Anda di halaman 1dari 19

Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap

Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis




Proposal Tugas Akhir 1

ANALISIS PENGARUH KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP
KEPADATAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI
GEOGRAFIS (SIG)

ABSTRAK
Kemacetan adalah permasalahan pelik yang berdampak luas kepada
masyarakat pengguna jalan serta pelaku ekonomi. Kemacetan berhubungan dengan
volume lalu lintas yang melintas pada suatu ruas jalan. Pada penelitian ini dilakukan
analisa hubungan antara volume lalu lintas dengan kepadatan jumlah penduduk di
kecamatan Tembalang kota Semarang. Pada penelitian ini jumlah penduduk dibagi
dalam zona kelurahan.
Untuk membantu proses analisa dan pemetaan digunakan software SIG. Dan
untuk mengetahui kepadatan jalan maka dapat digunakan Manual Kapasitas Jalan
Indonesia (MKJI 1997) untuk memperoleh nilai kapasitas (C) dan nilai derajat
kejenuhan (DS), dimana nilai derajat kejenuhan tersebut dibagi menjadi 3 kriteria,
kriteria dengan nilai tertinggi adalah jalan dengan kepadatan yang tinggi.
Dalam SIG terdapat 2 data yaitu data spasial berupa peta dan data atribut
berupa tabel. SIG dapat digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memeriksa, dan
menampilkan data-data pada setiap lokasi diruas jalan kecamatan Tembalang
sehingga data yang disajikan up to date. Dengan demikian hasil kajian dapat
digunakan sebagai bahan referensi pemetaan kemacetan jalan kecamatan Tembalang
kota Semarang.
Kata kunci : Kepadatan ruas jalan, kepadatan penduduk, Manual Kapasitas
Jalan Indonesia, SIG.


Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 2

I. Pendahuluan
I.1. Latar Belakang

Indonesia dalam setahun terakhir ini telah banyak terjadi musibah
kecelakaan kendaraan umum, dalam hal ini kecelakaan kereta api dengan
mobil, kereta api dengan manusia, kereta api dengan kereta api (Jawa
Pos,Harian Radar). Dinas Perhubungan tampaknya kewalahan dalam
menangani musibah yang beruntun tersebut, dimana kecelakaan tersebut juga
merenggut nyawa manusia yang tidak bersalah.
Kondisi ataupun service yang diberikan angkutan umum di Indonesia
belum begitu baik, banyak masyarakat enggan memakai jasa angkutan umum
dan lebih banyak mempergunakan kendaraan pribadi sebagai sarana untuk
bepergian atau berangkat kerja. Dengan banyaknya kendaraan pribadi yang
dipergunakan masyarakat, terutama di kota besar akan menimbulkan dampak
lain yang cukup merugikan yaitu kemacetan lalu lintas dan polusi udara yang
cukup serius.
Di kota Semarang, kecamatan Tembalang, 3 tahun belakangan ini
kemacetan lalu lintas semakin parah. Dengan dipindahnya kegiatan belajar
mengajar mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dari Kampus Undip Pleburan ke
Kampus Undip Tembalang maka bertambah pula kepadatan penduduk di
kecamatan Tembalang yang menyebabkan bertambah padatnya ruas jalan di
daerah penelitian. Yang menjadi penyebab padatnya ruas jalan tidak hanya itu,
lalu lintas menuju jalan tol pun juga menyebabkan kemacetan. Kepadatan di
kota Semarang ini dapat terjadi karena ruas jalan yang ada kapasitasnya sudah
tidak mencukupi lagi dengan banyaknya jumlah kendaraan yang melaju di jalan
tersebut, belum lagi pengaruh hambatan samping yang memakan badan jalan
cukup signifikan. Untuk mengatasi hal ini perlu penanganan yang serius,
Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 3

