Anda di halaman 1dari 46

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rumah sakit adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya
disediakan oleh dokter, keperawatan, dan tenaga ahli kesehatan lainnya.
Sesuai dengan tipe dan kemampuan rumah sakit, RS WARAS WIRIS mempunyai tugas
dan fungsi sebagai berikut: melaksanakan pelayanan medis, pelayanan penunjang medis,
pelayanan penyuluhan kesehatan, pelayanan rawat jalan atau rawat darurat, pelayanan rawat
inap, serta melaksanakan pelayanan administratif.
Instalasi Rawat Jalan adalah suatu bagian pelayanan di rumah sakit yang memberikan
pelayanan pencegahan, pengobatan serta pemulihan terhadap penderita dengan waktu kurang
dari 24 jam, dimana dalam pelayanannya terkait dengan kegiatan penunjang lain seperti
rehabilitasi medis, laboratorium, radiologi dan farmasi.

B. Ruang Lingkup Pelayanan
Instalasi Rawat Jalan RS WARAS WIRIS sesuai dengan rumah sakit tipe C memberikan
pelayanan umum dan spesialis dasar yang terdiri dari:
1. Poliklinik yang meliputi :
a. Poliklinik Umum,
b. Poliklinik Spesialis yang terdiri dari spesialis penyakit dalam, anak, THT, Paru
dan Saraf, dan bedah
c. Poliklinik Gigi
2. Unit Hemodialisa

C. Batasan Operasional
Untuk lebih mengarahkan pemahaman dibuat batasan istilah penting yang terkait dengan
kerangka pelayanan Instalasi Rawat Jalan.
1. Rumah Sakit adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang
pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya.
2. Rumah sakit Tipe C adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan
kedokteran spesialis terbatas.
3. Instalasi Rawat Jalan adalah bagian pelayanan di rumah sakit yang memberikan
pelayanan pencegahan, pengobatan serta pemulihan terhadap penderita dengan waktu
2

kurang dari 24 jam dimana dalam pelayanannya terkait dengan kegiatan penunjang
lain seperti rehabilitasi medis, laboratorium, radiologi dan farmasi.
4. Unit Hemodialisa adalah bagian pelayanan rawat jalan yang memberikan pelayanan
dialisis bagi penderita gagal ginjal kronis maupun gagal ginjal akut yang
membutuhkan penanganan secara profesional.
5. Poliklinik adalah unit yang melayani pelayanan rawat jalan yang meliputi tindakan
pencegahan, pengobatan dan pemulihan terhadap pasien umum atau yang
membutuhkan tindakan spesialistik dasar (anak, penyakit dalam, kebidanan dan
kandungan serta bedah umum) dan pelayanan gigi dasar.

D. Landasan Hukum
Penyelenggaraan Instalasi Rawat Jalan sesuai dengan:
1. Undang Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
2. Undang Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
4. Surat Keputusan Yayasan Rumah Sakit WARAS WIRIS KOTA ...... Nomor
189/060/Y-RSXX/VIII/2010 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit
WARAS WIRIS KOTA .......
















3

BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia
1. Kepala Instalasi Rawat Jalan RS WARAS WIRIS adalah seorang dokter yang bekerja
purna waktu.
2. Kepala Poliklinik adalah seorang Dokter yang bekerja purna waktu.
3. Kepala Unit Hemodialisa adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan di
bidang nefrologi (KGH)
4. Kepala Keperawatan Unit Hemodialisa adalah lulusan D III Keperawatan masa kerja
5 tahun,
5. Perawat Pelaksana adalah perawat lulus D III Keperawatan dan SPK dengan masa
kerja 5 tahun.
6. Koordinator Logistik adalah Pembantu Perawat dengan masa kerja lebih dari 5 tahun.

B. Distribusi Ketenagaan
Distribusi Ketenagaan pada Poliklinik dijabarkan dalam tabel berikut:
Tabel 2.1 Distribusi Ketenagaan Poliklinik
Poliklinik Jumlah Kualifikasi Tenaga atau poli Keterangan
Umum 2 Perawat 2 Kelebihan tenaga:
Perawat (1)
Perawat gigi (1)
ditugaskan di bagian
kasir instalasi rawat
jalan
Penyakit
Dalam
1 Perawat 1
Anak 1 Perawat 1
Obstetri
Ginekologi
1 Bidan
Perawat
2 (merangkap
imunisasi,
UKS)
Gigi 1 Perawat gigi 1

C. Pengaturan Dinas
Instalasi Rawat Jalan memiliki 26 ruang, yang dipakai untuk kegiatan pelayanan
poliklinik umum maupun spesialistik dengan jam kerja mulai 07.00 sampai dengan 13.30
kecuali spesialitik THT, saraf, bedah, dan paru sesuai dengan perjanjian.
Pada unit hemodialisa, pengaturan dinas atau shift dibagi menjadi:
4

Shift pagi pukul 07.00-14.00 sebanyak 3 orang
Shift siang pukul 12.00-19.00 sebanyak 3 orang
On call sebanyak 2 orang

5

BAB III
STANDAR FASILITAS

A. Denah Ruangan






























Gambar 3.1 Denah Poliklinik
6



































Gambar 3.2 Denah Ruang Medical Check Up
7



































Gambar 3.3 Denah Unit Hemodialisa
8

B. Standar Fasilitas
1. Alat Medis
Tabel 3.1 Alat Medis di Instalasi Rawat Jalan
No Nama Alat Jml
INVENTARIS 2012
Kondisi
No
Merk
Jml Selisih Ket Item
Tanggal Inventaris :
28 & 29 Juni 2012

RUANG 201
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1 Safety
4 Penlight 1 1 Baik 1 Onemed
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Onemed

RUANG 202
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1 Safety
4 Penlight 1 1 Baik 1 Onemed
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Onemed

RUANG 204
1 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Onemed

RUANG 207
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1 Safety
4 Penlight 1 1 Baik 1
5 Foot step 1 1 Baik 1

9


6 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Onemed

RUANG 208
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1 Safety
4 Penlight 1 1 Baik 1
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Onemed

RUANG 209
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1 Safety
4 Penlight 2 2 Baik 1
Baik 2
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1
7 Termometer telinga
digital
1 1 Baik 1 Omron

RUANG 210
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1 Safety
4 Penlight 1 1 Baik 1 Onemed
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Onemed
7 Lampu LED/lampu
sorot
1 1 Baik 1 Kawe


10


RUANG 211
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Onemed
2 Stetoskop 1 1 Baik 1
3 Foot step 1 1 Baik 1
4 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Airlux
5 Lampu LED/lampu
sorot
1 1 Baik 1 Kawe
6 Doppler 1 1 Baik 1 Nadeco
7 Kotak baca rongent 1 1 Baik 1
8 USG 1 1 Baik 1
9 Oksigen mobile 1 1 Baik 1

RUANG 212
1 Foot step 1 1 Baik 1
2 Tensimeter 1 1 Baik 1
3 Stetoskop 1 1 Baik 1
4 Senter 1 1 Baik 1
5 Oksigen mobile 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Onemed
7 ECG 1 1 Baik 1
8 Termometer 1 1 Baik 1
9 Bak instrumen 1 1 Baik 1
10 Tongue spatel 4 4 Baik 1
11 Bengkok 1 1 Baik 1

