Anda di halaman 1dari 13

14

ACARA II
PENGUJIAN KADAR AIR BENIH
A. Pendahuluan
1. Latar belakang
Benih merupakan material yang bersifat higroskopis, memiliki
susunan yang kompleks dan heterogen. Air merupakan bagian yang
fundamental terdapat sedemikian rupa dalam benih, artinya terdapat di
setiap bagian dalam benih. Kadar air benih karena keadaan yang higroskopis
itu tergantung pada kelembaban relatif dan suhu udara lingkungan
sekitarnya.
Benih merupakan biji tanaman yang digunakan untuk tujuan
pertanaman, artinya benih memiliki fungsi agronomis. Untuk itu benih yang
diproduksi dan tersedia harus bermutu tinggi agar mampu menghasilkan
tanaman yang mampu berproduksi maksimal. Mutu benih mencakup tiga
aspek yaitu mutu genetik, yaitu aspek mutu benih yang ditentukan
berdasarkan identitas genetik yang telah ditetapkan oleh pemulia dan tingkat
kemurnian dari varietas yang dihasilkan, identitas benih yang dimaksud
tidak hanya ditentukan oleh tampilan benih, tetapi juga fenotipe tanaman,
mutu fisiologi, yaitu aspek mutu benih yang ditunjukan oleh viabilitas benih
meliputi daya berkecambah/daya tumbuh dan vigor benih, serta mutu fisik,
yaitu aspek mutu benih yang ditunjukan oleh tingkat kebersihan,
keseragaman biji dari segi ukuran maupun bobot, kontaminasi dari benih
lain atau gulma, dan kadar air.
Kadar air benih merupakan salah satu komponen
yang harus diketahui baik untuk tujuan pengolahan maupun penyimpanan
benih. Telah diketahui bahwa kadar air memiliki dampak besar terhadap
benih selama penyimpanan. Menyimpan benih ortodok pada kadar air tinggi
berisiko mempercepat mundurnya benih selama dalam penyimpanan. Kadar
air biji atau benih berfungsi untuk menentukan saat panen yang tepat dan
saat penyimpanan benih. Pemanenan harus dilakukan pada tingkat kadar air
tertentu pada masing-masing spesies atau varietas.
14
15


2. Tujuan Praktikum
Tujuan dilakasanakan Praktikum Pengujian Kadar Air benih antara
lain:
a. Untuk mengetahui kadar air benih dengan metode dasar
b. Untuk mengetahui kadar air benih dengan metode praktis

























16

B. Tinjauan Pustaka
Di dalam batas tertentu, makin rendah kadar air benih makin lama
daya hidup benih tersebut. Kadar air optimum dalam penyimpanan bagi
sebagian besar benih adalah antara 6% 8%. Kadar air yang terlalu tinggi
dapat menyebabkan naiknya aktivitas pernafasan yang dapat berakibat terkuras
habisnya bahan cadangan makanan dalam benih. Selain itu merangsang
perkembangan cendawan patogen di dalam tempat penyimpanan. Tetapi perlu
diingat bahwa kadar air yang terlalu rendah akan menyebabkan kerusakan pada
embrio. Air yang terdapat dalam benih dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu
air bebas dan air yang terikat. Pada perhitungan kadar air benih, yang dihitung
persentasenya hanyalah air bebas, karena air inilah yang dapat bergerak bebas
di dalam benih dan mudah untuk diuapkan (Anonim 2009).
Benih merupakan material yang higroskopis, memiliki susunan yang
kompleks dan heterogen. Air merupakan bagian yang fundamental terdapat
demikian rupa dalam benih, artinya terdapat di setiap bagian dalam benih.
Kadar air benih karena keadaan yang higroskopis itu tergantung pada lembab
relatif dan temperatur. Lembab relatif dan temperatur demikian menentukan
dalam adanya tekanan uap dalam benih dan dalam udara di sekitarnya. Apabila
tekanan uap dalam benih ternyata lebih besar daripada tekanan udara di
sekitarnya, maka uap air akan menerobos dan keluar dari dalam benih.
Sebaliknya jika tekanan uap air di luar benih lebih tinggi, maka uap akan
menerobos masuk ke dalam benih. Dan apabila tekanan uap di dalam benih
sama kuatnya dengan tekanan uap di luar benih, maka dalam keadaan demikian
tidak akan terjadi pergerakan uap serta dalam keadaan demikian inilah
terjadinya kadar air yang seimbang (Kartasapoetra 2006).
Kadar air adalah hilangnya berat ketika benih dikeringkan sesuai
dengan teknik atau metode tertentu. Metode pengukuran kadar air yang
diterapkan dirancang untuk mengurangi oksidasi, dekomposisi atau hilangnya
zat yang mudah menguap bersamaan dengan pengurangan kelembaban
sebanyak mungkin. Metode pengeringan oven merupakan metode yang
digunakan sebagai metode standar (ISTA 2006).
17

