Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM DISAIN TEKSTIL 1

DEKOMPOSISI KAIN
Anyaman Polos, Anyaman Keper, Anyaman Satin, dan Anyaman ele!
Dis"s"n Ole# $
Nama $ Ri%ali N"rman
NRP $ 11&K'(()1
*r"p $ K '
Dosen $ Dra& Ae K"sna
Asisten dosen $ Nani Mariana
I+a Natalia Ma"li,a, S& ST&
SEKOLA- TIN**I TEKNOLO*I TEKSTIL
.ANDUN*
/(1/
DEKOMPOSISI KAIN
I& MAKSUD dan TU0UAN
1.1. Maksud
Untuk mengetahui berbagai jenis dan ciri anyaman, anyaman polos,
anyaman keper, anyaman satin, dan anyaman cele pada kain contoh, sehingga
bisa membedakan satu anyaman dengan anyaman yang lain..
1.2. Tujuan
Menentukan selisih berat hasil pengukuran dan hasil perhitungan.
Menentukan besar tetal lusi dan pakan pada kain contoh.
Menentukan nomor benang lusi dan pakan pada kain contoh.
Besar mengkeret benang lusi dan pakan kain contoh.
Untuk mengetahui konstruksi kain contoh.
II& TEORI DASAR
Kain tenun terbentuk dari anyaman tertentu dari benang-benang. nyaman adalah
silangan antara benang ke arah panjang kain ! benang lusi"#arp$ dengan ke arah lebar
kain!pakan"#e%t$. nyaman pada tekstil di golongkan menjadi & bagian '
1. nyaman dasar, dimana terdiri dari '
nyaman polos .
nyaman Keper
nyaman satin .
2. nyaman turunan
nyaman ini merupakan turunan dari anyaman polos, yang pada anyaman
polos dan keper terbagi atas turunan langsung dan tidak langsung .(edangkan pada
satin hanya turunannya saja .
). nyaman campuran
*. nyaman dengan benang ber#arna
&. nyaman dengan tenunan rangkap
+. nyaman khusus, misalnya, anyaman pi-ue, anyaman handuk, anyaman berbulu,
anyaman dengan benang pengisi, anyaman permadani dan lain-lain.
Anyaman Polos
nyaman polos adalah anyaman yang paling sederhana, paling tua dan
paling banyak digunakan diantara anyaman lainnya. .ama yang biasanya
digunakan pada anyaman polos diantaranya adalah, anyaman blacu, plat,
tabby, ta%%eta, atau plain.
Karakteristik anyaman polos adalah '
a. Mempunyai raport yang paling kecil dari semua jenis anyaman
b. Bekerjanya benang-benang lusi dan pakan paling sederhana yaitu 1 naik,
1 turun.
c. Ulangan raport kearah hori/ontal atau kearah pakan diulangi setelah 2
helai pakan. (edangkan kearah lusi ! 0ertical $ diulangi setelah 2 helai
lusi.
d. 1umlah silangan paling banyak diantara jenis anyaman lain.
e. 1ika %aktor-%aktor yang lain sama, maka anyaman polos mengakibatkan
kain menjadi paling kuat dari pada dengan anyaman lain dan letak
benang lebih teguh atau tidak mudah berubah tempat.
%. nyaman polos paling sering dikombinasikan dengan %aktor-%aktor
konstruksi kain yang lain dari pada jenis anyaman yang lainnya.
g. Tetal lusi dan tetal pakan pada anyaman polos mempunyai perpencaran
yang lebih besar dari pada anyaman lain. 2emikian pula dengan
perpencaran berat kain lebih besar dari pada anyaman lain.
h. nyaman polos lebih sesuai untuk diberi rupa yang lain dengan jalan
mengadakan perubahan-perubahan desain, baik desain structural maupun
desain permukaan dibandingkan dengan anyaman lain.
i. 3ada umumnya, kain dengan anyaman polos penutupan kain berkisar
pada 2& 4 5& 6.
j. nyaman polos dapat digunakan untuk kain yang jarang dan tipis
dengan hasil yang memuaskan dari pada menggunakan anyaman lain.
k. Banyak gun yang digunakan minimum 2 gun, tetapi untuk tetal lusi yang
tinggi digunakan * gun atau lebih.
l. nyaman polos banyak digunkan untuk kain dengan konstruksi medium,
dengan %abric co0ers &1 4 5& 6. 3enutupan lusi dan pakan berkisat )1 4
&7 6. 1enis kain ini misalnya kain di print, sheeting dan lain 4 lain.
m. nyaman polos untuk kain padat biasanya menggunakan benang pakan
yang lebih kasar dari pada benang lusi. 8abric co0ers berkisar 5+ 4 177
6, dan #arp co0ers &7 4 177 6, sedangkan %illing co0ers )1 4 &7 6.
