Masyarakat secara bersamaan, memerlukan beberapa jasa tertentu
seperti jalan raya untuk mempertinggi efisiensi lalu lintas, angkatan
bersenjata dan polisi untuk keamanan dan ketertiban, dan rumah sakit
umum untuk penyediaan jasa kesehatan yang murah. Jasa seperti itu tidak
disediakan oleh mekanisme pasar secara efisien. Untuk dapat menyediakan
jasa itu dengan baik diperlukan campurtangan pemerintah.
5. Kegiatan konsumen dan produsen mungkin menimbulkan eksternalitas
yang merugikan
Yang dimaksudkan dengan eksternalitas adalah akibat sampingan
(buruk atau baik) yang ditimbulkan oleh kegiatan mengkonsumsi atau
memproduksi. Kekotoran udara, kerusakan lalu lintas di kota besar, dan
sampah yang dibuang secara tidak teratur dan mencemarkan lingkungan
adalah beberapa contoh daripada eksternalitas dari pada kegiatan yang
merugikan yang selalu timbul dalam sistem mekanisme pasar yang sangat
bebas eksternalitas yang buruk tersebut memberikan gambar tentang

23

perbedaan di antara keuntungan pribadi dan keuntungan sosial. Seorang
industrialis yang menggunakan mesin yang mengotori alam sekitar,
berbuat demikian karena mesin itu memproduksikan barang produksi
dengan cara yang paling efisien untuk memaksimumkan keuntungan
pribadi. Tetapi keuntungan sosial adalah negatif karena pengotoran udara
yang timbul sangat merugikan masyarakat.
Ditinjau dari bentuknya pasar mempunyai dua bentuk, yakni pasar
persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Pada pasar
persaingan sempurna, penjual dan pembeli memiliki pengetahuan yang
sempurna tentang harga suatu barang. Sehingga tidak ada satupun pihak yang
bisa menguasai harga. Barang yang sama pada pasar persaingan sempurna
dijual oleh banyak penjual dengan harga yang sama. Contoh pasar persaingan
sempurna adalah produsen hasil pertanian seperti beras yang jumlah
produsennya banyak tetapi berskala kecil. Sedangkan pada pasar persaingan
tidak sempurna, terdapat satu atau beberapa pihak penjual atau pembeli yang
dapat menguasai harga. Berikut ini terdapat dua jenis pasar persaingan tidak
sempurna, yaitu:
1. Monopoli
Monopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang hanya ada satu
pihak perusahaan saja, karena perusahaan tersebut menghasilkan barang
yang tidak dapat digantikan oleh perusahaan lain. Akibatnya, perusahaan
tersebut menjadi penentu harga. Contoh monopoli di Indonesia adalah
penyediaan listrik rumah di Indonesia yang dikuasai oleh PLN.
2. Oligopoli

24

Oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang ada beberapa
perusahaan atau produsen berskala besar penghasil barang sejenis
mendominasi pasar tersebut. Pada persaingan pasar jenis oligopoli,
penentuan harga barang ditentukan oleh ikatan kerjasama antar
perusahaan. Jika kerjasama antar perusahaan lemah, maka salah satu
perusahaan tersebut dapat menurunkan harga barang untuk menarik
pembeli. Sebaliknya, jika kerjasama antar perusahaan kuat, maka harga
barang akan stabil mengikuti keinginan ikatan perusahaan tersebut. Contoh
persaingan pasar bentuk ini adalah kumpulan perusahaan penghasil semen
serta perusahaan operator seluler yang ada di Indonesia.
Sukirno (2000) menyatakan bahwa pasar persaingan sempurna memiliki
beberapa kelebihan dan kekurangan yaitu:
1. Kelebihan
Sebagai sebuah model ekonomi, pasar persaingan sempurna
memberikan penjelasan tentang perilaku perusahaan dalam dunia ideal,
dimana dibuktikan bahwa perusahaan berproduksi dalam skala yang
efisien dengan harga produksi yang paling murah. Pasar persaingan
sempurna juga memungkinkan output yang maksimum dibanding pasar
lainnya.
Konsekuensi model pasar persaingan sempurna bagi masyarakat
adalah pasar ini memberikan tingkat kemakmuran dan kenikmatan (utilitas
hidup) yang maksimal, karena:
a. Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah

