Anda di halaman 1dari 41

UROGENITAL

TABEL PEMBANDING
PENYAKIT ETIOLOGI MANIFESTASI KLINIK PENATALAKSANAAN
Sindroma
nefrotik
Glomerulonefritis primer
; GN lesi minimal
; Glomerulosklerosis fokal
; GN membranosa
; GN membranoproliferatif
; GN proliferatif lain
Glomerulonefritis seun!er
"i#"t infesi
; HIV,hepatitis virus B dan C
; Sifilis,malaria,skistosoma
; TB,lepra
Ke$"n"s"n
; Adenokarsinoma paru
; Paudara,kolon
; limfoma Hod!kin
; meloma multiple
; karsinoma !in"al
; #dema$men%apai &'(BB dan
didapatkan anasarka)
; hematuria, a*otemia dan hipertensi,
proteinuria sebanak +',+- !ram.hari/
; produksi urin berkuran!, berat "enis
urin menin!!i/
; Sediment dapat normal atau beberapa
torak hialin, !ranula, lipoid 0 terdapat
sel darah putih0 dalam urin mun!kin
dapat ditemukan pula double refra%tile
bodies/
; Hipoalbuminea
; 1adar !lobulin normal atau menin!!i
; hiperkolesterolemia,kadar fibrino!en
tin!!i, ureum normal//
; 2a"u endap darah menin!!i/
; 1adar kalsium dalm darah serin!
rendah/
; Glukosuria tanpa hiper!likemi
; 3iareedema di mukosa usus/
; Hepatome!ali
; Neri perut kadan!,kadan! berat pada
keadaaan SN an! kambuh/ pada
a!br0ken!! Istirahat sampai edema tin!!al
sedikit
b!br0ken!! 4akanan an! %ukup protein
sebanak 5,6 !ram.1!BB.hari, den!an !aram
minimal $7+ !r.hari) bila edema masih berat Bila
edema berkuran! dapat diberi !aramsedikit/
c!br0ken!! 3iuretikum $ furosemid +
m!.k!bb.kali )
d!br0ken!! 1ortikosteroid, %ara pen!obatan
seba!ai berikut 8 $IS13C)
i!br0ken!! Prednisone 5 m!.k!BB.hari $maks 9'
m!.hari) diba!i 6 dosis selama & min!!u,
pro!ram berikutna den!an %ara pemberian
berselan! $alternate da therap) atau 6 hari
berturut,turut dalam semin!!u $intermitten
dose) 5.6 dosis penuh, selama & min!!u/
1emudian dihentikan tanpa taperin! off
la!i/ Bila ter"adi relaps diberikan prednisone
dosis penuh seperti terapi a:al sampai
ter"adi remisi $maksimal & min!!u),
daerah kuadran atas kanan abdomen/
; Anoreksia dan hilan!na protein di
dalam urin malnutrisi berat
; Asites berat ter"adi hernia umbili%us
dan prolaps ani/
kemudian dosis diturunkan men"adi 5.6
dosis penuh/Bila ter"adi relaps serin! atau
resisten steroid, lakukan biops !in"al/
e!br0ken!! Antibiotika hana diberikan bila
ada infeksi& namun oleh beberapa ahli
!in"al dian"urkan pemberian penisilin harian
per oral seba!ai profilaksis infeksi
pneumokok/
f!br0ken!! 2ain,lain fun!si asites, funsi
hidrotoraks dilakukan bila ada indikasi
vital/ Bila ada !a!al "antun! diberikan
di!italis/
Glomerulo
Nefritis
; Proteinuria
; Hematuria
; Penurunan f; !in"al
; Perubahan ekskresi !aram den!an
akibat edema
; 1on!esti aliran darah
; Hipertensi
Pen!obatan spesifik pd GN ditu"ukan
terhadap penebab, sedan! ! non,spesifik
untuk men!hambat pro!resivitas penakit/
1ontrol tekanan darah dan proteinuria d!
pen!hambat en*in konversi an!iostensin
atau anta!onis reseptor an!iostensin II
Pen!aturan asupan protein
1ontrol kadar lemak darah
Siklofosfamid, klorambusil, dan a*atioprin
efek antiproliferasi dan dapat menekan
inflamasi Glomerulus
B"tu S"lur"n
Kemi%
Terbentukna batu saluran
kemih didu!a ada hubun!anna
den!an !an!!uan aliran urine,
!an!!uan metabolik, infeksi
saluran kemih, dehidrasi dan
keadaan,keadaan lain an!
masih belum terun!kap
$idiopatik)/ Se%ara
epidemiolo!is terdapat beberapa
faktor an! mempermudah
<aktor intrinsikna adalah8
a!br0ken!! Hereditair
b!br0ken!! =mur8 usia 6',-'
tahun
c!br0ken!! >enis kelamin8
"umlah pasien laki,laki 6;
lebih banak dari pasien
perempuaan/
<aktor ekstrisik diantaran
adalah8
a!br0ken!! Geo!rafi/
b!br0ken!! Iklim dan
a!br0ken!! 1eluhan ! disampaikan
oleh pasien ter!antun! pada 8 posisi .
letak batu, besar batu dan penulit
an! ter"adi/
b!br0ken!! 1eluhan an! palin!
banak dirasakan adl neri pin!!an!
bisa kolik . tidak kolik
; Neri kolik karena aktivitas
peristaltik otot polos sstem kalises
ataupun ureter menin!kat dalam usaha
untuk men!eluarkan batu dari saluran
ken%in!/ tekanan intralumen
menin!kat sehin!!a ter"adi
pere!an!an dari terminal saraf
sensasi neri
; Neri non ? kolik pere!an!an kapsul
!in"al karena hidronefrosis . infeksi
pada !in"al/
Batu di sebelah distal ureter dirasakan
oleh pasien seba!ai neri di pada saat
ken%in! . serin! ken%in!/ Batu d!
ukuran ke%il mun!kin dp keluar
; Pen%e!ahan ter"adina kolik !in"al 8 di "a!a
pen!eluaran fesesna d! baik, terapi
antiedema, diuresis, aktivitas fisik
; Tindakan emer!ensi pada pasien kolik
!in"al 8 pasien dian"urkan tirah barin!,
berikan spasme anal!etik . inhibitor sintesis
prosta!landin$ intavena, intramus%ular, .
supositoria )
; Batu @ A mm diharapkan dapat keluar
spontan, "ika tidak bisa maka dilakukan
tindakan pen!ambilan batu . pen%e!ahan
batu kambuh
; Pen!ambilan batu 8 !elomban! ke"utan
litotrips ekstrakorporeal, perkutaneous
nefrolitomi, %ara lain pembedahan/
Terapi medikamentosa 8
3itu"ukan untuk batu an! berukuran @ -
mm, sehin!!a diharapkan batu dapat keluar
sendiri den!an spontan
Tu"uanna nutuk men!uran!i neri,
temperatur
c!br0ken!! Asupan air8
kuran!na asupan air dan
tin!!ina kadar mineral
kalsium pada air an!
dikonsumsi
d!br0ken!! 3iet8 diet banak
purin, oksalat, dan kalsium
e!br0ken!! Peker"aan8
peker"aana banak duduk
atau kuran! aktifitas atau
sendetar life
se%ara spontan setelah melalui
hambatan pada perbatasan uretero ?
pelvis, saat ureten menilan! vasa
iliaka dan saat ureter msk ke buli ?
buli/
c!br0ken!! Hematuria karena trauma
pada mukosa saluran kemih !
disebabkan oleh batu/
d!br0ken!! 3emam ke%uri!aan suatu
urosepsis
memperlan%ar aliran urine diureti% dan
minum banak air putih sh! dp mendoron!
