Anda di halaman 1dari 9

1

PERBEDAAN PENGARUH TERAPI ELEKTROAKUPUNKTUR DAN


TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STI MULATION
TERHADAP KADAR - ENDORPHIN PLASMA DAN
VISUAL ANALOGUE SCALE PADA PASIEN
NYERI LUTUT OSTEOATRITIS
Erwindo
1
,Zainal Arifin Adnan
2
,Guntur hermawan
3
Sub Bagian Rhematologi
1
, Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNS/ RSUD
Dr. Moewardi Surakarta
2
erwindorinaldo@yahoo.com
Abstrak
Lat ar Belak an g:Osteoartritis (OA) merupakan penyakit rematik dengan angka morbiditas
dan cacat fisik yang tinggi dan dapat mempengaruhi kualitas hidup. Penatalaksanaan
osteoartritis meliputi non farmakologis, farmakologis dan pembedahan yang ditujukan
terutama untuk mengurangi rasa nyeri. Akupunktur dan Transcutaneous electrical nerve
stimulation (TENS) termasuk terapi non farmakologis dengan efek samping minimal yang
dapat meningkatkan kadar - endorphin plasma sehingga nyeri dapat dikurangi. Tujuan
Penelitian Untuk membuktikan adanya perbedaan pengaruh terapi Elektroakupunktur (EA)
dan Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS) terhadap kadar -endorphin plasma
dan visual analogue scale (VAS) pada pasien nyeri lutut osteoatritis
Met od e Pen elit ian :J enis penelitian uji klinis dengan Randomized Control Trial (RCT),
melibatkan 40 pasien, 20 pasien diberikan EA, 20 pasien diberikan TENS. Dilakukan
pemeriksaan data variabel variabel penelitian sebelum dan sesudah perlakuan. Analisa
statistic dengan SPSS.15 for windows .
Has il Pen elit ian :Pada kelompok EA ada pengaruh terhadap kadar - endorphin plasma dan
VAS (p=0,001dan p=0,001). Kelompok TENS terhadap kadar - endorphin plasma dan VAS
(p=0,097 dan p=0,001). Perbedaan pengaruh EA dan TENS terhadap kadar - endorphin
plasma p=0,038. Perbedaan pengaruh EA dan TENS terhadap VAS p=0,539. Nilai signifikansi
yang dipakai p<0,05
Kes imp u lan :Perubahan kadar - endorphin plasma dan VAS akan berpengaruh terhadap
rasa nyeri pada pasien osteoarthritis yang diberikan terapi EA dan TENS
Kat a k u n ci : Osteoarthritis, Akupunktur, Transcutaneus electrical nerve stimulation, -
endorphin plasma, visual analogue scale
Pen d ah u lu an
Osteoartritis (OA) merupakan penyakit
rematik dengan angka morbiditas dan
cacat fisik yang tinggi dan dapat
mempengaruhi kualitas hidup.
Osteoartritis adalah kelainan sendi non
inflamasi/ inflamasi yang mengenai sendi
yang dapat digerakkan, terutama sendi
penumpu berat badan, serta merupakan
arthropati yang paling umum ditemukan
pada orang dewasa (Zainal AA 2009),
Kelainan ini bersifat progresif, lambat dan
tidak diketahui penyebabnya. Dengan
meningkatnya usia, prevalensi kelainan ini
meningkat juga (Ernest E dan Posadzki P
2011).
Di Amerika serikat pada tahun
2005 lebih dari 27 juta jiwa menderita
osteoartritis. Gambaran radiologis telah
dianggap standar baku diagnosis (OA)
2
(Nelson AE dan J ordan J M 2011).
Perubahan-perubahan radiografi dari
penyakit degenerasi sendi terlihat
sebanyak lebih dari 80%pada orang-orang
berusia 75 tahun keatas (Zainal AA 2009).
Data lain dari beberapa studi
menyebutkan bahwa kej adian berturut
turut OA pinggul 88/ 100.00, OA tangan
100/ 100.00 dan OA lutut 240/ 100.000
orang per tahun (Selam J 2008).
Berdasarkan survey dari The US National
Health and Nutrition Examination,
menunjukkan bahwa prevalensi
osteoarthritis lutut sekitar 0,1 % pada
usia 25 34 tahun dan meningkat hingga
30 %pada usia 75 tahun, dan pada wanita
angka kejadiannya dua kali lipat dari pada
pria (Scott 2006). Di Indonesia prevalensi
OA lutut radiologis cukup tinggi, yaitu
mencapai 15,5 % pada pria dan 12,7 %
pada wanita (Soeroso J dkk. 2009). Pada
tahun 2011 (J anuari s/ d Desember)
didapatkan 66.04% penderita OA dari
seluruh kunjungan poli rawat jalan sub
bagian rhematologi RSUD Dr Moewardi ,
84.5%wanita, 15.5%pria dengan rata-rata
usia 55.8 tahun dengan usia kurang dari
40 tahun 3.1%, lebih dari 40 tahun 96.8%
(Erwindo dkk. 2012).
