Anda di halaman 1dari 13

 Pegadaian adalah suatu lembaga keuangan bukan bank yang

memberikan kredit kepada masyarakat dengan corak khusus yaitu


secara hukum gadai. Hukum gadai pada usaha ini adalah kewajiban
calon peminjam untuk menyerahkan harta geraknya sebagai agunan
kepada kantor Cabang Pegadaian disertai dengan pemberian hak
kepada pegadaian untuk melakukan penjualan (Lelang) dalam
kondisi yang ditentukan.
 Satu – satunya lembaga keuangan pegadaian di Indonesia adalah
Perum Pegadaian milik pemerintah (BUMN) berada dibawah
wewenang Departemen Keuangan dan berstatus hukum Perusahaan
Umum (perum). Usaha Perum Pegadaian adalah memberi kredit
gadai pada masyarakat dengan prosedur sederhana dan cepat.
 Turut melaksanakan dan menunjang
pelaksanaan kebijaksanaan dan program
pemerintah dibidang ekonomi dan
pembangunan nasional pada umumnya
melalui uang pinjaman atas dasar hukum
gadai
 Pencegahan pratik ijon, pegadaian gelap,
riba, dan pinjaman tidak wajar lainnya.
Modal Perum Pegadaian adalah :
 Kekayaan Negara yang dipisahkan oleh APBN, dan tidak
terbagi atas saham – saham.
 Usaha pemupukan modal interen dilakukan antara lain
dengan menerbitkan obligasi atau alat- alat sah lainnya,
serta menyisihkan sejumlah tertentu laba bersih, yang
diatur pada pasal 52PP No.10 tahun 1990
 Sumber dana lain adalah pinjaman dari BI atau bank
lainnya dengan jaminan menteri keuangan.
 Perum Pegadaian akan memberikan pinjaman tunai jangka pendek
kepada setiap orang dengan persyaratan dan prosedur yang mudah serta
sederhana. Calon peminjam cukup menyerahkan barang agunan disertai
keterangan-keterangan singkat mengenai identitas peminjam dan tujuan
penggunaan kredit. Setelah agunan dinilai juru taksir dan ditentukan
taksiran harganya, maka peminjam dapat langsung menerima pinjaman
dari kasir. Hampir semua jenis barang bergerak dapat dijadikan agunan
kredit, kecuali pertimbangan tertentu, misalnya:
 Barang milik pemerintah
 Binatang ternak, hasil bumi, atau barang dagangan
dalam jumlah besar
 Barang yang cepat rusak, susut, busuk karena
proses kimia atau alami
 Barang yang amat kotor
 Kendaraan besar (karena alasan terbatasnya
tempat penyimpanan)
 Barang-barang seni yang nilainya relatif sukar
ditaksir
 Barang yang mudah terbakar
 Barang yang pemakaiannya harus menggunakan
ijin (misalnya senjata api, mesiu, dan sebagainya)
 Barang yang disewabelikan
 Penaksiran hanya boleh dilakukan oleh pejabat Penaksir yang ditunjuk
dan dididik khusus untuk tugas itu. Barang yang akan dijadikan agunan
terlebih dahulu dinilai dengan cara Harga Pasar Pusat (HPP) adalah
harga yang ditetankan oleh Perum Pegadaian Pusat, sedangkan Standar
Taksiran Logam (STL) adalah patokan harga yang ditetapkan oleh
Perum Pegadaian Pusat.
 Untuk memperkecil risiko kerugian Perum Pegadaian akibat hilangnya
barang agunan, kerusakan atau akibat lainnya, barang agunan akan
diasuransikan oleh Perum Pegadaian. Premi asuransi ditarik oleh
peminjam, berdasarkan penggolongannya. Perum Pegadaian tidak
diperbolehkan memberikan kredit dengan jaminan efek, dokumen
pengangkutan, dokumen penyimpanan, atau sejenisnya.
 Pelunasan pinjaman oleh nasabah dilakukan
dengan cara sederhana pula. Nasabah
menyerahkan surat gadai, menunjukkan bukti
identitas, membayar jumlah pinjaman beserta
sewa modal (bunga) sesuai dengan lama waktu
pinjamannya, dan agunan akan diserahkan
kembali oleh Perum Pegadaian jika masa
perjanjian kredit telah habis. Nasabah yang
tidak menebus barang tersebut atau tidak
memperpanjang kreditnya sebelum batas waktu
kreditnya habis, maka agunan akan dilelang.
 Pelelangan adalah penjualan agunan milik nasabah oleh
Perum Pegadaian. Dalam hal melelang barang agunan
oleh Perum Pegadaian, maka hasil lelang akan digunakan
untuk melunasi pokok pinjaman, sewa modal, dan
membayar biaya lelang. Hasil pelelangan yang telah
dikurangi p[okok pinjaman, sewa modal, dan biaya lelang,
akan diserahkan kepada pemilik barang tersebut. Jika
barang agunan tidak laku dilelang maka barang tersebut
akan dibeli Negara atau Pegadaian, dan kerugian yang
timbul menjadi beban Perum Pegadaian.
 Jasa titipan
Jasa titipan adalah layanan yang diberikan oleh
Perum Pegadaian kepada seseorang yang akan
menitipkan surat-surat berharga, atau barang
lainnya.
 Jasa taksiran
Jasa taksiran adalah pemberian fasilitas
pelayanan kepada masyarakat yang ingin
mengetahui kualitas dan nilai sesungguhnyna
dari barang perhiasan yang dimilikinya,
misalnya; emas, perak, dan sebagainya.
 Gold Counter Galeri 24
Galeri 24 adalah tempat (toko) penjualan emas dan
permata yang di Perum Pegadaian dengan jaminan
keaslian karatase dan kualitas emas serta permata.
Tujuannya agar masyarakat tidak tertipu dalam
membeli emas dan permata.
 Tabungan emas ONH
Jasa tabungan emas ONH (Ongkos Naik Haji)
adalah layanan tabungan yang diberikan oleh
Perum Pegadaian dalam bentuk emas ONH.
Masyarakat yang hendak menabung untuk
persiapan biaya menunaikan ibadah haji, Perum
Pegadaian menawarkan tabungan emas ONH