25

b. Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk
maksimal (kemakmuran maksimal)
c. Masyarakat merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu
membuang waktu untuk memilih barang dan jasa (produk yang
homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga (informasi
sempurna).
2. Kelemahan
a. Kelemahan dalam hal asumsi
Asumsi yang dipakai dalam pasar persaingan sempurna mustahil
terwujud, karena dalam dunia nyata manusia (produsen dan
konsumen) dibatasi oleh dimensi waktu dan tempat. Keterbatasan itu
menyebabkan perpindahan faktor produksi dan pengumpulan
informasi membutuhkan biaya. Hasil (output dan informasi) yang
diperoleh pun tidak homogen dan sempurna.
b. Kelemahan dalam pengembangan teknologi
Model pasar persaingan sempurna menyatakan bahwa
keseimbangan dalam jangka panjang akan tercapai dan setiap
perusahaan memperoleh laba normal. Masalahnya apakah dengan laba
normal perusahaan dapat melakukan kegiatan riset dan pengembangan
(research and development). Padahal kegiatan riset dan
pengembangan amat dibutuhkan untuk memperoleh teknologi
produksi yang meningkatkan efisiensi produksi.
c. Konflik efisiensi keadilan

26

Pasar persaingan sempurna sangat menekankan efisiensi. Tetapi
hal ini menimbulkan masalah jika diterapkan dalam kehidupan nyata.
Misalnya kasus industrialisasi di negara sedang berkembang (NSB).
Karena industrinya masih amat muda atau dalam tahap awal (infant
industry), biaya produksinya jelas lebih tinggi dari pada industri di
negara maju. Jika dibiarkan bersaingan dalam pasar global, industri di
Negara sedang berkembang akan ambruk karena kalah bersaing.
Kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di Negara sedang berkembang
tidak akan meningkat dibandingkan di negara maju, sehingga muncul
masalah ketidakadilan. Agar tidak kalah bersaing, industri di Negara
sedang berkembang butuh perlindungan (protection) sementara.
Tetapi hal tersebut akan menimbulkan masalah inefisiensi.
2.5.Kegagalan Pasar Dan Campur Tangan Pemerintah
2.5.1. Kegagalan Pasar
Kegagalan pasar terjadi apabila mekanisme pasar tidak dapat
berfungsi secara efisien dalam mengalokasikan berbagai sumber ekonomi
yang ada dalam masyarakat. Dalam hal ini, mekanisme pasar akan
menyebabkan barang yang dihasilkan menjadi terlalu banyak atau terlalu
sedikit dan dalam hal yang sangat ekstrim kegagalan pasar akan
menyebabkan pasar tidak terjadi sehingga barang dan jasa tertentu tidak
dihasilkan oleh pasar tersebut. Dalam hal terjadinya kegagalan pasar, maka
pemerintah diharapkan untuk ikut campur tangan agar alokasi sumber
ekonomi dapat tercapai secara efisien.

27

Dalam ekonomi mikro, dapat ditemukan istilah kegagalan pasar, ada
beberapa definisi yang menjelaskan tentang kegagalan pasar menurut para
ahli antara lain, yaitu :
1. Tjiptoherijanto dan Manurung (2010) mengartikan bahwa kegagalan
pasar posisi ketika pasar gagal membawa perekonomian dalam kondisi
optimal pareto.
2. Sukirno (2005) menjelaskan bahwa kegagalan pasar adalah
ketidakmampuan dari suatu perekonomian pasar untuk berfungsi secara
efisien dan menimbulkan keteguhan dalam kegiatan dan pertumbuhan
ekonomi.
3. Arrow (1969) dalam Titi (2011) mendefinisikan kegagalan pasar
sebagai sebuah situasi di mana ekonomi swasta tidak memiliki insentif
untuk menciptakan pasar potensial yang baik, dan ketidakmampuan ini
adalah hasil yang baik dalam hilangnya efisiensi.
Jadi kegagalan pasar adalah kondisi ketika pasar tidak mampu
mencapai kondisi efisien secara ekonomi atau yang biasa disebut optimal
pareto. Menurut Lodyard dalam Titi (2011) cara terbaik untuk mengetahui
kegagalan pasar yang pertama harus memahami kesuksesan pasar. Pasar
gagal mencapai kondisi sempurna atau seimbang karena belum mampu
menjadi alokasi yang efisien (kesuksesan pasar). Syarat pasar dapat
dikategorikan mampu menjadi alokasi yang efisien antara lain :
a. Struktur Pasar adalah Persaingan Sempurna

