Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

BEBERAPA ASUMSI DALAM ILMU DAN


BATAS PENJELAJAHAN ILMU
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Filsafat Ilmu
Program Magister Teknologi Pendidikan
OLEH :
Rr. Wahyuningtyas Dwi L 2!!2"!#$
Suya%i 2!!2"!#!
PR&'RAM PAS(ASARJANA
PR&'RAM STUDI TEKN&L&'I PENDIDIKAN
UNI)ERSITAS SRIWIJA*A
2!!
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKAN'
Kelebihan manusia dengan makhluk hidu !ang lain adalah karena manusia
diberi akal dan berikir" #ean$ang engalaman hidun!a% manusia selalu berikir
dan men&itakan sesuatu untuk memenuhi kehiduann!a di dunia" 'aktu ke&il
segalan!a kelihatan besar% ohon terasa begitu tinggi% orang(orang tamak seerti
raksasa" Pandangan itu berubah setelah kita berangkat de)asa% dunia tern!ata
tidak sebesar !ang kita kira% )u$ud !ang enuh dengan misteri tern!ata han!a
begitu sa$a" Kesemestaan un men&iut% bahkan dunia bisa sebesar daun kelor% bagi
orang !ang utus asa"
Katakanlah kita sekarang sedang memela$ari ilmu ukur bidang datar
*lanimetri+" Dengan ilmu itu kita membuat kontruksi ka!u bagi ata rumah kita"
#ekarang dalam bidang datar !ang sama ba!angkan ara amuba mau bikin rumah
$uga" ,agi amuba bidang datar itu tidak rata dan mulus melainkan bergelombang%
enuh dengan lekukan !ang kurang memesona" Permukaan !ang rata berubah
men$adi kumulan ber$uta kur-a"
Ilmu memiliki tu$uan untuk mengerti mengaa hal demikian ter$adi%
dengan membatasi diri dengan hal(hal !ang asasi% atau daat dikatakan bah)a
ilmu bertu$uan untuk memeras hakekat ob$ek emiris tertentu untuk mendaatkan
inti !ang berua engetahuan dari ob$ek tertentu" .ntuk mendaatkan
engetahuan ini% ilmu membuat beberaa engandaian *asumsi+ mengenai ob$ek(
ob$ek emiris" /sumsi ini dierlukan karena ern!ataan sumtif inilah !ang
memberi arah dan landasan bagi kegiatan enelaahan kita" #ebuah engetahuan
baru akan diangga benar $ika selama kita bisa menerima asumsi !ang
dikemukakann!a" Oleh karena asumsi selalu akan ada dalam memandang suatu
ermasalahan" Ini meruakan alasan mengaa embahasan tentang beberaa
asumsi dan batas en$ela$ahann!a men$adi hal !ang sangat menarik untuk
dibahas"
B. RUMUSAN MASALAH
,erdasarkan uraikan ada latar belakang masalah di atas% maka !ang akan
dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
0" /sumsi aa sa$akah !ang terdaat dalam ilmu 1
2" /akah batas !ang meruakan lingku en$ela$ahan ilmu1
3" /akah !ang men$adi karakteristik ob$ek ontologis ilmu !ang membedakan
ilmu dari engetahuan(engetahuan !ang lainn!a1
(. TUJUAN
Pen!usunan makalah ini bertu$uan untuk:
0" Mengidentifikasi asumsi aa sa$akah !ang terdaat dalam ilmu"
2" /a sa$a !ang men$adi batasan dalam en$ela$ahan ilmu"
3" Karakteristik aa sa$a !ang men$adi ob$ek ontologis ilmu !ang
membedakan ilmu dari engetahuan(engetahuan lainn!a"
PEMBAHASAN
Ilmu mengangga bah)a ob$ek(eb$ek emiris !ang men$adi bidang
enelaahann!a memun!ai sifat keragaman% memerlihatkan sifat berulang dan
semuan!a $alin(men$alin se&ara teratur" #uatu eristi)a tidaklah ter$adi se&ara
kebetulan% namun tia eristi)a memun!ai ola teta dan teratur *#uriasumantri%
2445: 6+
A. BEBERAPA ASUMSI DALAM ILMU
#e&ara tererin&i% ilmu memun!ai tiga asumsi mengenai ob$ek emiris
*#uriasumantri% 2445:6+ 7
0" Mengangga ob$ek(ob$ek tertentu memun!ai keseruaan satu sama lain"
