Anda di halaman 1dari 8

Ilmu Kimia, Materi dan Penggolongannya

A. Peranan I lmu Kimia


Ilmu kimia disebut juga sebagai central science karena perananya yang sangat penting
diantara ilmu pengetahuan lainnya.

B. Perkembangan Ilmu Kimia




Demokritus
Setiap Materi terdiri dari
partikel kecil yang disebut
dengan Atom
Aristoteles
Materi terbentuk dari 4 jenis
unsur, yaitu tanah, air, udara,
api.
Pada abad 500-1600 M
Lebih cenderung pada ilmu praktis, pembuatan berbagai
jenis zat yang bermanfaat (alkohol, zink, dll)
Pada abad 700-778M
Jabr Ibn Hayyan Al Kimiya
mengembangkan kimia di sini
Ilmu Kimia Lahir
Antoine Lavoiser (1743-1794)
Penemu Hukum Kekekalan Massa
John Dalton (1766-1844)
Pencetus Teori Atom Pertama
Setelah John Dalton banyak Ilmuwan-Ilmuwan yang kemudian
mengembangkan Ilmu Kimia setelah tahun 1800 Kimia berkembang dengan
pesat. Beberapa ilmuwan dalam Bidang Kimia.
JJ Thompson Rutherford Niels Bohr Mendeleev Nobel
Biologi Fisika
Fisiologi Kedokteran
Farmakologi
Toksikologi
Genetika
Neurologi
Psikologi
Geologi
Paleontologi
Botani
Pertanian
Ekologi
Arkeologi Teknik Metalurgi
Elektronika
Kosmologi
Metereologi
Kimia
C. Pengantar Laboratorium
Beberapa Alat Laboratorium dan Penggunaanya :

Beberapa Tanda atau label dalam bahan Kimia


D. Materi
1. Pengertian
segala sesuatu yang mempunyai masa dan volume (menenmpati ruang).
2. Sifat Materi
Berdasarkan jumlah materi :
Sifat ekstensif : sifat yang bergantung pada jumlah materi.
Contoh : 2 batang emas murni bisa memiliki massa dan volume yang berbeda.
Sifat I ntensif : sifat yang tidak bergantung pada jumlah materi.
Contoh : 2 batang emas murni dengan massa dan volume yang berbeda memiliki daya
hantar listrik yang sama.

Berdasarkan perubahan yang terjadi pada materi :
Sifat fisis : sifat yang yang dapat diamati tanpa harus mengubah susunan materi.
Contoh :
Sifat fisis ekstensif : massa, volume, kalor.
Sifat fisis Intensif : titik didih, titik leleh, daya hantar listrik.

Sifat Kimia : sifat yang dapat diamati akibat terjadi perubahan suatu materi menjadi materi
lain
Contoh : pembusukan makanan, pembakaran bahan bakar



Biasa digunakan dalam Titrasi Asam basa,
untukmenentukan konsentrasi ataupun pH
suatu larutan
Disebut juga Pipet Gondok, biasa digunakan
untuk mengambil larutan dari dalam botol
dengan ketelitian lebih tinggi
Digunakan sebagai tempat pencampuran dan
pengenceran larutan konsentrasi tinggi
menjadi larutan dengan konsentrasi rendah.
Disebut juga Gelas Ukur, digunakan untuk
menakar zat yang akan digunakan
3. Wujud Materi
Ada 3 wujud materi dalam kehidupan sehari hari yang kita ketahui kita :


Sifat fisis dari wujud padat, cair, dan gas.
Padat Cair Gas
Mempunyai bentuk tertentu Mempunyai bentuk mengikuti
bentuk wadahnya
Mempunyai bentuk mengikuti
seluruh wadah yang
ditempatinya
Mempunyai volume tertentu Mempunyai volume tertentu Mempunyai volume tidak
tertentu mengikuti volum wadah
Tidak dapat dikompresi/
ditekan karena nilai
kerapatanya tinggi
Sulit dikompresi karena nilai
kerapatannya relatif tinggi
Mudah dikompresi karena nilai
kerapatannya rendah.
Tidak dapat bergerak Mudah bergerak/mengalir Sangat mudah bergerak/
menyebar ke segala arah.
Perubahan Wujud Materi :


4. Perubahan Materi
Perubahan Fisika adalah Perubahan yang tidak menghasilkan materi
baru, hanya melibatkan perubahan wujud materi.
Contoh : E Mencair, Air membeku, Lilin meleleh
Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan materi baru.
Ciri perubahan kimia :
1. Adanya perubahan warna
2. Timbul/terbentuk gas
3. Pembentukan endapan
4. Perubahan suhu
Contoh : pembakaran kayu, besi berkarat, makanan membusuk.