Penatalaksanaan osteoartritis
meliputi non farmakologis, farmakologis
dan pembedahan yang ditujukan terutama
untuk mengurangi rasa nyeri. Terapi
farmakologis umumnya hanya bersifat
simptomatis untuk mengurangi nyeri dan
inflamasi, jika pemberian obat dihentikan
keluhan akan timbul kembali. Terapi
pembedahan diberikan apabila terapi
farmakologis tidak berhasil untuk
mengurangi rasa nyeri, tetapi
membutuhkan biaya yang mahal, dimana
dampak terhadap anggaran perawatan
kesehatan yang tinggi di negara barat.
Biaya tersebut juga berkaitan dengan
pengobatan akibat efek samping obat anti
inflamasi non steroid (OAINS). Di Amerika
penggunaan OAINS mengakibatkan sekitar
100.000 pasien tukak lambung dengan
10.000-15.000 kematian setiap tahun
(Yelin E 2003, Soeroso J dkk. 2009), Pada
poli rawat jalan rhematologi bagian ilmu
Penyakit Dalam RS moewardi, didapatkan
dari seluruh penderita osteoartritis lutut
selama tahun 2011, 93.6% penderita
mendapat pengobatan satu macam OAINS
selama lebih dari 6 bulan dengan 20.1%
terdiagnosa sebagai dispesia, 9.1% rasa
tidak nyaman pada ulu hati, 70.7%
keluhan lain (Erwindo dkk.2012).
Atas dasar permasalahan diatas,
banyak penderita osteoartritis mencari
alternatif pengobatan, sehingga
pengobatan non farmakologi seperti
Complementary alternative medicine
(CAM) pada pasien dengan penyakit
artritis menjadi populer di seluruh dunia.
Prevalensi penggunaan pengobatan
komplementer dan alternatif oleh pasien
osteoartritis di Amerika Serikat
diperkirakan pada awalnya 28% menjadi
90%(Ernest E dan Posadzki P 2011). Data
lain didapatkan dari 2000 pasien yang
menjalani pengobatan OA secara CAM
(82,8%) di Carolina utara hampir
sebanding dengan pengobatan di klinik
spesialistik (90,2%). Akupunktur dan
Transcutaneous electrical nerve
stimulation (TENS) yang termasuk terapi
non farmakologis pada OA yang
dilaporkan dari beberapa penelitian dapat
secara signifikan menurunkan rasa nyeri
oleh karena OA lutut, dengan efek
samping yang minimal (De Luigi A 2012).
Stimulasi rangsangan elektrik
merupakan mekanisme dasar
pengurangan rasa nyeri pada TENS dan
akupunktur (elektroakupuntur/ EA),
rangsangan elektrik tersebut akan
mempengaruhi pelepasan
neurotransmitter. Rangsangan elektrik
dapat menggunakan frekuensi rendah
(<10hz) dan Frekuensi tinggi (100Hz dan
200Hz), dimana pada frekuensi rendah
yang dilepaskan beta endorphin, met-
enkhefalin , sedangkan pada frekuensi
tinggi yang dilepaskan adalah dinorfin (NG
MM et al. 2003).
Temuan peranan neurotransmiter
dalam pengendalian nyeri dimulai ketika
Snyder menemukan reseptor opiat di
tahun 1973, Kemudian Hugh dan
Kosterlitz menemukan opioid endogen
(enkefalin dan -endorfin) di tahun 1975.
Adanya opioid endogen di sirkulasi akan
menyebabkan rasa nyaman, tenang dan
anlgesia umum pada pasien (Sudirman S
2002). Nyeri adalah keluhan utama pada
osteoarthritis, yang dapat dikategorikan
sebagai nyeri ringan, sedang, berat.
Tingkatan ini dapat ditetapkan
berdasarkan beberapa parameter, yang
umumnya dipakai di klinik yaitu Visual
Analogue Scale (VAS), Verbal Scale
(Descriptive Scale), Numeric Scale scale
3
(NRS), categorical rating scale (CRS), Faces
Pain Scale. Karena bersifat subyektif,
keluhan pasien dengan sistem skoring ini
merupakan penilaian efek analgesi. Skala
nyeri yang paling sering digunakan dan
sederhana adalah Visual Analogue Scale
(VAS) (Setiyohadi B dkk. 2009).
Berdasarkan uraian diatas kami
ingin meneliti perbedaan pengaruh terapi
elektroakupunktur dan transcutaneus
electrical nerve stimulation terhadap kadar
- endorphin plasma dan visual analogue
scale pada pasien nyeri lutut osteoatritis
Met od e Pen elit ian
J enis penelitian ini adalah uji klinis dengan
randomisasi, dilakukan di Poliklinik
Rehabilitasi Medik dan Poliklinik
Akupunktur RSUD Dr.Moewardi Surakarta.