sistematis dan berkesinambungan agar diperoleh solusi yang efektif dan efisien
dengan budget yang sesuai dengan anggaran pemerintah daerah setempat.
Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai salah satu disiplin ilmu yang
baru berkembang, dirasakan cukup akurat untuk membantu memecahkan
masalah kepadatan kendaraan di perkotaan terutama kota besar seperti
Semarang ini. Dan SIG dipandang sebagai alat bantu yang tepat untuk
diaplikasikan pada kasus ini mengingat kelebihan kelebihan yang dimiliki.
Dalam penelitian ini akan dilakukan kajian awal tentang peranan SIG dalam
mengelola jumlah kendaraan yang melaju di suatu ruas dalam kota besar seperti
Semarang, mengingat belum banyak penelitian serupa yang dilakukan. Hasil
dari kajian nanti akan dianalisa, apakah ada keterkaitan antara kepadatan ruas
jalan yang terjadi dengan kepadatan penduduk daerah sekitar ruas jalan.
I.2. Perumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian tugas akhir ini adalah :
1. Bagaimana kondisi kapasitas (C) dan derajat kejenuhan pada ruas jalan di
kecamatan Tembalang kota Semarang ?
2. Bagaimana hubungan kepadatan penduduk pada kecamatan Tembalang dengan
kepadatan ruas jalannya ?
I.3. Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penulisan tugas akhir ini memiliki batasan-batasan sebagai berikut :
1. Penelitian ini dibatasi untuk daerah kecamatan Tembalang kota Semarang
dimana klasifikasi jalan yang diukur meliputi jalan arteri primer, jalan arteri
sekunder, jalan kolektor sekunder, dan jalan lokal sekunder (Perda No. 11 Th.
2004).
2. Volume kendaraan yang diteliti berdasarkan pengambilan data di lapangan
secara langsung dan data dari PU Binamarga.
Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 4

3. Jumlah penduduk yang diteliti berdasarkan data sekunder yang diambil dari
instansi tertertentu yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) dan data yang diambil
sebagian dari data kecamatan Tembalang.
I.4. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk :
1. Untuk mencari nilai kapasitas (C) dan nilai derajat kejenuhan (DS) ruas jalan
utama di kecamatan Tembalang.
2. Untuk mengetahui apakah ada hubungannya antara kepadatan penduduk dengan
kepadatan ruas jalan.
3. Untuk memetakan ruas jalan beserta atributnya di kecamatan Tembalang
dengan meggunakan SIG.
I.5. Manfaat Penelitian
Manfaat dilakukannya penelitian ini antara lain adalah :
1. Memberi informasi mengenai nilai kapasitas (C) dan nilai derajat kejenuhan
(DS) ruas jalan utama di kecamatan Tembalang.
2. Menjelaskan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kepadatan ruas
jalan.
3. Menyediakan peta ruas jalan beserta atributnya di kecamatan Tembalang.




Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 5

II. Studi Pustaka
II.1. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu daerah per satuan
luas. Dalam demografis, dikenal dengan kepadatan penduduk fisiologis dan
kepadatan penduduk agaris. Kepadatan penduduk fisiologis adalah
perbandingan antara jumlah penduduk total dengan luas lahan pertanian.
Sedangkan kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan jumlah penduduk
petani dan luas lahan pertanian.
Ada dua cara mengukur kepadatan penduduk suatu Negara :
1. Kepadatan penduduk aritmatik
Adalah suatu angka yang menunjukkan rata-rata penduduk menempati
setiap 1 kilometer persegi (km2) permukaan bumi atau jumlah semua penduduk
dalam suatu wilayah atau negara dibagi dengan luas seluruh wilayahnya.




2. Kepadatan penduduk netto
Adalah suatu angka yang menunjukkan rata-rata penduduk yang
menempati setiap 1 Km2 wilayah agraris atau pertanian atau jumlah semua
penduduk dalam suatu wilayah atau Negara dibagi dengan luas lahan
pertaniannya.