28

Persaingan sempurna menggambarkan pasar dalam kondisi tidak
ada peserta yang memiliki kekuatan pasar (market power) cukup besar
untuk menetapkan harga pada produk homogen yang dijual di pasar.
b. Barang atau Jasa yang Dipertukarkan adalah Barang atau Jasa yang
Privat.
Barang atau jasa privat bersifat rival dan eksklusif sehingga tidak
dapat dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan.
c. Pasar tidak Dibatasi oleh Dimensi Waktu dan Tempat
Pasar tidak dibatasi oleh dimensi waktu dan tempat membuat
proses penyesuaian diri dari satu kondisi keseimbangan ke
keseimbangan lainnya dapat berjalan seketika sehingga mekanisme
pasar dapat mengabaikan biaya transportasi maupun biaya transaksi.
Kegagalan pasar dapat terjadi karena adanya beberapa faktor dibawah
ini, yaitu :
1. Adanya Common goods
Dasar adanya sistem pasar persaingan adalah adanya hak
pemilikan yang memberikan hak pemilikan kepada setiap individu atas
suatu barang sehingga dapat mengecualikan orang lain untuk
memanfaatkan barang itu. Untuk beberapa jenis barang, hak pemilikan
tidak dapat diberikan kepada satu individu melainkan diberikan kepada
sekelompok masyarakat, misalnya saja sebidang padang rumput milik
desa dan sebagainya.
Masalah yang ditimbulkan dalam kasus kekayaan bersama ada 2
faktor yaitu : indivisibility dan jumlah kelompok masyarakat. Adanya

29

indivisibility menyebabkan suatu kekayaan tidak dapat diberikan hak
pemilikannya kepada setiap anggota kelompok. Apabila jumlah
kelompok hanya dua orang, maka diantara kedua orang itu akan dapat
dibuat suatu perjanjian yang mengatur penggunaan kekayaan tersebut
secara optimal akan tetapi apabila anggota kelompok semakin banyak
maka biaya untuk memperoleh persetujuan menjadi semakin besar dan
mahal.
Dalam hal kekayaan bersama, apabila seseorang merasakan
manfaat dan bersedia menanggung biaya tanpa harus ikut menanggung
free riders. Free riders adalah suatu sikap yang tidak menyatakan
dengan sebenarnya manfaat suatu barang atau jasa dengan maksud agar
dapat memanfaatkan barang tersebut tanpa harus membayarnya atau
tanpa ikut menanggung biaya pengadaan barang atau jasa tersebut.
Selain perlunya campur tangan pemerintah dalam mengatur
kekayaan bersama, pemerintah juga harus menetapkan sistem
pembayaran yang sifatnya dipaksakan karena jelas setiap individu tidak
bersedia untuk menanggung biaya. Setiap pembayaran paksaan tersebut
adalah yang umumnya disebut pajak.
2. Adanya unsur ketidaksempurnaan pasar
Alokasi beberapa sumber ekonomi yang efisien tidak dapat
diserahkan pada mekanisme pasar oleh karena adanya monopoli, atau
adanya usaha yang mempunyai biaya marjinal yang selalu menurun,
dan adanya usaha yang mempunyai biaya marginal nol. Mekanisme
pasar dapat melakukan alokasi beberapa faktor ekonomi secara efisien