Penelitian dilakukan pada J anuari sampai
dengan Februari 2013. Besar populasi
sampel melibatkan 40 pasien, 20 pasien
diberikan elektroakupunktur (EA), 20 pasien
diberikan Transcutaneous electrical nerve
stimulation (TENS). Pasien dimasukan
kreteria inklusi jika usia 40-80 tahun,
menderita osteoarthritis lutut dengan nyeri
serta menandatangani persetujuan
penelitian. Dieklusi jika; Penyakit sendi lain
( septik atritis, bursitis, gout, Rheumatoid
atritis, neoplasma) pada lutut, gangguan
neurologik dan psikiatrik, nyeri di lutut
yang disebabkan oleh penyakit radang,
luka, keganasan, autoimun, deformitas
sendi lutut yg jelas (valgus, varus), wanita
hamil, alergi bahan nikel dan krom,
pemakaian injeksi artikuler dalam 4 minggu
terakhir, Pasien dengan alat pacu jantung
atau mempuyai riwayat gangguan jantung,
mengkonsumsi OAINS 2 hari sebelum
penelitian. Semua subjek penelitian
diberikan informed consent. Subjek dibagi
dalam dua kelompok dengan cara diundi
memakai gulungan kerta bertuliskan
angka 1-40. Satu kelompok (yang berangka
genap) mendapatkan perlakuan
elektroakupunktur, dan kelompok lain
(yang berangka ganjil) mendapat
perlakuan TENS. Pada kedua kelompok
sebelum diberikan perlakuan dilakukan
pemeriksaan sampel darah untuk variabel
tergantung ( -endorphin) dan diukur
skala VAS nya.
Pemeriksaan kadar plasma darah -
endorphin menggunakan metoda peptide
enzyme immunoassay (EIA) protocols
dengan kit extraction-free absorbance
assays (EIAS) No Cat: S 1134 EIAS (Bachem)
yang berasal dari Peninsula laboratories,
USA dan menggunakan alat Microplate
Reader yang di periksa di laboratorium
Prodia J akarta.
Prosedur kerja adalah :
A.Langkah pengambilan darah :
1. 1 tabung EDTA 3 cc (tutup ungu)
2. Ambil darah masukkan kedalam
tabung EDTA (yang telah
didinginkan di suhu 2-8
o
C minimal
sehari sebelumnya)
3. Bolak-balik perlahan lahan
kurang lebih 10 kali
4. SEGERA, pindahkan seluruh darah
EDTA dalam tabung kedalam
tabung khusus (tutup pink) berisi
20l aprotinin
5. SEGERA, bolak balik perlahan dan
simpan tabung pink dalam coolbox
berisi icepack (pastikan tabung
tidak bersentuhan dengan ice
pack)
6. Sentrifugasi 160 g selama 15 menit
pada suhu 4
o
C
7. SEGERA,pisahkan plasma
masukkan kedalam 2 sampel cup
@ 0,6 cc plasma beri identitas dan
simpan segera di suhu -70
o
C
B.Langkah pemeriksaan -endorphin
1. Masukkan kedalam setiap well 25
l antiserum (pada EIA buffer).
Tambahkan 25 l EIA buffer ke
well blangko
2. Inkubasi pada suhu ruangan
selama 1 jam
3. Tambahkan 50 l standar dan
sampel. Tambahkan 50l larutan
diluen ke well blangko
4. Inkubasi pada suhu ruang selama 2
jam
5. Tambahkan 25 l Bt-tracer kedalam
setiap well
6. Inkubasi pada suhu 4
o
C overnight
7. Cuci plate sebanyak 5 kali dengan
300 l/ well larutan EIA buffer
8. Tambahkan 100 l streptavidin-
HRP kedalam setiap well (termasuk
blanko)
9. Inkubasi pada suhu ruangan
selama 1 jam
10. Cuci plate sebanyak 5 kali dengan
300 l/ well larutan EIA buffer
11. Tambahkan 100 l larutan TMB
kedalam setiap well (termasuk
blangko)
4
12. Inkubasi pada suhu ruang selama
30 60 menit
13. Tambahkan 100 l 2 N HCl ke
dalam setiap well
14. Baca absorbansinya pada panjang
gelombang 450 nm dalam waktu
10 menit
Data yang diperoleh kemudian
dilakukan analisa statistik menggunakan
SPSS 15.for windows.
Untuk sampel berpasangan
dilakukan uji beda mean dengan uji t bila
distribusi data normal, jika distribusi data
tidak normal digunakan Willcoxon. Untuk
sampel independen dilakukan uji beda
mean dengan uji t jika data distribusi
normal, jika data distribusi tidak normal
digunakan Mann Whitney.
Uji normalisasi untuk semua
variabel dilakukan dengan uji Shapiro-
Wilk, dikarenakan jumlah sampel kurang
dari 50.Nilai signifikansi p<0,05.
Tabel.1Karateristik responden berdasarkan
jenis kelamin data kualitatif
N
o.