Karakteristik dari jenis ini cenderung menunjukkan rip ! rusuk $
hori/ontal pada permukaan kain.
n. 9encana tenun anyaman polos, cucukan pada anyaman polos biasanya 2
helai benang tiap satu lubang sisir, secara teratur.
Ubahan pada anyaman polos dapat dilakukan dengan cara ,
:ariasi tetal kain
:ariasi 1enis bahan
:ariasi .omer benang
:ariasi ;arna benang
:ariasi Teksture
Tegangan lusi yang berbeda
Pen1ar"# T2ist
3ada anyaman polos pengaruh t#ist sangat mempengaruhi pada saat
terjadinya beating"pemukulan pada proses pertenunan dimana arah
penggintiran pada benang mempengaruhi kain yang mempunyai susunan dan
nomer benang yang sama. Untuk penganyaman yang mempunyai arah yang
berla#anan antara benang lusi dan pakan maka menyebabakan pada saat
proses pengetekan benang yang terjalin"teranyam kurang kompak dan kurang
tertutup. 1adi sebaiknya menggunakan arah gintir yang searah, untuk
mendapatkan e%ek yang baik"rapat.
Anyaman Keper
nyaman keper merupakan anyaman dasar kedua. nyaman keper
memiliki nama lain t#ill !U($, drill !<nggris$ dan Koper !1erman$.
Karakteristik anyaman keper '
a. 3ada permukaan kain terlihat garis miring atau ripe miring yang tidak
putus-putus, pada keper ada yang disebut dengan keper kiri dan keper
kanan, keper pakan dan keper lusi.
b. =aris miring membentuk sudut *&
7
terhadap garis hori/ontal.
c. ppearance kain pada permukaan atas dan ba#ah berlainan.
d. 3engaruh arah t#ist benang sangat besar terhadap kenampakan garis
miring.
e. Besarnya sudut garis miring dipengaruhi oleh perbandingan tetal lusi dan
tetal pakan.
%. 2alam kondisi yang sama !%actor lainnya sama$, kekuatan kain dengan
anyaman polos lebih besar daripada kekuatan kain dengan anyaman keper.
g. 9encana tenun
3ada umumnya menenun kain dengan anyaman keper dilakukan dengan
keper pakan karena pengangkatan gun lebih ringan. 3ada kain tenun untuk
memperoleh garis keper yang jelas maka digunkan benang lusi dan
benang pakan yang mempunyai putaran berla#anan dengan arah garis
keper.
Defleksi
3ada kain tenun dengan anyaman keper, %loat benang yang membentuk
garis keper akan menunjukkkan kecenderungan untuk merubah bentuk, dari
bentuk lurus ke bentuk belok pada ujung-ujungnya. 3erubahan bentuk ini akan
tampak jika %loat dilihat dengan bantuan kaca pembesar atau loop. (elanjutnya
perubahan bentuk ini disebut >2e%leksi?.
pabila %loat terdiri dari benang dengan putaran (, maka de%leksinya
akan sesuai dengan bentuk huru% (. 2emikian pula %loat yang terdiri dari
benang dengan putaran @, de%leksinya akan sesuai dengan bentuk huru% @.
Tetal benang dalam anyaman keper
Tetal maksimum ! %irm setting $ dalam kain akan mengakibatkan setiap
silangan pakan mengurangi banyaknya lusi sebesar A l diameter pakan !dp$.
(ehingga apabila dalam 1 raport anyaman terdapat l B C maka tetal tetal lusi
berkurang sebanyak C dp dari tetal maksimum diluar kain.
3ada kain biasa, umumnya terdapat perbedaan antara tetal lusi dengan
tetal pakan. Tergantung benang mana yang akan ditonjolkan pada permukaan
kain, maka benang yang harus menonjol tersebut diberi tetal yang lebih tinggi.
Anyaman Satin
nyaman satin adalah anyaman dasar ketiga.
.ama-nama lain dari anyaman satin yang biasanya digunakan, yaitu '
(ateen, istilah umum untuk kain katun dalam anyaman satin & gun atau
C gun, biasanya satin pakan.
(atinet, istilah yang dipakai untuk kain imitasi sutera, misalnya dari
bahankatun yang dimercerisasi.
(atin, istilah yang umum dipakai pada kain-kain satin yang dibuat dari
sutera %ilamen atau benang sintetis %ilamen.
(atinettes, dibuat dari benang lusi kapas dan benang pakan #ool
(atijn de chine, dibuat dari benang sutera alam dengan tetal sedang.
