Anda di halaman 1dari 16

EPILEPSI

HIPPOCRATES
Proses organik otak
YUNANI
to be seized by forces from without
J.H.JACKSON (akhir abad ke-19)
Lepas muatan berlebihan,
paroksismal dari jaringan saraf.

Mekanisme dasar Epilepsi
Epilepsi :
Gangguan paroksismal yang ditandai
oleh lepas muatan neuronal yang
abnormal.

Sekunder dari ketidaknormalan
membran neuronal atau
ketidakseimbangan antara pengaruh
neurotransmiter inhibitorik dan eksitatorik
Dapat pula diakibatkan
Diagnosis epilepsi :
Diagnosis klinis berdasarkan
terutama pada pola serangan /
kejang
Dokter biasanya tidak melihat sendiri,
maka diperlukan anamnesis yang teliti
baik dari penderita maupun keluarga /
orang lain yang melihat langsung
serangan / kejang tersebut.

.

BAGIAN BAGIAN DARI SUATU KEJANG: - ICTUS
/ ICTAL
- POSTICTAL
- INTERICTAL
- AURA

Manifestasi klinis:
gangguan kesadaran, motorik, sensorik, otonom
atau psikis. Jenis bangkitan tergantung dari letak
fokus serta fungsi sel neuron yang lepas
muatannya berlebihan, serta penjalarannya.


KLASIFIKASI EPILEPSI

ILAE (International Leaque Against Epilepsy) 1981
I. Kejang parsial
A. Kejang parsial sederhana
B. Kejang parsial kompleks
C. Kejang parsial sekunder ke
kejang umum

II. Kejang umum (konvulsif/ non konvulsif)
A. Kejang lena (absence/petit mal)
B. Kejang mioklonik
C. Kejang tonik
D. Kejang atonik
E. Kejang klonik
F. Kejang tonik-klonik (grand mal)

III. Kejang epileptik tak terklasufikasi (data tak lengkap)




ILAE 1989
(Klasifikasi Epilepsi dan Sindrom Epilepsi)
1.1. Localization-related/ idiopathic
epilepsies
1.2. Localization-related/
symptomatic epilepsies

2.1. Generalized/idiopathic epilepsies
2.2. Generalized symptomatic epilepsies
2.3. Generalized/ either idiopathic or
symptomatic epilepsies

3. Both localization-related and generalized epilepsies

4. Situation-rrelated epilepsies

ETIOLOGI
1. Idiopatik
2. Simptomatik
- Kongenital
* asfiksia perinatal
* perdarahan intrakranial
* gangguan metabolik: hipoglikemia
* gangguan elektrolit :-hipokalsemia
-hipomagnesemia
* kadar bilirubin tinggi
* KIsta porensefalus, hidrosefalus, ensefalomalasia
- Trauma kepala
- Infeksi otak, selaput otak, abses, kista parasit
- Lesi desak ruang : tumor, abses, AVM,, tuberkulloma, kista,
gliosis
- GAngguan peredaran darah otak
- TOksik metabolik
- Degenerasi,dll






Faktor presipitasi
- FAktor sensorik:
* cahaya berkedip
* bunyi mengejutkan
* air panas
- Faktor sistemik:
* Demam
* Penyakit infeksi
* Obat-obat (fenotiazin, klorpropamid)
* Hipoglikemia
* Kelelahan fisik
- Faktor mental :
* Stres
* Gangguan emosi



GEJALA
Kejang parsial sederhana
mulai dengan letupan muatan listrik di bagian
otak tertentu dan muatan listrik tersebut hanya
terbatas di daerah tersebut.
Tergantung area otak yang terkena

Kejang Jacksonian
Gejala dimulai pada satu bagian tubuh tertentu
(tangan atau kaki) kemudian menjalar ke
anggota gerak , sejalan dengan penyebaran
aktivitas listrik di otak




Kejang Parsial Kompleks
Dimulai dengan hilangnya kontak penderita dengan
lingkungan sekitar selama 1-2 menit.
Penderita goyah, mengerakkan lengan dan tungkai dengan
cara aneh dan tanpa tujuan, mengeluarkan suara-suara tak
berarti, tidak mampu memahami orang lain
Kebingungan selama beberapa menit, sembuh total

Kejang Konvulsif (Grand Mal, kejang tonik klonik)
Biasanya dumulai dengan kelainan muatan listrik otak yang
terbatas, yang segera menyebar ke area otak lainnya,
menyebabkan seluruh daerah mengalami kelainan fungsi
Kelainan
Kejang Umum Primer
Ditandai dengan lepas muatan listrik abN
di daerah otak yang luas
Terjadi penurunan kesadaran sementara,
kejang otot hebat dan sentakan-sentakan
di seluruh tubuh, gig dikatupkan kuat dan
hilangnya kontrol kandung kemih.
Sesudahnya penderita bisa mengalami
sakit kepala, linglung dan merasa sangat
lelah. Biasanya penderita tidak dapat
mengingat apa yang terjadi selama
kejang.
Petit Mal
Dimulai masa kanak-kanak, biasanya
sebelum usia 5 tahun.
Tidak terjadi kejang dan gejala dramatik
lainnya dari grand mal.
Penderita hanya menatap, kelopak mata
bergetar atau otot wajah berkedut selama
10-30 detik.
Penderit atidak memberi respons terhadap
sekitar tetapi tidak terjatuh, pingsan atau
tersentak-sentak.



Status Epileptikus
Merupakan kejang yang paling serius.
Kejang terus menerus, tidak berhenti lebih
dari 30 menit, atau di antara dua kejang
penderita tidak sadar.
Jika tidak segera diatasi bisa terjadi
kerusakan jantung dan otak yang
menetapp dan penderita bisa meninggal.

Sisi Otak Yg Terkena Gejala
Lobus Frontalis Kedutan otot tertentu
Lobus Parietalis Mati rasa atau kesemutan di
bagian tertentu
Lobus Temporalis Halusinasi gambaran dan perilaku
repetitif kompleks (jalan
berputar2)
Lobus temporalis
anterior
GErakan mengunyah, gerakan
bibir mencium
Lobus temporalis
anterior dalam
Halusinasi bau, yang
menyenagkan ataupun tidak
Lobus oksipitalis Halusinasi kilatan cahaya
TERAPI
Obat Jenis
Epilepsi
Efek samping Dosis
mg/kgbb/hr
Karbamazepin Umum,
Parsial
Leukosit dan eritrosit
berkurang
20-30
Etoksimid Petit mal Leukosit dan eritrosit
berkurang
250 mg/hari
Fenobarbital Umum
Parsial
Tenang 4-7
Fenitoin Umum
Parsial
Pembengkakan gusi 4-8
Primidon

Umum
parsial
Tenang 10-25
Valproat Kejang
infantil,
Ptit mla
Berat badan bertambah,
Rambuat rontok
15-60
PROGNOSIS
Tergantung beberapa hal, al:
- jenis epilepsi
- etiologi
- saat pengobatan dimulai
- ketaatan minum obat
Umumnya baik, 50-70 % dapat dicegah dengan
obat.
Epilepsi primer (umum maupun petit mal)
prognosisnya baik.
Epilepsi yang serangan pertamanya dimulai pada
usia 3 tahun atau disertai kelainan neurologik
atau retardasi mental buruk.