batu keluar dari saluran kemih/
; #SB2 $ #;stra%orporeal So%k:ave
2ithotripsi ) meme%ah batu !in"al, batu
ureter proksimal . batu buli ?buli melelui
tindakan invasive dan tanpa pembiusan/
; #ndourolo!i tindakan invasive minimal
untuk men!eluarkan batu d! %ara
peme%ahan batu d! men!!unakan ener!i
hidraulik, ener!i !elomban! suara . ener!i
laser/ Tindakanna antara lain 8
, PN2 $ perkutaneus Nefro 2itholapa; )
alat dimasukkan ke kelik melalui insisi
pada kulit
, 2itotripsi alat litotripsor dimasukkan ke
dalam buli ? buli/
, =reteroskopi . ureterorenoskopi alat
ureteroskope peruretram !una melihat
keadaan ureter . sstem pielo ? kaliks
!in"al
, #kstraksi 3ormia men!eluarkan batu
ureter den!an men"arin!na melelui alat
keran"an! 3ormia
; Bedah 2aparoskopi pembedahan untuk
men!ambil batu saluran kemih $ banak
dipakai untuk men!ambil batu ureter )
; Bedah terbuka peielolitotomi . nfrolitotomi
$ batu saluran !in"al ), ureterolitotomi $ batu
di ureter ), nefrektomi $ pen!ambilan !in"al
karena !in"al sudah tidak berfun!si la!i )/
Sifilis B"teri Treponem" P"lli!um , Stadium primer
#rosi ! selan"utna men"adi ulkus
durum $ ke%il, tidak neri, dasar
bersih, tepi tidak men!!aun! dan ada
indurasi predileksina 8 !lans penis,
korpus penis, labia maora, labia
minora, klitoris, perineum
, Stadium sekunder papul . plakat an!
ditututpi krusta ber:arna %oklat ,
basah predileksina 8 !enitalia
eksterna, perianal, ketiak, sudut mulut,
ba:ah mamae
, Stadium tersier nodula, ulkus an!
dalam, bentuk serpi!inosa,
penisilin prokain 8
; Stadium I 8 A''/''' I= . hari sebanak +'
kali suntik
; Stadium II 8 C''/''' I= . hari sebanakn+-
kali suntik
; Stadium III 8 +''/''' I= . hari sebanak +5
kali suntik
penisilin ker"a lama seperti penisilin G
ben*atin
; Stadium I 8 5,& "uta unit satu kali semin!!u,
selama 5 min!!u0 total &,9 "uta unit
; Stadium II 8 5,& "uta unit satu kali
men!eluarkan se%ret seropurulen dan
"arin!an nekrosis predileksina 8
dapat timbul di seluruh tubuh
semin!!u, selama 6 min!!u0 total D,5 "uta
unit
; Stadium III 8 total C "uta unit, satu kali
semin!!u selama & min!!u
Gonorr%e" Kum"n Neiserri"
Gonorr%oe"e
4asa tunas san!at sin!kat pada pria
umumna 5,- hari kadan! lebih lama,
pada :anita tidak bisa ditentukan karena
asimtomatik/
P"!" pri"
Tempat masuk kuman pada pria
menimbulkan uretritis den!an keluhan
sub"ektif 8 rasa !atal, panas diba!ian
distal uretra disekitar orifisium uretra
eksternum, disuria, polakisuria, keluar
duh tubuh dari u"un! uretra an!
kadan!5 disertai darah dan neri saat
ereksi/ Pada pemeriksaan tampak
E=#kemerahan, edema, dan ektoprion/
Tampak pula duh tubuh an!
mukopurulen/ 3apat t"d pembesaran
1GB in!uinal/
P"!" &"nit"
Infeksi pada :anita pada mulana hana
; Penisilin G prokain den!an dosis 5,& ? &,9
"uta unit F + ! probenesid
; Ampisilin . amoksisilin 6,- ! F + !r
probenesid
; Tiamfenikol 5,- ? 6,- !r I4 dosis tun!!al
; 1anamisin 5 !r dosis tun!!al
; Gifampisin C'' ? +5'' m! dosis tun!!al
men!enai serviks uteri/ 3apat
asimtomatik, kadan!5 menimbulkan rasa
neri pada pan!!ul ba:ah/ Pada
pemeriksaan serviks tampak merah
den!an erosi dan sekret mukopurulen,
IMS Non
Spesifi
1uran! lebih D-( telah
diselidiki penebab I/G/N/S/
dan didu!a penebabna
adalah 8
; Chlamdia tra%homatis
; =reaplasma urealti%um
m%oplasma
; Hominis
; Gardnerella va!inalis
; Aler!i
; Bakteri
Pri" '
; Baru timbul biasana setelah +,6
min!!u kontak seksual dan umumna
tidak seberat !onore/
; Ge"alana berupa disuria rin!an,
perasaan tidak enak di uretra, serin!
ken%in! dan keluarna duh tubuh
seropurulen/
; 3ibandin!kan den!an !onore
per"alanan penakit lebih lama karena
masa inkubasi ! lebih lama dan ada
ke%enderun!an kambuh kembali/
; Pada beberapa keadaan tidak terlihat
keluarna %airan duh tubuh, sehin!!a
menulitkan dia!nosis/
; 3alam keadaan demikian san!at
; Ebat an! palin! efektif adalah !olon!an
tetrasiklin dan eritromisin/
; 3i sampin! itu dapat "u!a den!an !abun!an
sulfa,trimetoprim, spiramisin, dan
kuinolon/
3osisna 8
a!br0ken!! Tetrasiklin H%l 8 & ; -'' m!
sehari selama + min!!u atau & ; 5-' m!
sehari selama 5 min!!u/
b!br0ken!! Eksitetrasiklin 8 & ; 5-' m!
sehari selama 5 minn!u/
c!br0ken!! 3oksisiklin 8 5 ; +'' m! sehari
selam D hari/
d!br0ken!! #ritromisin 8 untuk penderita
an! tidak tahan tetrasiklin, :anita hamil,
atau bersia kuran! dari +5 tahun, & ; -''
m! sehari selama + min!!u atau & ; 5-'
diperlukan pemeriksaan laboratorium/
; 1omlikasi dapat ter"adi berupa
prostatitis vesikulitis, epididimitis,
dan striktur uretra/
("nit" '
; Infeksi lebih serin! di serviks
dibandin!kan den!an di va!ina,
kelen"ar Bartholin, atau uretra sendiri/
; Sama seperti pada !onore, umumna
:anita tidak menun"ukkan !e"ala/
Seba!ian ke%il den!an keluhan
keluhanna duh tubuh va!ina, disuria
rin!an, serin! ken%in!, neri didaerah
pelvis, dan disparenia/
; Pada pemeriksaan serviks dapat
dilihat tanda5 servisitis an! disertai
adana folikel,folikel ke%il an!
mudah berdarah/
; 1omplikasi dapat berupa
Bartholinitis, salpin!itis, dan sistitis/
Peritonitis dan perihepatitis "u!a
pernah dilaporkan/
m! selama 5 min!!u/
e!br0ken!! Sulfa,trimetoprim 8 5 ; 5 tablet
sehari selama seminn!!u/
f!br0ken!! A*itromisin 8 + !ram dosis
tun!!al/
g!br0ken!! Spiramisin 8 & ; -'' ms sehari
selama semin!!u/
h!br0ken!! Efloksasin 8 5 ; 5'' m! sehari
selama +' hari/
Fimosis
; Idiopatik
; 1uran! men"a!a kebersihan
alat kelamin
; Infeksi $balanitis, postitis,
balanopostitis)
; Adhesi alamiah pd bai baru
lahir
; Gan!!uan aliran =rine
- sulit ken%in!
- pan%aran urine men!e%il
- men!!elembun! u"un! preputium
penis pada saat miksi
- retensi urine
; Hi!ien lokal kuran! Infeksi pada
- Prepusium $ postitis )
- Gland penis $ Balanitis)
- Gland dan Penis $ Balanopositis)
; Ben"olan lunak pada u"un! penis H
korpus sme!ma aitu timbunan
sme!ma di sakus prepusium penis
ter"adi dari sel,sel mukosa prepusium
dan !land penis 3eskuamasi untuk
bakteri an! ada di dalamna/
; >an!an diretaksi . di delatasi an! paksa
bisa luka . sikatrikpada u"un! fimosis
sekunder /
; <imosis dan balanitis;erotika obliterans
diberi salep deksametasone ',+( 6;& .
hari A min!!u H harapan diretaksi
spontan/
; <imosis Gambaran klinis adana indikasi
sirkumsisi balanitis .psostitis diberi
antibiotik sblm sirkumsisi/
P"r"fimosis ; Idiopatik
; 1uran! men"a!a kebersihan
alat kelamin
; Infeksi $balanitis, postitis,
balanopostitis)
preptium an! tidak bisa kembali ke
depan batan! penis akan men"epit
penis sehin!!a menimbulkan
bendun!an aliran darah dan
pem#en$""n )e!em"* $l"ns penis
a!br0ken!! setelah memastikan bah:a tidak
ada benda asin! seperti karet atau benan!