Belakangan juga dibuat dari benang rayon.
Diri-ciri " karakteristik anyaman satin '
a. 2alam 1 raport anyaman, banyak benang lusi B banyak benang pakan.
b. nyaman satin hanya menonjolkan salah satu, yaitu e%ek lusi dan e%ek
pakan pada permukaan kain.
c. nyaman satin dengan e%ek lusi disebut dengan satin lusi, begitu juga
untuk anyaman satin dengan e%ek pakan disebut dengan satin pakan.
d. 3ada satin lusi, tetal lusi E tetal pakan.
e. 3ada satin pakan, tetal pakan E tetal lusi.
%. 3ada kain dengan anyaman satin, tidak tampak jelas atau menonjolkan
suatu garis seperti pada anyaman keper.
g. Banyaknya gun minimum sama dengan jumlah benang lusi atau benang
pakan dalam 1 raport anyaman.
h. 3ada umumnya digunakan tetal yang tinggi pada lusi atau pakan, sehingga
kainnya tampak padat.
i. nyaman satin dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu satin teratur
!paling sedikit & gun $ dan satin tak teratur !paling sedikit * gun$.
j. 3ada semua anyaman satin, satin teratur maupun satin tak teratur hanya
mungkin digunakan benang ber#arna secara e%isien hanya pada benang
yang nampak pada permukaan kain. Misalnya satin lusi, pengguanaan
benang ber#arna hanya e%isien pada benang lusi saja. 1ika pada satin e%ek
lusi digunakan benang pakan ber#arna, maka #arna tersebut akan
merupakan bintik-bintik kecil yang tersebar pada permukaan kain, dimana
keadaan demikian jarang dikehendaki.
Angka Loncat ( V ) dalam anyaman satin :
a. Besarnya angka loncat selalu lebih besar dari pada 1 ! : E 1 $
b. ngka loncat tidak sama dengan banyak benang lusi " pakan dalam 1 raport
anyaman dikurangi 1.
c. ngka loncat tidak sama dengan bilangan yang menjadi pembagi persekutuan
terhadap bilangan yang menunjukkan jumlah benang lusi atau pakan dalam
satu raport anyaman.
d. ngka loncat dan jumlah benang lusi dalam 1 raport masing 4 masing tidak
boleh terbagi oleh suatu angka yang sama.
Anyaman Kain ele
Kain cele atau kain kotak 4 kotak merupakan sebuah hasil dari suatu
penelitian dan pengolahan pada disain anyaman polos.
3ada dasarnya pembuatan structural disain dilakukan dengan jalan
mengelola beberapa %actor-%actor dari konsentrasi kain yang pada akhirnya
untuk mendapatkan gubahan pada strukturnya. (truktur disain dibentuk pada
saat kain tersebut ditenun. Fal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara
diantaranya dengan ubahan benang dalam disain yang dapat dilakukan dalam
sehelai kain.
3engolahan kain cele yang biasanya adalah dengan penggunaan benang
yang berbeda-beda #arnanya.
pabila benang lusi dan benang pakan suatu anyaman kain digunakan
anyaman kain yang menggunakan #arna dua macam atau lebih, maka
permukaan kain akan nampak pola #arna bergantung dari anyaman yang
digunakan dan susunan #arna pada benang lusi atau pakan. 2isini anyaman
cenderung merusak kontinuitas #arna lusi atau pakan. (edangkan #arna lusi
atau pakan akan tampak dipermukaan kain ditentukan oleh e%ek lusi atau e%ek
pakan.
III& ALAT dan .A-AN
Alat
Gup untuk melihat tetal"inchi.
=unting
Mistar
Timbangan
.a#an
Kain contoh yang akan diuji.
I3& ARA KER0A
1. Tentukan arah lusi dan arah pakan. !arah lusi beri tanda panah$
2. Fitung tetal lusi dan pakan pada ) tempat yang berbeda !untuk anyaman kain
Dele dihitung berdasarkan #arnanya$ .
). 3otong kain contoh 17H17 cm, timbang berat kain.
*. mbilkan benang lusi dan pakan dari sisi yang berbeda masing-masing & helai.
!17 helai lusi dan 17 helai pakan$.
&. Fitung mengkeret benang lusi dan pakan.
+. 3anjang benang dari kain contoh B 3k
5. 3anjang benang setelah diluruskan B 3b
C. Benang lusi dan pakan pada no * ditimbang.
I. Fitung nomor benang lusi dan pakan.
17. 3anjang 17 lusi dan pakan setelah diluruskan BJJ..cm B JJ..m
6 177 ker