RUANG 213
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Onemed
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1
4 Penlight 1 1 Baik 1

11


5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Onemed

RUANG 214
1 Tensimeter 1 1 Baik 1
2 Stetoskop 1 1 Baik 1
3 Termometer 1 1 Baik 1
4 Penlight 1 1 Baik 1
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1

RUANG 215
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1 Safety
4 Penlight 1 1 Baik 1 Onemed
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1 Onemed

RUANG 217
1 Tensimeter 1 1 Baik 1
2 Stetoskop 1 1 Baik 1
3 Termometer digital 1 1 Baik 1
4 Penlight 1 1 Baik 1
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1
7 Oksigen mobile 1 1 Baik 1
8 Kotak baca rongent 1 1 Baik 1



12


RUANG 218
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1 Safety
4 Penlight 1 1 Baik 1 Onemed
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Kotak baca rongent 1 1 Baik 1

RUANG 219
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer 1 1 Baik 1 Safety
4 Senter 1 1 Baik 1 Onemed
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Kotak baca rongent 1 1 Baik 1
7 Standart infus 1 1 Baik 1
8 Oksigen Mobile 1 1 Baik 1
9 Timbangan Badan 1 1 Baik 1

RUANG 220
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester
3 Termometer elektrik 1 1 Baik 1 Safety
4 Senter 1 1 Baik 1 Onemed
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1

RUANG 221
1 Tensimeter 1 1 Baik 1 Accoson
2 Stetoskop 1 1 Baik 1 Riester

13


3 Stetoskop anak 2 2
4 Termometer 2 2 Baik 1 Safety
5 Termometer digital 3 3
6 Pen light 1 1 Baik 1 Onemed
7 Foot step 1 1 Baik 1
8 Timbangan badan 1 1 Baik 1
9 Lampu LED 1 1 Baik 1
10 Oksigen Mobile 1 1 Baik 1
11 Standart infus 1 1 Baik 1
12 Tong spatel 35 35 Baik 35

RUANG 223
1 Tensi meter 1 1 Baik 1
2 Termometer 1 1 Baik 1
3 Stetoskop 1 1 Baik 1
4 Pen light 1 1 Baik 1
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Lampu LED 1 1 Baik 1

RUANG 225
1 Tensi meter 1 1 Baik 1
2 Termometer 1 1 Baik 1
3 Stetoskop 1 1 Baik 1
4 Pen light 1 1 Baik 1
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Lampu LED 1 1 Baik 1

RUANG 226
1 Tensi meter 1 1 Baik 1
2 Termometer 1 1 Baik 1

14


3 Stetoskop 1 1 Baik 1
4 Pen light 1 1 Baik 1
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Lampu LED 1 1 Baik 1
7 Timbangan badan 1 1 Baik 1

RUANG 227
1 Tensi meter 1 1 Baik 1
2 Termometer 1 1 Baik 1
3 Stetoskop 1 1 Baik 1
4 Pen light 1 1 Rusak 1
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Timbangan badan 1 1 Baik 1

RUANG 228
1 Tensi meter 1 1 Baik 1
2 Termometer 1 1 Baik 1
3 Stetoskop 1 1 Baik 1
4 Pen light 1 1 Rusak 1
5 Foot step 1 1 Baik 1
6 Lampu LED 2 2 Baik 2


RUANG MEDI CAL
CHECK UP

1 Tensi meter 1 1 Baik 1
2 Termometer 1 1 Baik 1
3 Stetoskop 1 1 Baik 1
4 Pen light 1 1 Rusak 1
5 Foot step 1 1 Baik 1

15


6 Treadmill 1 1 Baik 1
Spirometri 1 1 Baik 2
Timbangan Badan 1 1
Troli emergensi 1 1


2. Non Medis
Tabel 3.2 Alat Non Medis di Instalasi Rawat Jalan
No Jenis Inventaris
Inventaris INVENTARIS 2012
Kondisi Merk

Jml Selisih Keterangan
Tanggal inventaris :
25 Juni 2012

Ruang Periksa
1 Bed periksa 23 22 1 pindah ke
Rehabilitasi
medis
Baik Paramount
2 Bed genecolog 2 Baik
3 Troli instrumen 25 Baik MAK
4 Troli alat "Master" 1 1 Baik Master
5 Meja kerja 24 24 Baik ex. Mebel
Harry
6 Meja kerja 4 4 Baik ex. Mebel
Harry
7 Kursi putar dokter 28 28 Baik New Council
8 Kursi putar 3 3 Baik Avansa
9 Kursi tindakan
bulat
5 5 Baik MAK
10 Kursi kerja 56 56 Baik Fortuner 706
11 Lemari alat 3 pintu 22 22 Baik ex. Mebel
Harry
12 Lemari alat 2 pintu 2 4 2 tambahan Baik

16


13 Lemari alat
gantung + bawah
4 4 Baik ex. Mebel
Harry
14 Lemari es 1 pintu 1 1 Baik Panasonic
15 Lemari es 1 pintu 1 1 Baik Gold Star
16 Telepon 27 26 1 digunakan unit
lain
Baik Panasonic
17 Komputer Pentium
I 3
1 1 Baik Power Logic
Azura
18 Komputer Pentium
Dual Core
1 1 Baik Kensys
19 Komputer Pentium
Dual Core
1 1 Baik PC HP
Microtower
20 Komputer Pentium
Dual Core
4 4 Baik PC Compaq
21 Komputer Pentium
Dual Core
2 2 Baik Desktop HP
Pro 2000

Ruang Tunggu
1 Kursi tunggu 3 seat 44 44 Baik Fortuner
2 Televisi Plasma 46"
New Full HD
3 3 Baik Panasonic

Pantry
1 Lemari gantung 1 1 Baik ex. Mebel
Harry
2 Lemari es 1 pintu 1 1 Baik Sharp
3 Troli makan 1 1 Baik eks. Soegiarto
Al.
4 Dispenser air
minum
1 1 Baik Sharp
5 Kursi plastik 7 7 Baik

17


Gudang
1 Troli laundry 1 1 Baik MAK
2 Troli linen bersih 1 1 Baik MAK
3 Kursi roda 3 3 Baik Spirit
4 Brankar 1 1 Baik MAK

Ruang Linen
1 Lemari linen 1 1 Baik ex. Mebel
Harry
2 Lemari linen 1 1 Baik ex. Mebel
Harry
3 Meja kerja 1 1 Baik
4 Kursi lipat 2 2 Baik Chitosse

Ruang Komite
Medis

1 Meja rapat 1 1 Baik
2 Kursi rapat 4 Baik
3 Sofa 2 seat 2 Baik
4 Meja sofa 1 Baik
5 Meja sofa 1 Baik
6 Lemari es 1 pintu 1 Baik
7 Buffet 1 1 Baik ex. Mebel
Harry
8 Televisi Plasma 46"
New Full HD
1 1 Baik Panasonic