Misaln!a sa$a dalam hal bentuk% struktur% sifat dan sebagain!a" ,erdasarkan
hal inilah maka kita daat menggolongkan beberaa ob$ek !ang serua ke
dalam satu golongan"
2" /nggaan bah)a suatu benda tidak mengalami erubahan dalam $angka )aktu
tertentu"
Kegiatan keilmuan bertu$uan untuk memela$ari tingkah laku dalam suatu
keadaan tertentu" Kegiatan ini tidak mungkin dilakukan $ika ob$ek selalu
berubah tia )aktu" Oleh sebab itu% ilmu han!a menuntut adan!a kelestarian
!ang relatif% artin!a sifat(sifat okok dari suatu benda tidak berubah dalam
$angka )aktu tertentu"
3" Determinasi
Kita mengangga tia ge$ala bukan meruakan suatu ke$adian !ang bersifat
kebetulan" Tia ge$ala memiliki ola tertentu !ang bersifat teta dengan urutan
ke$adian(ke$adian !ang sama"
#elain asumsi(asumsi diatas% terdaat ula beberaa asumsi lain dalam berbagai
bidang% diantaran!a:
0" /sumsi dan skala obser-asi
Mengaa terdaat erbedaan andangan !ang n!ata terhada ob!ek !ang
begitu kongkret seerti sebuah bidang1 /hli fisika #)iss 8harles(Eugene Gu!e
men!imulkan ge$ala itu di&itakan oleh skala obser-asi" ,agi skala obser-asi
anak ke&il ohon(ohon natal itu begitu gigantik% sedangkan bagi skala obser-asi
amuba% bidang datar ini meruakan daerah emukinan !ang berbukit(bukit"
#e&ara filsafati mungkin ini meruakan masalah besar namun bagi ilmu
masalah ini didekati se&ara raktis" #eerti disebutkan terdahulu ilmu sekadar
meruakan engetahuan !ang memun!ai kegunaan raktis !ang daat membantu
kehiduan manusia se&ara ragmatis" Dengan demikian maka untuk tu$uan
membangun ata rumah% sekiran!a kita asumsikan bah)a ermukaan aan itu
adalah bidang datar% maka se&ara ragmatis hal ini daat diertanggung$a)abkan"
2" /sumsi dalam matematika dan ilmu alam
Marilah kita lihat ilmu !ang termasuk aling ma$u dibandingkan dengan
ilmu(ilmu lainn!a !akni fisika" Fisika meruakan ilmu teoretis !ang dibangun di
atas sistem enalaran deduktif !ang me!akinkan serta embuktian induktif !ang
sangat mengesankan" 9amun sering diluakan orang bah)a fisika un belum
meruakan suatu konse !ang utuh" /rtin!a fisika belum meruakan engetahuan
ilmiah !ang tersusun se&ara sistemik% sistematik% konsisten% dan analitik
berdasarkan ern!ataan(ern!ataan ilmiah !ang diseakati bersama" Di mana
terdaat &elah(&elah erbedaan dalam fisika1 Perbedaann!a $ustru terletak dalam
fondasi di mana dibangun teori ilmiah di atasn!a !akni dalam asumsi tentang
dunia fisikn!a"
Dalam analisis se&ara mekanistik maka terdaat emat komonen analisis
utama !akni :at% gerak% ruang% dan )aktu" 9e)ton dalam bukun!a Philosohiae
9aturalis Prin&iia Mathemati&a *0;<;+ berasumsi bah)a keemat komonen ini
bersifat absolut" =at bersifat absolut dan dengan demikian berbeda se&ara
substantif dengan energi" Einstein% berlainan dengan 9e)ton% dalam The #e&ial
Theor! of >elati-it! *054?+ berasumsi bah)a keemat komonen itu bersifat
relatif" Tidak mungkin kita mengukur gerak se&ara absolut% kata Einstein" ,ahkan
:at sendiri itu un tidak mutlak% han!a bentuk lain dari energi% dengan rumus !ang
termas!hur
E @ m"&
2
#ekiran!a ilmu men&ari teori(teori ilmiah !ang se&ara raktis% umaman!a
daat kita akai untuk membangun rumah maka mekanika klasik dari 9e)ton
sudah $auh dari &uku" Demikian $uga haln!a dengan ilmu ukur !ang kita akai
untuk engukuran dalam mekanika klasik !akni ilmu ukur Eu&lid" Ilmu ukur !ang
dikembangkan oleh eu&lid *334(26? #"M+ kurang lebih dua ribu tahun !ang lalu
