Anda di halaman 1dari 6

KODE ETIK PROFESI

POLISI
SYAMSUL ALAM
SAHERIANA
ARIESTA SIMBOLON
SYAHRUNI SYAHRIAR

DISUSUN OLEH :


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah panjang telah membentuk kepolisian Indonesia yang
menjadi polri pada saat ini. Tanpa mengurangi besarnya
keberhasilan yang telah dicapai polisi, telah terbukti mampu
menjadi salah satu pilar penegak keamanan yang mengantar
pembangunan Bangsa dan Negara.
Etika profesi kepolisian merupakan kristalisasi nilai-nilai
Tribrata yang dilandasi dan dijiwai oleh Pancasila serta
mencerminkan jati diri setiap anggota Kepolisian Negara
Republik Indonesia
Kode etik profesi kepolisian negara Republik Indonesia
mengikat secara moral, sikap dan perilaku setiap anggota polri.

B. Tujuan
Tujuannya adalah berusaha meletakkan Etika Kepolisian
secara proposional dalm kitan dengan masyarakat.
Sekaligus juga bagi polisi berusaha memberikan bekal
keyakinan bahwa internalisasi Etika kepolisian yang benar,
baik dan kokoh, akan merupakan sarana untuk:
1. Mewujudkan kepercayaan diri dan kebanggan sebagai
seorang polisi, yang kemudian dapat menjadi kebanggan
bagi masyarakat.
2. Mencapai sukses penugasan
3. Membina kebersamaan, kemitraan sebagai dasar
membentuk partisipasi masyarakat
4. Mewujudkan polisi yang professional, efektif, efesien dan
modern, yang bersih dan berwibawa, dihargai dan dicintai
masyarakat.


BAB II
ISI
Etika profesi Kepolisian memuat 3 (tiga) substansi
etika yaitu Etika Pengabdian, Kelembagaan dan Kenegaraan
yang dirumuskan dan disepakati oleh seluruh anggota
kepolisian negara Republik Indonesia
Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik
Indonesia merupakan pedoman perilaku dan sekaligus
pedoman moral bagi anggota kepolisian negara Republik
Indonesia
Etika pengabdian merupakan komitmen moral
setiap anggota kepolisian negara Republik Indonesia
terhadap profesinya sebagai pemelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat, penegak hukum serta pelindung,
pengayom dan pelayan masyarakat.


Etika kenegaraan merupakan komitmen moral
setiap anggota Kepolisian Negara Republik
Indonesia dan institusinya untuk senantiasa
bersikap netral, mandiri dan tidak terpengaruh
oleh kepentingan politik, golongan dalam rangka
menjaga tegaknya hukum Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
]Etika kelembagaan merupakan komitmen
moral setiap anggota Kepolisian Negara Republik
Indonesia terhadap institusinya yang menjadi
wadah pengabdian yang patut dijunjung tinggi
sebagai ikatan lahir batin dari semua insan
Bhayangkara dan segala martabat dan
kehormatannya.



A. Kesimpulan
Pengembangan Etika Kepolisian dapat
dilakukan, ditumbuhkan, dibangun dan
dipupuk agar dapat subur dan berkembang
dengan baik adalalh dengan cara-cara-cara:
Membangun masyarakat
Membentuk Polisi yang baik
Membentuk pimpinan polisi yang baik




BAB III
PENUTUP