= =
Pb
Pk Pb
M Benang et Meng
11. Berat 17 lusi dan pakan B JJ..mg B JJ..g
Untuk benang lusi dan benang pakan.
12. Fitung berat kain "m
2

1). 2engan penimbangan
Berat kain"m
2
B Berat contoh H 177 B B1
1*. 2engan perhitungan
3anjang seluruh benang lusi atau pakan dalam 1 m
2
kain, dibagi dengan .m lusi
atau pakan'
Berat kain"m
2
B B2 K B) B B*
1&. Fitung selisih berat hasil penimbangan !B1$ dengan hasil perhitungan !B*$.
1+. Menggambar anyaman dan rencana tenunan.
$ !
$ !
g Berat
m Panjang
Nm =
Ne
1
= .
Tex = .
Td = .
Nm
P
B
B
P
Nm n Perhitunga Dasar = = =
2
177 "
177
177
177
177 $ " !
B
akan lusi Nm
mL
cm helai !etal
=


6 177
*
1 *

B
B B
3& DATA PERO.AAN dan PEM.A-ASAN
Anyaman Polos
Tetal ! hl"inchi $ 3anjang benang setelah diluruskan

Berat kain 17 L 17 cm B 7,I+ gram
Berat lusi 17 hl B 1& mg B 7,715& gram
Berat pakan 17 hl B 15,& mg B 7,71+2& gram
Mengkeret lusi dan pakan

.omor lusi dan pakan


Lusi
3anjang lusi B 1,71+ m
Berat lusi B 7,715& gram

Pakan
L"si 45m6 Pa+an 45m6
1(,1 17,2 17,5 17,5
1(,1 17,2 17,5 17,+
1(,1 17,1 17,+ 17,5
1(,/ 17,2 17,+ 17,+
1(,/ 17,2 17,5 17,+
7
L
8 1(1,)
P%1 l"si 8
1(,1)
M
3
B 17+,&
3jg pakan B
17,+&
3anjang 3akan B 1,7+& m
Berat pakan B 7,71+2& gram

Berat kain
a. Berat kain " m
2
B berat contoh L 177 B 7,I7 L 177 B I7 gram
b.