II.2. Sistem Jaringan Jalan
Jaringan merupakan serangkaian simpul-simpul, yang dalam hal ini
berupa persimpangan / terminal, yang dihubungkan dengan ruas-ruas
jalan/trayek. Untuk mempermudah mengenal jaringan maka ruas-ruas ataupun
simpul-simpul diberi nomor atau nama tertentu.
Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 6

Penomoran/penamaaan dilakukan sedemikian sehingga dapat dengan
mudah dikenal dalam bentuk model jaringan jalan. Jalan mempunyai suatu
sistim jaringan jalan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat
pertumbuhan dengan wilayah yang berada dalam pengaruh pelayanannya
dalam suatu hubungan hirarki [BAPPEDA,2005].
Jalur
Jalur merupakan jalan yang menghubungkan antara tempat yang satu
dengan yang lain dan dapat dilewati. Ada bermacam-macam jalur salah satunya
yaitu jalur lalulintas, yaitu jalur yang dilalui oleh orang - orang untuk menuju
ke satu tempat dengan menggunakan kendaraan. Dalam lalulintas terdapat
istilah trayek yang merupakan jarak perjalanan yang ditempuh.
II.3. Kapasitas Ruas Jalan
Kapasitas adalah volume maksimum yang melewati infrastruktur (jalan
dan persimpangan) dalam kondisi kondisi yang khusus. Kapasitas lebih
dikenal dengan Daya tampung maksimal suatu ruas jalan terhadap kapasitas
volume lalu lintas yang melintas. Kapasitas ruas jalan berbeda beda
kemampuannya tergantung / dipengaruhi lebar dan penggunaan jalan tersebut
(untuk satu atau dua arah).
Penentuan kinerja segmen jalan akibat arus lalu lintas yang ada atau yang
diramalkan dimana kapasitas dapat juga dihitung, yaitu arus maksimum yang
dapat dilewatkan dengan mempertahankan tingkat kinerja tertentu. Lebar jalan
atau jumlah lajur yang diperlukan untuk melewatkan arus lalu-lintas tertentu,
dengan mempertahankan tingkat kinerja tertentu dapat juga dihitung untuk
tujuan perencanaan. Pengaruh kapasitas dan kinerja dari segi perencanaan lain,
misalnya pembuatan median atau perbaikan lebar bahu, dapat juga
diperkirakan. (MKJI, 1997 ; 5-17).
Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 7

Kapasitas didefinisikan sebagai arus maksimum melalui suatu titik di
jalan yang dapat dipertahankan per satuan jam pada kondisi tertentu. Untuk
jalan dua-lajur dua-arah, kapasitas ditentukan untuk arus dua arah (kombinasi
dua arah), tetapi untuk jalan dengan banyak lajur, arus dipisahkan per arah dan
kapasitas ditentukan per lajur. (MKJI, 1997 ; 5-18).
Persamaan dasar untuk menentukan kapasitas adalah sebagai berikut:
( MKJI, 1997 ; 5-17)
dimana:
C = Kapasitas (smp/jam)
CO = Kapasitas dasar (smp/jam)
FCW = Faktor penyesuaian lebar jalan
FCSP = Faktor penyesuaian pemisahan arah
(hanya untuk jalan tak terbagi)
FCSF = Faktor penyesuaian hambatan samping
dan bahu jalan/kereb
FCCS = Faktor penyesuaian ukuran kota
Setelah di dapat nilai C maka dilanjutkan dengan mencari nilai DS
dengan rumus sbb :
DS = Q / C ( MKJI, 1997 ; 5-17)
Dimana :
DS = Derajat Kejenuhan
Q = Arus Kendaraan
Kemudian nialai derajat kejenuhan diklasifikasikan menjadi 3 katagori
nilai derajat kejenuhan ( DS ) , yaitu :
a. Tingkat Kapasitas Tinggi apabila didapat nilai DS diatas 0,85.
b. Tingkat Kapasitas Sedang apabila didapat nilai DS antara 0,7 sampai 0.85.
c. Tingkat Kapasitas Rendah apabila didapat nilai DS.
C = CO x FCW x FCSP x FCSF x FCCS
(smp/jam)

Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 8

II.4. Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu macam program
komputer yang memungkinkan pengguna untuk bekerja dengan menggunakan
peta digital secara cepat dan fleksibel. SIG biasanya digunakan untuk
menampilkan informasi yang bersifat spasial, misalkan untuk menditeksi
penyebaran penyakit demam berdarah, untuk mengetahui penyebaran
penduduk, atau untuk melihat pemetaan cuaca. Dengan menggunakan SIG,
informasi yang ditampilkan lebih jelas dan interaktif karena ditampilkan
dengan menggunakan kakas bantu peta digital.
Sejarah dibuatnya Sistem Informasi Geografis berawal dari wabah kolera
di Perancis pada tahun 1832. Saat salah satu geografis Perancis memetakan 48
distrik yang dibedakan pewarnaannya berdasarkan tingkat kematian penduduk.
Sistem Informasi Geografis mampu mengintegrasikan, menyimpan,
menyunting, menganalisis, dan berbagi informasi geografis untuk mengambil
keputusan. SIG modern menggunakan teknologi digital yang mampu mengolah
data dengan banyak metode. Metode pengolahan data yang paling sering
digunakan adalah metode digitalisasi data, yakni peta asli atau rencana survey
ditransfer menjadi peta digital menggunakan program Computer-Aided
Design (CAD) dengan kemampuan geo-referencing.
Tingkat keakurasian Sistem Informasi Geografis tergantung pada sumber
data dan cara mengkodekannya menjadi refernsi data. Sistem informasi
geografis yang bersumber pada data yang tidak cukup akurat memiliki tingkat
akurasi yang rendah. Pada informasi geografis yang konservatif. Peta kertas
biasa memiliki tingkat keakurasian yang tidak terlalu tinggi. Seiring
berjalannya waktu, tingkat keakurasian sistem informasi geografis meningkat.
Saat ini, pengguna sistem inrformasi geografis dapat memperoleh keakurasian
posisi yang tinggi dengan menggunakan teknologi Geographics Positioning
System (GPS).
Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 9

Proses Pengolahan Data
Data yang diperoleh dari berbagai sumber data selanjutnya akan diproses
untuk ditampilkan dalam peta digital. Terdapat enam proses dalam pengolahan
data menjadi informasi. Enam proses itu adalah sebagai berikut:
1. Pemasukan Data
Tahap pemasukan data merupakan tahap memasukan data mentah yang
baik berasal dari data analog yang diperoleh dari peta kertas biasa maupun
berasal dari data digital. Untuk memasukan data analog, Sistem Informasi
Geografis terlebih dahulu mengubahnya menjadi data digital. Proses
pengubahan ini dibantu dengan menggunakan alat digitizer.
2. Manipulasi Data
Data yang telah digitalisasi dan dimasukan sistem akan direpresentasikan
dalam suatu struktur data tertentu. Dalam tahap ini, SIG memanipulasi data
agar selanjutnya dapat dioleh dengan lebih mudah.
3. Manajemen Data
Setelah data dimanipulasi, data tersebut disimpan ke dalam sistem
penyimpanan data / DataBase Management System (DBMS). DBMS memiliki
kapasitas penyimpanan yang cukup besar untuk menyimpan data spasial SIG.
SIG dapat sewaktu waktu memuat kembali data yang telah disimpan di dalam
DBMS.
4. Query dan Analisis
Proses ini merupakan proses pencarian dan penentuan keputusan.
Pencarian dilakukan sesuai permintaan pengguna SIG. Data yang terkait
dengan kata kunci yang diberikan akan dicari di DBMS. Kemudian hasil carian
itu dianalisis, yang juga berdasar atas permintaan pengguna. Setelah dicari dan
dianalisis data siap untuk ditampilkan.

Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 10

5. Visualisasi
Tahapan terakhir ini adalah tahapan menampilkan informasi yang
inginkan oleh pengguna SIG.
II.5. Metode Regresi dan Korelasi
Regresi atau korelasi adalah metode yang dipakai untuk mengukur
hubungan antara dua variabel atau lebih. Kedua metode regresi maupun
korelasi sama-sama dipakai untuk mengukur derajat hubungan antarvariabel
yang bersifat korelasional atau bersifat keterpautan atau ketergantungan.
Penggunaan regresi adalah sebagai pengukur bentuk hubungan, dan korelasi
adalah sebagai pengukur keeratan hubungan antarvariabel. Kedua cara
pengukur hubungan tersebut mempunyai cara perhitungan dan syarat
penggunaannya masing-masing. Penjelasan mengenai perbedaan antara regresi
dan korelasi dalam pemakaiannya atau penerapannya terletak pada:
1. Regresi adalah pengukur hubungan dua variabel atau lebih yang
dinyatakan dengan bentuk hubungan atau fungsi. Untuk menentukan
bentuk hubungan (regresi) diperlukan pemisahan yang tegas antara
variabel bebas yang sering diberi simbul X dan variabel tak bebas dengan
simbul Y. Pada regresi harus ada variabel yang ditentukan dan variabel
yang menentukan atau dengan kata lain adanya ketergantungan variabel
yang satu dengan variabel yang lainnya dan sebaliknya. Kedua variabel
biasanya bersifat kausal atau mempunyai hubungan sebab akibat yaitu
saling berpengaruh. Sehingga dengan demikian, regresi merupakan
bentuk fungsi tertentu antara variabel tak bebas Y dengan variabel bebas
X atau dapat dinyatakan bahwa regresi adalah sebagai suatu fungsi Y =
f(X). Bentuk regresi tergantung pada fungsi yang menunjangnya atau
tergantung pada persamaannya.

Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 11

2. Korelasi adalah pengukur hubungan dua variabel atau lebih yang
dinyatakan dengan derajat keeratan atau tingkat hubungan antarvariabel-
variabel. Mengukur derajat hubungan dengan metode korelasi yaitu
dengan koefisien korelasi (r). Dalam hal ini, dengan tegas dinyatakan
bahwa dalam analisis korelasi tidak mempersoalkan apakah variabel yang
satu tergantung pada variabel yang lain atau sebaliknya. Jadi metode
korelasi dapat dipakai untuk mengukur derajat hubungn antarvariabel
bebas dengan variabel bebas yang lainnya atau antar dua variabel.
Regresi Linier Sederhana
Tujuan utama dari analisis regresi adalah untuk memberikan dasar-dasar
peramalan atau pendugaan dalam analisis peragam atau analisis kovarian.
Analisis regresi sebagai alat untuk melakukan peramalan atau prediksi atau
estimasi atau pendugaan yang sangat berguna bagi para pembuat keputusan.
Biasanya variabel tak bebas Y adalah variabel yang diramalkan dan variabel
bebas X yang telah ditetapkan sebagai peramal yang disebut prediktor. Untuk
membuat ramalan antara variabel X dengan variabel Y, maka variabel X dan
variabel Y tersebut harus mempunyai hubungan yang kuat. Kuat tidaknya
hubungan antara variabel bebas X dan variabel tak bebas Y didasarkan pada
analisis korelasi. Jadi antara analisis korelasi dan analisis regresi mempunyai
kaitan yang sangat erat.
Bentuk hubungan yang paling sederhana antara variabel X dengan
variabel Y adalah berbentuk garis lurus atau berbentuk hubungan linier yang
disebut dengan regresi linier sederhana atau sering disebut regresi linier saja
dengan persamaan matematikanya adalah sebagai berikut:
Y = A + BX ............. [1]
Apabila A dan B mengambil nilai seperti: A = 0 dan B = 1,persamaan [1]
akan menjadi:
Y = X ........................ [2]
Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 12

Persamaan [2] adalah suatu bentuk persamaan yang paling sederhana dari
regresi linier sederhana. Dari persamaan [1] A dan B disebut konstanta atau
koefisien regresi linier sederhana atau parameter garis regresi linier sederhana.
A disebut intercept coefficient atau intersep yaitu jarak titik asal atau titik acuan
dengan titik potong garis regresi dengan sumbu Y; dan B disebut slope
coefficient atau slup yang menyatakan atau menunjukkan kemiringan atau
kecondongan garis regresi terhadap sumbu X. Dari persamaan garis regresi [1]
di atas, dalam hubungan tersebut terdapat satu variabel bebas X dan satu
variabel tak bebas Y.
Uji varians regresi atau uji F regresi atau uji ragam regresi
Pengujian garis regresi secara statistika dapat dilakukan dengan uji ragam
regresi atau uji F regresi. Uji keragaman untuk menentukan garis regresi yang
terbaik sering disebut dengan uji F garis regresi atau lebih terkenal dengan sidik
ragam regresi. F-hitung disimbulkan dengan F-hit ini diartikan bahwa dalam
pengujian F akan dibuktikan suatu hipotesis nol atau H0: Fhit = 0 dan H1: Fhit
> 0. Kemudian F-hitung dibandingkan dengan F tabel yang biasa ditulis
dengan:
F-hitung Ftabel
(Di mana Ftabel = F(, p,n-2) dan = taraf nyata )
Kriteria pengujian nilai F-hit adalah:
1. Jika F-hit F(tabel 5%). Hal ini berarti bahwa garis regresi penduga ()
linier sederhana yang didapat tersebut bukan garis regresi yang terbaik
untuk menghampiri pasangan pengamatan X,Y. Atau dapat dikatakan ini
berarti bahwa terdapat hubungan bukan linier pada pasangan pengamatan
X,Y tersebut.
2. Jika F-hit > F(tabel 5%). Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan linier
antara pengaruh X terhadap Y. Atau dapat dikatakan bahwa garis regresi
Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 13

