Anda di halaman 1dari 28

FELYANTO

11 2012 076
Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang
disebabkan karena infeksi virus-virus hepatitis. Virus-
virus ini selain dapat memberikan peradangan hati
akut, juga dapat menjadi kronik. Virus-virus hepatitis
dibedakan dari virus-virus lain yang juga dapat
menyebabkan peradangan pada hati oleh karena sifat
hepatotropik virus-virus golongan ini.
Etiologi
Transmisi secara enterik :
Hepatitis A
Hepatitis E
Transmisi secara parenteral:
Hepatitis B
Hepatitis C
Hepatitis D

Hepatitis A
HAV digolongkan dalam picornavirus bentuk kubus
simetrik, single stranded, molekul RNA linier
Masa inkubasi 15 50 hari (rata-rata 30 hari)
Distribusi di seluruh dunia
Replikasi HAV terbatas di hati, tetapi virus ini terdapat
di dalam empedu, hati, tinja dan darah selama masa
inkubasi dan fase akhir pre-icterik akut penyakit
Hepatitis A
HAV diekresi di tinja oleh orang yang terinfeksi selama
1-2 minggu sebelum dan 1 minggu setelah awitan
penyakit
Virus ini bersifat self-limiting dan biasanya sembuh
sendiri
lebih sering menyerang individu yang tidak memiliki
antibodi virus hepatitis A seperti pada anak-anak
Infeksi penyakit ini menyebabkan pasien mempunyai
kekebalan seumur hidup.
Jarang yang bersifat kronis
Hepatitis E
Virus hepatitis E merupakan visur yang
ditransmisikan melalui enterik yang banyak terjadi
terutama di India, Asia, Afrika dan Amerika tengah
Masa inkubasi HEV rata-rata 40 hari
Virus dapat dideteksi di dalam tinja, empedu dan hati
dan di eksresikan di dalam tinja selama masa inkubasi
Hepatitis B
Masa inkubasi HBV 15 180 hari (rata-rata 60 90
hari).
Viremia berlangsung selama beberapa minggu sampai
bulan setelah infeksi akut. Sebanyak 1-5% dewasa,
90% neonatus dan 50% bayi akan berkembang
menjadi hepatitis kronis.
HBV ditemukan di darah, semen, sekret
servikovaginal, saliva, cairan tubuh lainnya
Cara transmisi:
Melalui darah : penerima produk darah, IVDU, pasien
hemodialisis, pekerja kesehatan, pekerja yang terpapar
darah
Transmisi seksual
Penetrasi jaringan (perkutan) atau permukosa :
tertusuk jarum, penggunaan ulang peralatan medis
yang terkontaminsi, penggunaan bersama pisau cukur
dan silet, tato, akupuntur, tindik, penggunaan sikat
gigi bersama.
Transmisi maternal neonatal, maternal infant
Tak ada bukti penyebaran fekal oral.

Hepatitis D
Virus akut Hepatitis D merupakan virus RNA tidak
lengkap, memerlukan bantuan dari HBV untuk
ekspresinya, patogenitas tapi tidak untuk replikasi.
Masa inkubasi HDV diperkirakan 4-7 minggu
Hepatitis C
Masa inkubasi HCV diperkirakan 15 160 hari (puncak
pada sekitar 50 hari)
Infeksi yang menetap dihubungkan dengan hepatitis
kronik, sirosis dan kanker hati.
Cara transmisi :
Darah
Transmisi
Maternal neonatal
Tak terdapat bukti transmisi fekal oral

Etiologi
Gejala Klinis
Spektrum penyakit mulai dari asimptomatik, infeksi
yang tidak nyata sampai kondisi yang fatal sehingga
terjadi sirosis
Sindrom klinis yang mirip pada semua virus penyebab
mulai dari gejala prodromal yang non spesifik dan
gejala gastrointestinal, seperti :
Malaise, anoreksia, mual, muntah
Gejala flu, faringitis, batuk, coryza, fotofobia, sakit
kepala, mialgia
Awitan gejala cendrung muncul mendadak pada HAV
dan HEV, pada virus yang lain secara insidedious

Demam jarang ditemukan kecuali pada infeksi HAV
Immune complex mediated, serum sickness like
syndrome dapat ditemukan pada kurang dari 10%
pasien dengan infeksi HBV, jarang pada infeksi virus
lain.
Gejala prodromal menghilang pada saat timbul
kuning, tetapi gejala anoreksia, malaise dan
kelemahan dapat menetap

Ikterus didahului dengan kemunculan urin berwarna
gelap, pruritus (biasanya ringan dan semenara) dapat
timbul ketika ikterus meningkat
Pemeriksaan feses menunjukkan pembesaran dan
sedikit nyeri tekan pada hati
Splenomegali ringan dan limfadenopati pada 15-20%
pasien.