Variabel Mean
Kelompok
Sampel
Uji
Homogenitas
EA TENS Uji P
1. Umur 59.3 67 0,009 0,925
2. Body Masa
Indeks (BMI)
25.7
1
24.13 0,191 0,664
3. Grade
Osteoartritis
1.75 1.65 0,005 0,947
4. Lama Nyeri 9.25 14.5 0,228 0,636
Tabel.2Karateristik responden berdasarkan
jenis kelamin data kuantitatif
No. Variabel Mean
Kelompok
Sampel
Uji
Homogenitas
EA TENS Uji P
1. Jenis
Kelamin
1,15 1,15 0,009 0,669
2. Pendidikan 3,30 2,80 6,208 0,102
3. Pekerjaan 1,45 1,55 0,400 0,376
Has il Pen elit ian d an Pembah as an
Pengaruh terapi elektroakupunktur
terhadap kadar -endorphin plasma pada
pasien nyeri lutut osteoatritis dianalisis
dengan menggunakan uji Willcoxon
diperoleh nilai Z hitung sebesar -3,323
dengan nilai signifikan 0,001. pengaruh
terapi transcutaneus electrical nerve
stimulation terhadap kadar -endorphin
plasma pada pasien nyeri
lutut osteoatritis dianalisis dengan
menggunakan uji Willcoxon diperoleh nilai
Z hitung sebesar -1,662 dengan nilai
signifikan 0,097 > 0,05 dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa tidak ada
pengaruh terapi transcutaneus electrical
nerve stimulation terhadap kadar -
endorphin plasma pada pasien nyeri lutut
osteoatritis. Ada pengaruh terapi
elektroakupunktur terhadap visual
analogue scale pada pasien nyeri lutut
osteoatritis dianalisis dengan
menggunakan uji Willcoxon diperoleh nilai
Z hitung sebesar -3,443 dengan nilai
signifikan 0,001. pengujian pengaruh
terapi transcutaneus electrical nerve
terhadap visual analogue scale pada
pasien nyeri lutut osteoatritis dianalisis
dengan menggunakan uji Willcoxon
diperoleh nilai Z hitung sebesar -3,222
dengan nilai signifikan 0,001. Ada
perbedaan pengaruh terapi
elektroakupunktur dan transcutaneus
electrical nerve stimulation terhadap
kadar -endorphin plasma pada pasien
nyeri lutut osteoatritis dianalisis dengan
menggunakan uji Mann Whitney diperoleh
nilai Z hitung sebesar -2,070 dengan nilai
signifikan 0,038. Tidak ada perbedaan
pengaruh terapi elektroakupunktur dan
transcutaneus electrical nerve stimulation
terhadap visual analogue scale pada
pasien nyeri lutut osteoatritis dianalisis
dengan menggunakan uji Mann Whitney
diperoleh nilai Z hitung sebesar -0,615
dengan nilai signifikan 0,539 >0,05.
Sudirman (2012) menyebutkan
pengaktivan analgesi melalui titik titik
akupunktur, di titik zusanli (SP-36),
sanyinj iao (SP-6), Dubi (ST-35), Xian (EX-
LE5) dihubungkan ke alat elektrik atau
akupunktur stimulator akan diterima
reseptor kulit yang kemudian dihantarkan
oleh serabut C dan A, menuju pusat yang
lebih tinggi (supraspinal) mengaaktivkan
jalur modulasi serta dilepaskan nya
neurotransmiter inhibitor (-endorphin).
J alur ini lebih efektif dibandingkan
melalui penutupan gerbang kontrol
sebagaimana mekanismen dari TENS.
(Abenyakar S dan Boneval F 1994).
5
Kes imp u lan
1. Terdapat pengaruh terapi
Elektroakupunktur terhadap kadar -
endorphin plasma pada pasien nyeri
lutut osteoatritis
2. Tidak terdapat pengaruh terapi
Transcutaneus electrical nerve
stimulation terhadap kadar -
endorphin plasma pada pasien nyeri
lutut osteoatritis
3. Terdapat pengaruh terapi
Elektroakupunktur terhadap visual
analogue scale pada pasien nyeri lutut
osteoatritis
4. Terdapat pengaruh terapi
Transcutaneus electrical nerve
stimulation terhadap visual analogue
scale pada pasien nyeri lutut
osteoatritis
5. Terdapat perbedaan pengaruh terapi
Elektroakupunktur dan
Transcutaneus electrical nerve
stimulation terhadap kadar -
endorphin plasma pada pasien nyeri
lutut osteoatritis
6. Tidak terdapat perbedaan pengaruh
terapi Elektroakupunktur dan
Transcutaneus electrical nerve
stimulation terhadap visual analogue
scale pada pasien nyeri lutut
osteoatritis
Sar an
Dilakukan penelitian lanjutan multisenter
dengan sapel yang lebih besar pada pasien
nyeri lutut osteoatritis untuk
mendapatkan evidence based.
Daft ar Pu s t ak a
Abenyakar S, Boneval F.1994. Increase
Plasmad Beta - Endorphin
concentration after Acupuncture
Comparison of
Electroacupuncture,Traditional
Chinese Acupuncture, TENS and
Placebo TENS. Acupuncturien
Medicine .Vol 12 No.1.p:21-23
Adam S,Sprouse Ba,Smith Bs, Sugai Ba,
Don Parsa.2010. Understanding
Endorphins And Their Importance In
Pain Management. HawaiI Medical
J ournal, Vol 69,p:70-71
Aigner T, Schmitz N.2011. Pathogenesis
and pathology of osteoarthritis. In:
Hochberg MC,Silman AJ ,Smolen
J S,Weinblat ME,Weismann MH (eds).
