Anda di halaman 1dari 42

TAHAP-TAHAP DISAIN

1. PRIOR TO CONSTRUCTION (PRELIMNARY DESIGN) didasarkan pada data informasi, sering


datanya sangat terbatas( misalnya pipa sekian, ukuran sekian).
2. DURING CONSTRUCTION umumnya konstruksi mengalami modifikasi-modifikasi, sehingga
disain proteksi katodik harus mengikuti.
3. AFTER CONSTRUCTION (FINAL DESIGN) setalah konstruksi selesai, kita harus membuat
disain akhir.
Catatan :
Disain awal umumnya untuk prinsip teknik yang akan diterapkan, termasuk sistem, survei yang perlu,
material, jadwal, dsb, untuk menyusun biaya penawaran. Tetapi orang sering menganggap ini
disain final. Akibatnya sering ada selisih faham antara fihak-fihak terkait.
1. PESERETA KURSUS PRINSIP SISTEM ARUS TANDING.
2. MEMAHAMI ALASAN MENGAPA DIPILIH SISTEM ARUS
TANDING.
3. MEMAHAMI ADANYA INTERFERENSI, IR DROP, DLL.
4. MEMAHAMI RUMUS2 DASAR DISAIN.
5. MEMAHMI DASAR2 PERHITUNGAN.
6. MEMAHAMI FASILITAS2 SISTEM ANODA KORBAN.
7. MEMAHAMI TEKNIK MONITORING DAN
FASILITASNYA.
8. MELAKUKAN PERCOBAAN2 LAB., PERAKITAN
RECTIFIER, DLL.
9. MAMPU MENDISAIN SECARA MANDIRI.
SINGLE LINE DIAGRAM
TR
+JB
-JB
Eo = Ex cosh X(RG)
X(remote)
Proteksi katodik dengansistemarus tanding
Puluhankm
2,0
Eo = Ex cosh X(RG)
Eo
Ex
hill
- V
E
kor
E
0
E
X
X(remote)
GROUNDBED DI TENGAH
Eo = Ex cosh X(RG)


= tahananjenispipa, 0,18x10
-6
Ohm-m
= resistivitasspesifik, m
2
JB
JB
Groundbed
JB = junction box
Coating baik.
Pipa tebal
Coating jelek
Pipa tipis
-V
-V
Groundbed
Coating baik.
Pipa tebal
Coating jelek
Pipa tipis
Kemiringan landai
Atau rendah
Kemiringan terjal
Atau tinggi
adalah sudut kemiringan
Kemiringan berbanding terbalik dengan kualitas coating.
Kemiringan berbanding terbalik dengan tebal pipa.
FLOWCHART
Start
Set up
Design Criteria
R = p/(t(D-t)
G = D/
= RG
Rs = R/G
ICCP
ICCP
E
0
= E
X
cosh (X)
I
0
= (E
0
/Rs) tanh X
DC output
I
R
= I
0
x Sf
1
W
0
= (YCI
R
)/U
0,5<E
0
<1,0
No
Yes
(1)
N = (W
0
/w)xSf
3
Rh = (/2L)(ln(4L/D 1))
F = 1 + /(SaRh) ln(0,66N)
R
N
= (Rh/N)xF
V
0
=I
R
(R
N
Sf
2
+ Rc) + e
V
0
60V
No
Yes
(3)
(2)
V
0
V
R
60
Location planning
Of anode groundbed
No
Yes
End
V 1,0 volt
V = ((I
R
)/L
0
)ln(1 + (L
0
/2x))
(4)
(3)
R tahanan pipa baja, ohm/m
Rs tahanan khas pipa baja Ohm-m
p resistivitas baja, 0,18x10
-6
Ohm-m
D diameter luar pipa, m
T tebal pipa, m
G kebocoran konduktansi coating, S/m
Resistivitas khas coating, Ohm-m
2
Konstanta atenuasi, m
-1
E
0
pergeseran potensial di drainage point, V
E
X
pergeseran potensial di ujung pipa, V
X jangkauan proteksi pipa, m
I
0
arus proteksi, teoritis, A
I
R
kapasitas arus DC, A
Sf
1
faktor keamanan arus proteksi, 125%
Sf
2
faktor keamanan tahanan groundbed, 150%
Sf
3
faktor keamanan jumlahanoda, 150%
W
0
berat total anoda yang diperlukan, kg
w berat per anoda, kg
Y umur disain, tahun
C laju konsumsi anoda, kg/AY
U faktor guna (utilization factor)
N jumlah anoda, buah
Rh tahanananoda individual dalamtanah, Ohm
Resistivitas tanah, Ohm-m
L panjang anoda, m
d diameter anoda , m
S dua kali kedalaman anoda, m
F faktor interferensi antara anoda
Sa jarakantara anoda, m
R
N
tahanangroundbed, Ohm
V
0
tegangan yang diperlukan, V
e tegangan balik antara anoda dan pipa, (2,5V)
Rc tahanan listrik kabel, Ohm
V
R
kapasitas tegangan rectifier, V
v bukit tegangan (tension hill) sepanjang pipa, V
L
0
panjang groundbed, m
x jarakanoda ke pipa, m
Potensial korosi baja ~ -550 mV, CSE
Potensial proteksi -850 mV ayau lebih negatif
Pergeseran potensial 300 mV atau lebih besar(absolut)
Disain aman pergeseran 500 mV
Dalamcontoh (1) 500 1000 mV (drainage point)
Back voltage (2) 2,5 V, ada yang 2 V.
Tegangan TR (3) 60 V, standar BS (keamanan)
50 V, standar SAA
100 V, sekarang diterapkan.
Tension hill 1000 mV, untuk keamanan, terutama
bila coatingnya coaltarenamel
URUTAN MENGHITUNG
1. r pipa (tahanan)
2. G coating (konduktansi)
3. (atenuasi)
4. R (tahanan struktur/jaringan)
5. X (jangkauan proteksi)
6. Io (arus proteksi)
7. Ir (kapasitas arus rectifier)
8. W berat anoda total (jenis anoda?)
9. N jumlah anoda
10. R anoda
11. Tahanan sirkit, Rn
12. Hitung tegangan TR
( ) t D t p
pipa ?
r