Padat
Gas Cair
Mengembun (Kondensasi)
Menguap
Mencair
Membeku Menyublim
Menyublim
5. Penggolongan Materi

a) Zat tunggal
Gabungan dari beberapa materi yang sejenis. Contoh : air murni, HCl Murni, Gula murni.
Zat tunggal dibagi menjadi unsur dan senyawa
1) Unsur
Adalah zat murni yang terdiri dari hanya satu jenis atom dan tidak bisa lagi diuraikan ke
bentuk sederana melalui reaks kimia.
Unsur di alam terdapat 90 unsur alami dan
25 unsur buatan, Unsur tersebut kemudian
dikelompokan dan diberi lambang sesuai
dengan namanya.
Lambang unsur dinyatakan dengan huruf
besar yang merupakan huruf awal dari
nama unsur tersebut.
Contoh : H untuk Hydrogenium, Ca untuk
Calcium, C untuk Carbon.
Jika terdapat unsur dengan huruf awal sama
maka perlu ditambahkan huruf kedua yang
ditulis kecil.
Contoh : B untuk Boron, Be untuk
Berilium, Ba untuk Barium, Br untuk
Brom.











MATERI
Campuran
(Komopisis tidak tetap)
Zat Murni
(komposisi)
Unsur Senyawa
Semi logam Logam Non Logam
Larutan
(campuran homogen)
Koloid
(campuran heterogen)
Suspensi
(campuran heterogen)
Perubahan Fisis
Reaksi Kimia
2) Senyawa
Adalah zat yang terdiri dari dua atom lebih yang berbeda, dan dapat diuraikan ke bentuk
sederhana melalui reaksi kimia.
Contoh : senyawa H
2
SO
4
, senyawa NaCl, senyawa HF dll

b) Campuran
Adalah gabungan dari dua atom atau lebih zat murni tanpa melalui reaksi kimia.
Tiga karakteristik dari campuran, yaitu ;
Komposisi zat-zat murni dalam campuran adalah tidak tetap.
Sifat zat-zat murni dalam campuranya adalah sama dengan sifat asalnya.
Zat-zat murni dalam campuran dapat dipisahkan secara fisis.
Campuran sendiri dibedakan menjadi 3 jenis;
Larutan
Adalah campuran homogen antara dua zat atau lebih dimana partikel-partikel dari
komponen-komponen penyusunnya tersebar merata. Kompone utamanya adalah zat terlarut
(yang dilarutkan) dan pelarut.
Contoh : campuran gula dengan air membentuk larutan gula,
Wujud Contoh
Zat Terlarut Pelarut
Gas Gas O
2
di udara
Gas Zat cair Gas CO
2
dalam soda
Gas Zat padat Gas H
2
dalam Platina
Zat Cair Zat cair Zat Etanol dalam VODKA
Zat Padat Zat cair NaCl dalam air
Zat Padat Zat padat Paduan Al dan Fe
Koloid
Adalah suatu campuran heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat
yang berukuran koloid (fase terdispersi) tersebar merata dalam zat lalin (medium
pendispersinya).
Fase
terdispersi
Medium
Pendispersi
Jenis Kolois Contoh
Padat Padat Sol padat Paduan logam, gelas berwarna, intan hitam
Cair Sol Cat, tinta, tanah liat
Gas Aerosol Debu di udara, asap
Cair Padat Emulsi padat (gel) Jelly, keju, mentega
Cair Emulsi Susu, Mayonaise
Gas Aerosol cair Awan, kabut
Gas Padat Buih padat Batu apung, Styrofoam
Cair Buih Putih telur dikocok, busa sabun
Suspensi
Adalah campuran heterogen antara dua zat atau lebih dengan zat tersuspensi berukuran
sespensi. Contoh : kerikil dicampur air, tanah campur air, pasir campur air.
Tabel berikut menyajikan erbedaan Ketiga jenis larutan di atas;
Perbedaan Larutan Koloid Suspensi
Jumlah fase 1 2 2
Distribusi partikel Homogen Heterogen Heterogen
Ukuran partikel < 10
-7
cm 10
-5
-10
-7
cm >10
-5
cm
Pemisahan
campuran
Tidak
dapat
Tidak dapat dipisahkan kecuali dengan
penyaringan ultra
Dapat
dipisahkan