Ruang Edukasi
1 Lemari alat 3 pintu 1 1 Baik ex. Mebel
Harry
2 Meja rapat 1 Baik

18


3 Kursi kerja 11 Baik

Ruang Medical
Check Up

1 Bed periksa 3 3 Baik Paramount
2 Meja kerja 1 3 2 tambahan Baik
3 Kursi putar dokter 2 1 1 digunakan unit
lain
Baik New Council
4 Kursi putar 1 0 1 digunakan unit
lain
Baik Avansa
5 Kursi kerja 6 6 Baik Fortuner 706
6 Lemari buku 1 1 Baik ex. Mebel
Harry
7 Komputer Pentium
I 3
1 1 Baik Power Logic
Azura
8 Monitor 1 Baik LG
9 Keyboard 1 Baik HP
10 Mouse 1 Baik HP
11 Printer 1 Baik Epson T 13
12 Stavolt 1 Baik Supreme
13 Televisi Plasma 46"
New Full HD
1 1 Baik Panasonic
14 Telepon 3 3 Baik Panasonic
15 Troli alat "Master" 1 1 Baik Master
16 Naskas 1 Baik
17 Sofa 2 seat 1 Baik
18 Sofa single 2 Baik
19 Meja sofa 1 Baik
20 Meja 2 sap 1 Baik
21 Lemari alat 1 Baik
22 Monitor 1 Baik LG

19


23 Mouse 1 Baik Logitech
24 UPS 1 Baik
25 Printer 1 Baik HP
26 Jam dinding 3 Baik
27 Salib 1 Baik

Peralatan
Kebersihan

1 Tempat sampah
injak 12 ltr
6 6 Baik Krisbow
2 Tempat sampah
injak 14 ltr
63 63 Baik Lion Star
3 Tempat sampah
injak 15 ltr
28 28 Baik Krisbow
4 Troli linen kotor 2 2 Baik
5 Rak jemuran
alumunium
1 1 Baik
6 Ember tertutup 3
galon
1 2 1 tambahan Baik Lion Star

3. Poliklinik Gigi
Tabel 3.3 Inventaris di Poliklinik Gigi
No. Nama Alat Jumlah Keterangan Kondisi
Tanggal inventaris: 3 Juli 2012
1 Glow UV Cabinet 1 Baik
2 Dental Unit 1 Baik
Dental Unit 1 Baik
3 Dental Unit + chair taurus z 1 Baik
Tm Max /600l Sid Head Nsk Japan 1 Baik
Coupling Titaium Ptl 1 Baik


20


Nsk Pro Ki Complete Pana-Max Air Motor
Straight &Contra Hp Cbe 1006/Bbb11110
1 1 set (air motor) Baik

Bbb11110/Abb0285/Obb12483/Ebb20533 Baik
Ultrasoic Scalre Variog 150 Built In Module
Complete Pack + 3 Tip Scaling
1 Terpasang di dental
unit
Baik
Three Way Syringe Dcl 1 Baik
Saliva Ejector Shinhung 1 Baik
Suction High Volume Evacuator Shinhung 1 Baik
Dental Light Cl 2000 1 Baik
Water Tank Transparent Shinhung+Bracket
Water Tank +Neeple+Regulator
1 Tersimpan di dalam
lemari
Baik
Dental Chair Taurus Sante 1 Terpasang di dental
unit
Baik
Compressor Airmed 1,5 Hp Oilfree 1 Terpasang di dental
unit
Baik
Intra Oral Camera Supercam 58 With Cable 1 Terpasang di dental
unit
Baik
Bracket Monitor Lcd Taiwan 1 Terpasang di dental
unit
Baik
Monitor Lcd 17 Inch Lg Sn : 1031ng925966 1 Terpasang di dental
unit
Baik
Blue Led Ld 106 + Wireless Loght Curing
Monitex Taiwan Sn : 11e01200
1 Di ruang 203,
Tersimpan di dalam
lemari
Baik

4 Dental Unit +chair foshan anle AL-396AA 1 Tergabung di ruang
204
Baik
Handpiece Pana-Max Push Button Standard 4
Hole Sn : Cbb 10904
1 Baik


21


Handpiece Pana-Max Button Torque 4 Hole Sn
: Bbb40397/Bbb23217
1 Baik
Airmotor Hp&Ca4 Hole Ex-203-M4 Sn :
Abb20223/Obb12391/Obb20701/Ebbb20701
1 1 set Baik
Ultrasoic Scaler Built In + 4 Tip Scaling Rrc 1 Baik
Three Way Syringe 1 Baik
Saliva Ejector' 1 Baik
Suction High Vlume Evacuator 1 Baik
Dental Light With Sensor Activated 1 Baik
X Ray Film Viewer Dental Size 1 Baik
Operating Stool Rrc 1 Baik
Varios Va 170 Non Optic Built In Kit Sn :
Ol800191/00601445
1 Baik
5 Tensimeter 1 Baik
6 Bengkok/Nierbeken Steinless 2 Baik
7 Stetoskop 1 Baik
Tersimpan dalam UV Cabinet
8 Tang Delapan Atas 2 1 di ruang 203, 1 di
ruang 204
Baik
9 Tang Delapan bawah 1 1 di ruang 203,
tersimpan di laci
Baik
10 Tang Pemotong Gigi Atas/Tang Split Atas 1 Baik
11 Tang Sisa Akar m.atas 3 1 di ruang 203, 2 di
ruang 204
Baik
12 Tang Insicifus atas 3 1 di ruang 203, 2 di
ruang 204
Baik
13 Tang Insicifus bawah 1 di ruang 203 Baik
14 Tang Sisa Akar Insicifus 2 2 di ruang 204 Baik
15 Tang Premolar Atas 3 1 di ruang 203, 2 di
ruang 204
Baik


22


16 Tang Molar Kanan Atas 3 1 di ruang 203, 2 di
ruang 204
Baik
17 Tang Molar Kiri Atas 3 1 di ruang 203, 2 di
ruang 204
Baik
18 Tang Sisa Akar Premolar 1 Di ruang 204 Baik
19 Tang Trismus R.B 1 di ruang
203,Tersimpan di laci
Baik
20 Tang Tanduk R. B 2 1 ruang 203
Tersimpan di laci, 1
di ruang 204
Baik
21 Tang Split Bawah 1 Di ruang 203 Baik
22 Tang Sisa Akar Bawah 3 1 di ruang 203, 2 di
ruang 204
Baik
23 Tang Premolar Bawah 3 1 di ruang 203, 2 di
ruang 204
Baik
24 Tang Molar Bawah 3 1 di ruang 203, 2 di
ruang 204
Baik
25 Tang Sulung Insicifus Atas 1 Di ruang 204 Baik
26 Tang Sulung Premolar Bawah 1 Di ruang 204 Baik
27 Tang Sulung Molar Bawah 1 Di ruang 204 Baik
28 Tang Ortho Adam 1 Di ruang 203,
Tersimpan di dalam
laci
Baik
29 Tang Potong Ortho 1 Di ruang 203,
Tersimpan di dalam
laci
Baik
30 Tang Knabel 1 Di ruang 203,
Tersimpan di dalam
laci
Baik
31 Gunting Gingiva 2 Di ruang 203,
tersimpan di laci
Baik