itu tern!ata samai sekarang masih memenuhi s!arat" 9amun sekiran!a dalam
kurun !ang ditandai krisis energi ini% kita ingin beraling dari sumber energi
kon-ensional !akni air% angin% anas *bumi dan matahari+ serta fosil keada energi
nuklir% maka tentu sa$a kita harus beraling keada teori relati-itas Einstein7 sebab
menurut teori ini kebutuhan listrik dunia selama sebulan daat dienuhi han!a
dengan kon-ersi ? kg :at" .ntuk analisis keemat komonen !ang bersifat relatif
ini maka ilmu ukur Eu&lid tidak lagi memenuhi s!arat dan kita beraling keada
ilmu ukur non(Eu&lid !ang dikembangkan oleh Loba&e-skii *0663(0<?;+% ,ol!ai
*0<42(0<;4+ dan >iemann *0<23(0<;;+"
Aadi di sini kita mengadakan asumsi lagi bah)a untuk membangun rumah%
ilmu ukur Eu&lid diangga memenuhi s!arat untuk diergunakan" #edangkan bagi
amuba !ang harus membangun rumah rumah ada ermukaan !ang
bergelombang% hal ini tidak demikian" #ifat serta bentuk ruang()aktu sangat
berbeda dengan ilmu ukur !ang dia$arkan Eu&lides" #ehingga sebaikn!a mereka
memakai ilmu ukur ruang()aktu !akni ilmu ukur non(Eu&lid (non-eucledian
geometry)
Pada a)aln!a kausalitas dalam ilmu(ilmu alam menggunakan asumsi
determinisme" 9amun asumsi ini go!ang ketika MaBPlan&k ada tahun 0544
menemukan teori Cuantum" Teori ini men!atakan bah)a radiasi !ang dikeluarkan
materi tidak berlangsung se&ara konstan namun terisah(isah !ang dinamakan
kuanta" Fisika Duantum menun$ukkan adan!a artikel(artikel !ang melanggar
logika hukum fisika dan bergerak se&ara tak terduga
#elan$utn!a Indeterministik dalam ge$ala fisik ini mun&ul dengan emenuhan
9iels ,ohr dalam Prinsi Komlementer *Prin&ile of 8omlementar!+ !ang
diublikasikan ada tahun 0503" Prinsi komlementer ini men!atakan bah)a
elektron bisa berua gelombang &aha!a dan bisa $uga berua artikel tergantung
dari konteksn!a" Masalah ini !ang menggo!ahkan sensi(sendi fisika ditambah lagi
dengan enemuan Prinsi Indeterministik *Principle of Indeterminancy+ oleh
'erner Heisenberg ada tahun 0526" Heisenberg men!atakan bah)a untuk
asangan besaran tertentu !ang disebut conjugate magnitude ada rinsin!a
tidak mungkin mengukur kedua besaran tersebut ada )aktu !ang sama dengan
ketelitian !ang tinggi" Prinsi Indeterministik ini% kata 'illiam ,arret%
menun$ukkan bah)a terdaat limit dalam kemamuan manusia untuk mengetahui
dan meramalkan ge$ala(ge$ala fisik"
3" /sumsi ilmu(ilmu sosial
Masalah asumsi ini men$adi lebih rumit lagi kalau kita berbi&ara tentang
ilmu(ilmu sosial" Masing(masing ilmu sosial memun!a berbagai asumsi
mengenai manusia"
#iaa sebenarn!a manusia1 Aa)abn!a tergantung keada situasin!a : dalam
kegiatan ekonomis maka dia makhluk ekonomi% dalam olitik maka dia oliti&al
animal% dalam endidikan dia homo educandum" Dan kotak(kotak manusia makin
lama makin ban!ak dan makin semit"
/akah kita erlu membuat kotak(kotak ini dan memberikan embatasan
dalam bentuk asumsi !ang kian semit 1 #ekiran!a ilmu ingin mendaatkan
engetahuan !ang bersifat analitis% !ang mamu men$elaskan berbagai kaitan
dalam ge$ala !ang tertangguk dalam engalaman manusia% maka embatasan ini
adalah erlu" #uatu ermasalahan kehiduan manusia tidak bisa dianalisis se&ara
&ermat dan seksama han!a oleh satu disilin keilmuan sa$a" Masalah !ang rumit
ini% seerti $uga rumitn!a kehiduan !ang dihadai manusia% harus dilihat
