Anda di halaman 1dari 8

PERJANJIAN USAHA PATUNGAN // JOINT VENTURE AGREEMENT

ANTARA
__________, Ltd.
DENGAN
PT. _______________

Perjanjian ini ditandatangani pada hari ini _______ tanggal __ bulan _______ tahun
______, antara:
(A)

PT. ________________, perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum


Negara Republik Indonesia, yang dalam perbuatan hukum ini diwakili oleh
Tuan
_____________,
jabatan
________,
NPWP
123456742,
yang
berkedudukan di [alamat lengkap perusahaan], Indonesia. Dalam
kedudukannya,
Tuan
___________
berhak
mewakili
perusahaan
menandatangani perjanjian berdasarkan SK Direksi No. ______/2013.
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

(B)

____________ Ltd., yang didirikan berdasarkan hukum Negara India, sebuah


perusahaan industri pertambangan batu bara di India. Yang berkedudukan
di [alamat lengkap perusahaan], India. Dalam kedudukannya berhak
mewakili perusahaan. Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA selanjutnya bersama-sama disebut sebagai


PARA PIHAK dan sendiri disebut juga PIHAK.
Menimbang
a. Bahwa PIHAK PERTAMA telah mendapatkan perizinan-perizinan yang
diwajibkan sampai penjualan meliputi eksplorasi, eksploitasi, dan
operasi pertambangan batu bara di Indonesia.
b. Bahwa PIHAK PERTAMA belum memiliki peralatan dan sumber daya
manusia yang menguasai kemampuan untuk mengoperasikan alat-alat
canggih dalam pertambangan batu bara di Indonesia.
c. Bahwa PIHAK KEDUA memiliki reputasi yang baik di bidang usaha
dalam industri pertambangan batu bara dalam kegiatan eksplorasi,
eksploitasi, ekspor, dan impor.
d. Bahwa PIHAK KEDUA sudah memiliki sumber daya manusia serta
peralatan yang lengkap untuk kegiatan pertambangan batu bara.

Bahwa Para Pihak telah sepakat dan mufakat untuk saling mengikatkan diri
dalam suatu perjanjian Joint venture.

Selanjutnya, perjanjian ini diatur dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai


berikut:

PASAL 1
DEFINISI
Untuk menghindarkan perbedaan penafsiran tentang istilah-istilah yang dipakai
dalam perjanjian joint venture ini, kata-kata berikut ini mempunyai pengertian
sebagai berikut:
Perjanjian adalah semua kesepakatan tertulis yang diadakan oleh Para
Pihak untuk melaksanakan tujuan Perjanjian ini, yang ditandatangani oleh
pihak-pihak yang berwenang dari Para Pihak.

(2)

Joint venture adalah suatu usaha kerjasama yang diwujudkan antara


penanaman modal asing dengan modal nasional, sumber daya manusia
setempat dan asing dan sumber-sumber daya lain dan keahlian yang
dimiliki Para Pihak.

(3)

Penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk


melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh
penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya
maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.

(4)

Perusahaan modal ventura (Venture Capital Company) adalah badan usaha


yang melaksanakan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal
ke dalam suatu perusahaan pasangan usaha (Investee Company) untuk
jangka waktu tertentu.

(5)

Perusahaan pasangan usaha (Investee Company) adalah perusahaan yang


memperoleh pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal dalam
perusahaan modal ventura.

(6)

Asset dalam perjanjian ini adalah pabrik batu bara, lahan pertambangan
batu bara, mesin-mesin, dan peralatan-peralatan pendukung lainnya dalam
rangka kerjasama ini tidak terbatas pada waktu tertentu.

(7)

Mata uang yang digunakan adalah dollar Amerika Serikat dan rupiah
Republik Indonesia, dengan kurs $1.00 (satu dolar) senilai Rp. 10.000,(sepuluh ribu rupiah).

(8)

Know how adalah informasi mengenai sesuatu hal sebagai hasil dari
pengalaman yang dimiliki oleh perusahaan modal ventura, termasuk
rahasia serta promosi penjualan barang, mulai dari proses produksi barang
sampai penjualannya, cara penjualan ke konsumen dan administrasi serta
manajemen keuangan, sehingga pada akhir perjanjian, yang terus
berkembang sehingga memberikan nilai/posisi kompetitif terhadap pihakpihak ketiga dan membantu untuk masuk dalam pasar yang baru.

(1)

(9)

Informasi rahasia adalah know how sebagai sekumpulan pokok atau


kelompok data atau informasi penting, ketrampilan teknis sekelompok
tenaga ahli yang didapatkan dari eksperimen dan kerja sama yang dibiayai
oleh Para Pihak dan segala bentuk informasi teknsi atau metode yang tidak
secara umum diketahui atau mudah didapat, namun tidak terbatas pada
semua hal yang diketahui oleh masing-masing Pihak; dikenal juga sebagai
know how yang secara keseluruhan tidak diketahui atau dapat didapatkan
di luar bisnis batu bara.