23


32 Gunting Kecil lurus 2 1 di ruang 203, 1 di
ruang 204
Baik
33 Bein 6 2 di ruang 203, 4 di
ruang 204
Baik
34 Kryer 4 2 di ruang 203, 2 di
ruang 204
Baik
35 Excavator 15 10 di ruang 204 (1
Rusak), 5 di ruang
203
Baik
36 Sendok Cetak 10 5 pasang. di ruang
203, tersimpan di
dalam laci
Baik
37 Pisau Model 2 di ruang 203
Tersimpan di dalam
laci
Baik
38 Citoject 4 terdapat penambahan
1 alat yang
merupakan
pembelian bulan Juni
2012.
3 Baik
3 alat aktif digunakan
sedangkan yang 2
dalam kondisi rusak
dan akan
dikembalikan
2 Rusak
39 Crown Retractor 1 Di ruang 203,
Tersimpan di dalam
laci
Baik
40 Bone File 1 di ruang 203,1
tersimpan di laci
Baik


24


41 Mathiew dan Klem 3 Matthiew 2, Klem1
Tersimpan di dalam
laci
Baik
42 Pincet Dental 45 10 tersimpan di uv
kabinet, 10 tersimpan
di laci, 10 di ruang
204
Baik
43 Handle Scalpel 3 Hilang dan sudah
dilaporkan, 1 di 203,
1 di 204
Baik
44 Kaca Mulut 40 10 di ruang 203
tersimpan di uv
kabinet, 10 di ruang
204 ,20 tersimpan di
dalam laci
Baik
45 Sonde 40 10 di ruang 203
tersimpan di uv
kabinet , 20 di ruang
203 tersimpan di
laci,10 di ruang 204
Baik
46 Plastik Filling 40 10 di ruang 203
tersimpan di uv
kabinet, 20 di ruang
203 tersimpan di laci ,
10 di ruang 204
Baik
47 Mata scaler 6 3 di ruang 203, 3 di
ruang 204
Baik
48 Lampu pembaca foto ruang 203 1 di ruang 203 Baik
49 Lampu pembaca foto ruang 204 1 di ruang 204 Baik



25


50 Kaca refill 5 di ruang 203,
tersimpan di dalam uv
kabinet
Baik
51 Suction tip 2 di ruang 203
tersimpan di laci
Baik
52 Tissue Forcep/Pinset Chirurgis 2 2 di ruang 203
tersimpan di laci
Baik
53 Gunting steinsless 2 di ruang 203
tersimpan di laci
Baik
54 Mangkok karet + pengaduk plastik ada di ruang 204 Baik

1 set Tang Cabut Anak, terdiri dari : Pembelian bulan Juni
2012, ada di ruang
204
Baik
1 Tang insicifus atas Baik
2 Tang insicifus bawah Baik
3 Molar atas Baik
4 Tang molar bawah Baik
5 Tang sisa akar atas Baik
6 Tang sisa akar bawah Baik
7 Tang sisa akar prosterior atas Baik











26

BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. Penerimaan Pasien
1. Pasien datang di Instalasi Rawat Jalan, mendaftarkan identitas di bagian Tempat
Penerimaan Pasien (TPP)
2. Pendataan dilakukan dan tujuan poliklinik yang dituju.
3. Data pasien atau kartu pasien sudah berada di masing-masing tujuan poliklinik.

B. Tata Laksana Pelayanan
1. Poliklinik Umum dan Medical Check Up
Poliklinik Umum
Pemeriksaan dan pengobatan
Layanan pemeriksaan dan pengobatan di poliklinik umum dilakukan oleh dokter
umum setiap hari kerja (Senin sampai dengan Sabtu) mulai pukul 07.00 sampai
dengan pukul 13.30 WIB, kecuali hari libur.
Kegiatan layanan berupa anamnesa keluhan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
penunjang (laboratorium, radiologi) jika diperlukan, pemberian resep, dan edukasi
kepada pasien mengenai problem kesehatan yang akan atau sedang mereka alami.
Perawatan luka
Layanan perawatan luka dilakukan di ruang rawat luka setiap hari kerja (Senin
sampai dengan Sabtu) pukul 07.00 sampai dengan 13.30 WIB. Pasien rawat luka
adalah pasien kontrol setelah mendapat perawatan pertama di IGD RS WARAS
WIRIS maupun lembaga kesehatan lain, atau pasien baru dengan luka yang tidak
membutuhkan jahitan.
Setiap pasien yang dinilai membutuhkan upaya rehabilitasi medis akan dirujuk ke
Instalasi Rehabilitasi medis.
Medical check up merupakan kegiatan preventif sebagai upaya skrining atau
pemeriksaan awal yang bertujuan menemukan masalah kesehatan lebih dini.




27

Tabel 4.1 Jenis Medical Check Up di RS WARAS WIRIS
No. Jenis medical check up Tarif (Rp) Sasaran
1. Check up Paket I
a. pemeriksaan fisik
b. vital sign: Tinggi Badan, Berat Badan, tekanan
darah, nadi , suhu, visus
c. pemeriksaan laboratorium
- darah lengkap
- kimia darah (SGOT, SGPT, kolesterol, HDL,
LDL, Trigliserida, gula darah puasa dan 2
jam, ureum, kreatinin, asam urat)
- urine lengkap
- occult fecal blood
d. Foto Thorax PA
e. EKG
menyesuaikan Umum
2. Check Up Paket II
a. pemeriksaan fisik
b. vital sign: Tinggi Badan, Berat Badan, tekanan
darah, nadi , suhu, visus
c. pemeriksaan laboratorium
- darah lengkap
- golongan darah
- kimia darah (SGOT, SGPT, kolesterol, HDL,
LDL, Trigliserida, gula darah puasa dan 2
jam, ureum, kreatinin, asam urat)
- serologi: HBsAg (Rapid test), Anti HBs
(rapid test)
- urine lengkap
- occult fecal blood
d. Foto Thorax PA
e. EKG
f. USG abdomen atas / bawah
g. Pap smear (untuk perempuan)
menyesuaikan
28

3. Check Up Paket III
a. pemeriksaan fisik
b. vital sign: Tinggi Badan, Berat Badan, tekanan
darah, nadi , suhu, visus
c. pemeriksaan laboratorium
- darah lengkap
- golongan darah
- kimia darah (SGOT, SGPT, kolesterol, HDL,
LDL, Trigliserida, gula darah puasa dan 2
jam, ureum, kreatinin, asam urat)
- serologi: HBsAg (Rapid test), Anti HBs
(rapid test)
- urine lengkap
- occult fecal blood
d. Foto Thorax PA
e. EKG
f. USG abdomen atas / bawah
g. Pap smear (untuk perempuan)
h. CT scan kepala
menyesuaikan Umum
4. Paket Check Up Calon Pengantin Wanita
a. pemeriksaan fisik
b. vital sign: Tinggi Badan, Berat Badan, tekanan
darah, nadi , suhu, visus
c. pemeriksaan laboratorium
- Darah lengkap
- Golongan darah & Rhesus
- Evaluasi hapusan darah
- VDRL
- HBsAg (rapid test)
- Gula darah puasa dan 2 jam PP
d. Foto Thorax PA
e. USG Abdomen atas / bawah
f. Toxoplasma (IgM, IgG)
menyesuaikan