=
( )
m / ohm 10 x 44 , 13
02542 , 0 x 375 , 0 18 x 375 , 0 x 14 , 3
10 x 18 , 0
r
6
6

=
di mana :
pipa
= 0,18 x 10
-6
ohm-m
D = 18
t = 0,375
?
D p
g =
m S x
x x
g / 10 87 , 2
5000
0254 , 0 18 14 , 3
4
= =
, m
2
Klasifikasi
( ) g r =
( )
1 5 4 6
m 10 x 21 , 6 10 x 87 , 2 x 10 x 44 , 13

= =
( ) g / r R =
( ) ( ) [ ] ohm 216 , 0 10 x 87 , 2 / 10 x 44 , 13 R
4 6
= =

( )

x
E E arc
X
/ cosh
0
=
( )
km 6 , 31
10 x 21 , 6
40 , 0 / 45 , 1 cosh Arc
X
5
= =

( ) X R E I tanh /
0 0
=
( ) ( ) A x x I 45 , 6 31600 10 21 , 6 tanh 216 , 0 / 45 , 1
5
0
= =

1
f
0 R
S x I I =
A 06 , 8 25 , 1 x 45 , 6 I
R
= =
U
I x C x Y
W
0
=
Data anoda :berat, w = 20 kg
konsumsi C = 0,8 kg/AY
faktor guna (utilization factor) U = 0,8
umur anoda Y = 20 tahun
kg 240
8 , 0
12 x 8 , 0 x 20
W
0
= =
( )
2 f
S x w / W N
0
=
( ) anoda 18 5 , 1 x 20 / 240 N = =

= 1
8
8 ln
2 d
L
L
R
v

( ) ( ) ohm 39 , 5 1 2 , 0 / 2 x 8 ln
2 x 14 , 3 x 2
20
R
V
= =
( ) N x 66 , 0 ln
R S p
?
1 F
v a
+ =
( ) 585 , 1 18 x 66 , 0 ln
39 , 5 x 5 x 14 , 3
20
1 F = + =
( ) F x N / R R
v
N
=
( ) ohm x R
N
475 , 0 585 , 1 18 / 39 , 5 = =
( ) E R S x R I V
C 3 f N R 0
+ + =
( ) V 025 , 12 5 , 2 2 , 0 25 , 1 x 475 , 0 12 V
0
= + + =
Sf3 = faktor keamanan, 125%
Rc = tahanan rangkaian, 0,2 V
E = tegangan balik (back voltage), 2,5 V
V
0
60V
TEGANGAN OUTPUT RECTIFIER MENURUT STANDAR BS
MAKSIMUM 60 V ATAS DASAR KESELAMATAN OPERATOR,
TETAPI STANDAR LAIN LEBIH TINGGI DARI ITU DAN
PADA SAAT INI DI INDONESIA TELAH BANYAK
DIGUNAKAN TEGANGAN OUTPUT TR 100 V.
BS 7361, ISO 15589-1