(10) Eksplorasi adalah suatu kegiatan penjelajahan daerah yang memiliki


kandungan mineral tambang batu bara untuk dilakukan penambangan.
(11) Eksploitasi adalah pendayagunaan suatu objek material, dalam hal ini
merupakan pertambangan batu bara.

PASAL 2
MAKSUD DAN TUJUAN
(1)

Maksud dan tujuan dari perjanjian kerjasama usaha patungan ini adalah
memberikan keuntungan bagi Para Pihak secara adil sesuai Perjanjian.

(2)

Pembagian keuntungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah 50 %


(lima puluh persen) dari keuntungan bersih perusahaan patungan.

PASAL 3
RUANG LINGKUP KERJASAMA
(1)

Dengan pertimbangan dan pelaksanaan kerjasama berkaitan dengan


perolehan berbagai perijinan hingga penjualan yang meliputi eksplorasi,
eksploitasi dan operasi, setidak-tidaknya pada akhir tahun ________ telah
dilakukan pengeboran di lokasi sekitar wilayah _________________.

(2)

Penyerahan peralatan yang dipinjam dan/atau dibeli oleh PIHAK PERTAMA


dari PIHAK KEDUA dilaksanakan pada akhir tahun _______.

PASAL 4

LOKASI USAHA

Lokasi kegiatan ekplorasi, eksploitasi dan operasi pertambangan batu bara ini
berkedudukan di [alamat lengkap lokasi operasional], Provinsi Kalimantan
Selatan, Indonesia.

PASAL 5
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
Kewajiban PIHAK PERTAMA:

a.

Pada akhir tahun _____, telah melakukan


pertambangan batu bara di __________.

b.

Mengambil langkah-langkah standar keselamatan umum yang wajib diikuti


dalam industri seperti yang diatur dalam peraturan dan perundangundangan yang berlaku.

c.

Menerapkan sistem open management (secara transparan dan terbuka) dan


good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik).

d.

Apabila PIHAK PERTAMA akan mengadakan kerjasama dan hubungan


dengan pihak ketiga, terutama dengan Lembaga Keuangan dan atau pihak
lain yang berkeinginan turut serta menanam modal dalam Usaha
Penambangan batu bara, maka PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk
mengadakan koordinasi dan mendapat persetujuan tertulis berkenaan
penanaman modal itu dari PIHAK KEDUA.

(2)

Kewajiban PIHAK KEDUA:

a.

Melakukan penyerahan peralatan yang dibeli pada akhir tahun _____.

b.

Melakukan pelatihan dan bimbingan pengoperasian peralatan kepada PIHAK


PERTAMA.

c.

Memberikan pinjaman alat pengeboran dan eksplorasi batu bara kepada


PIHAK PERTAMA.

d.

Melakukan perawatan terhadap alat-alat pengeboran dan eksplorasi batu


bara yang dipinjamkan kepada PIHAK PERTAMA.

e.

Memberikan jaminan bahwa peralatan yang dipinjamkan kepada PIHAK


PERTAMA, dalam keadaan baik, tidak terdapat cacat-cacat yang dapat
mengganggu pelaksanaan pengeboran dan eksplorasi batu bara.

f.

Bertanggungjawab untuk memberikan ganti rugi apabila dalama


pelaksanaan pengeboran dan eksplorasi batu bara menimbulkan
kerusakan/pencemaran lingkungan.

(1)

pengeboran

(eksplorasi)

g.

Memberikan bantuan terhadap PIHAK PERTAMA untuk mendapatkan semua


lisensi dan ijin sebagaimana yang telah ditentukan menurut peraturan
perundang-undangan Indonesia.

h.

Mengambil langkah-langkah standar keselamatan umum dalam industri


batu-bara seperti yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan
yang berlaku

(3)

Hak PIHAK PERTAMA:

a.

Mendapatkan pembagian keuntungan dalam pelaksanaan joint venture.

b.

Mendapatkan pelatihan dan bimbingan pengoperasian peralatan dari PIHAK


KEDUA.

c.

Mendapatkan pinjaman alat pengeboran dan eksplorasi batu bara dari


PIHAK KEDUA.

(4)

Hak PIHAK KEDUA:

a.

Mendapatkan pembagian keuntungan dalam pelaksanaan joint venture.

b.

Menerima laporan kemajuan (progress report) pelaksanaan pekerjaan


Penambangan batu bara ini kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 6
RAHASIA
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan sebaik-baiknya menjaga Informasi
Rahasia agar tidak diketahui oleh pihak-pihak ketiga yang tidak ada kaitannya
dengan pelaksanaan perjanjian joint venture ini.