seotong(seotong dan selangkah demi selangkah" ,erbagai disilin keilmuan%
dengan asumsin!a masing(masing tentang manusia% men&oba mendekati
ermasalahan itu dari berbagai segi : sikologis% sosiologis% hiburan% ertamanan"
Ilmu(ilmu ini bersifat otonom dalam bidang engka$iann!a masing(masing dan
EberfederasiF dalam suatu endekatan multidisiliner" *$adi buka EfusiF dengan
enggabungan asumsi !ang ka&au balau+"

Dalam mengembangkan asumsi% maka harus dierhatikan beberaa hal:
0" /sumsi ini harus rele-an dengan bidang dan tu$uan engka$ian disiin
keilmuan"
/sumsi ini harus oerasional dan meruakan dasar bagi engka$ian
teoretis"" /sumsi manusia dalam administrasi !ang bersifat oerasional adalah
makhluk ekonomis% makhluk sosial% makhluk aktualisasi diri atau makhluk
!ang komleks" ,erdasarkan asumsi(asumsi ini maka daat dikembangkan
berbagai model% strategi% dan raktek administrasi"
2" Kedua% asumsi ini harus disimulkan dari Gkeadaan sebagaimana adan!aH bukan
Gbagaimana keadaan !ang seharusn!aH"
#ekiran!a dalam kegiatan ekonomis maka manusia !ang bereran adalah
manusia G!ang men&ari keuntungan sebesar(besarn!a dengan engorbanan
seke&il(ke&iln!aH maka itu sa$alah !ang kita $adikan sebagai egangan tidak
usah ditambah dengan sebaikn!a begini% atau seharusn!a begitu" #ekiran!a
asumsi sema&am ini diakai dalam en!usunan kebi$aksanaan *policy+% atau
strategi% serta en$abaran eraturan lainnn!a% maka hal ini bisa sa$a dilakukan%
asalkan semua itu membantu kita dalam menganalisis ermasalahan" 9amun
enetaan asumsi !ang berdasarkan keadaan !ang seharusn!a ini se!og!an!a
tidak dilakukan dalam analisis teori keilmuan sebab metafisika keilmuan
berdasarkan ken!ataan sesungguhn!a sebagaimana adan!a"
#eseorang ilmu)an harus benar(benar mengenal asumsi !ang diergunakan
dalam analisis keilmuann!a% sebab memergunakan asumsi !ang berbeda%
maka berarti berbeda ula konse emikiran !ang diergunakan" #esuatu !ang
belum tersurat *atau teru&a+ diangga belum diketahui atau belum mendaat
kesamaan endaat"
B. BATAS PENJELAJAHAN ILMU
Ilmu memulai en$ela$ahannn!a ada engalaman manusia dan berhenti
di batas engalaman manusia" /akah ilmu memela$ari hal ih)al surga dan
neraka1 Aa)abn!a adalah tidak7 sebab surga dan neraka berada di luar $angkauan
engalaman manusia" ,aik hal(hal !ang ter$adi sebelum hidu kita% mauun aa(
aa !ang ter$adi sesudah kematian kita% semua itu berada di luar en$ela$ahan
ilmu"
Mengaa ilmu han!a membatasi dariada hal(hal !ang berbeda dalam
batas engalaman kita1 $a)abn!a terletak ada fungsi ilmu itu sendiri dalam
kehiduan manusia: !akni sebagai alat embantu manusia dalam menanggulangi
masalah(masalah !ang dihadain!a sehari(hari" Persoalan mengenai hari
kemudian tidak akan kita n!atakan keada ilmu% melainkan keada agama% sebab
agamalah engetahuan !ang mengka$i masalah(masalah seerti itu"
Ilmu membatasi lingku en$ela$ahann!a ada batas engalaman
manusia $uga disebabkan metode !ang diergunakan dalam men!usun !ang telah
teru$i kebenarann!a se&ara emiris" #ekiran!a ilmu memasukkan daerah di luar
batas engalaman emirisn!a% bagaimana kita melakukan embuktian se&ara
metodologis1 bukankah hal ini meruakan suatu kontradiksi !ang menghilangkan
keahlian metode ilmiah1
Kalau begitu maka semit sekali batas $ela$ahan ilmu% kata seorang% 8uma
seotong dari sekian ermasalahan kehiduan" Memang demikian% $a)ab filsuf