Calon
Mempelai
Wanita
29

g. Rubella (IgM, IgG)
5. Paket Check Up Calon Pengantin Pria
a. pemeriksaan fisik
b. vital sign: Tinggi Badan, Berat Badan, tekanan
darah, nadi , suhu, visus
c. pemeriksaan laboratorium
- Darah lengkap
- Evaluasi hapusan darah
- Golongan darah dan Rhesus
- Ureum / kreatinin
- Gula darah puasa dan 2 jam PP
- VDRL
- HBsAg (Rapid test)
- Sekret uretra
- Urine lengkap
- Analisa sperma
d. Foto Thorax PA
menyesuaikan Calon
mempelai
pria
6. Paket Check Up Calon TKI
a. pemeriksaan fisik
b. vital sign: Tinggi Badan, Berat Badan, tekanan
darah, nadi , suhu, visus
c. pemeriksaan laboratorium
- Darah lengkap
- Golongan darah
- Anti HIV
- Ureum / kreatinin
- Gula darah puasa dan 2 jam PP
- VDRL
- HBsAg Elisa
- TB ICT
- SGOT / SGPT
- Faeces lengkap
- Urine lengkap
menyesuaikan Calon TKI
30

- HCG test (khusus perempuan)
d. Foto Thorax PA

2. Poliklinik anak
a. Pelayanan Imunisasi
Layanan imunisasi di poliklinik anak meliputi program imunisasi wajib dan
imunisasi tambahan. Pelaksanaan imunisasi dilakukan setiap hari kerja jam 07.00
sampai dengan 13.30 WIB, kecuali BCG hanya dilakukan setiap hari Rabu pukul
09.00 sampai dengan 11.00 WIB dan campak setiap hari Kamis pukul 09.00
sampai dengan 11.00 WIB. Selain imunisasi wajib, poliklinik anak juga melayani
imunisasi lain seperti: MMR, Hib, tifoid, hepatitis A, dan varicella.
b. Pemeriksaan rutin bayi baru lahir dan perawatan tali pusat
Pemeriksaan rutin bayi baru lahir dilakukan setiap hari kerja pukul 07.00 sampai
dengan 14.00 WIB oleh dokter spesialis anak, meliputi: penimbangan berat badan,
pemeriksaan kondisi umum dan fisik, pemantauan pemberian ASI dan
kemampuan minum bayi.
Pada saat perawatan tali pusat, dilakukan juga pemeriksaan tanda-tanda adanya
infeksi tali pusat, serta edukasi mengenai cara perawatan tali pusat yang benar
kepada orang tua.
c. Pemeriksaan dan pengobatan
Layanan pemeriksaan dan pengobatan di poliklinik anak dilakukan oleh dokter
spesialis anak setiap hari kerja (Senin sampai dengan Sabtu) mulai pukul 07.00
sampai dengan 13.30 WIB, kecuali hari libur.
Kegiatan layanan berupa anamnesa keluhan, penimbangan berat badan,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (laboratorium, radiologi) jika
diperlukan, pemberian resep, dan edukasi kepada orang tua (dan pasien) mengenai
masalah kesehatan yang akan atau sedang mereka alami.
d. Tumbuh kembang
Pemeriksaan tumbuh kembang anak dilakukan oleh dokter spesialis anak meliputi
pemeriksaan tinggi badan dan berat badan (status gizi), deteksi perkembangan
dengan menggunakan KPSP serta alat peraga atau permainan. Setiap kasus
gangguan tumbuh kembang anak akan ditindaklanjuti, bekerja sama dengan
Instalasi rehabilitasi medis dan atau THT.

31

3. Poliklinik Kebidanan dan Kandungan
Pelayanan pasien di poliklinik kebidanan dan kandungan dilakukan oleh dokter
spesialis kebidanan dan kandungan setiap hari kerja pukul 07.00 sampai dengan 14.00
WIB.
a. Pelayanan Kehamilan
Pelayanan konseling pranikah, imunisasi tetanus toxoid bagi calon mempelai
wanita
Pemeriksaan kehamilan rutin bagi ibu hamil, meliputi : pencatatan keluhan,
penimbangan berat badan dan tinggi badan, pengukuran tanda vital,
pemeriksaan fisik dan kondisi kandungan. Pada kasus tertentu dapat dilakukan
pemeriksaan laboratorium, dan USG.
Perawatan masa nifas bagi ibu post partum, meliputi pencatatan keluhan,
pemeriksaan fisik, perawatan luka episiotomi atau luka post operasi.
Senam hamil diadakan bagi ibu hamil trimester II dan III yang diizinkan
mengikuti senam hamil oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
b. Pelayanan Kandungan
Usia anak-anak: pemeriksaan trauma organ genital, fluor albus.
Remaja dan usia reproduksi: pemeriksaan gangguan haid, infeksi organ
reproduksi.
Menopause: keluhan organ reproduksi, keluhan sistemik menopause, keluhan
pada payudara, rujukan untuk mengikuti senam osteoporosis yang diadakan
Instalasi rehabilitasi medis.
c. Onkologis
Skrining: pemeriksaan awal untuk mendeteksi keganasan ginekologi dapat
melalui pemeriksaan paps smear, kolposkopi, USG, dan laboratoris penanda
tumor.
Pengobatan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
d. Infertilitas
Sasaran: setiap pasangan suami istri usia produktif yang sulit memperoleh
keturunan
Pemeriksaan kelainan anatomi, infeksi organ reproduksi dan kelainan
hormonal.
Pengobatan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
32

e. Pelayanan KB
Sasara : setiap pasangan suami istri usia produktif, untuk mengatur kehamilan.
Jenis layanan kontrasepsi : IUD, pil KB, implan atau susuk, suntik, kondom,
metode ovulasi billing (MOB), MOW.

4. Poliklinik Gigi
Layanan di poliklinik gigi dilakukan di ruang poliklinik gigi setiap hari kerja mulai
pukul 07.00 sampai dengan 14.00 WIB oleh 2 tenaga dokter gigi. Jenis pelayanan
yang diberikan adalah:
Pemeriksaan kesehatan gigi rutin
Perawatan saluran akar gigi dan tumpatan
Pembersihan karang gigi
Cabut gigi
Bedah mulut
Gigi palsu
Untuk tindakan bedah mulut akan dilakukan oleh drg. Benny A.W, SpBM

5. Poliklinik Penyakit Dalam
Pelayanan Poliklinik Penyakit Dalam sejak bulan November 2010 mulai dirintis
dengan adanya dokter tetap dimana pelayanan sesuai dengan jam kerja yang telah
dijadwalkan. Pasien rawat jalan dengan tujuan ke Poliklinik penyakit Dalam atau
merupakan pasien rujukan dari Poliklinik Umum.