Pemisahan Campuran
ada beberapa cara pemisahan campuran yang dapat dilakukan;
Pemisahan zat padat dari zat cair dalam suspensi














Pemisahan zat padat dari campuran

Pemisahan zat cair yang tidak saling melarutkan











Pemisahan zat cair dari larutannya


6. Kadar zat dalam campuran
Komposisi zat murni dalam campuran dinyatak dalam berbagai macam satuan, dimana kadar
suatu zat dalam suatu campuran memiliki satuan persen atau bpj.
1 % = 10
4
bpj (ppm)
Jadi
315 bpj = 315 x 10
-4
% = 3,15 x 10
-2
%
Berkaitan dengan kadar zat dalam campuran
a. Keseluruhan adalah 100%, separo = 50%
b. 1% berarti 1 diantara 100 = 1/100.
c. Kada gula 20%, berarti
Massa gula = (20/100) x massa Total zat
d. Kada gula 20%, massa gula 50 gr.
Massa total = (100/20) x massa gula


















Soal!
1) Sebanyak 25 gram gula dilarutkan dalam 100 gram air. Berapa persen massa gula dalam larutan
dan berpa Bpj?
2) Berapa gram gula dan berapa gram air diperlukan untuk membuat 200 gram larutan gula 10%?
3) Kedalam 100 gram gula 10% ditambah lagi gula 20 gram. Berapa % kadar gula sekarang?
4) Berapa gula harus ditambahkan ke dalam 100 gram gula 10%, sehingga kadar gula menjadi
20%?
5) Asam sulfat pekat dengan kadar 98% dengan massa jenis 1,8 kg/L. Berapa gram asam sulfate
terdapat dalam 400 mL larutan?
6) Ke dalam 100 gram larutan yang mengandung 10% glukosa, ditambahkan lagi glukosa
sebanyak 10 gram. Berapa kadar glukosa sekarang?
7) Sebanyak 100 gram larutan gula 10% dicampur dengan 200 gram larutan gula 20%. Berapa
persen kadar gula sekarang?
8) 100 mL alkohol 70%. Berapa volume air yang dibutuhkan untuk menguah kadar alkohol
menjadi 30%?
9) Dalam 250 mL air limbah terlarut 0,5 mg oksigen. Nyatakan kadaoksigen tersbut dalam bpj
(massa jenis air limbah adalah 1 Kg/L).
10) Sebanyak 10 mL larutan yang mengandung raksa 0,1% dicampur dengan 100 L air. Jika massa
jenis larutan dan air adalah 1 Kg/L, berapakah kadar raksa sekarang?
11) Kadar kromium dalam suatu contoh air adalah 5 bpj. Berapa gram kromium terdapat dalam 1
liter air itu? (Massa jenis air 1 Kg L
-1
).
12) Larutan yang digunakan untuk mengklorinasi kolam renang mengandung 7% klorin. Tingkat
ideal dalam kolam adalah 1 ppm. Jika massa jeni larutan klorin adalah 1,1 g/ml. Berapa larutan
klorin yang dibuthkan untuk menghasilkan kadar 1ppm dalam kolam renang berukuran 100m
3
?
13) Suatu bijih tembaga rata-rata mengandung 2% tembaga. Hitunglah massa tembaga yang dapat
diperoleh dari 2 ton bijih tersebut jika rendemen 70% (rendemen 70% berarti hanya 70% dari
total tembaga dalam bijih itu yang dapat dipisahkan).
14) Suatu sampel mengandung 200 bpj enyawa bauksit yang tersusun dari 40% aluminium. Berapa
Ton ampel yang harus diolah agar diperoleh 2 Kg aluminium?
15) Dalam 100 mL obat sirup terdapat 0,5mg Vit C. Jika massa jenis obat adalah 1,25 gram/ cm
3
.
Maka kadar Vit C dalam obat tersebut?