penduga () linier sederhana yang didapat tersebut adalah garis regresi
penduga yang terbaik untuk menghampiri pasangan pengamatan X,Y.
III. Metode Pelaksanaan Penelitian
III.1. Persiapan
Persiapan yang dibutuhkan pada penelitian nanti meliputi persiapan
peralatan dan persiapan data. Peralatan yang dimaksud adalah peralatan yang
digunakan untuk mengolah data penelitian. Peralatan yang digunakan ada 2
macam, yaitu hardware dan software. Sedangkan data yang dimaksud adalah
data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi di lapangan .
III.2. Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam penelitian adalah :
1. Komputer, merupakan perangkat keras yang digunakan untuk menjalankan
perangkat lunak dan mengolah data.
2. AutoCAD 2010, digunakan untuk mengolah peta jalan.
3. ArcGIS 10, digunakan untuk penyajian hasil peta, dan analisis peta.
4. Microsoft Office, digunakan untuk penyusunan laporan.
5. Microsoft Excel, digunakan untuk penyusunan atribut dan perhitungan data.
6. SPSS, digunakan untuk membantu perhitungan analisis regresi.
III.3. Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Data Primer, yaitu data yang didapat langsung dari lapangan, meliputi :
1. Data volume kendaraan / Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) yang
melintasi jalan utama pada tiap kelurahan di daerah penelitian.

Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 14

b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari berbagai instansi yang terkait
dengan penelitian ini, meliputi :
1. Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR).
2. Peta administrasi kota Semarang.
3. Peta jaringan jalan kota Semarang.
4. Data jumlah penduduk kecamatan Tembalang tahun 2008 sampai tahun
2013.
5. Faktor penyesuaian jalan (FCw, FCsp, FCsf, FCcs).






















Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 15

III.4. Diagram Alir Penelitian

Mulai
Pengumpulan Data
Primer
- Volume Kendaraan
Sekunder
- Data Jumlah Penduduk.
- Peta Administrasi & Jaringan
Jalan.
- Faktor penyesuaian jalan (FCw,
FCsp, FCsf, FCcs).
- Geometri Jalan.
-
Perhitungan Data
- Kapasitas dan Derajat
Kejenuhan (MKJI-
1997).
- Kepadatan Penduduk.
Penyusunan Atribut
- Nama Jalan.
- Jumlah Kendaraan Harian.
- Nilai Kapasitas Jalan.
- Nilai Derajat Kejenuhan.

Analisa Kepadatan Ruas Jalan
dengan Kepadatan Penduduk
(Regresi Linier dan Korelasi).
Peta Kepadatan
Ruas Jalan
Selesai
Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 16