6. Unit Hemodialisa
Akhir-akhir ini penyakit degeneratif kronis sering muncul sebagai penyebab
kematian. Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit yang terjadi akibat komplikasi
kronis seperti diabetes mellitus (DM), hipertensi dan banyak penyakit kronis lain.
Gagal ginjal yang terjadi akibat komplikasi tersebut biasanya bersifar ringan, sedang
dan berat, sekarang ini gagal ginjal terminal (GGK), atau End Stage Renal Disease
(ESDR) sedang ramai dibicarakan karena bukan hanya menyangkut soal bagian
kesehatan saja tetapi juga melibatkan lintas bidang kesehatan karena biaya
penatalaksanaan yang tidak murah. Dengan banyaknya pasien gagal ginjal terminal
tersebut kebutuhan akan perawat dialisi semakin meningkat. Untuk menjadi perawat
33

hemodialisa perawat perlu melakukan pendidikan khusus untuk mempelajari berbagai
teknik dialisis yang biasnya menggunakan alat atau mesin dan cara khususnya.
Sasaran program Unit Hemodialisa ini adalah :
1. Semua pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani proses dialisis atau CAPD
(Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis).
2. Keluarga pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani proses dialisis atau CAPD.
3. Perawat hemodialisa dan teknisi mesin Hemodialisa, RO (Reverse Osmosis) dan
ahli gizi.
Bentuk Kegiatan Unit Hemodialisa
A. Penerimaan pasien dialisis
1. Penerimaan pasien yang akan menjalani proses dialisis
- Memeriksa keadaan umum pasien
- Menjelaskan tujuan dan manfaat tindakan dialisis.
- Memberikan motivasi kepada pasien dan keluarga untuk memahami akan
pentingnya dialisis secara periodik bagi yang sudah dinyatakan Gagal
Ginjal Kronis.
- Kolaborasi dengan alhli gizi untuk memberikan penyuluhan tentang:
Batasan makanan dan buah-buahan yang wajib dihindari, dibatasi dan
yang diperbolehkan untuk dimakan.
Penjelasan tentang batasan pemberian cairan sesuai dengan tingkat
kerusakan ginjal.
2. Penatalaksanaan dialisis
- cek hasil laborat terbaru
- memulai proses dialisis dengan menentukan akses vaskuler yang
digunakan, menentukan program dialisis sesuai advis (kecepatan QB, QD,
Flow Rate, Jenis cairan dialisa, dosis pemakaian antikoagulan dan
adekuasi dialisis)
- Membantu pemasangan Catheter double lumen.
- Perawatan double lumen.
3. Observasi selama proses dialisis
- pre hemodialisa dilakukan pemeriksaan fisik Berat Badan dan Vital Sign,
menentukan akses vaskularisasinya
34

- selama hemodialisa mengobservasi dan menganamnesa keluhan yang
timbul.
- Melakukan pendekatan kepada pasien dan keluarga tentang masalah-
masalah yang muncul dan cara atau tips untuk mengurangi, menghindari
keluhan yang ada.
- Melakukan perawatan secara holistik.
- Post hemodialisa selalu melakukan pemeriksaan Berat Badan, tanda-tanda
vital dan melakukan pencatatan.
4. Perawatan Mesin Hemodialisa dan RO
- Desinfektan dengan menggunakan Bayclin setelah mesin digunakan oleh 1
pasien.
- Desinfektan dengan menggunakan Citrit Acid untuk melarutkan Kristal
bikarbonat yang ada di selang-selang mesin
- Melakukan Water Rins sebelum mesin digunakan.
5. Reuse tabung Dializer.
Untuk membersihkan dan mensterilkan tabung masih dilakukan secara
manual, yakni dengan menggunakan cairan RO, H
2
O
2
, dan formalin.
6. Pengawasan air RO
Pengawasan kualitas air RO dilakukan secara berkala selama 6 bulan sekali
untuk mengetahui adanya bakteri, jamur, endotoksin, dan lain-lain. Dan juga
melakukan pembersihan penampungan air secara periodik.
7. Membantu memberikan informasi tentang pemasangan CAPD
Persiapan pre dan post pemasangan kateter.
Praktok pelatihan penggantian cairan (duel) ke penderita dan atau
keluarga.
Memberi contoh cara perawatan exit site
Memberitahukan penggantian catheter extension selama 6 bulan sekali.
Memberikan penyuluhan tentang pola diet, kedisiplinan dalam melakukan
prosedur penggantian cairan serta kemungkinan-kemungkinan yang bisa
dihindari dengan memperhatikan protokol penggantian secara benar.



35




Datang sendiri
Dokter praktek
Rjk. Puskesmas
Rjk.RS/instalasi lain
Tempat Penerimaan Pasien
(TPP)
Dirawat
Dirujuk ke :
UGD
Poli Spesialis
Rehab medis
RS lain
POLIKLINIK
Pemeriksaan
penunjang
Pulang



















Gambar 4.1 Alur pasien rawat jalan
36

BAB V
LOGISTIK

A. Prosedur Penyediaan Alat Kesehatan dan Obat di Poliklinik
1. Pengertian
Penyediaan Alat Kesehatan dan Obat di Poliklinik adalah permintaan obat dan alat
kesehatan ke instalasi farmasi atas permintaan dokter.
2. Prosedur :
a. Permintaan obat atau alat kesehatan ditulis pada resep rangkap 1 oleh dokter
poliklinik.
b. Resep obat dilengkapi nama dokter, tanggal, nama pasien, ruangan dan nomor
register.
c. Resep diberikan ke kasir untuk proses administrasi selanjutnya.

B. Perencanaan Peralatan atau Peremajaan
1. Pengertian
Suatu kegiatan untuk merencanakan pengadaan peralatan baru, sesuai kebutuhan saat
itu atau sebagai pengganti alat yang rusak atau harus diganti karena keausannya.
2. Tujuan
Tujuan dari perencanaan pengadaan dan peremajaan peralatan adalah agar peralatan
dapat digunakan setiap saat tanpa adanya hambatan dan menunjang proses pelayanan
di masing-masing poliklinik.
3. Prosedur Kegiatan
a. Dilakukan pengecekan rutin, sehingga diketahui peralatan yang tidak dapat
digunakan atau tidak dapat diperbaiki, dan direncanakan dalam anggaran rutin
atau diganti yang baru.
b. Pengajuan pembelian peralatan baru diketahui Kepala Instalasi kepada tim
pengadaan barang rumah sakit disertai perkiraan harga.
c. Bila sudah terealisasi kepala instalasi menerima alat dan menandatangani buku
penerimaan barang serta menuliskan pada buku inventaris




37

BAB VI
KESELAMATAN PASIEN

A. Pengertian
Keselamatan pasien adalah suatu sistem di mana rumah sakit membuat asuhan pasien
lebih aman. Hal ini termasuk asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari
insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko.
Sedangkan insiden keselamatan pasien adalah setiap kejadian atau situasi yang dapat
mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan harm (penyakit, cidera, cacat, kematian, dan
lain-lain) yang tidak seharusnya terjadi.