an! menebabkan penis ter"epit, dokter
akan berupaa men!embalikan kulit
preputium ke posisina se+"r" m"nu"l
!"n preputium, bahkan kematian
"arin!an penis dapat ter"adi akibat
hambatan aliran darah pembuluh nadi
an! menu"u !lans penis/
!en$"n t"n$"n atau melalui prosedur
invasif den!an bantuan obat bius $anestesi)
dan penenan! $sedasi)/
b!br0ken!! >aran! diperlukan tindakan
sirumsisi darurat untuk men!atasi
parafimosis/ Balaupun demikian, setelah
parafimosis diatasi se%ara darurat,
selan"utna diperlukan tindakan sirkumsisi
se%ara beren%ana oleh karena kondisi
parafimosis tersebut dapat berulan! atau
kambuh kembali
,-posp"!i" a!br0ken!! Gan!!uan dan
ketidakseimban!an hormone
hormone andro!en an!
men!atur or!ano!enesis
kelamin $pria)/ Atau bias "i!a
karena reseptor hormone
andro!enna sendiri di dalam
tubuh an! kuran! atau tidak
ada/ Sehin!!a :alaupun
hormone andro!en sendiri
telah terbentuk %ukup akan
Eperasi koreksi sebaikna diker"akan pada usia
prasekolah/ Pada usia bai dilakukan
kordektomi untuk meluruskan penis/ Pada usia
5,& tahun rekontruksi tahap kedua an! terdiri
dari rekontruksi uretra/ Neo uretra biasana
dibuat dari kulit prepusium, penis atau
skrotum/ 1arena kulit prepusium merupakan
bahan an! terbaik untuk uretroplastik, maka
tidak dian"urkan sirkumsisi pda hipospadia,
a!ar kulit prepusiumdapat dimanfaatkan
tetapi apabila reseptorna
tidak ada tetap sa"a tidak
akan memberikan suatu efek
an! semestina/ Atau en*im
an! berperan dalam sintesis
hormone andro!en tidak
men%ukupi pun akan
berdampak sama/
b!br0ken!! Genetika
Ter"adi karena !a!alna
sintesis andro!en/ Hal ini
biasana ter"adi karena
mutasi pada !en an!
men!ode sintesis andro!en
tersebut sehin!!a ekspresi
dari !en tersebut tidak
ter"adi/
c!br0ken!! 2in!kun!an
polutan dan *at an! bersifat
terato!enik an!dapat
men!akibatkan mutasi/
Stri+ture a!br0ken!! Striktura uretra a!br0ken!! >ika pasien data karena retensi
Uretr" dapat disebabkan karena
suatu infeksi, trauma pada
uretra, dan kelainan ba:aan/
Infeksi an! palin! serin!
menimbulkan striktura uretra
adalah infeksi oleh kuman
!onokokus an! telah
men!infeksi uretra beberapa
tahun sebelumna/ 1eadaan
ini sekaran! "aran! di"umpai
karena banak pemakaian
antibiotika untuk
memberantas uretritis/
b!br0ken!! Trauma an!
menebabkan striktura uretra
adalah trauma tumpul pada
selan!kan!an $straddle
in"ur), fraktur tulan! pelvis,
dan instrumentasi atau
tindakan transuretra uretra
an! kuran! hati,hati/
urine, se%epatna dilakukan sistostomi
suprapubik untuk men!eluarkan urine/ >ika
di"umpai abses periuretra dilakukan insisi
dan pemberian antibiotika/
b!br0ken!! Tindakan khusus an!
dilakukan terhadap striktura uretra adalah8
Businasi $dilatasi) den!an busi lo!am
an! dilakukan se%ara hati,hati/ Tindakan
an! kasar tambah akan merusak uretra
sehin!!a menimbulkan luka baru an!
pada akhirna menimbulkan striktura la!i
an! lebih berat/ Tindakan ini dapat
menimbulkan salah "alan $false route)
=retrotomi interna8 aitu memoton!
"arin!an sikatriks uretra den!an pisau Etis
atau den!an pisau Sa%hse/ Etis diker"akan
"ika belum/ ter"adi striktura tota2
sedan!kan pada striktura an! lebih berat,
pernoton!an striktura diker"akan se%ara
visual den!an memakaiIpisau sa%hse
=retrotomi eksterna adalah tindakan
operasi terbuka berupa pemoton!an
"arin!an fibrosis, kemudian dilakukan
anastomosis di antara "arin!an uretra an!
masih sehat/
Pri"pismus 4enurut etiolo!ina priapismus
dibedakan dalam 5 ma%am
aitu 8
1!br0ken!! Priapismus
primer idiopatik an! belum
"elas penebabna sebanak
A' (/
2!br0ken!! Priapismus
sekunder
3apat disebabkan oleh 8
a!br0ken!! 1elaianan
pembekuan darah $ anemia
bulan sabit, leukemia, dan
emboli lemak ),
b!br0ken!! Trauma para
perineum . !enitalia,
c!br0ken!! Gan!!uan
neuro!en $ pada saat
men"alani anastesi
re!ional . pada penderita
paraple!ia ),
Prinsip terapi pada priapismus adalah
se%epatna men!embalikan aliran darah pada
%orpora kavernosa an! di%apai d!n medika
mentosa atau operatif/ Sebelum tindakan
a!resif, pasien diminta utk melakukan latihan
den!an melompat,lompat den!an harapan
ter"adi diversi aliran darah dari kavernosa ke
otot !lutea/
Pemberian kompres air es pada penis
atau enema larutan !aram fisiolo!is din!in
dapat meran!san! aktivitas simpatik sehin!!a
memperbaiaki lairan darah di %orpora
kavernosa/
Pemberian hidrasi an! baik dan anestesi
re!ional dapat menolon!/
Aspirasi dan iri!asi intrakavernosa/ Aspirasi
darah kavernosa diindikasikan pada
priapismus non iskemik atau priapismus
iskemik an! masih baru ter"adi/
>alan pintas $shuttin!) keluar dari %orpora
d!br0ken!! Penakit
ke!anasan,
e!br0ken!! Pemakaian
obat5an tertentu $ al%ohol,
psikotropik, dan anti,
hipertensi ), J
f!br0ken!! Pas%a in"eksi
intrakavernosa den!an *at
vasoaktif/
kavernosa/ Indikasi pada priapismus veno
oklusi atau an! !a!al setelah terapi medika
mentosa/ Hal ini dpaat men%e!ah ter"adina
sindroma kompartemen an! dapat menekan
arteria kavernosa dan berakibat iskemia
%orpora kavernosa/
Pemedahandekompresi kavernosa
Pelebaran vena in"eksi intrakavernosa den!an
*at vaso dilatator aktif/
Tr"um"
Gin."l
; Cedera !in"al dapat ter"adi
se%ara 8
1!br0ken!! 2an!sun! akibat
benturan lan!sun! pada
daerah pin!!an!
2!br0ken!! Tidak lan!sun!
aitu merupakan %edera
deselerasi akibat per!erakan
!in"al se%ara tiba5 di dalam
ron!!a retroperitoneum/
Per!erakan !in"al tersebut
dapat mnebabkan re!an!an
; Ge"ala klinis 8
1!br0ken!! Trauma di daerah
pin!!an!, pun!!un!, dada sebelah
ba:ah, dan perut ba!ian atas
den!an disertai neri atau
didapatkan adana "e"as pada
daerah itu/
2!br0ken!! Hematuria
3!br0ken!! <raktur kosta sebelah
ba:ah $T9,+5) atau fraktur
spinosus vertebra
4!br0ken!! Trauma tembus pada
- 1onservatif
3itu"ukan pada trauma minor/ Pada
keadaan ini dilakukan observasi tanda5
vital $tensi, nadi, dan suhu tubuh),
kemun!kinan adana penambahan massa
di pin!!an!, adana pembesaran lin!karan
perut, penurunan kadar hemo!lobin darah,
dan perubahan :arna urine pada
pemeriksaan urine serial/
>ika selama observasi didapatkan adana
tanda5 perdarahan atau kebo%oran urine
pedikel !in"al sehin!!a
menimbulkan robekan tunika
intima arteri renalis/ Gobekan
ini akan mema%u
terbentukna bekuan5 darah
an! selan"utna dapat
menimbulkan thrombosis
arteri renalis beserta
%aban!5na/
Cedera !in"al dapat
dipermudah "ika sebelumna
sudah ada kelainan pada
!in"al , antara lain
hidronefrosis, kista !in"al,
atau tumor !in"al
; >enis %edera an! men!enai
!in"al dapat merupakan
%edera tumpul, luka tusuk
atau luka tembak
daerah abdomen atau pin!!an!