Tetapi perlu diingat bahwa kadar air yang terlalu rendah
akan menyebabkan kerusakan pada embrio. Air yang terdapat dalam benih
dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu air bebas dan air yang terikat.
Pada perhitungan kadar air benih, yang dihitung persentasenya hanyalah air
bebas, karena air inilahyang dapat bergerak bebas di dalam benih dan mudah
untuk diuapkan (Anonim 2009).
Yang dimaksud kadar air benih, adalah berat air yang "dikandung"
dan yang kemudian hilang karena pemanasan sesuai dengan aturan yang
ditetapkan, yang dinyatakan dalam persentase terhadap berat awal contoh
benih.Penetapan Penilaian Air adalah banyaknya konten air dalam benih yang
diukur berdasarkan hilangnya konten air tersebut & dinyatakan dalam%
terhadap berat asal contoh benih.Tujuan penetapan kadar air diantaranya untuk
untuk mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk mengatur kadar
air yang tepat selama penyimpanan dalam rangka mempertahankan viabilitas
benih tersebut (Rejesus 2008).
Mutu benih terdiri dari banyak atribut atau sifat benih. Dipandang dari
individu benih, sifat-sifat itu mencakup kebenaran-varietas, viabilitas, vigor,
kerusakan mekanis, infeksi penyakit, cakupan perawatan, ukuran, dan
keragaan. Jika dipandang dari populasi benih yang membentuk kelompok (lot),
sifat-sifat mutu mencakup kadar air, daya simpan, besaran kontaminan (benih
gulma dan tanaman lainnya), keseragaman lot, dan potensi keragaan. Benih
bermutu tertinggi adalah benih yang murni genetis, dapat berkecambah, vigor,
tidak rusak, bebas dari kontaminan dan penyakit, berukuran tepat (jika perlu),
cukup dirawat (untuk jenis-jenis yang perlu dirawat), dan secara keseluruhan
berpenampilan baik. Mutu yang ideal ini jarang tercapai. Agar lot benih
memenuhi semua spesifikasi yang ideal, maka ditetapkan adanya standar mutu
minimum. Standar minimum ini bukanlah tujuan, tetapi merupakan taraf
terendah dari berbagai sifat mutu yang dapat diterima (Maruapey 2010).
Benih merupakan bahan perbanyakan tanaman yang erat hubungannya
dengan usaha peningkatan produksi tanaman yang membawa sifat dan
informasi nilai genetik dari pohon induknya. Benih bermutu tinggi atau benih
18

berkualitas memiliki beberapa komponen penting yang menjadikannya sebagai
benih unggul yang layak dipergunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman.
Komponen-komponen benih tersebut ialah daya kecambah, kecepatan
kecambah, kadar air, lama penyimpanan serta kemurnian benih. Daya
kecambah benih akan mengalami kemunduran yang disebabkan oleh lamanya
periode penyimpanan, kadar air yang tinggi sehingga viabilitasnya rendah
(Nurwansyah 2011).
























19

C. Metodologi Praktikum
1. Waktu dan tempat praktikum
Praktikum mengenai pengujian kadar air benih dilaksanakan pada
hari Jumat, tanggal 15 November 2013 pukul 09.30 10.30 WIB di
Laboratorium Ekologi dan Manajemen Produksi Tanaman Fakultas
Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Alat dan bahan
a. Alat :
1) Timbangan
2) Oven
3) Alat penguji kadar air benih
4) Cawan petri
b. Bahan :
1) Benih Padi (Oryza sativa)
3. Cara kerja
a. Metode Dasar
1) Menimbang cawan porselin yang telah dipanaskan terlebih dahulu
selama 15 menit (w1 gram).
2) Menimbang cawan poeselin + contoh benih (w2 gram).
3) Memanaskan cawan porselin + contoh benih ke dalam oven pada suhu
130 derajat celcius selama 15 menit.
4) Mendinginkan cawan porselin + contoh benih dalam eksikator selama
45 menit (sampai dingin).
5) Menimbang cawan porselin + contoh benih yang telah didinginkan
(w3 gram).
6) Menghitung persentase air yang dilepaskan.
S =

x 100%
b. Metode Praktis
1) Menyiapkan seed moisture tester.
2) Mengoperasikan alat sesuai dengan petunjuk yang ada..
3) Menghitung kadar air benih.
20

4. Pengamatan yang dilakukan
Perubahan berat yang terjadi pada kadar air benih dan perhitungan
kadar air benih. Pengujian kadar air benih menggunakan metode dasar dan
metode praktis. Metode dasar menggunakan oven dan metode praktis
menggunakan seed moisture tester.


























