Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

HASIL, PEMBAHASAN, DAN PROBLEM SOLVING CYCLE


A. HASIL
Berikut merupakan hasil kunjungan rumah kelompok dokter muda
dari UNS ke rumah 15 balita dengan gizi kurang dan gizi buruk di wilayah
kerja Puskesmas Mojolaban yang telah diklasifikasikan ke dalam tabel
status gizi balita bersadarkan berat badan menurut umur berat badan
menurut tinggi badan serta tinggi badan menurut umur!
BB/U Jumlah Perse!ase
Normal " "#
$izi kurang 1% &"#
$izi buruk ' %"#
"a#el $.% S!a!us G&'& Bal&!a Ber(asar)a Bera! Ba(a Meuru! Umur
BB/"B Jumlah Perse!ase
Normal ( )(#
$izi kurang % 1'#
$izi buruk * )"#
"a#el $.* S!a!us G&'& Bal&!a Ber(asar)a Bera! Ba(a Meuru! "&++&
Ba(a
"B/U Jumlah Perse!ase
Normal ( )(#
$izi kurang ' %"#
$izi buruk 5 ''#
"a#el $., S!a!us G&'& Bal&!a Ber(asar)a "&++& Ba(a Meuru! Umur
+egiatan mengetahui faktor,faktor terjadinya gizi buruk dilakukan
dengan melakukan kunjungan rumah kepada 15 balita penderita gizi buruk
dan kurang di wilayah kerja Puskesmas Mojolaban! 15 anak ini terdiri dari
' anak gizi buruk berdasarkan BB-U * anak gizi buruk berdasarkan
BB-.B dan 5 orang gizi buruk menurut .B-U!
Berikut merupakan data yang didapat dari hasil wawan/ara dengan
keluarga balita!
"a#el $.$ D&s!r&#us& Bal&!a Ber(asar)a -a)!.r I!r&s&)
/elah&ra Jumlah Perse!ase
Normal 11 ('#
Sectio Caesaria ) %(#
Imu&sas& Jumlah Perse!ase
0engkap 15 1""#
.idak 0engkap " "#
IMD Jumlah Perse!ase
1a ( )(#
.idak & 5'#
ASI E)s)lus&0 Jumlah Perse!ase
1a & 5'#
.idak ( )(#
RPD Jumlah Perse!ase
2da ( )(#
.idak & 5'#
Bera! Ba(a Lah&r Jumlah Perse!ase
BB03 * )"#
Normal 4 *"#
"a#el $.1 D&s!r&#us& Bal&!a Ber(asar)a -a)!.r E)s!r&s&)
Pe(&(&)a A2ah Jumlah Perse!ase
S5 1 (#
SMP 1 (#
SM2 1% &"#
5' 1 (#
Pe(&(&)a I#u Jumlah Perse!ase
S5 ' %"#
SMP % 1'#
SM2 & 5'#
5' % 1'#
/e+&a!a I#u Jumlah Perse!ase
Bekerja 1" *(#
.idak Bekerja 5 ''#
Jumlah Aa) Jumlah Perse!ase
6deal 78%9 11 ('#
0ebih ) %(#
Pe(a3a!a Jumlah Perse!ase
Bawah UM3 * )"#
2tas UM3 4 *"#
A)ses /eseha!a Jumlah Perse!ase
+urang 1 (#
:ukup 1) 4'#
Pe+e!ahua
/eseha!a Jumlah Perse!ase
+urang * )"#
:ukup 4 *"#
Pe+asuh Jumlah Prese!ase
;rang .ua 5 ''#
Bukan ;rang .ua 1" *(#
Berdasarkan hasil kunjungan ke rumah pasien sebanyak * keluarga
memiliki penghasilan kurang dan 4 keluarga dengan penghasilan /ukup!
5iantaranya juga terdapat keluarga yang memiliki penghasilan tidak tetap
karena kepala keluarga berkerja sebagai buruh dengan pekerjaan yang
tidak pasti! 5ari segi ekonomi tidak semua keluarga penderita gizi buruk
memiliki tingkat ekonomi yang rendah!