5!br0ken!! Cedera deselerasi an!
berat akibat "atuh dari ketin!!ian
atau ke%elakaan lalu lintas/
; Pada trauma dera"at rin!an
didapatkan neri di daerah
pin!!an!, terlihat "e"as berupa
ekimosis, terdapat hematuria
makroskopis ataupun mikroskopis/
Pada trauma ma"or atau rupture
pedikel sok berat, hematoma di
daerah pin!!an!/ 3alam keadaan ini
mun!kin pasien tidak sempat
men"alani pemeriksaan PIV karena
usaha untuk memperbaiki
hemodinamik serin!kali tidak
membuahkan hasil akibat
perdarahan an! keluar dari !in"al
%ukup deras/ =ntuk itu harus se!era
dilakukan ekslorasi laparotomi
untuk men!hentikan perdarahan/
an! menimbulkan infeksi, harus se!era
dilakukan tindakan operasi
- Eperasi
Eperasi ditu"ukan pada trauma !in"al
ma"or den!an tu"uan untuk se!era
men!hentikan perdarahan/ Selan"utna
mun!kin perlu dilakukan debridement,
reparasi !in"al $berupa renorafi atau
penambun!an vaskuler) atau tidak "aran!
harus dilakukan nefroktomi parsial bahkan
nefroktomi total karena kerusakan !in"al
an! san!at berat/
Tr"um" , trauma ruda paksa dari luar , tanda5 fraktur pelvis mudah di , "ika sok resusitasi dan operasi diker"akan
Buli/#uli
dan serin! didapati
bersamaan den!an fraktur
pelvis
, trauma iatro!eni%, seperti
operasi5 !inekolo!ik dan
operasi5 daerah pelvis .
akibat endoskopik, seperti
operasi transurethral/
dia!nosa d! pemeriksaan fisik
dimana didapatkan neri tekan dan
krepitasi daerah fraktur
, retensi urin ataupun !ross hematuria
, tanda ? tanda abdomen akut
biasana ditemukan pada kasus ?
kasus rupture intraperitonel/
d! insisi mediana suprapubik/
, Pada rupture ekstraperitonal setelah buli ?
buli di buka, dilakukan repair/ 3ilakukan
"u!a inspeksi ron!!a peritoneum untuk
memastikan adakah %airan berdarah, !
merupakan indikasi untuk eksplorasi ron!!a
peritoneum lebih lan"ut/ 2uka ditutup d!
menin!!alkan sistotomi di suprapubik dan
"u!a dipasan! kateter uretra/
, Pada ruptur intraperitoneal operasi
dilakukan d! lan!sun! membuka
peritoneum dan repair buli ? buli dilakukan
"u!a d! membuka buli ? buli
Tr"um"
Ureter
, Iatro!enik 8 pada operasi5
!inekolo!i, endoskopi
saluran kemih dan operasi5
daerah pelvis
, Trauma ta"am 8 luka tusuk,
luka tembak
, bila ureter terikat total . seba!ian,
maka pas%a bedah dp didapati
!e"ala5 febris, neri pin!!an! !
bersamaan d! ileus paralitik seperti
mual, muntah/
, <istula ureterova!inal . ke kulit
dapat ter"adi pd hari ke +' bedah
karena kebo%or urin
, Anuria pas%a bedah bs ter"adi, bila
Tindakan an! dilakukan terhadap %edera
ureter ter!antun! pada saat %edera ureter
terdia!nosis, keadaan umum pasien, dan letak
serta dera"at lesi ureter/ Tindakan an!
diker"akan mun!kin 8
a!br0ken!! =reter salin! disambun!kan
$anastomosis end to end)
b!br0ken!! Inplantasi ureter ke buli,buli
$neoimplantasi ureter pada buli,buli, flap
ke 5 ureter terli!asi total/
, 1e%uri!aan %edera ureter harus
difikirkan pada luka tusuk . tembak
daerah retroperitoneal, dimana
daerah ureter +.6 ten!ah palin!
serin! terkena/ =utuk memastika
%airan fistel adalah benar5 urin d!
pemeriksaan kreatinin pada %airan
tersebut . menuntikkan *at :arna
indi!o %arimine ! merubah %airan
men"adi biru/
Boari, atau psoas hitch)
c!br0ken!! =retero,kutaneostomi
d!br0ken!! Transuretero,ureterotomi
$menambun! ureter den!an ureter pada
sisi an! lain)
e!br0ken!! Nefrostomi seba!ai tindakan
diversi atau nefroktomi/
,em"turi" Hematuria dapat disebabkan
oleh kelainan,kelainan an!
berada di dalam sstem
uro!enitalia atau kelainan an!
berada di luar sstem
uro!enitalia/ 1elainan an!
berasal dari sstem uro!enitalia
antara lain adalah 8
a!br0ken!! Infeksi atau
inflamasi, antara lain
pielonefritis,
>ika terdapat !umpalan darah pada buli,buli
an! menimbulkan retensi urine, di%oba
dilakukan kateterisasi dan pembilasan buli,
buli den!an memakai %airan !aram fisiolo!is,
tetapi "u!a tindakan ini tidak berhasil, pasien
se%epatna diru"uk untuk men"alani evakusi
bekuan darah transuretra dan sekali!us
men!hentikan sumber perdarahan/ >ika
ter"adi eksan!uinasi an! menebabkan
anemia, harus difikirkan pemberian tranfusi
darah/ 3emikian "u!a "ika ter"adi infeksi
!lomerulonefritis, ureteritis,
sistitis, dan uretritis/
b!br0ken!! Tumor "inak atau
tumor !anas aitu 8 tumor
:ilm, tumor !ra:it*, tumor
pielum, tumor ureter, tumor
buli,buli, tumor prostat, dan
hiperplasia prostat "inak/
c!br0ken!! 1elainan ba:aan
sistem uro!enitalia, antara lain
8 kista !in"al, dan ren mobilis/
d!br0ken!! Trauma an!
men%ederai sistem
uro!enitalia
e!br0ken!! Batu saluran
kemih
1elainan,kelainan an! berasal
dari luar sistem uro!enitalia,
antara lain adalah 8
a!br0ken!! 1elainan
pembekuan darah
harus diberikan antibiotika/
Setelah hematuria dapat ditan!!ulan!i,
tindakan selan"utna adalah men%ari
penebabna dan selan"utna menelesaikan
masalah primer penebab hematuria/
b!br0ken!! S2#
c!br0ken!! 1elainan sistem
hematolo!ik an! lain/
BP, 3ibedakan men"adi dua kelompok/
Pert"m"0 Gejala Iritatif8
a!br0ken!! serin! buan! air ke%il
$frequency),
b!br0ken!! ter!esa,!esa untuk buan!
air ke%il $urgency),
c!br0ken!! buan! air ke%il malam
hari lebih dari satu kali $nocturia),
menurunna hambatan kortikal
selama tidur dan "u!a menurunna
tonus sfin!ter dan uretra
d!br0ken!! sulit menahan buan! air
ke%il $urge incontinence)/
Ke!u", Gejala Obstruksi8
a!br0ken!! pan%aran melemah,
b!br0ken!! akhir buan! air ke%il
belum terasa koson! $incomplete
emptying),
c!br0ken!! menun!!u lama pada
A!br0ken!! Watchful Waiting
Watchful waiting dilakukan pada penderita
den!an keluhan rin!an/ Tindakan an!
dilakukan adalah observasi sa"a tanpa
pen!obatan/
B!br0ken!! Terapi 4edikamentosa
Pilihan terapi non,bedah adalah
pen!obatan den!an obat $medikamentosa)/
C!br0ken!! Terapi Bedah 1onvensional
Open simple prostatectomy
Indikasi untuk melakukan tindakan ini
adalah bila ukuran prostat terlalu besar, di
atas +''!, atau bila disertai divertikulum
atau batu buli,buli/
D!br0ken!! Terapi Invasif 4inimal
2!br0ken!! Transurethral resection of the
prostate (TUR-P)
4en!hilan!kan ba!ian adenomatosa
permulaan buan! air ke%il
$hesitancy),
d!br0ken!! harus men!edan saat
buan! air ke%il $straining),
e!br0ken!! buan! air ke%il terputus,
putus $intermittency),
f!br0ken!! :aktu buan! air ke%il
meman"an! an! akhirna
men"adi retensi urin dan ter"adi
inkontinen karena overflow
dari prostat an! menimbulkan obstruksi
den!an men!!unakan resektoskop dan
elektrokauter/
5/ Transurethral incision of the prostate
(TUP)
3ilakukan terhadap penderita den!an
!e"ala sedan! sampai berat dan den!an
ukuran prostat ke%il/
E!br0ken!! Terapi laser
Teknikna antara lain Transurethral laser
in!uce! prostatectomy $T=2IP) an!