21

D. Hasil dan Pembahasan
1. Hasil Pengamatan
Tabel 2.1 Hasil Pengamatan Kadar Air Padi (Oryza sativa) dengan Metode
Dasar
Ulangan W
1
W
2
W
3
W
2
-W
3
W
2
-W
1
Kadar Air
(%)

1 5,83 40,09 39,63 0,46 34,26 1,34
2 6,01 37,67 37,34 0,33 31,66 1,04
3 6,04 42,00 41,71 0,29 35,96 0,80
4 5,85 41,30 40,90 0,40 35,45 1,13
5 3,83 32,67 32,62 0,05 28,84 1,73
Rata-
rata
5,51 38,75 38,44 0,31 33,23 1,21
Sumber : Laporan Sementara
Tabel 2.2 Hasil Pengamatan Kadar Air Benih Padi (Oryza sativa) dengan
Metode Praktis
Ulangan Kadar Air (%)
1 14,6
2 13,8
3 14,2
4 13,9
5 13,7
Rata-rata 14,04
Sumber: Laporan Sementara
Analisis Data


= 1,34 %


= 1,04%
22


= 0,80%


= 1,13%


= 1,73%
2. Pembahasan
Dalam pengujian kadar air benih terdapat beberapa metode yang
dapat digunakan yaitu metode dasar atau yang sering disebut dengan metode
tungku (oven) dan metode praktik. Metode dasar adalah cara pengujian
dengan menggunakan alat oven, sedangkan metode praktik adalah pengujian
kadar air dengan cara menggunakan peralatan praktis. Metode yang sering
digunakan adalah metode dasar.
Kadar air adalah hilangnya berat ketika benih dikeringkan sesuai
dengan teknik atau metode tertentu. Kadar air benih atau biji berfungsi
untuk menentukan menentukan saat panen yang tepat dan penyimpanan
benih. Kadar air optimum dalam penyimpanan bagi sebagian besar benih
adalah antara 11% 13%. Kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan
naiknya aktivitas respirasi yang dapat berakibat terkuras habisnya bahan
cadangan makanan dalam benih.
Kadar air benih ialah berat air yang dikandung dan yang kemudian
hilang karena pemanasan sesuai dengan aturan yang ditetapkan, yang
dinyatakan dalam persentase terhadap berat awal contoh benih. Penetapan
Kadar Air adalah banyaknya kandungan air dalam benih yang diukur
23

berdasarkan hilangnya kandungan air tersebut & dinyatakan dalam %
terhadap berat asal contoh benih. Tujuan penetapan kadar air diantaranya
untuk untuk mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk
menetapkan kadar air yang tepat selama penyimpanan dalam rangka
mempertahankan viabilitas benih tersebut (Nasrudin 2009).
Dari pengamatan kadar air benih yang telah dilakukan dengan
menggunakan metode dasar didapatkan kadar air benih tertinggi untuk padi
adalah 1,73% Sedangkan kadar air benih dari yang kami amati, untuk padi =
1.04%. Kadar air benih tersebut menunjukkan bahwa benih belum siap
disimpan. Rata-rata kadar air dari keseluruhan benih adalah 1,21%.
Menunjukkan benih belum dapat dipanen dan disimpan. Dari pengamatan,
didapatkan kadar air yang berbeda-beda. Untuk air dibawah ataupun diatas
standar kurang baik untuk disimpan, karena belum memasuki saat panen
yang tepat.
Metode pengukuran kadar air baik secara langsung maupun tidak
langsung mempunyai beberapa kelebihan maupun kekurangan, oleh karena
itu perlu dilakukan validasi alat uji seperti yang dilakukan dalam prektikum
kali ini. Validasi adalah suatu tindakan pembuktian, artinya validasi
merupakan suatu pekerjaan dokumentasi. Validasi metode analisis bertujuan
untuk memastikan dan mengkonfirmasi bahwa metode analisis tersebut
sudah sesuai untuk peruntukannya. Validasi biasanya diperuntukkan untuk
metode analisa yang baru dibuat dan dikembangkan. Sedangkan untuk
metode yang memang telah tersedia dan baku (misal dari AOAC, ASTM,
dan lainnya), namun metode tersebut baru pertama kali akan digunakan di
laboratorium tertentu, biasanya tidak perlu dilakukan validasi, namun hanya
verifikasi. Tahapan verifikasi mirip dengan validasi hanya saja parameter
yang dilakukan tidak selengkap validasi (Sudrajat et all 2008).
Dari pengujian dengan dua metode yang berbeda didapatkan hasil
yang berbeda pula. Pengujian dengan menggunakan metode praktis
menunjukkan tingkat kadar air lebih tinggi. Pengujian dengan metode
praktis lebih simpel, hanya sekali tahap. Metode dasar lebih rumit, yaitu
24