5ari 15 kunjungan yang telah dilakukan pendidikan ibu pasien juga
ber<ariasi! Sebanyak ' ibu merupakan lulusan S5 % orang lulusan SMP &
orang lulusan SM2 dan % orang merupakan lulusan 5'! .ingkat
pendidikan ibu di daerah Mojolaban beberapa masih tergolong rendah!
Pengetahuan gizi ibu dan pola asuh ibu dinilai menggunakan
kuesioner! Pengetahuan gizi ibu dinilai dengan /ukup dan kurang! 5ari
hasil kunjungan * ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi kurang dan 4
orang ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi /ukup!
5ari pasien sendiri memiliki beberapa faktor penentu status gizi
yaitu berat badan lahir dan pemberian 2S6 eksklusif! Sebanyak * balita
lahir dengan berat badan lahir rendah sedangkan 4 balita lainnya lahir
dengan berat badan lahir normal! 5ari 15 pasien & balita menerima 2S6
eksklusif dan ( balita lainnya tidak menerima 2S6 eksklusif!
B. PEMBAHASAN
Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan yang penting
dalam penilaian status kesehatan masyarakat! Salah satu tujuan yang
ditargetkan dalam Millenium 5e<elopment $oals 7M5$s9 adalah
menurunkan pre<alensi underweight! Status gizi anak merupakan indikator
yang penting karena berbagai alasan!
Menurut kerangka analisis UN6:=> status gizi memiliki faktor,
faktor yang mempengaruhi se/ara intrinsi/ dan ekstrinsik! Se/ara intrinsik
gizi anak dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang tidak adekuat
penyakit infeksi dan berat badan lahir rendah! Sedangkan hal yang
mempengaruhi se/ara ekstrinsik adalah pendidikan ibu pendapatan
keluarga dan pola asuh!
5ari hasil kunjungan yang dilakukan pada 15 balita gizi buruk dan
gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Mojolaban Sukoharjo kami
mendapatkan data karakteristik berupa faktor intrinsik dan faktor
ekstrinsik! >aktor intrinsik balita yaitu faktor yang mun/ul dari dalam
kehidupan balita tersebut antara lain ?
1! Proses kelahiran
5ari 15 balita ) balita kembar lahir dengan operasi se/tion /aesaria dan 11
balita lahir dengan proses spontan tanpa penyulit! .erdapat satu balita yang
lahir namun tidak mau menyusu pada ibunya sehingga balita tersebut
diinkubator dan disonde selama beberapa hari! 2kibatnya setelah pulang
ke rumah balita tersebut tidak mau menyusu pada ibunya sama sekali!
Sehingga dia tidak mendapatkan 2S6 eksklusif!
%! Berat badan lahir
.ernyata enam dari lima belas balita yang kami kunjungi sebanyak * balita
lahir dengan berat badan lahir rendah sedangkan 4 balita lainnya lahir
dengan berat badan lahir normal!
Berat badan lahir rendah berperan juga pada status gizi anak! Pada bayi
dengan riwayat BB03 ada kemungkinan terdapat gangguan pertumbuhan
dan imaturitas organ yang menyebabkan resiko kesakitan hingga resiko
kematian pada BB03 /ukup tinggi! Selain itu pada bayi BB03
pembentukan zat anti kekebalan juga kurang sempurna sehingga lebih
mudah terkena penyakit infeksi!
'! Status imunisasi
Semua balita yang kami kunjungi sudah mendapat imunisasi lengkap
sesuai dengan umurnya!
)! 6nisiasi Menyusui 5ini
.ujuh dari lima belas ibu balita yang kami kunjungi melakukan inisiasi
menyusui dini!
5! 2S6 eksklusif
5elapan dari lima belas ibu balita yang kami kunjungi memberikan 2S6
eksklusif bagi bayinya dan ( balita lainnya tidak menerima 2S6 eksklusif!