dilakukan den!an bantuan =SG, "isual
coagulative necrosis, "isual laser a#lation
of the prostate ("$%P), dan interstitial
laser therapy/
a!br0ken!! Terapi alat
1!br0ken!! &icrowave hyperthermia
4emanaskan "arin!an adenoma melalui
alat an! dimasukkan melalui uretra atau
rektum sampai suhu &5,&-oC sehin!!a
diharapkan ter"adi koa!ulasi/
2!br0ken!! Trans urethral nee!le a#lation
(TU'%)
Alat an! dimasukkan melalui uretra
an! apabila posisi sudah diatur, dapat
men!eluarkan 5 "arum an! dapat
menusuk adenoma dan men!alirkan
panas, sehin!!a ter"adi koa!ulasi
sepan"an! "arum an! menan%ap di
"arin!an prostat/
3!br0ken!! (igh intensity focuse!
ultrasoun! (HI<=)
4elalui probe an! ditempatkan di
rektum an! meman%arkan ener!i
ultrasoun! den!an intensitas tin!!i dan
terfokus/
4!br0ken!! ntraurethral stent
Adalah alat an! se%ara endoskopik
ditempatkan di fosa prostatika untuk
mempertahankan lumen uretra tetap
terbuka/
5!br0ken!! Transurethral #aloon !ilatation
3ilakukan den!an memasukkan kateter
an! dapat mendilatasi fosa prostatika
dan leher kandun! kemih/
K"rsinom"
Prost"t
Penebabna tidak diketahui,
meskipun beberapa penelitian
telah menun"ukkan adana
hubun!an antara diet tin!!i
lemak dan penin!katan kadar
hormon testosteron/
; Predisposisi !eneti% oran!
an! saudara laki5na
menderita kanker prostat
memiliki kemun!kinan
menderita kanker prostat 5
kali lebih besar/
1emun!kinan naik men"adi -
kali "ika aah dan saudarana
"u!a menderita/
; Pen!aruh hormonal/
; 3iet diet an! banak
men!andun! lemak, susu
an! berasal dari binatan!,
da!in! merah, dan hati
; 1adan! !e"alana menerupai )P(,
aitu berupa kesulitan dalam
berkemih dan serin! berkemih, !e"ala
tersebut timbul karena kanker
menebabkan penumbatan parsial
pada aliran air kemih melalui uretra/
; Hematuria atau menebabkan
ter"adina penahanan air kemih
mendadak/
; Pada beberapa kasus, kanker prostat
baru terdia!nosis setelah menebar ke
tulan! $terutama tulan! pan!!ul, i!a
dan tulan! belakan!) atau ke !in"al
$menebabkan gagal gin*al)/
; Setelah kanker menebar, biasana
penderita akan men!alami anemia/
; 1anker prostat "u!a bisa menebar ke
otak dan menebabkan ke"an! serta
!e"ala mental atau neurolo!is lainna/
; Stadium dini tidak ada !e"ala J
Pada stadium a:al bisa di!unakan
prostate+tomi $pen!an!katan prostat) dan
terapi peninaran
>ika kanker telah menebar, bisa dilakukan
manipulasi hormonal $men!uran!i kadar
testosteron melalui obat,obatan maupun
pen!an!katan testis) atau +emoterapi/
Pem#e!"%"n
1!br0ken!! Prostate+tomi ra!i+al
$pen!an!katan kelen"ar prostat)/
Serin!kali dilakukan pada kanker stadium
A dan B/
Prosedurna lama dan biasana dilakukan
diba:ah pembiusan total maupun spinal/
Sebuah saatan dibuat di perut maupun
daerah perineum dan penderita harus
men"alani pera:atan rumah sakit selama -,
D harai/
1omplikasi an! mun!kin ter"adi adalah
menin!katkan risiko kanker
prostat/
; Pen!aruh lin!kun!an ban!sa
afro,amerika an! berkulit
hitam KK ban!sa kulit putih/
tanda/
; Pd p;/ Colok dubur 8 nodul keras pada
prostat/
; Pd p;/ 2ab 8 penin!katan kadar
penanda tumor PSA $prostat spe%ifi%
anti!ens) aitu suatu !likoprotein
an! dihasilkan oleh sitoplasma sel
prostat dan berperan dalam melakukan
likuefaksi %airan semen/
; Bila kanker menekan uretra keluhan
!an!!uan saluran kemih berupa
kesulitan miksi, neri ken%in!, atau
hematuria
impotensia dan inkontinensia uri/
Pada penderita an! kehidupan seksualna
masih aktif, bisa dilakukan potency-sparing
ra!ical prostatectomy/
2!br0ken!! Or+ie+tomi $pen!an!katan
testis, pen!ebirian)/ Pen!an!katan kedua
testis menebabkan berkuran!na kadar
testosteron, tetapi prosedur ini
menimbulkan efek fisik dan psikis an!
tidak dapat ditolerir oleh penderita/
Erkiektomi adalah pen!obatan an! efektif,
tidak memerlukan pen!obatan ulan!, lebih
murah dibandin!kan den!an obat,obatan
dan sesudah men"alani orkiektomi penderita
tidak perlu men"alani pera:atan rumah
sakit/
Erkiektomi biasana dilakukan pada kanker
an! telah menebar/
Ter"pi pen-in"r"n
Terapi peninaran terutama di!unakan
untuk men!obati kanker stadium A, B, C/
Biasana "ika resiko pembedahan terlalu
tin!!i, maka dilakukan terapi peninaran/
Terapi peninaran terhadap kelen"ar prostat
bisa dilakukan melalui beberapa %ara8
1!br0ken!! Terapi peninaran eksterna,
dilakukan di rumah sakit tanpa perlu
men"alani ra:at inap/
#fek sampin!na berupa penurunan nafsu
makan, kelelahan, reaksi kulit $misalna
kemerahan dan iritasi), %edera atau luka
bakar pada rektum, diare, sistitis $infeksi
kandun! kemih) dan hematuria/
Terapi peninaran eksterna biasana
dilakukan sebanak - kali.min!!u selama
A,9 min!!u/
2!br0ken!! Pen%an!kokan butiran odium,
emas atau iridium radioaktif lan!sun! pada
"arin!an prostat melalui saatan ke%il/
1euntun!an dari bentuk terapi peninaran
ini adalah bah:a radiasi lan!sun!
diarahkan kepada prostat den!an kerusakan
"arin!an di sekitarna an! lebih sedikit/
O#"t/o#"t"n
1!br0ken!! 4anipulasi hormonal/
Tu"uanna adalah men!uran!i kadar
testosteron/
Penurunan kadar testosteron serin!kali
san!at efektif dalam men%e!ah
pertumbuhan dan penebaran kanker/
4anipulasi hormonal terutama di!unakan
untuk merin!ankan !e"ala tanpa
menembuhkan kankerna, aitu misalna
pada penderita an! kankerna telah
menebar/
Ebat sintetis an! fun!sina menerupai
$(R( $luteini,ing hormone releasing
hormone), semakin banak di!unakan
untuk men!obati kanker prostat stadium
lan"ut/ Contohna adalah lupron atau
*oladeks/
Ebat ini menekan peran!san!an testis
terhadap pembentukan testosteron $hal
seperti ini disebut penge#irian +imiawi
karena memiliki hasil an! sama den!an
pen!an!katan testis)/
Ebat diberikan dalam bentuk suntikan,
biasana setiap 6 bulan sekali/
#fek sampin!na adalah mual dan muntah,
:a"ah kemerahan, anemia, osteoporosis
dan impotensi/
Ebat lainna an! di!unakan untuk terapi
hormonal adalah *at pen!hambat andro!en
$misalna flutamid), an! berfun!si
men%e!ah menempelna testosteron pada
sel,sel prostat/
#fek sampin!na adalah impotensi,
!an!!uan hati, diare dan gine+omastia
$pembesaran paudara)/
2!br0ken!! 1emoterapi
1emoterapi serin!kali di!unakan untuk
men!atasi !e"ala kanker prostat an! kebal
terhadap pen!obatan hormonal/
Biasana diberikan obat tun!!al atau
kombinasi beberapa obat untuk
men!han%urkan sel,sel kanker/
Ebat,obatan an! bisa di!unakan untuk
men!obati kanker prostat adalah8
, 4ito;antron
, Prednisone
, Pa%lita;el
, 3oseta;el
, #stramustin
, Adriam%in/
#fek sampin!na bervariasi dan
ter!antun! kepada obat an! diberikan/
SINDROMA NEFROTIK
; Pato!enesis
o Terbentukna kompleks anti!en,antibodi an! melekat pada membrane !lomerulus dan kemudian merusakna
o Proses autoimun kuman strepto%o%%us an! nefrito!en dalam tubuh menimbulkan pembentukan kompleks autoimun an!
merusak !lomerulus/
o Strepto%o%%us nefrito!en dan membrab basal !lomerulus mempunai komponen anti!en an! sama sehin!!a dibentuk
antibod an! lan!sun! merusak membrane basal !in"al/
GLOMERULO NEFRITIS
; 3ia!nosis
Pemeriksaan penun"an!