melalui beberapa tahap. Dimulai menimbang cawan sampai mengoven
cawan dan benih. Tetapi, dengan menggunakan metode dasar didapat hasil
yang lebih akurat walaupun tahap yang dilalui lebih banyak.
Prinsip kerja Seed Moisture tester yaitu sampel benih dimasukkan
ke dalam wadah (di bagian samping) kemudian tekan tombol start, setelah
itu layar tertulis kadar air yang terkandung dalam sampel benih. Moisture
tester ini digunakan untuk menguji kadar air benih pada serealia seperti padi
atau gandum. Dalam penggunaannya benih dimasukkan pada tempat benih
dan ditekan pada alat penekan, kemudian ditentukan apa yang akan kita
lihat dengan menekan tombol pada alat tersebut. Kelebihannya benih yang
dibutuhkan hanya beberapa saja, jadi menghemat benih. Dengan alat ini kita
dapat mengetahui rerata kadar air benih, diharapkan dapat lebih valid.
Selain itu kita juga dapat mengetahui temperature
benih. Kekurangannya sama seperti pada tipe Kett, karena keterbatasan jenis
benih, hanya dapat digunakan untuk pengujian jenis-jenis benih yang tertera
pada pilihan jenis benih pada layar.















25

E. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Praktikum Pengujian Kadar Air Benih dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
a. Kadar air benih yang tepat untuk penyimpanan benih adalah 11-13%.
b. Kadar air dengan metode dasar yaitu menghasilkan kadar air dengan rata-
rata sebanyak 1,21%
c. Persentase kadar air dengan menggunakan metode praktis menghasilkan
kadar air rata-rata sebesar 14,04 untuk padi.
d. Kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan naiknya aktivitas
pernafasan yang dapat berakibat terkuras habisnya bahan cadangan
makanan dalam benih.
e. Benih yang mempunyai kadar air yang sangat rendah juga dapat
meningkatkan kerusakan bagian penting dari benih.
2. Saran
a. Dalam pengujian menggunakan metode dasar, oven yang akan digunakan
sebaiknya dicek terlebih dahulu berfungsi atau tidak, sehingga proses
pengovenan tidak terhambat.
b. Alat alat yang menunjang kegiatan praktikum sebaiknya ditambah, agar
dalam praktikum tidak saling menunggu dan agar tidak ramai sendiri.
c. Dalam penimbangan, diharapkan praktikan lebih teliti.










26

DAFTAR PUSTAKA
Anonim 2009. Analisis Kemurnian Benih. http://www.leonheart45.blogspot.com.
Diakses pada tanggal 27 November 2013
ISTA International Rules for Seed Testing 2006.Switzerland: . The International
Seed Testing Association.Bassersdorf.CH
Kartasapoetra A G 2006 . Tehnologi Benih Pengolahan Benih dan Tuntunan
Praktikum. Jakarta: Bina Aksara
Maruapey Ajang 2010. Mutu Benih dan Hambatan Dalam Memproduksi Benih
Bermutu. http://ajangmaruapey.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 25
November 2013.
Nasrudin 2009. Kadar Air Benih. http://teknologibenih.blogspot.com. Diakses 10
Desember 2013
Nurwansyah 2011. Wahana Pertanian : Sertifikasi Benih.
http://wahanapertanian.blogspot.com. Diakses pada tanggal 27
November 2013.
Rejesus B M 2008. Stored Product Pest Problems and Research Needs in the
Philip- pines. Proceeding of Biotrop Symposium on Pest of Stored
Procuct. 12(1): 15-32, Bogor
Sudrajat Dede J, Nurhasybi 2008. Pengembangan Standar Pengujian Kadar Air
dan Perkecambahan Benih Beberapa Jenis Tanaman Hutan Untuk
Menunjang Program Penanaman Hutan Di Daerah. Balai Penelitian
Teknologi Perbenihan Bogor.