=ambar nyaman
Anyaman polos naik 1 turun 1


Anyaman Keper
Tetal ! hl"inchi $ 3anjang benang setelah diluruskan

Berat kain 17 L 17 cm B 1,)2gram
Berat lusi 17 hl B 1C,& mg B 7,722& gram
Berat pakan 17 hl B 27 mg B 7,7)) gram
Mengkeret lusi dan pakan

L"si 45m6 Pa+an 45m6


11 17,C 17,1 17,1
1(,9 17,I 17,1 17,1
1(,9 17,C 17,1 17,1
1(,: 17,C 17,1 17,1
1(,: 17,C 17,1 17,1
7
L
8 1(9,;
P%1 l"si 4P<L6
8 1(,9;
M
3
B 171
3jg pakan
!3b3$ B 17,1
.omor lusi dan pakan
Lusi
3anjang lusi B 1,7C& m
Berat lusi B 7,722& gram

Pakan
3anjang 3akan B 1,717 m
Berat pakan B 7,7)) gram

Berat kain
a. Berat kain " m
2
B berat contoh L 177 B 1,)2 L 177 B 1)2 gram
b.

Anyaman Keper
Anyaman Satin
Tetal ! hl"cm $ 3anjang benang setelah diluruskan

Berat kain 17 L 17 cm B 7,I& gram
Berat lusi 17 hl B 17 mg B 7,71 gram
Berat pakan 17 hl B 27mg B 7,72 gram
Mengkeret lusi dan pakan

.omor lusi dan pakan


Lusi
3anjang lusi B 1,7) m
Berat lusi B 7,71 gram

L"si 45m6 Pa+an


45m6
17,= 17,) 17,) 17,2
1(,= 17,) 17,) 17,2
1(,= 17,) 17,) 17,2
17,= 17,) 17,) 17,2
17,= 17,) 17,2 17,2
7
L
8 1(=
P%1 l"si
4P<L6 8
1(,=
M
3
B 172,*
3jg pakan
!3b3$ B
17,2*
Pakan
3anjang 3akan B 1,72* m
Berat pakan B 7,71 gram

Berat kain
a. Berat kain " m
2
B berat contoh L 177 B 7,I&L 177 B I& gram
b.

Anyaman +ain ele


Tetal ! hl"inchi $
Gusi 3akan
>arna Pa+an
.ir" C
-i%a" )C
K"nin1 C
P"ti# 27
0"mla# 1
rapot
?'
Tetal
LUSI
4#l@in5#i6
PAKAN
4#l@in5#i6
'? *1
'? *1
'? *1
7tl 8 1'1 7tp 8 1/=
1umlah Gusi dan 3akan " meter
a& Gusi B 177 L tetal lusi"cm B 177 L 1C,&7 B 19;( #l@meter
<& 3akan B 177 L tetal pakan"cm B 177 L 1+,1* B 1)1' #l@meter
1umlah 9apot
a. 1umlah rapot Gusi"meter B
b. 1umlah rapot 3akan"meter B
(isa Benang
a. Gusi B jumlah benang lusi"m 4 !M benang lusi"rapot N rapot utuh$
B 1C&7 4 !5* N 2& $
Gusi B 1C&7 O 1C&7 B ( #elai
b. 3akan B jumlah benang lusi"m 4 !M benang lusi"rapot N rapot utuh$
3akan B 1+1* 4 !5* N 21 $ B 1+1* 4 1&&* B )( #elai
1umlah masing-masing #arna " meter
a. Gusi '
Biru B !C L 2&$K7 B 277
Fijau B !)C L 2&$ K 7 B I&7
3utih B !27L2&$K7 B &77
kuning B !C L 2&$K7 B277
1C&7
b. 3akan '
Biru B !C L 21$ K 7 B 1+C
Fijau B !)C L 21$ K12 B C17
Kuning B !CL21$ K 7 B 1+C
putih B !27 L 21$ K 2 B*22
1&+C
Berat kain !17 L 17$ cm B 1,*1 gram
Berat kain"m
2
B 1,*1 L 177 B 1*1 gr"m
2
Berat 17 hl benang lusi B 27 gram B 7,72gram
Berat 17 hl benang pakan B *& mgram B 7,7*& gram
3anjang 17 helai benang
Mengkeret lusi dan pakan
LUSI 45m6 PAKAN 45m6
1(,) 17,+ 17,C 17,I
1(,) 17,+ 17,I 17,I
1(,? 17,+ 17,C 17,I
1(,? 17,+ 17,C 17,I
1(,) 17,+ 17,I 17,I
7 8 1(),/ 5m
A 8 1(1@1( 8 1(,)/ 5m
M B 17C,5 cm
L B 17C,5"17 B 17,C5 cm