B. Tujuan
Tujuan sistem ini adalah mencegah terjadinya cidera yang disebabkan oleh kesalahan
akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.
Selain itu sistem keselamatan pasien ini mempunyai tujuan agar tercipta budaya keselamatan
pasien di rumah sakit, meningkatkannya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan
masyarakat, menurunnya kejadian tidak diharapkan di rumah sakit, dan terlaksananya
program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan kejadian tidak diharapkan.

C. Tata Laksana Keselamatan Pasien
Dalam melaksanakan keselamatan pasien terdapat tujuh langkah menuju keselamatan
pasien rumah sakit. Adapun tujuh langkah tersebut adalah:
1. Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien. Menciptakan kepemimpinan
dan budaya yang terbuka dan adil.
2. Memimpin dan mendukung karyawan. Membangun komitmen dan fokus yang kuat
dan jelas tentang keselamatan pasien.
3. Mengintegrasikan aktivitas pengelolaan risiko. Mengembangkan sistem dan proses
pengelolaan risiko, serta melakukan identifikasi dan asesmen hal potensial
bermasalah.
4. Mengembangkan sistem pelaporan. Memastikan karyawan agar dengan mudah dapat
melaporkan kejadian atau insiden, serta rumah sakit mengatur pelaporan kepada
KKP-RS (Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit).
38

5. Melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien. Mengembangkan cara-cara komunikasi
yang terbuka dengan pasien.
6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien. Mendorong karyawan
untuk melakukan analis akar masalah untuk belajar bagaimana dan mengapa kejadian
itu timbul.
7. Mencegah cidera melalui implementasi sistem keselamatan pasien. Menggunakan
informasi yang ada tentang kejadian atau masalah untuk melakukan perubahan pada
sistem pelayanan.

Dalam melaksanakan keselamatan pasien standar keselamatan pasien harus diterapkan.
Standar tersebut adalah:
1. Hak pasien
2. Mendidik pasien dan keluarga
3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
4. Penggunaan metode-metode peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan
program peningkatan keselamatan pasien
5. Peran kepemimpinan dalam meningkatan keselamatan pasien
6. Mendidik karyawan tentang keselamatan pasien
7. Komunikasi yang merupakan kunci bagi karyawan untuk mencapai keselamatan
pasien.

Langkah-langkah penerapan keselamatan pasien rumah sakit:
1. Menetapkan unit kerja yang bertanggung jawab mengelola program keselamatan
pasien rumah sakit.
2. Menyusun program keselamatan pasien rumah sakit jangka pendek 1-2 tahun
3. Mensosialisasikan konsep dan program keselamatan pasien rumah sakit
4. Mengadakan pelatihan keselamatan pasien rumah sakit bagi jajaran manajemen dan
karyawan
5. Menetapkan sistem pelaporan insiden (peristiwa keselamatan pasien)
6. Menerapkan tujuh langkah menuju keselamatan pasien rumah sakit seperti tersebut di
atas
7. Menerapkan standar keselamatan pasien rumah sakit (seperti tersebut di atas) dan
melakukan self assessment dengan instrument akreditasi pelayanan keselamatan
pasien rumah sakit
39

8. Program khusus keselamatan pasien rumah sakit
9. Mengevaluasi secara periodik pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit
dan kejadian tidak diharapkan.

Sasaran Keselamatan Pasien di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit WARAS WIRIS
1. Ketepatan Identifikasi Pasien
Ketepatan identifikasi pasien adalah ketepatan penentuan identitas pasien sejak
awal pasien masuk sampai dengan pasien keluar terhadap semua pelayanan yang
diterima oleh pasien.
2. Peningkatan Komunikasi yang Efektif
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi lisan yang menggunakan prosedur:
Write back, Read back dan Repeat Back (reconfirm).
3. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
Infeksi biasa dijumpai dalam semua bentuk pelayanan kesehatan termasuk infeksi
saluran kemih, infeksi pada aliran darah, pneumonia yang sering berhubungan
dengan ventilasi mekanis. Pokok eliminasi infeksi ini maupun infeksi-infeksi lain
adalah cuci tangan (hand hygiene) yang tepat.

















40

BAB VII
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 pasal 164 ayat (1) menyatakan bahwa upaya
kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari
gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Rumah Sakit
adalah tempat kerja yang termasuk dalam kategori seperti disebut di atas, berarti wajib
menerapkan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Program keselamatan dan kesehatan
kerja di tim pendidikan pasien dan keluarga bertujuan melindungi karyawan dari
kemungkinan terjadinya kecelakaan di dalam dan di luar rumah sakit.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat (2) disebutkan bahwa Setiap
warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dalam
hal ini yang dimaksud pekerjaan adalah pekerjaan yang bersifat manusiawi, yang
memungkinkan pekerja berada dalam kondisi sehat dan selamat, bebas dari kecelakaan dan
penyakit akibat kerja, sehingga dapat hidup layak sesuai dengan martabat manusia.
Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 merupakan bagian integral dari
perlindungan terhadap pekerja dalam hal ini Instalasi Rawat Jalan dan perlindungan terhadap
Rumah Sakit. Pegawai adalah bagian integral dari rumah sakit. Jaminan keselamatan dan
kesehatan kerja akan meningkatkan produktivitas pegawai dan meningkatkan produktivitas
rumah sakit. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dimaksudkan
untuk menjamin:
a. Agar pegawai dan setiap orang yang berada di tempat kerja selalu berada dalam
keadaan sehat dan selamat.
b. Agar faktor-faktor produksi dapat dipakai dan digunakan secara efisien.
c. Agar proses produksi dapat berjalan secara lancar tanpa hambatan.
Faktor-faktor yang menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat digolongkan
pada tiga kelompok, yaitu :
a. Kondisi dan lingkungan kerja
b. Kesadaran dan kualitas pekerja, dan
c. Peranan dan kualitas manajemen
Dalam kaitannya dengan kondisi dan lingkungan kerja, kecelakaan dan penyakit akibat kerja
dapat terjadi bila :
- Peralatan tidak memenuhi standar kualitas atau bila sudah aus
- Alat-alat produksi tidak disusun secara teratur menurut tahapan proses produksi
41

- Ruang kerja terlalu sempit, ventilasi udara kurang memadai, ruangan terlalu panas
atau terlalu dingin
- Tidak tersedia alat-alat pengaman
- Kurang memperhatikan persyaratan penanggulangan bahaya kebakaran dan lain-lain.

a. Perlindungan Keselamatan Kerja Dan Kesehatan Petugas Kesehatan
Petugas kesehatan yang merawat pasien menular harus mendapatkan pelatihan
mengenai cara penularan dan penyebaran penyakit, tindakan pencegahan dan
pengendalian infeksi yang sesuai dengan protokol jika terpajan.
Petugas yang tidak terlibat langsung dengan pasien harus diberikan penjelasan umum
mengenai penyakit tersebut.
Petugas kesehatan yang kontak dengan pasien penyakit menular melalui udara harus
menjaga fungsi saluran pernapasan (tidak merokok, tidak minum dingin) dengan baik
dan menjaga kebersihan tangan.

b. Petunjuk Pencegahan infeksi untuk Petugas Kesehatan
Untuk mencegah transmisi penyakit menular dalam tatanan pelayanan kesehatan,
petugas harus menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang sesuai untuk
kewaspadaan Standar dan Kewaspadaan Isolasi (berdasarkan penularan secara kontak,
droplet, atau udara) sesuai dengan penyebaran penyakit.
Semua petugas kesehatan harus mendapatkan pelatihan tentang gejala penyakit
menular yang sedang dihadapi.
Semua petugas kesehatan dengan penyakit seperti flu harus dievaluasi untuk
memastikan agen penyebab. Dan ditentukan apakah perlu dipindah tugaskan dari
kontak langsung dengan pasien, terutama mereka yang bertugas di instalasi perawatan
intensif (IPI), ruang rawat anak, ruang bayi.