Laboratorium
Terjadi peningkatan SGOT dan SGPT
Peningkatan kadar bilirubin
Peningkatan serum IgG dan IgM

Diagnosis
HAV
IgM anti HAV dapat dideteksi selama fase akut dan 3-6
bulan setelahnya.
Anti HAV yang positif tanpa IgM anti HAV
mengindikasikan infeksi lampau.
HEV
Belum tersedia pemeriksaan serologi komersial yang
telah disetujui FDA
IgM dan IgG anti HEV baru dapat dideteksi oleh
pemeriksaan untuk riset
IgM anti HEV dapat bertahan selama 6 minggu setelah
puncak dari penyakit
IgG anti HEV dapat tetap terdeteksi selama 20 bulan.
HBV
HbsAg merupakan petanda yang pertama kali
diperiksa secara rutin
Anti-Hbs:
Antibodi terakhir yang muncul
Merupakan antibodi penetral
Secara umum mengindikasikan kesembuhan dan
kekebalan terhadap reinfeksi
Muncul dengan pemberian vaksinasi HBV
HBV
HCV
Anti HCV dapat dideteksi pada 60% pasien selama
masa akut dari penyakit, 35% sisanya akan terdeteksi
pada beberapa minggu atau bulan kemudian
HCV RNA Merupakan petanda yang paling awal
muncul pada infeksi akut hepatitis C muncul beberapa
minggu setelah infeksi
Perjalanan Alamiah dan Outcome
Infeksi dengan transmisi secara enterik
(HAV&HEV) :
Perbaikan komplit dari klinis, histologis, biokimia, akan
terjadi dalam 3-6 bulan
Pada gagal hati akut akan terjadi
Fatalitas pada HAV tergantung umur (menungkat pada usia >
40 tahun)
Resiko meningkat pada wanita hamil dengan infeksi HEV
Resiko meningkat pada pasien yang telah mempunyai
penyakit hati sebelumnya
Tidak pernah menjadi kronis atau karier virus yang
berkepanjangan

HBV
Resiko untuk kronisitas tergantung umur, menurun secara
progresif dengan meningkatnya umur
90% infeksi pada neonatus akan berkembang menjadi karier
1-5% pasien dewasa akan berkembang menjadi kronik
Gagal hati akut pada < 1% infeksi akut
Infeksi persisten (HbsAg positif dengan atau tanpa replikasi
aktif HBV)
Karier asimptomatik dengan gambaran histologi normal atau non-
spesifik
Hepatitis kronis, sirosis, karsinoma hepatoseluller
Dihubungkan dengan glomerulonefritis membranosa, poliarteritis
nodosa, dan yang lebih jarang krioglobulinemia campuran

HDV
Co-infeksi HDV dan HBV biasanya sembuh spontan dan
sembuh tanpa gejala sisa
Gagal hati akut lebih sering pada superinfeksi HDV
dibanding dengan koinfeksi HDV
Superinfeksi HDV dapat berlanjut menjadi HDV kronik
superimposed dengan HBV kronik dan berkembang
menjadi hepatitis kronik berat dan sirosis
HCV
15-45% akan sembuh spontan
Kejadian akut sangat jarang dijumpai
Umumnya akan terjadi infeksi menetap dengan viremia
yang memanjang dan konsentrasi serum
aminotransferase yang meningkat atau berfluktuasi
Histologi pada infeksi HCV persisten
Hepatitis kronik inflamasi ringan, sedang dan berat
Porta, periporta, bridging fibrosis atau sirosis
Resiko untuk terjadinya karsinoma hepatoseluller pada
pasien yang telah mengalami sirosis.

Penatalaksanaan
Rawat jalan, kecuali pasien dengan mual atau
anoreksia berat yang akan menyebabkan dehidrasi.
Mempertahankan asupan kalori dan cairan yang
adekuat.
Tidak ada rekomendasi diet khusus
Makan pagi dengan porsi yang cukup besar merupakan
makanan yang paling baik untuk ditoleransi
Menghindari konsumsi alkohol
Aktifitas fisis yang berlebihan dan berkepanjangan
harus dihindari

Pembatasan aktivitas sehari-hari tergantung dari
derajat kelelahan
Tidak ada pengobatan spesifik untuk kepatitis A,E,D.
Pemberian interferon-alfa pada hepatitis C akut dapat
menurunkan resiko kejadian infeksi kronik
Peran lamivudin atau adefovir pada hepatitis B akut
masih belum jelas, kortiko steroid tidak bermanfaat
Obat-obat yang tidak perlu harus dihentikan.
Terima kasih