; Glomerulonefritik akut/
o Pada pemeriksaan lab/ 3idapatkan la"u endap darah menin!!i, kadar hemo!lobin menurun seba!ai akibat hipervolemia
$retensi !aram dan air)/
o Pada pemeriksaan urin "umlah urin berkuran!, berat "enis menin!!i, hematuria makroskopik 3an ditemukan albumin
$F), eritrosit $FF), leukosit $F), silindris leukosit, eritrosit,dan hialin/
o =reum dan keratin darah/
; Glomerulonefritik kronis/
o Pada urin ditemukan albumin$F),selindris, eritrosit,leukosit hilan! timbul, berat "renis urin menetap pada +''9,+'5'/
o Pada darah ditemukan 2#3, ureum kreatinin, dan fosfor serum an! menin!!i serta kalsiumserum an! menurun/pada
stadium akhir natrium dan klorida serum menurun, sedan!kan kalium menin!kat/ Anemia tetap ada/ ="i fun!si !in"al
an! menurun
; Patho!enesis
Terdapat 5 mekanisme GN
; %ir%ulatin! immune %omple; apabila A! dari luar memi%u antibodi $Ab) spesifik, kmdn membentuk kompleks imun A!,Ab !
ikut dalam sirkulasi/ 1ompleks imun akan men!aktivasi sistem komplemen ! kmdn berikatan d!n kompleks A!,Ab/
1ompleks imun ! men!alir dlm sirkulasi akan ter"ebak pada !lomerulus dan men!endap pada sub endotel dan mesan!ium/
Aktivasi sistem komplemen akan terus ber"alan setelah ter"adi penendapan kompleks
; terbentukna deposit kompleks imun se%ara in,situ apabila Ab se%ara lan!sun! berikatan d! A! ! merupakan komponen
!lomerulus/ Alternatif lain apabila A! non,!lomerulus ! bersifat kation ter"ebak pd ba!ian anionik !lomerulus, diikuti
pen!endapan Ab dan aktivasi komplemen se%ara lokal/
BATU SALURAN KEMI,
; Patho!enesis
Teori Pembentukan Batu 8
o Teori pembentukan inti/
Teori ini men!atakan bah:a pembentukan batu berasal dari kristal atau benda asin! an! berada dalam urin an! pekat/
Teori ini ditentan! oleh beberapa ar!umen, dimana dikatakan bah:a batu tidak selalu terbentuk pada pasien den!an
hiperekresi atau mereka den!an resiko dehidrasi/ Tambahan, banak penderita batu dimana koleksi urin 5& "am se%ara
komplit normal/ Teori inti matrik 8 Pembentukan batu saluran kemih membutuhkan adana substansi or!ani% seba!ai
pembentuk inti/ Substansi or!ani% terutama muko protein A mukopolisakarida an! akan mempermudah kristalisasi dan
a!re!asi substansi pembentuk batu/
o Teori supersaturasi
Penin!katan dan ke"enuhan substansi pembentukan batu dalam urin seperti sistin, ;astin, asam urat, kalsium oksalat
mempermudah terbentukna batu / 1e"enuhan ini "u!a san!at dipen!aruhi oleh pH dan kekuatan ion
o Teori presipitasi,kristalisasi
Perubahan pH urin akan mempen!aruhi solubilitas substansi dalam urin/ 3i dalam urin an! asam akan men!endap sistin,
;astin, asam urat, sedan! didalam urin an! basa akan men!endap !aram,!aram fosfat
o Teori berkuran!na faktor pen!hambat
4en!atakan bah:a tidak adana atau berkuran!na substansi pen!hambat pembentukan batu seperti fosfopeptida,
pirofosfat, polifosfat, asam mukopolisakarida dalam urin akan mempermudah pembentukan batu urin/ Teori ini tidaklah
benar se%ara absolut karena banak oran! an! kekuran!an *at pen!hambat tak pernah menderita batu, dan sebalina
mereka an! memiliki faktor pen!ahmbat berlimpah membentuk batu/
o Teori lain
Berkuran!na volume urin 8 1ekuran!an %airan akan menebabkan penin!katan kosentrasi *at terlarut $missal0 kalsium,
natrium, oksalat dan protein) an! mana ini dapat menimbulkan pembentukan kristal di urin)
SIFILIS
; Patho!enesis
Tahap masukna Treponema
L T- palli!um $melalui mikrolesi kulit atau selaput lender) M masuk kedalam tubuh M/ multiplikasi M timbul infiltrat
$limfosit dan sel plasma) papula/
L Geaksi radan! tidak hana terbatas pada tempat masukna kuman tetapi "u!a di daerah perivaskuler/
L T- palli!um berada berada di antara endotel kapiler dan sekitar "arin!an perivaskular M hipertofi endotel M obliterasi
lumen kapiler $en!arteritis o#literans)/
Stadium I $SI)
L 1erusakan vaskuler M aliran darah N M erosi atau ulkus $afek primer S I)
L T- palli!um M aliran darah . limfe M "arin!an tubuh $termasuk 1GB re!ional) M kompleks primer SI
Stadium II $SII)
L Se%ara hemato!en T- palli!um M seluruh "a,rin!an tubuh/ Geaksi "arin!an terlihat A,9 min!!u setelah kompleksprimer
$bermani,festasi seba!ai SII) den!an didahului !e"ala prodromal/ 2esi perlahan,lahan men!hilan! hilan! dalam :aktu
kuran! lebih C bulan/
Stadium 2aten
L Adalah stadium tanpa tanda atau !e"ala klinis, tetapi infeksi masih ada dan aktif an! ditandai den!an S/T/S positif/
L 1adan!,kadan! bila imunitas !a!al men!endalikan infeksi timbul lesi seperti SI atau SII $stadium rekuren)/
L Stadium ini ter"adi O 5 tahun dan antibodi tetap ada dalam serum penderita $S/T/S positif)/
Stadium !umma
L Ter"adi perubahan keseimban!an antara treponema dan "arin!an
L Pada stadium ini treponema sukar ditemukan tetapi reaksina bersifat destruktif
L 2esi sembuh M "arin!an fibrotik dan dapat berlan!sun! beberapa tahun
L Treponema pallidum dapat men%apai sistem kardiovaskuler dan saraf pusat
o Hampir P kasus den!an stadium laten dapat hidup tanpa menimbulkan !e"ala klinis
GONORR,EA
; Patofisiolo!is
4enempelna !onokokus den!an bantuan pili telah diperkirakan merupakan faktor virulensi/ Setelah pelen!ketan pada
mukosa $selaput lendir), !onokokus tiba pada "arin!an pen!hubun! subepitel den!an %ara menembus ruan!,ruan! epitel
interseluler/ Gonokokus men!andun! endotoksin, dan "u!a dapat men!ekskresikan toksin an! dapat merembes an!