2S6 eksklusif durasinya * bulan pemberian asi tanpa didampingi dengan
makanan tambahan memberikan waktu pada organ pen/ernaan bayi agar
berkembang sampai siap menerima makanan selain 2S6!
Pemberian makanan tambahan yang terlalu dini bisa jadi menyebabkan
terganggunya pen/ernaan pada anak! Menurut hasil kunjungan /akupan
2S6 hanya men/apai angka 5'%'#!
5i puskesmas Mojolaban sendiri sudah diberikan penyuluhan tentang 2S6
eksklusif pada kelas ibu hamil! 2kan tetapi tingkat kedatangan ibu hamil
pada kelas ibu hamil memang masih rendah! .ingkat pengetahuan ibu
tentang gizi juga berpengaruh pada tingkat /akupan 2S6 eksklusif! 6bu
yang mengetahui pentingnya 2S6 eksklusif pasti mengusahakan
pemberian 2S6 eksklusif pada anaknya!
*! 3iwayat penyakit
.ujuh dari lima belas balita yang kami kunjungi sering atau sedang
menderita penyakit infeksi seperti sommon /old diare kejang demam dan
.B! @al ini tentu saja sangat mempengaruhi status gizi balita dalam masa
pertumbuhannya!
Selain itu terdapat beberapa faktor ekstrinsik yang kami nilai dari
hasil wawan/ara dan kuesioner dengan ibu keluarga ataupun pengasuh
balita di rumah! >aktor ekstrinsik merupakan faktor dari luar kehidupan
balita antara lain ?
1! Usia orang tua
Usia orang tua balita yang kami kunjungi termasuk ke dalam usia
produktif yang masih dapat men/ari nafkah mendidik dan mengasuh
anaknya dengan baik!
%! Pendidikan terakhir orang tua
Pendidikan terakhir orang tua ber<ariasi mulai dari S5 SMP SM2 sampai
5'! Sebanyak ' ibu merupakan lulusan S5 % orang lulusan SMP & orang
lulusan SM2 dan % orang merupakan lulusan 5'! @al ini berpengaruh
pada wawasan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anaknya!
Pendidikan ibu yang relatif tinggi meningkatkan pengetahuan gizi serta
praktek gizi dan kesehatan yang se/ara tidak langsung memperbaiki
kebiasaan makan anak yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi energi
dan protein serta status gizi anak pada umumnya! Semakin tinggi
pendidikan ibu diikuti oleh semakin mudahnya akses ibu untuk
memperoleh informasi tentang gizi dan kesehatan sehingga berhubungan
positif terhadap peningkatan konsumsi energi balita! +ondisi tersebut juga
menjelaskan pentingnya pendidikan ibu bagi kualitas gizi anak!
'! Pengasuh balita di rumah
Siapa yang mengasuh balita di rumah berpengaruh pada kepedulian nya
terhadap balita! 4 orang anak diasuh sendiri oleh ibu kandungnya
sedangkan * anak lainnya diasuh oleh anggota keluarga yang lain seperti
nenek dan tantenya!
)! Aumlah pendapatan keluarga
Aumlah pendapatan keluarga menentukan status ekonomi keluarga! @al ini
menentukan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhannya! Salah
satunya adalah pemenuhan gizi anak dan keluarga! Berdasarkan hasil
kunjungan ke rumah pasien sebanyak * keluarga memiliki penghasilan
kurang dan 4 keluarga dengan penghasilan /ukup! 5iantaranya juga
terdapat keluarga yang memiliki penghasilan tidak tetap karena kepala
keluarga berkerja sebagai buruh dengan pekerjaan yang tidak pasti! 5ari
segi ekonomi tidak semua keluarga penderita gizi buruk memiliki tingkat
ekonomi yang rendah!
5! Pengetahuan kesehatan keluarga
Pengetahuan gizi ibu dan pola asuh ibu dinilai menggunakan kuesioner!