Rheumatology. 5
th
Edition. Selection
13, Chapter 173.Mosby elsavier,
Philadhelpia.p:2120-10
Bender T,Nagy G, Barna I, Kadas E.2007.
The efect of physical therapy on
beta-endorphin levels. Eur J Appl
Physiol (100) p:371382
Brandt, Kenneth.2009. Osteoarthritis. In
Fauci AS, Kasper DL, Braunwald E,
Hauser SL, Longo DL, J ameson J L.
(eds.) Harrinsons Principles of
Internal Medicine. 18
th
ed. Mc Graw-
Hill. New York.p:1123-45
Cabyoglu MT, Tan U.2006.The mechanism
of acupuncture and clinical
applications.Intern.J .
Neuroscience.116:p:115-25
Creamer P, Hochberg M . 1 9 9 7 .
Osteoarthritis. Lancet,p:503 508
Dahlan MS, 2009. Menggunakan rumus
besar sampel secara benar. Dalam :
Dewi J (ed). Besar Sampel dan Cara
Pengambilan Sampel dalam
Penelitian Kedokteran dan
Kesehatan. Salemba Medika. J akarta.
Edisi 2. Pp: 33-78
De Luigi A,2012. Complementary and
Alternative Medicine in
Osteoarthritis. the American
Academy of Physical Medicine and
Rehabilitation.Vol. 4.p:122-133
Dharmananda S.2002.Electro-
Acupuncture. Institute for
Traditional Medicine,
Portland.(8).p:23-24
Di Cesare PE, Abramson SB,Samuels
J .2008. Pathogenesis of
Osteoarthritis,In: Gary S. Firestein,
Ralph C. Budd, Edward D. Harris,
Iain B. McInnes, Shaun Ruddy, J ohn
S. Sergent (eds). Firestein: Kelley's
Textbook of Rheumatology, 8th
ed.part 15,chapter 89.Saunders
Elsavier.p:910-20
Diding HP.2010.Perkembangan,konsep
dan paradigm psikoneuroimunologi ,
dalam: diding HP (ed),
Psikonueroimunologi, Edisi 3,Cetakan
1.UNS Press.hal:33-44
Dieppe PA, Lohmander
S.2005.Pathogenesis and
management of pain in
osteoarthritis.Lancet.;365.p:965-73
Dieppe P.1998.Osteoarthritis and related
disorders. Introduction and history.
In: Klippel J , Dieppe P
(eds).Rheumatology. London,
Mosby.p:1.11.2
6
Ernest E, Posadzki P. 2011.
Complementary and Alternative
Medicine for Rheumatoid arthritis
and Osteoarthritis : an Overview of
Systematic Reviews.Curr Pain
Headache Rep.Vol 22.p:131-6
Erwindo,Yulyani W, Arief N, Zainal
AA.2012.Profil Penderita
Osteoarthritis Genu di RSUD
Dr.Moewardi Surakarta Tahun
2011.Kopapdi XV
Medan.Abstr.3.030:146
Felson,DT.2003.Epidemiology of
osteoarthritis.In: Kenneth D,Michael
D , Lohmander L (eds). Osteoarthritis
Second edition,Oxford University
Press,United States.p:9-11
Firestein G.2008.Changes in osteoarthritis,
In: Firestein G, Budd R,Harris
E,Mcinnes, Ruddy S, Sergen J (Eds) .
Kelley's Textbook of Rheumatology,
8
th
. Part 15,Chapter 89. Elsevier
Inc,WB.Saunders Company Canada.
p:1340-49
Filshie, J acquilene, Adrian W.1998.Medical
Acupuncture. In: Christine M. Mc
Millan (eds). Acupuncture for Nause
and Vomiting. New York:Churchil
Livingstone,p:295-314
Frederickson RC,Geary
LE.1982.Endogenous Opioid
Peptides: Review Of Physiological,
Pharmacological And Clinical
Aspects. Progress in
Neurobiology.Vol.19.p:19-69
Flores RH,Hochberg MC.2003. Definition
and classification of
Osteoarthritis,In: Kenneth D,Michael
D,Lohmander L (eds). Osteoarthritis
Second edition,Oxford University
Press,United States.p:1-8
Gina
GG.2006.Osteoarthritis.J .disamonth.Dis
Month.(52):p343-362
Guntur H.2006. Peran kortikosteroid
dalam inflamasi-alergi,dalam:
Reviono (eds), Perspektif masa depan
Imunologi-Infeksi. Edisi ke-2,Cetakan
I.UNS press,Surakarta.hal:177-180
Hawker GA, Mian S, Bednis K, Stanaitis
I,2011.Osteoarthritis year 2010 in
review: non-pharmacologic
therapy.Osteoarthritis and
Cartilage,(19).p: 366-374
Hinman R, McCrory P, Pirotta M, Relf I,
Crossley KM, Reddy P et al.2012.