men!induksi ter"adina kerusakan pada selaput lendir/ Sel,sel !onokokus "u!a terdapat pada di dalam leukosit polimorfonuklir/
Balaupun kebanakan sel !onokokus an! tertelan $oleh leukosit itu) terbunuh tetapi banak mikrobiolo!i:an berpendapat
bah:a beberapa !onokokus dapat bertahan hidup dan berkemban! biak dalam fa!osit/ Telah diamati pula bah:a !el,!el
!onokokus an! tidak mempunai pili mudah ditelan dan dibunuh, sedan!kan an! mempunai pili tetap hidup ekstraselular
$di luar !el)/ Bai an! mele:ati saluran lahir seoran! ibu an! terinfeksi dapat menderita infeksi an! dapat menebabkan
kebutaan $ophthalmia neonatorum)/ Seba!aimana telah disebutkan sebelumna, infeksi sema%am ini dapat di%e!ah den!an
meneteskan larutan perak nitrat pada mata bai se!era setelah lahir/
FIMOSIS
; 33
>ika pada !e"ala fimosis ditemukan kesulitan buan! air ke%il maka dia!nosis bandin!na adalah parafimosis, striktur uretra/dan
kelainan,kelainan lain an! bisa menebabkan kesulitan ken%in!/
PARAFIMOSIS
; 3ia!nosis
Prepusium diusahakan untuk dikembalikan se%ara manual den!an teknik memi"at !lans selama 6,- menit diharapkan edema
berkuran! dan se%ara perlahan,lahan prepusium dikembalikan pada tempatna/ >ika usaha ini tidak berhasil, dilakukan dorsum
insisi pada "eratan sehin!!a prepusium dapat dikembalikan pada tempatna/ Setelah edema dan proses inflamasi men!hilan!
pasien dian"urkan untuk men"alani sirkumsisi/
,YPOSPADIA
; 1lasifikasi
Berdasarkan letak muara uretra setelah dilakukan koreksi korde, Bro:ne $+C6A) memba!i hipospadia dalam ti!a ba!ian besar,
aitu
o Hipospadi anterior terdiri atas tipe !lanular, subkoronal, dan penis distal,
o Hipospadi medius terdiri atas8 midshaft, dan penis proksimal
o Hipospadi posterior terdiri atas8 penoskrotal, skrotal, dan perineal/
; 3ia!nosis
o 3ia!nosis dite!akkan berdasarkan pemeriksaan fisik/
o >ika hipospadia terdapat di pan!kal penis, mun!kin perlu dilakukan pemeriksaan radiolo!is untuk memeriksa kelainan ba:aan
lainna/
o Bai an! menderita hipospadia sebaikna tidak disunat/ kulit depan penis dibiarkan untuk di!unakan pada pembedahan nanti/
o Gan!kaian pembedahan biasana telah selesai dilakukan sebelum anak mulai sekolah/ pada saat ini, perbaikan hipospadia
dian"urkan dilakukan sebelum anak berumur +9 bulan/
o >ika tidak diobati, mun!kin akan ter"adi kesulitan dalam pelatihan buan! air pada anak dan pada saat de:asa nanti, mun!kin
akan ter"adi !an!!uan dalam melakukan hubun!an seksual/
STRI1TURE URETRA
; Patho!enesis
Proses radan! akibat tramua atau infeksi pada uretra akan menebabkan terbentukna "arin!an sikatrilk pada uretra/ >arin!an
sikatriks pada lumen uretra menimbulkan hambatan aliran urine hin!!a retensi urine/ Aliran urine an! terhambat men%ari
"alan keluar di tempat lain $di sebelah proksimal striktura) dan akhima men!umpul di ron!!a periuretra/ >ika terinfeksi
menimbulkan abses periuretra an! kemudian pe%ah membentuk fistula uretrokutan/ Pada keadan tertentu di"umpai banak
sekali fistula sehin!!a disebut seba!ai fistula serulin!
; P; penun"an! 8
a!br0ken!! =ntuk men!etahui pola pan%aran urine se%ara obektif, dapat diukur den!an %ara sederhana atau den!an
memakai alat uroflometri/ 3erasna pan%aran dapat diukur den!an memba!i volume urine an! dikeluarkan pada saat
miksi diba!i den!an lama proses miksi/ 1e%epatan pan%aran pria normal adalah 5' ml.detik/ >ika ke%epatan pan%aran
kuran! dari +' ml.detik menandakan ada obstruksi/
b!br0ken!! =ntuk melihat letak penempitan dan besarna penempitan uretra dibuat foto uretro!rafi/ 2ebih len!kap la!i
men!enai pan"an! striktura adalah den!an membuat foto bipolar sistourtro!rafi den!an %ara memasukkan bahan kontras
se%ara ante!rad dari buli,buli dan se%ara retro!rad dari uretra/
c!br0ken!! 4elihat pembuntuan uretra se%ara lan!sun! dilakukan melalui uretroskopi aitu melihat striktura transuretra/
>ika diketemukan striktura lan!sun! diikuti den!an uretrotomi interna $sa%hse) aitu memoton! "arin!an fibrotik den!an
memakai pisau sa%hse/
PRIAPISMUS
; Patho!enesis
3alam korpora karnevosa penis ter"adi pen!!umpalan aliran darah kental/ Inilah keadaan umum an! ter"adi pada proses
ereksi normal, di mana aliran darah %ukup kuat/ Pada ereksi an! fisiolo!is, aliran darah tidak menetap aitu hana selama
sensasi seksual an! dirasakan/ Selama itu pula Qkete!an!anR berlan!sun!,,sesudahna kembali normal/ Ba!i penderita
priapismus, ereksi ter"adi bukan karena adana QsensasiR dan berlan!sun! lama sehin!!a terasa neri/
di antarana !an!!uan pembuluh darah.valkularisasi ke pelvis/ 3apat disebabkan adana !an!!uan mikrosirkulasi ke or!an,
or!an an! ada di ron!!a pelvis ini seperti pembuluh darah pelvis, neoplasma pelvis, penakit,penakit para or!an ke"antanan
termasuk protatitis, uretritis, sistitis, dan batu pada saluran kemih/ 3ulu priapismus banak men"an!kiti para penderita sifilis,
an! salah satu penakit menular seksual $P4S) san!at berat/
TRAUMA GIN2AL
; 1lasifikasi
3era"at menurut skala %edera or!an
3era"at >enis kerusakan
3era"at I 1ontusio !in"al.hematoma perirenal
3era"at II 2aserasi !in"al terbatas pada korteks
3era"at III 2aserasi !in"al sampai pada medulla !in"al, mun!kin terdapat thrombosis
arteri se!mentalis
3era"at IV 2aserasi sampai men!enai sstem kalises !in"al
3era"at V - Avulsi pedikel !in"al, mun!kin ter"adi thrombosis arteri renalis
- Gin"al terbelah $shatered)
; 1omplikasi
>ika tidak mendapatkan pera:atan an! %epat dan tepat, trauma ma"or dan trauma pedikel serin! menimbulkan perdarahan
an! hebat dan berakhir den!an kematian/ Selain itu kebo%oran sstem kaliks dapat menimbulkan ekstravasasi urine hin!!a
menimbulkan urinoma, abses perineal, urosepsis, dan kadan! menimbulkan fistula renokutan/ 3ikemudian hari pas%a %edera
!in"al dapat menimbulkan penulit berupa hipertensi, hidronefrosis, urolitiasis, atau pielonefritis kronis/
TRAUMA BULI/BULI
; 1lasifikasi
; rupture buli ? buli ekstraperitoneal oleh karena fra!men dari fraktur pelvis menusuk buli ? buli sehin!!a ter"adi perforasi
; rupture buli ? buli intraperitoneal ter"adi bila buli ? bili dalam keadaaan penuh dan ter"adi trauma lan!sun! pada daerah
abdomen ba:ah $ dire%t blo: )/ Pd kasusu ini ter"adi !e"ala5 peritonitis/
; 3ia!nosis
2aboratorium 8
; kateterisasi diker"akan, bila klinis tdk terdapat darah menetes dari uretra/ Bila terdapat darah menetes dari uretra , harus dibuat
urethro!ram retro!arade lebih dulu untuk memastikan adana rupture uretra
; pada kateterisasi serin! didapatkan !ross hematuria
Gadiolo!i 8
; BNE ? IVP dibuat untuk memastikan trauma !in"al dan uretra, bila terdapat hematuria
; Sisto!ram dibuat foto :aktu pen!isian kontras dan ! lebih pentin! dibuat foto la!i setelah pen!oson!an
TRAUMA URETER
; 3ia!nosis
; =rin mikroskopis hematuria kadan! didapat
; 3arah kreatinin bisa menin!!i, bila ada obstruksi bilateral
; Pada pemeriksaan PIV tampak ekstravasasi kontras atau kontras berhenti di daerah lesi atau terdapat deviasi ureter ke lateral
karena hematoma atau urinoma/ Pada %edera an! lama mun!kin didapatkan hidro,ureteronefrosis sampai pada daerah
sumbatan/
; =SG dp memperlihatkan hidroureter . urinoma
; Cara ini %ara non invasif ! palin! sederhana dan dp dipakai untuk menin!kirkan %edera ureter pas%a bedah
,EMATURIA
; 1lasifikasi
, Hematuria makroskopik
o Hematuria an! se%ara kasat mata dapat dilihat seba!ai urine an! ber:arna merah/
o Hematuria makroskopik an! berlan!sun! terus,menerus dapat men!an%am "i:a karena dapat menimbulkan penulit
berupa 8 terbentukna !umpalan darah an! dapat menumbat aliran urine/ #ksan!uinasi sehin!!a menimbulkan sok
hipovolemik.anemia dan menimbulkan urosepsis/
, Hematuria mikroskopik
o Hematuria an! se%ara kasat mata tidak dapat dilihat seba!ai urine an! ber:arna merah, tetapi pada pemeriksaan
mikroskopik diketemukan lebih dari 5 sel darah merah per lapan!an pandan!/

; 3ia!nosis
Anamnesis
3alam men%ari penebab hematuria perlu di!ali data an! ter"adi pada saat episode hematuria, antara lain8
Ba!aimanakah :arna urine an! keluarS
Apakah diikuti den!an keluarna bekuan,bekuan darahS
3i ba!ian manakah pada saat miksi urine ber:arna merahS
Apakah diikuti den!an perasaan sakitS
1arakteristik suatu hematuria dapat dipakai seba!ai pedoman untuk memperkirakan lokasi penakit primerna, aitu
apakah :arna merah ter"adi pada a:al miksi $Tabel +5,+)/ 1ualitas :arna urine dapat "u!a menolon! menentukan penebab
hematuria/ 3arah baru an! berasal dari buli,buli, prostat, dan uretra ber:arna merah se!ar sedan!kan darah lama atau an!