ilmu% bahkan dalam batas engalaman manusia un% ilmu han!a ber)enang dalam
menentukan benar atau salahn!a suatu ern!ataan" Tentang baik dan buruk% semua
*termasuk ilmu+ beraling keada sumber(sumber moral7 tentang indah dan $elek%
semua *termasuk ilmu+ beraling keada engka$ian estetik" Ilmu tana
*bimbingan moral+ agama adalah buta% demikian kata Einstein"
Mengenal batas(batas kaling kita ini% di saming menun$ukkan
kematangan keilmuan dan rofesional kita% $uga dimaksudkan agar kita mengenal
tetangga(tetangga kita" Dengan makin semitn!a daerah en$ela$ahan suatu
bidang keilmuan maka sering sekali dierlukan EandanganF dari disilin(disilin
lain" #aling andang(memandang ini% atau dalam bahasa rotokoln!a endekatan
multi(disiliner% membutuhkan engetahuan tentang tetangga(tetangga !ang
berdekatan" /rtin!a harus $elas bagi semua: di mana disilin seseorang berhenti
dan di mana disilin orang lain mulai" Tana ke$elasan batas(batas ini maka
endekatan multidisiliner tidak akan bersifat konstruktif melainkan berubah
men$adi sengketa kaling *!ang sering ter$adi akhir(akhir ini+"
/alagi kalau masalah kaling ini dikaitkan dengan asumsi(asumsi !ang diakai
oleh masing(masing disilin" #ekiran!a EB mengasumsikan !F ada kaling orang
lain% di mana dalam kaling tersebut berlaku E! mengasumsikan BF% kan semuan!a
$adi terbalik% bukan1 #alah(salah sengketa kaling ini berubah men$adi sengketa
asumsi% dimana telah diketahui dalam embahasan terdahulu% sengketa seerti itu
adalah kaliber 9e)ton -s Einstein"
(a+ang,-a+ang i./u
Ilmu berkembang dengan sangat esat dan demikian $uga $umlah
&abang(&abangn!a" Hasrat untuk mensesialisasikan diri ada satu bidang
telaahan !ang memungkinkan analisis !ang makin &ermat dan saksama
men!ebabkan ob!ek forma *ob$ek ontologis+ dari disilin keilmuan men$adi kian
terbatas" Dierkirakan sekarang ini terdaat sekitar sekitar ;?4 &abang keilmuan
!ang keban!akan belum dikenal oleh orang(orang a)am"
Pada dasarn!a &abang(&abang ilmu tersebut berkembang dari dua &abang utama
!akni filsafat alam !ang kemudian men$adi rumun ilmu(ilmu alam *the natural
s&ien&es+ dan filsafat moral !ang kemudian berkembang ke dalam &abang ilmu(
ilmu sosial (the social s&ien&es+" Ilmu(ilmu alam membagi diri keada dua
kelomok lagi !akni ilmu alam *h!si&al s&ien&es+ dan ilmu ha!at *the biological
sciences+" Ilmu alam bertu$uan memela$ari :at !ang membentuk alam semesta
sedangkan alam kemudian ber&abang lagi men$adi fisika *memela$ari massa dan
energi+% kimia *memela$ari substansi :at+% astronomi *memela$ari benda(benda
langit+ dan ilmu bumi *atau the earth science !ang memela$ari bumi kita ini+"
Tia(tia &abang kemudian membikin ranting(ranting baru seerti fisika
berkembang men$adi mekanika%hidrodinamika% bun!i% &aha!a% anas% kelistrikan
dan magnetisme% fisika nuklir dan kimia fisik" #amai taha ini maka kelomok
ilmu ini termasuk ke dalam ilmu(ilmu murni" Ilmu(ilmu murni kemudian
berkembang men$adi ilmu(ilmu teraan seerti &ontoh di ba)ah ini :
I./u /urni 0 i./u t1ra2an
Mekanika% mekanika teknik" Hidrodinamika% Teknik
/eronautikalITeknik J Desain Kaal" ,un!i% teknik akustik" 8aha!a dan otika%
teknik iluminasi" Kelistrikan% teknik elektronika" Magnetisme% teknik kelistrikan%
dan sebagain!a" 8abang(&abang ini berkembang men$adi ban!ak sekali7 kimia
sa$a% umaman!a% memun!ai sekitar 0?4 disilin"
I./u,i./u s3sia.