.omor lusi dan pakan


Lusi
3anjang lusi B 1,7+2 m
Berat lusi B 7,7*2 gram

Pakan
3anjang 3akan B 1,7C5 m
Berat pakan B 7,7*& gram

Berat masing-masing #arna


a. L"si B
Total8 ??,? 1ram
b. Pa+an B
Massa Total' 55,5 K 57,&+ B 1*C,2+ gram

Kain onto#
Anyaman Polos Anyaman Keper Anyaman Satin Anyaman Kain ele
3I& DISKUSI
2idapatkan hasil pengukuran yaitu nilai mengkeret benang, nomor benang, dan
berat kain. (elisih berat kain hasil perhitungan dengan hasil pengukuran yang paling
baik adalah sekecil-kecilnya, yang baik rata-rata P &6. 3ada beberapa percobaan
didapat selisih melebihi nilai rata-rata. (elisih tersebut kemungkinan disebabkan
beberapa hal '
Kesulitan dalam menentukan arah lusi, sehingga akan mempengaruhi pada saat
penimbangan, karena bila salah menentukan lusi maka hasil penimbangan akan
terbalik. Untuk itu harus dipahami cara menentukan lusi, lusi rata-rata lebih
banyak dan lebih rapat daripada pakan, dari tekstur permukaan biasanya lusi lebih
kasar dari pakan pada anyaman tertentu, yang lebih mudah apabila ada pinggiran
kain maka lusi searah dengan pinggiran kain..
Berat kain dan benang saat dilakukan penimbangan kurang teliti dan
timbangannya kurang akurat, karena terkadang tidak menghasilkan berat tetap
dan ketelitiannya lebih besar. Menggunting kain 17cmL17cm harus sangat hati-
hati, jangan sampai tidak rata bahkan sedikit pun terpotong, karena itu akan
mempengaruhi penimbangan (elain itu benang yang telah ditiras ada yang tidak
utuh satu tapi terurai yang bisa mempengaruhi berat saat penimbangan.
Menghitung tetal yang kurang teliti mempengaruhi pada perhitungan
3ada kain Dele, semuanya dihitung berdasarkan #arna penyusun anyamannya.
3II& KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, maka diambil kesimpulan sebagai berikut '
1. nyaman 3olos
.m Gusi B &C,7&5
.m pakan B +&,&)C
Berat kain"m
2
berdasarkan perhitungan B I+ gram
Berat kain"m
2
berdasarkan pengukuran B CI,551 gram
2. nyaman Keper
.m Gusi B *C,22
.m pakan B )7,+7+
Berat kain"m
2
berdasarkan perhitungan B 1)2gram
Berat kain"m
2
berdasarkan pengukuran B 1&),1*+ gram
). nyaman (atin
.m Gusi B 17)
.m pakan B &1,2
Berat kain"m
2
berdasarkan perhitungan B I& gram
Berat kain"m
2
berdasarkan pengukuran B 177,II gram
*. nyaman Kain Dele
.m Gusi B 2&,2C
.m pakan B 2*,1&
Berat kain"m
2
berdasarkan perhitungan B 1*1 gram
Berat kain"m
2
berdasarkan pengukuran B 115,+ gram
1umlah Gusi " m
2
B 1C&7 helai
1umlah 3akan " m
2
B 1+1* helai
&. (emakin kecil selisih beratnya semakin baik pengukuran yang dilakukan.
+. nyaman polos merupakan anyaman yang paling sederhana diantara anyaman
lainnya dan anyaman Dele yang paling rumit perhitungannnya.
3III& DABTAR PUSTAKA
1umaeri,Bk.Teks dk. TeLtile 2esign. 1I5*. Bandung' <nstitut Teknologi Tekstil