Efficacy of acupuncture for chronic
knee pain: protocol for a
randomised controlled trial using a
Zelen design. BMC Complementary
and Alternative Medicine 2012,
12:161,p:1-11
Hochberg M.1997.Osteoarthritis: Clinical
features and treatment. In: Klippel
J H, (ed). Primer on the rheumatic
diseases. 11
th
edition. Atlanta: The
Arthritis Foundation;p.218-21
Hochberg Mc, Altman Rd, Karine Toupin
April, Benkhalti M, Guyatt G,
Mcgowan J .et al.2012. American
College of Rheumatology 2012
Recommendations for the Use of
Nonpharmacologic and
Pharmacologic Therapies in
Osteoarthritis of the Hand, Hip, and
Knee. Arthritis Care &
Research.Vol.64,No.4.p: 465474
Isbagio H.2000. Struktur Rawan Sendi dan
Perubahannya pada Osteoartritis.
Cermin Dunia
Kedokteran.No.129.p:5-8
J ackson CT.1998.Physical
Modalities,In:Sheila E (ed).Practical
manual of Physical medicine and
Rehabilitation
(diagnostic,therapeutics,and basic
problems).Chapter 4,Mosby.p:142-
144
J in GY, J in J X, J in LL.2006. Contemporary
Medical Acupuncture : A systems
Approach.Beijing:Higher Rducation
Press.p:96-108
J ohnson M.2010.Transcutaneous electrical
nerve stimulators for pain
managemen,In: J ennie
L(ed).Acupuncture in Manual
Therapy. Elsevier ,
Philadelphia.p:205-222
J ordan KM, Arden NK, Doherty M,
Bannwarth B, Bijlsma J W, Dieppe P.
et al.2003. EULAR Recommendations
2003: an evidence based approach to
the management of knee
osteoarthritis: Report of a Task
Force of the Standing Committee for
International Clinical Studies
Including Therapeutic Trials
(ESCISIT). Ann Rheum Dis;62.p:1145
1155
J ones I,J ohnson M.2009.Transcutaneous
electrical nerve stimulation (TENS),
Critical Care & Pain.p:130-134
Kathleen A,Sluka,Howard S,Smith, Deirdre
M,Walsh.2009. Transcutaneous
7
Electrical Nerve Stimulation (TENS):
A Review.Cochrane Systematic
Reviews.p:335-344
Koneru A,Satyanarayana S, Rizwan S.2009.
Endogenous Opioids: Their
Physiological Role and Receptors.
Global J ournal of Pharmacology, 3
(3).p:149-153
Kidd,B.2003.Pathogenesis of joint pain
pain in osteoarthritis. In Brandt, K.
Doherty, M. Lohmander, S (eds).
Osteoartritis. 2
nd
edition.Oxford
University Press.p:185-8
Landinez Parra, Garzn Alvarado,Vanegas
Acosta.2011. A phenomenological
mathematical model of the articular
cartilage damage. Computer Methods
and Programs in Biomedicine.
Volume 104, Issue 3.p:5874
Lee M, Wardlaw SL.2007.Beta-Endorphin.
Columbia University College of
Physicians and
Surgeons,USA.Elsavier.p:333-335
Liang F , Tingting Ma , Huang W , Xi Wu ,
Ying Li , Yulan Ren , et al.2013.
Theory and Methodology of
Evidence-Based Medicine in
Acupuncture Research,In: Y. Xia, W.
Huang, X. Wu, Y. Li, Y. Ren, H.
Zheng, et al. (eds). Current Research
in Acupuncture.Chapter 20.Springer
Science, Business Media New
York.p:601-21
Mason, Marylin. 2004. Acupuncture. Get
The Fact National Centre for
Complementary and Alternative
Medicine,p:1-7
Mavrommatis C, Argyra E , Vadalouka A ,
Vasilakos D.2012. Acupuncture as
an adjunctive therapy to
pharmacological treatment in
patients with chronic pain due to
osteoarthritis of the knee: A 3-
armed, randomized, placebo-
controlled trial. International
Association for the Study of
Pain,p:1721-25
Mei ZG, Cheng CG, Zheng J F.2011.
Observations on curative effect of
high-frequency electric sparkle and
point-injection therapy on knee
osteoarthritis. J Tradit Chin
Med.31(4):311-5
Morgan E, Mikhail M, Murray M. 2006. Pain
Managemen. In :Morgan E, Mikhail
M,Murray M (eds).Clinical
Anesthesiology,fourth
edition.Selection 2,Chapter
18.Lange.p:359-374
Mitzy D.2000. Efek Akupunktur pada
Osteoartritis Lutut. Cermin Dunia
Kedokteran. No.129.hal:45-48
Nelson AE, J ordan
J M,2011.Osteoarthritis:Epidemiology
and classification. In: Hochberg
MC,Silman AJ ,Smolen J S,Weinblat
ME,Weismann MH (eds).
