Anda di halaman 1dari 7

SISTEM BIOETIK

OBSERVASI LAPANGAN











NAMA : IRWAN ANUGRAH ZD
NIM : C11112132
KLP : 13

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
NAMA : IRWAN ANUGRAH ZD
NIM : C11112132
KLP : 13

Pendahuluan
Sebagai mahasiswa kedokteran, berbagai macam ilmu atau knowledge yang harus di kuasai,
bukan hanya di hafal, tetapi juga harus di mengerti dan mampu di nalar oleh rasional
mahasiswa kedokteran. Salah satu ilmu atau knowledge yang penting yaitu komunikasi,
bagaimana seyogyanya dokter berkomunikasi secara benar dalam berbagai aspek, baik
komunikasi dengan pasien (hubungan dokter pasien), komunikasi dengan teman sejawat,
atau petugas kesehatan yang berada dalam lingkungan dokter tersebut (dokter perawat
dan dokter masyarakat).
Berdasarkan Buku Standar Kompetensi Dokter Indonesia yang dikeluarkan oleh Konsil
Kedokteran Indonesia (2006), kompetensi pertama yang harus dimiliki oleh seorang dokter
adalah kemampuan berkomunikasi secara efektif, yaitu mampu menggali dan bertukar
informasi secara verbal dan non verbal dengan pasien pada semua usia, anggota keluarga,
masyarakat, kolega dan profesi lain.
Oleh karena itu dibutuhkan aktifitas yang lebih untuk mengenal lebih dini lingkungan
layanan kesehatan dengan segala kompleksitasnya, memahami pola interaksi yang terjadi
pada hubungan interpersonal di lingkungan profesi kesehatan, terutama komunikasi yang
terjadi dan memahami nilai-nilai yang mendukung perilaku profesional yang harus dimiliki
seorang dokter.
Observasi lapangan adalah salah satu kegiatan dari matakuliah blok bioetik yang membantu
mahasiswa mewujudkan hal hal yang penting seperti yang telah di utarakan diatas. Oleh
karena itu kegiatan ini sangat membantu mahasiswa dalam mengembangkan skill di
berbagai aspek ilmu, terutama skill komunikasi yang efektif.
Pada hari sabtu tanggal 4 Mei 2013, Observasi dilakukan di Puskesmas Pampang
Profil puskesmas pampang
Nama puskesmas :
Puskesmas pampang
Alamat :
Jl. Pampang II No. 28 A
Telepon :
0411 459766
Pimpinan :
dr. Hj. Sugiarti Buhani
terletak dikelurahan Pampang kecematan Panakkukan
Pada awalnya sesuai perjanjian di kelompok kami (kelompok 13), ketua kelompok menuntut
kami untuk datang ke kampus pada pukul 07.30, karena rencanya kami akan berangkat
bersamaan dilihat dari kondisi keamanan, kebersamaan dan kesejawatan.
Saya tiba dikampus pukul 07.40, saya merasa bersalah karena telah 10 menit, setibanya
disana ternyata yang terjadi adalah suatu hal yang tidak saya inginkan, saya hanya
mendapati satu orang teman kelompok saya, bahkan ketua kelompok pun lebih telat dari
saya.
Setelah kami berkumpul kami pun berangkat ke puskesmas, puskesmas pampang adalah
puskesmas yang ditujukan untuk kelompok kami, yaitu kelompok 13.
Sesampainya di puskesmas pampang, ketua kelompok meminta isin kepada orang yang
bertanggung jawab di puskesmas tersebut, setelah mendapatkan isin kami langsung
membagi tugas dengan anggota kelompok 13, kebetulan saya dengan syahrisal
mendapatkan tugas untuk mewawancarai pasien.
Secara umum kondisi yang saya dapat di puskesmas itu cukup memadai kecuali akses masuk
kedalam puskesmas tersebut, untuk sampai di puskesmas pampang, hal yang pertama yang
harus kami lakukan adalah mampu membedakan puskesmas dan sekolah dasar, ini di
karenakan puskesmas berdekatan dengan sekolah dasar, hanya saja puskesmasnya berada
di belakang dan papan puskesmasnya ditutupi oleh tiang listrik.
Berikut beberapa gambaran tentang kondisi puskesmas Pampang baik dalam maupun diluar
ruangan
Poliklinik Umum
Pada saat kami datang mengobservasi kebetulan dokter yang bertugas di poliklinik umum
tidak sempat hadir, yang ada pada saat itu perawat senior yang memeriksa pasien yang
terus berdatangan, menurut pasien yang saya wawancarai mengenai pelayanan kesehatan
di puskesmas Pampang ini, mereka berpendapat bahwa pelayanannya bagus karena
bukannya saja dokternya, namun para staf pun sopan terhadap pasien, tapi masih ada
beberapa staf yang kurang sopan terhadap pasein, setelah kami mengkonfirmasi hal ini ke
staf yang dimaksud, ternyata staf puskesmas tersebut membenarkan pengakuan pasien tapi
dengan alas an bahwa demi kebaikan pasien, staf tersebut tidak bermaksud untuk berlaku