berasal dari !lomerulus ber:arna lebih %oklat den!an bentuk seperti %a%in! $vermiform)/
Tabel +5,+/ Porsi Hematuria Pada Saat 4iksi
Inisial Total Terminal
Ter"adi pada A:al miksi Seluruh proses miksi Akhir miksi
Temapt kelainan =retra Buli,buli, ureter, atau !in"al 2eher buli,buli
Neri an! menertai hematuria dapat berasal dari neri di saluran kemih ba!ian atasberupa kolik atau !e"ala iritasi dari
saluran kemih ba!ian ba:ah berupa disuria atau stan!uria/
Pemeriksaan fisis
Pada pemeriksaan diperhatikan adana hipertensi an! mun!kin merupakan manifestasi dari suatu penakit !in"al/ Sok
hipovolomik dan anemia mun!kin mun!kin disebabkan karena banak darah an! keluar/ 3iketemukanna tanda,tanda
perdarahan ditempat lain adalah petun"uk adana kelainan sistem pembekuan darah an! bersifat sistematik/
Palpasi binamual pada !in"al perlu diperhatikan adana pembesaran !in"al akibat tumor, obtruksi, ataupun infeksi !in"al/
4assa pada simfisis mun!kin disebabkan karena retetensi bekuan darah pada buli,buli/ Colok dubur dapat memberikan informasi
adana pembesaran prostat beni!na maupun karsinoma prostat
Pemeriksaan penun"an!
Pemeriksaan urinalisis dapat men!arahkan kita kepada himaturia an! disebabkan oleh faktor !lomeruler ataupun non
!lomeruler/ Pada pemeriksaan pH urin an! san!at alkalis menandakan adana infeksi or!anisme peme%ah urea di dalam saluran
kemih, sedan!kan pH urine an! san!at asam mun!kin berhubun!an den!an batu asam urat/ Sitolo!i urine diperlukan untuk
men%ari kemun!kinan adana ke!anasan sel,sel urotelitial/
PIV adalah pemeriksaan rutin an! dian"urkan pada setiap kasus hemituria/ Pemeriksaan ini dapat men!un!kapkan adana
batu saluran kemih, kelainan ba:aan saluran kemih, tumor,tumor urotelium, trauma saluran kemih, serta beberapa penakit infeksi
saluran kemih/ Adana bekuan darah atau tumor urotelium serin! kita "umpai seba!ai !ambaran fillin! defe%t an! bisa dilihat
pada sistem pelvikaliseal, ureter, dan buli,buli/
Pemerksaan =SG ber!una untuk melihat adana massa an! solid atau kistus, adana batu non opak, bekuan darah pada
buli,buli.pielum, dan untuk men!etahui adana metastasis tumor di hepar/
Sistoskopi atau sisto,uretero,renoskopi diker"akan "ika pemeriksaan penun"an! diatas belum dapat menimpulakan
penebab hematuria/ Tindakan itu biasan dilakukan setelah bekuan darah an! ada di dalam buli,buli dibersihkan sehin!!a dapat
diketahui asal perdarahan/
BP,
; Patho!enesis
Hiperplasia prostat
Hipertrofi otot detrusor
rabeku!asi
"e!u!a
Di#ertike! bu!i$bu!i
%ef!uk #esiko ureter
Hidroureter
Hidronefrosis
&ionefosis &i!onefritis
'aga! gin(a!
Ginjal dan ureter
Tekanan intravesika meningkat
VU
Penyempitan lumen uretra posterior
; 1lasifikasi
; Berdasarkan !ambaan klinis
Der"."t Re+t"l Tou+%er Sis" 3olume urin
I Penon"olan prostat, batas atas
mudah diraba
@-' ml
II Penon"olan prostat "elas, batas
atas dapat di%apai
-',+'' ml
III Batas atas prostat tidak dapat
diraba
K+'' ml
IV Getensi uin total
KARSINOMA PROSTAT
; Penatalaksanaan
; Tabel terapi hormonal pada Ca prostat stadium lan"ut/
Tin!""n 4 o#"t Me"nisme er." M"+"m o#"t
Erkidektomi
#stro!en
2HGH a!onis
Antiandro!en non steroid
4en!hilan!kan sumber andro!en dari
testis/
Anti andro!en/
1ompetisi den!an 2HGH/
4en!hambat sintesa andro!en/
,
3#S $dietilstilbesterol)/
2euprolide, Buserelin, Goserelin
1etona*ole, amino!lutetimid,
Blo%kade andro!en total
4en!hambat aktivitas andro!en/
4en!hilan!kan sumber andro!en dari
testis maupun dari kelen"ar
suprarenal/
spironolaktone/
<lutamid, %asode;, me!esstrol
asetat, J siproheptadin/
1ombinasi orkidektomi atau
2HGH a!onist den!an
antiandro!en/
; Penan!anan dan pro!nosis Ca prostat $tin!kat penebaran A=A)
Tin!kat penebaran Ge"ala dan tanda klinis Tata laksana Pro!nosis hidup +-
tahun
A+ Tidak ada Ebservasi Normal
A5 Tumor difus Postatektomi radikal 6',&- (
B+ Nodul tun!!al +,+,- %m Postatektomi radikal -',A'(
B5 Nodul tun!!al K +,- %m Postatektomi radikal 6-,&-(
C Pen!luasan periprostat Gadiasi dan
limfadenektomi
5',6'(
3 NF atau 4F Terapi hormonal ',+'(
; 1lasifikasi
o 1anker prostat dikelompokkan men"adi8
St"!ium A 8
ben"olan.tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasana ditemukan se%ara tidak sen!a"a setelah pembedahan
prostat karena penakit lain/
St"!ium B 8
tumor terbatas pada prostat dan biasana ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes P.%/
St"!ium 1 8
tumor telah menebar ke luar dari kapsul prostat, tetapi belum sampai menebar ke kelen"ar !etah benin!/
St"!ium D 8
kanker telah menebar $metastase) ke kelen"ar !etah benin! re!ional maupun ba!ian tubuh lainna $misalna tulan! dan paru,
paru)/
; Patofisiolo!i
Tumor pada kel/ Prostat menembus kapsul prostat infiltrasi ke or!an sekitarna 8 se%ara limfo!en kel/ limfe pada daerah
pelvis menu"u kel/ 2imfe retroperitoneal, se%ara hemato!en vena vertebralis menu"u tulan!5 pelvis, femur sebelah proksimal,
vertebra lumbalis, kosta, paru, hepar, dan otak/