Rheumatology. 5
th
Edition. Selection
13, Chapter 169.Mosby elsavier,
Philadhelpia.p:1793-9
NG MM,Manson C,Leung,Poon DMY,Phil
M.2003.The Effects of Electro-
Acupuncture and Transcutaneous
Electrical Nerve Stimulation on
Patients with Painful Osteoarthritic
Knees: A Randomized Controlled
Trial with Follow-Up Evaluation. The
J ournal Of Alternative And
Complementary Medicine.Volume
9,Number 5.p:641649
Nnoaham KE, Kumbang J .2010.
Transcutaneous electrical nerve
stimulation (TENS) for chronic pain
(Review).The Cochrane
Collaboration.p:1-59
Parjoto S.2006.Stimulasi
listrik,dalam:Slamet P (ed),Terapi
listrik untuk modulasi nyeri.Bab V.IFI
,Semarang.hal:28-46
Papini R M, Ortega LA.2011. Endogenous
Opioids, Opioid Receptors,and
Incentive Processes.In:V.R. Preedy et
al. (eds), Handbook of Behavior, Food
and Nutrition.Chapter 66. Springer
Science.p:1011-19
Peter TD.2011.Acupuncture for chronic
pain.Techniques in Regional
Anesthesia and Pain Management
(15),p:55-63
Santjaka A. 2011. Tehnik sampling. Dalam
: Sigit H, Abay F (eds). Statistik
untuk Penelitian Kesehatan. Nuha
Medika. Yogyakarta. Edisi 1. pp: 50-
66
Saputra,K.Sudirman,S.2009.Akupunktur,da
lam: Saputra, K (ed)Akupunktur
untuk Nyeri. Cetakan I.Sagung
seto.J akarta.hal:24-31
Saputra K.2008.Elektro-akupunktur vs
Manual
akupunktur.Meredian,Volume XV,
nomor 2.hal:52-58
8
Saputra,K.Sudirman,S.2009.Elektro
akupunktur untuk nyeri,dalam:
Saputra, K (ed).Akupunktur untuk
Nyeri. Cetakan I.Sagung
seto.J akarta.hal:24-31
Saputra K.2002.Akupunktur anestesi
untuk pembedahan,dalam:Koosnadi
S (ed).Akupunktur klinik,Cetakan
pertama.Airlangga university
Press.hal:41-43
Sastroasmoro S, Ismael S.1995.Perkiraan
besar sampel,dalam: Sudigdo S,
sofyan I (eds).Dasar-dasar
metodologi penelitian klinis.Bab
14.Binarupa Aksara, J akarta.hal:187-
197
Scott,David L.2006.Osteoarthritis and
Rheumatoid Arthritis. In : Stephen B.
Mc Mohan,Martin Koltzenburg
(eds).Wall and Melzack`s Textbook of
Pain.5
th
ed.London:Churchill
Livingstone.p:653-656
Selam J ,Berenbaum F,2008.Clinical
Features of Osteoarthritis, In:
Firestein GS,Budd RC,Harris ED,Mc
Innes IB,Rudy S,Sergen J S (eds).
Kelley's Textbook of Rheumatology,
8
th
Edition.Vol II,Part 15,Chapter
90.Saunder
Elsavier,Philadelpia.p:1506-8
Setiyohadi B, Sumariyono, Kasjmir YI,
Isbagio, H. Kalim,H.2009. Nyeri.
dalam: Sudoyo A.W. Setiyohadi B.
Alwi I. Simadibrata, M. Setiadi, S
(eds). Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam .J ilid II Edisi V.Pusat
Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam
FKUI J akarta Hal:1166-7
Siswantoyo.2010. Perubahan Kadar Beta
Endorphin Akibat Latihan Olahraga
Pernafasan (Sebuah Kajian
Neuroendokrinologi Pada Aktivitas
Fisik). Buletin Penelitian Sistem
Kesehatan ,Vol. 13 No. 2
April.p:157162
Sluka KA,Smith S,Walsh
DM.2009.Transcutaneous Electrical
Nerve Stimulation (TENS) : A Review,
In: Kathleen A, Howard S (eds).
Neuromodulation , Chapter 24.
Elsevier Ltd.p:335-344
Soeroso J , Isbagio H, Kalim H,Broto
R,Pramudiyo R.2009. Osteoarthritis.
dalam: Sudoyo AW,Setyohadi B,Alwi
I,Simadibrata M,Setiati S (eds). Buku
Ajar Ilmu Penyakit Dalam .Edisi
V.Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit
Dalam FKUI J akarta,Hal:2538-44
Sudirman S.2002.Akupunktur Anestesi
untuk Pembedahan. Dalam :
Saputra,K (ed). Akupunktur Klinik.