tidak sopan, namun tegas terhadap pasien yang kurang rasa terimah kasihnya kepada para
pegawai kesehatan.
Secara umum pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter yang ada di puskesmas
Pampang ini telah memadai sesuai observasi dan wawancara terhadap pasien, dokter
member yang terbaik untuk pasein (beneficience) dengan tidak merugikan pasien ketika
melakukan tindakan medis baik secara moril maupun material (non maleficience) menurut
komentar pasien, dokter tidak membeda-bedakan ketika melayani pasien, entah pasien itu
datang dengan emas di tangannya (orang kaya) maupun pasien yang bahkan bajunya pun
tidak terurus (justice), dokter juga menghormati autonomy pasien dengan tidak terlalu
mengintervensi pasien.
Hubungan komunikasi dokter dan orang lain baik itu dokter dengan pasien, dokter
perawat atau dokter masyarakat sangat baik, tidak hanya kamunikatif, dokternya pun
panda mengedukasi masyarakat untuk tetap sehat
Poli Gigi
Dalam observasi kami, ruangannya cukup sempit tapi hal ini tak mengurangi ketika member
pelayanan kesehatan
Loket
Di puskesmas Pampang ini tersedia loket dimana petugasnya cukup ramah menurut
penilaian para pasien, tempatnya cukup bersih dan tertata rapi
Apotek
Petugas apotek yang bekerja menurut observasi saya cukup ramah, ini dikarenakan system
yang sudah ada, tersusun rapid an sopan
Lab
Bersih, tersusun rapi dan terjaga. Ini membuktikan bahwa staf sangat pandai dalam
kebersihan dan menghormati orang sekitar
Kamar obat
Rapi dan bersih, sama dengan tempat tempat pelayanan yang lainnya
Ruang tindakan
Bagus, tertata rapi dan bersih, peralatannya cukup
Kantin
Di Puskesmas Pampang ini terdapat kantin yang lumayan higenis menurut observasi yang
telah kami lakukan, penjualnya pun ramah dan baik
Taman
Tamannya asri, tumbuh dengan baik serta terawat, ini membuktikan bahwa para pegawai
kesehatan puskesmas Pampang telah peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar.
Tempat parkir
Cukup sempit untuk memuat pasien yang datang, ditambah lagi akses masuk ke dalam
puskesmas tersebut sangat memiriskan hati, harus melewati lorong yang tidak lebih dari
dua meter, hal ini sangat perlu dibenahi baik karena akses masuk ke puskesmas adalah salah
satu penentu dapat tidaknya diselamatkannya nyawa pasien gawat darurat, serta tidak
adanya tukang parker membuat pasien memarkir sembarangan motornya yang membuat
pandangan sangat mengganggu
Ruang tunggu
Cukup nyaman namun perlu di renovasi segera, karena kursi yang terbuat dari kayu sudah
mulai lapuk, saran pasien juga kalau bias tambah tv agar menunggu bias lebih baik
Tempat sampah
Tempat sampahnya bersih, ini menunjukkan kalau sampah di puskesmas Pampang tidak
ditumpuk begitu saja tapi diperhatikan dengan baik.
Ada satu hal yang menarik di puskesmas Pampang yaitu terjadi dilema etik dimana ketika
pasien minta dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar (autonomy pasien) tapi dokter tak bisa
melakukan hal tersebut karena masih dalam batas kompetensi seorang dokter (karena
malpraktek adalah ketika itu kompetensi seorang dokter namun tidak dilaksanakan dan
ketika itu diluar kompetensi dokter tapi tetap dilaksanakan yang bisa menyebabkan bahaya
bagi kehidupan / nyawa seseorang)
Sebagai mahasiswa kedokteran yang telah di bekali ilmu bioetik, saya berpendapat bahwa
itu bukan salah dokter ketika menolak untuk merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih
besar, karena ada prosedur yang harus di lewati ketika akan melakukan rujukan, selama
dokter bepegang pada prosedur yang benar ini, bukan salah dokter untuk menolak
autonomy pasien, sebelumnya juga pernah di bahas oleh salah satu pengampuh bioetik
yaitu dr. Nas, beliau mengatakan bahwa autonomy pasien bukanlah suatu hal yang mutlak,
oleh karena itu jangan sampai hal tersebut menghambat dokter ketika memberi pelayanan
kesehatan yang maksimal
Setelah melakukan obsevasi lapangan ini membuat kami ingin terus memperbaiki diri agar
kedepannya menjadi dokter yang baik, kumunikatif, pandai mengedukasi, empati serta
tanggung jawab terhadap apa yang kami tekuni, semoga tuhan selalu menuntun kami
menjadi pribadi yang baik

***