30

hanya pada pasar persaingan sempurna oleh karena hanya pada pasar
persaingan sempurna terdapat kesamaan antar motivasi pengusaha dan
tingkat produksi yang oleh masyarakat dianggap efisien.
3. Adanya barang publik
Beberapa jenis barang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, akan
tetapi tidak ada orang yang bersedia menghasilkannya atau mungkin
dihasilkan oleh pihak swasta akan tetapi dalam jumlah, barang publik
murni yang mempunyai dua karakteristik utama : yaitu penggunaanya
tidak bersaingan dan tidak diterapkan prinsip pengecualian. Oleh karena
pihak swasta tidak mau menghasilkan barang publik murni, maka
pemerintahlah yang harus menghasilkannya agar kesejahteraan
masyarakat dapat ditingkatkan.
4. Adanya eksternalitas
Eksternalitas timbul karena tindakan konsumsi atau produksi dari
satu pihak mempunyai pengaruh terhadap pihak yang lain dan tidak
adanya kompensasi yang dibayar oleh pihak yang menyebabkan atau
kompensasi yang diterima oleh pihak yang terkena dampak tersebut.
Jadi ada dua syarat terjadinya eksternalitas, yaitu :
a. Adanya pengaruh dari suatu tindakan
b. Tidak adanya konpensasi yang dibayarkan atau diterima
5. Adanya pasar tidak lengkap
Suatu pasar dikatakan lengkap apabila pasar tersebut
menghasilkan semua barang dan jasa yang biaya produksinya lebih
kecil daripada harga yang mau dibayar oleh masyarakat. Ada beberapa

31

jenis jasa yang tidak diusahakan oleh pihak swasta dalam jumlah yang
cukup walaupun penyediaan jasa tersebut lebih kecil daripada apa yang
mau dibayar oleh masyarakat. Kondisi seperti ini yang disebut pasar
tidak lengkap.
6. Adanya kegagalan informasi
Pada kenyataan beberapa kasus masyarakat sangat membutuhkan
informasi yang tidak dapat disediakan oleh pihak swasta, misalnya saja
prakiraan cuaca. Para petani, pelaut, sangat membutuhkan informasi
mengenai prakiraan cuaca, akan tetapi tidak ada pihak swasta yang
menyediakan informasi mengenai prakiraan cuaca. Dalam hal ini
pemerintah harus menyediakan informasi cuaca yang sangat dibutuhkan
oleh masyarakat.
2.5.2.Campur Tangan Pemerintahan
Dari beberapa kepincangan mekanisme pasar seperti yang dijelaskan
di bagian sebelumnya ini menimbulkan kebutuhan akan campur tangan
pemerintah di dalam perekonomian. Dari beberapa kelemahan mekanisme
pasar yang telah diterangkan dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan dari
campur tangan pemerintah adalah untuk :
1. Menjamin agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap wujud dan
penindasan dapat dihindarkan.
2. Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami
perkembangan yang teratur dan stabil.

32

3. Mengawasi beberapa kegiatan perusahaan, terutama perusahaan besar
yang dapat mempengaruhi pasar, agar mereka tidak menjalankan praktek
monopoli yang merugikan.
4. Menyediakan barang bersama yaitu seperti jalan raya, polisi dan
tentara, yang penggunaannya dilakukan secara kolektif oleh masyarakat
untuk mempertinggi kesejahteraan sosial masyarakat.
5. Mengawasi agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan
masyarakat dihindari atau dikurangi besarnya.
Keterlibatan pemerintah dalam kegiatan ekonomi dapat dibedakan
dalam tiga bentuk, antara lain adalah sebagai berikut:
1. Membuat peraturan
Tujuan pokok dari peraturan pemerintahan adalah agar kegiatan
ekonomi dijalankan secara wajar dan tidak merugikan khalayak ramai.
Sebagai contoh, peraturan mengenai beberapa syarat kerja kepada para
pekerja di sektor industri dibuat untuk menjamin agar para pekerja diberi
gaji, upah dan tunjangan lain yang wajar dan tidak ditindas majikan. Selain
itu juga, peraturan mengenai lokasi pengembangan perusahaan ditujukan
agar beberapa industri tidak dikembangkan secara sembarangan sehingga
tidak mengganggu masyarakat di sekitarnya dan menghindari pencemaran
udara di kawasan perumahan. Peraturan yang dibuat oleh pemerintah
meliputi berbagai aspek daripada kegiatan ekonomi. Bukan saja terbatas
kepada mengatur kegiatan dan pendirian industri tetapi juga kegiatan ekspor
dan impor, perbaikan lalu lintas, pengembangan perusahaan dan berbagai
aspek kegitan ekonomi lainnya.