Surabaya. Airlangga University
Press.Cetakan I.hal:41-47
Sudirman S.2012.Nyeri,dalam:koosnadi
S,Abdullrahman L (eds).Akupuntur
untuk persalinan bebas
nyeri.Cetakan 2,UNS
press,Surakarta.hal:32-33
Spector TD,Hart DJ ,Byrne J ,Harris
PA,Dacre J ,Doyle D.1993. Definition
of osteoarthritis of the knee for
epidemiological studies. Annals of
the Rheumatic Diseases,52.p:790-794
Stein C,Zollner C.2009. Opioids and
Sensory Nerves,In: B.J . Canning and
D. Spina (eds), Handbook of
Experimental
Pharmacology,Chapter14.p:405-510
Taechaarpornkul W, Suvapan D,
Theppanom C, Chanthipwaree C,
Chirawatkul A.2009. Comparison of
the effectiveness of six and two
acupuncture point regimens in
osteoarthritis of the knee: a
randomised trial. Acupunct Med.
;27(1):3-8
Takeoglue, Adak B, Kara M.1996.The
analgesic effect of transcutaneus
electric nerve stimulation and
acupuncture in
osteoarthritis.Eastern journal of
medicine (1).p:26-29
Tao-Ma, Mila Ma, Hee Cho,2005.Dynamic
Pathophysiologi of Acupoint , In ;
Fons K (ed), Biomedical Acupuncture
for Pain Management An Intergrative
Approach.Elsavier Churchill
Livingstone.p:17-23
Tao-Ma, Mila Ma, Hee
Cho,2005.Electroacupuncture
Analgesia, In ; Fons K (ed),
Biomedical Acupuncture for Pain
Management An Intergrative
Approach.Elsavier Churchill
Livingstone.p:17-23
Tashani O, J ohnson MI.2009.
Transcutaneous Electrical Nerve
Stimulation (TENS).A Possible Aid
for Pain Relief in Developing
Countries?.LJ M.p:77-83
Veening J G, Gerrits PO, Barendregt
HP.2012. Volume transmission of
beta-endorphin via the cerebrospinal
9
fluid; a review. Fluids and Barriers of
the CNS.p:9:16
Wenham C, Grainger AJ , Conaghan
PG,Christopher J 2011. Imaging of
osteoarthritis.In:Hochberg
MC,Silman AJ , Smolen J S, Weinblat
ME, Weismann MH (eds).
Rheumatology. 5
th
Edition. Selection
13, Chapter 175.Mosby elsavier,
Philadhelpia.p:1987-91
Whitehurst D, Bryan S, Hay EM, Thomas E,
Young J ,Foster N.2011.Cost-
Effectiveness of Acupuncture Care
as an Adjunct to Exercise-Based
Physical Therapy for Osteoarthritis
of the Knee.Physical Therapy
.Volume 91.Number 5,p:630-640
White P, Bishop F ,Prescott P , Scott C ,
Little P , Lewith G.2012. Practice,
practitioner, or placebo? A
multifactorial, mixed-methods
randomized controlled trial of
acupuncture.Pain(153),p:455462
Wibowo S. 2008.Analgetika opioid,dalam :
Meliala L, Suryamiharja A ,Wirawan
,Amir D, Sadeli HA (eds),Nyeri
neuropatik.Edisi ke2,Cetakan
Pertama,Medikagama
press.Yogyakarta.hal:227-237
Widya, D.1997.Akupunktur dan
Perkembangannya.Cermin Dunia
Kedokteran.No 44:hal:3-4
Xiaoding Cao.2008.History of Modern
Acupuncture Research in China.
Integrative Medicine and
Neurobiology.Shanghai Medical
College of Fudan University,
Shanghai.p:1-15
Yelin E,2003.The Economics of
Osteoarthritis. In : Brand K, Doherty
M, Lohmander S (eds). Osteoartritis.
2
nd
Edition.Oxford University Press.
p:17-21
Yamamoto T, Sako K, Maeda S.2000.
Effects of taste stimulation beta-
endorphin levels in rat cerebrospinal
fluid and plasma. Physiology &
Behavior.69 (2000).p:345350
Zainal AA, 2009.Penyakit sendi
degenerative dan arthritis akibat
Kristal. dalam : Arifianto H
(ed).Rheamtologi praktis.UNS
Press.p:91-96
Zainal AA.2009.Osteoartritis.dalam:
Arifianto H (ed). J alur Zainal,
pengaruh jejas biomekanik terhadap
apoptosis kondrosit dalam rawan
sendi lutut kelinci melalui akumulasi
Ca
2+
intraselullar. UNS Press.p:16-17
Zainal AA.2006. Pengaruh jejas
biomekanik terhadap apoptosis
kondrosit dalam rawan sendi lutut
kelinci melalui akumulasi ca
2+
intraseluler (J alur
Zainal).Disertasi.hal:66-70
Zhang W, Moskowitz RW, Nuki M.et
al.2010. OARSI recommendations for
the management of hip and knee
osteoarthritisPart III: changes in
evidence following systematic
cumulative update of research
published through J anuary
2009.Osteoarthritis and
Cartilage.18.p:47678
Zhou F, Huang D, Xia Y.2010.
Neuroanatomic Basis of
Acupuncture Points, In: Ying Xia,
Xiaoding Cao, Gencheng Wu, J ieshi
Cheng (eds). Acupuncture Therapy
for Neurological Diseases: A
Neurobiological View,Chapter 2,
Springer Heidelberg Dordrecht
London New York, p:32-79