Pengetahuan gizi ibu dinilai dengan /ukup dan kurang! 5ari hasil
kunjungan * ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi kurang dan 4 orang
ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi /ukup! .ingkat pengetahuan
keluarga dalam hal kesadaran akan kesehatan menentukan perilaku
keluarga dalam menjaga kesehatannya!
*! 2kses menuju layanan kesehatan
2kses menuju layanan kesehatan meliputi ketersediaan layanan kesehatan
di wilayah tersebut jarak antara rumah dengan layanan kesehatan terdekat
dan tersedianya fasilitas transportasi! 5ari 15 anak yang dikunjungi hanya
ada 1 anak yang mengalami kesulitan dalam akses menuju pelayanan
kesehatan!
Pada dasarnya terjadinya gizi buruk memang memiliki banyak
faktor dan saling mempengaruhi! Maka perlu penanganan yang bersifat
holistik dan memerlukan kerjasama antara puskesmas pihak keluarga dan
kebijakan dari pusat!
C. PROBLEM SOLVING CYCLE
%. D&a+ram "ula+ I)a Pe2e#a# Masalah
Gam#ar $.% D&a+ram "ula+ I)a Pe2e#a# Masalah
Berdasarkan diagram tulang ikan di atas dapat diidentifikasi beberapa
penyebab masalah yang berperan terhadap adanya kasus gizi kurang dan gizi
buruk di wilayah kerja Puskesmas Mojolaban!
Penyebab masalah dikelompokkan menjadi enam kelompok yaitu ?
Man
.ingkat kepatuhan ibu untuk datang ke posyandu dapat
dilihat dari nilai 5-S pada pen/apaian program gizi Puskesmas
Mojolaban tahun %"1' yaitu *)*&# dengan SPM &"#!
+urangnya tingkat kepatuhan ibu untuk menimbangkan balitanya
juga menyebabkan sedikit balita yang ditimbang di posyandu!
6bu,ibu terkadang tidak mengerti akan pentingnya
penimbangan balita se/ara teratur sehingga ibu,ibu yang bekerja
dan tidak sempat membawa anaknya ke posyandu juga tidak
mengedukasi pengasuh balita untuk membawa anaknya ke
posyandu! 5engan penimbangan se/ara teratur seharusnya dapat
memantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya sehingga
apabila ada yang tidak sesuai dengan yang seharusnya akan /epat
terdeteksi!
Money
Penyebab masalah adanya kasus gizi buruk dan gizi kurang
dari segi ini adalah kurangnya dana yang mendukung kegiatan
posyandu! +urangnya alokasi dana untuk suatu program akan
membuat program berjalan kurang efektif dan kurang menyeluruh!
Methode
Selain itu a/ara di posyandu yang monoton 7menimbang
mengukur tinggi badan9 membuat ibu,ibu merasa bosan dan
menganggap hal tersebut dapat dilakukan sendiri sehingga tidak
perlu ke posyandu!
Minute
Penyebab masalah adanya kasus gizi kurang dan gizi buruk
berdasarkan faktor waktu adalah ibu tidak sempat menimbangkan
balitanya dengan alasan pekerjaan! Aadwal posyandu di pagi hari
terkadang bersamaan dengan jam kerja ibu! @al ini menyebabkan
ibu tidak bisa menimbangkan anaknya karena ibunya sedang
bekerja! Pengganti ibu untuk menimbangkan bayinya kadang
kurang memperhatikan hasil pemeriksaan posyandu dan mungkin
tidak menyampaikan nasihat nasihat yang disampaikan saat
posyandu!
Material
Penyebab masalah adanya kasus gizi kurang dan gizi buruk
berdasarkan faktor material adalah kurangnya sarana dan
prasarana! +urangnya sarana promosi posyandu menyebabkan ibu,
ibu tidak menimbangkan anaknya karena lupa!
Information
Penyebab masalah adanya kasus gizi kurang dan gizi buruk
dari segi informasi adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai
pentingnya posyandu dan pemantauan tumbuh kembang anak! @al
ini menyebabkan ibu menyepelekan penimbangan anak di
posyandu! 6bu hanya mengetahui bahwa anak di posyandu hanya
untuk ditimbang dan di/atat di buku +62 atau buku bidan desa!