42

BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, maka saat ini
masyarakat semakin memperhatikan mutu pelayanan kesehatan yang diterimanya.
Pengendalian mutu di instalasi rawat jalan harus dilakukan demi kepentingan dan kepuasan
dari pasien sehingga nantinya dapat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan di Instalasi
Farmasi pada khususnya dan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit WARAS WIRIS pada
umumnya. Indikator Mutu Pelayanan Instalasi Rawat Jalan RS WARAS WIRIS mengacu
pada Pedoman Indikator Mutu RS WARAS WIRIS yaitu:
1. Waktu Tunggu Di Rawat Jalan
Ruang lingkup : Waktu Tunggu Di Rawat Jalan
Dimensi mutu : Efisiensi dan efektivitas
Tujuan : Tersedianya pelayanan rawat jalan pada hari kerja
Definisi operasional : Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan mulai pasien
mendaftar sampai dilayani oleh dokter.
Kriteria inklusi : -
Kriteria eksklusi : -
Numerator : Jumlah pasien rawat jalan yang menunggu lebih dari 15 menit
Denominator : Jumlah seluruh pasien rawat jalan dalam bulan tersebut.
Standar : 1%

2. Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis Yang Ditangani Dengan Strategi DOTS
(Directly Observed Treatment Shortcourse)
Ruang lingkup : Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis Yang Ditangani Dengan
Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse)
Dimensi mutu : Akses, efisiensi
Tujuan : Terselenggaranya pelayanan rawat jalan bagi pasien
tuberkulosis dengan strategi DOTS
Definisi operasional : Pelayanan rawat jalan tuberkulosis dengan strategi DOTS
adalah pelayanan tuberkulosis dengan 5 strategi
penanggulangan tuberkulosis nasional. Penegakan diagnosis dan
follow up pengobatan pasien tuberkulosis harus melalui
43

pemeriksaan mikroskopis tuberkulosis, pengobatan harus
menggunakan paduan obat anti tuberkulosis yang sesuai dengan
standar penanggulangan tuberkulosis nasional, dan semua
pasien yang tuberkulosis yang diobati dievaluasi secara kohort
sesuai dengan penanggulangan tuberkulosis nasional.
Kriteria inklusi : Pasien tuberkulosis yang diterapi dengan strategi DOTS
Kriteria eksklusi : Pasien tuberkulosis yang tidak diterapi dengan strategi DOTS
Numerator : Jumlah semua pasien rawat jalan tuberkulosis yang ditangani
dengan strategi DOTS
Denominator : Jumlah seluruh pasien rawat jalan tuberkulosis yang ditangani
di rumah sakit dalam bulan tersebut.
Standar : 100%

3. Insiden Ketidaktepatan Identifikasi Pasien Rawat Jalan
Ruang lingkup : Ketidaktepatan identifikasi pasien rawat jalan di Rumah Sakit
Dimensi mutu : Keselamatan pasien
Tujuan : Tercapainya Keselamatan Pasien Rawat Jalan
Definisi operasional : Ketidaktepatan identifikasi pasien adalah penentuan identitas
pasien rawat jalan dengan tepat sejak awal pasien datang sampai
dengan pasien pulang terhadap semua pelayanan yang diterima
oleh pasien.
Kriteria inklusi : - Ketidaktepatan penulisan identitas (nama, tanggal lahir,
alamat, nomor RM) pada berkas Rekam Medis
- Ketidaktepatan prosedur pemanggilan pasien (pemanggilan
dengan dua nama)
- Ketidaktepatan prosedur konfirmasi identitas pasien
(konfirmasi dengan pertanyaan terbuka)
Kriteria eksklusi : -
Numerator : Jumlah ketidaktepatan identifikasi pasien
Denominator : Jumlah pasien rawat jalan pada bulan tersebut
Standar : 0 %



44

4. Insiden Komunikasi Yang Kurang Efektif
Ruang lingkup : Komunikasi lisan atau melalui telepon yang kurang efektif
antar pemberi pelayanan tentang pelaporan kembali hasil
pemeriksaan dan kondisi pasien.
Dimensi mutu : Keselamatan pasien
Tujuan : Tercapainya Keselamatan Pasien melalui komunikasi lisan
yang efektif
Definisi operasional : Komunikasi yang kurang efektif adalah komunikasi lisan yang
tidak menggunakan prosedur: Write back, Read back dan
Repeat Back (reconfirm)
Kriteria inklusi : - Kesalahan Prosedur komunikasi lisan atau via telepon:
Write back, Read back dan Repeat Back (reconfirm)
- Pelaporan secara lisan yang tidak menggunakan prosedur
SBAR
- Prosedur spelling atau ejaan tidak digunakan untuk obat
yang bersifat LASA atau NORUM
Kriteria eksklusi : Komunikasi non lisan atau tertulis
Numerator : Jumlah ketidaktepatan komunikasi lisan atau via telepon
Denominator : -
Standar : 0
(SBAR: Situation, Background, Assessment, Recommendation)

6. Insiden Ketidakpatuhan Cuci Tangan
Ruang lingkup : Ketidakpatuhan cuci tangan oleh petugas kesehatan.
Dimensi mutu : Keselamatan Pasien
Tujuan : Tercapainya Keselamatan Pasien melalui kegiatan mencuci
tangan.
Definisi operasional : Ketidakpatuhan mencuci tangan meliputi ketidakpatuhan waktu
atau 5 momen cuci tangan dan ketidakpatuhan 6 langkah cuci
tangan
Kriteria inklusi : - Tidak melakukan cuci tangan pada 5 momen cuci tangan
- Tidak melakukan cuci tangan sesuai 6 langkah cuci tangan
Kriteria eksklusi : -
45

Numerator : Insiden kejadian ketidakpatuhan cuci tangan oleh petugas
kesehatan
Denominator : -
Standar : 0






























46

BAB IX
PENUTUP

Demikian telah disusun suatu Pedoman Pelayanan Instalasi Rawat Jalan, yang dapat
dipakai sebagai acuan di dalam pelayanan rawat jalan untuk meningkatkan kualitas pelayanan
secara keseluruhan di RS WARAS WIRIS. Pedoman ini akan mengalami perbaikan dalam
upaya peningkatan kualitas dari waktu ke waktu sehingga diperlukan suatu evaluasi secara
teratur dan berkelanjutan dalam hal pemantauannya. Dengan adanya suatu pedoman
pelayanan maka kegiatan pelayanan secara khusus di Instalasi Rawat Jalan dapat
mengutamakan kepuasan dan keselamatan pada setiap pasien.