33

2. Menjalankan kebijakan fiskal dan moneter
Kebijakan fiskal adalah strategi dan langkah pemerintah di dalam
pengeluarannya dan di dalam sistem dan cara mengumpulkan pajak.
Sedangkan kebijakan moneter adalah langkah pemerintah untuk
mempengaruhi situasi keuangan dalam perekonomian, yaitu mempengaruhi
situasi keuangan dalam perekonomian, yaitu mempengaruhi tingkat bunga,
operasi bank, dan mengatur jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
Kedua kebijakan ini sangat penting di dalam mengatur kegiatan ekonomi.
Berbagai perekonomian selalu menghadapi masalah inflasi dan
pengangguran, kebijakan fiskal dan moneter merupakan tindakan untuk
mengatasi kenaikan harga dan kekurangan pekerjaan.
3. Menjalankan kegiatan ekonomi
Di dalam kegiatan ekonomi terdapat perbedaan yang nyata sekali
diantara keuntungan yang diperoleh oleh orang yang melakukannya
(keuntungan pribadi) dan keuntungan yang diperoleh oleh masyarakat
secara keseluruhan (keuntungan sosial). Contohnya kegiatan pendidikan.
Kehausan akan pendidikan memberi kemungkinan untung besar apabila
kegiatan tersebut sepenuhnya dijalankan oleh pihak swasta. Sedangkan
kepada masyarakat merupakan suatu kerugian karena mereka harus
membayar ongkos yang sangat besar untuk memperoleh pendidikan.
Tindakan pemerintah untuk menyediakan pendidikan kepada sebagian besar
anak yang memerlukannya dapat menghindari pengeluaran masyarakat yang
sangat besar untuk pendidikan. Tujuan dari campurtangan pemerintah juga

34

untuk memaksimumkan keuntungan yang akan diperoleh masyarakat dari
berbagai kegiatan perekonomian tersebut.



35

BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Kegiatan perekonomian tidak akan terlepas dari:
a. Sitem perekonomian yang ada baik dalam bentuk bentuk yaitu sistem
pasar bebas, sistem ekonomi campuran, dan sistem ekonomi perencanaan
pusat.
b. Hubungan yang erat antara Spesialisai Dan Perdagangan Dalam
Perekonomian Uang yaitu dalam perekonomian yang lebih maju
penggunaan uang memungkinkan terjadinya spesialisasi yaitu setiap
orang tidak lagi menghasilkan barang atau jasa yang diperlukannya tetapi
mengkhususkan kepada barang atau jasa yang dapat dihasilkan dengan
efisien atau sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
c. Pasar Barang Dan Pasar Faktor Produksi yang berbeda satu dengan
lainnya.
d. Mekanisme pasar, dimana terdapat dua bentuk pasar dilihat dari
bentuknya yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak
sempurna. Dimana pada Pada pasar persaingan sempurna , penjual dan
pembeli memiliki pengetahuan yang sempurna tentang harga suatu
barang, sehingga tidak ada satupun pihak yang bisa menguasai harga .
e. Kegagalan pasar yang terjadi apabila mekanisme pasar tidak dapat
berfungsi secara efisien dalam mengalokasikan beberapa sumber ekonomi
yang ada dalam masyarakat. Serta campur tangan pemerintah yang

36

diharapkan mampu mengatasi kepincangan atau kesalahan dalam
mekanisme pasar.
3.2. Saran
a. Dalam mekanisme pasar diperkenalkan dua bentuk pasar yaitu pasar
persaingan sempurna dan tidak sempurna. Alangkah lebih baik jika pasar
diatur dalam bentuk pasar persaingan sempurna untuk mengurangi resiko
terjadinya perbedaan harga yang terlalu mencolok antar produsen
b. Kegiatan perekonomian tidak bisa lepas dari campur tangan masyarakat
dalam mengontrol harga pasar. Oleh karena itu hendaknya kontrol
dilakukan oleh pemerintah baik pemerintah daerah maupun pusat. Namun
peran aktif masyarakat dan produsen tentu akan sangat membantu
pengontrolan terhadap harga pasar