Anda di halaman 1dari 2

MENJADIKAN QURAN SEBAGAI HUDAN

MateriTaushiyah

MENJADIKAN QURAN SEBAGAI HUDAN

.
:

Sehari-semalam kita senantiasa mengerjakan shalat 17 rakaat dalam lima waktu, dan 17 kali pula kita
slalu menyendungkan harapan, menengadahkan doa ihdinashirathalMustaqim (Q.S.1:6). Dilihat
darisegi bentuk bahasa ihdi adalah filulmadhybimakna al-duamabniyun alaahadzfiharfil illat (kata
kerja perintah yang bermakna doa, yang baku dengan penghapusan huruf ilat). Arti dari ayat tsb
:petunjukilah kami kejalan yang lurus.
Kita sudah sepakat dan sama-sama menyakini bahwa petunjuk hidup adalah a-Quran, sebagaimana
dalam Q.S.2:2. Oleh karena itu ketika kita mengucapkan ihdinashirathalMustaqim hendaknya quran
sebagai hudan = petunjuk hidup harus terangkat, terbayang dalam benak kita. Jadi kalau ditegakkan
samadengan (dengan al-Quran ini) petunjukilah kami kejalan yang lurus. Dengan kata lain hendaknya
kita dalam mengucapkan ihdina shiratal mustaqim qurannya jangan tidak terbawa atau lepas dari
quran karena tidak ada petunjuk hidup yang haq selain quran yang bias membawa kita ke jalan yang
lurus dan itu sudah dibuktikan sepanjang sejarah.
Hudan adalah petunjuk, pedoman, guide dalam hidup, sepertihalnya kalau kita mengarungi lautan pasti
akan membutuhkan kompas atau rasi bintang sebagai petunjuk supaya tidak salah arah atau tersesat.
Atau sepertihalnya kalau kita pergi mendaki gunung, pasti akan membutuhkan rambu-rambu, kompas
atau guide pendamping kita agar kita bisa sampai di tujuan. Begitu pula dengan quran sebagai petunjuk
atau pedoman kita dalam menjalani hidup agar bias selamat dan mencapai tujuan hidup.
Permasalahannya sekarang adalah, ketika kita mengakui bahwa quran sebagai pedoman hidup kita,
maka sejauh manakah kita mengenal petunjuk, pedoman, rambu-rambu, atau kompasnya hidup kita.
Sebab tanpa kita mengetahui, mengenal dan menguasai petunjuk tersebut dengan baik maka petunjuk
tersebut tidak akan fungsional bagi kita, kita bias salah langkah dalam menjalani hidup kita. Oleh karena
itu mengenal petunjuk menjadi syarat mutlak dalam berbuat, menguasai al-Quran menjadi syarat
mutlak bagi kita dalam menjalani hidup ini. Sekali lagi mari kita renungkan sejauhmanakah kita
menguasai al-Quran?
Dalam hal ini Allah memberikan instruksi pada kita pada QS 29 : 45
utlumaauuhiyailaikaminalkitabwaaqimishshalat, innashalatatanha anilfahsyaI walmunkar. Bentuk
kata utlu sama halnya dengan ihdi yakni filulamr atau kata perintah namun tidak bermakna doa tapi
murni suatu bentuk perintah, yakni perintah Allah kepada nabi Muhammad dan ummatnya untuk
membaca. Pengertian membaca disini adalah alqannazhrailaihi, meletakkan pandangan atas yang
dibaca dengan kata lain bahwa konten, informasi, atau isi kandungan quran menjadi pandangan kita
sehingga kita berpandangan denganquran.
Untuk supaya informasi atau isi al-Quran menjadi pandangan kita tentu harus diulang-ulang dibaca dan
dipelajari dalam arti ada proses penghapalan Quran, menghapal quran merupakan salah satu taktis
dalam menguasai Quran. Dan selanjutnya hapalan quran tersebut agar lebih menghujam kedalam jiwa
kita hendaknya dibaca dalam shalat, waaqimishshalat. Membaca hapalan quran di luar shalat dan di
dalam shalat akan berbeda dampaknya secara psikologis, rasa atau zauq-nya berbeda. Membaca quran
dalam shalat terlebih karena kita membaca quran yang sudah kita kuasai maknanya kemudian dibaca
dengan khusyu; mulut mengucapkan, telinga mendengarkan dan hati kita menanggapinya maka janji
Allah bahwa quran akan bermahkota dalam hati kita, maqamanmahmuda. Melalui proses tersebut,
quran akan menjadi tambatan hati kita, tanggapan kita akan diisi oleh quran dan kemudian akan
menggema keadalam ucapan kita dan menjelma kedalam berbagai bentuk tingkah laku kita, itulah
IMAN, sebagimana Hadits: aqdun bilqalbi waikrarun billisani wa amalun bilarkan. Kalau sudah begitu
tentu hasil shalat, sebagaimana prosedur diatas, akan menjadikan tanha anilfahyaI walmunkar, secara
negative mencegah dari perbuatan keji dan munkar dan secara positif hidup dengan karakter quran.
Wallau muwafiq ilaa aqwaamiththariq
WasslamualaikumWr.Wb

By HadiKomaraPurkoni
Cisalak, 23092012
Tausyiah di Lat. SP unit Cianjur,