Padahal dengan rutin ke posyandu dan mengetahui pentingnya
tumbuh kembang anak ibu menjadi lebih waspada apabila
perkembangan anaknya tidak sesuai dengan umurnya!
*. Aal&s&s S4O"
2nalisis SB;. di Puskesmas Mojolaban ?
/e)ua!a 5S6
1! Program posyandu setiap bulan di
masing masing desa di Mojolaban
%! Progam pela/akan gizi buruk
'! Program pemberian makanan tambahan
pada balita dengan gizi kurang dan gizi
/elemaha 546
1. Belum adanya sosialisasi yang masif
mengenai pentingnya posyandu
buruk
)! 2danya follow,up terhadap balita
dengan gizi kurang dan gizi
burukdengan melakukan pemberian
>(5 dan taburia
5! 2danya program konsultasi gizi
*! Program S6MPUS 7Sistem 6nformasi
Manajemen Puskesmas9 +62 untuk
pemantauan gizi balita di semua desa di
Mojolaban
(! 2danya program penyuluhan tentang
2S6 eksklusif
Pelua+ 5O6
1! Bantuan dari
pemerintah untuk balita $akin!
Ham#a!a 5"6
1! +urangnya antusias ibu terhadap
posyandu sehingga berefek pada
jumlah kunjungan ibu
%! 3endahnya tingkat pengetahuan ibu
mengenai pola asuh anak yang baik
dan benar
,. Al!era!&0 Peme7aha Masalah
Berdasarkan beberapa kemungkinan penyebab masalah yang
menyebabkan kurangnya /akupan posyandu di wilayah kerja Puskesmas
Mojolaban maka dirumuskan pula beberapa alternatif peme/ahan masalah
yang ter/antum sebagai berikut!
2lternatif Peme/ahan Masalah ?
N. Pe2e#a# Masalah Al!era!&0 Peme7aha Masalah
1! +urangnya pengetahuan ibu Peningkatan program promosi kesehatan
mengenai posyandu
%! 6bu tidak sempat ke posyandu =dukasi terhadap keluarga yang mengasuh
karena pekerjaan di rumah untuk pergi ke posyandu
'! Monotonnya program,program
posyandu
Membuat program yang lebih menarik
dengan terobosan,terobosan terbaru
)! +urangnya kepatuhan ibu untuk
menimbangkan anaknya di
posyandu
Pemberian penghargaan bagi ibu,ibu yang
rutin menimbangkan anaknya
5! +urangnya dana yang
mendukung kegiatan posyandu
Pengalokasian dana program yang lebih
efektif dan efisien
*! +urangnya sarana dan
prasarana posyandu
Pengalokasian dana untuk sarana dan
prasarana
BAB V
PENU"UP
A. S&m3ula
1! >aktor, faktor yang mempengaruhi terjadinya gizi buruk dibagi menjadi %
yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik!
%! >aktor intrinsik terjadinya gizi buruk di Puskesmas Mojolaban yang
mempengaruhi terjadinya gizi buruk antara lain proses kelahiran berat
badan lahir ada atau tidaknya inisiasi menyusui dini terpenuhinya 2S6
eksklusif dan adanya riwayat riwayat penyakit!
'! >aktor ekstrinsik terjadinya gizi buruk di Puskesmas Mojolaban yang
mempengaruhi terjadinya gizi buruk antara lain usia orang tua pendidikan
terakhir orang tua pengasuh balita di rumah jumlah pendapatan keluarga
dan mudah atau tidaknya akses menuju pelayanan kesehatan!
B. Sara
1! Perlu diadakannya kegiatan baru dengan tujuan menambah pengetahuan
ibu tentang gizi balita berupa pelatihan pembuatan kreasi makanan bergizi
bagi balita yang disertai dengan penyuluhan mengenai pentingnya gizi
bagi balita!