Ilmu(ilmu sosial berkembang agak lambat dibandingkan dengan ilmu(ilmu
alam" Pada okokn!a terdaat &abang utama ilmu(ilmu sosial !akni antroologi
*memela$ari manusia dalam ersektif )aktu dan temat+% sikologi
*memela$ari roses mental dan kelakuan manusia+% ekonomi *memela$ari
manusia dalam memenuhi kebutuhan kehiduann!a le)at roses ertukaran+%
sosiologi *memela$ari sistem dan roses dalam kehiduan manusia
beremerintahan dan bernegara+"
8abang utama ilmu(ilmu sosial ini kemudian memun!ai &abang(&abang
lagi seerti umaman!a antroologi tere&ah men$adi lima !akni arkeologi%
antroologi fisik% etnologi% dan antroologi sosialIkultural" Dari ilmu(ilmu
tersebut di atas !ang daat kita golongkan ke dalam ilmu murni meskiun tidak
seenuhn!a% berkembang ilmu sosial teraan !ang meruakan alikasi berbagai
konse dari ilmu(ilmu sosial murni keada suatu bidang telaahan sosial tertentu"
Pendidikan% umaman!a meruakan ilmu sosial teraan !ang mengalikasikan
konse(konse dari sikologi% antroologi% dan sosiologi" Demikian $uga
mana$emen menerakan konse sikologi% ekonomi% antroologi% dan sosiologi"
Disaming ilmu(ilmu alam dan ilmu sosial% engetahuan men&aku $uga
humaniora dan matematika" Humaniora terdiri dari seni% filsafat% agama% bahasa%
dan se$arah" #e$arah kadang(kadang dimasukkan $uga kedalam ilmu(ilmu sosial
dan meruakan kontro-ersi !ang berkean$angan aakah se$arah itu ilmu ataukah
humaniora" Keberatan belakangan mengenai dimasukkann!a se$arah ke dalam
kelomok ilmu(ilmu sosial terletak ada enggunaan data(data se$arah !ang
sering kali meruakan enuturan orang"
Matematika bukan meruakan ilmu% melainkan &ara berikir deduktif"
Matematika meruakan sarana berikir !ang enting sekali dalam kegiatan
berbagai disilin keilmuan" Termasuk keada kelomok engetahuan !ang sudah
tua umurn!a dan aling ertama berkembang"
PENUTUP
A. SIMPULAN
,erdasarkan embahasan dalam makalah ini% maka daat disimulkan
beberaa hal sebagai berikut:
0" Ilmu meruakan ter$emahan dari kata science !ang se&ara etimologis berasal
dari kata scire% !ang artin!a to know dalam engertian !ang semit science
diartikan untuk menun$ukkan ilmu engetahuan /lam% !ang sifatn!a
kuantitatif dan ob!ektif" #etia ilmu selalu memerlukan asumsi"
2" /sumsi dierlukan untuk mengatasi enelaahan suatu ermasalahan men$adi
lebar" #emakin terfokus ob!ek telaah suatu bidang ka$ian% semakin
memerlukan asumsi !ang lebih ban!ak"
3" /sumsi daat dikatakan meruakan latar belakang intelektal suatu $alur
emikiran" /sumsi daat diartikan ula sebagai meruakan gagasan rimitif%
atau gagasan tana enumu !ang dierlukan untuk menumu gagasan lain
!ang akan mun&ul kemudian" /sumsi dierlukan untuk men!uratkan segala
hal !ang tersirat"
K" Ilmu membatasi lingku en$ela$ahann!a ada batas engalaman manusia
$uga disebabkan metode !ang diergunakan dalam men!usun !ang telah
teru$i kebenarann!a se&ara emiris"
?" ,atas dari en$ela$ahan ilmu han!alah FPengalamanF manusia% !aitu mulai
dari engalaman manusia dan berhenti ada engalaman manusia $uga"
;" Pengalaman manusia ada dasarn!a daat dieroleh melalui an&a inderan!a%
oleh karena itu $ika engalaman dieroleh dengan melihat maka Filmu adalah
englihatanmuF% $ika englaman dieroleh dengan mendengarkan% maka
FIlmu adalah endengaranmuF begitu $uga untuk indera !ang lainn!a" Ini
mengindikasikan bah)a ilmu seseorang men&aai batas ketika ia harus
meninggalkan dunia ini"
DA4TAR PUSTAKA
,intara)ati% D)ining" 2404" /sumsi salam Ilmu *Ontologi Filsafat Ilmu+"
htt:II&atatannana"blogsot"&omI2404I00Iasumsi(dalam(ilmu(ontologi(
filsafat"html" Diakses 2(04 2400: 05"K?
#uriasumantri% #"Au$un" 244?" Filsafat Ilmu" Aakarta: Pustaka #inar Haraan
#uriasumantri% #"Au$un" 2445" Ilmu dalam Persektif" Aakarta: La!asan Obor
Indonesia