PASAL 7
HUKUM YANG BERLAKU
Perjanjian ini tunduk dan ditafsirkan berdasarkan hukum Negara Republik
Indonesia.

PASAL 8

FORCE MAJEURE
(1)

Pihak yang tidak dapat memenuhi kewajibannya karena mengalami force


majeur tidak dapat dikenakan ganti rugi.

(2)

Force majeure adalah suatu keadaan yang tidak dapat diperkirakan


sebelumnya, atau suatu akibat yang tidak tertanggungkan, karena suatu
peristiwa yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, termasuk tetapi tidak
terbatas pada bencana alam, pemogokan kerja, huru-hara, sabotase, banjir,
pemberontakan, dan juga keluarnya peraturan pemerintah.

(3)

Pihak yang mengalami force majeuer harus memberitahukan hal tersebut


kepada pihak lainnya dalam jangka waktu 30 hari setelah terjadinya force
majeure. Setelah itu Para Pihak harus bertemu untuk merundingkan
bagaimana mengatasi akibat dari force majeure tersebut. Keadaan force
majeure tidak otomatis dapat membatalkan Perjanjian ini.

PASAL 9
BAHASA
Perjanjian ini dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.Dalam mana
terdapat perbedaan tafsiran antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris maka
salinan Bahasa Inggris yang berlaku.

PASAL 10
JANGKA WAKTU
Perjanjian ini berlaku selama 25 (dua puluh lima) Tahun sejak tanggal perjanjian
ini ditandatangani oleh Para Pihak.

PASAL 11
PENGAKHIRAN PERJANJIAN
Para Pihak dapat memutuskan perjanjian kerjasama usaha patungan ini
dengan memberikan pemberitahuan secara tertulis kepada pihak lainnya
dan atau terdapat pelanggaran klausul kontrak yang mengakibatkan
berakhirnya perjanjian tersebut, sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku

(2)

Para Pihak dapat memutuskan perjanjian joint venture dengan memberikan


pemberitahuan tertulis 180 (seratus delapan puluh) hari sebelumnya
kepada Pihak lain.

(1)

(3)

Kecuali ditentukan lain dalam perjanjian joint venture ini, semua hak dan
kewajiban dari Para Pihak berdasarkan perjanjian joint venture ini akan
berhenti dan berakhir pada tanggal pemutusan perjanjian joint venture ini.

PASAL 12
PENYELESAIAAN SENGKETA
Apabila Para Pihak tidak dapat mencapai kesepakatan bersama untuk
menyelesaikan segala sengketa yang timbul dari Perjanjian ini, dalam waktu 60
hari kerja, maka salah satu Pihak dapat menyerahkan sengketa tersebut kepada
ICSID (International Centre for Settlement of Investment Dispute) dan tunduk
pada ketentuan-ketentuan yang berlaku.

PASAL 13
SANKSI

(1)

Apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran hukum atau norma norma


yang berlaku maupun kewajiban kewajiban sebagaimana yang diatur
dalam Perjanjian ini, maka PIHAK PERTAMA berhak melakukan dan
mengajukan klaim dan meminta ganti rugi serta pertanggungjawaban dari
PIHAK KEDUA.

(2)

Sebaliknya, apabila PIHAK PERTAMA melakukan perbuatan sebagaimana


bunyi ayat (1) tersebut diatas, maka PIHAK KEDUA berhak melakukan dan
mengajukan klaim dan meminta ganti rugi serta pertanggungjawaban dari
PIHAK PERTAMA.

(3)

Apabila Para Pihak melakukan pelanggaran pelanggaran dan atau tidak


memenuhi kewajiban kewajibannya, baik sebagian maupun seluruhnya
atas isi Perjanjian ini, maka Pihak yang melanggar tersebut akan dikenakan
denda dan harus bertanggungjawab serta menanggung segala kerugian
dan risiko Pihak yang dirugikan, juga dianggap mengundurkan diri dalam
Perjanjian ini.

PASAL 14
PENUTUP

Hal hal yang belum diatur dalam Perjanjian ini, atas kesepakatan dan mufakat
Para Pihak akan diatur kemudian, dimana hasil keputusannya, merupakan satu
kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian ini.

Demikian Perjanjian ini dibuat dengan benar dan dalam keadaan sehat serta
tanpa paksaan dari pihak manapun.
Setelah dibacakan dan dimengerti oleh Para Pihak, maka Perjanjian ini
ditandatangani oleh Para Pihak.
Perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua dengan masing masing mempunyai
kekuatan hukum yang sama dan dibubuhi dengan materai yang cukup.
______________, ___ _________ 20__
PIHAK KEDUA

_______________________

______________________

DIREKTUR UTAMA

DIREKTUR UTAMA

PIHAK PERTAMA