III.5. Prosedur Pekerjaan
Adapun tahapantahapan yang dilakukan dalam melakukan penelitian ini
yaitu :
1. Pengumpulan datadata yang dibutuhkan. Dalam pengumpulan data ini,
dibagi menjadi 2 bagian :
a. Data Primer, yaitu data yang didapat langsung dari lapangan. Contoh
data, yaitu:
Data volume kendaraan / Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR).
Data volume kendaraan merupakan jumlah arus kendaraan yang
melewati suatu ruas jalan. Pengambilan data dilakukan di setiap ujung
jalan yang diambil datanya, masing-masing sejauh 50 sampai 100
meter dari ujung jalan.
Adapun jalan yang mejadi wilayah penelitian antara lain :
1. Jalan Arteri Primer
Jalan Tol seksi A( Jatingaleh Srondol), Jalan Tol Seksi C
(Majapahit - Jangli).
2. Jalan Arteri Sekunder
Jalan Kedungmundu, Jalan Ketileng Raya, Jalan Sendang Mulyo.
3. Jalan Kolektor Sekunder
Jalan Banjarsari, Jalan Sirojudin, Jalan Sambiroto Raya.
4. Jalan Lokal Sekunder
Jalan Mulawarman Raya, Jalan Jangli.
5. Dan beberapa jalan yang menjadi kajian dalam Perda No. 11 Th.
2004.
b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari berbagai instansi yang
terkait dengan penelitian ini.
Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 17

Data Jumlah Penduduk per kelurahan di kecamatan Tembalang
diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2008 sampai tahun
2013.
Peta administrasi dan peta jaringan jalan kota Semarang yang
diperoleh dari BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah.
Data mengenai nilai faktor penyesuaian jalan (FCw, FCsp, FCsf,
FCcs) yang diperoleh dari PU Binamarga Kota Semarang.
Data Geometrik Jalan yang diperoleh dari PU Binamarga Kota
Semarang.
Untuk data LHR pada beberapa jenis jalan sudah dimiliki oleh PU
Binamarga, maka tidak dilakukan pengambilan data.
2. Dari pengumpulan datadata tersebut dilakukan perhitungan data dan
penyusunan atribut. Perhitungan data menggunakan Software Microsoft
Excel, data yang dihitung meliputi perhitungan kepadatan penduduk, nilai
kapasitas jalan, dan nilai derajat kejenuhan jalan. Penyusunan atribut
menggunakan software Microsoft Office Excel. Atribut yang disusun
meliputi Nama Jalan, Letak Kelurahan, Arus Kendaraan, Kapasitas Jalan,
Derajat Kejenuhan, Keterangan Tingkat Derajat Kejenuhan, dan Kepadatan
Penduduk pada Kelurahan tersebut. Untuk perhitungan regresi linier
digunakan software SPSS. Pengujian statistik untuk regresi linier sederhana
menggunakan uji F karena dinilai lebih tepat.
3. Setelah diperoleh data atribut yang telah tersusun, data tersebut dapat
dianalisa dengan metode analisa regresi linier dan analisa korelasi. Maka
didapat hubungan antara kepadatan ruas jalan dengan kepadatan penduduk.
4. Setelah memperoleh hasil berupa data dan analisa, maka dapat dilakukan
pemetaan kepadatan ruas jalan Tembalang untuk Lalu Lintas Harian Rata-
Rata (LHR) kendaraan bermotor.

Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 18

IV. Jadwal Pelaksanaan Penelitian
No Tahap Penelitian
Mei Juni Juli Agustus
3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan

2 Studi Literatur

3 Pengumpulan Data

4 Perhitungan Data

5 Penyusunan Atribut

6 Analisa Hasil

7
Pembuatan Peta
Kepadatan Ruas Jalan

8 Laporan












Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk Terhadap
Kepadatan Ruas Jalan Menggunakan Sistem Informasi Geografis


Proposal Tugas Akhir 19

V. Daftar Pustaka
Feick, Robert D. and Hall, G. Brent .1999. Consensus-building in a Multi-participant
Spatial Decision Support System. URISA Journal. Volume 11. Number 2. Pages
17 23 .
BAPPEDA.1995. Draft Rencana : Rencana Tata Ruang Wilayah Kotamadya Daerah
Tingkat II Semarang. Pemda Kabupaten Daerah Tingkat II. Semarang .
Prahasta, E. 2001, Sistem Informasi Geografis, Informatika, Bandung.
Handayani,Dewi. 2010. Jurnal Teknologi Informasi Dinamik. Volume XV. No.
2,Halaman 121-135.
Anonim, 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia, February 1997, Dirjen Bina Marga
Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Ghilani, Charles D. And Wolf, Paul R. 2006. Adjustment Computations : Spatial Data
Analysis. USA